Prof Busyra Azheri: Proses Pembuktian di Bareskrim Kurang Lazim

Terusang begini, saya melihat ee berbagai polemik yang berkembang di media itu ee kami sering berdiskusi dengan kawan-kawan kampus jawabannya satu ini memang diciptakan panggung politik seperti ini. Kenapa? Karena kita jujur saja untung rugi tidak ada. Itu pertama ya. Cuma orang-orang yang kehilangan panggung, bagaimana dapat panggung lagi? Dan panggung ini ciptakan untuk apa? Maaf di negara kita kan kutip praktis semua mengalihkan isu. Kenapa isu dialihkan? Di belakang kasus ini begitu banyak proses-proses hukum yang berlangsung pada era ya du prode Pak Jokowi itu menjawab presiden korupsi yang majal lela. itu problemnya sebenarnya itu kami menganalisa seperti itu. Nah, bagaimana cara isu yang paling menarik? Ya, isu remeh inilah yang jadi dadi kembang-kembangkan dibesar-besarkan, diadakan polling. Untuk apa sih indikator mengadakan seperti ada untung ruginya juga bagi dia. Itu jelas politik pasti politik itu gak bisa tidak. Nah, oleh karena itu bagi saya melihat sebenarnya ee apapun ya yang dilakukan Resudio itu ada hikmah besar kepada bangsa ini yang mesti kita garis bawahi. Apa? Sebagai seorang kepala negara, kepala daerah ya atau kepala apapun levelnya itu mesti ada semacam legesi yang akan diwariskan kejujuran. Itu yang penting sekali sebenarnya. Tapi sekarang kita abaikan hal itu. Apa kita selalu ini kan resmi resmi. Jujur saya sebagai dekan itu hampir yang alumni Fakultas Hukum yang maju dua kali periode untuk DPR bahkan kepala daerah
itu saya menentang pernyataan K asah merevifikasi.
Ada surat form pernyataan khusus ya.
Ada ada formata khusus. Kenapa kita lihat siapa namanya ya? Pertama kita lihat adalah nama ada buku besar ya data besar. Kalau dulu nama Stf apa nama itu e buku tebal itu.
Iya standbook. Stbook itu namanya saya buka ada gak walaupun itu formalis walaupun kita kenal kayak Pak Edapa enggak kenal alumunan tapi itu kewajiban yang mesti kita lakukan. buka data itu kayak udah saya ini Pak Heri pasti dibuka hal itu. Nah, buka kita lihat lalu kita lihat nomor register itu sendiri. Benar gak? Kan ada foto standbook itu. Ada foto asli sama foto ijazah dengan foto di standbook itu sama persis enggak ada bedanya. Kalau kita bayangkan kalau Jokowi itu tahun 2000 eh 5 ya tamat ya itu tuh buku itu sudah kuning kayak apa itu fotonya itu pasti sudah apalagi sudah mungkin makanan rayap dan segala-galanya itu. Nah sekarang kita lihat ya sebagai ee di apa yang dilakukan oleh pihak fakultas ini kan juga aneh gitu ya apalagi data yang berkembang, perbaikan data di internet dan segala orang kan menghubung-hubungkan semua. Jadi kalau kita mau jujur, saya sebenarnya kalau saya melihat pembuktian itu amat-amat sangat sederhana sebenarnya semenjak tahun 2000 apa yang du bukan
2022
yang pertama Megugat dulu si Gus Nur dan Bambang Tri itu
itu kan selesai sebenarnya
itu Bambang Tri itu termasuk orang yang dizalimi. Kenapa? Hakim memutus tanpa melihat ijazah ya tanpa membuktikan ijazah. sudah percaya saja deliknya delik cemaran karena itu yang di
kondisikan oleh penyidik itu yang pasal itu dia minta ada ijazah itu ditampilkan di persidangan
