ATUN DIKUBUR HIDUP-HIDUP oleh VILLAGER?! MOMON GAGAL SELAMATKAN DIA!! feat @BANGJBLOX

[Musik] Hm. Uh. Ah. Aduh. Gak bisa tidur nih, Guys. Ah. Hah.
Oh no. Ya ampun, kenapa sih aku ini? Aduh, mungkin cuacanya panas kali ya. Enggak bisa tidur terus dari tadi. Daripada kayak gitu, mendingan aku keluar aja deh cari udara segar lah. Capek aku. Kita turun ke bawah. Nah. Asik, udahlah segar. Ah. Oke, oke oke. Hmm. Mau ke mana kita, ya? Ya udahlah, ya. Jalan-jalan aja kali, ya. Oke. Hm. Pengin cari Momon. Tapi Momon udah tidur pasti. Eh, itu ada villager, Teman-teman. Tapi kok mukanya aneh ya? Hmm. Hm. Ya sudahlah kita coba samperin ya. Mana tahu dia itu adalah orang yang minta bantuan, Teman-teman. Oke. Jing jing. Halo. Halo, Pak. Eh. Loh, kok matangnya kayak gitu? Loh, loh, L. Ah, kenapa jadi begitu dia? Kenapa dia jadi begitu? No. No. Ah, Mon, tolong, Mon. Mon, aku kedinginan. Mon, tolong. [Musik] Guys, kayaknya aku mimpi deh. Seram banget. Ada yang minta tolong begitu. Dan suaranya itu mirip-mirip sama suara atun. Ini kayaknya kebanyakan nonton film olor de momon. Jadi mimpi yang aneh-aneh. Ah, ya sudahlah, Guys. Kita coba ke bawah. Minum air dulu ya. Lah momon pokoknya mulai hari ini tidak mau nonton atau main game holo dulu supaya kita enggak mimpi yang aneh-aneh. Ya udah kita mau minum dulu. Kita ambil air putih kita pagi-pagi minum air segar. Mamun tolong dongon. Aku kagak guys kayaknya aku mendengar sesuatu deh di belakang aku. Apa jangan-jangan janganjangan. Hantu hantu hantu hantu mama. Ah kamu [Musik] guys mungkin salah lihat kah? Ini kan pagi hari, enggak mungkin ke ada hantu. Mungkin salah lihat ya. Coba-coba kita intip, Guys. Atun, Antul, Tun. L, Tun, kau mau minta tolong apa Tun? Kau udah jadi hantu, Tun. Jangan kau minta tolong. Eh, kenapa atuh tiba-tiba jadi kayak gitu? Apa yang terjadi? Ih, kenapa ada atun hantu, Guys? Jangan dekat-dekat, jangan dekat-dekat. Atun, Atun. Eh, kau orang jahat kan? Mana Atur? Cepat.
Aku bukan orang jahat. Atunmu eh Atun, Atun kan masih hidup. Kenapa jadi beling? E, kabur ah. Dia terbang. Dia terbang, guys. [Musik] I mau minta tolong apa tuh? Jangan hantu aku. Tidak apa sih ini atuh? Kenapa tiba-tiba jadi arwah? Mening aku dikill di sebelah sini. Ya mulia l tunggu, tunggu, tunggu.
Ada villager yang dilaku juga mengerikan sekali seperti manusia. Ini ini jangan-jangan darah kau.
Iya, betul sekali, M. Lalu jasad aku dibawa ke belakang sana desa M.
Carilah aku, Mun. Dan jangan lupa taruh uangnya banyak ya, M. Supaya aku bisa enak di sana. Namanya hantu itu gak butuh uang lagi, butuh pahala. Eh, anak ini. Ya ampun Tuhan, ternyata di tempat village kita ada killer, guys. Dan atun jadi korbannya atun. Baiklah, Tun. Sebagai sahabatmu akan kukabulkan permintaan terakhirmu, Tun. Akan kuari jasadmu. Mana itu? Mana? Ayo, pimpinlah jalan. Terakhir gua bukan cari jasa, tapi pasukan uang.
