BEATHOR TIDAK MINTA MAAF! GELAR PERKARA KHUSUS, PAIMAN DAN JOKOWI TAMAT!

Jadi enggak mungkin saya ceplos ngomong sehingga tersir jadi bemerang. Enggak mungkin. I jadi saya hitung itu semua dan itu nyata. Jadi saya sebelum menyebut nama-nama orang itu kan saya cari dulu ke bawah. Tapi menurut Pak Betor waktu dulunya saya enggak pernah menurut saya melawan terus. Saya menyatakan kalau saya salah saya minta maaf. Oke. Nah ada kalya kan. Oh iya minta maaf saya itu berdasarkan informasi saya kurang. H. Tapi setelah ini dikeluarkan, disebarkan sama mereka malah muncul dari dari dari para alumni-alumninya Mustofao. Ada seseorang yang menjadi korbannya Paiman itu yang dia menjadi korban ee dan kemarin ketemu kebetulan di Polda Metro. Dia juga akan bantu nanti Bang Vitor itu akan mengungkap kenapa si Paiman itu dipecat dari Mustopo ya. Dan ada apa dengan penggelapan yang telah menjadi klien-klien Pak Paiman. Heeh. Raharjo selama tahun sekian sampai sekian itu sampai 2015 dia ya. Ah tolong dong membuka dirinya, mengajukan dirinya. Karena kawannya si Rini yang bikin apa kereta cepat itu sudah ditembak di sana karena Jokowinya sudah banyak dosa. 20 tahun tidak ada dokumen dan ini kita gubrak-gubrak terus. Maka selain Jokowi minta maaf dia menarik mundur Gibran dari Wapres. Soekarno 57 sampai 67. 57 sampai 67. Soekarno sendiri karena Bung Hata mundur. Jumpa lagi di Sentana Podcast. Saya Michael Sinaga dan hari ini kita mempunyai tamu yang spesial. Baru sekali ini datang ke Sentana meskipun pernah datang ke Sentana tanpa diketahui publik. Wah secara misterius. Karena beliau itu waktu itu tidak di meja utama tapi di meja sebelah. Dan terjadi kuditah terhadap Prabowo lebih cepat dilakukan oleh Jokowi. Di belakangnya Pak Janes ya. Nah, ini Pak Janes yaan nih yang benar-benar tahu nih pakar ijazah Pak Janes sekarang enggak ya? Belum pakar pakar investigasi ijazah. Pakar investigasi dan di sebelah saya ada Pak Roy Suryo. Siap. Yang sekarang menjadi pakar piman karena piman payiman pay selalu membayar di mana-mana. Dan yang terakhir nanti yang paling spesial terakhir dan ada dari Balige Academy. Jangan lupa subscribe ya. Subscribe Sentana dulu. Bakar Widodo Widodo Sulaiman Widodo saya apa sekarang? Oke. Soalnya waktu di INWS ya, Pak ya terlihat bergemetar gitu loh tangannya itu ditata gitu ada hafalan-hafalan. Oke. Atau itu atau pakar Andi Aswan enggak digodo aja. Enggak berguna itu. Enggak berguna. Enggak guna ya. Dan yang paling spesial Pak Bitor Suryadi. Apa kabar Pak? Baik, alhamdulillah. Iya. Coba Pak di inikan dulu diperjelas dulu kepada pemirsa supaya tidak ada apa namanya kesalahpahaman. Katanya Bambang Suryadi itu sudah meninggal. Gimana tuh, Pak? Iya. Karena itu memang ada dua orang. Jadi PDI itu kan partai besar. Iya. Jadi hampir banyak orang sama nama. Oke. Maka yang beda itu cuman satu. Vitor. Vitor itu cuman satu. Itu enggak ada yang lain ya. Kalau Bambang ada sejuta. Oke. Itu membedakan. Tapi konyolnya ya Mas Baik orang yang bilang beliau itu sudah meninggal tuh masih ada nocos di podcastnya itu loh. Si calek gagal dari PSI itu loh. Iya. Calek gagal Jawa Timur ya. Iya. dapilnya Tulung Agung dan terima kasih pada masyarakat Jawa Timur karena tidak memilih dia. Ngaku-ngaku anak jenderal lagi. Bu masyarakat Jawa Timur tuh pintar-pintar loh. Saya yakin mak enggak terpilih dia ya. Iya makanya dia enggak terpilih. Terima kasih Jatim. Terima kasih Jatim. Oke kita kembali ke awal Pak Bitor. Kalau boleh saya pengin tahu dari mana sih Pak Bitor tuh mencurigai awalnya tentang pasar pramuka? dan nama-nama David. He. Yang adalah abangnya Bupati Boyolali sekarang Agus ya. Siapa? Lupa saya Google aja dah. Iya. Itu lalu Widodo yang kemarin muncul di raket bersuara tadi ya, Bang. Adik adiknya David. Nah. Iya. Lalu Deni Iskandar. Lalu ada Anggit. Itu sebenarnya awalnya bisikan dari siapa? Bukan bisikan itu kan memang fisik mereka ada kan. kita orang partai I ya kalau kita bergaul ke dalam sedikit ya masuk ke tim-tim pemenangan ya pasti ketemu nama itu h dan itu sesuatu yang santer kalau orang tahu timnya Jokowi itu ya itu dan ciri khasnya orang partai itu apa Mas I itu ya seperti Mas Andi Wijayanto seperti Mas apa Pras ya jadi kalau ditanya jawabannya itu politik politis jadi jangan di jadi beliau-beliau itu jangan salah loh ya bukan menyalahkan kan tidak membenarkan tapi juga tidak menyalahkan. Itu yang penting. Jadi ya ya gitulah orang partai ee ya tapi belum belum. Sudah tapi belum. Kiri tapi kanan. Berarti kemarin yang bertopeng di sini mungkin orang partai juga ya. Soalnya katanya jarang tapi sering Pak Iiman ke sini. Oh Mister J. Mis J J. Iya kayak kayak Widodo itu ya waktu diyat bersuara itu kan ketika ditanya oleh Aiman ya bukan Pak Aiman loh tapi Aiman. Iman kalau itu wartawan baik itu tanya kan jadi gimana pendapatnya tentang statementnya Pak Bitor? Saya tidak menyalahkan. Iya tapi tidak juga membenarkan. Ya itulah politik juga dia itu berarti berarti ini dong. Iya terus tergantung pesanan ya kira-kira ya. Nah gimana Pak soal nama-nama tadi itu? Jadi jadi kan kita ee ini kan permainan politik pakai risiko ya. Artinya kalau nyebut nama orang kalau enggak kuat informasi, enggak kuat data kan kita bermasalah kan. Pasti diganggu orang itu kan. Jadi saya menyampaikan supaya tidak banyak ribut saya menyampaikan tiga dari Solo, tiga dari DKI dan ini semuanya tidak melakukan tidak melakukan balik ke saya ya. He. Jadi baik itu Angit, baik itu Widodo, maupun itu David, maupun Deni, Indra, maupun apa e Yulianto. Karena apa yang saya sampaikan itu saya tidak se seumur saya ataupun sepengalaman saya sebagai orang partai, saya sudah 20 tahun partai dan senior saya itu bag seperti Bang Panda, Bang Taufik itu kan sangat sangat sayang sekali gitu. Jadi enggak mungkin saya ceplos ngomong sehingga ters jadi bumerang. Enggak mungkin. Ya. Jadi saya hitung itu semua dan itu nyata. Jadi saya sebelum menyebut nama-nama orang itu kan saya cari dulu ke bawah