PURNAWIRAN MATI KUTU.!! KESAKSIAN RELAWAN GIBRAN ‘MENYINGKAP’ KECURIGAAN DIBALIK DESAKAN PEMAKZULAN😱
terbongkar rencana jahat para pembuat gaduh yang ingin merusak negara ini. Ada sebuah konferensi pers yang merekam bukti bahwa para purnawirawan anak aba ini ingin mengaut-aut negara ini, Teman-teman. Mereka berniat membuat kerusuhan bahkan berencana menduduki gedung DPR. Waduh, ini gawat, Teman-teman. Gawat banget. Maka kita sekarang ini mencoba untuk melakukan penyelamatan bangsa dan negara. Nah, kalau sudah kita dekati dengan cara yang sopan,
tapi ternyata diabaikan, gak ada langkah lagi kecuali kita ambil secara paksa. Ya,
revolusi,
revolusi,
revolusi
harus ya kita duduki MPR. Aduh,
senayan sana. Oleh karena itu, saya minta siapkan kekuatan ya. Siapkan kekuatan karena kita semata-mata ingin menyelamatkan bangsa negara. Persepsi kita harus sama menyelamatkan bangsa dan negara itu ya. Nah, tadi sudah sampaikan bahwa kita serahkan kepada yang tadi itu. Saya tidak meragukan selamat enggak bangsa ini
ke depan ya.
Aksi yang dinarasikan atas nama rakyat. Terus kemudian katanya hanya semata-mata ingin menyelamatkan bangsa. ini beneran menyelamatkan bangsa atau menyelamatkan ambisi Anda untuk menguasai negara ini, untuk memporak-porandakan negara ini, untuk mengaut-aut negara ini. Soalnya begini, kalau semisalkan Anda-anda itu mengatasnamakan rakyat, rakyat yang mana? Pertanyaannya sekarang gini deh, kan para forum pernawirawan ini, bapak-bapak ini, Ibu-ibu ini ingin salah satu poin yang diinginkan adalah untuk memakzulkan Mas Gibran bahkan sampai merencanakan akan menggeruduk menduduki DPR. Mas Gibran yang milih rakyat ya kan gitu. Berarti rakyat yang mana yang Anda maksud? Waduh.
Mengawali argumentasi saya dengan mengutip apa yang disampaikan oleh founding fathers kita Bung Karno. Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah. Sementara perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri. Apakah memang ada praktik politik Davide Eimpera, praktik politik pecah belah, praktik politik adu domemba yang sedang dilakukan oleh mereka-mereka yang punya kepentingan untuk mengganggu pemerintahan Prabogibran untuk
dan saya rasa memang seperti itu memang dari adanya aksi-aksi yang ini yang mana aksi ini sudah tidak punya malu. Kenapa saya bilang seperti itu? Karena aksi-aksi ini sudah dilakukan secara terang-terangan. Bayangin saja aksi yang dilakukan secara terang-terangan. Kalau sebelumnya lewat media sosial, sekarang mereka terang-terangan ditayangkan di stasiun TV nasional merencanakan aksi semacam itu. Apakah yang mereka mau mengulangi lagi kejadian 98? Makanya disebutkan oleh beliau ini tadi kok beliau ini tadi curiga kalau ini ada berbau-bau politis sekali di sini ada adu domba di sini ya karena apa yang mereka lakukan tadi mereka berupaya mengacaukan pemerintahan ini, mengganggu pemerintahan ini. Tujuannya apa? ujung-ujungnya tidak lain dan tidak bukan untuk menggulingkan pemerintahan yang sah. Itu kan ujung yang mereka mau. Mantan perwira tinggi yang bernama Sunarko terakhir ia berpangkat Mayor Jenderal TNI Purnawirawat. Sungguh kita harus sebut ia sebagai penyakit demokrasi. Mengapa? Karena adabnya terkait dengan lisannya yang tidak bisa dijaga dengan menyerang sana sini termasuk menyerang orang-orang yang telah