[FULL] Debat Panas Roy Suryo vs Jokowi Mania, Roy: UGM Saja Cuma “Meyakini” Kok, Asli Dari Mana?

[Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Halo pemirsa, senang sekali bisa kembali menjumpai Anda di Doncest kali ini dengan tampilan wajah baru new look bersama saya Desmana Candra
dan saya Don Bosku Selamun.
Enggak biasa ya, Bang Don ya? Kita ini
ini tidak biasa. Saya rada gerogi dan rada kagok begitu.
Kagok. Oke, jadi Bang Don dan pemirsa di tanggal 22 Mei 2025 itu Bareskrim sudah ee menyatakan ijazah Jokowi asli gitu ya dengan menghentikan kasus penyelidikan atas perkara ini katanya tidak ada unsur pidana lah begitu. Jadi kita hari ini bicara polemik tentang ijazah
kan lagi ramai soalnya kalau donkes pasti ngomong yang
ram-ramkan Presiden Jokowi sebetulnya
dan tapi
saya tidak mengatakan ijazah palsu atau bukan tapi polemik tentang ijazah
tentang ijazah dugaan ijazah palsu oke nah tapi Roy Suryo dan kawan-kawannya ini tidak tinggal diam gitu tidak menerima begitu saja keputusan dari Bares Krim Porri terus melakukan kajian kemudian terus melakukan menguji begitulah ya
untuk itu Bahkan sampai diam apa? Pasar
ke pasar pramuka. Iya. Padahal di sana jualnya kan sepertinya alat kesehatan dan lain-lain ya. Tapi ya beliau ee terus bergeril ya.
Kamu kalau begitu generasi baru dulu itu banyak sekali cetak skripsi di Saludus itu masih angkatan saya lewat-lewat di situ.
Oh dulu. Oke langsung kita hadirkan di studio ini. Roy Suryo.
Ahli informatika, ahli telematika.
Iya. Yang dalam kasus ini sebetulnya ada dua posisinya. Iya.
Yang pertama saksi ahli.
Iya.
Karena ahli telematika
dalam dalam posisrim.
Iya. Yang kedua sebagai terlapor apa terundang?
Iya terundang sebenarnya belum terlapornya.
Terima kasih sudah datang.
Sama-sama Bang Don. Sangat Pakdulillah masih semangat terus ya datang mundur. Kalau kalau enggak semangat itu namanya tidak punya jiwa untuk patriot.
Oke. Jiwa satria terus ya. Para purnawirawan saja semangat kok.
Oh iya
untuk memakzulkan. Ini salah, ini salah. Nah, itu beda topik ya. Beda topik apalagi semangat.
Oke, untuk ee ngobrol lebih seru lagi tentu kita sudah hadirkan tapi melalui sambungan Zoom ada wakil ketua umum Jokowi Mania, Bang Andi Aswan. Terima kasih Bang Andi sudah bergabung dicast. Sama-sama Mas Andi ya. Terima kasih. Apa kabar? Semangat. Harus semangat begitu. Oke, Bang Andi. Eh, harusnya nih hari ini Mas Roy menghadiri atau memenuhi undangan dari Krimori ya terkait dengan gelar perkara khusus, tapi sepertinya batal ya.
Gini ee memang pemberitahuannya cukup mendadak tadi malam
ee dengan alasan untuk persiapan yang lebih matang. Karena kami waktu itu ketika ee kemarin ya tepatnya hari Selasa ketika di ee adu hari kemarin ya ketika kami mendapatkan undangan artinya TPUA mendapat undangan dan saya sebenarnya bukan bagian dari tim pembela ulama dan aktivis tapi saya adalah dalam
dipanggil sebagai saksi ahli
dipanggil sebagai saksi ahli di TPUA sempat yang diundang itu ada hanya ee ketua TPUA e Pak Egi Sujana ee tapi karena Pak Egi Sujana juga dalam kondisi yang kurang fit, beliau kemudian mengajukan dengan wakil-wakil lain. Tapi sekaligus sekalian saja kalau namanya gelar perkara khusus itu
itu kemudian menjawab tadi ee introdusir tadi. Jadi kenapa yang tanggal 22 Mei itu kita anggap itu masih belum selesai? Karena ada gelar perkara khusus yang harusnya diselenggarakan hari ini dan ini podcast pertama yang menyiarkan ditunda hari Rabu ee minggu depan 9
ya untuk persiapan matang karena sekaligus kondang semu adalah
Mabesori
I jadi Mabes Pori ee dengan suratnya sudah kami sudah terima surat
karena harus menghadirkan beberapa orang lain yang mestinya menurut TPUA harus hadir
harus hadir dan dan acara
termasuk Pak Jokowi begitu
harusnya sebagai pelapor aturan dalam gelar perkara khusus itu harusnya sebagai terlapor ya, maaf bukan pelapor, sebagai terlapor harusnya juga hadir gitu loh. Dan kemudian dari pihak pelapor juga hadir, terlapor juga berhak kemudian mengajukan saksi-saksi yang meringankan ya. Kami juga dari TPUA juga berhak mengajukan saksi-saksi yang dalam code and code bukan memberatkan tapi menambahkan teman ajam.
Sekarang pertanyaannya ke Mas Andi, apakah ada keharusan Pak Jokowi atau wakilnya menghadiri gelar perkara ini? menurut ee tim di sana ya. Terima kasih ee Bung Don ya. Kalau memang diperintahkan untuk hadir ya berdasarkan dari e permintaan kepolisian atau aparat hukum ya Pak Jok kan orangnya taat hukum ya. Tapi kalau itu tidak perlu hanya diwakilkan oleh tim kuasa hukum ya
kita akan ngirimkan tim kuasa hukum kan pasti begitu. H.
Jadi ini kan semuanya kan ya berdasarkan dari ya aparat hukum permintaannya seperti apa gitu.
Jadi Bang Adi belum ada permintaan dari kepolisian yang meminta Pak Jokowi untuk hadir langsung ya itu langsung ke tim kuasa hukum. Saya tidak ada kapasitas untuk itu. Itu kan langsung permintaan itu kan di ke tim kuasa hukum langsung gitu loh.
Jadi menurut Jokowi maniak. Wah, jadi manakiernya Jokowi semua kan diserahkan kepada tim kuasa hukum gitu.
Oke.
Ya kan kalau kapasitasnya Bung Bung Roy kan sebagai apa namanya? Saksi ahli kan gitu.
Iya. Tidak ada hubungannya nih. Nah, poin saya adalah
conflict of interest Mas Roy antara saksi ahli dan terundang. Tapi kan beda e yang satu alhamdulillah saya memang diminta oleh TPUA saya dr. Resmon Dr. Tifa
dan juga ada dua ahli dari UI dua ahli juga dari ITB itu akan menjadi ahli di Bares Krim. Tapi kalau di Polda Metro Jaya memang saya konon yang dilaporkan. Kenapa saya bilang konon Bangon?
Karena ternyata dalam surat klarifikasi yang pernah kami hadiri ya itu tidak ada nama saya selaku terlapor gitu loh. Tapi
tapi sebagai enggak apa terundang aja. Jadi ya kayak undangan pengantin lah gitu. Jadi kita datang aja gitu.
Mas Roy em ketika tidak hadir ya pada hari Selasa.
Oh kemarin lain lagi itu
hari Selasa nih ya. Polda Metro Jaya. Apakah tidak merasa kehilangan satu kesempatan sebenarnya untuk menjelaskan lebih lengkap gitu, lebih detail mungkin supaya lebih teranglah perkara ini?
Apanya dijelaskan? Untuk orang-orang yang tidak jelas bertanya. Kalau Pak Jokowi sebagai pelapor waktu yang Mei itu yang kami datang meskipun itu pun sebenarnya undangan klarifikasi yang tidak wajib juga datang karena belum pro Yususi ya Bang Don dan Mbak Mna dan juga Pak Andi
ee kami datang untuk menghormati ya tapi kalau kemarin itu sebenarnya Polda Metro ini lucu aja gitu loh memproses pengaduan dari orang yang tidak punya legal standing. Apa hubungannya orang-orang yang mungkin tergabung dalam gerombolan apa ee apa itu namanya rakyat apa kemudian
peradi berdua, bertiga, berempat, berlima gitu. Kadang beradi bersatu kan ada satu, ada dua, ada tiga.
Kan boleh Mas orang mencari tahu dan mencari kebenaran itu kan boleh kan siapa saja kan.
Iya. Y semua orang boleh lapor tapi kan harusnya kan diseleksi ini lapornya punya legal paling paling
punya legal standing atau tidak. dia ada hubungannya langsung keterkaitan dan peristiwa atau tidak. Apalagi dia mengadukan kami-kami ini konon
dengan pasal 160. Bang misalnya orang mengatakan saya terganggu walaupun saya tidak ada hubungan misalnya kalau
itu hanya misal
kalau itu saya juga bisa bilang podcast ini saya terganggu. Oh jangan dong.