Ah, enggak ada aku duit. Ya ampun, kira juga aku.
Ya udahlah kalau begitu cepatlah.
Oke, oke. Eh, bentar tunggu. Eh, cepat kali ini si Atun [Tepuk tangan] masih jauh enggak? Aduh, capek.
Ada di sana, Mon. Kamu lihat
di tempat mereka bertiga itulah aku dibawa Mon.
Serius? Bentar-bentar aku coba lihat. Itu kan tumbah para villager sudah bilang aku dikir sama villager. Kalau ku perhatikan perhatikan nih ya. Muka villagernya kok serem woi. Dan di punggungnya kayak ada sesuatu.
Iya Mon. Kemarin aku aku itu melihat mereka. Aku mau aja ngobrol, tiba-tiba mereka berubah jadi monster, Mon.
Serius, jangan-jangan ini adalah villager jahat, Guys. Yang sudah bermutasi menjadi monster. Terus mereka ngapain di situ? Cobacoba kita dengerin, Guys. Kita coba agak maju ke depan supaya bisa mendengar percakapan mereka, Guys. Oke. Oke. Jangan sampai ketahuan. Hah, ini dia spot yang paling cakep. Kita akan coba dengarkan percakapan mereka, ya. [Musik] H hah. Tubuh ini. Tunggu tun apa? Jangan-jangan tubuh kamu ada di sebelah sono.
Iya betul sekali Mon.
Aku dibawa ke sana Mon.
Oh gitu. Hah. Oh, guys. Guys, mereka sudah pergi tuh. Oke, ini kesempatan kita. Kita bisa mencari tubuhnya Atun. Ayo, ayo, Tun. Kita turun ke bawah. Ini kesempatan kita. Mereka sudah enggak ada di sini lagi nih.
Oke. Oke, Mon.
Tadi mereka kumpul di sini tapi enggak ada apa-apa. Kamu yakin tubuh kamu di sini, T?
Yakin, Mon. Sepertinya di bawah batu, Mon. Serius? Tunggu-tunggu. Aku coba gali, ya. Oke, oke. Aku coba kali ya. Unon yakin sih gak ada apa-apa ya. Noh, lihat tuh. Gak ada apa-apa tuh. Salah kali. Eh,
ada mon.
Tunggu. Eh, ada lubang, Guys. Kalian coba lihat. Sebentar, sebentar. Aku akan coba gali bagian sini. Apakah tubuh atun ada di sini nih, Teman-teman? Eh, apa itu Tun? Kenapa tubuh kamu tiba-tiba menjadi aneh seperti ini, Tun? Aku juga tidak tahu, Mon. Mungkin mereka bikin jadi bahan eksperimen. Eh, tunggu. Bahan eksperimen terakhir kudengar sih mereka buat ritual ke tubuh kamu, Tun. Apa jangan-jangan mereka mau memakai tubuh kamu untuk menghancurkan kota kali, Tun? Atau melakukan sesuatu yang sangat jahat. Jangan, Mon. Entar banyak cewek yang menangis. Jangan. Tidak. Aduh. Du aduh, jangan tidak.
Ya ampun, anak, ya. Menangis pula. Aduh, Guys. Ini tubuh atun kita harus apakan, ya? Kalau kita kubur percuma juga soalnya udah jadi aneh. Apa kita bakar aja, ya? Oh, Tun. Jangan aneh-aneh. Tolong aku.
Kayak mana tolong? Gak ngerti aku. Kayaknya kita harus tanya Pak Ustaz deh, Tun.
Belakang kamu, Mon. Itu yang tadi killu, Mono. Lihat tuh. Kenapa baru bilang? [Tepuk tangan] M. Tun, kita di mana nih? Eh, ini kamar siapa, Tun?
Ditangkap sama mereka, Mun. Loh, terus ini kamar siapa, Tun? Apa jangan-jangan kamar mereka?
Ya pastilah masuk kamar tamu. Mana sih kamu?
