PLOT: Kasus Mengerikan di Pegunungan Bersalju | Tales Beyond the Tomb Ep 4: White Silence
Hello guys kembali lagi di Channel Droomp dan Selamat datang di Plot Tales Beyond the Tomb Episode 4: White Silence Episode keempat Tales Beyond the Tomb berjudul White Silence membawakan kasus yang cukup berbeda dari beberapa episode pendahulunya, dimana kasus yang diangkat dalam episode kali ini adalah kasus yang masih meninggalkan banyak tanda tanya. Kita ditempatkan dalam sudut pandang seorang jurnalis bernama Aleksei Morozov yang memutuskan untuk melakukan penyelidikan pada sebuah pegunungan tempat insiden tragis terjadi di masa lalu, insiden yang terasa sangat aneh, mengerikan, dan penuh misteri. Di area pegunungan bersalju, terdapat rahasia kuno. Kisah gelap yang tidak pernah dimaksudkan untuk ditemukan… Pada tanggal 17 Agustus tahun 1993 di kota Ivdel, Rusia, seorang jurnalis bernama Aleksei Morozov menghentikan perjalanannya sejenak di pom bensin terdekat untuk membeli segelas kopi. Mendapati sang penjaga toko bernama Mikhail sedang tertidur, ia segera membangunkannya, namun saat mendengar bahwa Aleksei ingin pergi ke Dyatlov Pass, jalur di pegunungan ural yang dilewati oleh sekelompok pendaki pada tahun 1959 tempat mereka semua ditemukan meninggal dalam keadaan misterius, Mikhail seketika menganggap Aleksei sebagai satu orang lagi yang penasaran.
Ia memberitahu salah satu pendaki yang meninggal dalam insiden itu adalah ayahnya bernama Nikolai, dimana saat ayahnya pergi mendaki, ia masih menginjak usia 7 tahun. Aleksei turut berduka cita, namun ia kemudian menyampaikan keinginannya untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi di balik insiden tersebut, mengklaim kematian para pendaki dirasa terlalu janggal dan seharusnya kasus ini dibuka kembali. Mikhail yakin para pendaki tidak mati, melainkan direnggut oleh sesuatu, namun saat ditanyakan apa maksudnya, bukannya menjelaskan, ia malah memperingatkan Aleksei untuk pulang, paling tidak sebelum mendengar kegigihan Aleksei yang mengingatkannya kembali pada keberanian sang ayah. Untuk itu, ia pun membiarkan Aleksei melihat papan memorial di toko berisi foto dan dokumen asli mengenai pendakian di tahun 1959.
Tanpa membuang banyak waktu, Aleksei segera mempelajari informasi yang tertera di papan, dimana dari sana, ia mengetahui bahwa sebelum memulai pendakian ke pegunungan ural, para pendaki berhenti sebentar di desa Vizhay, desa berpenghuni yang terletak paling dekat dengan pegunungan Ural. Mereka mengumpulkan perlengkapan, menetapkan rute, dan beristirahat satu malam dalam kehangatan sebelum menghabiskan waktu di pegunungan yang dingin di hari berikutnya. Sayangnya meski kelompok pendaki diisi oleh orang-orang berpengalaman, pada malam tanggal 1 dan 2 Februari tahun 1959, 9 pendaki dinyatakan menghilang secara misterius saat mereka mendaki Gunung Otorten di Pegunungan Ural Utara. Tubuh mereka ditemukan beberapa hari kemudian dalam keadaan yang tidak dapat dijelaskan secara logika. Tenda dipotong dari dalam dan tubuh para pendaki tersebar di hutan yang tertutup salju beberapa tanpa pakaian, yang lainnya mengalami cedera parah dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan dari luar.
Berbagai dugaan bermunculan, dimulai dari salju longsor, panik massa, uji coba militer rahasia, hingga kejadian supernatural, namun tidak ada satupun teori di atas yang bisa dibuktikan. Diperkirakan suhu mencapai -30°C di malam insiden terjadi. Jalur pendakian kini dikenal sebagai “Dyatlov Pass” sebagai bentuk penghormatan pada sang pemimpin ekspedisi, Mr. Dyatlov.
Meski telah dilakukan banyak penyelidikan, kasus pada akhirnya ditutup tanpa resolusi resmi. Hingga saat ini, jalur pendakian Dyatlov Pass dihindari oleh para penduduk setempat dan pemandu berpengalaman. Artikel lain menyebutkan tentang upaya pencarian yang dilakukan dari udara, dimana dengan metode ini, mereka berhasil menemukan tubuh para pendaki yang tergeletak cukup jauh dari tenda. Setelah mempelajari semua ini, Aleksei sekali lagi diperingatkan oleh Mikhail yang mengatakan bahwa mereka yang berani menginjakkan kaki kesana, tidak pernah kembali dalam keadaan yang sama. Aleksei tidak ingin macam-macam, ia hanya ingin mencari petunjuk yang mungkin tertinggal di sepanjang jalur pendakian. Tepat pada saat itu, Mikhail terdiam sejenak sebelum bertanya, apakah Aleksei mendengar suara barusan. Aleksei tidak mendengar apa-apa selain suara angin dan salju di luar, sehingga Mikhail mengaku ia hanya kelelahan dan membiarkan Aleksei melanjutkan perjalanan sebelum badai menerpa di malam hari. Terakhir, ia memperingatkan Aleksei untuk jangan penrah membiarkan suara-suara di luar sana mengaburkan pikirannya.