Nah makanya Bang Andi itu enggak ketawa biasanya ketawa. Iya. Jadi kalau semua orang boleh lopar lapor
repot. Makanya Bang Don, Bang dan juga Bang Adan semua pemirsa podcast Doncast ini
ee sekarang kan banyak sekali MK itu merapikan
yang dulu setiap orang bisa aja misalnya ee lapor kemudian lopar-lapor kemudian dengan pasal yang sudah ee wah sangat obsolid lah tahun 6
yang membuat keributan dan waktu itu keributan di dunia maya saja bisa masuk ke situ. Sekarang kan enggak harus keributan di dunia nyata. Kemudian 160 yang diadukan ini saya enggak tahu apakah kepolisian belum baca atau orang-orang yang mengaku lawyer ini juga belum tahu. Itu sudah ada putusan MK yang membuat pasal itu hanya bisa jalan kalau ada bukti materiilnya. Jadi bukan delik formal.
Kita minta Mas Andi tanggapi Mas Roy ini ya. Itu sebetulnya bukan hanya pasal 160 itu ada pasal Undang-Undang IT juga. Pasal 2
pasal 28 Mas
sama di pasal 28 ya. Jadi itu bukan berkorbol itu numbuk di pasal 160 gitu loh
ya. Kalau sangat disayangkan sih sebetulnya ya ee Bung Roy itu tidak hadir kemarin itu ya itu memang haknya dari Bung Roy dan kawan-kawan cuma tidak dipaksakan kan diundang untuk hadir untuk mengklarifikasi untuk itu ya wajar ya kalau kita bilang bahwa ini masyarakat juga yang tadi Bung Reota kan juga pasti ada yang terusik ada yang apa ada yang geram ya ya ini dia melaporkan ini karena ini kok seperti ini ya mohon maaf ya kan selalu dikatakan yang dikriminalisasi itu adalah Bung Roy dan kawan-kawan kan itu kan selalu yang merupakan
jargon-jargon yang diberikan kepada masyarakat sehingga membentuk opini negatif itu ya kita balance saja gitu loh. Maka yang sebetulnya yang dikriminalisasi itu adalah Pak Jokowi ya bagaimana tidak gitu selalu kan sasarannya tembak itu kan Pak Jokowi dan sebagainya gitu dengan planing yang dilakukan oleh Bung Roy dan kawan-kawan itu. Saya mau teruskan ini Mas Andi karena problem gitu juga sama Mas Roi. Karena problem ini kan
kelihatan kegaduhan di luar sana itu
sangat ramai sampai kemudian kita berpikir jangan-jangan proses hukumnya tidak segaduh itu sebetulnya.
Iya.
Karena tapi kegaduhan di luar ini
itu begitu ramai sampai kemudian kita dengar cerita apa? Pasar pramuka
pasar pramuka. Iya. Jadi terkenal mendadak ramai di sana. Bang Dan, Mbak Mona dan juga Pak Andi. Kenapa bisa gaduh akibat satu orang ini yang yang konon mengklaim dikriminalisasi? Padahal sebenarnya sepele saja. Kalau dia Jokowi itu kemudian ditanya oleh masyarakat yang dulu ee karena dia dulu sebagai pejabat publik
itu menunjukkan ijazahnya yang digunakan pada saat dia menjabat. Jadi bukan hanya sekarang ketika jangan jangan kemudian ngeles. Sekarang kan sudah enggak jaabat. dulu ketika dia jabat itu menggunakan ijazah itu menggunakan insinyur itu
itu pejabat publik yang diatur dalam Undang-Undang Keterbukaan Formasi Publik nomor 14 tahun 2008. Kebetulan dulu, Bang Don, saya 10 tahun di Komisi 1 ngawal undang-undang itu. Clear betul di pasal 27 memang ada pengecualian, tapi di pasal 28 ayat 2-nya pejabat publik harus menunjukkan itu.
Pertanyaannya sebetulnya kan bisa kan saya tidak tahu persis ya. Saya bukan ee apa namanya orang komun apa
ee Komisi Informasi Publik.
Tetapi kira-kira begini. Apakah mungkin dokumen di KPUD, di KPU itu adalah sebuah dokumen terbuka yang bisa Anda cari gitu?
Kalau ada bisa. Masalahnya dokumen di KPU Solo, di KPU Jakarta hilang enggak bisa diakses. Ini kan aneh.
He benar enggak begitu, Mas? di Universitas Gajah Mada pun kita tanya enggak ngeluarin
gitu loh. Begini kalau kita bicara dengan Bung Ro ini ya dia beliau kan ini detektif partikelir ya kan
ini ini namanya James Don ini kan ijazah ini ya ijazah ini kan juga kan bukan masuk di dalam apa undang-undang keterbukaan itu gitu
mau tuh ijazah ke anda ke mana-mana gitu nanti dimanfaatkan oleh orang-orang ijazah anda kan bisa saja terjadi seperti itu ya kan sebenarnya simpel aja lah maksudnya Kalau kita bilang dari pejabat publik itu beliau jadi walikota sampai sudah presiden itu kan ada tahapan-tahapan dan verifikasinya juga. enggak sembarangan lembaga negara ya KPU itu gitu ya kan ada masa jeda juga apa menunggu bagaimana reaksi masyarakat dengan calon ini misalnya kan pada saat itu mungkin Bung Roy yang memang sudah merasa gua enggak suka nih sama Jokowi mungkin ada macam
oh enggak ada enggak lah dulu dulu kami best ngomong dulu dong ngomong
jadi nothing personel gitu ya maksudnya Mas Roy
kan aku mau ngomong dulu kan ini kan tah silakan
memang memang kalau dalam ini kalau kita ngomong selalu dipotong deh.
Enggak enaknya sebenarnya Bang Andi datang ke sini gitu loh. Jadi mau tadinya gua pikir kalau kalau ada produs itu kita enak berdebatnya gitu kan gitu. Oke lanjut begitu. Oke saya lanjut ya. Jadi begitu loh gitu. Jadi intinya adalah semua melalui verifikasi kan KPK juga akan mengecek ke UGM-nya benar enggak nih ini adalah alumni dari
ini ada jawabannya itu kan begitu kan MTI kan begitu juga ada gitu
ada tahapan-tahapan seperti itu gitu
saya sebetulnya
yang penting begini kepercayaan kita kepada lembaga negara ini ya kita harus percayalah sama mereka kalau enggak nih negara ini acak kadut ini demokrasinya hancur-hancuran karena apa ya kehendak seseorang kehendak golongan untuk memasarkan bahwa ini saya yang benar.
Enggaklah ada undang-undang yang salah, enggak ada yang lain salah kan begitu intinya begitu. Bang,
saya ingin bertanya juga ke Master Roy sebetulnya ini sebagai jurnalis ya? Siap. Jurnalis senior lagi.
Enggak, enggak.
Dulu saya kenal dulu.
Jadi poinnya begini.
Jadi siap-siap beberapa lembaga TV Ja
secara jurnalist tik gitu. Iya.
Saya itu sudah percaya misalnya ijazah Pak Jokowi itu asli pertama karena pengakuan UGM. Oke.
Kedua, karena melewati proses-proses KPU maupun KPUD. Iya, betul. I
ketiga, pengakuan para teman-temannya yang mengatakan dia adalah mahasiswa di UG. Gak untuk saya ketika saya minta tim saya mencari tahu ini sudah ada tiga verifikasi saya katakan, “Oh, layak itu diberitakan.” Kira-kira begitu ya. Tetapi kan Mas Roy, urusan forensiknya sebetulnya orang tahu gitu kira-kira seperti apa.
Iya. itu UGM ee hanya menyatakan kami meyakini. Itu statement dari Profesor OVA ya, rektor UGM. Kamiakini setelah dia dia pegang dokumen bukan
enggak. Dia enggak nunjukin apa-apa.
Tidak nunjukin tapi tahu
lah. Ya, tapi kan meyakini itu bukan statement ilmiah.
Statement ilmiah kami memastikan i toh hanya meyakini. Yang kedua adalah ee tadi yang disebut Bang Andi Aswan ya. Oke. Bahwa semua itu sudah melakukan pernah verifikasi
tapi verifikasinya waktu itu sangat-sangat sederhana. hanya ada fotokopi, kemudian ada lembar apa eh ada cap legalisasi itu dianggap sudah cukup. Dia tidak menyelidiki, memforensik itu. Bahkan yang membawa ijazah itu konon ya kopi ijazah itu ketika dari Solo ke Jakarta kayak yang sudah kemarin muncul ada nama Pak Praso, ada nama muncul beberapa orang itu hanya melihat oh iya kami hanya melihat kami bukan orang yang bisa memastikan itu asli atau tidak. Bahkan yang tadi sampaikan Mbak Mona, eh bareskrim puslap for pun itu hanya mengatakan identik gitu loh, bukan otentik lain. Identik dengan tiga naskah pembanding, tiga ijazah pembanding. Ijazah pembandingnya tidak pernah ditunjukkan yang mana. Itulah makanya ada gelar perkara khusus. Karena saya sudah punya bukti, saya punya tiga lembar ijazah pembanding yang itu dari teman-temannya tadi Bang Don tadi yang nyebut teman-temannya yang katanya Jokowi. 1115 miliknya Frono Jiwo 2 1116 miliknya almakum Hari Mulyono 3 11 eh 17 miliknya Sri Murtiningsik. Tiga-tiganya itu identik. Identik itu artinya antara huruf dan logo. Kemudian untuk semua itu klepkip 100%.