karena isu yang dimainkan kawan-kawan ee apa ijazah palsu ini kan semua orang baca. Nah saya cuma melontarkan apa kalian tahu ada kasus apa ijazah palsu tahu bang kami baca-baca tahu enggak ceritanya bagaimana? Woh muncul itah muncul Cikini 69 muncul sekali kan mereka memang ada di situ. Oke. Jadi enggak mungkin saya sembarang sebut. Saya rasa kalau seperti Bapak nuduh saya Janes ada di situ. Saya enggak berani ngelaporin Bapak. Kenapa? Karena mungkin Bapak punya foto-foto saya. Saya saya ternyata ada bukti. Iya. Iya. Jangan-jangan ada fotonya ya. Iya. sekarang itu yang se meningkat sekali itu tentang foto itu. Jadi semua orang yang saya sebut menerima dokumen itu, membuka, melihat, semuanya mempertanyakan kok fotonya sama kok beda dengan Jokowi kan gitu. Oh, itu semua tapi mereka enggak bunyi. Nah, jadi jadi saya tadinya berharap gini datang ke sini ingin menyampaikan bahwa yang kita kerjakan ini pasti menang. Pasti menang. besok besok polisi pun juga akan enggak bisa apa-apa untuk melakukan ini. Jadi kan kita ini hanya menguraikan apa yang terjadi. Artinya kalau kita melihat ini gerakan rasionalitas warga waras. Betul. Kita berpuluh-puluh tahun coba di ditipu-menipu begini coba 20 tahun. Terus sekarang mau dilanjutkan sama si Gibran. Ke mana nih bangsa sebanyak ini loh 280 juta banyak profesornya banyak jenderalnya banyak doktornya kok mau saja mengalir gitu kan hampir sama dengan 350 tahun diajam belah jangan profesornya itu termul juga i dan sudah muncul ya Pak sekarang dan kota termul memang sudah terdowngrad sudah muncul sekarang relawan Gibran 2029 iya saya harap sih relawan Walikota Solo aja itu ya jangan relawan calon presiden. Tapi yang terbaru moga-moga Pak Prabowo tahu ini. Jadi sudah tadi sudah diperintahkan oleh Menteri Koordinator apa hukum HAM dan apa Lapas itu Pak Yusril. Pak Yusril. Nah Gibran mau ada penugasan di Papua. Waduh taruh di Papua sudah sampai 2029 taruh di Papua. Kalau enggak salah saya teringat dengan Pak Maruf Amin ya. Eh pernah pernah di Papua tapi cuman beberapa hari perah. ya mendapatkan penugasan seperti itu. Semoga ya Mas Gibran kan lebih muda. Oh lebih lama. Iya staminanya lebih besar dan ya lebih lincahlah lebih banyak yang bisa dilakukan beliau di Papua. Berarti ada pemborosan lagi dong. Apa tuh? Kan kemarin katanya mau dibuatin istana uapres anu apa dengan kaca anti peluru di KM US. Wah, harus dibangun di Papua berarti Istan anti peluruh. Kenapa enggak di balige? Di parapat sudah ada loh istana presiden supaya bisa itu membantu kami untuk menutup TPL itu kan itu. Coba berani enggak dia menutup TPL? Oh iya betul ya. Coba Mas Gibran ya. Coba Anda berani bersuara tentang TPL enggak? Kalau Anda setuju, bilang aja setuju. Biar tahu nih, biar Dr. Risbon kan enggak setuju. Anda setuju enggak, Mas Gibran? Iya. Nah, terus balik lagi, Pak. I ya. Jadi, tadi soal Pasar Pramuka itu. Jadi tadi ee saya diundang oleh Pak Profesor itu. Hm. Tapi di kiri kanannya ada Pak Iman. Pak Pak Iman. Pak Paimen. Paimen. Ada senior ya, Pak? Apa? Ruhud. Ruhud. apa pengacara itu SOMPul Sitompul ya kan sekarang dia PDI terus di kawa sebelah kiri kanan saya ada kawan saya ee Indra jadi kemarin itu kan saya menyebut bahwa ee sarjana kan dia profesor dok mm mm MS dan dia dia dapat itu cepat sekali dia mendapatkan profesor cepat terus saya mendapat informasi dari teman saya ini pasti palsu semua itu saya saya sebut saya sebut di IWS itu. Iya. I terupa rupanya mereka melakukan gerakan ee apa hukum ya menyatakan pernyataan saya enggak benar. Jadi diperitah bikin pertemuan hari ini. Oke. Nah, hari ini setelah pertemuan itu dia bikin rekaman tadi itu dia sebar. Wah. Nah, sebar masuk ke alumni-alumnya Mustopo. Universitas Mustopo Beragama itu balik ke saya, “Bang, itu benar, Bang.” Nah, jadi yang tadinya saya bilang minta maaf kepada Pak Pa karena saya memang waktu di INWS itu saya belum punya data besar kan, data kuat gitu ya karena baru dapat satu orang dari teman saya, “Bang, itu begini.” Nah, maka saya berani di news 1000% ini palsu, palsu, palsu. Nah, rupanya dia membangun kekuatan apa ee kekuatan hukum, mengajak senior-senior itu untuk menggugat saya. Jadi saya datang, saya menyatakan kalau saya salah saya minta maaf. Oke. Nah, ada kalnya kan. Iya. Kan kita memang harus harus begitu kan. Iya. Tapi tadi saya nonton di TikTok cuman saya meminta maaf doang baru dipotong ya, Pak ya. Iya. Jadi permintaan maaf saya itu berdasarkan informasi saya kurang. Tapi setelah ini dikeluarkan, disebarkan sama mereka malah muncul dari dari para alumni-alumninya Mustofa itu. Betul, Bang. Ini kasusnya begini. Ini kasusnya begini. Jadi dia pernah dipecat, dia pernah diganti. Jadi jadi urutan. Jadi paimen tadi si paimen ini mau nyerang saya menganggap saya pembawa malah menggali lubang. Sekarang saya harus menjadi lebih kuat karena informasi semakin banyak. Jadi tadinya cuma dapat satu kawan, sekarang sudah dapat 10 kawan. Artinya apa yang saya ucapkan di TV itu benar. Oke. Nah, itu jadi saya semakin kuat. Nah, jadi kalau kita melihat ini ya terus saja berjalan gitu. Tadi sudah bilang jangan begini ya, Bang. Jangan begini ya. Tapi dia bikin itu kan saya enggak ngapa-ngapain. Saya anggap ini adalah tulus ya. Minta maaf karena kurang data saya minta maaf. H. Nah, tapi keminta maaf saya itu dimanfaatkan dia. Hm. Ternyata disebarkan ke kelompok alumni. Nah, alumninya terus memberi info kepada saya, “Abang, sudah benar ini, Pakini.” Saya saya menyimpulkan ini alumni-alumni Mustoofo ini juga sama seperti alumni UGM ya, tidak mau dibodohi dan jangan-jangan sebentar lagi ada relawan Mustopo. Enggak. Kalau yang jelas kalau Pak Bitor ini enggak perlu gusar kemarin waktu di Bares Krim ini sekali lagi ya, Tuhan itu maha mengetahui dan maha besar ya. Jadi semua pasti akan ada tangan-tangannya ya. Jadi nanti sunatullah ya. Ada ada seseorang yang menjadi korbannya Paiman itu yang dia menjadi korban ee dan kemarin ketemu kebetulan di Polda Metro. Dia juga akan