Ya ampun, Tun. Ini kamarnya terlihat horor. Tidak apa ini? Internet with TV to start. Wah, guys, tiba-tiba kita masuk ke dalam penjara. Utun apa? Jangan-jangan kita bakalan dikasih makan untuk para ini tuh monster-monster zombie di sini. Ah, tidak. Aku kan belum menikah par lagi, Mon.
Apa?
Meskipun aku hantu, tapi aku sekarang di sini gak bisa terbang lagi. Tidak.
Serius? Ya ampun, horor sekali. Tenang, Moman adalah orang terpintar sapi purba wayau-wayau. Di sini akan ku cari cara untuk mengeluarkanmu. Oke, oke. Enggak usah aku takut Mon.
Baiklah. Di sini seharusnya ada k. Eh, tunggu. Coba kalian perhatikan, Guys. Di bawah chest ini ada sesuatu. Kayaknya ini rahasianya. [Musik] Tor, lihat. I’m so big brain. Puji aku dulu. Puji aku sekarang.
Eh, kamu sangatlah
pintar,
cantik tapi bohong. Terlalu. Tunggu. Ini untuk apa katanya? Oh, ya. Ya, ya, ya. Oke, Iron trap dooror, Guys. Yang ini kita hancurkan. Dan oh, kita mendapatkan apa ini? level untuk smooth ini, Tun. Ini smooth. Aduh. Wah kan, kan. Aduh. Aduh, aduh, aduh, aduh. Ih, nakal dia ya. Awas kau ya. Oke, kita tekan. Hm. Sini kau. Hm. Hya. Rasakan nih. Aku tidak akan kalah dengan zombie yang pakai gold. Oke. Aku aku paling kesal. Hantu aja masih bisa dipukul. Ketahuan. [Musik] Uh, ada makanan. Tun aku pakai ini dah. sama ini kita akan pakai ini, Guys. Supaya kita mantap jiwa. Wayawu-wayu, Guys. Lebih aman sejahtera.
Kita bisa makan omny om.
Eh, hantu itu kan enggak bisa makan.
Pura-pura aja. Ya ampun. Tunggu aku makan dulu. Uh, enak banget atun stiknya. Kamu enggak boleh makan. Oke, kita coba masuk ke dalam sini, Tun. Kita coba lihat sekeliling. Hm, kita gak melihat apapun kayaknya. Di sini gak ada apa-apa, Guys. Kita harus cek semua baronnya. Momon yakin di sini pasti ada kunci terdidenya. Aku mau menemukan kekuatan aku. Huh. Ya ampun. Eh, jangan kau pukul aku. Ya ampun.
Sini. Uh, di kafetaria tuh kau tengok. Eh, eh, loh. L l sebentar sebentar sebentar. Come on. K kasih kau darah yang banyak. Tep kita kita harus hancurkan nih. Aduh aduh aduh
gak bisa gak bisa guys. Oke. Nice nice nice. Hancurkan. Ah rasakan nih. Oh di sini banyak monster guys. Kita harus cari solusi lain. Oke kabur dulu. Atun
apa kau di mana? Ih tutup dulu, Guys. Senjata kita pun udah mulai rusak, Guys. Apa?
Okelah. Itu
apa ini? Potion of strength. Oh, ini yang kita butuhkan dari tadi. Nice. Baru kita ada kunci. Kita dikasih kunci. Oke, kunci, Guys. Mun dapat kunci. Nice. Kita langsung masuk bisa lempar tidak?
Oke, masuk masuk masukun. Kita coba cari sesuatu di sini. Uh, ini aku dapat ini, Guys. Kunci-kuncinya. Oh no. Oh no. Oke, sebentar guys. Kita sudah mendapatkan kuncinya dan kita akan naik ke lantai duanya kali ini, Teman-teman. Sini kamu. Ya ampun, ada lagi dong. Oke, Tun, kamu sebagai hantu. Ah, tunjukkan kemampuanmu. Ya ampun, Tun, aku udah mau meningg beneran. Gak bohong aku, Tun. Ih, darah aku tinggal setengah. Aw, iya. Elah, mening hajar. Kita serang dia. Sini, Kak. M ah. Ah, oke. Nice. Coba kita lihat di sini. W ada makanan. Nyam nyam nyam. Enggak bisa dimakan.
