Sengit! Roy Suryo VS Ade Darmawan Berdebat Panas Soal Hasil Gelar Perkara Ijazah Jokowi di Bareskrim

Mana yang ini bukti bukti ijazah analog tahun ‘5 Bang Roy. Jadi jangan juga kita halu-halu masa. Saudara desakan pelapor dugaan ijazah palsu Joko Widodo agar Polri mengadakan gelar perkara khusus ijazah Jokowi akhirnya terwujud. Pihak pengadu bersama Roy Suryo membeberkan hasil rekap uji saentific versinya yang berani menyimpulkan ijazah Jokowi 99,9% palsu. Lantas akankah gelar perkara khusus bisa membatalkan hasil uji lapor Polri pada 22 Mei 2025 lalu? Kita akan bahas hal ini bersama penuding ijazah palsu Jokowi, Mas Roy Suryo dan juga pelapor Roy Suryo CS dari Prad Bersatu AD Darmawan sudah ada di studio. Mas Ado juga sudah hadir. Saya ke selamat sore saya ke Mas Roy dulu. Ini apa yang tadi bisa digambarkan, diceritakan yang terjadi tadi sejak pemeriksaan dan apa saja bukti-bukti yang dibawa? Ya, ini adalah presentasi ilmiah tadi. Jadi, ini ilmiah tapi populer bisa dan ini sudah diterima tadi oleh Karwa Sidik ya, diterima ee apa namanya ee dalam bentuk ee cetakannya dan juga dalam software-nya. Jadi, hardware dan software-nya sudah diserahkan dan beliau tadi alhamdulillah sangat puas sekali dan kelihatan puasnya apa? ketika ada ahli lain yang ditampilkan dari ee terlapor ya itu berkali-kali udah kamu enggak usah ngomong soal prosedur bantah saja apa yang tadi disampaikan beliau-beliau ini enggak bisa bantah. Jadi apa yang tadi disampaikan soal error analysis ya ini saya tadi mulai dari apa tayangan Kompas. Wah ini Kompas.com ini ya gitu yang ada kemudian sampai ke error level analysis. Terus kemudian ini kelihatan betul kalau ijazah asli itu Mbak itu masih kelihatan tulisan-tulisannya ini ijazah saya ini ya mau di mau di full LA pun masih kelihatan ini bekas legislasinya ee kemudian ini ee apa foto saya masih kelihatan tapi kalau ijazah yang palsu nah kayak gini rusak dia amburadul dia ini jadi ijazah yang kemudian diklaim milik Jokowi jadi Anda membandingkannya dengan kopian ijazah Pak Jokowi iya dapat dari mana ini yang di-upload oleh si Dian Sandi awalnya nya yang ada itu. Tapi kemudian ketika kemudian Bares Crim itu meng-upload yang ee apa ada di Bares Crim tadi, Pak Juandani juga enggak bisa apa-apa ketika saya tempelkan yang asli dia. Nah, gitu. Kemudian ee yang ada kan fotokopi. Nah, ini ini yang ada di pada saat di bares krim ya. Inilah yang kemudian nomor 1120 itu tidak match. Saya langsung saja ya supaya enggak enggak terlalu lama. Tidak match dengan tiga ijazah pembanding lainnya. Nah, ini jadi tiga ijazah pembanding ini transparan semua ini ada dan semua tadi saya ini tiga pembandingnya UGM semua UGM semua satu angkatan semua milik Frono Jiwo satu angkatan di kehutanan sama dan ini dikenal oleh Jokowi yang namanya Frono Jiwo Sri Murtiningsih sama almarhum Hari Mulyono ini lihat betul jadi ini A-nya masuk ke dalam ini A-nya masuk ke dalam 1115 117 nah yang 1120 ya ini bahasa saya tadi mecot keluar ya gitu jadi dia dia terlempar jadi ini artinya nya tidak identik ya. Ijazah milik J. Pembandingnya ini ada tiga orang ini asli semua yang ada asli semua. Jadi ini di-upload oleh mereka semua dan itu adalah sudah confirm ya. Dan milik