🔴 Kesaksian Terbaru Beathor Suryadi❗️Bahas Paiman Raharjo & Keluarga Jokowi❗️Aktivis Lain Bersuara..

Jadi kalau Jokowi masih mau melawan kita juga enggak mau mundur, enggak mau memundurkan Gibran, maka kita akan cari satu lagi ee kerja kita yaitu tentang Mustofa sudah menguraikan semua jejaknya Paiman. Pak Iman itu gini dia bahwa dia keluar dari pasar pramuka itu du 2002 karena 2005-nya Jokowi maju ijazah itu dari dia tukang bohong KKN urusan apa Gibran dipasang sana urusan apa siapa SMP yang kagak lulus planga plongo ngangak gitu ke Singapura matanya itu mata orang kenal narkoba gitu jadi udahlah ya SMP aja enggak lulut bapaknya pun ngaku kuliah di UGM dari mana ada videonya Eh, IPK saya di bawah dua. Dia enggak tahu kalau IPK di ba2 lu enggak bisa kuliah, Do. Karena dia tidak kuliah. Enggak ngerti. Kalau IPK di B2 itu tidak boleh kuliah alias DO gitu loh. Nah, tadi Bang Bor sudah ngomong ee bergending aja dengan Jokowi kalau misal kasus ini dianggap selesai tapi dia harus tarik. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikums kemarin betul tanggal 8 hari Selasa saya ketemu Prof. Dr. Paiman Raharjo e MM, MSI. Karena dia minta untuk ketemu saya melalui teman kita. Jadi dalam pertemuan itu dia melawan saya dalam arti kata, “Bang, abang memfitnah saya.” Kata dia, “Karena abang enggak punya bukti tentang saya.” Nah, dari situ karena saya punya punya data yang sangat minim pada waktu saya di CNN TV, saya di CNN TV itu menyebutkan di dalam TV itu bahwa 1000% Pak Iman ini adalah bodong. Nah, jadi itu yang menyebabkan dia ee apa protes. Nah, dalam pertemuan itu betul saya menyampaikan minta maaf dikarenakan informasi saya masih sangat minim sehingga saya sebagai seorang aktivis harus berani menyatakan minta maaf kalau memang kita katakan itu bukan salah tapi kita bilang kurang data. Nah, diajaklah kita makan. Habis itu rupanya siangnya setelah selesai makan itu dia mengedarkan hasil pertemuan itu apa memviralkan video pertemuan itu. Saya kaget juga ya udahlah apa boleh buat. Tetapi ternyata setelah magrib, setelah magrib ketika saya sedang di TV Santana masuk informasi informasi dari alumni-alumninya Universitas Mustfo itulah kawan-kawan aktivis kita mungkin lebih dari 100 yang ada di sana. Nah, mereka mengirim video tentang pidatonya Pak Thomas Wietno. Itu kebetulan kawan saya tahun 0-an sama-sama pengurus bola kaki, pengurus bola Liga Mahasiswa di DKI. Jadi saya akrab dengan Pak Sietno itu. Saya dengar semua pidatonya segala macam, dia kaget. Dia menyatakan bahwa dia 5 tahun saja mengejar untuk mendapatkan profesor sangat sulit. Kok ada tiba-tiba Pak Iman hanya 3 bulan kurang sudah mendapatkan profesor itu. Maka terus pihak Mustofa melakukan penelisikan seperti kita investigasi ke Dirjen Perguruan tinggi antara yang dilakukan itu mungkin pada waktu itu memang Pak Iman punya uang banyak ya sehingga bisa jalan pintas. Nah, jadi saya berkeyakinan bahwa dari keterangan pihak Mustopo itu 1000% paiman ini adalah bodong dan kita meyakinkan 1000% ee ijazah Jokowi itu dibikin di kiosnya Pak Iman ini di Pasar Pramuka. Nah, jadi saya datang kemari untuk menemui teman-teman saya yang kebetulan ke Baris Krim di lantai 10. Kalau bisa tolong sampaikan kepada pihak Barisk Krim karena kawan-kawan ada di sana. Sampaikan bahwa tidak perlu dilanjutkan lagi pemeriksaan atau apapun terhadap kasus ini karena sudah terbukti ada pelaku yang membuat ijazah itu dan lokasinya di Pasar Prambuka. Jadi kita sama-sama sekarang berkonsentrasi mencari Jokowi atau menangkap Paiman. Kalau saya berharapnya, saya berharapnya kita ketemu sama Jokowi entah di Jakarta atau di Solo untuk menyampaikan bahwa dia harus minta maaf kepada bangsa rakyat ini karena 20 tahunan lebih dia berkuasa tanpa dokumen. Jadi dengan begitu kita maafkan dengan catatan dia menarik mundur Gibran dari kursi wakil presiden. Betul. Gibran itu tidak cukup umur, tidak punya pendidikan yang cukup, tidak cukup pengetahuan. Ini negara kita akan dikendalikan oleh orang lain yang bukan Gibran, yaitu orang-orang sekitarnya yang mendukung Gibran. Akan terjadi lagi perampokan-perampokan sumber daya alam oleh para orang kiri kanannya, Gibran. Nah, sebelum kita rusak seperti ini, ayo kita minta Jokowi menarik mundur anaknya. Karena kalau kita ikutin proses ee pemakzulan itu bisa 3 tahun lama. Sementara 3 tahun itu Gibran tetap menjadi Wapres. Sementara kita lagi proses harus ada 2/3 anggota DPR yang mendukung. Balik ke sana, balik ke sini. Nah, kalau Jokowi memundurkan anaknya, kita hanya butuh 2 hari. Hari ini Jokowi menyatakan anaknya mundur, besok proses administrasi kenegaraan. Apakah itu di MPR apa itu di MK? Juga dicarilah kalau sekiranya memang Prabowo butuh wakil presiden. Kalau Prabowo tidak butuh wakil presiden, dia bilang, “Saya cukup sendiri karena saya punya tujuh atau enam enam Menko yang dekat dengan dia.” Nah, ini kan peristiwa berulang pada waktu Bung Karno. Bung Karno waktu 57 ditinggal oleh Bung Hatta. 