Kan gini Mas, ada kembar identik Bu,
tapi tidak bisa dibilang kembar otentik.
Betul. Enggak. Enggak. ini dan artinya yang tidak identik ini ternyata tidak tidak identik dengan 1120 miliknya Jokowi.
Ini masalah besar sangat besar
padahal terbitnya itu kurang lebih kurun waktu
harusnya kalau terbit sama h
bukan kurang lebih sama pada pada bulan November tahun 1985 itu. Makanya enggak apa-apa kami men-challenge dan alhamdulillah ya sekali lagi itu sudah dibuktikan dengan surat ee tentang gelar perkara khusus. Artinya gelar perkarasus itu nantinya akan juga bisa mendukung, bisa mementahkan gelar perkara dan satu lagi yang lain sekaligus TPUA sudah mengirimkan surat dan diterima surat itu untuk mengajukan apa melaporkan Propam ya kepada Pak Brigen e Johandi ya gitu sebagai kita mau dengar dari Mas Andi yang sedang ketawa-ketawa. Sepertinya ada sesuatu yang ingin dibantahkan tapi kita akan lanjut di segmen berikutnya. Kita harus break dulu. Tetaplah bersama kami dicast. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Musik] Anda masih bersama kami di Bang Andi. tadi setelah mendengar penjelasan dari Mas Roy beberapa alasan kenapa Mas Roy begitu yakin ijazah Jokowi ini palsu. Komentar Anda. Ya, biasanya kan begitu, Pak. Mempertahankan argumenargumennya itu masing-masing. Boleh saja Bang Roya berbusa-busa bicara gitu, dia mempertahankan argumennya di mana-mana pun juga kan jadi laku di stasiun TV dia.
Tapi bagaimana ilmiah lah enggak berpusah-pusah.
Ya, kalau saya berpatokan kepada lembaga negara yang terpercaya. Ya, itu kalau misalnya ee Mas Eko itu yang mengatakan dia dr. Andas dan insinyur itu ya kita patut pertanyakan kepada beliau. Tadi tidak ada katanya-katanya gitu. Saya rasa juga Bung kan dapatnya dari Bor kan begitu. Yang jelas butabnya aja dipertanyakan secara psikologisnya gitu
ya kan seperti itu ya kan. Enggak mungkin dia punya barang bukti untuk itu. Kita kan bisa berdasarkan fakta dan data yang kita terima di tangan kita baru kita percaya. Selama ini kan ujuk-ujuk ada ya okelah ini empat sekawannya itu ya tiba-tiba muncul yang namanya betor yang secara aksat saya tidak tidak apa tidak masuk dalam saya seorang yang menamakan politisi PDIP tiba-tiba gabung TPUA luar biasa ini. Ada apa di balik ini? Apalagi membuka boroknya partainya gitu. Ini kan suatu lingkaran skenario yang ada yang mungkin yang harus di
hebat banget skenario. Jadi, Bang,
jadi begini kalau dia katakan ya memberikan surat kepada Propamnya untuk Pak Johan sendiri itu
iya
hak sebagai inilah warga negara silakan saja tapi jangan sebagai suatu indikator untuk menekan mengintimidasi dan memberikan opini negatif kepada kepolusan Republik Indonesia itu
ya sama kayak bid
kan seperti itu gitu karena yang dibawah-bawah ini oleh CS ini soal Saya sudah melakukannya Propan melaporkan ke Propan dan Pak Juan jadi tersangka nantinya. Kan luar biasa itu kata-kata itu ya. Jadi biar balanceh informasinya janganlah main narasi-narasi seperti itu Bung Roy. Kalau Bung Roy ini memang luar biasa lah karenang kan aloi komunikasi kan begitu
enggaklah
bukan pakar informatika. Oke. Jadi kalau misalnya menurut B
bukan pakar tematika Mbak Sori Mbak Candra ya. Kalau orang dibilang pakar asli itu linier ilmunya. Ah, salah ini. Ini salah ini. Ini ini, ini kudet ini. Jadi ada sertifikasi ahli
ada. Ada dong. Kalau enggak enggak mungkin. Tahun 2004 saya sudah jadi ahli di kasus-kasus ada Luna Maya, ada ada
bukan masalah itu ada enggak ya sertifikat ahli Anda ya kan dari lembaga BNSP misalnya kan
salah lagi ngapain BNSP ngeluarin sertifikat buat itu bukan lain
ya. Bagaimana kita meng nah kembali tadi kan ada yang dibilang doktor dan dokter Andes dia dokter Andes tapi karena dia punya kepakaran dalam arti
oh kalau saya dokter beneran bisa kata
saya dokter beneran
sekarang begini
kan begitu problem kita itu sebetulnya kan forensik sekarang harus maju ke forensik versus forensik
betul harusnya gitu jangan jangan cuma mania ini sekarang kan kepolisian sudah mengatakan Iya.
Bahwa dari semua ketika digelar itu kemudian mereka menemukan ijazah Pak Jokowi itu asli. Gini gini Bang Rod. Apa yang kemarin dilakukan oleh
banyak juga melalui proses forensik bukan?
Iya. Proses forensik inilah yang kita kaji, kita research ulang dan itu harus berani dikaji. Namanya ilmiah itu harus bisa dikaji ulang. Dan apa yang kemudian kemarin ditampilkan pada saat press conference ya tanggal 22 Mei itu banyak sekali. Misalnya satu soal tahun KKN saja sudah salah.
Dikatakan di situ tahunnya 3 ternyata 83 itu kita challenge di UGM. Enggak mungkin ada seorang bisa KKN dalam usia kuliah 3 tahun dan ternyata dilalat sendiri oleh Jokowi. Saya 85 awal padahal Juandini mengatakan 83. Jokowi mengatakan kalau keliru-keliru begituak boleh enggak enggak seseorang enggak boleh lupa masa tanggal KKN-nya lupa, tahun KKnya lupa.
Saya juga enggak ingat KKN saya. Dosen pembimbingnya masa lupa. Kalau dosen pembimbing saya ingat jurusannya masa salah.
Ya, beliau mantan presiden yang punya segudang masalah mengurus negara.
Ah, gitu enggaklah. Mungkin sepele seperti itu
enggak enggak enggak kalau kalau itu terlalu secupit ya untuk seseorang yang katanya adalah mantan presiden kalau hal yang saat sepele itu salah enggak mungkin salah gitu loh. dan kemudian diralat dulu Pak Kasmojo ini orang penting nih Pak Kasmujo yang kemudian diklaim tahun 2017 sebagai dosen pembimbing skripsi meskipun waktu itu mengatakan dosen pembimbing saya
tapi jelas betul narasinya mengatakan membimbing skripsi saya kan di di kampus kita itu kan ada dosen pembimbing akademik atau dosen wali kita sebut
iya betul
ada dosen pembimbing
skripsi
skripsi-kira gitu yang skripsinya sudah terbantahkan tidak ada nama bekas mojo di apa di skripsinya dosen bimbing akademik itu kemudian dilalat Pak Kasmjo sendiri sudah mengatakan langsung ya di
ke Masyo atau katanya-katanya lagi nih
ada videonya di depan Dr. Resmon Hasilansian ada rekamannya apakah itu dosen pembimbing akademik tidak saya tahun itu baru 3B ya begitu 3B itu dosen pembimbing akademik itu harus yang senior ya 50 jadi semua sudah clear dan itu Pak Kasmjo itu masih clear sebelum Pak Adi Asman jangan kemudian seperti nama yang kemudian disebut Bitor tadi Widodo. Widodo dihadirkan langsung di langsung didekepin oleh Pak Andi Aswani di sebuah acara ya. Enggak berani ngomong Widodanya ginilah. Makanya nanti saksi-saksi lain lagi bagaimana memutar balikkan fakta lagi kelihatan kan merana saya kan men-challenge saya
ya kan
meragukan saya bahwa saya dekat ya dengan Bung
I
e Widodo hadirkan sendiri aja singnya sudah dikondisikan gitu
Widodo hadir sendiri aja enggak usah di enggak usah ditemen
dan dia tuh ya Bung Roy mohon maaf Bung Dong ya
I
ya saya terus terang dulu Men saya itu mengagui Bung Roy ya. Kemudian saya lihat wah ini ular geludak menurut saya nih. Karena apa yang diucapkan itu ya sahabatnya saja ya dia bisa terlik seperti itu modelnya kan. Jadi begini saya cerita ya saya pelaku sejarah 2012 ketika Pilgup DKI. Saya dari Gerindra ya sebelahnya adalah PDIP. Saya Marif Sanusi almarhum Pak Taufik Ketua DPD Gerinda Jakarta. itu menjadi tim kampanye dari Pak Jokowi dan Pak Ahok. Karena kita adalah dari Pak Pak Ahok sebagai wakil pada saat itu ya. Ada Mas Pras, ada Bang, ada Boy Sadikip di situ, ada Deni Iskandar di situ. Ya, itu dari tim PDIP dan teman-teman yang lain. Kemudian ada dari Solo juga yang Pak Jokowi bawa kepercayaan Pak Jokowi itu kan sudah dijelaskan dari Pak Widodo itu ya kan dia tidak ada yang bernamanya itu sebagai otak ya otak dari pemalsuhan ijazah yang ditudukkan oleh saudara Bor itu
ya kan. Nah, beliau ini terganggu ini saya jadi seperti nama saya disebut-sebut ya ada apa ini saya tidak mengetahui. Ya sudah obator itu Mas Andi kan itu kan sudah diklarifikasi oleh yang namanya Pak apa namanya mantan gubernur Lem Hanas
I Andi Wijayanto dan Pras Ketua DPRD kebetulan
betul sekali
saat-saat itu juga saya berurusan dengan mereka ini karena baru pertama kali Pak Jokowi datang ke Jakarta dan saya termasuk interviewer pertama ketika ke studio Berita 1 pada saat itu. Tapi sayang belum ada soal ijazah-ijazah kayak itu. Saya mengklearkan aja Pak Bung Don. Heeh.
