Buka-bukaan! Roy Suryo Tunjukkan Analisa Ijazah Jokowi Palsu di Gelar Perkara Khusus Bareskrim
Pak Roy Suryo ingin menjelaskan apa yang nanti akan disampaikan juga di dalam e gelar perkara. Silakan, Pak Roy. Iya. Bismillahirrahmanirrahim. Jadi, asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhikumsalam. I jadi saya bersama Dr. Rispon nanti akan menjelaskan secara teknis intinya ya intinya intinya nanti akan saya sampaikan seperti ini ringkasannya. Jadi judulnya adalah analisis teknis ya ijazah dan skripsi 99,9% palsu. Kenapa saya bisa mengatakan 99,9% palsu? itu nanti akan ada historisnya di mana pertama kali ijazah itu muncul fotokopinya itu pada saat di Fakultas Kehutanan UGM diterangkan oleh ee Dekan Fakultas Kehutanan waktu itu Dr. Sikit Sunarta pada tanggal 24 Oktober tahun 2022. Ini website-nya eh bukan ee YouTube-nya bisa dilihat. Kemudian di sini apa ee penerangannya nanti di dalam kalau ada waktu saya putar YouTube-nya ya. Makanya ini ada ringkasannya. Kemudian ada juga. Nah, ini yang membikin gaduh sebenarnya. unggahan dari politisi PSI namanya Dian Sandi ya pada tanggal 1 April 2025. Ini sebenarnya yang bikin gaduh karena pertama kali dia upload dan dia tuliskan asli dan ini adalah berwarna. Kalau sikit Sunan tadi hitam putih fotokopi kalau ini berwarna. Jadi inilah yang kemudian membuat bisa dianalisis ada dianalisis fotonya, font-nya oleh dokter respon dan lain sebagainya. Tapi yang penting karena berwarna dan ini sifatnya adalah elektronik. mengungkap setelah elektronik mengunggahnya maka kita periksa dengan apa e elektronik atau digital forensic. Caranya adalah dengan menggunakan namanya ela itu error level analisis. Ini contoh kalau ijazah yang benar, maaf saya contohkan ijazah saya ya. Kalau diperiksa El ini masih akan kelihatan ijazahnya ini hasil dari El. Artinya kalaupun El itu full itu masih akan tetap kelihatan ijazahnya. Lihat teman-teman bisa lihat nih ini masih ada bekas-bekasnya, tulisan-tulisannya masih ada, logonya pun juga masih ada. Nah, saya uji yang berwarna tadi miliknya Joko Widodo ketika diperiksa pakai error level analisis, pakai LA, hasilnya apa? Rusak. Jadi ini bukti sudah ada rekayasa. logonya tidak kelihatan lagi, pas fotonya juga tidak kelihatan lagi. Dan kalau full jadinya seperti ini. Artinya kesimpulan yang pertama hasil dari El error level analisis ijazahnya Joko Widodo itu sudah ada rekayasa atau sudah ada editing. Sekali lagi kenapa ini digital forensic? Karena yang diunggah adalah digital ya, jadi bukan analog. Kemudian ada yang namanya face comparation. Foto di ijazah itu kemudian kita uji. Saya lagi-lagi daripada diprotes orang lain, saya pakai foto saya. Foto saya dijazah tadi yang pertama tadi ketika dibandingkan dengan foto saya sekarang hasilnya adalah match pasti sama ada persentasenya nanti secara detail saya jelaskan di dalam tapi foto Joko Widodo yang ada di ijazah kemudian yang ada sekarang adalah nots match tidak sama foto di ijazah tidak sama dengan aslinya sekarang menariknya foto ini ternyata justru mirip dengan orang lain orang lain itu adalah inisialnya DBU ya gitu jadi teman-teman pasti Sudah, udah, udah pernah dengarlah siapa. Saya singkat saja. Debitn ini malah match. Jadi foto ijazah match dengan orang lain, bukan dengan Joko Widodo. Yang menarik kemudian sekarang Polri kemarin mengatakan sudah mengidentifikasi