memberikan legasi bagi kepemimpinan Indonesia yang lebih baik ke depan dengan menyebut Jokowi sebagai aktor bermasalah dan mendorong agar Presiden Prabowo melakukan tindakan tegas untuk melengserkan Gibran termasuk untuk ia menyerang Presiden Prabowo sebagai orang yang melindungi Jokowi. Ini adalah narasi yang menyesatkan sekaligus membahayakan bagi keamanan negara. Kita harus mengkategorikan pernyataan penuh kebencian dan fitnahan dari Sunarko ini sebagai bagian dari narasi para pembenci demokrasi. termasuk juga ia harus diposisikan sebagai pengacau demokrasi dan tindakannya itu bisa dikatakan sebagai tindakan yang dapat dikategorikan sebagai tindakan yang membahayakan keamanan negara. Wah, kalau tadi kita sudah mendengarkan argumen, Ulangi. Kalau tadi kita sudah mendengarkan narasi dari salah seorang pernawirawan TNI yang bakal menggeruduk DPR katanya tadi ya. Kalau semisalkan usulannya itu diabaikan oleh DPR atau tidak ditanggapi sesuai keinginan mereka. Teman-teman, ini ada nih gambaran dari Pak John Cesimon yang mengatakan Pak Sunarko. Pak Sunarko ini salah satu dari gerombolan mereka. ini merupakan penyakit demokrasi. Apa yang dinarasikan tidak mencerminkan posisinya sebagai orang yang harusnya tidak bersikap seperti itu. Sudah membuat kacau negara ini, terus ya menginginkan porak-poranda di negara ini, Teman-teman. Ya, persis seperti yang tadi sudah aku katakan di awal. Jangan-jangan nih mereka mau merencanakan ini untuk membuat Indonesia mengulangi lagi kejadian di 98, kekisruhan, adu domba dan lain sebagainya. Dan apalagi mereka ini sudah berani terang-terangan. beraninya terang-terangan sampai segitunya loh. Sudah berani melalui TV nasional menyatakan keinginannya untuk menggeruduk hal semacam itu. Merencanakan secara terang-terangan.
DPR sepertinya menganggap enteng. Tapi sebetulnya kalau mereka camkan di dalam hatinya, bayangkan kalau terjadi Presiden Prabowo Subianto berhalangan tetap
diganti oleh yang namanya
Gibra laku bumi.
Waduh. Waduh.
Apa jadinya bangsa ini? hancur
hancur
hancur.
Jadi enggak usah ditunggu lama-lama mestinya karena lama terlambat akan enggak ada gunanya lagi. Oleh sebab itu makanya kita ingatkan kembali dan saya senang rakyat Indonesia apapun profesinya terus menekan atau mendesak DPR untuk mengambil langkah-langkah sesuai sesuai dengan fungsinya. Kalau masalah ke apakah sudah memenuhi syarat untuk ee sesuai dengan Undang-Undang Dasar Pasal ee Pasal 7A sudah sangat memenuhi syarat. Karena di 7A itu ada enam hal yang tidak boleh dilakukan dan bisa dilaku diadukan apa ee di apa
dimakulkan dimakulkan sudah memenuhi paling tidak tiga tadi. Kalau enam itu yang disebut secara nyata yaitu satu. dia ee sudah melakukan ee hal-hal yang sangat memalukan atau dalam bahasa hukumnya itu disebut hal-hal tercelar. Kedua, dia melakukan korupsi meskipun belum terbukti dibukti cara, tapi kalau kita lihat, kita dengar segala hal yang disampaikan rasanya enggak terbantahkan. Itu sudah terbukti. Dan selanjutnya yang ketiga bahwa tidak lagi memenuhi syarat sebagai wakil presiden. Itu disebut nyata di dalam ee pasal 7A Undang-undar 45. Jadi kalau dari aspek itu saya kira sudah terpenuhi. Tinggal sebetulnya DPR mengambil langkah-langkah mengusul apa betul sesuai itu dan kalau sudah saya kira enggak jangan tunggu.