Mbak saya akan mengcarkan aja perkataan dia.
Seolah-olah saya itu mem-framing dan mengarahkan Pak Widodo. Tidak ada saya itu. Saya itu menerima challenge dari Bung Roy
ya dengan ada sedikit sinis dan bicanda ya bahwa saya ini sepertinya omon-omon i kan. Karena itu dia bilang itu menghilang. Saya enggak bilang menghilang loh. Menghilang sejak 2017. menghilang. Iya. Nah, kan saya bilang itu kan dan antum mempercaya itu
ya. Bagus.
Jadi saya bilang
bagus Pak Andi bisa menghad itu biarkan nanti Widod bersaksi sendiri saja enggak usah didampingin.
Tolong dong saya bicara dulu selalu begini kalau Bung Terismon juga rupanya. Enggaklah. Jadi kita ini kan saya menceritakan Anda tadi bicara saya enggak mau potong. Makanya sekarang saya bicara itu menjelaskan kepada publik ya dengan ee panutan saya dalam media Bung Don Bosko ya. Jadi begini yang saya saya lanjutkan ya. Akhirnya Pak Widodo itu pas saya ada di Solo ya kita bertemu dia mengeluh sama saya kenapa saya kok disangkut-sangkutan begini. H
Mas Sidodo mohon maaf ya, beliau tuh introvert sebetulnya tidak suka bertemu berbicara ini karena dia itu kan ee ahli keuangan ahli keuangan dan dengan Pak Jokowi itu perusahaannya Pak Jokowi itu keuangannya dia pegang pada saat itu ya sudah lama sejak tahun 2000-an ya belum ada namanya walikota beliau sudah berkonnect ini dia urusan pajaknya apa beliau yang tangan ya singkatnya apa gitu loh Pak Andi kepanjangan jadi ya intinya begitu itu. Jadi intinya dia terganggu secara psikis. Oke.
Dan minta saya ya, minta saya, saya mau muncul di televisi dan saya akan membuka semua. H
kenapa saya dikriminasi seperti ini? H ya kan terbukti kan saya hadirkan semua Pak Piman di situ Pak Widod di situ. Dan Iskandar langsung mengirim WA saya tidak pernah berhubungan dengan Betor dan memerintahkan Betor
ya yang yang Dennyeni saya belum percaya yang Deni.
Ya.
Ya. Anda enggak percaya karena Anda enggak bisa bertemu dengan dia kan bukan kita seliksa nomor handphone itu nomor handphone-nya Denis atau enggak. Kita punya alat untuk menguji nomor handphone tuh siapa. Enggak bisa dong narasumber narasumber tiba-tiba tiba-tiba menghasilkan enggak lah kita faf aja kita fa aja lain kali cek nomor handphone-nya berapa
bagaimana you bisa catat
kita lagi menjelaskan you potong pada saat itu
saya jelaskan saya akan mau bilang nomornya adalah segini-segini kan ada foto
ya dipotong karena karena enggak boleh di studio tiba-tiba ada narasumber terus si presenternya apa boleh begitu saja i narasumbernya anda bukan pemilik Anda narasumber enggak apa-apa. Kita boleh tidak percaya kepada nomor itu. Nomornya enggak clear, nomornya enggak jelas. Kalau itu nomor siapa saja enggak boleh.
Sekarang kita maju ke
berikutnya. Ada pertanyaanmu. Oke. Ini kan gelar perkara khusus ditunda ya, Mas Roy ya. Ee mungkin ke ee pekan depan begitu.
Pekan depan hari Rabu tanggal 9 Juli.
Iya. Bagaimana feeling Anda? Apakah Anda merasa ketika ditunda ini akan
ya apakah akan memihak ee sesuai dengan harapan ee Mas Roy? Soal memihak itu kita berdoa semoga PORI dengan usia yang sudah ke-79 ya 3 hari yang lalu itu akan benar-benar presisi ya. Jadi ini masyarakat yang akan menilai benarkah nanti gelar perkara khusus itu benar-benar clear atau seperti yang kemarin gelar perkara yang salah tahun KKN, salah dalam edisi koran, salah dalam ee menampilkan bukti-bukti ada. salah dalam melakukan komparasi kemudian tidak teliti. Itulah jadi nanti akan kita
mungkin ada beda ya ketika polisi menjelaskan secara lisan dan apa yang tertulis Mas.
Betul. Tapi juga gini gini Bang
ketika dia ngomong tapi dia tidak melihat apa yang tertulis karena kalau kan baca dia baca loh.
Oke. Jon dan Bang Don.
Sepanjang Bang Don selaku warta Sinor kan selalu gelar perkara itu kan digelar dia.
Ada alat buktinya pistolnya blatiknya ijazahnya. Ini enggak ada satu pun. He
yang digelar di depan ijazahnya juga tidak ada ijazah asli. Kalaupun itu bukan ijazah asli yang dipegang,
minimal yang ditampilkan di belakang itu adalah foto. Bukan fotokopi ee apa foto dari ijazah asli bukan fotokopi yang terlipat jelek banget malah ada tetesan kopi atau apa gitu loh.
Oke. Tapi ke mana-mana kan tidak bisa sembarangan bawa ijazah asli Mas.
Betul. Tapi kalau ini polisi kan katanya kalau di depan polisi ya polisi yang menampilkan
pada saat gelar perkara harusnya itu tampilkan yang asli.
Tidak cukup misalnya fotokopi tapi yang dilegalisir.
Enggak cukup. Enggak cukup karena fotokopi dilegalisir itu ternyata setelah kita cek saja
ee kepresisiannya tidak presisi itu makanya tidak identik. Jadi, makanya gini, kalau dari awal Jokowi itu menunjukkan ijazah asli,
dari awal ketika ee apakah itu apa Dirpidum atau bahkan Kabares menunjukkan ijazah aslinya atau minimal menunjukkan gambar itu foto dari ijazah asli mungkin akan sekarang pernyataan Pak Jokowi adalah saya akan tunjukkan di persidangan apa itu belum cukup
kita tunggu saja persidangannya yang mana
persidangan ketika nanti perkara ini dibawa ke Bang tidak akan sampai kalau Kalau perkara yang ada di Polda Metro tentang fitnah dan pencemaran baik itu tiba-tiba sudah ada statement bahwa ijazahnya dibuktikan untuk asli oleh Bares Krim.
Wait. Sekarang kalau Polda mengatakan begitu, tetapi kalau saya pihak pelapor meneruskan itu pengadilan, boleh kan? Boleh. Nah, itu yang tidak pernah nyampai. Bambang Tri dan Gus Nur tahun 2022 di pidana sampai dengan 4 tahun tidak pernah ditunjukkan ijazah aslinya. Padahal dia dipidada mengedarkan kabar bohong dan juga bahkan bahkan penodaan agama gara-gara Babang Tri itu bersumpah mubahalah. Jadi kan ini jangan sampailah ada anak-anak bangsa lagi yang kemudian dikriminalisasi, dipidana gara-gara seseorang yang tidak secara negarawan, tidak punya sifat keterbukaan, tidak mau menunjukkan ijazah aslinya ketika dia sayang saya enggak ikutin perkara itu. Ya gimana, Mas?
Mas Andi supaya kegaduhan ini bisa segera selesai gitu. Menurut Anda, apakah sebaiknya Pak Jokowi menunjukkan ijazah asinya?
Gak ya? Begini, Mbak Tanda ya. Kalau menunjukkan ijazah Pak Jokowi sekarang dengan sedang dalam proses pengadilan, kita sabar-sabar saja. Tunggu saya setuju dengan Bung Don tadi gitu ya kan. Kalau dia sudah mengatakan nanti di persidangan kalau diminta oleh ee hakim ya untuk ditunjukkan ditunjukkan ya sebetulnya Pak Joko ini enggak suka kayak begini-begini gitu dan sudah ngatakan kok itu ya tapi kan ini masalahnya ini udah sudah jalurnya sudah jalur kayak politik gitu ya sampai sekarang kita tanya aja gitu Fur itu apa sih maksudnya kan enggak pernah ada jawaban yang pasti untuk itu. Kebenaran. Kebenaran. Bukan kebenaran menurut saya. Pembenaran atas argumen-argumen dia ya yang dibungkus dari kebencian-kebencian. Itulah dari kita punya ini.