dan yang di baris skrip ini yang dilaporkan oleh Pak Jokowi ada persediaan seperti itu juga sepertinya
ya kalau kita kaitkan informasi yang bertebaran itu ya kemungkinan sangat besar seperti itu. Nah, tapi kan kita tidak bisa membuktikan juga. Ada satu hal tadi sampaikan oleh adinda Rizal tadi. Kenapa baris skrin tentu dia yang harus menyampaikan karena dia yang melakukan ee mengaksan meli labor forensik.
Labor forensik.
E itu dia memang kewenang dia. Cuma seyogyanya pada saat dia seperti itu tentu ada pembanding-pembanding lain yang dimintakan. harus seperti itu idealnya nih pembuktian kan seperti itu kan ya dalam hal indikasi-indikasi pemalsuan dan lain sebagainya. Nah, ini yang menurut kita yang apa ya kurang lazim tahapan dan prosesnya itu
kurang lazimnya di mana, Prof?
Karena hasil dari labor itu ya itu harus detail sekali semuanya itu digambarkan secara detail. huruf font, kertas. Nah, tarikan tanda tangan, foto dan sebagain itu diurai satu-satu. Bukan hanya gelondongan sesuai dengan ASI identik. Bukan seperti itu saja. Makanya Prof. Surio
kalau dari keterangan Baris Krim waktu dia jumpa pers itu katanya sudah memeriksa umur, kertas, cinta, tanda tangan. ee artinya sudah lengkap seperti yang Prof sebutkan.
Iya, boleh seperti itu kan boleh saja dia nyatakan seperti itu enggak masalah ya. Cuma kan problem kita hari ini adalah pada saat dia menyatakan hal itu ya ada sesuatu ketidakpercayaan yang melekat kepada lembaga polisi,
unsur kepolisian itu persoalan orang sudah tahu kok asli pasti identik. belum keluar itu sudah tahu pasti identik kata orang ya enggak mungkin apa sampaikan oleh ee B Hidayat tadi menyatakan seorang presiden. Ya, saya setuju presiden itu ikon negara saya setuju hal itu. Tapi apakah kita permalukan? Nah, itu pertanyaan lain. Tapi kita juga harus jujur. Apakah seorang kepala negara itu jujur gak pada proses? ini kan juga harus perlu ya semacam edukasi politik. Nah, selama ini kan kita dibubukkan semua. Maaf di mata negara kita ini enggak jelas lagi nih demokrasi apa kita ini enggak jelas kita parlementer gak presidentil juga tidak jelas posisinya enggak jelas juga jadi habis energi kita kalau bicara itu. Nah, oleh karena itu saya melihat inilah titik awal kalau kita mau jujur bagaimana proses-proses yang berkaitan dengan tahapan-tahapan itu mesti clear dan clean kita lakukan.
Dan Prof setuju atau tidak dengan Barisk Krim menghentikan penyelidikan? Ya, kalau menghentikan atau melanjutkan itu hak dari baris skrim. Nah, kalau nyatkan saya setuju tentu dia punya argumentasi untuk menghentikan apabila menurut analisanya ya identik itu hak dia dan itu dengan siap dengan risiko. Pertanyaan sekarang apakah itu objek gugatan atau tidak? Kan itu pertanyaannya orang ini lagi menguji ini karena