Loh loh loh lo l ini maksudnya gimana Pak Fahrul? Maksudnya gimana nih? Apakah Anda mendoakan Pak Prabowo ini meninggal begitu? Karena tafsiran dari berhalangan tetap itu kan salah satunya orangnya tidak ada. Iya kan? Kenapa Anda bisa berpikiran seperti itu? Lantas kemudian Anda menyebutkan ini nanti bakal digantikan Mas Gibran yang mana menurut Anda Mas Gibran ini sosok yang tidak layak untuk menggantikan atau untuk menduduki jabatan sebagai Presiden RI untuk menggantikan Pak Prabo Subianto. Sekarang gini aja deh, lewat hukum dulu ya kan. Ini bukan bermaksud kayak gimana-gimana ya. Amit-amit semoga tidak terjadi teman-teman ya. Kalau Anda tadi menarasikan mengenai Pak Prabowo yang berhalangan tetap kemudian digantikan Mas Gibren, bukankah menurut aturan hukum di Indonesia memang sudah sepantasnya begitu? Yang menggantikan presiden ya wakilnya. Iya kan? Ya, seperti yang terjadi di waktu eranya Pak eranya Gus Dur waktu itu. Ketika Gus Dur dilengserkan yang naik kan itu Ibu Megawati tapi waktu itu kan hukumnya masih yang menentukan itu MPR. I kan ini tuh sama sama kan memang sudah sepantasnya begitu. Kenapa Anda repot-repot mikirin gitu dan apalagi Anda berpikiran buruk soal Pak Prabo Subianto loh. Harusnya kita itu sebagai warga negara Indonesia mengetahui hukum di Indonesia mendoakanlah Pak Prabu itu sehat-sehat saja sampai nanti ketika jabatannya selesai purna tugas seperti itu. Bukan kok seperti ini. Kami sampaikan somasi kepada Gibran supaya dalam tempo 7 hari sejak hari ini mundur dari kedudukannya sebagai WPS. Betul. Apabila dalam tempo 7 hari tidak mundur maka koalisi masyarakat kita semua ini akan ramai-ramai datang ke MPR supaya agendakan dalam satu sidang nanti.
Wah ini apa-apaan nih? Setelah menarasikan hal semacam itu tadi, bahkan sampai mendoakan Pak Prabowo yang tidak baik seperti itu, kemudian barisan gerombolan ini nih, mereka-mereka ini yang terus-terusan mengatasnamakan rakyat ini, itu mengancam Mas Gibren gitu. Maksudnya ngasih tenggat waktu 7 hari untuk Mas Gibren mundur. Ini maksud maksudnya gimana? Ngasih ancaman kalau tidak mundur kita bakal menggeruduk begitu. Waduh, ini bahaya nih, Teman-teman. Ini ibarat kata kayak ngasih ancaman, oh ini bakal ada bom nih dalam waktu sekian gitu ya. ini yang dilakukan oleh mereka-mereka ini. Makanya saya tadi kan sebutkan kalau mereka-mereka ini sudah tidak tahu malu, sudah tidak tahu malu, aksinya sudah sangat terang-terangan, sangat jelas, eh sekarang ngancam ngasih tenggat waktu 7 hari lah. Anda itu siapa? Mas Gibran, Pak Prabowo sudah sah dilantik secara hukum sudah sah menjadi presiden dan wakil presiden. Kok Anda seperti tidak mentaati hukum di Indonesia?