bantu nanti Bang Vitor itu akan mengungkap kenapa si Paiman itu dipecat dari Mustopo ya. Dan ada apa dengan penggelapan berarti bukan mengundurkan diri ya Pak. Ngapain mengundurkan diri? Mengundurkan diri itu enggak ada persaleng belakangnya. Oh jadi itu hubungannya Persaleng itu dengan Alpard. ya. Nah, nanti ada cerita soal alpartnya e Mustopo dan sebuah villa di Bali. Nanti episode lain ini. Wah, luar biasa itu. Nanti ya kita datangkan narasumber A1 mengenai Bali. Bukan dan yang cerita bukan hanya kemarin loh ya, itu informasi awalnya justru kita pernah terima itu dari seseorang yang bintang. Nah, seorang bintang yang bintang tujuh atau bintang berapa tuh coba tuh ya kan bintang beneran ya. Oke. Bintang-bintang di langit maksudnya bintang-bintang di langit. Kalau saya jadinya begini, setelah pertarungan para dokter-doktor ini yang luar biasa kan. Saya di perjalanan pulang dari Solo itu saya cuman berpikiran, ini orang dua nih kuat sama Tifa ya, sama kawan-kawan TPUA ini kan kuat UGM saya pikir kurang data ya, kurang kuat. Terus saya mencari alternatif Heeh. Karena Ibu Mega kan sudah bikin pernyataan kalau memang punya tunjukin kan enggak terus Ibu Mega dibully. Wah, saya semakin semangat untuk membela ibu saya kan, ketum saya kan. Nah, terus kalau gini pasti ada satu tempat ya membikin ini. Jadi kalau UGM tidak disetujuin orang dua ini tiga orang mereka menolak ini bukan produknya UGM pasti produk tempat lain. Tempat lain itu saya cari gitu. Nah, itulah saya lacak itu berapa orang dari tim Solo, berapa orang dari tim Jakarta, terus diber ke bawah dibikin ini, bikin ini, terus fotonya begini-begini. Tadi Denny Deni Iskandar bikin pernyataan melalui R Subo itu kan bahwa pernyataan saya 80 90% benar. Karena memang saya enggak mengarang-ngarang. Saya memang memaparkan apa yang yang saya tahu, yang saya dapat gitu kan. Nah, jadi kalau bisa kita kan gini, ini ada kekuatan kalau menurut Dr. Jul ya, Dr. Jul itu yang yang pernah ketemu sama si Deni dan Iskandar ditanya dia lihat fotonya segala macam kan. Ini ada kekuatan lain kata dia ada kekuatan di luar bangsa kita. Jadi kalau kita lihat di belakangnya Jokowi itu kan memang ada beberapa jenderal I itu kan yang sangat menentukan jenderal. Jadi kata jenderal tadi yang disebut Bang Respon tadi enggak jenderal yang di Bapak TPL Ibu Jenderal di balik TPL. Oh ini dari Desa Simargala Desa Si Margala Marga Panjaitan. Oh jadi kata kata Rocky Gerong. Heeh. Jokowi ini presiden. Enggak ada otaknya. Otaknya siapa? Rini. [Musik] Ah, gitu tuh. Nah, orangor ini yang mengatur program-program proyek-proyek itu. Nah, sekarang mereka sudah berkuasa 20 tahun mau dicari lagi namanya si Gibran. Gibran mau mereka begitu kan. Berarti kan kita kita yang gila membiarkan kita membiarkan tapi perjuangan. Iya, benar Bang. Ya. Iya dong. Jadi mereka-mereka yang di belakang itu kan menodorkan Gibran merobek konstitusi, umur belum cukup, pendidikan belum cukup ini kok kita biarkan. Setuju. I. Nah, kalau kita menolak itu saya secara pribadi minta dia mundur. Tapi kalau sikirnya 2029 dia punya ijazah SMA atau dia ngambil Universitas Terbuka? Mana ijazah SMA-nya? SM SM SM SMA 1 YF hanya 2 tahun. Jadi kan gini SMK Kristen jangan. Jadi kalau dia sekarang mundur sekarang nih karena Jokowinya sudah banyak dosa 20 tahun tidak ada dokumen dan ini kita gubrak-gubrak terus maka selain Jokowi minta maaf dia menarik mundur Gibran dari Wapres. Sekolah lagi, sekolah lagi SMA seperti itu Ibu Susi sekolah lagi SMA hebat Bu Susi. Universitas lagi umur cukup pendidikan cukup tapi menurut Pak Betor waktu dulunya saya enggak pernah menurut saya melawan terus menurut Jokowi. Oke. Enggak mau nurutak menurut pandangan Pak Betor nanti enggak mau memandang lagi pandangan Pak Betor dulu saja waktu dia masih apa waktu masih rajin sekolah enggak lulus apakah sekarang sesudah dia lupa banyak tuh pelajaran tuh masih bisa lulus bag bagi saya itu urusan lain tapi prosedur proses bernegara ini diakui dilakukan jadi kita punya kekuatan bahwa KPUD D di Solo tidak melakukan verifikasi. Syarat Bang, syarat Wapres SMP atau SMA, Bang? SMA. Semua SMA. Semua SM. Kirain boleh SMP dia memenuhi standar. Kalau SMP SMP-nya gua nanti dicari benar enggak? Waduh kacau lagi tuh. Kacau lagi. Tapi benar loh apa yang SMP pun enggak ya? Enggak. Tapi benar kalau tadi cerita ya apa yang dilakukan Pak Bitor ini memang benar-benar perjuangan dan perih loh beliau mengalami. Iya toh? Ya, mohon maaf ya. Pak kan juga barusan dilawan juga sama orang yang dulu pernah jadi sahabatnya kan di partai itu dicopot posisinya. Iya kan? Itu kan kurang ajar. Itu pedih banget loh. Enggak jadi saya pakai baju penderitaan kita enggak seberapa dibandingkan rakyat yang di Benar. Saya pakai baju ini untuk menghormati Pak karena apa yang beliau lakukan tuh menggambarkan pedihnya perjuangan. Pedihnya perjuangan. Ada kaos lagi. Ayo coba dizoom dulu. Dizoom dulu. Saya geser dulu ini. Nah, sebentar. Ini ini kaos ini khusus nih. Enggak PDIP perjuangan ya? Pedihnya perjuangannya perjuangan bantengnya nangisor ini pedihnya perjuangan ini. Aduh. Jadi tapi yakinlah ini pernah karena saya akan mengacutkan PDP kata si Jok Joko itu Jokowi Jokowi ini pedih seperti Pak Betor kita akan melawan tidak akan menurut mak betul oke biasanya kalau banteng baru nangis itu hati-hati banteng ketaton itu tapi wayangnya enggak di bawah enggak udah banyak ini. Ini sudah wayang orang jangan wayang lagi. Iya, maaf saya sedikit bicara karena masalah PDIP yang dikatakan katanya selama ini kan masyarakat mengatakan ah PDIP terlibat, PDIP terlibat, tetapi Pak Best langsung ngomong memang betul terbuka semua kok. Apalagi Pak Andi juga ngomong kami tidak tahu itu semua memang ditipu. Memang ditipu semua ditipu sama dia. Eh, Pak kalau saya menipu satu orang aja ketakutan loh. Ini ratusan juta ditakutin. Astagfirullah. Ini kan kita diperkuat dengan pernyataan FF Rudi, ketua DPC seharusnya kan partai yang mengelola administrasi