67 Bong Karno selesai. 10 tahun Bung Karno sendiri. Nah, jadi kalau kita mau menyelamatkan bangsa negara kita ini dari perampok-perampok yang ada di sekitarnya Gibran, ayo reme-reme Jokowi aja dikendalikan oleh para-para bandit-bandit di sekitar Jokowi. Tambang sana, tambang sini, uang sana, uang sini. Kan dirampok semua yang sekarang kita bilang ada di bankker. Nah, bangker itu harus kita cari angkanya yang jelas dan nyata. Karena apa? Kita sudah dapat informasi dari OCCPR RP. Nah, dia menyatakan Jokowi adalah koruptor nomor dua di dunia. Ayo kita cari di mana angkanya. Cari tuh CSP itu di mana kantornya, dia punya apa aja apa ee bank ee apa ee dokumen-dokumennya apa saja. Ayo kita buktikan bahwa ee si SP itu benar. Tidak mungkin lembaga sebesar itu internasional menyampaikan sesuatu yang terbuka bahwa Jokowi adalah nomor dua terkorop di dunia. Kita anak muda ini ayo kita cari gimana angka itu untuk menyatakan ini benar. Jadi jangan sampai OCCPR itu Rp itu dinyatakan omon-omon tapi benar senior. Nah, jadi maksud saya begitu. Jadi kita buktikan. Jadi kita sudah membuktikan bahwa Pasarka adalah tempat pembuatan ee ijazah Jokowi dilakukan oleh Paiman. Nah, sekarang kita cari data OCCRP itu angkanya berapa dari sumber mana saja dapat kan. Nah, nanti kalau Jokowi masih mau melawan kita juga enggak mau mundur enggak mau memundurkan Gibran, ya. Maka kita akan cari satu lagi ee kerja kita yaitu tentang tentang meninggalnya beberapa orang di sekitar periode itu. Nanti kita akan ungkap yang lain lagi. Jadi saya pikir itu cukup. Sekarang kalau bisa kawan-kawan rekaman ini sampai ke atas supaya mereka bicara dengan komandannya e Baris Krim bahwa ini enggak perlu dilakukan lagi karena Mustofo sudah menguraikan semua jejaknya. Pak Iman. Pak Iman itu gini dia bahwa dia keluar dari Pasar Pramuka itu du 2002 karena 2005-nya Jokowi maju. ijazah itu dari dia jadi dia tutup. Jadi dari awal Walikota Solo itu sudah dibikin oleh siar. Jadi saya sebut bahwa dokumen dokumennya Jokowi Jokowi diulang itu ya itu yang diulang. H. Jadi semua fotonya sama sekali. Mana adalah keluaran UGM ada foto di atas stempel kan semuanya stempel di atas foto. Nah, jadi kecurigaan itu diperkuat. Nah, kita alhamdulillah apa yang kita lakukan di Jakarta bersambut di Jogja khususnya kawan-kawan UGM ya di sana. Di sana ada Mas Torik ya kan kawan-kawan aktivis kita banyak di sana ada Kuntoro, ada segala macam. Jadi kawan-kawan di UGM mempertanyakan ke rektornya itu bagaimana proses proses dokumen Jokowi bisa masuk ke UGM terus diakui dicocok-cocokin dengan administrasinya. Itu aja. Jadi sekarang kita berfokus ke mbas ini baris krim supaya kawan-kawan kita selesai gitu karena enggak ada alasan untuk meneruskan. Bang, Bangit ee tadi Abang menyebutkan juga Solo. Jadi ee ketika Jokowi mencalonkan diri ini sebagai walikota Solo itu juga memang ijazahnya yang buat Pak Iman mundur dari pasar pasar pramuka itu 2002. Pak Iman itu anak Klaten. Anak Klaten. Dia mengaku kenal sama enam orangnya Jokowi. Kenal. Jadi mulai Jokowi ke bawah semuanya dia kenal tim Solo itu tim Jokowi bukan tim Solo. Solo banyak orang baik. Iya. Nah, jadi dengan begitu kita kalau bisa memperkuatlah ee kita ini. Jadi kita coba bahwa tidak ada alasan lagilah Polda mempermasalahkan kawan-kawan ini. Jadi kalau bisa hari ini diputuskan menangkap dulu yang namanya Pak Iman. Sudah tuh cari si Jokowi ajak berunding sama Jokowi. Tarik anak kau dari Wapres. Wah, kita bergir selesai. Karena kita enggak bisa menggugat Jokowi ini kecuali kalau dia terbukti korupsi yang dilakukan oleh OCC RP itu. Ah, itu terbukti dia harus atau dia punya hutang yang begitu banyak dan tidak mampu membayar pada Cina. Cina mau jemput dia bawa ke Cina, disidang di Cina, dihukum di Cina. Silakan beramai-ramai kita antar ke bandara hayo bawa Jokowi ke Cina kan gitu. Nah, itu itu kalau dia memang punya bukti. Nah, tapi yang jelas untuk urusan ijazah ini karena tidak ada mau apa kita ini kan sudah selesai kekuasaannya. Satu satunya kita harap bangsa ini tidak dipimpin terus sama keluarga Jokowi yang bodong. Jokowi tidak punya dokumen, si Gibran enggak punya. Gibran itu dia hanya punya SMP, pengetahuannya kurang, pengalamannya kurang. dia dobrak konstitusi. Jadi kita mempermasalahkan sembilan hakim mahkamah Konstitusi IS itu yang Profesor doktor Prof. Doktor Sah itu kalah dengan keluarga Jokowi yang enggak punya dokumen. Nah, jadi kita kita minta orang-orang di apa orang-orang di Mahkamah Agung itu mereka kan membaca sejuta sejuta buku untuk menjadi doktor, menjadi profesor. Tapi mereka enggak paham apa itu forboden. Forboden itu adalah larangan. Yang boleh merubah konstitusi itu adalah presiden bersama DPR. Ah, itu