AKU BEKERJA DI RESTORANT PIZZA BERHANTU…. I Hate Pineapple Pizza

Selamat malam, Teman-teman sekalian. Balik lagi bersama gua Brando di channel Winda Basudara. Dan kali ini kita kedatangan sebuah game horor dengan judul yang sangat unik ya, yang bertajuk I Hate Pineapple Pizza yang artinya adalah aku benci pizza nanas. Gua sampai sekarang tidak pernah punya masalah dengan yang namanya pizza nanas. Bahkan menurut gua pribadi, pizza nanas adalah pizza yang fresh, refreshing, dan segar. Terutama pizza yang ditaruh buah nanas yang manis asem ditambah dengan keju dan juga sedikit topping daging. Entah kenapa game ini bertajuk seperti itu. Apakah ini tentang pizza nanas yang beracun atau mungkin monster pizza nanas? Gua enggak tahu, Guys. Namun satu-satunya cara untuk mencari tahu adalah dengan langsung memainkan gameennya. So, tanpa berlama-lama, inilah dia sebuah game horor yang bertajuk I Hate Pineapple Pizza. Kita langsung play saja, Teman-teman, ya. Sudah pasti new game. Yes, sir. Let’s go. Uh lala, game horor bertembakan restoran. Uh, apa itu? Sudah ada gambar pizza ya di kanan atas. Hari Kamis. Wow. Kita mulai. Uh. Oh, entar kamera gua di sini aja, Guys. Nah, ada seorang yang menelepon yang adalah bos kita, Guys. Gua langsung angkat aja. Congratulations.
Halo dan selamat atas pekerjaanmu. M guys, kita bisa milih guys. Siapakah nama kita? Apakah nomor dua miles? It’s Miles.
It’s Miles. W. Maaf. Namun dari lamaranmu namamu adalah Michael. Oh, oke. Gua akan pilih nomor dua ya. Aku mengganti namaku akhir-akhir ini. Aku mengganti namaku akhir-akhir ini. Baiklah kalau begitu kamu tahu kamu akan mengurus night shift membuat pizza. Jadi kamu siap untuk pekerjaan pertamamu? Kita baru gawe, baru kerja langsung pilih nomor dua. Bisakah aku minta naik gaji? Coba gua pilih yang itu. Ya can.
Bolehkah aku naik gaji? Well, kalau kamu berhasil adaptasi di minggu pertamamu, kita akan diskusikan itu. Oh, enggak bisa, Guys. Kita jangan seperti itu, ya, Guys, ya. Masa baru mulai kerja langsung minta naik gaji. Tunjukin dulu. Buktikan dulu. Oke, ya udah. Yes, I’m ready.
Aku siap. Oke, yuk kita mulai lihat-lihat sekitar. Tekan ke enable video chat. Sekarang aku bisa melihat. Pertama aku akan tunjukkan W ada kunci di dekat counter dekat entrance. Uh, ini hujannya gede, Guys. Bentar. Entrance is it reader. Wih. Uh, bisa diambil-ambil, Guys. Kalengnya, Guys. Gig. Aduh. Sorry, Pak Bos. Maaf nanti saya rapiin ya. Bentar. Ini apa? Another local pizza worker. Ada pekerja pizza yang hilang di shift malam. Oke, oke, oke. Polisi setempat mulai menginvestigasi, namun tidak ada petunjuk yang jelas. Akhirnya komunitas atau warga sekitar tetap diam dan juga tetap mereka bingung atas kehilangan yang berkelanjutan. Orang-orang hilang berkelanjutan. Oh my God, guys. Apakah banyak orang hilang sekitar sini? Uh, oke. Key toilet. Yes, I got the key of the toilet. Bisa matiin nyalain lampu, Guys. Keren, guys. Dan ini restoran kita, ya, teman-teman ya. Lihat, Guys. Gua tadi sampai lupa saking ngikutin tutorial bos kita. Wow, lengkap sekali peralatan pizza kita, Teman-teman. Hmm, ada tempat buat jus juga. Ya udahlah. Apakah ini WC? Bentar, apa ini? Oh, bisa dilempar. Bisa dilempar, bisa ditaruh juga. Oke, sebentar. Ini apa? Note 9. Kenapa kamu raku sekali menolak memperbaiki WC? Aku tahu aku satu orang di sini, tapi bagaimana orang bisa bekerja seperti ini? Aku resign besok. Perset pekerjaan ini. Oh, oke oke oke. Ini dia. This is the restroom. Jorok banget WC-nya, Guys. Pastikan tempat ini bersih dan cuci tanganmu sebelum kamu buat pizza. Sekarang please ke tempat area taking zone. Oke, wait. Ini jorok banget WC-nya, cuy. Kenapa ada gas hijau beracun di sini, Guys? Dan kita bisa kencing di WC. Dan di saat bos kita melihat, bos kita marah, Guys. Dia tidak impress katanya. Cuci tangan dulu deh. Wah. Oke, oke, oke, guys. Kita jangan mengecewakan bos kita, ya. Oke, oke. Tadi katanya ini kan Oh, di sini tempat kita mengorder dari customers. Oke, bisa dibuka YouTube jendelanya. Sekarang pergi ke jendela. Oke, siap. Eh, jendela. Kitchen, dapur. Di sinilah kamu menyiapkan adonan. Kamu bisa mengecek menu di workstation PC. Ayo kita mulai dengan membuat pizza dari pizza margarita, Guys. Kita bakal diawasi bos kita, Guys. Oke oke oke. Order menu margarita, tomato sauce, dan juga cheese keju. Oke oke oke. Oh, gua tahu ini dia adonannya. Ih, gemoy banget, Guys. Lucu, bulat ya. Oke. Nah, kita banyak. Sip. Apa tadi? Oke. Tomato saus sama oke di sini bahan-bahan toppingnya, Guys. Ada banyak. Ada pineapple seperti judulnya brokoli, jagung. Shampignon. Apa itu champignon, guys? Baru dengar gua. Mozzarella. Oke. Is it the mozzarella? The keju? Ham daging, pepperoni pedas-pedas, dan tomato saus. Alright, gua make sure lagi. Yes, margarita, tomato saus dan juga mozarella udah pasti cheese sih. Cheese mozarella. Benar, guys. Taruh di big machine di ruang tengah. Itu adalah oven industri kita. Di mana kamu menaruh adonan yang belum matang. Uh, panas di atas, Guys. Matang kah pizza kita? Let’s go. Margarita bisa hmm jadi laver. Huh, pizza margarita nih. Oh, tinggal dipacking ya. Pizza pack table. Oke. Oke. Nice. Head to the table with the mixer. Ini kah?