Setelah mengambil foto atas papan memorial dan memesan segelas kopi, Aleksei berpamitan pada Mikhail untuk pergi ke desa Vizhay. Namun mendengar ini, Mikhail menjadi kebingungan, karena setahunya desa Vizhay sudah tidak berpenghuni sejak para penduduk setempat memutuskan untuk pindah setelah insden tragis menimpa para pendaki. Untuk apa Aleksei pergi kesana? Aleksei meluruskan bahwa ia menerima surat dari seorang pemandu berpengalaman yang memintanya untuk bertemu di desa itu… Saat hendak menyalakan mesin mobil, Aleksei dikejutkan oleh seorang pria berkacamata hitam yang tiba-tiba saja mengintip ke dalam kaca jendela mobil tanpa mengucapkan sepatah katapun dan pergi begitu saja. Aleksei menanyakan maksud dari tindakan sang pria barusan, namun ia seketika meminta maaf saat sang pria melepas kacamata hitamnya yang mengungkap bahwa ia kehilangan kedua pengelihatannya. Sang pria tidak mempermasalahkan hal itu, mengklaim kehilangan pengelihatan adalah hal terbaik yang pernah ia alami dalam hidup. Hanya dengan cara itu, ia bisa mendengar suara sang dia, dia yang mengawasi pegunungan selayaknya ibu pertiwi. Saat ditanyakan siapa sosok dia yang dimaksud oleh sang pria, sang pria menjelaskan bahwa dia adalah penyihir yang bisa mempengaruhi pikiran manusia dan dia selalu berkeliaran di sekitar pegunungan. Aleksei merasa pria di hadapannya tidak sedang dalam keadaan baik-baik saja, namun ia dibuat terkejut ketika sang pria memperingatkannya untuk berhati-hati dengan langsung menyebut namanya, mengklaim cuaca dingin dapat mempengaruhi pikiran. Sang pria mengaku mengetahui nama Aleksei dari sang penyihir. Meski sedikit ketakutan, Aleksei tidak ingin terlalu memikirkannya dan berangkat menuju desa Vizhay… Aleksei berhenti sejenak di tengah perjalanan untuk memotret pemandangan indah, sebelum kemudian setibanya di desa Vizhay, ia segera menemui Viktor yang tampak sedang mengurusi kuda peliharaannya. Viktor mengenali Aleksei sebagai orang yang mengiriminya surat satu bulan lalu, namun sebelum terlambat, ia memperingatkan bahwa suhu dingin di pegunungan dapat mengcaukan pikiran dan bahkan menyebabkan halusinasi. Barulah setelah memastikan bahwa Aleksei memahami resiko yang bisa saja terjadi, ia berjanji akan memandu, mengklaim ia tidak melakukan ini untuk uang, melainkan karena ia mengagumi keberanian Aleksei. Sebelum memulai pendakian di hari esok, Viktor meminta Aleksei untuk beristirahat di rumahnya terlebih dahulu. Aleksei meletakkan tas di ruang kamar dan berbincang santai dengan Viktor di dekat perapian, dimana melalui perbincangan ini, Viktor kerap kali berbicara tentang bagaimana pegunungan yang hendak mereka tuju akan selalu mengawasi, mendengar, menunggu, dan terkadang melakukan sesuatu yang tidak disangka-sangka. Aleksei, di sisi lain, juga merasa ada yang aneh dengan udara di sekitar sini, ia merasa diawasi setiap saat. Viktor tidak membantahnya, mengatakan nanti Aleksei akan mengerti sendiri alasan di balik peraasaannya itu, gunung memiliki mata dan memori. Tidak ingin melakukan pendakian dalam keadaan kurang tidur, Aleksei memutuskan untuk beristirahat. Di hari berikutnya, Aleksei membawa serta tas dan beberapa perlengkapan yang disediakan oleh Viktor, dan sebelum berangkat, ia mengambil foto atas Viktor terlebih dahulu… Selama melakukan pendakian di sepanjang Dyatlov Pass, Aleksei harus memperhatikan suhu tubuh dan membuat api unggun untuk menghangatkan diri. Ia juga harus melihat ke sekeliling untuk mencari peninggalan para pendaki, di antaranya catatan, foto, dan audio tape yang tersebar di beberapa titik. Akan kita simpan nanti untuk babak penjelasan. Viktor menuntun Aleksei ke tempat 2 tubuh pendaki pertama ditemukan dalam keadaan setengah telanjang dan tanpa alas kaki, seolah mereka melarikan diri dari sesuatu dengan panik. Kemungkinan kedua pendaki tersebut mengalami Paradoxical Undressing, gejala berbahaya dari hipotermia parah yang terjadi ketika seseorang tiba-tiba saja merasakan sensasi hangat di tengah cuaca dingin yang sangat ekstrim sampai-sampai mereka tertipu untuk melepaskan pakaian mereka sendiri. Dulu kabin-kabin yang ada di sekitar sini digunakan oleh para pemburu, namun sejak Insiden Dyatlov Pass, secara perlahan dibiarkan terbengkalai. Mereka bilang pegunungan di wilayah ini terkutuk.
Setelah memotret 2 salib yang ditancapkan sebagai simbol tempat ditemukannya 2 tubuh pendaki, pengelihatan Aleksei tiba-tiba terganggu dan ia mulai mendengar suara-suara bisikan aneh. Keberadaan Viktor tidak bisa ditemukan dimana-mana, dan lebih parahnya lagi, Aleksei mendapatkan pengelihatan atas 2 tubuh pendaki yang baru saja mereka bicarakan. Dalam situasi seperti ini, ia harus diam, karena kalau tidak… Sesuatu akan merenggutnya.