tiga sebagai pembanding mana? Enggak ada. Enggak pernah disebut. Saya gentle tiga ijazahnya saya buktikan. Ini ijazah Jokowi. Kenapa saya pakai yang fotokopi? Karena ini yang dipaparkan di bares krim ini. Saya tidak pakai punyanya sandi lagi. Karena ini yang kemudian dipaparkan oleh bares krim. Memang ini fotokopi lah. Itu kalau Anda tanya kenapa fotokopi yang dipaparkan bares fotokopi terlipat lagi. Ini ijazah nomor 1120. Ijazah nomor 1120 sumber preskon bares krim tanggal 20. Saya gunakan tiga pembanding. Yang pertama adalah ijazah milik ee apa? Sori. Ijazah yang pertama adalah milik Frono Jio nomor 1115. Nah, ini ini adalah diehard-nya Jokowi. Jadi, jadi dia sering menunjukkan sendiri ijazahnya dan dia upload ini sehingga kemudian ini bukti yang 1115 milik Frono Jiwo. Oke. Kemudian ada ijazah yang lain yang saya bandingkan. Ijazah kedua nomor 1116 urutan ini miliknya almarhum Hari Mulyono. Ijazah Hari Mulyono adalah 1116. Ini ijazahnya. Ijazah yang ketiga milik Sri Murtinengsih itu adalah nomor 1117. Ijazah Sri Mortinengsih pun sor itu saya uji. Jadi tiga-tiganya ada jelas saya tidak menutupi yang mau pembanding yang mana seperti kata Pak Rizal Fadilah tadi ini tiga pembandingnya clear ya. Nah hasilnya apa? Inilah teman-teman tiga ijazah pembanding ketika kemudian dibandingkan dengan ijazah Joko Widodo not match tidak identik. Tiga ijazah ini identik. Contohnya ini ada logo, ada huruf A ini 1117 dengan 1115. Frono jiwa ini milik eh apa? Sriurining match. A-nya lihat A-nya masuk ke dalam logo. A-nya masuk ke dalam logo. 1120 milik Joko Widodo. A-nya keluar dari logo. Ini artinya tidak identik. Z-nya juga Z-nya punya punya Joko Widodo itu keluar dari ke atas. Sedangkan yang lain itu lebih masuk ke dalam. Jadi ini detailnya ada, persentase ada bahkan ada enam ee apa namanya ee identitas yang ada. Kemudian skripsi. Skripsi ini saya peroleh secara resmi dan legal ya. Karena kami diterima oleh UGM pada tanggal 15 April di ruang 109 Fakultas Kehutanan diserahkan langsung resmi juga oleh Wakil Rektor Proforening Widasmoro ya. Jadi ini skripsinya yang menarik dari skripsi ini nanti Dr. Respon di dalam akan menjelaskan soal font dan lain sebagainya. Saya langsung saja ke kesimpulan ya bahwa di sini di ee di halaman pengesahan ada nama Prof. Dr. Ir. Ahmad Sumitro. ini dibuat tahun ee 5 bulan November. Sebetulnya Profesor Amas Mitro itu yang benar adalah bulan November itu masih doktor. Ini yang benar yang ketikan ini yang bukan ini yang ketika apa ee print baru ini kok kenapa sudah profesor? Padahal yang benar doktor. Profesor Ahmad Sumitro baru mengucapkan pidato guru besarnya pada bulan Maret 6. Jadi belum profesor seharusnya. Tanda tangannya juga sudah dikonfirmasi oleh putrinya Mbak Aida Greenberry, putrinya Ahmad Sumitra yang ada di Australia itu tidak benar. Namanya pun tidak benar pakai Soe Metro. Nah, jadi artinya ini kesimpulannya ini yang paling penting. Hasil uji error level analisis menghasilkan ijazah Jokowi menunjukkan error pada bagian logo dan pas foto. Jadi error ya hasil face comparison menghasilkan pas foto di ijazah Jokowi not match. fotonya di ijazah itu tidak match dengan foto sekarang dia sekarang. Hasil face comparison menghasilkan pas foto di ijazah itu justru match atau cocok dengan foto Dumatno Budi Utomo. Ijazah pembanding nomor 1115 milik Frono Jiwo kemudian 1916 