Hari Mulyono itu dipegang langsung oleh e almarhum Haryono itu majanya dipegang langsung oleh ee Dekan Fakultas Kehutanan UGM waktu itu Pak Sigit Sunarta. He. Jadi kesimpulannya sebenarnya clear ya dengan saya kemudian tadi singkatnya dari ILA ini Anda menunjukkan baru bahwa 99 Iya. Tidak hanya soal Ela kemudian soal perbandingan dan soal ini tadi kesimpulannya ya. Jadi kesimpulannya banyak banget. Kesimpulan bahwa ee mulai dari foto tidak match, ijazahnya apa error di dan sampai dengan ee apa namanya? Skripsi. Oke, saya ke Mas Ad. Mas Adik 99,9% disebutkan palsu. Bagaimana Anda menanggapinya dari peradi Bersatu? Oke. Jadi begini Mbak Sendra ya, bahwa kemudian yang dianalisa sama ee Mas Roy dan teman-teman yang ee hadir dalam gelar perkara itu ya, bahwa yang dianalisa itu adalah ee bukan analog. He ya. Bukan asli, melainkan foto dari satu sosial media diambil kemudian dibandingkan. Ya, itu aja warnanya sudah pasti beda. Logikanya begitu. Artinya gini, kalau uji di Fuslbard, sepengalaman saya, setahu saya bila diuji itu ada beberapa ujian yang dilakukan. Yang pertama adalah uji kertas. Iya. Yang kedua adalah uji tinta. I ah. Terus kemudian semua diuji ya dan beberapa ee ee apa seangkatan Pak ee Ir. Joko Widodo itu sudah dibandingkan dengan asli dan asli yang diuji lab. Ya, itu yang perlu kita ee ee ketahui dulu bahwa ini adalah fisik bukan yang ada di ee apa di media sosial atau yang di-upload begitu saja. Nah, pasti ada yang enggak match. Oke. Tapi kalau kalau kita bicara soal error level analysis memang ketika saya baca-baca itu juga banyak digunakan oleh pengadilan-pengadilan di luar negeri. Nah, itu di luar negeri karena sistemnya berbeda dengan kita. Tahun ‘5, Mbak itu tidak ada eTP yang sekarang ini seperti contoh saya berikan bahwa di dalam kartu keluarga saat ini sudah elektronik kartu keluarga. Artinya dia hanya selebaran satu lembar selesai terus barcode kemudian tidak lagi memegang fisik yang warna hijau. Oke. Jadi Anda mau menyebutkan bahwa ini tidak sesuai tidak bisa dilakukan kalau ijazahnya analog atau fisik. Kenapa harus fisik? Dan ingat otentik berbicara otentik berbicara otentik yang berhak mengatakan itu otentik atau tidak itu adalah UGM. otor otoritas sudah mengeluarkan itu. Nah, sekarang masih di nih saya berikan contoh saudara Mas Roy dan teman-teman TPUA itu seandainya saya ee saya saya agak sedikit e melenceng ya. Kalaupun yang turun itu ee Nabi Isa ke bumi mengatakan terlalu jauh kayaknya maksudnya begitu sarah ini bahwa itu adalah melanggar pasal 28 ini itu adalah asli. Misalkan nih ini kan misalkan asli tetap dipercaya kita sampai ke sana tapi kita akan hanya membahas soal ijazah Joko Widodo. Lalu bagaimana nanti kita membandingkan antara perbedaan hasil for yang sudah disebutkan oleh eh Polri pada 22 Mei lalu dengan hasil dari Mas Roy Suryo tetap bersama kami. Kita akan membahasnya usah jedah ya. Kita masih membahas soal gelar perkara khusus yang tadi dihadiri oleh Mas Roy sebagai ahli ya tadi artinya ya. itu ada face comparison, ada juga error level dan ada juga ada juga yang clear banget. Jadi tadi saya koreksi ya, kebetulan Mas AD enggak ngerti kalau saya tuh pegang yang namanya primary evidence. Primary evidence