itu. Data-data dokumen itu dari partai diinstruksikan bawa ke KPU I KPUD. Ternyata kata Pak Rudi, “Kami enggak tahu-menawuh Jokowi punya tim sendiri. Tim itu yang enam orang itu. Inilah yang mencari segala macam.” Maka kalau kata Mas Eko melalui Taufik KPUD bahwa Jokowi waktu itu membawa dua sarjana Dr. Andes titelnya dua sama insinyur tapi kita enggak mengejar dia itu insinyurnya dari kampus mana, Dokterus. Jadi saya berpikirnya begini, dia berkuliah di Jogja bertahun-tahun. Iya. Dari 85 ke 2005 itu 20 tahun. He 20 tahun tuh ngapain aja Jokowiko masa engak pernah datang ke kampusnya? ini aja datang dari Baligi datang tengok-tengok budek Jogja sekali ya kan kita tuh selalu datang loh ke kampus kan ada ada acara tahunan ya lustrum terus ada apa nitilaku nah niti laku itu untuk berjalan dari kampus awal keraton ngaik Yokto ke UGM atau sebaliknya itu ada jangan-jangan Pak Jokowi tidak tahu tempat-tempat itu. Nah, itu jadi untuk memperkuat di hutan soalnya mungkin untuk memperkuat alibi kita. Nah, jadi betapa anehnya umpanya dia lulus UGM tapi kok pakai Dr. Andes yang enggak jelas kampusnya. Atau kalau dia pakai insinyur UGM dari 2005 itu kita sudah tahu bahwa dia memang alumni AGM, tapi kan kita enggak tahu. Artinya dia tidak pernah membangga-banggakan sebagai UGM atau Eko bilang dia tidak melakukan public expos setelah menang. Jadi dia sembunyikan semua kan gitu. Nah, kita merasa aneh gitu melihat melihat itu sehingga kok tiba-tiba UGM menyatakan dokumen Jokowi ada yang sekarang ini yang ini kan setelah 2018 nih. Iya. I. Jadi saya melihat dari 2005 sampai dia ke 2010 itu kan yang melawan cuman Bambang Tri itu ya. Bang bung bang bung masuk penjara keluar lagi bang bung bang bung melawan lagi kan pokoknya tidak ada dokumen tidak ada diskusi. Didukung sama Sofyan e Effendi. Iya mantan rektor. Mantan rektor kan. Jadi ada dua itu kan. Jadi kita sangat kuat sekali. Nah, yang kita mau lihat kenapa UGM tuh sampai sebegitu banget gitu loh. Nah, karena kita sudah melihat ada tim 6 itu. Jadi, tim 6 itu yang kita katakan tanda peti pencetus itu baru dikirim tuh ke mana- mana. Jadi di UGM itu setelah menerima kiriman ee dokumen kan dia cocok-cocok kan ini mana itunya cocokologi baru stempel legalisir seharusnya kalau benar nih melaksanakannya apa melaksanakan ee verifikasi itu selesai jadi asli atau tidaknya ijazah itu ketika KPU KPU KPU itu membawakannya ke kampus atau ke sekolahan tempat keluarnya ijazah-ijazah Iya. Di situ dicocokin kami KPU baru tiga orang empat orang kan melakukan verifikasi diterima dekan, diterima ini terus gimana berita acara berita acara harus ada harus ada tapi sekarang berita acaranya enggak ada tapi Pak Janes gimana dekan sampai ke rektor itu apa ee mau menolak kalau yang datang tuh dulu memang ya dari UGM juga jadi ini P yang lain ini ini. Iya P yang kedua ya. P yang kedua yang yang sat P yang atasannya P yang atasannya Pak Tno bukan pra Pak TNO Pak ya Pak Pak Tikno. Iya karena kan sudah langsung kemudian dia menjadi wali amanah kan. Iya. Nah jadi dengan tidak punyanya BAP berita acara verifikasi dari semua terus kita sudah mengalami dua tahun dua kuat dan dia sudah selesai kita mau ngapain lagi? Hm. I kan analisa analisa ini kan sudah selesai. Nah, kita bisa memenjarakan Jokowi kalau dia selama berkuasa korupsi, dia selama berkuasa hutang banyak. Kita kasih aja ke Cina, Pak. Orang-orang Cina nih, Jokowi berhutang enggak izin rakyat, enggak izin DPR. Kalau sekarang memang bawa aja ke Cina, hukum aja di Cina. Karena kawannya si Rini yang bikin apa kereta cepat itu sudah ditembak di sana. Ya udah tembak tembak mati sudah karena hukuman korupsi itu. Oh orang Cinanya sana. Oh jadi uang kereta cepat itu dari Cina banyak yang terima kita Rini ada orang Cinanya. Orang Cinanya. Oh. Nah, orang Cinanya ketangkap sama Shinjin Ping. Makanya Pak Zonan waktu itu Menteri Perhubungan waktu launching enggak datang diaak mau dia mana ada Menteri Perhubungan waktu launching kereta tepat enggak datang dia. Dia benar. Nah, itu contoh artinya kasus-kasus korupsi pakai uang Cina itu bisa dibunuh Cina asal dibawa ke sana kan gitu. Oh, kita bawa aja kita kalau terbukti palsu kan diportasi ke sana. Iya. Ini ini loh Pak Presiden pakai ijazah palsu. Nah nah nah berarti dulu e utang dari Cina batal. Kami ganti orang nih kapan terakhir Pak Jokowi menginjakkan kaki di RRC. Nah, karena itu juga penting ya, Pak. Mungkin kalau dia menginjakkan kaki sekali aja di RRC enggak pulang lagi. Putus itu barang enggak pulang lagi. Yang sekarang ini setelah selesai jadi presiden ke Cina enggak pulang lagi. Wow. Enggak pulang lagi. Cak bilang lu bayar dong hutang lu. Bukan enggak pulang lagi apa enggak hidup lagi. Itu 11 12 lah itu, Pak. Kalau enggak pulang lagi bisa aja ngumpet di situ dia kan. Iya ngumpet ya. Iya iya iya. Nah jadi karena memang di sana itu besok itu kan tegas kita-kita kan ke Polda kan. Bares krim kan. Nah, jadi kalau sekiranya kita kuat, jadi selesailah urusan ini. Tinggal kita bagaimana Jokowi ini dengan sadar meminta maaf karena 20 tahun membodohi rakyat ini, ya kan hanya mengandalkan en orang, tujuh orang timnya itu sehingga lolos, lolos, lolos, lolos. Ya, kita minta dia tarik Gibran. Nah, nah Gibran itu ditarik untuk menunjukkan bahwa bangsa kita bisa memilih wakil presiden lagi melalui MK, melalui MPR nanti proses proses manis sekali Bapak ini ngomongnya manis sekali untuk merayu itu. Karena aslinya kalau sudah semua terbukti jangankan Jokowi semua pengacara-pengajar yang melindungi dia kena masuk semua Pak. Iya. Ada ada anunya masuk semua. Sudah sudah ada ruang untuk mereka masuk. Iya. Makanya makanya sebelum gelar perkara ini ya khusus ini itu pengacara-pengacara mereka tuh bikin tolakan kepada kita jangan sampai jangan sampai dokter jangan sampai dokter itu datang gituah iya harusnya Bang Rismon menelepon Pak Oto Hasibuan ya kan dari dulu sering bekerja sama iya dapat benefit sekarang begitu berlawanan tolak ya kan kayak kayak