anunya ranahnya. Nah, kalau di luar itu bukan ranahnya mahkamah itu berarti sembilan ee sembilan mahkamah agung itu harus kita bongkar, kita berhentikan. Enggak bisa dia teruskan ini. Kalau memang biasanya jombong itu dokumenjong yang dibuat oleh ini selamanya UBM ijazah berarti berbohong ya itu ya. Jadi kita dapat informasi dari Mas Taufik. Heeh. Mas Taufik itu yang sedang menggugat di Solo. Terus Mas Taufik berkomunikasi dengan Mas Eko yang katanya ketua KPUD waktu itu ya. Waktu ditanya Pak Jokowi itu bawa dokumen apa? Eko bilang dia bawa dua sarjana. Iya. Iya kan? Itu kan kita semua dengar ya dari video itu. Nah saya menjadi heran begini. kuliah bertahun-tahun di UGM, lulus 85 di wisuda. Katanya kan begitu kok setelah menjadi sarjana yang ditunjulin bukannya UGM umpamanya Dr. Andes kan aneh untuk apa gitu tuh kuliah bertahun-tahun di UGM ya kan gitu. Nah kalau dia mengandalkan yang dokteres itu kampusnya di mana kan gitu. Nah, Eko menyampaikan bahwa dia tidak KPUD Solo, KPUD Solo tidak melakukan verifikasi. Jadi, berita acara verifikasi dari Solo ke kampus-kampus UGM, ke sekolah itu enggak ada. Oh. Nah, jadi KPU berharap KPUD Solo waktu itu berharap setelah menang, setelah menang Jokowi melakukan public expos. Heeh. Saya Jokowi, ini istri saya, anak-anak saya, ini pendidikan saya, ini partai politik saya. Dia tidak lakukan itu. Jadi dari situ mulai gelap. I gelaplah dokumen itu. Iya. Nah, ketika mereka Nah, terus yang kedua, Pak Taufik telepon Mas Rudi FX, ketua DPC, “Mas, itu waktu dokumen-dokumen Jokowi mau yang mau akan dibawa ke KPU itu apakah dilakukan oleh kader partai?” Heeh. Atau bukan? Bukan. Kata Rudi. Rudi bilang itu ada tim khusus Jokowi. Mereka yang selesaikan di KPU. kami tahunya sudah diterima sama KPU KPUD. Nah, sampai situ jadi pelaksanaan undang-undang, pelaksanaan peraturan ada anggarannya enggak dilakukan oleh KPU. Itu juga terjadi di DKI, itu juga terjadi di RI. He. Jadi ee Mas Pras dan Mas Adi Wijayanto itu dalam posisi yang benar sebagai pelaksana tugas partai menjadi pemenangan. Jadi, Pras menerima. Heeh. Tapi dia tidak tahu ini ini asli apa tidak. Yang penting sudah diterima dibawa ke KPUD. Nah, begitu juga dengan Mas Andi Wijayanto. Dia juga terima, dia buka, dia lihat, dia bukat-bukat, terus dia serahkan kepada tim yang namanya LO untuk dibawa ke KPD RI. Sudah bawa itu palsu atau AS dia tidak tahu. Yang tahu itu cuma dua orang itu ya. Si Paiman ini sama Widodo kata saya B Widodo ya. Tapi dari enam enam tim Solo itulah apa ISIN atau apa segala macam tapi tidak terbuka masanya. Jadi orang partai tidak tahu tentang dokumen ini. Sama dengan persis orang partai di Solo tidak juga tahu. Nah jadi yang tahu tim ini. Iya. Nah itu aja Bang waktu di INWS kan Abang ada tuh Bu Dodo kan membantah tuh Bang. Itu gimana Bang? Bantah gimana? Hari ini dia sudah bikin pernyataan. Iya. Jadi gini tim Solo itu ada enam. Oke, pastilah di antara enam ini. Tapi yang paling menonjol itu Widodo. Karena karena Widodo rajin ke Jokowi bersama Deni. Nah, terus ee semua relawan kan kalau operasionalnya Widodo kan di bagian keuangannya Jokowi. Bendahara semua orang tahu. Jadi kalau pernah menjadi relawan pasti tahu. Oke. Nah, jadi bagai nanti Widodo akan menjelaskan. He. Tapi di antara enam itulah. Jadi saya ingin membuktikan pada waktu 2012 itu ada tim solo yang dibawa Jokowi en orang. Ada tim DKI yang dibawa pimpinannya Pras Boy dan sekali-sekali itu bahwa ada ada pertemuan-pertemuan yang mereka enggak tahu pasti karena ini kan ingin melakukan sesuatu yang gelap. Oh pasti sedikit orang. Iya. Iya. Tetapi saya berkeyakinan yang tahu persis itu Widodo, Waiman, sama Jokowi. Artinya di antara enam itu, Kak yang betul-betul valid valid informasinya ya, bukan bukti bahwa memang Pakiman, Widodo, dan Jokowi yang tahu itu. Iya. Oke. Karena kan itu mau bikin bikin ijazah. Iya. Jadi pernyataan pertama rombongan rombongan Jokowi itu menyatakan kami tidak punya dokumen. Maka dibentuklah dibentuklah sedikit orang dari sini, sedikit orang dari sini. Enggak semua tahu. Bang Bitor yang menarik gini yang aku mau tahu gimana nih setelah Abang mengekspose ya masalah fatwa pramuka bagaimana reaksi dengan Bu Mega? Karena ini kan ee penjelasan Abang ini mencerminkan bahwa belum ada enggak ada. Belum. Oke. Jadi Ibu Mega menganggap ini masih wajar jalan aja. Jadi abang belum ditegur Bu Mega atau apa? Tidak ada yang tegur. Oke. Saya malah didukung para senior-senior. Oke. Itu aja. I ada lagi. Oke, ada lagi. Ini abang abang itu aja kita kembali hari ini ada juga Bang Marwatubara, Bang. Said Idu. Ee coba kita tanyakan bagaimana tanggapannya, Bang, mengenai ee gelar perkara khusus hari ini yang enggak biar Abang itu menjelaskan. Heeh. mendukung Jokowi menarik mundur jalan atau proses proses pemangzulan karena pemangzulan itu lama bandit semua. Oke. Salah