Ternyata Papa Jahat Banget… [Pikabuu Stop]
Hai guys, kembali lagi bersama aku dan hari ini aku bakal melanjutkan game Pikabu Stop karena kalian nyuruh aku untuk mencari ending yang lainnya. Katanya masih ada ending yang lebih sedih dari kemarin ya. Jadi langsung aja kita mulai dari sebelah sini. Ini hari ke-103 ya. Masih ingat kan ya, Guys? Di mana Bapak itu udah gila sama judulnya, udah mulai main tangan. Ia membuat istrinya menangis, anaknya menderita, dan kita dikasih pilihan mau bertahan atau kabur, Guys. Normalnya sih kita kabur ya, normalnya biasanya kita kabur aja. Lapor polisi biasanya, Guys. Aku mohon Tuhan aku sudah enggak tahan lagi kayak gini. Kita bertahan atau kabur? Kemarin kita sudah memilih untuk kabur. Kali ini kita akan bertahan. Aku sudah bisa membayangkan sih, Guys, bakal semenderita apa, ya? Astaga, ya Tuhan. A enggak berani keluar dari sini. Aku juga enggak tahu harus pergi ke mana. A enggak punya siapa-siapa, uang enggak ada. Sulit kalau aku sama Kala bertahan di luar sana. Apalagi Kala itu masih sekolah. Ini persis kayak mama aku dulu sih ya, Guys, ya. Dulu sebelum aku, Mama dan Koko kabur dari rumah di Semarang ya. Karena papa aku gila seperti itu. Mama enggak punya uang. Pertimbangannya seperti ini. Enggak punya uang, guys. Aku sama Koko masih sekolah. Iya, aku harus kuat ini demi Kala. Tolong hamba, ya Tuhan. Kuatkan hamba dan tolong sadarkan Mas Benny agar kembali seperti dulu. Kayaknya enggak bisa tobat deh. Kalau dari pengalaman aku, papa aku sampai akhir hidupnya enggak tobat sih, Guys. Tapi aku enggak tahu ya. Ini kan ceritanya mereka, Teman-teman. Bukan cerita aku, ya. Oke. Jadi, gimana, Ma? Gimana cara nyelesaiin soal nomor 8? Bentar, ya, sayang. Mama baca-baca dulu. Kayaknya ini ya, Guys, belajar bareng ya. Mama yang baik memang mama juga lupa. Nah, ini bapak bapak tidak tahu diri ini akhirnya pulang ya, Guys, ya. Mukanya lesu sekali. Aku tebak baru dipecat. Apa baru juga mulai langsung ngomong kasar, Guys. Luar biasa. Dan lihat di pojok kiri atas hutangnya udah Rp17.000. Kecaduannya sudah tidak bisa ditolong. Gua habis dipecat sama bos gara-gara ketahuan mencuri. Dasar bos pelit. Padahal yang gua jolong itu enggak bakal bikin dia itu miskin. Kes banget gua. Mana perut gua lapar lagi? Ya itu masalah kamu sendiri cari makanan di dapur. Oke coba kita lihat guys ada makanan apa. Siapa tahu ada Indomie. Enggak ada yang bisa dimakan apa di rumah ini. Dasar istri tidak berguna. Salah bapak yang tidak berguna. Bisa-bisanya itu cuma membuat istri menderita. Ayo, Pak. Ini ada motor kan bisa keluar cari makan nasi goreng di luar. Enggak usah nyusahin istri. Ayo, Pak. Keluar dulu, Pak. Enggak mau. Oh, memang betul-betul ini ya, Guys. Ini bapak ini ya, Guys, ya. Oh, ya Tuhan. Aku kurang lebih sudah bakal tahu apa yang akan terjadi. Ya udahlah, Guys, ya. Cuma game, cuma game, cuma game, cuma game, cuma game. Ini cuma game, cuma game, Guys. Cuma game, cuma game, cuma game. Loh, Mas tumben kamu sudah pulang jam segini. Ya, aku