anak-anak udah tua kayak anak-anak gitu loh. Ya udah kita saya punya ahli nih gue siapin nih lawan Roy sama Rism oke besok tanding terbuka itu harusnya ya biar kelihatan baraknya gitu Pak enggak mungkin itu karena enggak mungkin karena dia tahu Pak Oto itu Pak Oto itu tahu Bapak siapa makanya tahu dia saya besok sudah 10 poin saya jelaskan waduh jadi Bang Rismon besok sudah menyiapkan berapa poin berapa puluh slide ee maunya berapa ditantang soalnya kan Masro bilang jangan-jangan besok 5 menit katanya kita jadi harus siap ringkas harus siap panjang juga oke gimana Pak Janes kalau cuman dikasih 5 menit untuk menjelaskan poinnya digelar perkara khusus gimana gini kalau mar pengalaman gelar perkara kalau gelar perkasa usus ini gelar perkasa sudahudah enggak jadi gubernur Jawa perkasa perkasa mereka itu. Makanya gelar perkara khusus ini seperti saya bilang ini kan hanya untuk secara hukum ya. Kalau secara fakta saya selaku wartawan ya saya sudah ke Solo, ke Jogja, ke Boyolali. Boyolali ke Semarang Wonosegoro, Semarang sudah saya jalan. Saya selaku wartawan investigasi satu pun tidak ada bukti yang saya dapat. Ada Jokowi pernah kuliah di UGM termasuk UGM menolak semua. Iya. I iya. Jangan seperti kepala desa makin narasi bahwa Jokowi pernah KKN di sini waktu pas lagi belajar sendiri. Masa belajar sendiri Petroman jatuh. Ketakutan saya Petroman jatuh itu harusnya kebakaran gitu. Udah itu ada lagi keterangan bahwa ada naik Vespa dibonceng si Jokowi dong. Berarti si Jokowi secara apa? Cuma sendiri KKN. Duh sekarang saya bilang sekarang gini Pak. Polisi boleh masalah secara hukum. Janganlah diabrik ini gara-gara Jokowo. Jangan. Saya wartawan. Saya betul investigasi kok. Saya enggak dibayar siapa-siapa. Saya betul-betul membu membawa wartawan karena teman saya wartawan Bambang Teri ditangkap ditangan, di penjara tidak punya salah. Mereka mengenang perkara kami itu aja bilang pengacara-pengacara apa itu pengacara berdasi yang duitnya banyak itu. Hah dia ngomong kami menang dua kali menang tiga kali abal-abal kalian satu pun satu pun tidak pernah menunjukkan ijazahnya. Jadi saya bilang kepada B untuk reg perkara ini saya sudah dari wartawan saya pers mengatakan bahwa Jokowi tidak punya ijazah. W itu dari mulai pramuka Bapak ini mengatakan ayo narasi saya sekarang bilang Bapak bilang katanya siapa yang mendalilkan dia yang itu perdata tolol kali ini pidana bukan ini kalimat ini. Kalimat ini yang dilakukan oleh pihak sana oleh Yakub. Oleh Yakub itu. Nah nanti suatu saat kita akan bilang, “Heah, ada banker di bawah itu sekian triliun. Kalau enggak percaya saya bongkar. Saya enggak saya rasa Bapak terlalu cepat bilang itu. Udah bangkirnya sudah dikosongin saya. Oh iya. Saya juga jadi saya juga jadi bingung itu kemarin Pak Jokowi jalan-jalan dia. Ibu Iriana sama cucu tiga. Enggak tahu Bobi kayaknya masih di Medan kayaknya masih kerja dibran enggak ikut semua enggak ikut kok. Kopernya banyak banget Pak. Ya, takutnya duit juga memang sih banyak. Kalau info uang bankker itu pada waktu Jokowi gubernur iya ada satu di antara kawan-kawan yang dekat saya H itu kalau malam bawa pakai mobil Innova hitam H di dalamnya cover bawanya ke Solo. Apakah itu dari reklamasi atau itu dari pembebasan? Ada pembebasan waktu Jokowi Presiden tuh Pak ya. Iya. Eh, gubernur gubernur aja sudah begitu. Kalau waktu Jokowi dia orang di pinggir kali tiba-tiba berkuasa. Iya, betul. Duitnya datang sendiri. Jadi ada kalimat kalau sudah jadi pemimpin i uang itu datang. Kita enggak usah ngapa-ngapain. Uang itu datang. Ada setoran dari ini setoran dikumpulin itu berdos-dos. Kan Gibran pernah mengaku kepada Rocky Gro bahwa menteri-menteri membawa duit tiap minggu katanya ke Gibran. Enggak berani KPK sampai sekarang. Iya. Jadi itu anggaran yang dipakai. Jadi gampangnya gini la. Heeh. Kalau Jokowi masih naik SMK berarti dia masih walikota. Kalau dia naik Innova berarti dia gubernur. Kalau sekarang sudah naik inilah Mercy lah. ATV terakhir naik. Kalau naik ATV berarti sudah pensiun. Jadi naik ATV-nya itu supaya sama Allah sehat. Kalau saya mau minta tolong. Heeh. Itu kan Jokowi disebut disebut sebagai pelaku korupsi nomor dua dunia oleh OCC. Bisa enggak dibantu cari anggarannya? Eh cari datanya supaya saya semakin yakin bahwa uang itu ada. Nah, jadi kalau OCCRP itu menyatakan kasus ini, uang ini, uang ini berarti kan benar. Bisa, Pak. Bisa, Pak. B ya bisa dengan cara dengan cara dilapor oto anaknya si Oto itu ya melaporkan itu ke sana dilaporkan itu penghinaan gitu aja dapat itu. Terus sebenarnya sih saya yakin Pak nih kalau Sentana lagi apa live atau lagi bikin video nih kadang-kadang ada yang dari Hongkong ada yang dari mana-mana. Coba ada enggak yang tinggal di kota di mana ada kantor OCC Rp. Heeh. Di coba kamu ke sana Belanda ya? Iya di Belanda kalau saya enggak salah ya. Nanti saya tambahin nih. Saya tambahin waktu diedit ya. Nah. itu Pak nanti kita bantu. Jokowi kan pernah bilang di kantong saya ada 11.000 triliun 11.000 triliun itu sering itu ya itu disimpan di mana coba? pasti di banker kan enggak mungkin disetor ke negara kan sama uang-uangnya yang dilakukan oleh kelompoknya satgasnya Zambo oke merah putih 3 30 triliunan itu apa disetor ke negara enggak Solo. Nah, ditambah lagi nanti dengan dana COVID. Covid itu dikumpulin dari semua kementerian, lembaga 1000 triliun. Kita pernah dengar triliun rapatlah kabinet terbatas empat orang. Iya. Lima sama menteri. Menteri kesehatan. Iya. Makanya kita sebentar lagi juga mau digitukan, Pak, kalau terima vaksin besok. Iya. Jadi uang, uang itu saya mau jelaskan uang itu enggak kepakai semua. Jadi masing-masing memperkaya diri 10 triliun, 10 triliun, 10 triliun. Jadi belilah suntekan itu ya kan yang murah yang paling murah mati pula kawan kita. Nah jadi saya saya ingin menyatakan bahwa Jokowi bikin ijazah itu pramuka. Iya. Saya ingin menyatakan bahwa bankker itu ada uangnya. Jadi nyata ini nyata ya kan. Ini tinggal kita bagaimana mengakhiri