milik almarhum Rimoyono 1117 milik Sri Murtinengsih. Semuanya identik. Jadi 1115 116 117 itu identik semuanya. Tapi lucunya ijazah 1120 milik Joko Widodo tidak identik. Clear ya. Jadi tidak identik justru dengan tiga ijazah di atas. Enggak, enggak ada yang identik. Nama Dr. Ir. Ahmad Sumitro di ucapan terima kasih ini yang benar itu sudah ditulis profesor di lembar pengesahan. Padahal enggak enggak boleh. Dia belum profesor, beliau belum profesor. Nah, justru ee padahal baru beliau itu Profesor Maret ’86 beliau dikukuhkan menjadi guru besar. Ini yang paling penting juga tidak ada lembar pengujian yang sangat penting. Diskripsi lembar pengujiannya. Enggak ada saya dr. Mon drter Tifa waktu enggak ada dan itu sudah ditanyakan Profening waktu itu juga bingung lihat oh kok enggak ada terus cari yang lain kemudian yang lain malah yang ketemu soal tesis itu ya jadi milik Jokowi enggak ada kesimpulan dari ini semua skripsi yang cacat tidak akan lulus dan tidak akan ada ijazah asli sekian terima kasih wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatam warahmatullahi wabarakatuh sampaikan apa apa yang abang sampaikan ini sebelumnya sempat dibawa juga di gelap perkara biasa atau pasti khusus makanya karena ini tidak pernah dipang panggil digelar perkara ini hanya kemarin banyak dikatakan itu jangan hanya di luar makanya supaya tidak hanya diumbar di luar di media terima kasih teman-teman media yang sudah memberitakan kami presentasikan di dalam lebih detail nanti yang ada di dalam oke kalau tiga ijazah tadi memang ijazah yang memang digunakan bares krim untuk di pembing itu saya tidak tahu makanya makanya bares krim itu pakai pembanding yang mana ya karena tidak pernah terungkap it oke gitu ya supaya iya kita nanti tiga ijazah itu misalnya polisi meminta untuk dihadirkan orangnya siapak sangat setuju silakan hadirkan Fron Jiwa silakan hadir. Sri Murting silakan hadir. Tapi almarhum Harono ya kita kita challenge kita tantang polisi untuk menghadirkan Frono Jiwo, Sri Murtinengse dan orang-orang yang sudah disebut. Oke ya gitu ya. Terima kasih. Ada lagi kalau tidak kami cukup masuk ya. Cukup terima kasih semuanya ya. Mari komunikasi sama Pak Bety sih terkait dengan ijazah yang pramuka-pramuka itu sudah komunikasi nanti ya pokoknya pokoknya yang penting ijazahnya palsu. Entah untuk dicetak di pramuka dicetak di mana itu lain soal. Tampakan begini, penelitian sebelumnya itu kan hanya pada level ada masalah dalam ijazah.
JAKARTA, KOMPAS.TV – Penuding ijazah palsu Jokowi, Roy Suryo menunjukkan sebuah kertas hasil analisa dalam gelar perkara khusus di Bareskrim Polri, Jakarta, pada Rabu (9/7/2025).
Dalam keterangannya, Roy mengklaim analisa yang dibawanya tersebut menununjukkan ijazah Presiden ke-7 RI, Jokowi palsu.
“Yang penting ijazahnya palsu, mau itu dicetak di Pasar Pramuka, dicetak di mana, itu lain soal,” ujar Roy.
#jokowi #roysuryo #ijazahjokowi #rismonsianipar #breakingnews
Produser: Ikbal Maulana
Thumbnail: Noval
Sahabat KompasTV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.
Jangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV.
Sahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv
Media sosial KompasTV:
Facebook: https://www.facebook.com/KompasTV
Instagram: https://www.instagram.com/kompastv
Twitter: https://twitter.com/KompasTV
TikTok: https://www.tiktok.com/@kompastvnews