AKU SAKIT DAN TIDAK ADA TEMANKU YANG PEDULI DI MINECRAFT!!
[Musik] Wah, guys, hari ini aku sedang mining bersama Kesri dan juga Chiko. Soalnya, Guys, di sini stok diamond aku habis. Maka dari itu, di sini kita bakal mining juga untuk mendapatkan banyak sekali diamond. Nah, benar banget tuh. Karena di sini aku mau beli mainan baru juga, Bap. Tapi diamond aku habis. Aduh, sabar. Di sini aku juga ingin membeli mainan baru dan di sini aku membutuhkan diamond yang banyak. Papi, Padi sekarang juga. Wah, betul banget. Let’s go, Teman-teman. Langsung saja di sini kita mining, ya. Di sini kita mining-nya berpencar. Oke, kita bakal cari, Guys. Oh, di sini ada gold nih, Guys. Atau emas. Let’s go. Kita bakal mining juga, Guys. Soalnya ini juga lumayan. Oke, kita bakal mining, Guys. Mining-maining yang banyak. Waduh, di sini aku udah dapat satu diamond, Pak Ferry. Oh my God, kamu udah dapat, Kakri. Cepat bener dah. Wah, iya nih. Lihat di sini ada diamond nih. Ini punyaku, punyaku, punyaku, Wi. Punya aku. Itu. Oh my God. Ada bener nih punya aku yang di sini. Waduh, Guys. Ternyata di sini Kri sudah mendapatkan diamond. E, bentar, bentar, bentar. Itu apa, Guys, di belakang aku? Wah, sepertinya itu adalah diamond. Wah, let’s go, let’s go. Kita ambil, Guys. Akhirnya di sini aku mempunyai diamond juga, Guys. Aku dapat diamond akhirnya. Ini dia, Guys, diamond pertama aku. Mantap bener. Oke, ini dia, Guys. Langsung saja di sini kita mining mining. Oh, ternyata di sini ada banyak, Guys. Let’s go. Kita bakal mining semuanya. Oke, sudah. Ini juga kita bakal mining, Guys. Ah, astaga. Apa-apaan itu? Aku malah terjatuh, Guys. Lihat ini, Guys. Oh my God. Aku ada di mana ini? Sepertinya ini adalah goa, Teman-teman. Astaga. Di sini aku jatuh ke dalam goa. Untung aja di bawah aku tadi itu ada air. Kalau tidak aku bisa meninggoy. Wah, lihat ini guys. Ternyata ini adalah goa yang kelihatannya udah berusia lama banget nih guys. Kayaknya udah beribu-ribu tahun goa ini. Aduh kalau kayak gini aku harus keluar nih. Tapi gimana cara keluarnya? Aku tidak mempunyai blok di sini. Aduh sepertinya aku bakal terjebak di sini, Guys. Oke, gimana kalau sekarang? Langsung aja kita panggil Kesri dan juga Chiko. Woi Kesri Chiko tolong aku. Aku masuk ke dalam goa ini. Uhuh. Lihat ini Kri di sini dannya banyak sekali. Ini puny aku. Punyaku punyaku. Punyaku. Punya minggir minggir. Lihat ini. E bentar bentar bentar Kri kamu dengar suara enggak? Waduh aku dengar suara sih. Kok seperti ada yang minta tolong di sini. Aduh betul banget. Apa jangan-jangan Bang Perik? Astaga kita harus menolongnya. Ayo kita langsung aja cari tahu di mana sumber suaranya. Nah, cepat cepat C kita cari tahu. Ada satu punyaku, punyaku punyaku. Oke, kita cari. Astaga teman-teman sepertinya Kesri dan juga Chiko tidak mendengar suara aku. Woi Peri. Woi, Baperi. Bak Feri kamu di sini kah? Oh my God. Lihat itu dia Ferik ada di bawah. Waduh, benar banget. Kenapa dia bisa jatuh di situ Chiko? Waduh, teman-teman tadi aku enggak sengaja terperosok dan aku malah masuk di dalam goa ini. Cepat bantu aku. Aku gak bisa naik. Eh, kamu terosen dalam