objeknya. Nah, maksudnya pemberhentiannya itu penghentiannya itu apakah itu kan lari kepada tun atau bagaimana ini kan diuji orang lagi. Nah, tentu ujian ini akan menjadi ada uji bandingnya juga. Nah, jadi ini akan menjadi bola liar sebenarnya kalau kita lihat seperti ini ya. Makanya saya sepakat sampai tahun 2029 belum tentu selesai ini kasusnya. ada banyak peluang yang akan bisa kita jadikan ya e apa namanya uji petik lah untuk tes ini ini kita lakukan tes itu kita lakukan ini terbuka nah belum ditun lagi ini putusan seorang penyidik itu berhak gak kita uji di tun ya bisa lagi jadi akan panjang bolanya na oleh karena itu yang saya pribadi karena saya berasal dar peran tinggi ya dan saya bagian dari sistem yang keputusan pada unit ee satu unit tinggi itu
maka saya melihat kata kunci itu ada di perguruan tinggi itu sendiri. Jadi kalau peruruan tinggi itu ingin mengcarkan ini segera mungkin selesai dia gitu.
Ini dalam hal ini Fakas Kehutanan UGF apa yang kira-kira janggal atau yang tidak lazim tadi menurut Prof. Kir
ya keganjilan dan keg
muncul kecurigaan publik
munculnya itu apa? Ya, pertama yang di media itu mulai dari apa yang digambar-gambarkan media pembimbingnya. Lalu yang maku pembimbing juga maku dia bukan enggak pernah membimbing. Itu satu hal. Kemudian
dan pengakuannya asisten dosen. Dan kemarin menarik dr. Suryadi Ajo Leden temuannya di arsip di Universitas Leden katanya di tahun itu Pak Kasmojo sudah jadi dosen tetap. Jadi berbeda lagi pernyataan Pak Kasmojo. Jadi itulah yang menyebabkan kita itu ya apa ya heran kok UGM sebesar itu
tidak mau
tidak jelas gitu.
Kalau masalah data saya rasa ya okelah ya. Tapi kalau kita mau jujur OGM itu adalah peruruan tinggi tertua loh ya. tertua itu untuk ukurannya ya di Indonesia tertua dia sebetulnya Prof pernyataan UGM dengan Pak Jokowi dan dan sama kan sama-sama ingin di di pengadilan dia.
Betul.
Itu yang kita sayangkan kan. Jadi pernyataan Pak Jokowi Fakultas Keutamaan Kehutanan dengan UGM itu sama kita akan mau buka kalau di pengadilan.
Jadi sebenarnya kalau kita nyatakan seperti itu kan kita yang mengajak
Iya. agar ini diselesaikan melalui proses yudisial kan seperti itu. Nah, padahal problem itu tidak seru itu loh. Enggak seru itu. Selesai sebenarnya gampang. Kalau Pak Hidayat ini mengaku ada kecurigaan dia bukan alumni FB hari ini. Kan gampang saja enggak ada persoalan. Ah, cuma kenapa kalau di fakultas-fakultas universitas Anda lah di buku besar itu stambuk itu sudah lengkap semuanya
namanya sudah fotonya sama dengan
ada, bukunya lengkap semua
judul skripsinya juga ada di situ sama semuanya. Kalau kesalahan mungkin satu dua kata tu biasalah tapi substansinya sama. Apalagi di era itu masih tangan semuanya loh. Saya ijazah saya tahun 93 itu masih susunan tangan.
93 saya masih tangan. Iya.
Apalagi 85.
Nah itu loh. Oh tangan. Jadi kalau ijazah itu k perdebatkan ya kita sama tahulah kesimpulannya. Tapi bagi kita, bagi saya bukan itu sebenarnya. Miset yang ingin disampaikan adalah mari kita ya menjadi contoh sebaiknya apalagi para level-level pejabat ya presiden apalagi itu ini itu jangan anak bangsa ini ditipu dengan permainan seperti itu yang menipu siapa problemnya kembali ya ke muaranya masalah politik negara kitaah apalagi negara kita ini makin kacau apa kacau sekarang dituntut lagi ya satu suara Berapa lagi dimintanya? R.000. R.000 ya. Nah, berapa ratus miliar lagi uangkan habis untuk berpolitik. Untuk itu sekarang saja kita sudah hancur bangsa ini. Kotak-kotak itu belum hancur-hancur juga. Bahkan ya yang