tadi bilang memang cuma game, Guys. Tapi astaga, astaga. Ya Tuhan, Tuhan, Tuhan. Ya ampun, Guys. Guys, Guys. Tidak ada ya satuun orang di dunia itu yang layak, Guys, ya. Digituin. Siapapun itu kalian, kalian gak layak, Guys, untuk menderita seperti itu, ya. Jujur aku sampai bingung, Guys, harus komentar apa. Soalnya berat banget ini. Sungguh ini berat banget. Editor, tolong sensor itu. Itu aduh kasar sekali itu. Kalah lagi. Kemarin udah menang R jutaan, tapi hari ini malah kalah hampir R jutaan. Ya tobat atuh Bapak. Ayo tobat. Duit udah habis. Nama gua dan Nad di blacklist. Terus jual apa lagi? Gua butuh duit buat modal main. Kalian enggak bohong ya, Guys, waktu bilang ini endingnya ada yang lebih berat, lebih sedih daripada yang kemarin aku temukan. Oh my God. Aku pertama kalinya dalam karir YouTube aku, aku sungguh bingung, Guys. Aku harus komentar yang bagaimana. Dek, bangun, Dek. Jangan tidur aja. Hah? Iya, Mas. Eh, sekarang saatnya kamu kerja. Kerja di mana? Nanti kamu akan kedatangan tamu. Layani dia dengan baik. Oh, ya Tuhanku. Kamu siapa maksudnya? Layanin. Layanin itu apa? Jangan banyak-tanya. Lakuin aja, Mas. Aku mohon jangan lakuin itu, Mas. Kamu kok tega? Aku ini istrimu loh, Mas. Diam atau mau aku pukul? Aku mohon, Mas. Aku kurang lebih tahu sih, guys. Aku paham. Ini bapak gila ini tuh nyuruh istrinya tuh kerja. Kerja itu maksudnya kerja apa? Aku tahu. Kalian yang enggak tahu enggak usah cari tahu ya. Itu pokoknya pekerjaan yang tidak tidak layak ya, Guys. Tidak tidak halal ya. Tidak halal ya. Ya ampun ini gila. Udah gila ini. Bapak gila malah ngerokok. Waduh permisi. Oh ya. Buka aja pintunya Bang. Ini tamunya. Astaga. Permisi, Bang. Di sini tempatnya Nadya. Iya. Ini Bang Sandi. Iya, saya Sandi. Ayo, langsung masuk aja ke kamar, Bang. Nah, dia udah nungguin. Oke, Bang. Kamarnya yang mana, ya? Yang ini. Yang ini, Bang. Hah? Langsung masuk aja, Bang. Guys, aku tahu ini tuh cuma game, tapi aku yakin di luar sana itu ini ada, Guys. Ada kayak gini. Beneran tuh beneran ada, Guys. Tapi mereka cuma takut aja atau enggak bisa ngomong, enggak bisa cerita, enggak bisa lapor ke polisi. Tapi ini beneran ada. Sedih banget gak sih, Guys? Makanya kadang kita sebagai perempuan itu berat banget ya, Guys. Itu sebabnya kenapa ya teman-teman cewek kalian harus belajar yang tinggi, belajar yang pintar, kerja, ya. Kerja jangan mau dibodoh-bodohin, Guys, ya. Pokoknya, ya. Jadilah seperti mama aku, ya. Walaupun udah cerai, mama itu masih kerja, Guys. Supaya aku tuh masih bisa sekolah, ya. Jadi, begitu kita kabur dari rumah, diusir papa, ya, setidaknya kita masih bisa hidup, Guys. Permisi. Iya, Bang. Masuk aja, Bang. Apa benar ini rumahnya Kla? Sebentar. Tadi kan Nadia, sekarang Kayla. Udah gila ini bapak apa Bapak namanya? Teddy. Betul, Pak. Saya Teddy. Ayo masuk. Kail sudah menunggu langsung aja ke kamarnya. Serius nih? Tidak. Jangan sentuh anakku. Iya. Gila apa, Guys? Jadi, jadi begini kurang lebih. Oh, nanti dulu ngomongnya. Kita harus selamatkan