gua. Bang, kamu ada blok enggak di situ? Aduh, enggak ada. Aku cuman ada dua blok doang ini. Ini enggak nyampai kalau buat naik ke atas. Ciko, Ciko, Ciko, gimana kalau kita pergi tinggalin Bang Fik aja di sini? Uh, God, ini ide bagus. Nanti yang dapat diamond banyakan kita orang doang, Bang Feri enggak. I benar banget. E, Bang Farik, Bang Farik mendil. Kamu bertahan sambil dapat satu daging ini aja. Aku sama Chiko mau mining diamond dulu. Wah, betul banget. Bye bye. Oh my God. Apa-apaan itu? Astaga, Teman-teman. Mereka berdua malah enggak ingin menolong aku, Guys. Aku malah dibiarkan sendiri di sini. Astaga. Apa-apaan itu? Aduh, ini gimana caranya agar aku bisa naik ke atas, Guys? Sepertinya di sini aku harus mengumpulkan banyak sekali blok. Eh, bentar, bentar, bentar. Di depan aku di sini ada chest, Teman-teman. Ini chest apa ya kira-kira? Hmm, gimana kalau kita coba lihat aja, Guys. Kita buka. Siapa tahu di situ ada blok atau ada tangga gitu untuk membuat aku naik ke atas, Guys. Oke, kita bakal langsung aja lihat, Guys. Oke. E bentarbentar ini kosong, gak ada apa-apanya. Astaga. Wah, tidak. Astaga. Tadi itu ternyata chest palsu, Guys. Chnya tiba-tiba bisa meledak. Coba lihat ini, Teman-teman. Astaga. Untung aja aku di sini enggak apa-apa. Oke, Teman-teman. Sepertinya di sini terpaksa aku harus mengumpulkan blok, Guys. Agar aku bisa naik keluar dari sini. Oke, let’s go. Kita bakal langsung aja kumpulkan blok yang banyak di sini. Oke, ini dia. E, bentarbentar. Itu ada suara apa tadi, Guys? E, ah apa ini, Teman-teman? Tidak, di sini ada witer, Guys. Lihat itu. Oh my God. Menyeramkan sekali, Guys. Ada witer di sini. Wah, aku baru ingat ternyata ini adalah seorang witer, guys. Riciko, tolong aku. Astaga, aku sekarat, Guys. Oke, oke. Kita harus berlindung. Kita harus berlindung. Wah, tidak. Di sini aku malah meninggy. Aduh, aduh. Astaga. Ah, aku ada di mana ini? E, bentar, bentar, bentar. Kenapa di sini aku ada di rumah sakit dan kenapa di sini aku naik kursi roda? Wah, selamat Ferix. Akhirnya kamu sudah bangun juga. E, oh my God. Kamu siapa di sini? Wah, sepertinya di sini ingatanmu belum begitu baik, ya. Wah, perkenalkan di sini aku adalah dokter yang mengurus kamu. Jadi, kamu itu ditemukan oleh seorang warga tadi. Wah, jadi tadi itu kamu terserah oleh Wer dan sekarang aku sudah mengobatinya. Tapi sayang banget, Wer yang menyerang kamu itu ternyata memiliki banyak sekali racun dan akhirnya racun itu masuk ke dalam tubuhmu, Feri. Oh my God. Jadi gitu ya. Oh my God. Tiba-tiba di sini aku ingat teman-teman kalau aku tadi itu lagi mining bersama Kesri dan juga Chiko. Tapi aku tidak sengaja masuk ke dalam sarang winter guys dan aku diserang. Wow, akhirnya kamu ingat juga Ferry. Waduh, iya betul banget, Pak Dokter. Aku sekarang sudah ingat. Wah, tapi sayang sekali tangan kanan kamu dan juga kaki kanan kamu di sini mengalami luka yang sangat serius diakibatkan karena racunnya menyebar sangat cepat. Oh my God. Jadi gitu ya. Wah, lihat ini teman-teman. kaki kanan aku dan juga tangan kanan aku diperban. Astaga, ini rasanya sakit banget dan juga panas. Waduh. Iya, betul