Apa di sini? Aku yang makan. Aku bisa makan. Ye.
Ya ampun. Ya udah kita makan ini aja yang enggak dipakai kita akan buang-buang aja di sini teman-teman. Ini juga kita enggak pakai. Wuh, ada totem undying. Ini sangat kita perlukan, Guys. Ini kita akan taruh di sini. Oke. Baiklah. Uh, kayaknya Tun kita harus keluar melalui tempat ini Tun. Tapi kita harus buka pintunya. Oh no.
Betul sekali
Tun. Maju, Tun. Kamu ada regeneration kan?
Enggak ada nih. Bertambah kuatlah kamu nih, Bang. Ini aku pegang sambil pegang totem, Guys. Supaya kita aman. Sini kamu. Eh, eh, aku takut. Aku takutan sampai Wow. No. Udah meningoy tapi meningoy lagi. Noah meningoy mening lagi dong. Iya lagi guys. Ih mereka sari berantem tuh. Sari menyerang. Bagus bagus. Itu ya. Aku mau. Nice. Pukur terus. Kita biarkan mereka aja tuh kira-kira. Wow pemenangnya yang ini. Ah, rasakan. Enggak usah kau minum obat-obat ya. Wow. W. Oke, oke kita masuk masuk masuk ke poison.
Aku dapat sesuatu tun kita langsung keluar keluar. Keluar keluar. Nice
maut. Eh salah lempar lempar ke dia. Ya ampun. Tun tun tun aku masuk ke dalam sini dulu tun. Ah tutup pintu. Makan. Nyam nyam nyam nyam nyam nyam nyam. Aku hampir meninggo ya guys. Untung tadi ada totem. Kalau enggak meninggo itu. Wi makan dulu. Gak usah makan, Mon. Pakailah air liur aku. Kamu akan bertambah mantap. Wus. Iya, aku merasa sangat powerful sekarang. W kalian pada monster-monster. Sini. W cak mereka mon tutup pintu dulu, Mon. Oh, meningo. Yes, mening Tun. Senjataku udah rusak tun. Aku cuma bisa bantu doa di sini. Pang, Pang, maju terus, Tun. Tun, cari. Aku cari sesuatu, Tun. Enggak ada apa-apa.
Ya ampun, kita makan dulu, Guys. Nyam nyam nyam nyam nyam.
Tang, tenang, tenang. Aku kasih kamu ini kemampuan aku,
Tun. Kasih pisau dulu. Pisau udah rusak
kasih pisau apa lagi? Ya ampun. Okelah, baiklah. Nih terimah. Cah. Ah, cek cek cah. Mana ton kau suruh aku pakai tulang. Nih, nih, ni, ni. Gua baru dapat nih ya. Elah. Oke, tunggu, tunggu, tunggu. Cepat kali dia. Dia keluar kita tembak, Guys. Sini kau, sini kau. Rosakkan nih ccah. Oke, di sini susah sekali, Tun. Ayo, Tun. I need back up, Tun. I need back up. Jaga aku, Tun. Eh, udah belum? Mereka udah datang. Bentar. Apaan nih? Eh, sini. K.
Oke, oke, oke. Aku datang sekarang. Oh, man. Oke. Gak kena, gak kena. Tenang, tenang, tenang, tenang, tenang, tenang, Bang, pang. Oke, siap. Kekat kamu dari belakang. Kasih lagi. Mantap jiwa, Tun. Mantap jiwa. Wayawayau. Kita hancurkan dulu mereka semua. Oke, siap,
Tun. Aku sudah sangat over powerful, Tun. Kali ini Omon yakin kita akan mengalahkan mereka semua.