Good. air dan juga tepung di dalam mixer. Oke, floor pack. Sekarang mulai aduk. Oke. Oke. Oh, itu bukan jus. Itu buat adut aduk adonan, guys. Ah, i. Ini apa nih? Merica kah? Duh, sudah siap, Guys. Gemoy seperti slime yang lucu. Hmm. Kita lempar-lempar ya supaya semakin empuk adonannya seperti di film-film memasak. Hmm. Oke. Ini gemoy banget, Guys. Serius. Oke. Oke. Place it near preparation zone. Tra in preparation zone is it? Oh, oh, ini dobik. Oh, ini traynya, Guys. Nah, Margarita sudah siap dikirim untuk diberikan di delivery window. Oke, satu pizza Margarita siap meluncur ke customer langganan kita. Saat kurier datang, berikan ke dia. Dan hal yang terakhir, jangan lupa bawa check order di menu PC. Dan ingat kalau ada customer yang tidak puas dengan performance kita, bos akan telepon kita. Setelah tiga kali pelanggaran kita dipecat. No, Bos. Jangan pecat saya, Bos. Bos, ini saya rapiin deh, Bos. Ya, maaf, Bos. Berentakan dikit. Oke, saya taruh lagi, Bos. Oke, berarti sekarang kita Oh my God. Captain Pizza, gunakan diskon 50% saat merreview kita dapat potongan 50%. Oke, ini dia, Guys, ya. Oke, berarti tinggal gua Ups. Row kah? Ini order. Oh, nice.
Hei, kamu baru di sini, ya?
Ya. Good luck there.
Good luck di sana. Sorry.
Sorry. Ini bukan tempat terbaik untuk berker. Orang yang bekerja terakhir di sini tidak selamat dan hanya bekerja s bulan. Ada yang aneh di tempat ini. Thanks, bro.
Have a good night bro. Guys, katanya orang yang bekerja di sini sebelumnya hanya bertahan 1 bulan. Apa yang terjadi di sini, Guys? That’s so creepy. Ini ini tadi udah gua baca ya. Ini udah gua baca guys. Oke checkin dia. Gua lihat di sini nih. H. Oke cekin ya guys ya. Oke. And then what? Uh jam 12. Malam. Apa itu? Apa itu? Order terminal. ngordernya di sini, Guys. What can I
Yes. Apa yang bisa aku ambilkan? Hei, Bro. Berikan aku satu margarita cepat. Eh, ada yang mau diminum? Eh, kamera gua di sini aja kali, ya.
Would you like something to drink?
Mau minum sesuatu? Ada. Kita jual minum juga, Kak. Oh, itu dia, Guys, orderannya, Guys. Satu margarita siap meluncur. Oh, ini nih orderan-orderan nih. Oh, ada bir, ada soda. Oh, ini apa? buat revil kah mozarella itu. Eh, orderannya jalan, Guys. Bentar, Guys. Sebentar, bentar. Wait, wait, wait, wait. Oke, oke. Di banyak margarita, ya. Oke. Tomat dan juga keju. Oke, kita panggang di sini. Oke, matanglah pizza margaritaku. Alright, alright, alright. Oke, nice. Siapkan boxnya. Satu. Margarita siap meluncur. Oke, kita tinggal menunggu kok itu jalan terus waktunya, Guys. Entar entar wait I do something with that call customer. Oh, d call customer dulu di komputer kita, guys. Oke, satu Margarita. Siap, siap, Pak. Siap, Pak. Jangan marah-marah, Pak. Siap, Pak. Maaf terlambat dikit, Pak. Ya, itu dia Margarita buat Bapak. Maaf menunggu lama karena saya tidak tahu harus telepon dulu. Oke, oke, oke. Orderan berikutnya. Hei, aku tidak tahu mau order apa. Boleh rekomendasikan sesuatu? Baca menunya di depan Bapak jangan manja. Kalau kamu suka pedas, aku merekomendasikan dia kamu bisa cek menu di depan aja.
Tunggu dulu. K aku mau order Diabola. Bisa kamu bikinu? Oke, tunggu sampai aku telepon kamu. Oh, berarti emang harus ditelepon, Guys. Kita bikin dulu pizzanya, ya. Oke, Diavola. Dia itu uh banyak sekali, Guys. Dia itu terbuat dari tomato saus. Wah, banyak juga ya. Tomat, cheese, ham, pepperoni, sampik non. Tomat, cheese, ham, pepperoni, sampik. Oke, tomat. Enggak bisa. Oh, dibanyak dulu tomat, cheese, ham, pepperoni, sampiknon. Benar kan? Oke. Oh, sampikn jamur, guys. Oke. Matanglah pizzaku. Siapkan dulu boxnya, ya. Oke. Tadi dia oke, dia cya order makan enggak? Order minum, ya. Dia loba. Ah. Nice. Eh, telepon dulu, telepon dulu, Guys. Gua lempar itu dulu. Telepon dia. Oke oke, oke. Oh, itu dia mobilnya, ya. Uh, sopir pickup, Guys. Ini Bapak, selamat malam. Ini dia vololanya ya pedes tuh, Pak. Bapak suka yang pedas-pedas, saya kasih diavola mengandung paprika italiano. Delicioso. Oh, uh, uh. Next order. Let’s go. Next order. Oh, I would like to order. Oh,
cewek. Aku mau order soda. Ada lagi?