banget. Jadi di sini kamu harus beristirahat di rumah ya, soalnya di sini pengobatannya sudah selesai. Cepat, kamu langsung aja pulang ke rumah dan juga kamu jangan keluar rumah ya. Soalnya nanti kalau kamu bertemu dengan orang lain, orang lain bakal tertular dengan penyakit kamu. Oh my God. Jadi gitu ya? Wah, gawat guys. Ternyata penyakit yang aku alami ini adalah penyakit menular dan aku harus di rumah terus. Wah, iya betul banget. Jadi kamu harus di rumah terus ya agar kamu bisa cepat sembuh. Aduh, baiklah kalau begitu, Pak Dokter. Wah, okelah di sini aku mau lanjut lagi ya, soalnya masih banyak sekali pekerjaan yang akan aku kerjakan. Waduh, baik-baik. Terima kasih, Pak Dokter. Wah, iya sama-sama. Astaga, lihat ini, Teman-teman. Aku sekarang sedang sakit, Guys. Gara-gara aku diserang oleh witer. Aku baru tahu kalau Wither itu ternyata mempunyai racun guys. Oh my God. Okelah kalau begitu. Sekarang di sini aku mau pulang aja, Guys. Ini ke mana ya arahnya? Oh, ke sini ternyata. Wah, dan anehnya lagi kenapa Kriga Chiko tidak menjenguk aku, ya? Oh my God. Apa-apaan ini? Oke, kita harus turun, Guys. Tapi hati-hati di sini aku naik kursi roda sendiri. Akhirnya teman-teman aku sudah sampai juga. Oke, let’s go. Kalau begitu di sini aku harus pulang ke rumah, Guys. Astaga, lihat, Guys. Di sini aku memakai kursi roda sendiri. Enggak ada yang nganterin sama sekali. Ini sepertinya bakal membutuhkan waktu yang lama untuk sampai di rumah. [Musik] Oke, Teman-teman, akhirnya aku sampai juga di rumah. Astaga, di sini tangan aku sudah pegal, Guys. Oke, oke, let’s go. Kita langsung aja masuk ke dalam rumah. Soalnya kata Pak Dokter, aku itu enggak boleh keluar rumah, Guys. Aku harus beristirahat terus di dalam rumah. Jadi takutnya aku menyebarkan penyakit kepada orang lain. Oke, akhirnya aku sudah sampai juga di dalam rumah, Guys. Aduh, di sini aku lapar. Oke, di sini aku ingin makan. Kita bakal lihat dulu kira-kira apakah di sini ada makanan tersisa. Wah, ada, Guys. Untungnya. Waduh, sayang banget. Tapi ini kentang. Tapi enggak apa-apa, Guys. Kentang juga enggak apa-apa. Yang penting di sini aku bisa makan. Let’s go kita makan, Guys. Nyam nyam nyam nyam nyam. Oke, akhirnya aku udah kenyang. Oke, sepertinya aku di sini ingin tidur, Guys. Aku capek banget. Let’s go. Kita bakal naik, Guys. Tapi harus hati-hati. Oke, naik. Astaga, ini malah nyangkut. Aku gak bisa naik. Hah, akhirnya, Teman-teman, aku bisa juga naik. Oke, let’s go. Kita langsung aja menuju ke kamar aku, Guys. Let’s go. E, waduh tidak aku gak bisa masuk, Guys. Karena ini pintunya cuman satu. Ini sangat kekecilan banget pintunya. Kita bakal langsung aja lewat sini, Guys. Kita harus hati-hati. Oke, ini dia, Guys. Kita naik. Oh my God. Hampir aja. Oke, hati-hati jangan sampai aku jatuh. Nah, oke sudah selesai. Let’s go. Langsung aja kita masuk. Oke, ini dia teman-teman aku berhasil masuk. Let’s go kita tutup, Guys. Dan di sini aku ingin baring, Guys. Aku ingin rebahan soalnya aku sangatlah capek banget. Astaga badanku enggak enak, Guys. Karena aku lagi sakit. Astaga, akhirnya aku bisa rebahan juga, Guys. Oke, kali