Kala. Bapak gila. Bapak gila. Ini mana kala? Kaila. Kaila. Dobrak, Guys. Dobra, dobrak. Dobra, dobrak. Astaga Bapak gila ini sumpah. Apa? Telepon polisi dulu aja nih. Mingir dulu aja enggak sih? Ini gila sumpah ini orang. Tega banget loh ini anak anak sendiri loh. Ini bentuk pertahanan hidup ya guys. Kita gak punya pilihan lain. Editor tolong sensor itu terlalu berbahaya untuk YouTube. Selamatkan Kaila dulu. Selamat udah udah udah udah. Oke. Buka pintunya. Buka pintunya. Dobrak dulu. Ini pintunya gimana? Dobrak. Kaila. Mama datang nak. Nak nak sabar nak. Nak nak mama otw nak. Mana kaa? Belum terlambat kan? Mana mana anakku? Kenapa berisik sekali? Apa yang terjadi di sini? Hah? Apa yang kamu telah lakukan kepada anakku? Tenang, Bu. Tenang. Saya belum menyentuh dia. Percayalah kepada saya. Saya belum ngapa-ngapain. Jangan sentuh anakku. Apa yang akan kamu lakukan? Usir atau tusuk? Gini, Guys. Kalau kita usir dia, dia bakal lari keluar dan melaporkan kita kepada polisi. Jadi, ya udah. Ini adalah bentuk kasih sayang ibu kepada anaknya, ya, Guys. Pertahanan diri. Oke. Yap. Mama kamu enggak apa-apa, Nak. [Musik] Ma, aku takut, Ma. Jangan takut, Nak. Mama ada di sini. [Musik] [Tepuk tangan] Hh. Ya, aku tidak membenarkan tindakannya untuk sampai membunuh orang lain ya, Guys. Tapi ya namanya ibu saya yang anak ya begitu ya, Guys. Aku bayangin misalnya papa aku sampai gila terus nekad kayak gini ya, Guys, ya. Aku jamin mam aku bakal kayak gitu. Aku jamin, Guys. Enggak usah jauh-jauh deh. Misalnya ee kalian gitulah, Guys, ya. Dijahatin lah sama orang lain. Aku jamin, Guys, mama kalian ya, Guys, ya, yang sayang kalian pasti juga bakal belain kalian tuh mati matian, Guys. Aku jamin. Nah, ini adalah kejadian di mana papanya sebelum gila judul ya, Guys. Sebenarnya dia itu papa yang baik loh awalnya. Cuma gara-gara judul, Guys. Rusak ini. Cuma gara-gara judul, Guys. [Musik] Seandainya sih Papa ini enggak enggak main judul, Guys. Bahagia mah mereka tuh. Ya, mamanya enggak sampai kayak gitu, Guys. Kesel kali aku. Ya, sekali lagi, ini cuma game, ya, Teman-teman, ya. Tapi aku ee yakin ini pasti ada kejadian beneran. Jadi, kalian cuma bisa ambil positifnya, ya, Teman-teman. Yang negatif jangan ditiru, ya, Guys, ya. Dan aku harus akuin ini adalah salah satu ending yang berat menurut aku. Ini berat banget sih, Guys. Ini ya. Tuh dimasakin ayam goreng, tempe, dan tahu pakai sambal. Mama ngapain sih? Mama kan juga pengin bantuin. Malah ganggu tahu. Memangnya kamu bisa matematika? Bisa dong. Mama kan dulu juara kelas. Masa sih? Ya udah, yang nomor 13 gimana caranya? Mmm, aku bantu doa aja deh. Tuh kan. Bohong. Mama ayah. Iya. Ini seandainya papanya enggak main judul, papanya tobat. Mungkin setelah main judul mungkin mereka bisa kembali jadi keluarga yang bahagia, Guys. Yang keenam. [Musik] Nah, tuh, Guys. Ada foto keluarganya yang kebakar ya. Jujur aku juga udah enggak punya foto papa aku sendiri ya. Aku juga enggak mau tahu foto papa. Kita coba cari ending line-nya