Would you like anything else? Mau yang lain?
Never mind.
Lupakan. Dua soda saja, please.
Oke, sodaken. Sodaken sudah pasti di kulkas ya. Ini kah? Yes, itu dia sodaken. Oke, aku ambilin satu di sini. Oh, sambil ini aja deh. Nah, kita kan mau ambil satu lagi, Guys. Satu lagi sodakin. Berarti total dua. Uh, benar perempuan ya. Sabar mukulnya biasa aja digeduk-geduk gitu klaksonnya. Tuh satu dua. Hari pertama sepertinya lancar-lancar saja tidak ada masalah. Orderan berikutnya. Hei
hei. I don’t remember.
Aku tidak ingat suaramu. Kamu baru di sini. Oh, customer yang menanyakan. Oh, ini kayaknya udah langganan nih ya. Yes, aku customer. Aku
Yes, I’m a new employ.
Aku karyawan baru. Kamu harus hati-hati di sini. Bosmu tidak bilang kepadamu semua pekerja sebelumnya pergi menghilang. Sebelum itu mereka bercerita bahwa mereka melihat hantu atau sesuatu. Bosku tidak bilang apapun tentang itu. Mau order?
Yes, of pineapple pizza, guys. Dia mengorder pineapple pizza. Favorit dia seperti di judul game-nya, Guys. Hawaiian. Oh, pineapple pizza itu hawaian kah namanya? Oke, hawaian. Tomato saus, cheese, corn, pineapple. Oh, benyak gua lupa. M di benyek tomato saus, cheese, corn, brokoli, pineapple. I have the pen, I have an apple. Lagunya itu, guys. Bang Regi, Guys. Uh, lucu ya. Nanasnya dislice tipis gitu. Langsung saja satu pineapple pizza sesuai judul kita panggang teman-teman ya. Let’s go. Oke. Loh, lah kok jadi abu-abu, Guys, orderannya, Guys. Dan enggak jalan. Loh, kok enggak jadi? Guys, kenapa mesinnya mati? Dan perasaan tadi nanasnya dislice tipis kenapa jadi nanas buah utuh dan mesinnya setak nyangkut? OMG apa yang terjadi guys? It’s oven. What happen, bro? Hah? Guys bisa diapa-apain. What the
eh bisa bisa diambil nanasnya. Bisa diambil. What the tanda tanya? Bagaimana barang ini bisa stuck di mesin, Guys? Guys, kenapa jadi gelap, Guys? Setelah gua ambil nanasnya? Guys, ini mulai creepy, Guys. Tunggu-tunggu. Tadi gua lempar lagi nanasnya. Bentar, bentar. Wi, lampunya di sini. Yang di sini di mana? Ini kah? Hah, ada Note 8. Aku meninggalkan pekerjaan terakhirku untuk sebongka uang. Jangan percaya cerita-cerita hantu seperti orang-orang lain bilang. Ada beberapa hal. A few things keep moving around when I beberapa hal tetap eh apa namanya? Bergerak saat aku kembali. Mungkin ada janitor ya. Jitor tuh kayak tukang bersih-bersih ya atau apapun itu. Aneh, Bos. Tidak memention itu kepadaku. Wiit. Ws jadi. Oke. Wah, ini, Guys, ini apa ini? Tanda tanya, coy. The hell is that? Bukan maksud gua gua tahu itu apa, itu nanas tapi kenapa tiba-tiba ada di mesin dan mesinnya nyangkut? Oke, oke, oke. Cepat, cepat, cepat. Oke, oke. Telepon, telepon, telepon. Tuh, waktunya 6 menit gak jalan loh. Aneh banget. Kayak customer yang sekarang itu kayak enggak buru-buru apa? Oh, ini dia yang morder guys. Pineapple pizza. Satu pineapple pizza meluncur, Pak. Ya, today’s shift over.
Si hari ini berakhir.
Aku bisa pulang sekarang. Buset, jam 6. Pagi. Oke, kita udah bisa exit door, Guys, ya. Hari yang sangat aneh di mana mesin canggih kita nyangkut dan ada pineapple atau nanas raksasa di sana. Dan kita masuk ke hari kedua. Friday. Friday coming. Oke, bentar sebentar. Gua pengen cek-cek ini makin dikit ya setelah dilihat-lihat ya. Kita harus checkin shift sebentar. Apa ini? Oh. Tomato can. Oh, bisa dieve, guys. Nice. Kita miss plus dulu, ya. Jadi, anak-anak restoran ini namanya mis atau yang dinamakan persiapan, Guys. Oke. Oh, ini dia mozarellanya. Nah, kita reil-repil dulu nih biar enggak keteteran nanti. Dah, kalau udah siap baru kita check, absen dulu biar gajiannya full. Nah, oke. Oke. WC-nya gimana cara bersihnya nih? Ini air. Oh my god. Apakah aku akan dimarahi bos karena tagihan listrik membengkak? Ini gimana dibersihinnya coba? Kotor banget loh. Oh ada orderan guys. Hai. Aku merasa ingin sesuatu yang simpel. Bagaimana Margarita? Oke, Margarita gampang ya. Ada yang mau diminum? Soda lemon. Margarita dan soda lemon. soft drink dispenser in the kitchen. Soft drink dispenser. Ini kah? Entar. Ini kan soda can. Ini beer. Eh, waktu jalan. Cepat cepat cepat cep. Oh benar guys ini, Guys. Oke oke oke oke. Lemon soda satu. Margarita siap meluncur. Banyak jangan lupa. Lupa mulu. Aduh jangan nyangkut lagi ya mesinnya jangan stuck lagi. Yes. Soda lemon. Benar. Soda lemon sama lemonnya sama kan? Ya benar guys, benar guys. Oke call customer so far so good. Ya, kita belum kena marah sama bos. Sabar weh. Tumpah itu gak tumpah itu. Sabar sabar sabar. Cepat cepat cepat cepat cepat. Margarita. Yes. Margarita yah. Apa sih? Margarita. Oke, oke, cepat cepat. Udah kuning, guys. Satu lemon. Oke guys, kita belum kena strike ya sama bos kita ya. So far berarti so good. So far kita baik-baik saja. Orderan berikutnya. I think I’ll go for something.
