Tren ‘Aura Farming’ Mendunia Efek Tarian Dikha di Pacu Jalur Kuansing, Sang Ibu Ungkap Rasa Bangga

Rayan Arkandiha yang berusia 11 tahun merupakan anak pacu jalur Kabupaten Kuantan Singingi, Riau yang menjadi terkenal di seantero dunia. Bocah laki-laki yang akrab disapadika ini terkenal berkat tarian khasnya di haluan jalur saat berpacu di aliran Sungai Kuantan. Semenjak anaknya viral di media sosial, sang ibu mengungkapkan rasa senang dan bangga. Ya, saya merasa senang dan bangga. Saya tak menyangka bisa viral. sampai sekarang masih mikir kok bisa seviral itu karena kan banyak anak-anak yang lain jadi togak luan,” ujar Rani. Rani juga mengaku banyak dihubungi orang baik dari dalam dan luar negeri. Bahkan ia ditawari untuk menjadi narasumber di televisi.

BANJARMASINPOSt.CO.ID – Rayyan Arkan Dikha yang berusia 11 tahun merupakan anak Pacu Jalur Kabupaten Kuantan Singingi Riau yang menjadi terkenal di seantero dunia.

Bocah laki-laki yang akrab disapa Dikha ini terkenal berkat tarian khasnya di haluan jalur saat berpacu di aliran Sungai Kuantan

Dikha merupakan anak dari pasangan Rani Ridawati 36 tahun dan Jupriono 40 tahun warga Desa Pintu Gobang Kari, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuansing, Riau.

Ibu Dikha seorang honorer di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kuansing. Sementara ayahnya bekerja sebagai kuli bangunan. Semenjak anaknya viral di media sosial, sang ibu mengungkapkan rasa senang dan bangga.

“Ya, saya merasa senang dan bangga. Saya tak menyangka bisa viral. Sampai sekarang masih mikir kok bisa seviral itu. Karena kan banyak anak-anak yang lain jadi Togak Luan,” ujar Rani

Rani juga mengaku banyak dihubungi orang, baik dari dalam dan luar negeri. Bahkan, ia ditawari untuk menjadi narasumber di televisi. “Banyak tawaran-tawaran. Ada yang nawarin tampil di TV, ngajak kerja sama gitu. Kemarin dari Dubai ada juga menelepon kayak ngajak kerja sama gitu, kurang ngerti juga sih, karena bahasa Inggris,” kata Rani, seraya tertawa.

Rani menyebut, gerakan menari yang dilakukan Dikha hanya dibuat sendiri alias spontan.

“Itu gerakan dia buat sendiri. Kalau di rumah saya suruh ulang nari, dia malah kaku. Saya bilang coba ganti gerakannya, dia enggak mau. Malu-malu gitu dia. Tapi kalau pas Pacu Jalur, dia leluasa menari, tidak ada grogi ditonton banyak orang. Biasa aja dia,” sebut Rani.

Sebelum mengikuti Pacu Jalur, Rani berpesan kepada Dikha agar selalu menjaga keseimbangan. Dia melarang Dikha untuk loncat ke sungai saat jalur sedang berpacu. (Kompas.com)

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.

Program: Short
Editor: Roni

#pacujalur #malaysia #klaim #pemilik #riau #aurafarming