Saat tersadar, Aleksei mendapati diri berada di salah satu kabin dan menyadari keberadaan Viktor di luar, menanyakan keadaannya. Viktor tidak menjelaskan apa yang baru saja terjadi, tapi tampaknya ia cukup mengkhawatirkan kondisi Aleksei, sehingga ia membiarkannya beristirahat terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan. Di sepanjang perjalanan, Aleksei menemukan sehelai kain dengan bekas darah kering dan topi kupluk yang tersangkut di pepohonan, seolah menyiratkan padanya bahwa kelompok pendaki benar-benar sedang berada dalam bahaya malam itu. Bagaimanapun juga, satu hal yang tidak bisa ia lupakan adalah kejadian aneh yang ia alami sebelumnya. Ia tidak tahu apa maksud dari pengelihatan yang ia dapatkan, mengenai 2 tubuh pendaki yang terkubur di salju, tapi bukannya menanggapi pengelihatan itu sebagai peringatan, Aleksei justru semakin termotivasi untuk mencari tahu kebenarannya. Aleksei dan Viktor memutuskan untuk membangun tenda saat langit sudah berganti malam dan membagi tugas, dimana sementara Aleksei mengumpulkan kayu bakar, Viktor… duduk santai mengahangatkan diri… Setelah meletakkan kayu bakar sebagai persiapaan bahan bakar api unggun, Aleksei mendapatkan panggilan alam yang mengharuskannya untuk berusaha sekuat tenaga mengendalikan adek kecilnya… Viktor menyarankan Aleksei untuk beristirahat karena pendakian di hari esok akan lebih sulit. Saat jam menunjukkan pukul 3:27 pagi, Aleksei tidak sengaja terbangun dan menyadari kaki seseorang tepat di depan tendanya. Ia mengenali kaki itu sebagai kaki Viktor dan memanggilnya berulang kali, namun bukannya menjawab, Viktor malah berjalan pergi, tidak memberikan Aleksei pilihan lain selain beranjak dari kasur dan mulai mencari ke sekitar. Upaya pencarian ini malah tidak sengaja membawanya ke dalam memori masa lalu para pendaki yang ditemukan tewas di wilayah itu. Memori pertama menempatkannya dalam sudut pandang salah seorang pendaki yang sedang menggenggam kapak es dan dihantui oleh sesosok bayang-bayang misterius. Ia baru saja membunuh rekan timnya. Memori kedua menunjukkannya pada saat-saat terakhir seorang pendaki yang hanya bisa mengangkat salah satu tangannya sebelum menghembuskan napas terakhir.
Aleksei tidak mengerti apa yang berusaha disampaikan padanya, namun ia kemudian menemukan Viktor sedang berdiri diam di ujung tebing. Saat dipanggil, Viktor memutar balikkan badannya dan melihat ke arah Aleksei dalam diam, menyiratkan ada sesuatu di belakang Aleksei. Aleksei menoleh ke belakang… Itu semua hanya mimpi buruk. Terbangun di pagi berikutnya, Aleksei segera mencari penjelasan perihal mimpi buruk semalam, dan Viktor mengingatkannya kembali tentang bagaimana angin di pegunungan dapat memberikan efek halusinasi. Lalu perihal keberadaan 2 salib di area sekitar, Vikor mengkonfirmasi bahwa seperti dugaan Aleksei, 2 tubuh pendaki lainnya ditemukan di sekitar sini. Namun tidak seperti 2 pendaki sebelumnya yang ditemukan dalam keadaan setengah telanjang, kedua pendaki kali ini mengenakan pakaian hangat. Alasan Viktor tidak pernah menyebutkan nama para korban adalah karena ia percaya hal itu hanya akan membawa kesialan bagi mereka berdua. Aleksei menyeruput kopi panas buatan Viktor dan menanyakan apakah tadi pagi Viktor sempat berdiri di depan tendanya. Viktor mengaku tidak melakukan itu, semalam ia menghabiskan waktu untuk duduk santai di dekat api unggun sebelum tidur. Lega mengetahui kejadian semalam hanya mimpi buruk, Aleksei melanjutkan perjalanan bersama Viktor… Viktor menghentikan langkahnya di tengah perjalanan dan mengatakan bahwa ini adalah tempat ditemukannya tubuh Mr. Dyatlov selaku pemimpin kelompok pendakian. Dyatlov diduga menuntun para anggotanya ke tempat yang tidak diketahui, seolah ia mengerti apa yang menanti mereka di pegunungan itu. Merasa ada sesuatu yang tidak beres di sekitar sini, Aleksei mengusul agar mereka segera melanjutkan perjalanan. Jurang curam mengharuskan mereka untuk menyeberang menggunakan kapak es dengan sangat berhati-hati, dan meski Aleksei hampir saja terjatuh setelah terkena sedikit longsor salju, ia pada akhirnya berhasil mencapai sisi lain tebing, diikuti oleh Viktor.