Aku mau sesuatu. Oh yes. Aku punya ide. Dia volola. Yes. Dia volola. Sama orderannya kayak kemarin. Oke. Dia volvola dua dan bir please. Dia volvola dua dan bir. Oke. Oke. Siap. Siap. Siap. Dia volola dua. Wah, sepertinya kita udah mulai makin kecil makin gemoy. Kita kayaknya harus mulai mengaduk ya, Guys, ya. Oh, ini stoknya ada di sini. Oke, oke, oke, oke, oke. Banyak dia bola loh. What the hell, guys. Guys, ada sosok tunggu kiris, guys. Apa itu? Kenapa tiba-tiba menjadi begitu? Oke, Dia volola ya. Gua lupa lagi. Sebentar dulu ya. Gua lihat dulu ya. Dia volola itu tomat. Wah gila siapa yang kaget guys? Benar-benar zoom sekarang yang mengerikan. Oke. Dia volola tomat cheese pepperoni samping. Tomat cheis pepperoni. Apa tadi? Hem hem dulu. Hem dulu hem sampik non sampikn jamur. Cepat cepat cepat cepat. Waktunya guys. Waktu guys. Oke. Bikinlah satu lagi. Bikin satu lagi. Banyak banyak. Dan bir ya tadi ya. Oh iya dan bear botle tomat this m pepperoni samping oke aman nice oke diaola atau dia volola meluncur pak alright alright I got apa sih oke yes we got to perfect oke oke oke okelepon telepon telepon telepon telepon customer kita uh panik juga ya lumayan lumayan Deg-degan ya. Takut dipecat bos. Guys, aman ya bos. Aku enggak dipecat ya. So far kerjaku bagus kok. Satu lagi. Satu lagi dan satu bir gua lempar-lempar. Maaf ya. Oke botol. Benar kan? Yes. Satu. Dua. Yeay. Yey. Nice. Perfecto. Perfect. P. Perfect. Perfect. Percto. Oh. Beneran berikutnya aku mau susu yang berdaging. Rekomendasimu pepperoni pizza classic.
Sol ch
solid choice. Italia pepperoni. Peperoni. Peperoni. Oke. Oke. Uh, syukur gua sudah menyiapkan adonanku yang gemo ya. Pepperoni itu bahannya adalah itu baru nih. Tomat. Cheese pepperoni. Oh, sangat gampang. Tomat. Tomat. I habis tomatnya. Cheese pepperoni. Yes. Oke. Oke. E ini habis ya. Ini apa? Samping. Non. Sebentar. Sebentar. Tadi kayaknya di sini deh. Oke. Tomat. Tomat. Tomat. Tomat. Tomat tomat. Kita refil dulu. Oke, peperoni sudah jadi. Wow, wow, wow, wow, wow. Kayaknya kayaknya nanti dulu reveal-nya. Nanti deh kita fokusin apa tadi? Soda light, soda light, soda light, soda. Oh, ini di soda light, guys. Oke, sambil nunggu kita review ini kali, ya. Ah, mozzarella. Aku suka mozarella. Mozarella itu identik dengan apa ya? Yang putih-putih gitu, Guys. Pokoknya, Guys, cairan putih-putih. Oke. Eh, udah belum? Oh my god. Oh my god. The time, man. Sat. Cewek. Sudah lihat sudah. Nice. Dadah. Maaf ya telat. Aku lagi nyiapin misku atau persiapanku. Kita taruh aja langsung kita banyak kali ya. Nah, udah gua banyak tuh biar gak lupa-lupa mulu guys. Eh, order berikutnya. Again lagi. Maafkan aku yang terakhir tidak bermaksud menakutimu atau apapun. Aku hanyalah orang yang suka berbicara, ngobrol. Hah? Apa? No problem.