satunya itu, Bang. Bagian dari siapa dulu? Ee Abang boleh Bang. Oke. Jadi apa nih isunya? Isu ijazah dan ijazah dan pemakulannya Gibram ijah. Karena tadi e dibicarakan Bang Bitor satu lagilah Bang. Ya sudah dinyatakan Bang Bitor kalau Profesor Paiman itu berdasarkan ee Universitas Mustopo ada bukti ijazah profesor itu palsu gitu loh, Bang. Iya. Jadi Iya. Oke, terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Jadi makin ke sini ya sebetulnya ee bukti-bukti atau fakta lapangan yang menunjukkan ke arah bahwa ijazah Jokowi itu palsu itu semakin nyata sebetulnya. Karena itu yang kita butuhkan sekarang adalah pengadilan terbuka. Itu yang sangat mendesak. Nah, yang terjadi selama ini baik itu yang di Solo maupun yang sekarang sedang berlangsung itu pengadilan terbuka itu tidak pernah terlaksana. Kalau yang di Solo itu mereka mengatakan NU ya, artinya tuntutan untuk ada pengadilan terhadap ijazah itu dihentikan karena tidak diterima oleh pengadilan. Nah, di sisi lain ada yang menggugat bahwa Bambang Tri dan Gus Nur membuat keonaran. Justru mereka yang diproses itu yang ada proses pengadilannya. Nah, sekarang juga sama ini sudah ada mensrea oleh Polri pertama di bawah Bares Krim tanggal 22 Mei menyatakan penyelidikan dihentikan. ini kan sudah meniru seperti yang di Solo. Karena itu TPU protes, maka terjadilah yang hari ini sedang berlangsung misalnya, tapi sudah terlihat ada menstrea, PORI sudah melakukan hal yang melanggar hukum. Ini melanggar Undang-Undang Polri. Salah satunya itu adalah menegakkan hukum. Ini tidak ditegakkan. Kenapa? Misalnya kalau memang ee proses menyelidiki ijazah Jokowi itu dijalankan mengikuti aturan, maka yang menggugat pun harus dipanggil. Nah, itu tidak pernah dipanggil. Karena hanya diproteslah, maka Polri sekarang melakukan apa yang disebut dengan gelar perkara khusus. Nah, apakah nanti setelah ada gelar perkara khusus mereka tidak mengulang seperti yang di Solo? ini dihentikan. Lalu gugatan Jokowi di Polda tanggal 30 April itu ingin dilanjutkan untuk menangkap teman-teman kita. Iya. Nah, kalau itu yang terjadi, maka proses apapun yang ditemukan teman-teman di belakang hari termasuk makin ke sini makin nyata seperti yang ditemukan ee apa namanya Mas Betor, maka lupakan saja itu. Tapi kita tidak mau seperti itu. Apa yang sudah dilakukan dimulai oleh Mas Bor misalnya, mari kita lanjutkan bahwa misalnya PDIP sudah ditipu oleh Jokowi, masa diam saja. Iya kan? PDIP sudah dikhianati oleh Jokowi misalnya bicara soal ee Cawapresan ee Gibran misalnya yang waktu itu kan kita sangat menyambut baik Joko ee PDIP mempelopori adanya angket terhadap ee keputusan MK nomor 90 tapi ternyata berhenti. Nah, kita tidak mau seperti itu. Maka mari sama-sama bukan saja PDIP yang kita tuntut dalam berapa hari terakhir kan ada istilah Mega Pro Mega dengan Prabowo. Ada Megapro ini ngapain aja? Jangan sampai justru membiarkan apa yang menjadi ee fakta-fakta ke arah kejahatan Jokowi ini mereka biarkan. Jangan karena tersandra misalnya atau karena terima kasih kepada keluarga Jokowi Prabowo tidak melakukan apa-apa. Ya, terima kasih ada batasnya. Jangan mengorbankan kepentingan negara dan rakyat. Itulah yang kita tuntut. Jadi, Megapro harus berada di garis depan untuk apa? Untuk penyelesaian kasus ijazah palsu dan pemakzulan Kibran. Ini kita tuntut sekarang ya. Buktikanlah bahwa Anda ini tidak omon-omon mau memberantas korupsi, memberantas kejahatan, judi online, mafia tambang dan sebagainya. Di sini sebagai presiden kita tuntut apa langkah konkretnya. Jangan bersandiwara dengan menyebutkan bahwa hidup Prabow, hidup Jokowi misalnya, jangan seperti itu. Kalau itu cuma omon-omon. Jadi sekali lagi saya ulangi pertama bahwa Polri sekarang sudah mengarah untuk membuat kasus ini selesai di tangan bares krim ya mengikuti apa yang berlangsung di Solo. Nah, sebagai pimpinan dari Kapolri Prabowo harus bertindak jangan biarkan Polri melakukan hal yang melanggar undang-undang ini. Misalnya Undang-Undang tentang Polri nomor 2 2002. Salah satunya menegakkan hukum. jangan hukumnya itu ditegakkan tapi hanya justru untuk melindungi ee Joko Widodo dari kepalsuan ijazahnya misalnya. Kemudian nanti akan ada proses yang ee akan mengarah kepada MA pengadilan yang kita tuntut itu oleh MA dengan diberi jawaban tidak diterima NU misalnya. Padahal e Prabowo Sado sudah naikkan ee gaji ee MA atau hakim-hakim itu sekitar 280%. Apa ini artinya? Jangan sampai nanti mau diintervensi oleh geng Jokowi untuk justru sama proses di Solo itu diikuti yaitu yang namanya NU. Kita tidak mau itu. Jadi tuntutan kita pertama tadi Mega Pro harus hidup, harus berfungsi, harus pro rakyat dan pro negara. Kemudian Prabowo gunakan kekuasaannya untuk kepentingan negara dan rakyat. Salah satunya kalau memang ada pejabat-pejabat Polri yang justru tidak adil melanggar undang-undang, maka