DAPAT surat Ancaman dari TRUMP, PRABOWO MELAWAN “INDONESIA, RUSIA, China dan BRICS BERSATU HAJAR AS”

[Musik] Baru-baru ini Donald Trump secara resmi menabuh genderang perang dengan 14 negara termasuk Indonesia. Genderang perang itu ditabuh usai secara resmi Amerika Serikat mengirim surat yang menginformasikan bahwa mulai 1 Agustus 2025 barang impor dari negara-negara tersebut akan dikenakan tarif. Dengan Indonesia akan dikenai tarif sebesar 32% kecuali tercapai kesepakatan negosiasi sebelum batas waktu tersebut. Surat tersebut merupakan bagian dari kebijakan tarif resiprokal yang dipakai Trump untuk memperbaiki ketidakseimbangan perdagangan Amerika dan dianggap penting untuk keamanan nasional Amerika Serikat. Selain itu, Trump memperingatkan negara-negara yang mendukung kebijakan bricks anti Amerika akan dikenai tambahan tarif 10% di atas tarif dasar yang sudah diterapkan. Lantas apakah reaksi Indonesia menghadapi hal tersebut ketika baru-baru ini Presiden Prabowo tengah menghadiri KTT BRIS di Brazil? Berikut rangkuman perlawanan Indonesia atas perang dagang yang ditabuh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. [Musik] Ya, resmi Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengirimkan surat kepada kepala beberapa negara dunia untuk memberitahu mereka tentang tarif baru. Salah satunya dikirimkan kepada Presiden Indonesia Prabowo Subianto. Dalam akun third social-nya, Trump menyebut bahwa hubungan Indonesia dan Amerika Serikat harus dapat berjalan baik dengan perdagangan yang fair. Ia bahkan menyebut defisit yang dialami Amerika Serikat dalam perdagangannya dengan Indonesia membuat hubungan kedua negara jauh dari apa yang disebutnya sebagai resiprokal. Sebagai info, berdasarkan laporan dari pemerintah Amerika Serikat, perdagangan barang Amerika Serikat dengan Indonesia diperkirakan mencapai 38,3 miliar US Dar pada tahun 2024 dengan ekspor barang Amerika Serikat ke Indonesia pada tahun 2024 mencapai 10,2 miliar US Dar. Sedangkan impor barang Amerika Serikat dari Indonesia mencapai 28,1 miliar US Dar pada tahun 2024. Dalam hal ini, Amerika Serikat enggak senang karena ada defisit perdagangan barang Amerika Serikat dengan Indonesia yang mencapai 17,9 miliar US DO pada tahun 2024. Dan untuk itu, Trump secara eksplisit menuding bahwa Amerika Serikat dirugikan oleh tingginya impor dari Indonesia dibanding ekspor Amerika Serikat ke Indonesia. Namun penting dicatat bahwa defisit tersebut bukan karena Indonesia melakukan langkah agresif, melainkan lebih karena perbedaan struktur perdagangan. Indonesia mengekspor produk seperti elektronik, tekstil, dan alas kaki ke Amerika Serikat. Sementara barang dagangan Amerika Serikat ke Indonesia relatif lebih kecil volumenya. [Musik] Oh iya, selain mendapatkan ancaman tarif 32%, Indonesia juga mendapatkan ancaman tarif tambahan sebesar 10%. Ini karena Indonesia bergabung dengan bricks, aliansi atau organisasi yang bertentangan dengan Amerika Serikat atau G7. Seperti kita tahu, Trump menolak elemen-elemen dalam kebijakan BRIS yang mengusulkan penggunaan mata uang non dolar dalam perdagangan multilateral. Ia pernah menyebut bahwa jika negara-negara BRIS mencoba mengganti dolar sebagai cadangan devisa ia akan mengenakan tarif sebesar 100%. Ini jelas menjadi ancaman perang secara terbuka dari Trump pada Indonesia dan negara anggota BRIX. Lantas apa yang akan dilakukan Indonesia? Sejauh ini Prabowo nampak tak terpengaruh dengan ancaman-ancaman dari Amerika Serikat. Alih-ali mendekat ke kubu Amerika, Prabowo justru terlihat semakin percaya diri mendekatkan diri ke arah regional timur. Prabowo hadir sebagai tamu kehormatan di St. Petersburg International Economic Forum pada 18 hingga 19 Juni 2025 bertemu Presiden Putin untuk menjalin kerja sama strategis dan pembentukan dana investasi bersama senilai 2,9 miliar US DO antara Lembaga Sovereign Fund Indonesia dan Russia Direct Investment Fund. Saat itu Prabowo bahkan memilih untuk tak menghadiri undangan G7 yang dipimpin Amerika Serikat. Dan terbaru Prabowo juga memilih untuk menghadiri brick summit di Rio 6 hingga 7 Juli 2025. Indonesia hadir aktif di KTT sebagai anggota penuh bricks pertama dari Asia Tenggara dan ahli-aliut pada ancaman Trump. Prabowo meminta peluncuran kemitraan selatan-selatan baru dalam block bricks untuk memperkuat posisi ekonomi negara berkembang. [Musik] BKS dan Indonesia melawan porque responsável seria un presidente da República de un país do Estados Unidos. ficar amando mo através da internet no correto saber que mo sa queremos imperador som países soberanos si que Pada KTT BRS di Rio de Janeiro 6 hingga 7 Juli 2025, Lula yang merupakan Presiden Brazil sekaligus Presiden Bricks menanggapi ancaman taris Trump dengan dunia tidak ingin lagi dipimpin oleh satu kaisar yang mengancam tanpa tanggung jawab. Ia