No problem. Apa yang mau kamu order hari ini? Pineapple,
Guys. Ini yang ngorder pineapple pizza, guys. Hawai. Oke, oke, oke, oke, oke, oke. Pineapple pizza, tomato, cheese, corn, pineapple. Oke, let’s go, let’s go. Eh, tunggu dulu. Entar dulu entar ada anak. Dan terjadi lagi kisah lama yang terulang kembali, Guys. Kenapa ini terjadi lagi, Guys? Oh my God, kenapa nyangkut lagi? Dan gua lihat depan kombok gua benar-benar nyangkut ya dan muncul nge-spawn nanas raksasa, Guys. What happen? Hell. Oke, gua ambil lagi, Guys, ya. Apakah akan matlam lagi? Kenapa selalu? Ah, Wi. Hei, ngapain kamu di sini? Hei, ini aku, customer reguler. Aku selalu order pineapple pizza. Lu gak boleh masuk restoran sini? Gua akelon polisi. Ya, ini tempat private yang dimiliki restoran. Aku melihat kamu punya problem dengan mesin. Ini terjadi sering saat pekerja sebelumnya di sini. Gu lempar lu yang pakai danas. Ma aku ingin menolong mesinmu. Aku sudah melihatnya rusak berkali-kali. Ya udah aku pergi sekarang ya katanya. Gila, guys dia freak banget loh tuh orang. Oh dia tetap ngorder kah jadinya? Bentar kayaknya dia tetap ngorder. Buset koleksi nanas gua udah jadi dua guys. Lucu banget. Oke, oke, oke, oke. Tiba-tiba masuk si baju biru. Pria berbaju biru. Oke, cheese. Berarti kita lanjut kan ordernya, kan? Oke, guys. Gua akan pantengin lagi depan komuk ya. Nah, sekarang udah enggak nyangkut, Guys. Sekarang udah enggak stuck, ya. Oke, sekarang udah enggak stuck. Duh. Oh, itu udah ada isinya. Oke. Oke. Telepon. Telepon, telepon, telepon. Eh, waktunya ada jalan tuh. Call, call, call, call, call, call, call. Berarti satu lagi apa? Sodaken. Sodaken. Sodaken, sodaken. Itu dia, Guys, yang ngorder, Guys. Literally dia yang masuk ke restoran kita tanpa izin. Loh, kurang asem tuh orang. A sabar lu. Lu gak tahu diri banget. Main masuk-masuk aja. Tuh ya. Dua Hawai tuh. Dah pergi lu. Awas aja lu ya. Ini nih orang demen banget order pple pizza. Sifu sudah berakhir. Aku bisa pulang. Tapi sebelum itu, guys, tadi gua lihat ada yang habis ya. Jadi kita akan reil-repil manja. Apa nih yang bisa direpil coba? Mungkin keju bisa gua reil. Keju. Ee tomato. Tomato. Ada beberapa di sini. Tomato. Eh. Oh, pineapple juga habis. Kayaknya di depan sini ada pineapple. Oh, corn. Corn. Corn. Jagung. Uh, sudah lebih penuh ya. Satisfing ya. Dan juga pinapel. Nah, itu dia. Aduh, harusnya ambil yang atas ya. Ya udah kita istirahat aja sekarang teman-teman. Eh, shampikn. Shampikn. Shampikn juga habis guys. Oh, ini dia shampik ya. Nah, kita tidur dulu. Semoga enggak ada yang mendobrak dan masuk ke wilayah kita ya. Keesokan hari, hari ini benar-benar hari yang aneh. Hari weekend. Yey. Saturday. Apakah yang ng lebih banyak karena ini weekend? Apakah restoran kita lebih ramai di hari weekend ini? Aduh, lupa tutup kulkas diarin bos kah? Gua nyap-nyap dulu ah. Langsung aja siap-siapin, Guys. Ini kita benyek karena pasti udah pasti order pizza kan. Gak ada burger atau menu lain. Ya, apa nih? Note 11. Ada yang kemarin enggak ada loh. Ada yang memanggil jurnalis, ada jurnalis dia bilang dia menginvestigasi orang yang hilang di wilayah ini. Menyuruhku untuk tutup mata kepada customer. Hah? Apakah dia pikir aku akan melihat orang di sini dan mengirim foto untuknya? Hah? Apa coba itu maksud? Ih, banyak, Guys. Note 6. Aku rasa aku terus merusak oven. Tiba-tiba ovennya mati, Guys. Ini seperti kasus kita oven rusak dan tiba-tiba ada nanas raksasa. Beruntung untukku ada orang yang beruntung untukku ada orang yang menawarkan bantuan untuk memperbaikinya secara gratis. Guys, ini jurnal atau note-note orang yang bekerja di sini sebelumnya, kah? Kok sama ya kasusnya kayak kita? Tiba-tiba pria biru datang ingin memperbaiki. Aku memberikan dia kunci. Aku yakin bos enggak akan tahu kok. Yang penting mesinku mesinku enggak rusak dan aku bisa bekerja lagi dan digaji. Entar gua pengin cek WC dulu, Guys. WC aman. Oke, WC masih menjijikan, ya. Oh, Note 12. Gandakan gajinya dan tidak ada boleh cowker. Uang yang gampang. Aneh. Kenapa ya semua tempat pizza di sini mati terus? Hah? Eh, udah deh kita absen dulu deh, Guys. Ya, gua gak ngerti, Guys, arti dari note-note tersebut. Aneh banget. Creepy banget. Mending kita lanjut kerja aja, ya. Ini udah tuh Note 9. Oke, orderan datang. Aku sangat lapar.
Dua margarita. Mau minum sesuatu, Pak. Tiga soda. Oke, let’s do it. Let’s do it. Let’s do it. Let’s do it. Let’s do it. Let’s do it. Let’s do it. Loh, ini sejak kapan gua bikin Margarita, Guys? an kok enggak bikin margarita deh lah ini juga margarita apakah bisa dikasih yang itu bentar sodanya tiga ya guys gak apaa kita lempar aja ya enggak ada yang lihat ini. Biarin aja video call-nya lagi enggak nyala bos enggak lihat. Oke oke. Telepon. Telepon. Oke, dua margarita. Gua pakai margarita yang udah jadi, Guys. Satu, dua, dua, tig tiga soda. Nice. Nah, sisanya gua taruh sini kali, ya. Oke, oke, oke. Apakah akan baik-baik saja? Yes, baik-baik saja. Order selanjutnya wouldorder.
Aku ingin order pizza. Pepperoni mau minum sesuatu, Pak. Yes.