Viktor menunjukkan Aleksei pada goa yang tidak ditandai di peta manapun dan memperingatkannya untuk jangan memasukinya, mengklaim tidak ada apa-apa di dalam sana selain kegelapan. Mendengar ini, Aleksei malah semakin bersemangat untuk menelusurinya demi mencari tahu apa yang terjadi pada para pendaki yang memasukinya. Untuk itu setelah memotret jalan masuk goa, ia mulai menelusuri area goa dengan hanya menggunakan senter sebagai sumber penerangan. Di tengah penelusurannya, Aleksei lagi-lagi mendapatkan pengelihatan yang menempatkannya dalam sudut pandang salah seorang pendaki. Pendaki itu dihantui oleh sosok bayang-bayang sama yang kali ini memerintahkannya untuk membunuh rekan timnya sendiri dengan membentur-benturkan kepalanya ke dinding goa… Saat situasi kembali normal, Aleksei menyadari keberadaan simbol aneh di dinding goa dan menemukan tubuh pendaki yang sudah mati. Penampakan sosok bayang-bayang terlihat jelas. Merasa ada sesuatu yang terus mengawasinya, ia bergegas mencari jalan keluar, hanya untuk tidak sengaja bertemu dengan Viktor yang tampak sedang sibuk mencari sesuatu… Entah apa yang terjadi berikutnya. Bangun-bangun, Aleksei mendapati diri terjebak di area goa sempit bersama rangka tulang manusia yang berserakan dimana-mana. Bola mata mulai memenuhi dinding goa, mengharuskan Aleksei untuk diam, paling tidak sebelum ia jatuh pingsan dan tersadar di hadapan Viktor. Viktor menjelaskan bahwa begitu mendengar suara jeritan Aleksei, ia bergegas mencari ke dalam goa dan menemukannya dalam keadaan tak sadarkan diri. Ia pikir Aleksei sudah mati. Aleksei, di sisi lain, tidak ingat jelas apa yang baru saja terjadi, dan meski sudah banyak hal yang mengganggu di sepanjang pendakian, ia tidak ingin menyerah untuk mencari lebih banyak petunjuk. Malam kedua. Viktor dan Aleksei membangun tenda dan menghangatkan diri. Aleksei menyantap makan malam dan Viktor memainkan harmonika yang menurut kepercayaan kakeknya dapat mengusir roh jahat. Namun tanpa sepengetahuan mereka berdua, ada sesuatu yang berjalan di balik pepohonan… Kelelahan, Viktor memutuskan untuk beristirahat. Sementara itu, Aleksei yang tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan melakukan penelusuran ke sekitar untuk mencari petunjuk. Penelusurannya ini membawanya ke area kemah terbengkalai, tempat 2 tenda ditinggalkan dalam keadaan setengah terkubur. Seusai mengambil foto atas area kemah tersebut, Aleksei memutuskan untuk beristirahat… Aleksei terbangun pada pukul 1:55 pagi karena api unggun padam, namun saat ia hendak membangunkan Viktor, ia tidak bisa menemukannya di dalam tenda. Mencari ke sekitar, ia malah tidak sengaja menemukan bunker di dekat area kemah terbengkalai yang sebelumnya jelas-jelas tidak ada disana. Dan saat ia mencari ke sisi lain kemah, ia melihat Viktor dari kejauhan yang anehnya menghilang begitu didekati, meninggalkan pakaian hangat. Namun sebelum bisa mencerna apa yang sebenarnya terjadi, suara gemerisik terdengar di balik semak-semak, melompat dari satu tempat ke tempat lain. Senter mati… dan jejak kaki terlihat dengan jelas di hadapannya. Aleksei memotret apapun yang ada di depan mata, seketika mempertemukannya kembali dengan sosok bayang-bayang yang kali ini berjalan menghampirinya. Situasi ini memaksa Aleksei untuk melarikan diri sekuat tenaga menembus dinginnya udara di sekitar dan mengabaikan monster mata yang beberapa kali muncul sekilas di pengelihatannya. Sampai di ujung tebing, ia menoleh ke belakang dan tidak menemukan seorang pun, paling tidak sebelum sosok bayang-bayang mengejutkannya dan tidak sengaja menjatuhkannya dari ketinggian. Sosok bayang-bayang terlihat menyerupai Viktor saat Aleksei sedang terjatuh di udara… Aleksei mendapatkan kembali kesadarannya di tengah hamparan salju yang begitu luas, namun beruntung sebelum mati kedinginan, ia menemukan goa untuk mengangatkan diri sejenak. Saat sudah hampir kehilangan harapan, seseorang menghampirinya, dan dia adalah Viktor. Viktor terkejut setelah menyadari apa yang baru saja terjadi, mengklaim tadi subuh ia pergi mencari tempat untuk buang air dan saat kembali ke area kemah, ia mendapati api unggun sudah padam dan tidak bisa menemukan keberadaan Aleksei. Saat mendengar pengakuan Aleksei tentang bagaimana ada sosok bayang-bayang yang mengejarnya, Viktor untuk kesekian kalinya mengingatkan bahwa pegunungan ini menyimpan rahasia yang tidak mereka ketahui dan cuaca dingin dapat menyebabkan efek halusinasi. Di titik ini, Viktor menyarankan Aleksei untuk lebih baik pulang saja, namun Aleksei tetap berpegang teguh pada pendiriannya untuk menyelidiki sampai ke tempat perkemahan terakhir para pendaki, tidak memberikan Viktor pilihan lain selain mengabulkan permintaannya.
Aleksei tidak tahu apa yang membuatnya masih bertahan hidup hingga saat ini, namun ia percaya ada sesuatu yang menunggunya di ujung pendakian… Viktor menunjukkan tempat ditemukannya tubuh para pendaki terakhir yang kondisinya agak janggal, tulang rusuk patah dan tengkorak retak, seolah mereka diserang beruang. Yang membuatnya janggal adalah seharusnya tidak ada beruang di sekitar pegunungan ini. Aleksei tidak bisa berkata-kata, ia memotret lokasi tersebut dari kejauhan dan melanjutkan perjalanan menuju area perkemahan terakhir.
Di sepanjang perjalanan, ia beberapa kali mendapatkan pengelihatan, tentang tubuh seorang pendaki perempuan yang dibiarkan terbaring di atas salju dengan kondisi mulut, tangan, dan kaki terikat. Dan tentang para pendaki yang tampak sedang memuja-muja makhluk mata raksasa. Viktor juga ikut terkena imbasnya hingga jatuh kehilangan kesadaran, memaksa Aleksei untuk menyeret tubuhnya sembari mencari tempat yang aman. Sayang di tengah upayanya ini, ia kehabisan tenaga dan ikut pingsan setelah sekilas melihat penampakan seseorang di atas tangga… Saat tersadar, Aleksei tidak bisa menemukan keberadaan Viktor dan memutuskan untuk menaiki tangga menuju semacam altar dengan simbol aneh, yang begitu difoto memunculkan sosok para pendaki yang seolah melakukan semacam ritual pada Aleksei. Begitu pengelihatan berakhir, Aleksei mendapati Viktor sedang berdiri diam sambil membawa kapak es dan menyadari bekas tetesan darah di lantai. Ia memanggil Viktor dan menghampirinya, hanya untuk berakhir kehilangan kesadaran sekali lagi.