Mas Roy. Katanya ada nuansa politik di sini.
Pada bulan Mei Baras Kenori sudah bilang stop gitu ya.
Saya sudah 5 tahun tidak lagi menjadi anggota partai politik ya. Dan saya tidak ada kebencian apapun. Saya dulu dukung Jokowi dalam kasus SMK yang ternyata SMK itu hanya di kendaraan politik. Jadi siapa yang berpolitik? Ya, saya dulu dukung penuh jujur beningat saya demi anak-anak bangsa, anak-anak SMK yang kasihan betul mereka percaya betul Indonesia akan punya mobil nasional. Dan saya yang menyupiri SMK itu dari Solo sampai Jakarta saya nungguin di Balai Serpong dengan Pak Rudi ya. FX Rudi ternyata lewat ditinggal itu hanya untuk kendaraan politik. Kalau saya tanya Mas Roy gini dah
saya enggak tahu saya juga termasuk dekat dengan Pak Sei. Jadi awal-awal beliau masuk ke DKI gitu
kita termasuk yang aktif begitu. Tapi pertanyaan saya kalau soal politisi berbohong kan hampir banyak politisi yang susah kita percaya kata-katanya. Bukan rahasia umum itu Mas Roy.
Ini kan ya janganlah kita
saya punya dua kerongkongan Mas.
Betul.
Ada kerongkongan untuk mengatakan kebenaran, ada yang mengatakan kebohongan. Makanya sering
sayang ketika dia ngomong kita enggak tahu suara dari
yang mana. Nah, makanya jangan sampai kan sain kiri belok kanan. Jokowi kan selalu bilang gitu sudah tapi belum.
Mudik atau pulang kampung.
My point is bahwa banyak politisi melakukan.
Iya. Cuman janganlah seorang negarawan yang mantan presiden kemudian tidak bisa dipercaya kata-katanya. Saya sedih kalau kemudian Obama ketika di lagi-lagi ya saya harus sebut Obama ketika kemudian dipertanyakan akor kena lahirnya dengan cepat dia tunjukkan selesai. Tidak dalam kasus, tidak dalam perkara.
Tidak dalam per Iya, tapi kan selesai seruan di luar.
Betul. Sama seperti ini. Kalau Jokowi dari awal dari tahun 2022 lalu ada yang mempertanyakan ijazahnya, beliau tunjukkan nih loh ijazahnya. Selesai.
Saya ingin tanya sekali lagi kepada Mas Andi ya. Kadang-kadang Pak Jokowi itu kan susah kita tebak ya. Jangan-jangan untuk urusan ini dia bisa menikmati juga gitu sampai panjang ceritanya apa begitu. Sayaak saya enggak tahu. Saya cuma nanya aja ya. Jadi itu memang ya narasi-narasi yang selalu timbul dan dipertanyakan untuk itu
ya kan karena ya beliau ini apakah menikmati
nah
ee kegaduhan-kegaduhan ini
ya secara kemanusiaan aja menurut saya ya juga dia masih akan tersiksa lah ini kita secara manusia
ya
apa dia suka dengan gad tidak suka juga apakah dia sedih dia pasti sedih gitu untuk
ya hal-hal yang remeh-temeh seperti ini kalau di awalnya Ya, ini tidak di saya bilang lagi de aspek-aspek politis di situ. Bagaimana datang ke UKM seperti waduh luar biasa padannya adalah apa alumni-alumni UGM ya obok-obok semua mencari terus datang ke rumah beliau dengan heroiknya seperti apa gitu kan. Kita bisa lihat itu kan itu kan luar biasa. Kalau misalnya datangnya baik-baik atau apa bicara, “Mas, saya begini-begini saya pengin lihat aja gitu.” Karena kan motifnya lain di situ ya. Sori ya saya kita ini makanya itu naiknya itu ke
pengadilan ya karena ini sudah
sudah keterlaluanlah menurut kita karena yang diserang-serang itu semuanya aspek pasti akan diserang ya. Coba kita lihat ya semua hal-hal ya yang berhubungan itu pasti disalahkan oleh Jokowi. Kucing ketabrak pun juga disalahkan Jokowi. Andi memang lebah kalau
memang ada hal yang ee membuat saya juga ee terkejut ya ketika Pak Jokowi mengatakan
mereka menghina saya sehina-hinanya.
Saya menganggap bahwa itu sesuatu yang serius
Mas Roy.
Serius ketika ketika beliau ngomong begitu.
Iya menurut Anda gimana? sama saya juga terhina sehina-hinanya ketika riset ilmiah saya dikatakan itu politik. Jadi enggak boleh dong dia ngomong seenaknya begitu ya gitu. Ngomong sehinanya tapi dia menghina rakyat ketika dia tidak menampilkan sesuai dengan Undang-Undang Keterbukaansi publik. Clear
menghina rakyat. Rakyat siapa nih?
Kita semua kan kita pengin tanya hak rakyat itu mengerti ya apa? Let to know ya ee sesuai dengan Undang-Undang. Bahkan Undang-Undang Dasar 45 ee pasal 28 itu menjelaskan bahwa itu kita berhak rakyat untuk bertanya. Apalagi yang ditanya itu adalah mantan presiden, orang nomor satu yang pernah 10 tahun memimpin kita ya. Dan kemudian kalau tambah walikota tambah gubernur. Jadi
lucu aja deh kalau ada orang mana ada lulusan Universitas Gojah Muar yang sangat terkenal tidak bangga dengan kampusnya tidak menunjuk. Pertanyaan saya satu lagi Mas. Heeh.
Ee Mas Andi, apa artinya ketika
UGM sebetulnya mahasiswanya lah tidak tidak merasa bahwa ini sesuatu yang betul-betul
ee menghina almater
mereka tentang ijazah palsu seorang mantan presiden. Kira-kira apa artinya itu?
Hm. Buat UGM sendiri ada suatu kebanggaan bahwa alumni menjadi presiden.
Betul. Tapi UGM merasa bersedih karena namanya UGM yang besar ini dihancurkan oleh alumni.
Saya koreksi ya selaku alumni asli UGM. Saya koreksi
ya enggak masalah enggak masalah. Yuk bisa koreksi tercera.
Iya karena saya kagama asli lulusan UGM
Mas Andi bukan orang UGM enggak boleh dong ngatas nama.
Anak saya alumni UGM anak saya
anaknya bukan lain dah. Ini lucu banget itu kayak teman-teman Jokowi nunjukkan ijazahnya bukan Jokowi aslinya.
Nah kita dengar dulu. I
saya bisa menjelaskan enggak ini kan ya kan saya bisa menjelaskan
katanya tadi katanya anaknya lagi.
Silakan silakan paling suka memutar balikkan kalau kita bicara inilah.
Ayo ayo silakan silakan silakan
silakan
ya kan jadi begitu ya. Sedangkan UGM sendiri sudah mengatakan, “Iya, Pak Jokowi adalah alumni kita.
Ini ada bukti-buktinya ini ada teman-teman yang hadir, ya kan? Itu kan menurut saya
ya. Sekarang menurut saya kembali lagi yang dicari ini adalah pembenaran atas argumen-argumennya dilandasi oleh kebencian.”
H. ya kita kalau berdebat sama beliau ini pasti debat kusir karena masing-masing mempertahankan ya mempertahankan adalah argumen-argumennya itu ya lebih baik memang ya sekarang sudah masuk di proses kepengadilan eh sori kepolisian dalam penyelidikan tinggal bagaimana Polda Metro Jaya ini benar-benar secara terang benderang hasil dan penyelidikan itu apakah bisa dinaikkan ke tindak penyelidikan silakan naikkan pendak-pencindikan sehingga tidak ada lagi narasi-narasi ya bola-bola liar, penumpang-penumpang gelap ya yang tiba-tiba muncul
ya nama di A, nama si B itu yang membikin gadu lagi gitu yang tidak ada teksnya gitu.
Oke. Oke. Maksudnya Bang Andi, ada narasi yang memojokkan Jokowi, ada si A, si B, ada pihak yang tidak suka, kelompok yang tidak suka atau mungkin bahkan ada yang sengaja nyari panggung. Kita akan teruskan sikit sebelum break sedikit aja sebelum break. Jangan nanti-nanti putus satu ya. Saya adalah alumni asli UGM ya, S1, S2. Dron ada SI, Dr. Respon juga, Dok. Tifa juga UGM punya keluarga alumni namanya Kagama dan keluarga alumni Gajah Mada pun sudah mulai mempertanyakan ini. Ada beberapa pengurus-pengurus Kagama dari kota-kota tertentu meskipun Kagama Pusat belum. Karena Kagama Pusat jelas ketuanya Pak Basuki ya itu diadekatlah dulu pernah menjadi menteri. Jadi
jadi sulitlah itu saya paham
enggak sulit juga masa Pak Basuki tidak dipercaya. Nah, makanya enggak UGU ke agama asli belum mengye. Kalau UGM bangga dengan Jokowi, sudah seusnya di UGM itu setidak-tidaknya ada prasasti, ada apa, ada gedung, enggak ada satuun. Ya gitu. Bahkan nama-nama tokoh-tokoh yang dijadikan ikcon di UGM ada tidak seperti University of eh apa yang ada di Belanda ya di Rotterdam. atau karena seseorang itu menjadi donatur lalu kemudian ditaruhlah dia di seb University of Rotterdam yang ada lulusan kita ee Pak Wpres kita Pak Hatta dengan Bang. Jadi silakan Pak kalau mau dipilik dulu.