ini harus dipecat saja. Nah, yang ketiga terakhir saya kira hal-hal seperti ini harus kita lakukan bersama-sama. Kalau tidak ada TPUA dan teman-teman yang hadir di sini untuk terus menggugat, mungkin hari ini tidak akan pernah terjadi yang namanya gelar perkara khusus. Nah, setelah ada gelar perkara khusus, maka prosesnya juga harus kita jamin. Mereka tidak justru nanti membuat ini tertutup lalu kembali kepada kesimpulan penyelidikan di hentikan. Nah, maka mari kita sama-sama rakyat semuanya bergabung untuk melakukan ee apa? perlawanan kepada siapa? Kepada siapa-siapa saja yang zalim menggunakan kekuasaan untuk kepentingan sempit terutama bagi keluarga Joko Widodo. Saya kira itu. Terima kasih. Tanya, Pak. Asalamualaikum. Kalau seandainya terbukti tidak identik oleh penelitian Pak Ron Suryo, tapi tetap dipaksa dihentikan, bagaimana? Ya, artinya kan itu Polri sudah mengkhianati rakyat dan negara dan melanggar undang-undang Polri. menegakkan hukum itu kan salah satu dari tugas. Jadi ada tiga. Pertama itu memelihara eh keamanan, kedua menegakkan hukum, ketiga mengayomi masyarakat. Jadi yang kedua ini kan tugas porri. Jangan justru memihak. Kalau sampai itu terjadi saya kira ee rakyat akan siap untuk melawan. Tak gitu ya. Oke, selanjutnya ada ee Bang Said Diduak manusia merdeka. Bagaimana Bang Bung Bung Betor? Bang Bor, Bang Bitar. Eh, ada. Jadi, ada, Bang. Saya ingin Bumbor meneliti meneliti kejadian saat pendaftaran ee saat Presiden calon Presiden Prabowo apa Jokowi ingin mendaftar ingin diajukan oleh PDIP dan saya tahu persis Ibu Megawati dan Pak JK menunggu sampai jam 11.00 malam dari jam . malam. di kantor PDIB. Dan saat itu saya dapat informasi Pak Jokowi tidak bisa dihubungi sama sekali, HP-nya mati. Nah, apakah siapa tahu saat itu beliau dari Pasar Pramuka? Nah, itu harus ditelisi waktu itu. Waktu itu karena jam . Bayangkan e Megawati JK calon Wapres menunggu dan tidak dihub bisa dihubungi Joko Widodo mulai jam . malam jam sampai jam 11.00 malam. Jam 11.00 malam baru datang ke kantor PDIP. Ke PDIP kam mau tandatangani pencalonan belum ke KPU. Nah, itu ditelusuri siapa tahu saat itu Jokowi sedang dengan tim sedang di pasar pramuka itu. Nah, itu itu Pak Betor nanti yang cari itu di Jokowi pada saat itu ada di mana? Nah, tugas ya. Ya, enggak itu penting karena siapa tahu memang apa yang diakan Pak Betor tadi betul bahwa dia mau mendaftar dokumen enggak ada. Nah, akhirnya mereka rapat tim itu sehingga butuh waktu 7 ke 11 4 jam. 4 jam. 4 jam. Nah, siapa tahu profesor itu menemukan ide ya. Kita enggak tahu apa yang terjadi. Nanti cek tanggalnya tanggal berapa. Mingawati dan JK menunggu datangnya Jokowi yang ditelusuri katanya HP-nya hanya memang ada sekitar Jakarta Pusat, Jakarta Utara tidak bisa diketahui ada ada di mana dan tidak bisa dihubung. Itu itu info yang saya dapat. Nah, karena waktu itu tambahan dikit, Pak. Kemarin kata orang Pasar Pramuka 4 jam cukup kok. Oh, apalagi di apalagi yang tangani profesor itu kan mungkin 1 jam kalau sudah ahlinya ya kalau pakar. Nah, oke. Sekarang begini. Perjuangan yang dilakukan teman-teman ini bukan sekedar ijazah palsu. Ini mengembalikan kembali pengelolaan negara di jalur normal. yang sebenarnya kita harus telusuri siapa sih yang membentuk Joko Widodo sejak jadi walikota itu harus telusuri karena saya patut Joko Widodo ini memang dibentuk untuk menjadi sesuatu kita enggak tahu persis sebenarnya infonya banyak yang saya tahu memang ada yang bentuk dan yang salah satu yang bentuk itu yang sering wira-wiri ke apa namanya ke Solo dan menjadi pejabat sangat dipercaya sampai sekarang itulah salah satu pembentuk Jokowi. Nah, Jokowi ini sebenarnya siapa? Itu yang paling penting. Jadi, saya menganggap ada dua hal. Jokowi sebenarnya mungkin yang paling ditakuti paling ditakuti itu bukanlah ijazah palsunya, tapi identitas palsunya yang paling ditakuti kalau itu terbuka. Itu yang paling ee siapa dia sebenarnya? Itu yang paling ditakuti. Karena kalau kalau ini terbuka maka semua menjadi terbuka. Kita harus ingat apa sih penyebabnya Setioso berhentikan mendadak itu juga kita harus teliti sebagai kepala bit karena ada cerita di balik itu yang saya tahu tapi belum bisa dibuka di publik karena yang pemilik cerita enggak belum mau buka, belum mau terbuka tapi sudah cerita apa sebenarnya yang terjadi. Jadi itu itu juga perlu diteliti. Siapa tahu suatu saat itu terbuka. Saya hanya berdoa ini di masjid kita duduk dua orang dua tiga orang saja yang orang paling dekat Jokowi dapat hidayah dan menceritakan siapa Jokowi sebenarnya maka dia kita berikan gelar pahlawan. Amin. Kita berikan gelar pahlawan yang membuka sebenarnya siapa Joko Widodo yang sebenarnya. Nah, saya ingin menyatakan ini sepertinya Joko Widodo dan timnya salah memilih lawan. Nah, pejuang-pejuang ini dianggapnya kan senjata mereka kan ada