Aleksei tidak bisa membedakan yang nyata dan yang tidak. Tahu-tahu ia terbangun di atas altar dalam keadaan pusing dan didorong oleh seseorang dari belakang saat hendak menuruni tangga… Belum sempat melihat siapa yang mendorongnya, orang itu sudah menghilang entah kemana, dan dalam keadaan pincang, Aleksei memaksa dirinya untuk bangkit berdiri dan berjalan. Ia melihat sosok bayang-bayang salah seorang pendaki di masa lalu dan ditipu oleh pikirannya sendiri dengan keberadaan api unggun. Beruntung kabin hangat yang terlihat dari kejauhan benar-benar nyata, sehingga ia bergegas memasukinya dan menghangatkan diri. Disana ia menemukan selembar foto yang menunjukkan beberapa anggota pendaki dan secarik catatan berisi peringatan akan seseorang, “Jika dia mengetahuinya, semuanya akan berakhir. Kebenaran tidak boleh terungkap. Tidak untuk saat ini.” Di tengah Aleksei sedang menyelidiki sekitar, Viktor datang menghampirinya sambil membawa kapak es… Kita lalu berganti sudut pandang pada Viktor yang telah mengikat Aleksei dan melemparkan tubuhnya ke luar. Ia mengambil sebuah kapak, dan sembari berjalan secara perlahan menghmapiri Aleksei, ia teringat kembali dengan beberapa korban yang mati di tangannya, sebelum kemudian… Tubuh Aleksei dibawa pergi dari sana.
Selama ini, Aleksei berusaha mencari kebenaran yang tersembunyi, namun sekarang ia tahu beberapa kebenaran tidak dimaksudkan untuk ditemukan… Seorang jurnalis lokal bernama Aleksei Morozov dinyatakan menghilang di pegunungan ural utara. Saat dilakukan penyelidikan, tim pencari tidak berhasil menemukan satupun peralatan yang dibawa oleh Aleksei, dan karena tidak ditemukan petunjuk mengenai keberadaannya, kasus pun ditutup. Pihak berwenang menyebut bahwa faktor utama menghilangnya Aleksei disebabkan oleh cuaca yang ekstrim dan medan yang berbahaya. Aleksei diduga telah meninggal. 5 tahun kemudian, teman Aleksei datang mengunjungi desa Vizhay untuk menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi. Ia menyesal membiarkan Aleksei pergi sendirian ke tempat seperti ini. Berjalan memasuki rumah Viktor yang tampak sudah terbengkalai, ia menemukan selembar catatan peninggalan Viktor di dekat kapak yang tertancap di atas meja. Catatan itu berisi pemikiran Viktor tentang sesuatu yang berdiam di pegunungan. Sesuatu yang berdiam di pegunungan bukanlah manusia atau roh. Itu adalah kekuatan kuno yang hidup dengan cara menyantap manusia – bukan tubuhnya, melainkan pikirannya, terutama mereka yang memiliki rasa penasaran yang besar. Dia tidak membunuh karena terpaksa, dia membunuh karena rasa penasaran. Seakan-akan kita hanya bisikan-bisikan terhadap sesuatu yang tidak pernah ingin dipahami. Dia mendistorsi waktu, alasan, dan realita. Dia adalah gunung itu sendiri. Atau mungkin sesuatu yang disembunyikan oleh gunung. Kekosongan yang memiliki kesadaran. Tempat dimana hukum kehidupan dan kematian tidak lagi masuk akal. Disana rasa dingin tidak membunuh, melainkan merubah. Aku akan menuntun mereka. Aku akan menuntun mereka menuju takdir mereka. Viktor D. Selain itu, teman Aleksei juga menemukan catatan yang ditinggalkan oleh Aleksei sesaat sebelum memulai pendakian. Aleksei mengaku merasa ada yang aneh dengan Viktor. Viktor berbicara seakan-akan ia sudah tahu segalanya tentang pegunungan yang hendak mereka tuju, seolah ia sudah hidup di daerah pegunungan dalam waktu yang lama. Tapi bagaimanapun juga, Aleksei merasa lebih aman jika ada teman mendaki. Sebuah bingkai foto yang sudah tertutup debu mengungkap foto atas kesembilan anggota pendaki yang ditemukan tewas pada tahun 1959, dan Viktor adalah salah satunya. Di titik inilah, terungkap bahwa Viktor adalah sang pemimpin kelompok pendaki. Nama lengkapnya adalah Viktor Dyatlov. Tapi teman Aleksei menjadi semakin bingung setelah membaca catatan peninggalan Aleksei. Viktor sudah meninggal pada tahun 1959 bersama seluruh anggota pendaki lainnya. Lalu siapa yang menuntun Aleksei 5 tahun lalu?
Di bagian akhir game, kita diperdengarkan pada suara rekaman Viktor sesaat sebelum ia memimpin kelompok pendaki pada tahun 1959… Begitulah kisah Tales Beyond the Tomb Episode keempat White Silence yang diakhiri dengan reference dari ending film The Shining. Tidak seperti beberapa seri pendahulunya, episode kaii ini membawakan cerita yang jauh lebih rumit dan sulit dipahami. Untuk itu, mari kita masuk ke dalam babak penjelasan. Pada tahun 1959, terdapat 8 anggota pendaki gunung yang memutuskan untuk melakukan pendakian ke pegunungan ural utara di bawah pimpinan seorang pemandu profesional bernama Viktor Dyatlov. Viktor sudah dikenal sebagai seorang pemandu profesional yang mengetahui seluk beluk pegunungan, mulai dari medan, cuaca, hingga ke jalur mana yang harus mereka tempuh. Dia lahir dan dibesarkan di area pegunungan.