Nah, gini dong. Eh, ada lagi, ada lagi. Banyak banget monster di sini, Guys. Tuh, kita harus cari sesuatu di sini, tuh. Mungkin di sini ada kunci yang bisa mengaktifkan exit room. Eh, di sini.
Oh, carilah. Aku tidak bisa pegang barang, Non. Pukul, pukul. Oh, iya juga ya. Eh, tadi kau pegang pisau, Tun. Tutup, tutup, tutup.
Itu kekuatan terakhir, Mon. Setelah itu gak bisa lagi.
Ya ampun, alasan doang ma atun. Aw, ya ampun. Ih, ih, ih, ih, ih. Es. Oke, sebentar, Guys.
Apa sih kamu ini tuh
Tun? Di sini ada villager, Tun. Ini satu-satunya ruangan yang belum kita masukin. Kayaknya pilieling-peling momon ya di sini nih, Tun. Aku makan dulu. Eh, ya ampun. Ih, ada monster, Guys. Bk, aku akan serah. [Musik] Pu tidak bisa menang. Sungguh lemah tu sudah menang kau tengok. Eh, udah udah kau jangan lempar-lempar lagi benjol ini.
Ya ampun. Oke, coba kita lihat. Ada senjata ternyata di sini, Tun. Hah, keren.
Tapi percuma aku
kenapa? pakai. Ya ampun. Iya sih atuh engak bisa pakai. Dan di sini juga ada bajoka. Kita coba ya. Kita ambil semua senjata dan bajoka-bajokannya, Guys. Dan di sini juga ada baju diamond. Wih, mantap jiwa. Wayawayaw, Guys. Kita langsung pakai baju-bajunya. Cer cak perlu takut sama mereka, Tun. Sini. Oh, kamu rasakan nih. Oh, ini gue gak tuh. Apa ini? Control room. Seharusnya di sini nih, Tun. Tapi kok gak ada apa-apa ya? Eh, oh ada musuh. Tembak dulu tembak tembak tembak. Oh, sudah, sudah, sudah berhasil. Heh, tuh pencet tuh.
Open exit. Oh, ini nih kita pencet. Ada suara. Ada suara kayaknya pintunya udah terbuka tuh. Oke, kita tembak lagi. Ini gak bisa ditembak. Astaga, Guys. Aduh. Oke, kita pakai ini. Oh,
bajoka. Rasakan tuh. Oh, ini bajoka. Oke, tenang turun. Oh, langsung mening gak itu. Ini juga. Ah, pakai bajoka gimana sih?
Asik loh. Oh, ini tuh exit-nya kita lewat sini aja. Ayo, ayo sini ikut aku. Kita keluar, Guys. Oke, [Tepuk tangan] guys, akhirnya kita berhasil keluar. Tun, kamu lihat tubuh kamu sudah bergerak tuh di atas. Mereka sudah mengeluarkannya. Uh, ini bahaya sekali, Guys. Tun, kayak mana ini, Tun? Kalau aku tembak tubuh kamu sekarang, maka kamu akan menghilang, Tun. Gak apa-apa, Mon. Aku tidak sudi melihat badanku menjadi ba eksperimen.
Aku juga enggak sudi, Tun. Ada kata-kata terakhir gak, Tun? Sebelum aku sikat ini, sebelum ku tembak dia.
Baiklah, Mon. Tembak badannya, jangan mukanya, sayang. Soalnya
mukanya jelek loh. Kau tengok itu. Ya ampun ya anak. Ya sudah, akan kubuat sekali tembak langsung. Bye bye, Tun. Sat 2 T. Ah,
sekali tembak itu tiga kali tembak [Tepuk tangan] miss. L, Ton. Ya ampun. Loh, tunggu. Kenapa kamu masih di sini?