ini aku bakal beristirahat, Guys, untuk beberapa waktu. Dan kata Pak Dokter tadi, aku itu harus beristirahat selama 1 bulan. Astaga, itu lama sekali. Oh ya, ngomong-ngomong Kri sama Ciko mana ya? Kenapa dia tidak menjenguk aku? Padahal di sini kan aku lagi sakit. Parah banget, Guys. Di sini aku tidak dijenguk sama teman-teman aku sama sekali. Wah, rasakan ni jigo. Nih nih nih. Kena kamu. Kamu suara apa? Rasakan ini. Rasakan ini. Astaga. Gimana sih? Kok enggak kena-kena? Rasakan ini nih nih. Rasakan nih telur. Aduh, tidak apa-apaan ini. Oh my God, Kri. Ternyata di sini kita bermainnya seru banget ya. Wah, benar banget sih. Kok seru benar ini bermainnya? Huhu. Gimana kalau kita bermain yang lainnya di sini? Wah, boleh. Hm, tapi sayang banget di sini kita enggak bisa bermain sama Bang Feri. Soalnya kan dia lagi sakit. Waduh, benar banget dia lagi sakit dan aku juga takut sama Bang Feri. Takut ketularan Ciko. Astaga, betul banget. Di sini aku juga takut ketularan. Aduh, gimana kalau sekarang kita main ke rumahmu aja, Kri? Nah, benar banget. Ayo kita main ke rumah aku. Aku ada game baru ini. Ah, betulbetul. Let’s go. Let’s go. Oh my God. Apa-apaan itu? Mereka bukannya menjenguk aku, tapi mereka malah asik bermain, Guys, di luar tanpa memedulikan aku. Aku kira mereka adalah temanku, Guys. Ternyata mereka peduli kepadaku ketika butuhnya doang, Teman-teman. Sekarang aku sakit, enggak ada yang jenguk sama sekali. Ini sangat menyedihkan sekali. Mereka malah sekarang asik main, Guys. Oh my God. E bentar, bentar, bentar. Ini kenapa ini? Ah, tidak, Guys. Sepertinya di sini tangan aku dan juga kaki aku sebelah kanan terasa panas banget. Ah, ah, tidak, tidak. Oh my God. Eh, kenapa ini? Ah, tiba-tiba di sini aku bisa jalan, Guys. Lihat, tapi panas banget ini. Ah, aku harus melepas perbannya. Ah. Ah. Ah. Aduh, kenapa ini dengan tanganku? Oh my God. Lihat ini, Guys. Sepertinya racunnya sudah menyebar sangat cepat. Lihat ini, tanganku berubah, Guys. Oh my God. Apa-apaan ini? Hah? Ini semua gara-gara Kesri dan juga Chiko. Mereka tidak mau menolong aku saat aku terperosok ke dalam goa itu. Dan itu adalah goa markasnya Winter. Dan sekarang aku malah jadi seperti ini, Guys. Astaga, ini sangat panas sekali, Guys. Dan juga sakit. Hah. Tapi untungnya di sini aku sudah bisa jalan, Guys. Tapi dan juga di sini aku harus menahan rasa sakit yang aku alami. Ha. Oke, kita harus langsung aja turun, Teman-teman. Astaga, kenapa ini panas banget? Oh my God, Teman-teman. Karena ini adalah kesalahan Kesri dan juga Chiko, sepertinya aku harus memberi dia pelajaran, Guys. Karena dia tidak menolong aku tadi dan juga aku saat sakit tidak dijenguk. Astaga, parah bener. Sepertinya aku harus mengerjai mereka berdua, Guys. Agar mereka bisa merasakan hal yang sama seperti yang aku rasakan sekarang. Oke, pertama-tama di sini aku harus menghilang dulu, Guys. Aku baru ingat kalau aku itu mempunyai ramuan menghilang agar aku nanti bisa tak terlihat oleh Kesri dan juga Chiko. Dengan begitu aku bisa menghancurkan barang-barang berharga mereka berdua dan aku bakal meledakkan rumahnya, Guys. Atau