Enggak akan maju. Tapi kan bukan hitung-hitungan yang akan menentukan. Yang menentukan itu dua hal, eskalasi dari bawah dan eskalasi dari atas dari elit. Elit itu ya Pak Prabowo misalnya Megawati, Suryapalo, Bahlil dan lain sebagainya. Sejauh mana mereka melihat ada political interest atau insentif politik untuk memaksulkan Gibran atau tidak itu dari atas, dari bawah. Sejauh mana masyarakat menghendaki pemasulan tersebut. Saya katakan misalnya kita bicara people power. Kalau people power itu terjadi ya saya kira perubahan akan cepat. Cuman saya kan tidak mengatakan apakah people power bakar terjadi atau tidak. Tapi intinya adalah
bisa dari atas dan bisa dari enggak akan maju. Tapi kan
lagi dan lagi kalau tadi gerombolan itu sekarang Refle Harun yang mana ya masih satu gerombolan sebetulnya ya. Dan Refle Harun juga meneriakan mengenai people alias kekuatan rakyat. Hmm, lagi-lagi ya selalu membawa nama-nama rakyat di sini. Tapi kenapa narasi-narasinya selalu terkesan menghasut ya? Beneran people atau apa nih maksudnya? Mas Eros
PDIP kata Pak Dindu tadi kan kuncinya ada di tiga tokoh ya, salah satunya Ibu Meda. Oh, iya. Tapi kita lihat Mbak Puan sendiri seperti itu gayanya.
Oh iya saya kader PDI
di sini banyak kader PDIP. Saya tahu di sini banyak beda. Anda tadi bicara 98 saya wartawan yang di depannya kalau lihatan sama saat itu. Intinya gini loh. Tolong Ibu Mega kalau memang e suara PDIP anggota PDIP sudah banyak menuntut Anda harusnya maju.
Kalau Anda maju yakin SBY dan PS Pak Presiden pun juga akan ikut.
Iya betul. Jadi jangan suara suara anggota kader-kader PDIP, pendukung PDIP Anda biarkan begitu saja. Terutama hadirnya kader PD
ada kan satu Mas ini bicara banyak jadi tolong Ibu Mega kalau Anda memang bicara Anda sendiri dari kemarin kita lihat resah marah tapi cuma segitu doang gitu loh. Jadi kalau mau ayo saatnya ini karena memang ini rakyat sudah banyak yang resah banyak saya warta hukum dan kriminal ya. Saya tahu banyak banget rakyat yang bunuh diri gara-gara ekonomi, gara-gara kemiskinan. Jadi, tolong Anda kalau punya nurani seperti dulu kita tahu Anda bagaimana berjuang. Saya juga liputan kuda Tuli. Jadi ingat banget saat itu tolong saatnya maju. Insyaallah nanti Pak SB dan Presiden Rabu akan ikut. Jadi tolong ee Puan juga janganlah Anda bermain-main. Anda sudah cukup inilah Anda sebenarnya ketua DPR apalagi di DPR kita tahu PDIP kan suara yang paling banyak dari seluruh partai. Keikut serta kami saya di dalam kasus ini kan karena pertama itu
ketika ketua umum kan menyatakan kalau punya tunjukkan
siapa Bu Megawati katanya. Terus terus dibully.
Berarti ini instruksi Bu Megawati
dibully. Terus saya jawab, “Oh, kalau itu inisiatif.” Jadi gini,
karena katanya kan Bu ketuamu menginstruksikan maksudnya
berarti
wah teman PDI ulangi kader PDIP ada yang nyempil di gerakan pemakzulan Mas Gibran di tuntutannya para purnawirawan TNI. Forum purnawirawan lebih tepat lebih tepatnya forum purnawirawan TNI teman-teman ya. Dituntutannya mengenai pemakzulan Mas Gibran. Terus kemudian Bung Bitor keceplosan menyebut ibu ketumnya. Menyeret Ibu Ketum dalam perihal ini. Oh, jangan-jangan memang benar kalau ada ikut serta partai ini dalam upaya memakzulkan Mas Gibran.
Jadi gini, saat ini PDIP memang sedang berada di e bibir jurang. Oh, jurang
pinggir jurang kehancuran. Benar-benar sedikit lagi mereka akan nyemplung dan hancur.
Nah, untuk menyelamatkan menyelamatkan ee marwah partai ya mereka harus ee menyembunyikan hal-hal yang bisa membuat mereka semakin semakin nyemplung ke jurang.
Oke.