aja ya, Teman-teman yang ini ya. Karena kalian bilang di sini ada sesuatu yang mengerikan juga ya. Dari tadi banyak sekali adegannya sangat mengganggu ya, Guys. Tapi gak apa-apa aku punya editor. Kalau terlalu parah aku bisa suruh editor aku untuk sensor ya, Teman-teman ya. Nah, ini loh waktu diminta uangnya ya, Guys ya. Maaf, Bang. Belum bisa bayar. Lu pikir utang lu bisa langsung lunas kalau bilang maaf. Utang lu udah terlalu besar. Kalau enggak bayar sekarang bunga lu makin besar. Gua udah kasih waktu kemarin. Kemarin. Sekarang sekarang. Nah, dari sini kita jangan kabur. Kemarin kan aku udah coba kabur ya, Guys. Kita negosiasi. Tolong, Bang. Nanti saya bayar. Gimana caranya? Apalagi yang lu mau jual. Lu pengin jual komport sama panci enggak cukup. Jual apa dong? Utang lu tuh udah di level yang enggak mungkin bisa lu bayar dan akan terus membesar. Dengar ya, gua ke sini enggak mau pulang dengan tangan kosong. Iya, Bang. Tapi sekarang saya enggak ada duit. Gua tahu situasi ini bakalan terjadi. Orang kayak lu tuh banyak di luar sana. Miskin tapi banyak tingkah. Gua kasih lu penawaran. Tinggal lu mau ikut atau enggak. Sebenarnya lu pun enggak bisa tolak. Apa maksudnya? Jangan kelamaan mikir. Jangan sampai kesempatan emas ini tuh lu sia-siain. Tabungan aku cuma 2.000. Lihat tuh, Guys, di pojok kiri atas. Dan omong-ngomong aku di mana? Medical tools, alat-alat kesehatan, infus, terus aku dig gudang. Ah, kaget. Ya ampun, ada surat nih. Kita disuruh tanda tangan. Tanda tangan apa ini, Bang? Jangan banyak nanya. Tanda tangan aja. Oke. Kalau tanda tangan aku ketemu fans biasanya aku kasih begini sih, Guys. Iya. Terakhir kali aku pernah ketemu fans dan diminta tat tangan kurang lebih seperti itu, Guys. Yap, dia bawa apa, Guys? Itu kayak semacam alat eh bukan alat jubah operasi. Jubah rumah sakit. Aku mau dioperasi. Oh, kayaknya aku tahu aku bakal ngapain. Lepas baju dan celana terus pakai ini. Iya, ya. Aku tahu, aku tahu kita mau diapain dan sejujurnya. Ah, enggak kasihan, Guys. Bapak ini jahat sekali, ya. Ini ya, Guys, ya. Dia menerima karmanya lah. Ini karmanya dia. Dia udah berbuat kejahatan dan sekarang dia bakal di em gimana cara jelasin ke kalian ya, Guys, ya. Ee dioperasi, Guys. Dia bakal dioperasi. Dia sehat sehat. Tapi dia bakal dioperasi. Kenapa ya? Untuk diambil, Guys. Itu apa? Organnya. Ambil dua ginjalnya. Nah, udah udah ada bayangan kan, Guys. Maksudnya gimana? Yap. Ah, gila langsung dua. Lu serius hidupnya enggak lama loh. Hah? Sejak kapan lu jadi peduli sama orang? Ya lucu aja kok. Dia sampai nekat mau ngakuin ini. Pasti hutangnya udah segunung. Ya, dia sebenarnya enggak tahu hal ini. Tapi karena dia udah tanda tangan, lu langsung bisa aja. eksekusi. Oh, berarti kita dibohongin juga sih, Guys. Ya, makanya kalian kalau pernah dengar ada apa, ya? Lelucon yang ngatain, “Ah, enggak bisa beli iPhone, pakai ginjal deh kurang lebih.” Nah, itu tuh kurang lebih dari sini ya, Guys, ya. Apa bercandaannya teman-teman ya. Ini juga enggak kalah