Oke, satu soda. Do it. Satu pepperoni. Oh, margarita udah jadi. Coba kita lihat siapa tahu ada pepperoni di sini. Oh, margarita semua, Guys. Entah kenapa ya. Oke, pepperoni. Pepperoni. Pepperoni. Gampang juga, ya. Pepperoni itu tomat, cheese. Pepperoni. Hafal gua. Oke. Apakah mesinnya masih mati dan nyangkut? Ih, satu ngelihat dia matang ya. Uh, pepperoni pizza. Margaritanya gua taruh mana nih? Sini dulu kali ya. Ada dua margarita free tuh, Guys. Pepperoni pizza. Let’s go. Eh, eh, telepon. Telepon jangan lupa. Soda. Soda juga. Ya udah. Satu biji, satu pepperoni, satu soda. Lucu game-nya ya, Teman-teman ya, masak-masak gitu. Kangen juga game masak-masak ini, Guys. Tapi dari tadi pizzanya itu-itu aja ya, belum ada pizza yang nih. Padahal menunya banyak tuh. Ada Fungi, ada Del Case, Cardinale, Dia Diaola udah Fiorentina, Leonardo DiCaprio. Orderan berikutnya. Oke, gua lainin dulu. He
hei. Aku mau party hari ini. Pizamu sangat enak. Buatkan aku empat pineapple pizza dan aku sangat menghargai kalau kamu menambah ekstra pineapple, Guys. Apakah ini pria yang mengorda mati lampu? Dan tiba-tiba ada sosok hitam tunggu kiris dan banyak sekali. Hah. Oh, apa ini? Hah, racun tikus. Saat gua nyalakan lampu mereka hilang. Racun tikus. Hah? Ada note lagi, Guys. Tadi enggak ada. Ini orang aneh itu datang lagi dan selalu mengorder pizza yang sama. Membuatku takut. But hey, customer reguler atau langganan? Tetap langganan kan? Pepperoninya habis cuy. Poni habis. Ada pepperoni di mana? Pepperoni wah ini guys. Pepperoni. Nah, ini buat apa cuy? Hah? Guys, gua menaruh red poison aka racun tikus di kontainer yang kosong di kiri. Sebentar, sebentar, sebentar, sebentar. Pizza extra pineapple pine apple. Eh, sebentar gua jadi lupa awan. Oh, cheese corn pineapple. Cheese corn pineapple. Dia minta extra pineapple. Berarti gua bisa bikin dua kali kah? Bisa extra pineapple. Lalu ini guys, kita bisa naruh racun tikus guys. Sebentar sebentar sebentar. Apakah itu udah kemungkinan besar si pria baju biru enggak sih, Guys? Apakah kita harus racuni dia, Guys? Apakah ini ngaruh ke ending kalau gua taruh racun tikus? Oke, gua coba. Gua coba, Guys, ya. Gua coba, ya. Gak ada pilihan lain. Gua coba, Guys. Karena dia sus juga sih. Main masuk-masuk aja. Ini bau banget WC. Tutup dulu lah. Oke, gua coba, ya. Do not attempt. Udah terlanjur ketaruh, guys. Lihat itu racun tikusnya putih-putih. Dan gua akan coba masak. Apakah dia masih nyangkut? Kali ini enggak nyangkut, Guys. Ah, ada surat lagi di sini. Note 10. Aku terus mendengar suara itu seperti mereka ingin berusaha memberitahuku sesuatu, tapi aku gak bisa keluar. Hah, suara itu sosok hitam kah? Aku udah enggak tahan lagi. Aku mau resign besok. Aku hanya perlu melayani customer terakhir dan aku akan resign. Hawaiian dan ada bintangnya, Guys. Oke, oke, oke. Gua akan bikin lagi karena dia mintanya empat ya, banyak banget. Set. Aduh, tomatnya habis lagi. Aduh, itunya juga habis lagi. Ekstra. Oke. Oke, guys. Intuisi gua entah kenapa mengatakan harus dikasih racun tikus, Guys. Kayaknya emang sus, Guys. Emang sus. Pria biru itu, Guys. Elah, ini ada tomat. Tomat. Oke, mantap. Sudah jadi dua. Uh, tepungnya habis. Aduh, gua lupa lagi tepungnya habis. Kocok kocok kocok. Dikocokkocok yang dikocokcok yang memang asik. Oke. Adonannya. Uh, jadi uh kita gini-gini dulu ya. Uh, gemoy gemoy gemoy gemoy gemoy. Pengen cubit pengen cubit gemoy gemoy. Lucu banget bulat empuk. Oke, cepat cepat cepat cep cep. Walaupun orderannya gak jalan sih ya, tapi kita berusaha secepat mungkin guys. Oke, pineapple habis. Pineapple-nya sabar repel dulu. Corn. Corn. Ini dia pineapple satu. Oke, taruh pineapple. Taruh racun. Racunnya habis. Terepil dulu racunnya, Guys. Udah berapa? Udah dua. Harusnya satu lagi sih. Ya, gua lempar. Oh, bisa. Oh, belum dimatangin. Astaga, naga lupa, Guys. Ya udah, sambil kita ngaduk lagi, ya. Taruh tomat, taruh keju, taruh jagung, ekstra pineapple, taruh racun. Dan satu lagi, Guys. Bam! Fase ini banyak suratnya ya. Kayaknya surat itu semacam sesuatu atau seseorang berusaha memberikan kita petunjuk dengan apa yang terjadi, Guys. Oke, udah semua, Guys. Biji. Lempar, lempar, lempar, lempar. Oke. Engak ada yang ngelihat ini. Bodo amat. Oke, terus ngapain? Telepon, telepon, telepon. Oke. Oke. Apa benar, Guys? Ini benar orang sama si pria baju biru dan dia gak bawa mobil. Oke, waitit wait. Hah? Mobilku rusak.
Itu enggak bagus. Haruskah kita panggil truck towing? Tidak. Aku sudah panggil teman. Aku tidak mau mengganggumu. Tapi bolehkah kamu bantu aku? Bawa ke mobil orderannya tentu saja bukan masalah. Terima kasih. Mobilnya parkir di entrance. Maaf ya sudah membuat masalah. Oh, dia minta diantterin karena mobilnya mogok, Guys. Bentar. Apakah kita bisa megang satu-satu? Gak bisa, Bapak. Bapak baju biru. Saya bawa satu-satu ya. Ini ya pizzanya ya. Oke. Exitor udah bisa nih. Oke, satu-satu ya. Soalnya tangan saya enggak cukup buat megang empat-empatnya, Pak. Ya, mohon maaf nih, Pak. Jadi saya bawa satu-satu dulu ya. Loh lah itu apa? Darah. Wait, man. No guys. Guys, kita di kidnap kah? Kita diculik kah? Sudah kuduga pria berbaju biru penjahat. Oh finally up.