Oke kita masih ada satu segmen lagi akan kita teruskan pemirsa tetaplah dias. [Musik] Terima kasih Anda masih menyaksikan Doncest di segmen terakhir ini. Kita ingin memperjelas ya, Bang Don. Ini kan sebenarnya kasus ataupun tudingan ijazah palsu Jokowi ini sudah sempat landai selama sebulan lebih. Nah, tiba-tiba ini muncul lagi ee karena Pasar Pramuka. Nah, dari sinilah kita ingin tanyakan ke Mas Roy. Apakah Mas Roy ini
ee secara langsung menelusuri sendiri? Jadi bukan dari katanya si siapa? Katanya ini, katanya itu.
Iya. Ini menarik memang meskipun saya harus mengatakan ya kalau 99,9% ijazah itu fake ya itu hasil ilmiah. Kemudian skripsi itu yang sudah saya pegang sendiri itu fake ya ada tanda tangan ee yang meragukan dari dosen pembimbing skripsinya ya eh Prof. Dr. Ir. Ahmad Kasmujo eh sori Prof. Sir Ahmad Sumitro ya yang putrinya Prof. Sumitro sendiri Aida Grenberry pun sudah mempertanya itu bukan tanda tangan ayah saya bukan nama ayah saya nama Pak Kasmojo enggak ada di situ. Tidak ada lembar pengujiannya. Jadi itu sudah fix ya sudah fix betul bahwa itu adalah skripsi yang tidak benar ya ee palsu ya. Nah tapi tiba-tiba memang ada statement dari Pak Bitor Suryadi. Saya setuju dengan pendapatnya Bang Andi Aswan ya. Siapa tiba-tiba kok bisa muncul nama Pak Bitor? I tidak bertanya-tanya kenapa bertanya justru itu karena saya bertanya itulah maka saya konsultasikan dengan seseorang yang saya percaya penuh karena beliau itu dulu adalah mantan BIN Badan Intelijen apa negara. Benar. Dan dulu mitra saya ketika saya di Komisi SAT, dia pinda apa Aceh ya. Dan kemudian dia menjelaskan siapa itu sebenarnya ee apa Pasar Pramuka, Bitor, kemudian juga ya ini analisis intelligence dan dia melakukan sendiri dan kemudian saya memang disarankan coba Mas main-main aja ke pasar pramuka ya dengan kosong nol tidak ada. Saya main betul ke Pasar Pramuka dan menariknya di Pasar Pramuka saya menemukan fakta itu bahwa memang di situlah seperti Bang Don tadi yang diceritakan pasar pramuka sekarang mungkin orang kenalnya Pasar Pramuka yang tukang jual obat atau pasar pramuka burung. Tapi ada prap pasar pramuka yang dulu sempat sebagan lahannya itu terbakar walau menurut saya. Tapi orang di sana mengatakan dibakar ya gitu. Dan masih ada orang-orang yang dengan lantang menyuarakan itu. Oh iya, Mas. Ini ada pembiaran waktu itu. Masa 100 m ada pas polisi, 300 m ada apa bakaran enggak ada sampai ada meninggal gitu. Dan ternyata masih dikenal orang namanya Pak Dosen di sana. Nah, Pak Dosen ini saya menjadi ingat siapa dia itu Profesor Paiman yang sempat awal Mei yang lalu mengirimkan WA ke saya.
WA yang nadanya intimidatif. Kalau menurut saya boleh dong. Saya bilang karena apa? memaksa saya untuk minta maaf ke Jokowi. Apa urusannya? Saya
itu sudah dinyatakan lewat YouTube dia, Mas.
L
mengatakan bahwa itu sahabat
fitnah dia sahabat. Tapi dia minta maaf loh, Bang, ke saya bahwa saya saya tidaklah artinya itu. Dan bahkan dia ngaku bahwa dia memang pernah punya usaha. Kembali ke temuan Mas Roy 99, 9%
9%
ijazah itu adalah fake.
Masih ada 0, 91 untuk mengatakan bahwa ngerti ngerti ngerti ngerti.
Heeh.
Ee
dan artinya gini, artinya gini, artinya gini sebelum ke Bang artinya pasar pramuka itu tetap on progress
karena sekarang mulai muncul juga nama-nama orang, bukan nama orang yang kemudian nanti bisa ditekan ya. Jadi nama-nama orang ini sengaja kita lindungi dulu ya. Bahkan kita tampilkan di salah satu podcast dalam posisi apa terlindungi dia dia bisa menceraikan jas bahkan dia menolak yang kemarin dikatakan kalau kalau Profesor Paiman itu hanya datang pada saat silaturahmi. Paham? Kita dengar dari Mas Andi silakan dengar dari Andi ya. Ee Bung Don ya.
Iya. Saya kemarin satu berita apa di IMIS itu kan sudah dibuka semua Pak Pak Iman juga bicara langsung saya sudah menjelaskan juga prosesnya Pak Iman mempunyai toko apa mempunyai kios di sana ya itu 97 sampai 2002 97 dia dia sebetulnya sana sudah 95 sudah di sana dia bekerja dari yang namanya apa OB ya kayak tukang sapu dan sebagainya dengan harapan dia akan survive di Jakarta untuk melanjutkan dia punya sekolah ya. Kemudian ya ee 97 ee sudah mau akhir itu tokoh yang tiga toko di kios itu yang punya Aliong dan Ibu Reri itu dia beli ya dia beli dengan tabungan dia ya dan dia punya otak yang bagaimana memutar untuk jadi bisnis untuk itu. Nah, makanya kemudian dia jual karena harga di sana juga terlalu besar. Kemudian di sana itu memang harganya waktu dia beli sangat murah dan dia mendapatkan benefit engakkan keuntungan di situ dia beli yang di paling belakang dengan Pak Sungkono. Nah, Pak Sungkono ini pemilik kios ini akhirnya dipekerjakan oleh beliau sampai tahun 2002 itu untuk jasa pengetikan dan fotokopi itu. Kemudian hasil dari sisanya itu dia beli di rumah makan membuat rumah makan Padang tuh di Kemayoran ya.
I. Nah, ini kaitannya kalau kita lihat tahun 2002 itu beliau sudah diangkat sebagai kepala prodi dari Universitas Mustopo Beragama. Pakimannya profesor doktor ya Mas
ya, alumni dari Universitas Padjajaran untuk S3-nya
ya. Dia mendapatkan profesor itu kan juga pasti ada perjuangan karena dia beliau jadi sebagai rektor gitu, guru besar di situ ya. Kemudian ya karena di kesibukan itu di sana ya jadi itu dilimpahkanlah kepada Pak Sunggono itu ya. Kalau tadi kemudian 2017 yang disinggung-singgung juga itu beliau sudah ee apa namanya? Bisnis di bisnis properti, bukan bisnis yang ada di sana gitu di pasar peruka. PT-nya PT Prima Sejati kalau enggak salah itu
ya. dia punya banyak perusahaan dia punya yayasan juga gitu loh. Nah, kalau konteksnya 2012 dengan muncul namanya seorang Bor yang mohon maaf secara psikologisnya itu menurut saya tu terganggu karena bahasan-bahasan itu lompat-lompatan patung katanya. He. Nah, ini yang ditangkap oleh Roy Suryoah Profesor Paiman. Ini juga katanya Andi Aswan ini. Ini juga katanya And-bian, ya di sana menginvestigasi ya dan mengajaklah para jasa ini ya.
Saya juga kalau kita bicara di sana itu pasti ada like dislike. Ada yang suka Pak Iman, ada yang enggak suka Pak Iman. Kemungkinan yang dicari yang enggak suka Pak Iman. Semua kita wawancara
kan begitu
sebetulnya begini. Karena dia tuh He
di sana mohon saya lanjutkan, Pak. Iya, lanjut lanjut. Silakan
lanjut ya. Jadi di sana itu ada juga yang bisa mencari siapa yang menceritakan seorang papaiman itu dia orang yang baik ya, orang yang murah hati untuk itu karena dia tahu dia hidup ya berkembang dari pas pramuka pojok itu gitu
ya. ini kan dikait-kalkan lagi. Coba coba contoh aja 20050 ya Pil Walikota di Solo itu kan sudah jelas gitu loh ya semua traveled semua ya baik dari KPU-nya maupun dilantik sebagai e walikota 202
2012 2010 ke 2012 ya buat apa
untuk membuat ijazah-ijazah itu.
Heeh. buat apa gitu. Itu tinggal dimajukan saja ke UGMALnya di basah dibawa ke KPUD. Nah, saya ingin teruskan pertanyaan ini ke Mas Roi, Mas ee Andi.
Saya enggak tahu, tapi pertanyaan saya sangat sederhana. Iya.