disturbing sih, Guys. Menurut aku ini ending-nya ini mah juga disturbing ini 11 12 sama ending-ending sebelumnya, Guys. Gila gila. Hah. Hari ke-119. Wow, obat ya. Ialah, Guys, ya. Bayangkan, ya. Ginjal itu adalah organ yang emm penting ya. Ya, diminum ini tiga kali sehari setelah makan. Kalau ini dua kali. Semoga cepat sembuh. Kamu enggak bisa sembuh. Ginjal kamu udah diambil dua-duanya. Aduh, ngomong kasar lagi dia. Obat ini enggak guna. Ginjal tuh fungsinya untuk menyaring racun. Kalian udah punya ginjal. Bayangkanlah, Guys, ya. Badan kalian penuh dengan racun dong. Sakitnya semakin tak tertahan. Kan gua sekarat. Gua juga udah ditipu. Hutang gua ternyata masih sangat banyak. Masih sisa segitu, Guys. Lihat tuh di pojok kiri atas. Kok bisa? Ya Tuhan, kenapa ini semakin memburuk? Aku tadi emang bilang ya, Guys, di awal aku jujur aja enggak kasihan sama dia. Tapi kalau dia tipe seperti ini, aku sedikit kasihan sih, Guys. Aduh, sakit sekali. Dada gua juga semakin sesak. Sesak sekali. Gua gak mampu berteriak minta tolong. Enggak bisa nangis. Apakah ini airnya? Nah, dia klain aku. Ya, gitulah manusia. Kalau sudah menderita, udah sekarat, udah mau mati baru minta maaf. Makanya, Guys, sebelum kalian meninggal, kalau kalian ada salah ke siapapun jangan lupa minta maaf ya, Guys. Bad ending 3 dari en. Iya lah. Masih lanjut, Guys. Beberapa hari kemudian sedia gorengan dan nasi uduk. Hah. Setidaknya tapi Nadya sama si Kayla hidup normal ya, Guys. Jadi berapa, Dek? Masih uduk komplit pakai telur gorengannya dua ya, Bu. Rp2.000. Yap, ini uangnya ya, Dek. Terima kasih, ya, Bu. Makla pegal berdiri terus. Beliin bangku plastik dong. I, N. Tapi nanti ya, Mama nabung dulu sama beli payung yang beserma biar kita enggak kepanasan pas jualan. Ya sayangku, nanti Mama beli. Sabar ya. Oke deh. Eh, ada telepon masuk. Siapa ya? Telepon dari Bu Vera. Tetanggaku yang dulu minjamin aku uang. Apa dia mau menagi hutang, ya? Buadia kok udah enggak bisa diwatsapp? HP yang dulu saya jual, sekarang saya pakai HP jadul. Ada apa? Pantesan susah dihubungi. Mau kasih kabar Pak Benny meninggal dunia. Ya ampun nangis, Guys. Bunda dia nangis. Pasti sedih ya, Guys. Kan gimana-gimanap pun juga kan istrinya ya. Kemarin almarhum meninggal dikontrakan karena sakit. Gimana ya perasaan Kla ya, Guys? Mama kenapa nangis? Saya terus berduka ya, Bu. Saya juga ingin menyarankan jangan ke sini. Sepertinya Pak Benny punya banyak hutang. Takutnya para rentenir malah mengincer Ibu Nadya. Jangan angkat telepon demi kebaikan Ibu Nad dan Kala tuh mati meninggalkan hutang, Guys. Bukan warisan. Beban, Guys, ya. Beban. Lima dari en berikutnya, ya, Guys, ya. Waktu ditawarin pinjol, apa yang terjadi? Misalnya kita menolak, ya, enggak usah ngutang, enggak usah, enggak usah deh. Ya, apalah. Udah, udah. Ini kecanduan judul gua enggak suka pinjol malah mau ngutang. Bapak tidak berguna. Astaga masih main. Ya ampun sampai kapan toh Pak? Pak kan udah aku bilang loh enggak dapat apa-apa. Ada orang ketok pintu