membakarnya. W oke, kita bakal langsung aja ambil, Teman-teman. Kalau enggak salah, aku menyimpannya di sini. Mana ya? Ini bukan. Ini juga bukan. Ini bukan. Oh, ini dia teman-teman raman menghilang. Let’s go, langsung aja kita minum ramuan ini. Oke, tapi guys di sini sebelum aku minum ramuan ini alangkah baiknya kalian klik tombol like dan juga subscribe dulu ya guys ya. Bantu aku guys agar di sini aku bisa berhasil balas dendam kepada Kashri dan juga Chiko agar mereka juga merasakan sama kayak aku, Guys. Nah, makanya guys kalian wajib klik tombol like dan juga subscribe sekarang juga ya, Guys, ya. Oke, ini dia, Teman-teman. Langsung saja kita minum ramuannya. Nyam nyam nyam nyam. Uh, lihat ini. Akhirnya di sini aku sudah menghilang. Dengan begini aku bisa menyelinap masuk ke dalam rumah Kri tanpa ketahuan. Let’s go, guys. Langsung aja kita ke tempatri. Oke, kira-kira casri lagi ngapain, ya? Oh, lihat. Sepertinya dia sedang menonton TV tuh. Oke, oke. Let’s go. Kita bakal langsung aja masuk. Oh, masuk lewat sini aja, Guys. Soalnya di sini kacanya kan bolong. Let’s go. Kita bakal langsung aja masuk. Apa ini lucu bener. Oh my god. Apa-apaan ini? Dia lagi nonton apa? Astaga, ternyata lagi nonton TV, Guys. Gimana kalau langsung aja kita hancurkan TV-nya? Let’s go, kita hancurkan TV-nya. Rasakan itu. Bentar, bentar, bentar. Kenapa TVku tiba-tiba hancur di sini? Eh, pecah TV-nya ke mana ini? Kok enggak ada di sini? Rasakan itu. Kita hancurkan ini juga, Guys. Waduh, mejaku tiba-tiba hilang ini. Tuh, lari. Rasakan itu. Oh my God. Lihat ini PCnya bakal langsung aja aku rusak, Guys, di sini. Oke. Oke, kita bakal lihat aja di mana. Oke, kita bakal langsung aja rusak misinya. Rasakan ini. Kita rusak semuanya. Aku harus selamatkan kursiku. Ayo kursi kita lari. Aduh, lihat itu dia malah pergi dong, Guys. Oke, gimana kalau sekarang? Langsung aja kita bakar, Guys. Rumahnya kita bakar. Rasakan ini. Oke, sepertinya rumahnya sudah terbakar, Guys. Dengan begini aku sudah berhasil, Guys, balas dendam kepada Kesri. Dan sekarang aku harus balas dendam kepada Chiko, Guys. Karena tadi dia tidak ingin menolong aku. Let’s go, langsung aja kita ke tempat Chiko. Kita bakal lihat kira-kira Chico lagi ngapain, ya. Hmm, sepertinya di bawah sini enggak ada Chiko. Let’s go. Langsung aja kita masuk. Kita bakal lihat, Guys. Woh, di sini juga ada makanan. Kita bakal makan aja ini makanannya. Nyam nyam nyam nyam. Ini sangatlah enak sekali. Kita bakal lihat, Guys. Chiko di mana. Astaga, ternyata Chiko lagi tidur. Apa-apaan nih? Rasakan ini, Chiko. Bentar, bentar, bentar. Apa ini? Seperti ada yang mukul aku. Ah, bentar, bentar. Mana nih? Kok gak ada? Astaga. Padahal tadi kayak ada yang mukul aku tapi gak ada orang sama sekali di sini. Wah, lihat itu guys. Sepertinya Ciko lagi kebingungan. Kita hancurkan TV-nya. Rasakan ini. Papi, itu TVku tiba-tiba hancur. Oke, langsung aja kita bakar guys. Let’s go kita bakar. Ah, tidak. Tiba-tiba rumahku kebakaran. Apa-apaan ini? Aduh, aduh, aduh. Tidak, tidak, tidak. Rasakan itu. Oke, di sini kita bakal langsung aja ledakan pakai TNT ya, guys, ya. Oke, ini