Tapi entah kenapa satu hari sebelum mereka mulai melakukan pendakian, Viktor tiba-tiba merasa ada seuatu yang tidak beres. Untuk jaga-jaga, ia membuat rekaman suara atas dirinya, menjelaskan apa yang ia rasakan malam itu. Ia merasa ada sesuatu yang berbeda, udara dingin di luar terasa sangat berat dan seperti ada sesuatu yang terus mengawasi. Ia sudah mencoba memperingatkan kedelapan pendaki yang hendak melakukan pendakian bersamanya, memberitahu tentang bagaimana ada cerita mengenai gunung yang tidak ingin didaki. Namun bukannya waspada, mereka malah tertawa dan menganggap cerita itu sebagai takhayul belaka. Viktor sendiri tidak tahu apakah cerita itu benar-benar nyata atau tidak, tapi yang pasti, kalau mereka tidak selamat, berarti ada sesuatu di luar sana. 25 Januari tahun 1959, mereka bersembilan, di antaranya Viktor, Sergey, Nadya, Leonid, Nikita, Mila, Olga, Dimitri, dan Nikolai mulai melakukan pendakian dengan semangat. Semuanya tampak baik-baik saja, mereka menikmati pemandangan yang indah dari atas pegunungan bersalju. Namun pada suatu malam, Sergey terbangun oleh suara dentuman keras yang terdengar seperti langkah kaki berat. Saat ia memeriksa ke luar tenda, ia tidak bisa menemukan apa-apa. Tidak ada jejak kaki sama sekali, hanya ada suara yang terus-terusan menggema dalam pikirannya. Sergey merasa ada sesuatu yang mengikuti mereka. Di hari ketiga pendakian, Nadya mulai menyadari ada yang janggal dengan Viktor Dyatlov selaku pemandu mereka. Viktor selalu mengatakan bahwa ia tahu jalannya, tapi entah kenapa ia terlihat kurang meyakinkan. Ia juga menjadi sangat diam, tidak bereaksi dengan perkataan para anggota pendaki lain, dan ada saatnya ia pergi meninggalkan grup selama berjam-jam berkeliaran sendirian. Ia lalu kembali dalam keadaan basah kuyup dan tampak sedang menyembunyikan sesuatu di balik mantelnya. Di malam hari, Viktor tidak menyantap makan malam dan hanya menatap ke arah salju yang berjatuhan. Nadya tidak tahu apakah Viktor sedang sakit atau terlalu takut untuk mengatakan sesuatu.
Tidak sampai disana, di hari berikutnya saat Nadya menunjuk ke arah puncak bukit untuk memberitahu teman-temannya akan keberadaan siluet aneh yang terlihat sedang berdiri diam, Viktor sama sekali tidak terkejut, melainkan ia malah mengatakan bahwa siluet itu adalah beruang. Leonid yakin siluet yang mereka lihat bukan beruang, melainkan sesuatu yang mengawasi mereka dari kejauhan. Dimitri berusaha mengambil foto, namun siluet menghilang sebelum ia berhasil memotretnya. Saat mereka menyelidiki langsung ke atas bukit, mereka tidak menemukan apa-apa. Viktor tidak berbicara sepanjang hari sejak peristiwa tersebut.
Di malam hari, seluruh anggota pendaki sepakat bahwa ada sesuatu yang benar-benar tidak beres disini. Keheningan terasa tidak normal, udara di pegunungan seakan-akan selalu mendengar mereka, dan terkadang ada suara-suara bisikan yang memanggil nama mereka. Semuanya tidak bisa tidur malam itu, sedangkan Viktor sendiri duduk di luar tenda tanpa mengenakan mantel dan menatap ke arah langit malam. Di hari esok, mereka seolah dibawa berputar-putar oleh Viktor, melewati batu yang bahkan sudah mereka tandai sebelumnya. Tapi aneh, batu itu bergser beberapa meter dari tempat seharusnya, seakan-akan mereka terjebak di loop tak berujung yang melawan hukum realita. Viktor mengatakan mereka sudah dekat tapi ia tidak lagi mengecek peta. Nadya juga mengaku sempat melihat Viktor berbisik-bisik di tengah pendakian padahal tidak ada seorang pun yang berada di dekatnya. Hal ini sejalan dengan pengakuan Mila yang mengaku menyaksikan Viktor berbisik-bisik dengan bahasa asing, dan saat Viktor menyadari keberadaannya, Viktor hanya memberikan senyuman, senyuman yang terasa sangat-sangat aneh. Hari demi hari berlalu, dan karena persediaan makan minum sudah habis, beberapa pendaki mulai menyerah. Yang lainnya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan dan menemukan goa gelap misterius yang tidak ada di peta. Mereka berdiskusi untuk menentukan apakah sebaiknya mereka memasukinya atau tidak, dan karena lebih banyak yang setuju untuk memasukinya, mereka pun berjalan masuk ke dalam sana. Ini adalah kesalahan besar, bayang-bayang misterius mulai menampakkan diri dan membisiki Viktor yang sejak hari pertama pikirannya sudah mulai terganggu untuk menghabisi anggotanya sendiri.