menyebut negara-negara anggota Brick adalah berdaulat dan tidak ingin tunduk pada dominasi politik atau ekonomi satu kekuatan. Dan pada akhirnya jika Amerika Serikat menggunakan tarif sebagai alat tekanan, negara lain juga memiliki hak untuk membalas dengan tarif mereka sendiri. Saat ini BRIS dan Indonesia belum mengambil langkah agresif seperti balas-membalas secara langsung, tapi lebih menyuarakan posisi kedaulatan, reformasi sistem global, dan ketidaksetujuan terhadap tarif sepihak. Mereka lebih membuka dialog dan meningkatkan kerja sama ekonomi, bukan retaliasi dagang. Saat ini sendiri Indonesia mengirim Air Langga Hartarto, Menteri Koordinasi Bidang Perekonomian ke Amerika Serikat untuk memimpin negosiasi penting sebelum tenggadik pada 9 Juli terkait ancaman tarif 32% dan kemungkinan tambahan 10% jika Indonesia dianggap selaras dengan kebijakan anti Amerika BRIs. Pendekatan Indonesia adalah melalui negosiasi konstruktif dan diplomasi ekonomi. Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa meski menghadapi tekanan, mereka tetap menerapkan kebijakan pragmatis. Menyeimbangkan hubungan antara Amerika Serikat dan aliansi global seperti BRIS dengan tetap menjaga kedaulatan dan kepentingan nasional. Dalam sebuah interview di Rusia beberapa waktu lalu, Prabowo sendiri pernah mengatakan Indonesia tidak ingin terjebak dalam dikotomi barat dan timur. Kita akan berdiri di tengah dengan kepala tegak dan bermitra dengan semua pihak secara adil. Prabowo SPF 2025. [Musik] Prosesolarisasi. Salah satu faktor utama kenapa Amerika Serikat menyerang negara-negara bricks adalah upaya bricks untuk melakukanisasi. Jadi, dedolarisasi adalah proses mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat dalam perdagangan internasional. cadangan devisa dan transaksi lintas negara. Tujuannya menciptakan sistem keuangan global yang lebih multipoler mengurangi dominasi tunggal Amerika Serikat. Saat ini sendiri dolarisasi benar-benar sedang terjadi. Sebagai info China dan Rusia kedua negara ini adalah motor utama pengurangan penggunaan dolar di mana lebih dari 70% perdagangan bilateral mereka kini menggunakan yuan dan rubal. Lalu ada India dan UA. Transaksi minyak pertama dalam RUP dilakukan pada 2023 dan diperluas ke logistik dan logam di 2025. Selanjutnya ada PRKS Payment System. Pada KTT BRIX Juli 2025 di Brazil diumumkan pembentukan sistem pembayaran multinasional berbasis blockchain yang tidak bergantung pada Swift atau USD. BRIS juga menyepakati clearing house regional dengan jaminan emas dan mata uang lokal mirip Brickpay. Sedangkan di negara selatan, Indonesia, Malaysia, Brazil, Afrika Selatan mulai menandatangani lebih banyak perjanjian perdagangan berbasis local currency settlement tanpa menggunakan dolar. [Musik] Pada akhirnya dengan upaya untuk mengurangi dolar, kedaulatan ekonomi suatu negara akan lebih kuat. Sebagai contoh, dengan local currency settlement atau LCS, Indonesia bisa kurangi ketergantungan USD dalam perdagangan dengan China, Jepang, Malaysia, dan Thailand. Bank Indonesia terus menjalin kerja sama bilateral dengan Bank Sentral ASEAN dan Braks untuk memperluas penggunaan rupiah. Indonesia tidak perlu terlalu khawatir saat The Fat menaikkan suku bunga atau dolar menguat tajam. Dan pada akhirnya Indonesia juga bisa mendapatkan akses investasi baru dari bricks dan timur. Bricaks mendorong pembiayaan infrastruktur dan energi berbasis non dolar. Pada akhirnya saat ini dunia sedang bergerak. Dolar tidak lagi mutlak. Amerika tidak lagi satu-satunya pusat dan Indonesia kini berada di persimpangan sejarah. Saat Donald Trump mengirimkan surat ancaman tarif kepada Indonesia, ia mungkin membayangkan negara ini akan tunduk. Tapi yang terjadi justru sebaliknya. Presiden Prabowo tidak hanya menolak tekanan itu, tapi memilih berdiri sejajar dengan kekuatan baru dunia. Bricks Indonesia tidak membalas ancaman dengan kemarahan, tapi menjawabnya dengan diplomasi, kerja sama regional, dan keyakinan kuat atas kedaulatannya. Di tengah guncangan tarif, perang mata uang, dan upaya dominasi ekonomi, Indonesia tidak menutup pintu kepada siapapun, tapi juga tak akan membiarkan siapapun mendikte arah masa depannya. Kini saat dunia perlahan mulai meninggalkan ketergantungan pada dolar dan sistem lama mulai bergeser, satu pertanyaan besar muncul. Apakah Amerika siap hidup di dunia yang tidak lagi tunduk dan lebih penting lagi, apakah Indonesia siap bersaing di dunia yang setara? Hanya waktu yang akan menjawab, tapi satu hal pasti, genderang perang tarif telah ditabuh dan Indonesia tidak mundur. [Musik] [Musik]

======================================
Part of GLNEWS
Website: https://glnews.id/
Instagram: https://www.instagram.com/glnews_ig/
Tiktok: https://www.tiktok.com/@glnewsofficial
Facebook: https://www.facebook.com/glnewsfootball/