Apa artinya ketika Anda melihat Jokowi dengan teman-teman kuliahnya? Enggak ada artinya apa-apa
yang benar? Iya. Karena teman-temannya menunjukkan ijazah mereka. Buat apa? Kalau mau tunjukkan ijazahnya Jokowi bukan ijazah mereka.
Jadi maksudnya itu tidak otentik ya. Itu sepertinya ada pesan tersendiri dengan
Iya. I sekarang teman-temannya coba dicek tiba-tiba tadinya dari seorang manajer hotel jadi komisaris di mana gara-gara berani membela ya kemudian di mana jadi kom aneh juga
itu enggak cocok logi Mas.
Bukan karena dia sendiri pernah dihadirkan dalam ada ada seorang temannya Jokowi kita SMA dihadirkan di persidangan di Solo. Ditanya kok Anda bisa jadi komisaris? Ya enggak tahu. Tiba-tiba ditunjuk aja jadi komisaris gitu. Dan satu lagi ini enggak konsisten lagi tadi Bang Andi dia mencatat k katanya-katanya yang diceritakan soal Profiman itu katanya-katanya juga ya kan katanya Andw beliau ada di sebuah televisi mereka mencari
iya betul tapi
laguan banyak cerita kalau saya sudah terjun langsung ke Pasar Pramuka saya ketemu dengan orang saya ketemu dengan seorang haji di sana saya ketemu dengan orang yang saya saya dengar langsung saya ajak ke podcast langsung orangnya
gini Mas Profesor Paiman WA langsung saya loh bukan orang lain cerita itu kan cerita kita belakangan menjadi lebih menarik dan menjadi lebih seru ketika ada Beator.
Iya.
Kira-kira yang tadi
ya Beator sih penambah saja.
Iya. Tetapi kan ini menjadi cerita-cerita umum yang kemudian
oleh ee Pras bilang eh siapa dia pada waktu itu gitu.
Begitu juga Andi.
Nah, dia bilang saya lihat itu ijazah tapi kita tidak berkepentingan untuk memverify apakah ini asli atau tidak. Heeh. Ingat Bang Don tadi cerita beberapa menit yang lalu, mungkin Andi Wijanto lagi pakai kerongkongan itu namanya seorang politisi. Politak Andi tidak menolak apapun tapi juga tidak mengiyakan.
Sama seperti Widodo yang ada pada apa salah satu cerita itu ya itu coba kita putar rekamannya. Heeh. Pertama, saya tidak membantah apun yang disampaikan oleh Bangor, tapi saya ingin cerita dengan saya ya sudah jadi politisi juga dia gitu loh. Jadi dia tidak membantah kecuali dia mtaah itu enggak benar ee apa kalau dia bilang begitu saya hormati itu Widod sekarang dia enggak berani bilang gitu
sebagai jurnalis ya Mas kan kita datang saya datang dengan skeptis
setuju
semua penjelasan itu saya pasti harus skeptis harus
lalu kemudian bertanya misalnya jangan-jangan kalau besok ada orang cerita bukan di Pasar Pramuka nih
dia bilang oh ada dulu diik
kita teliti harus ditelit saya juga tidak per
karena saat-saat seperti ini orang bisa bercerita apa saja
setuju setuju Bang Don jadi saya setuju banget Bahkan cerita-ita Bang di TV man. Betul. Saya terima kasih kepada Bang ketika dulu pertama kali di TV yang lain.
Oh saya kenal dengan Widodo, saya makan siang dengan Widodo. Gitu kan. Saya bilang Pak Andi, “Pak Andi, Anda akan berjasa untuk negara kalau Anda menghadirkan Widodo dan itu dihadirkan.” Terima kasih, Bang Andi. Jadi itu clear ya. Tapi akan lebih bagus lagi kalau nanti orang-orang ini saya enggak miak siapa-sia.
Iya, iya. Iya. Eh, Bor Suryadi. Oke. Mau diperiksa keterangannya secara proustisia di kepolisian. Eh, Widodo diperiksa juga. Nanti sebutkan misalnya tadi ada nama-nama ee apa ee Deni siapa tadi? Kemudian nanti bahkan intelijen yang saya pun dia berani bersaksi karena dia mendapatkan data-data itu ya dari Pasar Pramuka. Kalaupun nanti ada oh itu di pasar di mana? Kalau ada orang begitu periksa juga. Jangan kemudian dibiarkan. Jangan kemudian kepolisian itu membiarkan petunjuk-petunjuk atau katakanlah data-data atau nanti bisa jadi noum. Jangan kemudian yang ngubek-ubek ke yang tadi disebutkan empat sekawan ya. Kalau empat sekawan, kalau lima gangsal gitu ya. Itu bahasa Jawa ya gitu. Artinya apa? Ya kan itu aja ini sudah berkembang luas harusnya kan polisi itu kan open mind terbuka gitu. Jadi dia hadirkan orang-orang itu jangan malah memproses orang-orang yang enggak punya legal standing. Ngapain juga itu orang-orang enggak jelas yang enggak punya legal standing.
Sekarang kalau misalnya pada suatu saat digelar perkaranya
lalu kemudian
tetap tidak ditunjukkan ijazah aslinya.
H.
Nah, itu tetap kita pertanyakan karena itu tidak sesuai dengan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik N28. Bahkan tidak ada hubungannya antara perlindungan data pribadi yang sering diomongkan itu. Saya termasuk perancang data pribadi. Enggak ada hubungan soal ijazah itu.
Kenapa tidak digugat ke Komisi Informasi,
Mas? Progres sudah. Tapi Komisi Informasi, Bang D. Saya juga sudah menggugat KPU kemarin.
Heeh.
Sah diputuskan KPU bersalah danas menunjukkan itu karena ada nota yang tidak clear antara KPU dan ITB. Tapi ternyata itu tidak bisa dieksekusi. Bang Don. Komisi informasi itu hanya imbauan. di situ kan cuman bilang ya kami lihat ijazah ini begini kan kita kira-kira begitu Mas
makanya makanya itu jadi kan artinya kan ngapain juga ke sana clear aja lah kalau memang itu pengadilanpadilan tapi pengadilan yang ee dalam proses Joko Widodo selaku pembuat atau pemilik ijazah yang diragukan bukan yang soal kriminalisasi Mas Andi
iya
ada tanggapan dari statementnya Mas Roy
silakan kita sudah hampir selesai Mas Andi
iya kalau tanggapan kalau Masro itu kita berbusa-busa menurutnya ya pasti dari situ ke situ ya.
Dari situ ke situ gitu kan. Nah, saya tertarik kata Bung Don tadi kalau dengan pasan berat tiba-tiba ada yang lain enggak mungkin dia akan lakuin itu karena kalau tidak ada orang yang berbicara untuk itu.
Dan itu akan menjadi suatu apa namanya main interest-nya Bang Roy untuk memperkuat dia punya argumen
ya kan. Itu saja sebetulnya argumen-argumen dia kemarin tuh sampai hilang itu biatah dia tangkap tapi saya sudah dibantah
oleh Mas. Pertanyaan saya untuk kalian berdua
ini cerita
ujungnya ini bisa duduk enggak sama-sama untuk kemudian bisa mengcarify biar
and no one losing face gitu.
Iya. Kalau no one losing face saya kira nanti biarkan publik menilai ya. Tapi artinya gini saya tetap selalu ditanyakan Bang Don. Mbak Maah selalu ditanyakan ini kenapa hanya Jokowi saja? Tidak, tidak hanya Jokowi. Kalau memang orang itu enggak jelas, bahkan mungkin anaknya. Nah, ini jelas. Kalau saya, saya tantang saja. Kalau memang anaknya ini yang ada di gambar ini ya. Nah, ini ini ini dinasti ini, ya. Ini orang-orang ini, ini pejabat publik ini. Lah kalau pejabat publik ini enggak jelas nantinya juga ya. Ini Bang Andi biar ketawa karena selalu lagi. Nah, ini
lagi buka baju dia. Bang,
ini jelas betul ini. Enggak
enggak jelas semua akan dipertanyakan. Apalagi kononnya lebih enggak jelas lagi gitu. Dengar Mas Andi.
Iya.
Jadi begini Bang Don. Akhirnya kan kita tahu ujung-ujungnya ke mana itu.
H.
Ke mana, Bang?
Ke mana? Mujurnya tadi yang di baju itu dia kan sudah jelas itu. Itu baju sudah dicuci belum? Ya sering bawa ditali dipakai. Punya selosin
enggak? Enggak lihat nih bajunya lain lagi ini. Aduh enggak lihat aja berani komentar. Susahlah orang enggak lihat berani komentar berarti hanya katanya-katanya gitu. He
aku itu adalah bagaimana menciptakan kegaduhan-kegaduhan ya untuk ee Prabowo dan Mas Gibrad ini. karena ada rancangan rancangan yang saya bilang ada skenario itu ya dari sasaran antaranya Pak Jokowi dengan ijazah-ijazahnya beliau dan ujungnya itu nanti mengadakan pemakzulan untuk Pak Mas Kibran dan ini kan ada rangkaian-rangkaian ya misalnya Pak ada purnawirawan
kan saya katakan purnawirawan ini kan ada ada badannya gitu ada PPAD PPU ya PP gitu kan itu kan ada badan-badan yang resmi Untuk itu berarti ini enggak resmi Bang Ani Pawirani enggak resmi mereka enggak berjasa. Dulu dong saya belum selesai. Enggak dong saya anakwan, aku juga marah juga.