Eh,
tunggu, tunggu, Mon. Sepertinya, sepertinya aku sudah dipanggil ke surga. Bye bye. Tu anak bisa masuk surga. Bukannya dia banyak dosa, tapi ya sudahlah teman-teman, hari ini kita sudah hilang lah. Aku kembali lagi ganteng Mun. Oh yes. Adul aku pikir aku bakalan kehilangan kau tulih [Musik] banget. Aduh aduh ya ampun Liana. Mon sepertinya kita harus serang markasnya, Mon. Markasnya itu dia akan mengambil banyak eksperimen lagi. Ayo, Tun. Aku masih sedih. Masa kita langsung serang mark nih.
Udah, udah aku tahu tempatnya. Mau kau ikut aku aja. Let’s go.
Serius, Guys. Untungnya Atun masih selamat ya, Teman-teman. Buat Teman-teman yang merasa bahagia karena Atun hidup kembali, coba kasih like dan subscribe-nya juga ya, Guys. Oke, baiklah. Kita akan menyerang markasi villager jahat itu supaya tidak ada korban atun kedua lagi, Guys. Let’s go. [Tepuk tangan] Tuh, Mon. Tuh, Mon. Kamu lihat di sana, Mon. Itu markas mereka, Mon. Di depan kamu.
Oh, iya iya. Oke, oke. Sebentar, sebentar. Kita coba lihat. Iya tuh mereka ada di dalam rumah dan yang lain berjaga di depan rumah, Guys. Kita akan menyerang mereka menggunakan bazoka-bajoka supaya rumah mereka juga ikutan hancur. Mana itu? Oke. Oke. Yang itu kita tembak dulu. H langsung meningy. Nice kan? Nice. Mantap jiwa. Eh itu tuh tuh tuh belakang.
Oke. Mantap jiwa. Wanyawanyaw lagi kau? Oke aku akan turun tun. Ada mon
gak ada. Gak ada. Tuh, tun, tun, tuh, Tun. Di sana ada tun, kita kejar. Ya ampun, dia menyerang yang lain. Ih, jahat dia. Sini, Kak, sini, Kak. Uh. Siap.
Kayaknya gak ada lagi tuh. Ni di luar. Sudah kita basmi. Sisanya yang dalam. Aku akan menghajat. Ah, serius? Kita harus meredakkan dia supaya tidak bersisa, Mon.
Benar sekali, saya setuju, Tun. Kali ini kita akan menggunakan cara yang kasar, Guys. Kita akan ledakkan dia. [Musik] Tang tang tang tang. Ternyata masih ada. Tunggu tunggu. K cek dulu di belakang rumah. Oh, gak ada, gak ada. Aman aman. Kita akan pasang yang di belakang rumah juga. Toing, toing, toing, toing. Kita akan isi semuanya menggunakan TNT supaya tempat ini akan hancur lebur bersama dengan monster-monster yang di dalam.
Aku akan taruh sekarang. Satu.
Satu.
Dua.
Dua. Tiga. Kabur. Wah, coba, coba. Ayo, ayo. Mening semuanya. Kita berhasil mengalahkan mereka, Guys. Asik. Sekarang Minecraft kita sudah aman kembali. Berkat dukungan dari Teman-teman juga di sini. Makasih ya yang sudah mendukung dari awal sampai akhir nih, Teman-teman. Wih, asik-asik kita hari ini menjadi pahlawan Minecraft. Baiklah teman-teman, video kita cukup sampai di sini ya. Jika teman-teman merasa terhibur, jangan lupa dikasih like, share, dan subscribe.

ATUN DIKUBUR HIDUP-HIDUP oleh VILLAGER?! MOMON GAGAL SELAMATKAN DIA!!

kepoin channel ini ya teman teman dan jangan lupa di like dan subrekkk
[ BANGJBLOX channel ]
https://www.youtube.com/channel/UClfw7Mx0Vmh4hDAT0STSohw
IKUTI JUGA :
▶TikTok : https://www.tiktok.com/@momonwayau
▶Email : minigaming1233@gmail.com
▶Instagram : https://www.instagram.com/moo_chanzz/
▶Roblox : https://www.roblox.com/groups/10331062/MOO-Team-Family#!/about
▶Discord : https://discord.gg/Pc9Hw76n7X

#MOOMOO