rumah. Dek bukain dong ada tamu. Bagus tabungan aku. Lihat tuh guys cuma Rp10.000 loh di atas. Nah, ini guys. Bayar negosiasi. Kita enggak punya uang kan? Uang kita cuma Rp10.000. Coba kita negosiasi ya. Gaji saya belum turun tapi nanti saya bayar, saya janji. Maaf, enggak bisa. Saya sudah kasih waktu tapi Pak Beni selalu ingkar. Jadi saya ke sini akan menegaskan kalau Pak Beni enggak bayar kontrakan hari ini, maka Bapak harus pergi. Mas, kok bisa seperti ini enggak? Biasanya kamu nunggak kontrakan. Ada apa? Aku lagi banyak kebutuhan, Dek. Apa kebutuhan apa? Jangan bohong. Kau main judi ya? Nah, udah ketahuan. Enggaklah, enggak mungkinlah aku main begituan. Yang bohong aku tahu kamu main judul. Berapa kali aku lihat kamu tuh asik sendiri sama handphone selama ini aku diam, Mas. Aku takut sama kamu karena kamu itu jadi gamah marah. Padahal sebelumnya kamu tuh orang yang sabar, tanggung jawab, sayang keluarga. Tapi gara-gara judul berubah. Sekarang kita mau diusir. Kenapa kamu lakuin ini, Mas? Kok tega? Ih, ya, Mas. Tolong, Mas, kembali kayak dulu, Mas. Aku yakin kita bisa perbaiki ini, Mas. Ini belum terlambat. Asalkan kamu jujur. Iya, mendingan jujur. Tobat. Ya, Dek. Aku main judul. Awalnya iseng, tapi aku pengin dapat uang tambahan. Aku pikir bisa buat aku kaya, tapi malah buat aku tambah miskin. Uang aku sekarang kurang dari Rp50.000. Gajiku udah habis. Maafin aku, Dek. Sebenarnya aku ingin bahagiain kalian, tapi malah mengacaukan semuanya. Enggak apa-apa, aku maafin kamu. Aku berterima kasih sekali karena kamu sudah mau jujur. Aku ngerti, Mas. Kamu tuh ngelakuin ini demi keluarga, tapi caranya salah. Sekarang aku mohon berhenti, ya. Ya, aku bakal berhenti. Aku sadar aku kapok. Nah, kenapa aku enggak kayak gini dari kemarin-kemarin? Tobatnya ya, Teman-teman. Sekarang gimana kita diusir nih? Kamu enggak sendirian? Ada aku istrimu, aku siap membantumu. Aku yakin kita bisa menghadirinya bersama. Baik banget loh, Guys. Istrinya loh. Akhirnya happy ending ya, Guys. Ini, Guys, ada tips. Siapa tahu kalian punya kenalan ya, keluarga bisa kalian kasih tahu tips berhenti dari sini. Oke, Teman-teman, sekian dulu ya permainan aku di game Pikab Talk. Sekali lagi jangan main judul teman-teman, itu ngerusak kalian. Dan semoga kalian enjoy nonton videoku.
Tega banget sih papanya?
—–
Link Ig: https://www.instagram.com/fannytjandra0121/
Link Tiktok: https://vt.tiktok.com/ZSQoPSQa/
Channel kedua: https://www.youtube.com/c/FannyTjandraTV
Link game: https://joykeratif.itch.io/pikabuu-stop
Copyright Disclaimer under section 107 of the Copyright Act 1976, allowance is made for “fair use” for purposes such as criticism, comment, news reporting, teaching, scholarship, education and research.
– Dukung aku dengan berdonasi disini: https://saweria.co/Fannytjandra
– Join menjadi keluarga Fanny disini:
https://www.youtube.com/channel/UCM4m4jzE3UG1yQWJQH59gjA/join
Music by Oneul: https://www.youtube.com/@oneul274
Video ini diedit oleh: @RyodaAkamazuCh
#pikabuu #Fannyplays