Dari titik ini kedepan, Viktor akan diam-diam menghabisi anggotanya yang dirasa sudah curiga dengan dirinya. Namun pembunuhan yang ia lakukan berdasar atas perintah bisikan gunung… Sementara itu, ada juga beberapa anggota pendaki yang terpengaruh oleh bisikan misterius, sehingga mereka mulai bertingkah aneh seperti menatap ke satu titik dengan tatapan kosong. Meski telah kehilangan beberapa teman, baik itu mati dibunuh Viktor atau mengalami paradoxical undressing, entah kenapa selalu ada saja sesuatu yang seolah mendorong mereka untuk tetap melanjutkan pendakian. Hal ini dibuktikan dari catatan peninggalan Olga yang berbicara tentang bagaimana salah satu temannya bernama Leonid bersikeras ingin melanjutkan pendakian dengan alasan bahwa mereka sudah hampir menemukan sesuatu yang sangat besar. Bahkan di tengah perjalanan, Leonid tiba-tiba menggali lubang, mengklaim ia mendengar suara yang datang dari bawah, suara senandung konstan yang terdengar seperti detak jantung gunung. Ia menyebut suara itu sebagai sebuah panggilan.
Bagaimanapun juga, pendakian berakhir ketika Viktor menuntun mereka yang masih tersisa ke semacam altar. Ia mengatakan hanya orang yang sudah ditandai yang bisa melihat altar tersebut. Altar yang dimaksud tidak lain adalah altar yang bisa kita lihat di bagian akhir game. Dan para pendaki yang ditandai adalah mereka yang sudah terpengaruh oleh bisikan misterius. Itu tadi adalah pengalaman buruk yang dialami oleh kelompok pendaki, tapi apa yang sebenarnya terjadi di balik seluruh kejadian mistis yang menghantui mereka? Pertanyaan ini bisa terjawab melalui catatan peninggalan Viktor yang ditemukan di bagian akhir game, dimana melalui catatan itu, dijelaskan bahwa pegunungan yang mereka tuju menyimpan semacam kekuatan kuno dan hidup dengan cara menyantap manusia, bukan menyantap tubuh mereka, melainkan pikiran. Orang-orang yang terlalu penasaran dengan gunung itu akan menjadi sasaran empuk. Lebih lagi, gunung dapat mendistorsi waktu dan realita, membuat perjalanan mereka terasa sangat membingungkan dan terkadang dibawa berputar-putar. Nah satu hari sebelum mulai melakukan pendakian, Viktor sudah terpengaruh oleh suara-suara bisikan gunung yang memerintahkannya untuk menuntun anggota pendaki menuju altar, tempat mereka semua hendak dijadikan santapan oleh gunung. Itulah kenapa seluruh anggota pendaki sepakat bahwa seiring berjalannya waktu, Viktor bertingkah semakin aneh, menatap ke arah langit malam dalam diam, berbisik-bisik sendiri, memberikan senyuman yang sangat aneh, mengabaikan penemuan mereka terhadap siluet misterius di atas bukit, dan lain sebagainya. Saat ada anggota pendaki yang mulai mengungkapkan kecurigaannya pada Viktor, sosok bayang-bayang misterius yang merupakan perwujudan dari makhluk gunung membisiki Viktor untuk menghabisinya. Pada akhirnya, para pendaki yang sudah ditandai, mereka yang menerima bisikan gunung, berhasil dipancing oleh Viktor ke altar untuk dijadikan santapan bagi gunung. Viktor juga menjadi salah satu korban yang tewas di area pegunungan. Saat tim pencari dikerahkan kesana, mereka mendapati seluruh anggota pendaki tewas dalam keadaan yang janggal, sehingga sampai saat ini, pihak berwenang masih belum bisa memastikan apa yang benar-benar terjadi. Jalur pendakian ini kemudian dinamai sebagai Dyatlov Pass untuk menghormati sang pemimpin kelompok pendakian, Viktor Dyatlov.
Pada tahun 1993, seorang jurnalis bernama Aleksei Morozov memutuskan untuk melakukan penyelidikan demi memenuhi rasa penasarannya. Ia mencari seorang pemandu yang bisa membantunya melakukan pendakian di jalur Dyatlov Pass dan menemukan seseorang bernama Viktor. Tapi bukannya Viktor sudah mati? Viktor seolah dibangkitkan kembali oleh kekuatan gunung agar ia bisa menuntun Aleksei ke altar untuk dijadikan santapan berikutnya. Hal ini terbukti dari catatan peninggalan Viktor yang bisa kita temukan di ruang kamarnya, dimana melalui catatan itu, ia mengatakan bahwa ia bermimpi tentang tempat-tempat yang belum pernah ia kunjungi, tentang wajah manusia yang tidak ia kenali, tapi pada satu titik, ia mendapatkan kembali seluruh ingatannya dan dapat mengingat dengan jelas tempat dan wajah tidak familiar yang ada di mimpinya itu. Ia merasa seakan-akan sudah pernah menjalani kehidupan itu di masa lalu. Lebih lagi, ia menekankan bahwa ia hanyalah sebuah instrumen yang sama dengan nama yang berbeda di waktu yang berbeda. Pernyataan inilah yang membuktikan bahwa Viktor dibangkitkan kembali oleh kekuatan gunung, ia hidup dalam instrumen atau tubuh yang sama tapi di waktu yang berbeda.
Saat Aleksei mampir ke pom bensin dan memberitahu Mikhail selaku penjaga toko yang juga merupakan anak dari salah satu pendaki yang menghilang, yaitu Nikolai, bahwa ia hendak pergi ke desa Vizhay untuk menemui seorang pemandu, Mikhail menjadi sedikit kebingungan karena setahunya desa itu sudah ditinggalkan oleh para penduduk setempat sejak insiden Dyatlov Pass. Perkataan Mikhail sudah menjadi bukti nyata bahwa desa Vizhay sebenarnya sudah tidak berpenghuni, tapi Aleksei malah bertemu dengan Viktor Dyatlov yang seharusnya sudah lama mati.