si profesor itu dengan pernyataan itu terus benar itu dibikin di pramuka nyata. Berarti kan Jokowi sudah bisa kita selesaikan. Iya. Terus banker-banker yang kita juga nyata sumber uangnya jelas. Iya. OCCRP itu ada berapa triliun nyata. Harus kita lacak nih. Dia korupsi dari uang mana-ang mana aja gitu loh. Iya. I. Nah, itu harus harus harus harus konkret. Jangan bertahun-tahun, C. Sudah berapa tahun tuh CR mengumumkan? Baru dua eh baru setahun yang lalu tahun lalu. Setahunah diumumkan sama dia kita biarkan. Seharusnya itu kita lacak, kita kejar. Enggak, enggak harusnya kalau diumumkan itu pendukung-pendukung termul-termul loir-loyir itu gugat. Gugat dari gugat keluarlah datanya gitu kan berani mereka enggak berani gugat kok. Nah, jadi saya tidak asal omong. Saya menyatakan ini ada. Saya menyatakan di pramurka jelas ada pelakunya. Pelakunya kan cuman itu. I. Nah, ini yang satu lagi nanti saya akan lakukan yang satu lagi terakhir itu nanti bongkar makam. Wow. Iya dong. Hari ini Komnas mengangkat kembali kematian Munir. Iya. Pelakunya siapa? Masih orang sama. Oke. Itu matinya Hari Muliono. Hari Muliono. Hari Mulyono yang meninggal itu. Mati. Yang aku minta kalian datang ke Solo lihat kuburan kalian enggak datang. Baru dapat sekarang. Satu lagi yang yang mati ketua KPU RI. Oh iya. Umur 41 mati lagi segar-segeranya. Kenapa? Karena dia menolak. Husni Kamil Manik. Manik. Dia menolak wanita itu perempuan bukan laki-laki. Yang peri Solo juga ada. I KPU Solo ada yang meninggal yang perempuan matanya jantung. Kalau Husni Kamil Manik itu ketua KPU RI itu bukan di Solo. Di Solo. Ada dua dong KPU yang meninggal. Oh banyak. Kalau kalau petugas yang petugas waktu KPPS KPP itu. Jadi yang harus ada bukti. Jangan asal omong. Kan orang-orang itu kan bilang oh apa katanya katanya. Sekarang kita konkretkan loh. Tidak mungkin kita menjadi riset kalau tidak dengan kalimat katanya. Iya, Pak. Ini data kayak gini benar. Udah ada, Pak. Sari kan kita datang datangin. Saya datangin. Iya, saya datangin. Sekarang Deni sudah siap kalau memang harus diungkap ini sudah siap. Tapi jangan sampai Denis itu nanti udah di apa ya udah ditekan lagi kayak Widodo kemarin loh Pak. Kalau saya begini saya bilang begini yang kita ucapkan kan berapa bulan yang lalu terus mereka berubah. Wajar dong mereka berubah ya kan pasti ada yang datang segala macam kan. Kan pasti begitu. Iya, yang penting kita tetap eksis gitu loh, konsisten. Tapi gini, Pak. Bapak dulu sebelum itu pernah ketemu Widodo? Belum? Enggak. Belum pernah. Ya, tapi Bapak melihat itu gelagatnya gimana di hari itu? Hari apa? Waktu dia di rakyat bersuara itu di acaraish ya. Sebegitu dia harusnya keberanian data segala dia dia polos saja gitu loh. Hm. Hm. Karena di belakang di kan masih ada beberapa yang penting-penting tuh. Iya. Iya. Jadi dia memang mengatakan bahwa dia yang pegang uang, dia berkomunikasinya dengan Pras. Jadi siapapun yang datang untuk kegiatan kemenangan pasti melalui dia. Tapi di belakangnya kan ada lebih. Tapi berarti anu ya Widodo itu hatinya tidak sebesar Pak Kasmujo ya. Iya. Kalau Pak Kasmujo kan top sampai ini ini penting juga, Guys. Ee sampai terakhir tayangan apa dipo investigasi itu akhirnya kan sedikit diralat atau ditambahi dan pada ralatnya itu menyatakan bahwa itulah sebenarnya Pak Kasmojo itu menyatakan hal yang sama dengan dikatakan pada Bang Resmon karena diserbu oleh rakyat ya bukan diserbu termul. Iya kalau termul kurang kurang banyak nyerbunya. Jadi banyak tayangan yang di apa ya ditambahin keterangan oleh Mas Dipo ee Nurbahagia itu bahwa satu keterangan Pak Kasmujo itu sama dengan Bang Rismon. Kedua ee yang di Desa Ketoyan itu ada beberapa catatan KKN tapi catatan KKN baik tahun ’83 maupun ’85 itu enggak ada yang soal itu. Tapi yang lain ada itu ada di di tayangan apa kekuatan kekuatan argumentasi kita ini seharusnya kan menyelesaikan masalah bangsa. Iya. Bangsa ini mau tidak mau satu-satunya jalan Jokowi minta maaf. Tarik Gibran. H tarik Gibran dibawa ke mana, Pak? Ya, mundur ke Solo. Oh, mundur balik ke Solo. E mungkin seperti kata Pak Prabowo ya, Antartika. Antarus. Antarkita. Antar korupsi sana, korupsi sini, korupsi sini. Kabinet ini apa? Kabinet Ris. Semua pelakunya adalah pelaku semuanya. Benar kok. Sebut sebut orang menteri yang tidak pernah korupsi. Sebut apalagi Menko-menko. Heeh. Saya punya datanya. Nah. Wow. Ini kabinet rac divis. Jangan diumbar dulu. Nanti mereka nutupin lagi disimpan dalam laci. Mak. Makanya maksud saya kita perkuat argumentasi kita. Desak Jokowi mengakhiri semua permainan ini dengan cara masa bangsa sebesar ini dipimpin Gibran. Nah, kan enggak mungkinlah ketika masih hidup kita. Iya. Nah, jadi dia dimundurkan, “Biar ajalah Prabowo menjadi presiden sendirian.” Soekarno 57 sampai 67 57 sampai 67 Soekarno sendiri kena BTA mundur. Nah, atau Prabowo bilang saya punya Menko enam, saya mampu jalan sendiri kan bisa bisa. Nah, semuanya bila perlu semuanya dari angkatan darat semua yang yang kita harus akhiri adalah permainan ini. Jadi kalau kita bersungguh-sungguh nih, data kita kuat, keberanian kita kuat, sem berhentikan aja ini semua. Betul. Sudah kalau enggak bisa 20 tahun tanpa dokumen, iya dia bisa dengan sendirinya tanpa izin DPR diambil utang di sana, utang di sana, tidak ada GBHN segala macam. Berarti kalau ini terverifikasi korban pertama dari Joko Widodo adalah PDIP. Ya, Bang ya? Bisa jadi. He. Kalau enggak tahu kan PDI korban pertama PDIP baru berikutnya rakyat. Karena dia kan anunya kendaraannya kan dia yang mendaftarkan pakai itu kan nyata kan bahwa Pras bilang dia bawa ke KPU kan mendaftar. Heeh. Andi Wijayato bawa ke KPU kan mendaftar. Artinya kan PDI kan. Iya. Itu yang saya mau katakan bahwa kami memang mau tidak mau bertanggung jawab kan kata waktu Ibu Mega dibully itu jangan omon-omon Bu itu kan kader Ibu ibu tanggung jawab dong. Ah itu yang saya jawab. Jadi saya melacak melacak melacak melacak kan kita mau nih si A si B si C itu kan