selalu yang selalu berhasil adalah sogok dulu. Kalau enggak bisa sojok diancam. Nah, kelihatannya dua senjata ini enggak laku nih. Sudah sudah enggak laku dua senjata itu. Senjata nyogok dan ngancam. Nah, teman-teman yang berjuang ini tidak tidak tergoda dan tidak takut. Tidak tergoda dengan ancaman dan tidak takut eh tidak tergoda dengan sogokan dan tidak ter dengan ancaman. Sampai kita dengar istilahkan mahasiswa Avanza yang enggak usah saya jelaskan ya. Mahasiswa Avanza itu juga dikenal tuh mahasiswa Avanza nanti mahasiswanya marah lagi kalau kita sebutkan. Nah, akhirnya jangan juga heran kalau perjuangan mahasiswa timbul tenggelam gitu loh. Nah, itu semua kerusakan yang dibikin oleh Jokowi ya kan yang dibantu oleh rektor yang dari rektor dari tempat kuliahnya, mantan rektor dari ee kuliahnya ee Joko Widodo. Nah, itulah perusak mahasiswa. Nah, sehingga mahasiswa dikenal ada mahasiswa Avanza, Pak. Lebih baik mahasiswa Avanza apa walikota SMK, Pak? Ya, enggak ada yang baik. Pertanyaan kamu tuh ada yang baik. Dua-duanya enggak ada yang bagus. Itu sama dengan menanyakan mana yang bagus setan sama iblis gitu kan. Nah, jadi sekarang sebenarnya pada polisi yang sedang ee ee gelar perkara, mari kita doakan dari masjid ini supaya terketuk hatinya untuk meluruskan kehidupan berbangsa dan bernegara. Bayangkan bangsa dan negara ini dikelola oleh Jokowi dengan basis kebohongan, kelicikan, keculasan, penyogokan apaanya kemudian menakut-nakuti. Coba Anda bisa bayangkan bansos berapa puluh ratus triliun digunakan untuk menyogok rakyat. Itu yang dilakukan Jokowi. Itu yang dilakukan Jokowi. Bayangkan kita semua ini duduk ke sini membayar hutang untuk menyogok Jokowi, menyogok kekuasaan Jokowi. Kan ini kurang ajar dan itu dilanjutkan oleh anaknya. Nah, coba bayangkan dan sayangnya dimaklumi dan diamini oleh Prabowo. Nah, ini menyedihkan sekali gitu. Nah, ini yang kita harus hentikan. Masih ada kesempatan Pak Prabowo memutus hubungan kerusakan itu, perusak bangsa ini agar Prabowo apa namanya menghentikan dan itu biasa dilakukan. Pak Harto melakukan perusahaan yang dibikin Bung Karno dan tidak ada tidak ada masalah. Ya kan Pak Habibi meneruskan perusahaan yang dituduhkan kepada Pak Harto yang sebenarnya tuduhannya ini juga biasa-biasa saja. Nah itu biasa saja. Jadi cara kita sekarang adalah Pak Prabowo sadarlah saatnya Anda melemarkan bangsa ini dengan memutus kelakuan Joko Widodo yang memimpin negara ini dengan kebohongan, keculasan, dan kelicikan. Coba Anda bayangkan sekarang saya ketemu anak muda sudah menyatakan gibranku. Apa hebatnya gibran? Iya, mungkin sekarang menyebatkan Jan etesku. Kalau ada lagi relawan Jan Etesku cucunya gitu kan. Nah, ini negara apa seperti ini gitu. Nah, itulah saya pikir ya kita semua mendukung teman-teman yang sedang berjuang di dalam tapi saya tidak ada jalan lain mendukuk e mengetuk hati Presiden Prabowo untuk selamatkan bangsa ini. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullah. Oke, ee selanjutnya ada Pak Taufik. Kalau kita mengalami kesulitan atau masalah ini kok jadi sulit betul diselesaikan oleh Polri, saya mestinya kita enggak kaget. Kenapa enggak kaget? Saya ulangi lagi, paparan riset teman saya bulan November tahun 2015 sudah menjelaskan bahwa PKI baru sudah mulai merajela dan Polri dalam kendali mereka, sedangkan DPR di kudeta. Jadi kalau PORI kayak begini kelakuannya ya namanya udah dikendalikan PKI baru baru emang gini. Oh enggak yang baik-baik banyak tapi disingkirin pelan-pelan. Jadi selama pimpinan Kapori masih sekarang ya itu orangnya Jokowi. Jokowi PKI gaya baru. Jadi kalau Kapori bukan PKI ya dia dipapari oleh PKI gaya baru. Saya sih enggak heran. Jadi kita enggak usah analisis macam-macam lah. Sebabnya ini kalau saya simpel selama dikendalikan ya begitu. Argumentasi itu hanya mencari pembenaran. Lu mau debat-debat masalah argumentasi yang dicari-cari cari aja sumur masalahnya Pak Dikendalikan. Coba kalau kalau keparus tidak dalam kendali PI baru enggak begini jadinya contoh TNI enggak belum bisa dikendalikan oleh mereka makanya TND tidak dipakai. H kalau tanya kenapa Polri dikenai karena pintu masuk untuk masalah legal hukum itu kan lewat polisi dan risetnya sudah bilang 2015 saya enggak percaya terbuka papan riset terbuka dua kali di Kartika Candra yang hadir banyak termasuk tokoh-tokoh yang pada saat itu saya sampai dua kali paparan itu saya ngobrol karena saya juga enggak percaya Pak iya sampai begini gitu ya tapi ya kenyataan Makanya sekarang semua terbukti. Karenanya saya berdebat ngapain debat-debat analisis udah jelas kalau enggak usah lah mestinya begini. Udah dikendaliin ya begitu. Jadi apa benahin orang-orang yang dikaliin sama Jokowi yang PKIG baru itu di polisi selesai copot aja itu K PORI dia ganti semua orangnya. Beres polisi. Makanya PORI untuk rakyat ya mestinya