Oh, kita diculik disekap. Kamu gak mau ngobrol lagi. Apa yang k lakukan kepadamu? Ini bukan tentamu. Ini cuma hobiku aja. Hobimu mengorder pineapple pizza dan menculik orang. By the way, pizzanya sangat enak. Sayang sekali aku tidak makan pizza itu. Datar kamu tidak pernah mencoba. OMG, dia pegang pisau dong. Suatu hari anakku mengorder pizza dan ada hadiah di dalam. Ada packaging plastik di dalam, tapi cukup tajam untuk memotong usus anakku sedalam 8 m. Dokter tidak bisa melakukan apapun karena ini hobi kecilku. Mengorder pizza dan tidak memakannya. Oh my God. musibah tertimpa kepada dia, Guys. Anaknya order pizza, mungkin pizza pineapple. Terus kayak katanya ada kayak kepingan plastik kecil yang nyangkut di dalam pizzanya sehingga pas dimakan sama anaknya, anaknya meninggal gara-gara plastiknya itu tajam, Teman-teman. Seperti step plus di Indonesia yang diceklek steplessnya itu kalian lupa lupa maksudnya masuk ke makanan makan usus kalian robek. OMG dia hanyalah seorang ayah yang sakit hati anaknya mati gara-gara P level pizza. Makanya gua udah tahu guys dia mengkill-kill waiter yang menyajikan pizza. Dia dendam terhadap pineapple pizza dan juga dia ingin melampiaskannya kepada karyawan-karyawan. Oh my God. Tapi kenapa ini jadi tanggung jawab gua? Gua pilih nomor satu.
Maafkan aku apa yang terjadi kepada anak.
Tapi bagaimana itu bisa jadi tanggung jawab gua? Ini bukan salah gue, itu salah karyawan pizza sebelumnya. Excuse yang sama. Harta bertanggung jawab sama saja. Oh my God. Gua ditusuk. No, gua ditusuk, guys. Guys, apa gua salah pilih jawaban, Guys? Is it game over? Coba try again. Try again. Try again. Checkpin, checkpin. Oke, seller. Sellar, seller. Ya, kita disekap di seller rupanya, Guys. Wih, bisa milih D. Ada banyak kah endingnya yah? Oke. Oh, you finally. Oh, ngulang lagi, ngulang lagi. Oh, itu pizza kita, Guys. Gua baru nyadar pizza kita diambil. Apa yang K lakukan? Salah sama percakapannya, Guys. Mengorder pineapple pizza dan menculik. Guys, kita pilih jawaban lain, ya. Kita coba pilih jawaban lain, Guys. Mungkin gua akan coba pilih nomor dua. Tadi nomor dua apa lagi tadi? Eh, pizzanya kan beracun. Dahah kita kasih racun, Guys. Gua baru, gua baru ng dia penjahat dan pizzanya. Oke, oke. Buat dia makan pizzanya kah? Gak tahu gua. Gak tahu gua, Guys. Gak tahu gua, Guys. Gimana, Guys? Pilih nomor berapa guys? Dua apa tiga guys?
Karena satu satu B ending ya. Oke, disit guys. Doctors wasn’t able to do much since then it’s my little hobby order and don’t even Oke. Oke. Eh, nomor dua, anakmu pasti tidak menginginkan kehidupan seperti ini untukmu, kan? Nomor tiga, memohon ampun. Please ampuni jiwa gua, ampuni nyawa gua, jangan bunuh gua. Aduh, nomor apa, Guys? Guys, pilih nomor berapa, Guys? Coba kita ngurut aja deh, ya. Kita coba pilih nomor dua, Guys, ya. Kayaknya paling wise anakmu tidak menginginkan kehidupan seperti ini kepadamu. Anakmu tidak menginginkan kamu menjadi pembunuh ayah. Oke, paling make sense, guys. Oke, kita akan pilih nomor dua. Oke, let’s go. Maafkan aku mendengar kasus itu. Tapi kamu harusnya mencoba setidaknya. Maksudmu anakmu mati dalam keadaan yang mengerikan. Mungkin dia akan bahagia kalau kamu menemukan kedamaian. Itulah kenapa dia selalu mengorder rasa pineapple. Mungkin kalau kamu mencoba, kamu akan merasakan sesuatu lagi. Oke, cobain. Cobain pineapple pizanya. Let’s go. Let’s go. Let’s go. Let’s go, let’s go. Untuk menghormati arwa anakmu yang suka mengorder pineapple pizza. Cobain rasanya enak. Yes. Exact flavor.
Rasanya benar-benar seperti yang kau perkirakan. Enak kan? Oke, apakah akan terjadi sesuatu, Guys? Siapa yang naruh nanas ke pizza? Tapi entah kenapa rasanya enak. Apa yang kamu tambahkan? Bumbu rahasia. Uh, bumbu rahasia ya. Pisunya jatuh. Muntah be, guys. Buset muntahnya banyak banget anjing. Udah kira air mancur. W kita berhasil mengalahkan penj. Bos telepon. Bos telepon. Bos telepon. Bos telepon. Bos telepon. Bos telepon. Guys. W guys. Mampus. Kena racun loh. Yes. Apa ini,
bos?
Bos. Tolong aku, please. Bisakah kamu bicara dengan lebih keras? Aku tidak bisa dengar kamu. Datar bet ngomongnya.
Tidak sayang. Aku tidak mau waffel.
Tidak. Ini dari kerjaan. Yes, please. Aku mau jus lagi. Kata bos.
Michael,
bisa kamu bicara lebih keras? Aku tidak bisa. What, guys? Se jadi merah belakang.
Michael. Are you there? What happen, guys? Kenapa dia diseret sama sosok hitam itu?