selesai. Iya ya. Proses dan prosedur sebagai partai sudah dilakukan diterima, dilihat ditengok kan balik-balik serahkan. Dan yang menarik tuh sampai dengan sekarang yang saya tahu tidak ada apa statement atau apa perintah dari Bu Mega untuk menghentikan ini kan. Jadi kan udah biarkan aja Pak Petor biarkan aja lanjut kan kemarin ketemu senior dia bilang apa yang dibilang Pak Bitor itu iya benar benar rahasia dulu ye kasih tahu dulu orang PDP kan sempat muncul di satu acara waktu itu waktu itu masih nyala-nyalain saya sekarang sudah benar-benar benerin saya kasih tahu aja belakangnya N Oh, N belakangnya N depannya N juga. Oh, enggak. Oh, enggak ya. Oh, wah, ini makin makin ngacau nih. Nah, jangan nanti kebuka semua nanti. Iya, nanti kebuka lagi identitas Mister J. Nambahin dikit tadi. Memang benar dikatakan Mas Dipo investigasi bahwa dokumen KKN tahun ‘8385 enggak ada. Enggak ada. Lihat. Tahun lainnya ada. Tahun lainnya ada. Oh, padahal tadi pengacaranya Jokowi Rifai mengatakan, “Enggak mungkinlah Pak Rismon mencari apa subjektif dong. Masa udah dokumen di kecamatan, di desa 40 tahun masa dicari-cari kan sudah 40 tahun katanya. Padahal yang lain ada ya? Ada ada.” Jadi, jadi di tayangan yang kemudian Mas Dipo itu ngomong sendiri diwawancarai cewek yang itu membenarkan statementnya Bang Respon, membenarkan soal berkas-berkas KKN di Tekotoyan. satu lagi yang mereka di ujung tayangannya dia juga bilang bahwa ini ada yang menikmati ya ee soal cerita skripsi eh soal cerita ijazah dan skripsi itu. Jadi ada pihak-pihak yang memang mendorong ini tonton aja berarti tahun ‘835 gak adaak ada berarti mirip skripsi yang raib di UGM dong semua ada skripsi 85 sampai awal 90-an saya minta diamankan koran K di perpustakaan wilayah di perpustakaan daerah Jogja itu juga dihilangkan dihilangkan itu Pak Pak bilang bukan diamankan itu dirampokampokuh diamankan emangnya ber bergerak diang kabur ke mana-mana diamankan. Kalau maling itu diamankan masa berkas diamankan. Jadi saya saya menjadi lebih berani itu karena dokter-dokter ini semakin kuat. Iya kupasannya. Kupasannya. Jadi enggak ada alternatif lain bagi Jokowi kecuali cuman satu mundurkan anaknya. Karena kalau dia pakai ee apa pemakzulan he bisa 3 tahun. B lama 2000 2/3 anggota DPR harus menjadi dibalik ke sana putar lagi balik ke MK balik lagi ke kiri 3 tahun 3 tahun itu si Gibran tetap di bawah PR iya tapi kalau dengan memundurkan diri memundurkan memundurkan diri itu sama dengan orang wafat 2 hari in hari ini Jokowi mengumumkan, “Saya Jokowi Dodo, ayahnya Gibran saya tarik anak saya besok proses kenegaraan selesai. enggak pakai biaya banyak. Tapi kalau pemakzulan biayanya coba ke partai sana, ke partai sini, sifat pribadi pribadi. H. Jadi kita sama-sama harus mendukung mendesak Jokowi karena dosa-dosanya. Mundur Gibran mundur Gibran. Kalau Bapak memang secara politis itu bahasa-bahasa orang orang-orang yang betul-betul pemaaf. I kalau saya seperti kapori. Kalau saya kapori sudah bukti banyak kok. Tinggal nangkap aja selesai. Kapores tidak mungkin tidak mungkin bertindak karena mulai semenjak kapores solo mereka sudah bersama. Coba dulu, Pak. Sebentar. Sebentar yang saya maafkan adalah kasus ini yang kalian bongkar itu kasus ijazah. Tapi kalau soal korupsinya, hutangnya segala macam ya yang hutang ini bohong ke Cina ya kan yang korupsinya ini bohong. Itu hukum tetap berdiri hukum tetap berdiri. Tapi kalau di tapi berdirinya di Cina. Di sini enggak bisa semua semuanya enggak beres. Ini saya Oh, jadi ijazahnya dimaafkan ya. Iya dong. Sekalian ijazahnya dibawa ke Cina. Ini mumpung mumpung ketemu ya. Mumpung ketemu tadi pertanyaan Bang Respon tadi ya di tayangan teman tadi. Sini gue kasih tahu itu ada di menit ke-15 lew5 detik. Sekdes Ketoyan Taufid Bangkit mengakui bahwa meski ada catatan KKN tahun-tahun yang lain, tapi tidak ada khusus catatan KKN UGM tahun ’85 tersebut. Hanya itu yang enggak ada bin Ajaib sempat sempat dia beralasan kantor KD sudah berpindah beberapa kali ya tetapi lucunya calon KKN yang lain itu masih ada kecuali tahun itu. Iya. Itu clear kan? Ini ini sih tulisan saya berdasarkan anu itu tayangannya. Iya. Berarti berarti KKN-nya emang enggak ada ya? Ya sudahlah, Ibu Kepala Desa mungkin Ibu kemarin kan waktu ketemu kami bilang lupa. Jangan-jangan saya lupa. Ditambah lagi loh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Profesor Wening. Waktu kami tanya, “Ada enggak dokumen terkait KKN Joko Widodo?” “Belum ada masih dicari.” Emang enggak ada makanya dicari. Emang adaangak ada. Sudah ketemu enggak? disarin di Pasar Pramuka kat i kan saya saya meneruskan atau di rumah paiman iya meneruskan entah di mana si Pakeman entah di mana kapa bilang hari Jumat semoga enggak ada halangan hari Jumat kita akan tayang dia mengetahui siapa pelakunya itu, siapa wajahnya siapa hari Jumat dia datang Pak Paiman hati-hati Pak Paiman kamu berbohong dari 2002 tidak pernah di pramuka lagi. sudah ditinggalin pramuka. Ternyata semua orang pramuka. 2015 kamu masih sering ke situ. Iya. Ini. Nah, tadi kan ketemu. Nah, dia berang dari 19 8 79 79 sampai 22 sampai 222 karena 97 Pak 2005 itu Heeh. Pilkada Solo. Heeh. Ya. Yang tidak punya dokumen cuman selembar saja. Iya. Menyatakan ya kan ijazah stem apa legalisir. Iya. I cuman satu tidak ada tembusan ke mana-mana ini cuman satu orang bisa bikin gitu loh. Oke. 2002 itu lompatannya ke 2005. I orang enggak punya dokumen. Kata si calon walikota Kesul kata Bambang Tri tidak ada dokumen. Jadi siapa? Aku tanya tadi kau kenal lama belum dengan si Jokowi? Aku kenalnya 2005 eh 2000 du. Iya 2000 2005. Oke. Ah, dia kenalnya tuh kenal sama si Jokowi. Kenal Jokowi terus saya tanya, “Kau sudah anu membikin ini sampai berarti kau ketemu semua dia dong.” Nah, kan gitu kau kejar dia. Terus kau kenal lima orang, enam orang ini semua aku kenal. Nah, kan. Waduh. Jadi, kan dia bagian dari pantas pantas Jokowi enggak punya ijazah. Sesuai keterangan Pak Utsman yang di Solo itu