Apa yang mereka sembunyikan? Banyak hal. Yang pertama buzer-bzar. Bzer-bazer ini sudah mulai terendus ee bayarannya dari mana? Dari mana sudah mulai terendus. Kalau ini dibongkar kan kita dengar berita katanya mau dibongkar kan mau dibongkar siapa aja ini mereka bakal kena nih. Tapi menurut PDIP ini enggak enggak terlalu penting kalau bazar ketahuan. He.
Nah, kemudian menurut PDIP juga tidak terlalu penting kalau sampai si Betor menyebutkan bahwa kader-kader PDIP ee banyak yang memalsukan ijazah itu kalau misalnya orang sudah tahu seperti itu enggak penting kan bukan salah PDIP, salah si kader-kader ini kan. Nah, yang berbahaya justru kasusnya Hasto ini menurut saya yang sedang ditutup-tutupi karena memang kasusnya ini itu merambat. Enggak hanya satu petinggi, tapi semuanya itu merambat. Itu kalau ini kita fokus gitu memperhatikan kasusnya Hasto. Memang benar seperti tadi yang dibilang oleh ee abang ya, bahwa ini bisa benar-benar menghancurkan PDIP sehancur-hancurnya. Wah. Oke. Semakin masuk akal nih, Teman-teman. ketika ada teman-teman PDIP, ada para kader PDIP ya yang ikut nyempil di barisan mereka untuk upaya makzulkan Mas Gibran. Kemudian ada tadi keceplosannya Bung Bitor mengenai oh ada seolah dikasih aba-aba sama Ibu Ketum gitu ya. Kemudian ini ada pandangan dari seorang yang pernah ada di gerombolan itu mengenai PDIP yang mana dia mengatakan sebetulnya masalah apa yang dikatakan Bitar soal ijazahnya Pak Jokowi dan lain sebagainya itu PDIP enggak peduli dengan hal itu. Tapi yang ini posisinya membuat PDIP ada di tepi jurang adalah PDIP kasusnya kader PDIP yaitu Pak Sekjennya PDIP itu kan belum selesai yang mana ketika ini nanti semakin diungkap ini semakin membuat PDIP jatuh karena kasusnya Pak Sekjen ini menyeret para orang-orang besar di dalam PDIP di dalam tubuh partai. Jadi semakin masuk akal. Semisalkan begini teman-teman. Jangan-jangan nih upaya-upaya yang dilakukan oleh PDIP ini seperti menyusup di barisan orang-orang yang ingin memakzulkan Mas Gibran, terus mengurusi ijazahnya Pak Jokowi. Ini digunakan PDIP untuk menutupi, membuat pengalihan isu dari kasusnya Pak Asto. Karena jujur saja sejak kasus kasus ijazah Pak Jokowi ini naik lagi, kita hampir saja lupa kalau ada kasus besar yaitu kasusnya Pak Astroanto. Iya enggak? Iya dong. Gimana menurut kalian, Teman-teman? Silakan tulis pendapat kalian di kolom komentar dan terima kasih karena kalian sudah menemani aku dari awal sampai akhir. Aku Jubjub pamit undur diri. Sampai jumpa.
#makar #gulingkan #PRABOWO #gibran
– PURN SLAMET SUBIYANTO AGENDAKAN GERAKAN JALANAN. MAU MENDUDUKI DPR?
– TERCIUM POLITIK ADU-DOMBA, HASUT RAKYAT GULINGKAN PEMERINTAHAN YANG SAH
– SUNARKO PENYAKIT DEMOKRASI
– FACHRUR ROZI BERANDAI PRABOWO MENINGGAL?
– ADVOKAT GEROMBOLAN ANAK ABAH ANCAM GIBRAN MUNDUR, BERI WAKTU 7 HARI
– REFLY SINGGUNG PEOPLE POWER, AWAS JANGAN TERHASUT!
– ORANG-ORANG PDIP IKUT TUNTUT MUNDUR GIBRAN DARI KURSI WAPRES
– BEATHOR KECEPLOSAN SERET MEGAWATI
– KASUS HASTO DILUPAKAN