begitu. Tapi kan bukan kata-kata, bukan statement yang jadi pegangan tindakan perilaku dia. Benar enggak dia seperti itu atau memang dia kepanjangan tangan Jokowi dengan PKI kayak barunya? Itu aja lah. Enggak usah ribet-ribetlah ya analisis ini. Kalau saya wah ini an udahlah kalau dikit begitu ya normal aja. Kalau ditanya kenapa bisa ya karena orang-orangnya kan emang orangnya Jokowi semua. H saya dapat informasi silakan dicek kapori itu kenal dekat sejak di Solo. Ya udah mau bagaimana lagi dan kapori kan terima jasa banyak dari Jokowi kemarin jadi tunggu aja Pak Bro hanya ngatur waktu segala macam kalau selesai dicopot coba kapori copot oleh Prabowo ganti orang yang benar berobah jadi gampang enggak usah pusing-pusing analisis ini kalau saya cari sumber apa sumber masalah ya dikendalikan kenapa tidak bisa begitu dengan teknik karena teknik dia tidak bisa kendalikan hanya ada oknum-oknum tertentu yang bisa dikendalikan, tapi sebagai institusi TNI belum dan tidak bisa dikendalikan oleh PKI gaya baru. Jadi saya sederhana aja mikirnya lah. Enggak usah analisis sudahlah. Jadi sampai kapan dia sampai dibenain polisi selama masih kayak sekarang. Ya udahlah. Jadi kot apa bukti PKI baru? Udahlah kelakuan Anda itu sejalan dan mendukung demi dan untuk kepentingan PKG baru siapa? Jokowi ujung tombaknya. He. Jadi kau tanya apa Y itu PKG baru sudah selesai kok tukang bohong KKN urusan apa Gibran dipasang di sana urusan apa siapa SMPnya gagak lulus planga plongo ngangak gitu ke Singapura matanya itu mata orang kenal narkoba itu. Jadi udahlah ya SMP aja enggak lulus. Bapaknya pun ngaku kuliah di UGM dari mana? Ada videonya. Heh. IPK saya di bawah dua. Dia enggak tahu kalau IPK di bawah du enggak bisa kuliah, Deo. Karena dia tidak kuliah. Enggak ngerti. Kalau IPK di Badua itu tidak boleh kuliah alias do. Udahlah saya kenal dia, dia lihai ngomong walaupun ya tukang bohongnya sangat. Dia bukan berbohong dia tukang bohong. Tukang bohong. Kalau tukang tuh otaknya udah atur ngebohong dan ngebohong tuh bukan suatu yang memalukan atau dibalik. Jujur itu tidak penting. Jadi simpel ngand ngadapin orang begitu pakai analisis udahlah getok kepalanya baru kelar Pak. Karena mindsetnya gimana tanggapannya soal rel gama kemarin tidak ditemui katanya oleh Profesor Ova Emilia. Oh iya Ova Emilia dikendalikan ya bagaimana? Siapa yang praktik no? Perhatian disknek tangan kanan Jokowi yang ngatur Jokowi masuk UGM kok bukan praktikno siapa? Doktor tuh. Waduh profesor doktor udah jenjang ee apa ya ee titel akademis itu enggak ada urusan kelakuan orang. Kemampuan akademis itu urusannya kecerdasan intelektual. Kelakuan orang itu bukan cuman kecerdasan intelektual. risetnya bilang kecerdasan intelektual IQ kontribusinya terhadap kelakuan orang maksimal 20%. Jadi yang menentukan apa? Kecerdasan spiritual. Jadi kalau SQ-nya jongkok ya itu praktiko. Oh itu Jokowi. Kalau pendapat soal profesor satu lagi Pak, Profesor Paiman Raharjo. Cek ajaalah profesor dari mana? Paiman J Hongkok pada ributin titel. Kenapa sih embel-embel kelakuan lu bukan dari titel Pak Harto enggak ada titel ya Bung Karno cuma insinyur doang jadi berlindung orang yang berlindung sibuk dengan titel ada orang yang tidak punya kemampuan dia berlindung di balik itu karena dia kalau punya titel langsung jago kalau ditanya kenapa begitu jawabannya gampang pret gitu aja orang begitu diarepin bukan bicara hasil kerja sibuk dengan formalitas titel ini itu orang yang IQ-nya jongkok gampang SQ-nya Jok. Jadi itu aja sih. Gampang kok ini. Jadi sampai kapan? Sampai Kapol diganti Jokowi sebentar lagi dikerangkeng. W polisi berubah. Yang baik-baik banyak kok. Berbunyi enggak? Enggak disingkir-singkir. Kapol Rifani enggak nangkap Jokowi, Bang. Kenapa Kapol Rif dan berdani enggak nangkap Jokowi Bang? Bagaimana bari nangkap Jokowi orang ngangkat dia bagaimana? Gampanglah. Bagaimana dan yang lain kenapa diam? Semua enggak berbunyi karena sudah terima uang dari Jokowi. Kalau ngomong gua buka nih setoran lu terima setoran udah bisnis itu lu ngertilah. Aguan Aguan kenapa galak? Dia udah nyator ke Jokowi. Jokowi yang nge-back back up. Jadi Aguan Aguan tuh bukan apa diketok kepalanya tapi enggak bisa diketok karena Jokowi di belakangnya. Joko bilang saya kursi dari mana? Eh dari Aguan. Enggak mungkin Aan rapat dekat ngobrol sama Presiden kalau enggak ada setoran. Udahlah Jokowi ya. Saya kenal beliau kalau otak konsep Jokowi itu rendah betul tapi manuability-nya pendekatan manusiawinya bagus tapi udah gampanglah bacanya. Dia tukang bisa. Makanya saya bilang dia apa? PKI gaya baru. Nah kalau kita mau analisis silakan. Gua mah kagak PKI baru. Udah mana digetok kepalanya. Target apa? jadikan dia mantan presiden Republik Indonesia dalam sejarah yang dirangkeng. Nah, itu kan kalau enggak kan enak ni kerangkeng usut terus bohongnya