dia, Guys, TNT-nya kita bakal taruh sini. E, oh my God, kenapa nih tiba-tiba ada TNT muncul? Wah, TNT-nya mau meledak. Kabur. Wah, rasakan itu. Lihat ini di rumah kamu meledak. Oh my God. Apa-apa di rumah aku meledak. Tapi aneh banget. Siapa yang meledakkan rumah aku? W Cikiko ini gawat benar? Kesri. Oh my God, kenapa? Aduh, kamu tahu enggak rumahku tiba-tiba banyak bar yang hilang sama tiba-tiba kebakaran itu. Oh my God, lihat ini rumahku juga hancur tiba-tiba. Kenapa ini kira-kira ada yang benar? Waduh, apa jangan-jangan di tempat ini ada hantu Chico. Oh my god. E my God. Di sini aku tadi yang merinding. Wah, lihat itu guys. Kasih juga Chiko. Rasakan ini karena kalian telah membuat aku seperti ini. Aku jadi terluka guys. Dan aku terkena penyakit. Oke, di sini kita bakal langsung saja meminum susu, Guys. Agar ramannya hilang. Dan kita bakal langsung aja ngaku karena ternyata aku yang membuat kekacauan ini. Let’s go, kita minum. Nyam nyam nyam. Wah, ini dia, Guys. Aku sudah kelihatan sekarang. Eh, bentar bentar bentar. E, Bang Feri, kenapa kamu ada di sini? Lihat itu tangan kamu. Aduh. Benar banget, Bap. E tangan sama kaki kanan kamu kenapa itu? Astaga, tangan aku seperti ini gara-gara kalian. Kalian tadi tidak menyelamatkan aku waktu aku terperosok ke dalam gua itu. Ternyata gua itu adalah seorang witer. Dan sekarang tangan aku kena racun ini. Gara-gara aku diserang witer sampai meninggoi tadi. Oh my God. E, jadi itu seorang witer ya? Eh, K. Kalau dilihat-lihat Beni sekarang jadi kayak monster. Aduh, benar banget sih kok. Kita kayaknya harus menjauh sama dia ciuk. Kak kita takut ketularan ini. Astaga. Betul banget. Oh my god. Apa-apaan ini? Sekarang kalian malah menganggapku monster. Kalian sudah tidak menjenguk aku. Tapi sekarang malah kalian mengatakan aku monster. Oh my God. Mereka berdua sangatlah keterlaluan banget, Guys. Sepertinya mereka berdua bukan teman aku lagi. Aah kalau kayak gitu aku harus menghabisi kalian berdua. Aduh cepat-cepat kita lari Chiko. Astaga benar banget. Lari. Sini kalian jangan lari. Oke kita harus habisin kri dulu. Sini kamu, kamu. Jangan lari. Rasakan ini. Rasakan ini. Rasakan ini. Mau kabur ke mana kamu? Siniri. Ayo buruan. Sini sini. Aku punya ide nih. Wah, sini kalian. Wah, rasakan ini Bang Fi. Oh my God. Wah, tidak. Akhirnya kita berhasil menangkap Bang Feri. Waduh. Ayo, Pak Profesor cepat. Kamu harus menyelamatkan Bak Ferik. Waduh, benar banget Pak Profesor. Coba lihat itu Bang Ferik. Dia seperti terkontaminasi oleh racun-racun. Astaga, betul banget. Di sini aku ingin menyelamatkan Bang Feri. Maafkan aku, Pak Feri. Oh, bentar bentar bentar. Di sini aku bakal langsung saja berusaha semaksimal mungkin. Oke, ini dia aku sudah membuatkan penawarnya. Wah, udah jadi. Aduh, cepat cepat masukkan Pak Profesor. Oke, dia udah aku masukkan. Aduh, aduh, aduh. Itu suara apa sih? Berisik banget. Ee, bentar, bentar. Aku ada di mana ini? Waduh, tenang aja, Bang Feri. Kamu pasti bentar lagi bakalan sembuh. Wah, betul banget. Maafkan aku ya, Bang Feri. Soal tadi bentar-bentar aku ada di mana nih? Cepat lepaskan aku. Wah, ayo Ciko, langsung