Rismon Sianipar Usai Gelar Perkara Khusus Ijazah Jokowi: Pihak Dirtipidum Kalah Telak!

oleh Allah Subhanahu wa taala. Amin. Itu ya. Oke, silakan. Iya. I enggak nanti dulu. Nanti dulu. Kami sangat kecewa dengan ketidakdatangan dari Pak Jokowi ya yang membawa ijazah katanya asli katanya lulusan UGM dan ketidakhadiran pihak UGM juga yang seharusnya bisa menjelaskan atau memiliki kesempatan yang sangat luas untuk meyakinkan publik. Tetapi itu semua tidak dimanfaatkan. Sayang sekali ya. Dan pada kesempatan ini memang kelihatan pihak Dirtipidum itu kalah telak ya. Kalau arti bahwa menunjukkan enggak usah ijazahnya Pak Jokowi dalam versi analog, versi digital pun tidak berani menunjukkan kepada kami dalam monitor. Betapa menakutkan fakta itu kepada Pak Dirtidum. Dan tadi ya kami telanjangilah habis-habisan ya laboratorium forensik. Bares krim terpaksa kami telanjangi. Bukan karena kami benci, tetapi kami menginginkan forensik yang bermartabat, independen, tidak diatur, tidak dimanipulasi, bahkan tidak. Kapolri pun harusnya tidak boleh punya otoritas mengatur hasil dari forensik. Oleh karena itu sebenarnya kalau didengarkan oleh Pak Presiden Prabowo sebaiknya Pak lembaga forensik itu harus dikeluarkan dari kepolisian supaya menjadi lembaga independen yang dipercaya oleh publik. Kalau bisa tiga tiga lembaga, Pak Usus forensik. Jadi Kapolda, Kapolri atau atasan-atasan mereka itu tidak bisa mengintervensi, mengatur ngatur hasil seperti kasus Jessica Wongso ya. Dirtipidumnya Krishna Murti, Kapoldanya ee apa Tito Karnavian, eh kepala laboratorium komputer forensik Muhammad Nalazar. Mereka berkomplot dengan para jaksa, memanipulasi barang bukti digital, mengabur-ngaburkan menggunakan software gratisan yang bernama Eri Shop. Itu software gratisan dipakai oleh laboratorium forensik. Tadi saya jelaskan juga ya, Mas, pengantar saya. Kenapa saya jelaskan ini? Karena saya cinta kepolisian supaya forensik ini benar-benar untuk kita semua untuk rakyat dan enggak berani dan enggak berani dipotong tadi oleh polisi iya. Dan seperti ini Tito Karnapian ingin jadi Kapolri dimanipulasi Muhammad eh oleh Muhammad Nulla Azar lewat software gratisan IR Shop untuk mengabur-ngaburkan dan menganimasi. Itulah contoh nyata ya. Belum lagi KM50, belum lagi Perd Sambo ya. Dibilang video ee DPR itu tersambar petir padahal mereka yang merekayasa, merusak. Jadi ini makanya kita telanjangi benar-benar Dir TVP Dum ini dan timnya bukan karena kami benci, tapi karena kami cinta kepolisian. Ya, kami sangat cinta kepolisian karena apa? Karena kita yang bayar mereka. I pajak kita kan. Betul. Kami jelaskan tadi bagaimana menganalisa lintasan stempel. Kok enggak ada ya? Kok enggak ada itu e kanal red-nya. Padahal harusnya stemp foto dulu baru stempel. Tetapi kita analisa enggak ada sebaran kanal red-nya ya. Babak belur satu. Yang kedua ela babak belur juga ada deep peor jerry babak belur juga ya. masalah skripsi juga babar babak belur yang mengatakan yang disimpulkan secara prematur lembar pengesan skripsi Joko Widodo hanya dirabah dirasakan ada cegungan disimpulkan hanya handpres dan letter press dan enggak bisa dijawab hari ini. Jadi kapan kesimpulannya disampaikannya Bang? Kesimpulannya pasti kalah telak gitu ya apapun hasilnya. Karena memang tadi sempat dirtium melirik saya ke belakang waktu saya merepresentasikan. Seolah-olah memohon ampun-ampun, Bang. Ampun, Bang. Seolah-olah ya. Iya, seolah-olah ampun, Bang. Cukuplah, Bang. Jangan kulitin terus, Bang. Ampun, Bang. Jadi, Rawasidi penyampakan kapan menyampaikan kesimpulan dari kelat? Ya, kapanpun itu saya kira Karua Siddiq harus fair ya. Banyak sekali celah-celah yang mengatakan bahwa kesimpulan dari forensik bares krim poolri yang diumumkan oleh Dirtium itu sangat-sangat prematur. Kalau berani periksa Pakiman Raharjo bagaimana kiosnya itu yang menjadi calo dokumen palsu di Pasar Pramuka Pojok. kaitannya atau korelasinya dengan lompatan kuantum karirnya menjadi komisaris dan wakil menteri desa kalau tidak ada hubungan jasanya dengan Joko Widodo. Panggil semua dong, periksa semua. Karena ini ini sudah pasti palsu. Kalau enggak palsu pasti dibawa tadi ditampilkan digital aja enggak berani. Bang tadi ini berarti sudah selesai ya karak sudah selesai. Selesai. Yakinlah itu palsu. Karena bayangkan hanya menampilkan versi digital aja enggak berani. Versi digital. Takut kami analisa dalam cuma pakai mata aja. Takut. Satu lagi sebelum Pak Risal Fadilah ada satu hal yang sangat konyol tadi disampaikan oleh kuasa hukum mereka. Jadi menurut mereka ijazah itu bisa dianggap asli kalau UGM sudah menyatakan asli. KPU sudah mengatakan asli. Padahal UGM itu hanya melegalisasi. Jadi bukan menat asli dan mereka mengatakan mereka menggunakan analogi yang sangat konyol. Jadi kalau misalnya pemeriksaan jenazah ya jenazah sudah cukup pakai visum otopsi selesai kan enggak perlu ijazah jenazahnya dihadirkan lah. Itu konyol jenazahnya perlu dihadirkan. Contoh kasus jos i kan otopsi bisa salah, visum bisa salah maka ini jangankan jenazah ijazah. Ijazahnya harusnya dihadirkan dan akan terbukti kalau ijazah dihadirkan itu terbukti akan palsu. Pak Rizal monggo. Silakan Pak. Bang Rizal mikrofonnya Bang Rizal dulu satu lagi tuh ada banyak tuh mikrofon sambil ini aja Bang Pulang nanti. Pak ya. Asalamualaikum warahmatullah. wabarakatuh. Waalaikumsalam. Ini, Bang pegang, Bang.

JAKARTA, KOMPAS.TV – Ahli Digital Forensik, Rismon Sianipar mengatakan pihak Diritipidum Bareskrim Polri kalah telak saat gelar perkara khusus Ijazah Jokowi.

Hal ini disampaikan usai Gelar Perkara Khusus Ijazah Jokowi di Bareskrim Polri pada Rabu (9/7/2025).

#roysuryo #ijazahjokowi #yakuphasibuan #rismon #breakingnews #jokowi

Produser: Theo Reza

_________________________________________________________________________________

Sahabat KompasTV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.

Jangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV.

Sahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv

Media sosial KompasTV:
Facebook: https://www.facebook.com/KompasTV
Instagram: https://www.instagram.com/kompastv
Twitter: https://twitter.com/KompasTV
TikTok: https://www.tiktok.com/@kompastvnews