banyak korupsinya besar-besaran itu. Waduh jangan dibilang enggak gede-gedean gitu aja sih. Gampang kan? Siap. Makasih, Bang Taufikh. Satu lagi ada Ibu Meri yang kebetulan kemarin tuh ke UGM bersama emak-emak KNPRI. E bagaimana Bu Meri? desakan dari alumni UGM terhadap ee pembuktian ijazah Jokowi ini yang diduga palsu gitu. Oke. Pegang ya biar oke bukan dian. Baik. Kemarin kami dari KMP ya. Emak-emak ini kami belum balik ke rumah. Jadi dari Jakarta kemarin di Polda kami ke Jogja nginepnya di Masjid Jogoarian. Kemudian kami ngikuti aksi dari Rela Gama malam tadi jam jam pagi kita sampai nginp juga di Masjid Raya Pondok Indah. Jadi kami belum balik ke rumah, Bang. H ya. Eh gosok gigi dong. Ah kenapa kami ee apa namanya? Kok pengin banget ke UGM karena kemarin yang aksi itu langsung rela bergerak. Rela Gama itu adalah relawan alumni Gajah Mada. Mereka kemarin pakai dress code hitam-hitam dan membawa ijazah, Bang. Semua alumninya itu bawa ijazah sebagai pembuktian bahwa mereka adalah alumni asli dari UGM. Kemarin itu mereka apa memberikan pernyataan sikap. Pernyataan sikap atas ee kasus ini kok enggak selesai-selesai. Padahal menurut Bank Bangun, kasus ini adalah kasus yang sangat remeh. Benar enggak, Pak? Ya, enggak enggak penting sebenarnya. Karena sebenarnya apa? Karena dia bukan UGM. Jadi gampang banget untuk membuktikan. Tadi Bapak bilang enggak perlu analisis-analisis, sudah pasti itu pembohongan, gitu kan. Nah, ee mereka memberikan pernyataan sikap bahwa rel agama bergerak akan menyurati UGM dan Pak Jokowi tentang kasus ini dan harus memberikan pernyataan yang sebenar-benarnya. dalam jangka waktu 1* 24 jam sejak diterima surat kalau Bapak Jokowi atau e UGM tidak merespon maka mereka akan memberikan mosi tidak percaya pada UGM dan Bapak Jokowi dan ini akan menjadi presiden buruk untuk UGM. UGM adalah universitas paling tua. Saya kemarin ke sana keliling paling bagus, paling lengkap. Tapi sayang marwahnya runtuh hanya gara-gara melindungi seorang Jokowi. Cuman suruh produksi praktik tuhya. Ova Emilia nongol enggak, Bu? Enggak ada dari PUGM enggak ada. Jadi ini cuman alumni dari UGM. Jadi dari pihak pihak UGM enggak ada enggak ada yang keluar aksi besok. Kalau hari kemarin sudah ditemui rektorat enggak ada. Mereka enggak ada nemuin. Jadi mereka cuma pernyataan sikap di depan di bunderan. Tadinya mau di Balai Rung, tapi karena ada dua pengukuhan guru besar jadi pindah ke bunderan UGM dan tidak ada itu mereka datang ke rektorat dan sebagainya enggak ada ya. kami membersamai di situ. Eh, kebetulan dari Jakarta kami ada berapa belas orang, 15 orang penginnya seluruh elemen ya menyerang gitu loh. Nah, tadi Bang Bit sudah ngomong ee bergening aja dengan Jokowi kalau misal kasus ini dianggap selesai tapi dia harus tarik Gibran. Betul enggak? Jadi kita enggak capek-capek banget kerja dua kali. Udah ngurusin ijazah palsu mau berusaha impach juga menurunkan Gibran gitu loh. Ee Gibran dan Jokowi adalah ee hal buruk ya untuk Indonesia di mana ee martabat marwah dan kekuatan negara Indonesia itu langsung mlehoi. Kenapa mlehoi, Bang? Dua-duanya aja enggak bisa bahasa Inggris, Bang. mana bisa dibawa atau ditampilin di luar negeri. Jadi sudah cukup kami minta kepada Bapak Prabowo untuk ee turun ke sini ya. Maksudnya adalah kami menunggu negara turun tangan untuk kasus ini karena ada dua dan ini ada hubungannya. Ijazah Jokowi selesai, Gibran ditarik cukup untuk saat ini. Begitu, Bang. Terima kasih mandinya di atas. Oke, kira-kira seperti itu pernyataan dari tokoh-tokoh. Yang penting tadi saya bicara dengan empat topik. Empat topik menyoroti kepada Pak Pratikno. Diduga itu Pak Pratikno itu sumber masalahnya gitu loh. Saya bilang bukan diduga saya pastikan. Nah, pastikan. Jadi, Pak Pratikno apabila mendengar pernyataan Pak Taufik ini segera bersadarlah kalau memang betul Pak Pratikno enggak akan sadar r begituan otaknya sudah bejat berarti harus diapain gitu Pak berarti harus diap ada kerangk enggak ada jangan suruh sadar sudah terima duit banyak oke kira-kira seperti itu saya akhiri wabillahi taufik walhidayah wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Yeah.

Terima kasih bagi yang sudah bersedia bergabung. Salam hormat :
https://www.youtube.com/channel/UCrCDJhiHWWOaVf0eF7yABXQ/join
Untuk teman-teman yang ingin memberikan support
https://saweria.co/LangkahUpdate Terima kasih.

Langkah Update, Kami Volenteer Media Mendukung Keadilan dan Kebenaran. Keabsahan Informasi Ditanggung Narasumber. Kami Hanya Meneruskan Informasi Untuk kami sampaikan kepada portal berita https://satuindonesia.co

#langkahupdate #ijazahjokowi #jokowi

Tinggalkan jejak dengan komentar terbaik. DUKUNG kami dengan LIKE, SUBSCRIBE. Agar lebih semangat membuat konten. Mari bersama menyebarkan informasi bermanfaat untuk kerukunan bersama dan kemajuan Indonesia.