Michael, something happen? Wah, wah. toilet aku bersumpah kepada Tuhan kalau kamu lagi aku akan pecat kamu tidak tahu
aku dipecat berikan aku lokasimu di peta dan aku akan telepon polis bekerja sendirian di saif malam bisa berbahaya Ya. Wait. What? Gin tanda tanya. That’s it. Wait, that’s it. Wait. Wait, guys. Kayaknya gua tahu deh. Sosok hitam itu adalah hantu-hantu yang jadi korban pria biru yang mereka gentayangan dan ingin balas dendam k kepada pria biru. Makanya pas yang gelap terakhir banyak sosok kita mereka memberikan kita racun tikus. Begitu storynya, Guys. Benar enggak teori gua? Coba tulis di kolom komentar, Guys. Sepertinya teorinya seperti itu, Guys. Itu makanya diseret kan diseret tuh sama sosok hitam terakhir-terakhir. What? A story, guys. What a story. I hate pineapple pizza. Eh, tapi apa yang terjadi kalau gua gak racunin? Gak gua racunin dan gua suruh dia makan pizza. Oke, oke, gua coba. Gua coba, Guys, ya. Gua coba, ya. Tapi mungkin akan gua skip aja karena mungkin ini Sebentar, gua cek dulu. Berar, berarti harus dimulai dari D3, ya. Oke. Oke, gua akan coba. Gua akan coba, Guys. Gua penasaran. Gua penasaran apakah ada ending lain, Guys? Oke, let’s go. Oke, Guys. Kita bikin empat pizza, ya. Dia ada ngorder lagi. Kita bikin empat pizza tanpa racun. Alright, mati lampu. Itu dia nih, Guys, ya. Hantu-hantunya, ya. Coba gua ambil dari sini. Oh, benar, Guys. Mereka mau balas dendam. Ya udah, ya udah, Guys. Gua mau bikin pineapple pizza, tapi enggak pakai racun, ya. Racunnya pun gak gua tuangin, guys. Oke, let’s go. Let’s go. Garela. Oke, tuh, Guys, ya. Enggak ada bintangnya berarti enggak ada racun. Oke, guys. Pizza hawaian yang keempat. Sekarang kita bikin ya tanpa racun. Apa yang terjadi, Guys? Gua penasaran cuy. Gua penasaran. Sudah empat ya. Ya, udah gak ada bintangnya. Berarti tanpa racun langsung kita telepon. Alright, this is it, bro. Listen, I think my car broke down.
Iya. Oke, siap. Nah, I already called a friend. Gua diberikan sama kah? Sama kah? No problem, Pak. Heh, kok tadi enggak kayak gitu? Oh, masih sama, Guys. Adegan, ya? kita kayaknya dipukul deh itu. Oh, digebuk kita pakai gituan tuh. Ya, ya udah guys, ini pizzanya udah tanpa racun ya. Jadi, gua akan langsung skip di bagian pilihan-pilihan tiga pilihan ya. Oke, ini dia guys. Gua akan pilih nomor dua ya. Hold your son this life for you. I’m sorry to hear it but maybe you should have tasted it at least.
What are you talking about? Sama dan dia akan pizzanya ya. Tapi pizzanya gak beracun. Oh no. Please. Apa yang terjadi nih, Guys? Apakah dia masih menjadi psikopat setelah merasakan pizza nanas yang lezat? Oke, dimakan pizzanya, guys.
Yes. Sama percakapannya. Who puts pineapple on pizza? But somehow it tastes so good. What do you some secret ingredient? Thanks for reminding me of that. I will make it quick for you.
No. No. Dia ada keracunan dan dia tusuk kita, guys. No way. Eh, kita coba ya. Yang pilihan ketiga, Guys.
And don’t even eat it. Please ampuni hidupku. Nomor tiga.
Bro, please don’t do this.
Don’t do this. Hidupku adalah lelucon dan penuh penderitaan.
Please, aku cuma mau hidup lagi. Aku cuma mau main game Galaxy Invader 4. Please. Af. Kupunya berita buruk untukmu dan bergerak. Aku akan mengakhiri penderitaan modar lagi, Guys. Jadi, itulah dia, Teman-teman sekalian. I hate pineapple pizza. Dan pelajaran yang gua petik dari game ini adalah hati-hati kalian kalau mau makan kemasan, ya. Apalagi yang ada step plus atau yang ee tutupnya itu pakai tutup botol yang bersemeri-semeri itu yang ber partikel-partikel kecil, Guys. Karena itu bisa membuat usus kalian robek sampai 8 m ya. Oke. Dan membuat ayah kalian menjadi psikopat gila yang suka menculik penjual-penjual makanan tersebut. Itu yang gua petik, Guys. Thank you buat teman-teman yang sudah nonton. Sampai jumpa di game-game horor unik selanjutnya. Brand Wind sign out. Bye byye.

Yuk Join Discord paling rame se-Indonesia buat cari temen!: https://discord.com/invite/motionime
Top up semua game di windahtopupstore!: https://www.instagram.com/windahtopupstore/
Festival Motionimefest: https://www.instagram.com/motionimefest/
Toko top up game ku Windah Topup: https://windahtopupstore.com/
Follow Instagram ku: https://www.instagram.com/windahbasudara/?hl=en

———————————————————————————————–
Sebut nama oleh nightbot langsung aja ketik !sebutnama

Terima kasih buat yang sudah mampir, dan yang sudah like, share, dan subscribe!

Stream ini tidak membuka donasi teman- teman 😊. Donasi-kan lah ke anak yatim piatu atau orang- orang yang lebih me mbutuhkan, hal tersebut sudah menjadi bentuk donasi ke stream ini, terima kasih. Atau kalian bisa donasi ke sesama yang membutuhkan di https://kitabisa.com/​
————————————————————————————————

nightbot commands:

!discord
!topupstore
!sebutnamaku
!instagram

#WindahBasudara