itu bukti asli, bukti primer dan itu saya terima tanggal 15 April ee 2025 di kampus Unas Gajah Mada di ruang 109. Yang nyerahkan adalah Wakil Rektor UGM secara langsung dan kemudian saya terima, saya cek langsung secara fisik. Jadi kalau tadi Bang Ad bilang jadi bukan kopi bukan digital bukan ini ini bukan ini kan saya sampaikan tadi itu ijazah bukan skrip loh kalau ijazah enggak ada yang sebentar kita bicara yang yang disampaikan adalah ijazah bukan skripsi gitu enggak bisa enggak jangan Bang Roy kita kan bicara ijazah tidak ada kalau ada tadi pun kita tantang Pak Jandani sama semuanya tampilkan ijazah aslinya enggak bisa jawab jadi enggak bisa ijazah as jelas Pak Jandani tidak mau menampilkan Kan kena bukan dia yang pegang sama Pak Jokowi dong. Jokowi pun tidak had dengan adanya gelar perkara Jokowi tadi ngapain dia hadir Pak harus ada terlapor gini logikanya ini kan sudah ditutup ngapain lagi dia datang sudah ada keterangan pusap kok dius kalau ditutup kalau ditutup enggak ada gelar perkara itu namanya upaya hukum dengan adanya gelar perkara khususnya apakah enggak ngerti Bang dengan adanya gelar perkara khusus menurut Anda bisa membatalkan hasil dari ee 22 Meil? Belum tentu. Belum tentu. Kenapa? Karena kenapa? Karena ee yang diperiksa oleh Wasidik itu sistem penyidikan, Pak. H lah. Iya. Penyidikannya salah bukan penganalis yang seperti yang disampaikan Pak Ro gitu. Jadi yang dialisa, yang diperiksa adalah itu teknik penyidikannya. Bagaimana penyidikannya sampai bisa dihentikan. Terus yang pertama tentunya tapi gini tapi beliau itu kalau memang tidak sepakat dengan kami ya itu sudah diop justru yang diopstop itu adalah biar terlapor ahlinya omong-omon aja ahliak ini kan bicara teknis kita ikut kita ikuti apakah teknisnya nanti bisa berjalan dengan baik penat hukumnya Jokowi itu malah cerita soal pasar pramuka lah apain kita enggak bicara soal pasar pramuka ini malah bikin omon-nomon sendiri gitu loh jadi tadi justru ini benar saya tidak bohong Karo Pak Siddiq tadi malah mengatakan, “Udah kalau yang enggak ada di sini enggak usah dibicarain. Satu soal pasar pramuka. Yang kedua soal si ahli IT-nya nyerang-nyerang Mas sebentar dalam penyidikan tahapannya tidak bisa mengambil alat bukti ke depan Mas Roy. Artinya gini dipahami dulunya bahwa alat bukti yang ditayangkan itu apakah alat bukti yang ke belakang atau yang ke depan. Karena gini misalkan gini saya kasih contoh sederhana saja tanggal 16 misalkan al buktinya itu peristiwa terjadinya suatu tindak pidana mengambil ala bukti tanggal 17 18 itu gugur dengan sendirinya maka dia tidak berlaku surut tapi untuk menghindari ataupun ee memutus polemik ini memungkinkan tidak kalau dari Pak Jokowi langsung saja menunjukkan ijazah asli itu ah jadi gini kalau terkait ijazah palsu yang ditunjukkan kan sudah ditunjukkan sama Fuslapor sudah diuji ke publik mungkin agar publik bisa langsung menilai Untuk apa? Untuk apa publik mengetahui? Kan Mas Ro yang mau tahu, bukan masyarakat Indonesia loh, Pak. Jadi sekali lagi sampaikan bahwa kepada seluruh ee penonton Kompas TV, bukan seluruh masyarakat Indonesia yang ingin menginginkan melihat ee ijazah asli Pak Jokowi, tapi Bang Roy, CS dan kawan-kawan. Loh, karena