aja kamu nyalakan tombolnya agar Bang Feri di sini bisa selamat. Waduh. Oke, oke. Ini dia. Tahan dulu, Bang Feri. Ah, tidak. Kenapa ini dengan aku? E, aduh, aduh, aku ada di mana ini? E, oh my god. Dan itu K sih sepertinya Bapak F sudah sabuk. Waduh benar banget Bapak Felik. Lihat tanganmu sama kakimu udah sehat tuh. Oh my God. Kenapa dengan tangan dan kakiku? Oh aku tahu guys. Aku baru ingat kalau aku tadi terkena penyakit. Oh lihat ternyata di sini tangan aku sudah enggak ada penyakitnya guys. Aku udah sembuh. Oh my God. Kenapa bisa aku di sini sudah sembuh? Aduh sebenarnya aku dan Kri tadi yang menyembuhkan kamu dengan bantuan Pak Profesor. Nah benar banget Bapak Erik. Astaga. Jadi kamu benar-benar buat kita takut di sini. Oh my God. Jadi gitu ya ceritanya. Wah, iya betul banget Feri. Jadi ceritanya kamu itu tadi terkena racun wither dan untung aja Kesri dan juga Chiko tadi sergap untuk membawamu ke sini. Oh my God. Jadi gitu ya, Teman-teman. Wah, iya benar banget. Dan juga maafkan aku Bapak Ei, waktu mining aku enggak langsung menolong kamu. Aku enggak tahu bahwa itu adalah gua, Sarang Wter. Aku kira itu cuman gua biasa doang. Dan aku sama Kri cuman membuat telucon aja tadi. Waduh, benar banget Bapak, Ibu. Bukan kita berdua di sini tadi. Kita cuman ngajak bercanda doang di situ. Aduh, betul sayang banget. Kita di sini tidak menyadari bahwa itu adalah goa yang berisi oleh wither. Oh my God. Jadi gitu ya, Teman-teman. Wah, aku kira kalian itu sengaja. Ternyata Kes dan juga Chiko gak tahu, Guys, bahwa gua itu ada witernya. Hm. Baiklah, kalau begitu sepertinya aku bakal memaafkan kamu, Kesle dan juga Chiko. Aduh, iya maafkan aku, Mbak Feri. Aduh, kita janji enggak ngulangi lagi seperti itu. Aduh, baiklah kalau begitu teman-teman. Terima kasih banyak juga ya kalian sudah menolong aku. Aduh. Iya, sama-sama Pak Peri. Oke, Teman-teman. Karena di sini aku sudah sembuh. Gimana kalau sekarang kita bermain aja? Tapi enaknya kita bermain apa ya di sini? Hmm, bentar, bentar biar ku pikir. Oh, aku ingat Bangik, aku punya game baru di sini. Tadi aku sama Ciku habis main, gimana kalau kamu ikutan juga? Ah, betul banget. Ayo, Beri, oke, let’s go. Langsung aja di sini kita bermain game. Oke, bentar bentar bentar di sini lupa. Kalau kamu tadi habis hancurin rumahku sama PCKU. Waduh, betul juga kamu tadi habis canti rumah aku. Astaga. Betul juga ya, Guys, ya. Berarti kalau kayak gini artinya apa? Lari. Woi, berhenti. Dan oke, Guys. Jadi, itu dia untuk video kali ini. Terima kasih buat kalian yang sudah nonton sampai akhir ya, guys, ya. Oh ya, Guys, jangan lupa klik tombol like dan juga subscribe dan nantikan video kita selanjutnya. Video yang sangat seru pastinya. Oke, see next video, guys. Bye, by sem.
AKU SAKIT DAN TIDAK ADA TEMANKU YANG PEDULI DI MINECRAFT!!
Bantu Ferix dengan cara Subscribe dan Like
https://www.youtube.com/channel/UC0h-iwNnnnUr6PxrkmPtqmA
#Ferix #minecraft #minecraftindonesia
IKUTI JUGA :
▶IG : https://www.instagram.com/fearless_frx?igsh=Y3VsNGx5bnZuZ3Bn
▶Tiktok : https://www.tiktok.com/@ferixxmc?_t=8lK2JkzwgMK&_r=1
▶Email : ferixxmc@gmail.com