bawa di Boyolali. Si Jokowi itu keturunan PKI, makanya enggak bisa di negeri masuk negeri itu. Makanya kalau kalau aku enggak berkomentar PKI kan warga negara punya hak punya H waktu zaman baru PKI enggak bisa Pak keturunan PKI Pak enggak bisa enggak boleh saya ingat saya masih enggak bisa enggak bisa sekolah lah enggak bisa sekolah nah kalau kau mau tahu lebih dalam tentang ituan ngomong enggak kau kalau mau tahu tuh tentang itu, kau jadi Hendro Priono. Waduh. Kan gitu. Mau enggak dia diwawancara? Oke, Pak Hendro. Eh, kalimat kalimat undangan ini ya. Kalimat Hendro pertama waktu 2014. Heeh. Prabowo senting sekarang kan lain kan ini ininya sudah jadi jenderal sekarang itu. Saya dong tambahan undangan ee ee apa yang telah menjadi klien-klien Pak Paiman Raharjo selama tahun sekian sampai sekian itu sampai 2015 dia ya. E tolong dong membuka dirinya, mengajukan dirinya. Saya dulu mesim dokumen ini kan gitu. Saya itu ayo berkurang kalau ada kliennya yang dulu klien Paiman Raharjo itu ada di sekitar Jakarta sini datang saja ke Sentana biar kita bongkar gitu. [email protected] selalu menerima. Ada yang mengaku siapapun yang pernah memesan sesuatu ke Pak Iiman Raharjo. Ini loh yang saya pesan. KTP kek, nikah kek, apa kek. Karena itu kan enggak apa-apa. Tidak ada tidak ada pidananya itu. Kalau dia pejabat enggak mungkin berani. Pejabat Pak yang gagal pejabat berani kasih tahu. Oh gagal pejabat. Gagal pejabat tuh termasuk pejabat lurah atau RW enggak? Iya. Itu lain lagi tu, Pak. Pakiman kan pernah menjabat RW, mau pemilihan RW aja gagal. Itu dibongkar semua ini makin panjang ini cerita. Jadi saya hanya mau menyampaikan closingnya ya. Iya. Saya bilang saya hadir di sini saya berniat keasi karena Pak Paeman mengedarkan video kami tadi sore itu bahwa saya minta maaf. Saya minta maaf kalau kalau saya salah. Tapi kan ternyata karena dia sebarkan itu muncullah senior-senior bahwa Pak Iiman itu begini begini begono kan gitu. Nah jadi jangan salahkan saya. Saya pasti tetap pegang komitmen. Nah. semua menjadi terbuka akibat dia menyebarkan itu. Cuma kan diam-diam aja kan saya enggak ngapa-ngapain. Nah, jadi saya tidak melanggar kesepakatan. Iya kan gitu. Dia yang mencoba menjorong saya menjadi orang yang berkhianat, orang yang apa? Fitnah enggak? Semuanya kan muncul sendiri. Betul. Iya, itu aja saya terima kasih dengan Santana karena Santana akan menyebarkan juga berita ini bahwa masih tetap saya enggak mau saya bohong-bohong. Sesuai itu ada ukuran ya kan sebagai orang-orang akademisi kan kita orang punya ukuran begini begini begini kan gitu. Kalau enggak ada bukti masa kita berani pasti pasti. Iya. Ya, saya terima kasih dengan sentana. Siap. Ada ada closing statement dari Pak Rismon dan Pak Roy. Saya cukup Pak Rismon tadi. Eh ya itu tadi udahlah klien-klien mantan klien Pak Paiman coba menghubungi Sentana TV nanti kita buat podcast di sini kan dokumen apa yang kalian pesan dari Paiman kan gitu. Oke. Senternya berapa anunya pembacanya? Uh banyak. Wah sudah sudah top sekarang. Udah berapa ya kemarin saya lihat terakhir kira-kira sebulannya ada R juta lebih lah. Mantap. Iya. Jadi, Pak Paiman ini sudah ditonton jutaan orang loh Sentana ini. Ya, semoga Anda berkata yang jujur sekali-sekali kalau memang ingin mengklarifikasi. Kan kemarin Bapak melalui orang lain mengundang saya ke rumah. He. Ya, masa sih kita podcast di rumah Bapak kan capek bawa kameranya. Capek bawa kameranya, capek bawa krwya, capek bawa lighting. Udahlah, Bapak datang aja ke studio Sentana. Saya jamin air putih ini enggak apa-apa kok. Aman kok untuk diminum. Jadi enggak usah takut minum air putih yang di rumah saya. Jadi apa namanya di studio saya. Nah, oke Pak Paiman semoga lain kali anak buah Bapak juga diajarin supaya jangan memotong-motong video He. dan memberikan terus enggak usah enggak usah nantang-nantang tinju segala itu apa ituak enggak mutu itu kampungan ya nonton gulat eh apa nantang tinju nantang gulat ya pasukan yang sudah bau tanah segala itu ya sedulur piman segala itu sedulur ya jangan ikut jangan pakai-makai relawan relawan palsu tanda kutip untuk mengintimidasi dan Pak Paiman dan Pak Jokowi saya titip satu pesan aja he apapun yang terjadi Jadi gelar perkara besok. Nikmatilah konsekuensinya. Siap. Nah, sekian dari Sentana. Jangan lupa like, subscribe. Jangan Sentana aja yang di-subscribe. Balige Academi juga dong. Balige Academy ini channel luar biasa. Ini channel pendidikan channelnya Pak Kasmujo. nih berapa jauh dari Del dan Muhammad Taufik and Partner juga itu supaya kita lihat juga minggu depan di hari Selasa ada sidang lagi supaya kita lihat ijazahnya Pak Jokowi juga dibawa ke sidang perdata tidak hanya pidana saja di bar es krim besok ya dan nonton live Sentana besok kita akan live dari Bares Krim gelar perkara khusus kita dikasih masuk atau tidak ya saya percaya pada Pakit akan memberikan yang terbaik untuk Indonesia. Amin. Like, subscribe, dan share. Dan sampai jumpa di episode berikutnya.

Beathor Suryadi, politikus senior dari PDI Perjuangan, akhirnya angkat bicara mengenai isu sensitif yang tengah mengguncang publik: dugaan manipulasi dokumen penting yang menyeret nama Presiden Jokowi.

Tidak berhenti sebagai tuduhan semata, Beathor secara terbuka mendesak Jokowi untuk mengakui kesalahan di hadapan rakyat dan menarik Gibran Rakabuming Raka dari posisi calon wakil presiden. Langkah ini ia nilai penting demi menyelamatkan marwah bangsa.

Pengakuan langsung ini disampaikan Benthor dengan penuh risiko dan keberanian, bukan sekadar isu kosong. Ia membeberkan dugaan kesalahan fatal yang melibatkan Presiden Jokowi dan mendesak penarikan Gibran sebagai wakil presiden demi menjaga kehormatan partai dan bangsa.

Jangan lupa subscribe dan aktifkan lonceng notifikasi agar tidak tertinggal konten eksklusif yang berani membongkar kenyataan di balik panggung kekuasaan.

#Benthor #PDIP #Jokowi #Gibran #SkandalNegara #PolitikIndonesia #DinastiPolitik #FaktaTerungkap