kita punya jadi jangan mengatasnamakan bangsa Indonesia. Enggak janganlah gini 68% ada pihak-pihak lain yang juga masyarakat sebenarnya tidak tidak ingin mengikuti juga. Kalau misalkan memang nanti dari pihak ee Bares Krim akan menampilkan bukti-bukti baru untuk melawan Anda, Anda akan menyiapkan apa lagi? Bagus. Oh iya enggak apa-apa kita terbuka aja kayak tadi ya. Ijazah 1115 ee Frono Jiwa 1116 almaya 1117 lagi saya tunjukkan ada kayak gini dan itu tadi oke ini akan menjadi catatan dan tadi para penjara kalau mau ada lagi ya sudah buka aja semua kita buka kita transparan kok jadi rakyat itu harus diberitahu kejujuran dan kenegarawanan itu yang paling penting jadi dengan adanya ini kita jujur terbuka kita siap diuji manapun kita ket sudah tadi Bang Roi ee misisi Mas Roy kan tadi sudah gelar perkara perkara sudah selesai clear tinggal nunggu rekomendasi kita lihat hasil rekomendasinya seperti apa. Ini adalah teknis masuk ke dalam teknis pelaporan maupun ee pengaduan dari TPUA. Ditunggu saja apakah hasil rekomendasi nanti dari kabar es krim itu ee menyampaikan bahwa harus dibuka kembali dan atau tetap sama ditutup. Tapi besar keyakinan saya selama pengalaman saya ini tetap sama. Oke, kita tunggu Mas Roy. Jika nanti hasilnya dari Bares Krim tidak mengubah hasil dari 22 Mei, apakah Anda siap untuk ee apa menghadapi dari kasus proses hukum lainnya? Enggak. Siap enggak siap itu soal lain ya gitu. Ini jelas tadi itu fakta yang kita sajikan dan rakyat semua menonton termasuk penonton Kompas TV. Jelas betul ini ada fakta-fakta kalau diabaikan ya jelas kan KKN-nya saja salah ya tahunnya. Kemudian ini ee nama Profesor Ahmad Sumitro pun salah. Tahunya dia belum profesor waktu itu. Tadi juga sudah kita challenge ijazahnya tidak identik dengan tiga ijazah pembanding yang lain. Ini kan fatal fotonya tidak identik. Ee his comparision-nya notonya Jokowi. Itu kan lucu banget. Artinya dengan Ella saja dia gugur ya gitu. Jadi fotonya nih not match nih fotonya. Jadi artinya kayak kayak gini ini kan tidak bisa diabaikan. Ini fakta loh. Ini fakta dan ini ilmiah ilmu pengetahuan ya. Baik ini secara digital tapi kan ini analog mana yang ini bukti bukti ijazah analog tahun ‘5 Bang Roy. Jadi jangan juga kita halu-halu masa yang begini dianalisa ini aslinya dong uji tinta dong uji tinta uji kertas akan ada strategi hukum enggak dari pihak Anda untuk itu tidak perlu lagi. Sudah ada puslap jelas kok sudah enggak mungkin. Baikbaik kita jangan jangan mengada-ngadri bar dan negarawan jujur dan negarawan justru akan dibuktikan. Terima kasih terima kasih Mas Roy Suryo dan juga Mas Darmawan sudah memberikan perspektif dan juga jawaban dari gelar perkara khusus hari ini. Terima kasih Mas. Terima kasih Masih. Selamat sore. Selamat sore.

KOMPAS.TV – Sengit! Roy Suryo VS Ade Darmawan Berdebat Panas Soal Hasil Gelar Perkara Ijazah Jokowi di Bareskrim.

#roysuryo #ijazahjokowi #bareskrimpolri #jokowi #ugm #tpua #breakingnews #rismonsianipar #ijazahpalsu #gelarperkarakhusus

Sahabat Kompas TV Jawa Timur jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Jawa Timur, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.

Jangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.