Orang yang tiba-tiba mengintip ke dalam jendela mobil Aleksei kemungkinan adalah pengikut “dia” yang berdiam di gunung. Ia mengatakan ada penyihir yang berdiam di gunung, penyihir yang dapat mempengaruhi pikiran manusia. Awalnya perkataannya ini terdengar seperti omong kosong belaka, paling tidak sebelum ia menyebut nama Aleksei dan memberitahu bahwa ia mengenali Aleksei karena penyihir telah membisikinya. Tidak ada penjelasan pasti tentang identitas di balik pria yang satu ini, selain bahwa dia kemungkinan adalah orang yang sudah terpengaruh oleh bisikan gunung dan diutus untuk mencarikan lebih banyak korban. Bagaimanapun juga meski Aleksei merasa ada yang tidak beres dengan Viktor, ia tetap melakukan pendakian bersamanya demi memenuhi rasa penasaran terhadap apa yang sebenarnya terjadi pada para pendaki di tahun 1959. Akibatnya di sepanjang pendakian, ia secara perlahan mulai terpengaruh dengan bisikan gunung yang memberikannya efek halusinasi, entah itu mendapatkan pengelihatan masa lalu korban, mengalami mimpi buruk, dikejar oleh sosok bayang-bayang, dan lain sebagainya.
Pada akhirnya, Viktor berhasil menuntun Aleksei ke altar untuk dijadikan santapan bagi gunung, namun Aleksei berhasil melawan dan melarikan diri ke sebuah kabin tempat ia menemukan secarik catatan aneh, berisi pesan yang berbunyi, “Kalau dia mengetahuinya, semuanya akan berakhir. Kebenaran tidak boleh terungkap. Tidak untuk saat ini.”
Tidak ada kejelasan mengenai siapa yang menulis catatan ini. Kami hanya bisa berasumsi bahwa itu adalah pesan dari gunung untuk Viktor, memperingatkan Viktor untuk jangan biarkan Aleksei melarikan diri dari area pegunungan, karena dengan begitu, seluruh kebenaran misterius akan terungkap dan gunung tidak bisa lagi mendapatkan santapan baru.
Sial baru saja membaca surat ini, keberadaan Aleksei segera diketahui oleh Viktor yang kemudian mengikat tubuhnya, melemparnya ke luar, dan menghabisinya. Saat berjalan menghampiri Aleksei, Viktor beberapa kali teringat dengan pembunuhan yang ia lakukan di masa lalu. Viktor menyembunyikan tubuh Aleksei dan pihak berwenang tidak berhasil menemukannya. 5 tahun kemudian, teman Aleksei datang untuk menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi, dimana disana ia dibuat bingung ketika mengetahui bahwa Aleksei melakukan pendakian bersama Viktor Dyatlov yang sudah dinyatakan tewas hampir 40 tahun yang lalu. Begitulah penjelasan yang bisa kami simpulkan untuk game Tales Beyond the Tomb Episode 4 White Silence. Kisah yang diangkat dalam game ini sebenarnya didasarkan pada kasus nyata bernama Dyatlov Pass Incident, ketika 9 pendaki berpengalaman tewas di Pegunungan Ural Utara pada tanggal 1 atau 2 Februari tahun 1959 dalam keadaan yang sangat misterius. Ada banyak teori mengerikan yang berseliweran terkait kasus ini. Kalau dibandingkan dengan cerita game Tales Beyond the Tomb, tentu kita akan menemukan beberapa perbedaan, dari nama hingga detail kejadian, dan untuk itu, kami akan membahas kasus Dyatlov Pass Incident di video yang terpisah. Bagaimana menurut kalian? Silakan berpendapat aja di kolom komentar di bawah. Request bisa dengan reply komen yang kami pin atau dm ke instagram kami di @droomp1. Jangan lupa untuk kasi like kalau kalian suka dengan konten-konten kami. Dan tentunya terima kasih banyak kepada kalian semua yang sudah menonton dan merequest video ini. And see you guys in the next video. Stay Romp!
Seluruh Alur Cerita Game Tales Beyond the Tomb Episode 4 White Silence
Tales Beyond the Tomb Ep 4 mengangkat kasus mengerikan yang masih meninggalkan tanda tanya besar, kasus penuh misteri yang terjadi pada 9 pendaki soviet di Pegunungan Ural
Game: https://store.steampowered.com/app/3655960/Tales_Beyond_The_Tomb__White_Silence/
Subscribe – https://www.youtube.com/channel/UC1cu3C3XRmGee8b1jifMQWA?sub_confirmation=1
Dukung kami melalui link dibawah ini (Jangan Pakai Duit Ortu)
https://saweria.co/droomp
Channel banner by @dzikrighoul
Follow us:
Twitter – https://twitter.com/Droomp1
Instagram – https://www.instagram.com/droomp1/
CHAPTERS:
00:00 Opening
00:41 Plot
28:17 Explanation
41:13 Closing
FOOTAGE USED:
1. [Droomp Plays] “Misteri Mengerikan di Pegunungan Bersalju, Tales Beyond the Tomb Ep 4: White Silence #1”
“Ending yang Sangat Tragis, Tales Beyond the Tomb Ep 4: White Silence #2 End”
2. [616 GAMES] “Tales Beyond The Tomb – White Silence (Trailer1)”
MUSIC USED:
1.Mysterious Ambient Suspense Atmosphere Cinematic Background Music [NO COPYRIGHT MUSIC]
VO: A
Editor: Armaguddien
Stay Romp!
#droomp #horror #indie