ya yang pro A pro B itu masih eksis sampai sekarang. Bahkan mereka menyatakan alumni ini dan sebagainya. Ini makin kacau negara kita. Dan ini yang ditunggu-tunggu sebenarnya. Kalau kita lihat sejarah bangsa ini tadi Bad nyatakan coba lihat semenjak kita merdeka ya tahun 8 tadi PRRI 65 98 sebenarnya puncaknya kemarin tahun 2024 2324 itu kan terjadi revolusi lagi sebenarnya logikanya seperti itu karena rotasi demokrasi kita seperti itu tapi alhamdulillah tidak terjadi. kita bersyukur hal itu ya. Tapi dan kondisi hari ini seperti ini apalagi sudah mulai ke masah ormas macam-macam terjadi. Ini feeling saya kalau kita tanya kembali kepada sejarah-sejarawan pada era 48 sampai menjelang tahun 65 menitus ah seperti inilah negara
suasananya ya tahun-tahun itu.
Iya seperti inilah katanya. Katanya kita belum tahu versi yang mana ya dan yang mana yang sama. Tapi inilah kenapa kita sering curiga hari ini. Pak Albowo pun masih curigai loh.
Curiga sama siapa
ya? Kita masyarakat mencurigai juga. Kenapa dititukan perahu diam aja
ya ini diam saja masih curiga juga orang ya apalagi berbagai kebijakan Prabowo yang anggapnya hari ini banyak temuan tidak tepat ya. Kenapa masih jadikan ikcon yang mesti kita jadikan suatu program yang luar biasa? Ya, apalagi yang terakhir putusan MK sekolah gratis. Berapa lagi dana yang akan habis untuk itu? Dari mana sumber dana? Satu-satunya yang sangat kecil yang akan diber adalah pajak. Baik. Sehingga poinnya menurut Prof. isu dan kasus dugaan ijazah palsu ini apakah memang penting harus diteruskan sampai dibongkar ee sehingga sudah jelas sampai ingkra bahwa ini asli atau palsunya.
Kalau saya hari ini kalau sudah bergulir seperti ini dihentikan tidak mungkin ya
biarkan saja pers hukum berlangsung tapi akan menghabiskan energi. Problem kita itu apa? orang menjadikan isu untuk mencari popularitas itu masalahnya yang tiga tokoh yang getol ini sebenarnya sebelumnya juga sudah heboh seperti ini. Dia dia siapang badan mereka-mereka ini. luar biasa mereka itu sebenarnya apa sih kepentingan mereka untuk siapa dia memperjuangkan kan enggak jelas juga sebenarnya
dan mereka bukan orang politik juga
dan mereka juga bukan politik juga untuk siapa tapi dia ingin apa agar ada suatu nilai yang kita tanamkan cara berpolitik dan bernegara itu oke Yeah.

Saksikan Video Selengkapnya 🔴 LIVE : ASB – Roy Cs Laporkan Bareskrim, UGM Digugat, Jokowi: Yg Dipercaya Siapa?

Link Full : https://youtube.com/live/JnZ3_KgUV-8

Jangan Lupa Subscribe Chanel https://www.youtube.com/channel/UCJS8e5S7Bbf4cctlJenY2Uw
https://www.youtube.com/c/LiputanPadangTV
https://www.youtube.com/channel/UCZvfhsXOZEJx6TcL5NgcFBQ

ikuti berita-berita terkini di Padang TV via streaming di: http://padangtv.id/live atau http://www.jpmstream.com/

Follow & Mention Twitter kami: https://twitter.com/newspadangtv

Follow & Like Facebook Fanpage kami: https://www.facebook.com/officialpadangtv

Follow & Share Instagram kami: https://www.instagram.com/padang_tv

Saksikan info berita ter-update di: Detak Sore (Senin-Sabtu): pukul 16.30-17.00, Detak Sumbar (Setiap Hari): pukul 19.00-19.30 WIB.

#padangtv #advokatsumbarbicara #ijazahjokowi