Ngacau-ngacau pun saya juga tidak mau potong yang selesai gitu.
Iya, silakan silakan.
Ini kan saya untuk ngomong gitu loh. Ini kan saya menjelaskan ke Bong Don mungkin juga masyarakat ya yang menonton Nusantara TV ini gitu.
Ini rangkaiannya kan begitu ya kan.
Ya udah kita lihatlah nanti ijazah Jokowi ijazah dengan Mas Gibran ya. Kemudian nanti ada pemangzulan dicocok-cocok dogi lagi gitu loh ke pasal 7A 7B-nya ituak Bang Andi tadi Mas Mas Roy bilang nothing personal tapi ini sepertinya ditujukan ke tidak hanya ke Jokowi tapi ke keluarganya Jokowi
pejabat publik kebetulan ayah dan anak
iya ayah dan anak pejabat publik dan sama terindikasi kalau yang satu sudah clear ya 99,9% palsu anaknya itu nanti begitu dibongkar juga ngjelas juga 99,9% bahkan dia enggak lulus SMA clear sudah pejabat publik enggak bry
kenapa apa
ya saya pernah mengatakan juga ini kan kayak Bang Rismon ini
ya
dia coba untuk mengclearkan ijazah S2 S3-nya di di Yamaguchci
aduh enggak usah enggak usah dibahas tuh lain soal Bang Resman bukan pejabat publik Bang Resman itu bukan pejabat publik enggak usah salah lagi Anda salah lag bedakan pejabat publik dan tidak dosen di umram
ada salah lagi menerima dari negara loh.
Salah lagi. Salah.
Oke.
Salah. Salah. Jadi maksudnya semua salah gitu loh. Anda
mungkin poinnya Mas Roy tidak melawan keundang Anda.
Heeh. Mungkin poin dari Mas Andi itu adalah soal kredibilitas teman-teman yang menduduk.
Oke, silakan silakan dieng. Silakan dieng. Kalau kalau misalnya dulu ada yang apa ee katakanlah oh itu Tifa belum doktor. Memang belum doktor.
Kalau Mas Ro saya tahu
lah. Iya. Ya sudah jelas saya S1 S2 clear. yaitu UGM S3 saya dekat sini UNJ Universitas Negeri Jakarta clear banget ya saya tidak mengaku-ngaku. Jadi clear dan saya adalah UGM asli yang kami membela Universitas Gajah Mada bersama dan satu lagi jangan lupa sudah beberapa sekarang ya kan hanya satu Pak Sofyan Effendi itu mantan rektor UGM meragukan ini dan insyaallah beberapa mantan rektor juga beberapa guru besar UGM semua akan bersuara soal ijazah ini.
Oke perlu dijawab singkat Mas Andi karena kan kata Mas Roi
99,9% Heeh. gitu palsu gitu.
Anda apakah mau mengatakan 99,9% asli atau apa gitu?
Jelas betul Bung Don karena dari sudah tinggal begini saja santai sajalah Bung Roy. Kita tunggu ya hasil penyelidikan PMJ ya kan pasti kan ada gelar perkara untuk itu.
Iya. Kemudian masuk ke tahap penyelidikan biarlah yang namanya tim kuasa hukum itu bertarung dengan barang bukti yang ada. Iya. Jadi tidak ada lagi kegaduhan-kegaduhan, penumpang-penumpang gelap yang ingin memanfaatkan situasi ini.
Iya. Dan orang yang di situ adalah orang yang berkait jadi 99,95% itu adalah asli.
Satu lagi. Satu lagi. Dan dan biarkan yang bert adalah yang asli ya. Asli itu yang terkait saya penuduh ya. Saya ahli asli orang-orang yang tidak ada hubungannya kayak kemarin lawyer-ler. Apalagi kelompok-kelompok kayak mania-mania ini enggak usah enggak usah ada hubungannya lah gitu. Ini enggak enggak ada hak untuk bersuara. Anda iyalah iyalah kan enggak ada hubungannya dalam hukum.
Saya punya hak ya bagaimana untuk membela ya karena kami keyakinan kami ajukan sebagai pembela.
Ajukan Anda sebagai pembela bagaimana kita berdebak ya secara dewasa.
Oke. Iya. Ajukan sebagai pembela di di kasusnya. Jangan hanya ngomong aja di luar. Baikbaik. Ngomong di luar jangan bisa ngomong di luar. Enggak ada masalah. Silakan. Memang banyak ngomong di luar lah. Baik, baik. Mudah-mudahan kegaduhan ini segera selesai ya, Bang Andi. Kegaduhan ini kita mau segera selesai. Dugaan ee perkara ijazah palsu ini bisa menemukan titik terang ya karena ini sangat menyita perhatian waktu dan energi publik. Padahal publik harusnya gara-gara seorang yang enggak mau menunjukkan ijazahnya itu. A
padahal publik harusnya ini lebih mengawal kinerja pemerintahan saat ini yang memang sudah masalahnya banyak itu sehingga bisa berbenah diri. Terima kasih ya, Mas Roy. Terima kasih, Bang Andi. Thank you, Mas Andi. Sampai ketemu lagi, Bang.
Makasih banget Bangra. Sekian donc hari ini. Kita jumpa lagi di edisi berikutnya. Saya Desmana Chandra, saya Don Boskosamun.
Kami pamit. Sampai jumpa. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik]

https://nusantaratv.com/ – [FULL] Debat Panas Roy Suryo vs Jokowi Mania, Roy: UGM Saja Cuma “Meyakini” Kok, Asli Dari Mana?

Penuding ijazah palsu Jokowi, Roy Suryo Cs mangkir undangan klarifikasi penyidik Polda Metro Jaya, malah akan hadiri gelar perkara khusus di Bareskrim Polri terkait laporan TPUA soal dugaan ijazah palsu Jokowi.

Undangan klarifikasi penyidik Polda Metro Jaya terjadwal Rabu 2 Juli 2025. Sedianya, gelar perkara khusus di Bareskrim Polri dilaksanakan Kamis 3 Juli 2025, namun ditunda Rabu pekan depan. Roy Suryo Cs pernah memenuhi panggilan Polda pada 15 Mei 2025 untuk memberikan klarifikasi di Polda Metro Jaya bukan sebagai terlapor. Ketidakhadiran Roy Suryo Cs di Polda kemarin atas saran tim advokat yang menilai tidak adanya kewajiban menghadirinya.

Kisruh ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo telah berlangsung lama. Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) melaporkan dugaan ijazah palsu Jokowi ke Bareskrim Polri, sementara, sejumlah organisasi termasuk mantan Presiden Jokowi sendiri melaporkan Roy Suryo Cs ke Polda Metro Jaya atas tuduhan pencemaran nama baik dan fitnah.

22 Mei 2025, Bareskrim Polri menyatakan ijazah Jokowi asli sekaligus menghentikan penyelidikan kasusnya karena tidak ditemukan unsur pidana. Tak berhenti sampai di sana, Roy Suryo Cs tak begitu saja menerima putusan Bareskrim Polri itu, bahkan tak juga
mengendorkan kajian dan publikasinya soal dugaan ijazah palsu Jokowi di berbagai media/platform publik.

BKSNTV
DYFNTV

#ijazahjokowi #ijazahpalsu #ijazah #jokowi #jokowidodo #gibran #gibranrakabumingraka #wapres #kasus #roysuryo #susnoduadji #silvester #bareskrimpolri #bareskrim #yakuphasibuan

Saksikan Nusantara TV di Jakarta 40 UHF | Lampung 42 UHF | Denpasar 39 UHF | Medan 28 UHF | Balikpapan 29 UHF | Batam 48 UHF | Bandung 35 UHF | Yogyakarta 29 UHF | Banjarmasin 45 UHF | Makassar 34 UHF | Surabaya 38 UHF | Semarang 36 UHF | Garut 28 UHF | Cirebon 32 UHF | Sukabumi 32 UHF | Purwakarta 36 UHF | Cianjur Kota 27 UHF | Sumedang 39 UHF | Tegal 35 UHF | Jepara 49 UHF | Banyumas 34 UHF | Malang 34 UHF | Jember & Bondowoso 46 UHF | Banyuwangi 34 UHF | Kediri 36 UHF | Satelit Telkomsat 3720 Mhz | vidio.com | Indihome channel 128 | USeeTV | My Republic | nusantaratv.com/live | Platform Appstore & Playstore

Saksikan live streaming Nusantara TV hanya di https://nusantaratv.com/live
Dan follow akun media sosial Nusantara TV untuk mendapatkan beragam informasi terkini:

Facebook: https://www.facebook.com/nusantaratv
Instagram: https://www.instagram.com/officialnusantaratv
Tiktok: https://www.tiktok.com/@nusantaratvofficial
X: https://x.com/officialntv_
Website: https://nusantaratv.com/