MOMON & ATUN MENEMUKAN REKAMAN ANEH!! RAHASIA THOMAS TERUNGKAP TERNYATA… feat @BANGJBLOX
Eh, itu kan Atun. Kenapa Atun bisa ada di situ dan badannya berdarah, Guys? Apa yang terjadi? Eh, Thomas kenapa badannya berdarah-darah begitu ya? Apa yang terjadi dengan Thomas? Kenapa Thomas jadi mengerikan? Eh, mau ngapain dia? Eh, tunggu. Jangan-jangan Thomas mau makan daging atun kah? Eh, ya ampun. Guys, atun tinggal tulang. Apa yang sebenarnya terjadi? Breaking news. Barusan terjadi pembunuhan sadis di desa Wayau. Tujuh villager telah hilang. Polisi menduga pelakunya adalah makhluk aneh yang belum diketahui asal-usulnya. Sekian breaking news kita hari ini. W tuh, ada orang menghilang lagi di desa kita. Iya benar sekali, Mon. Ya, desa ini juga tidak aman-aman banget, ya. Iya. Padahal aku pikir kalau kita pindah bakalan aman. Rupanya enggak juga ya. Eh, ada telepon. Bentar, bentar aku angkat dulu, Pak Presiden. K. Salam hormat, Pak Presiden. Momon atun. Kami butuh bantuan kalian. Aku rasa ini bukan sekedar pembunuhan biasa. Tolong selidiki kasus ini sekarang juga. Ini perintah. Iya, Pak. Siap dilaksanakan, Pak. Siap, Tun. Kita disuruh untuk investigasi pembunuhan kali ini, Tun. Udah tujuh korban. Waduh, nih presiden ini suruh kita invest dia tiga ASI enggak pernah kasih uang. Ya, iya juga. Tapi ya sudahlah, Tun. I kita kan harus menerima perintah dan mandat dari Pak Presiden. Tun, ayo, ayo, Tun. Kita adalah warga yang baik. Ayo, ayo, ayo, ayo. Ao. Ya ampun, kenapa pada di sini semuanya? Mereka ketakutan juga Tun Kurasa makanya tinggal di rumah kita. Ayo, ayo kita langsung ke TKP-nya, Guys. Ayo, ayo, Tun, cepat, cepat, cepat. Lihat, Tun, ada banyak warga yang sudah berkumpul dan itu mayatnya. Salam hormat. Iya, salam hormat juga, Pak. Saya mendapatkan perintah dari Pak Presiden untuk menginvestigasi pembunuhan kali ini. Siap laksanakan. Silakan masuk, detektif. Iya, iya. Oke, ayo, Tun. Kita masuk, Tun. Kita investigasi. Wah, lihat, Tun. Kejam sekali pembunuhan kali ini, Tun. Ada yang aneh dengan mayat ini, Tun. Apa itu, Ma? Lihat. Kenapa dagingnya itu seperti dimakan sesuatu, Tun? Kayak digigit. Ini bekas gigitan, Tun. Noh. Oh, iya. Benar sekali ya Mon ya. Kira-kira apa yang dia, Mon? Menurut dari Breaking Dew katanya seperti ada makhluk yang belum diketahui. Itu artinya dia bukanlah manusia. Bisa jadi Mon karena manusia tidak menggigit seperti itu, Mon. Benar sekali. Ini terlalu kejam sih. Kita harus segera menangkap pelakunya guys. Mungkin aku harus menginvestigasi warga sekitar. Coba kita wawancara mereka dulu. Halo, Pak. Ini aku detektif momon. Aku mau nanya nih, apakah sebelum kejadian ini kamu melihat orang yang mencurigakan atau ada makhluk mencurigakan yang lewat di desa ini kah? [Musik] Ada orang yang berbicara di luar. Apa jangan-jangan ini perbuatan manusia ya, bukan binatang atau hewan? Hah. [Musik] Iya, iya enggak apa-apa. Gak apa-apa. Kita tinggal cek bukti CCTV yang ada di tempat village ini aja. Makasih ya atas pengakuannya. Coba kita tanya, “Pak polisi, apakah kamu punya bukti CCTV di desa ini?” Waduh, sayang sekali semua CCTV di desa ini sudah dihancurkan. Serius? Sudah dihancurkan? Oh, iya loh, Tun. CCTV-nya dihancurkan oleh mereka. Wah. kayaknya ya ini perbuatan manusia kalau hewan gak mungkin menghancurkan CCTV. Mereka kan gak ngerti soal CCTV. Iya enggak sih? Iya benar sekali, Mon. Waduh kalau enggak ada CCTV kita susah ya untuk menangkap pelakunya nih teman-teman. Pes. Ei ei. Iya iya iya. Ada apa? Sebenarnya aku ada bukti CCTV dari rumah aku sendiri cuman ya aku enggak tahu apakah muka pelakunya terekam atau enggak. Wah, serius ada? Wah, asik-asik. Baiklah, kalau begitu buktinya ada di mana ya? Di belakang itu adalah rumah aku. Kamu ambil aja sendiri kasetnya. Oke, baiklah. Wih, asik. Ayo, Tun. Eh, loh, ada Thomas. Halo, Thomas. Tumben Thomas di sini. Oh, kayaknya dia lagi jalan-jalan juga, Tun. Dia penasaran sama kasus kali ini ya, Tun. Hmm. Bisa jadi, Mon. Eh, Tun, Tun, Tun. Aku ambil dulu ya kasetnya. Kamu tunggu di sini. Ya udah, udah, Mon. Enggak usah. Aku yang ambil aja. Kok aku gak ada kerjaan, Mon? Ah, iya, iya, Tun. Wih, keren. Oke, oke. Aku tunggu di sini aja. Ada enggak, Tun? Nih nih, nih. Udah ada, Mon. Wih, asik, Guys. Kita sudah mendapatkan baruktinya. Ayo, ayo. Y loh. Ya ampun, jadi rusak, Mon. Serius? Ya ampun, Guys. Kasetnya jadi rusak. Kalau kayak gini kita enggak bisa ngecek, Tun, siapa pelakunya. Oh, iya sih. Gimana ya? Kalau kaset ini kayaknya enggak bisa kita pakai lagi. Tapi kalau CCTV-nya mungkin masih bisa, Tun. Aku akan coba untuk mengambil data dari memori CCTV ini, ya. Coba kita ambil dulu CCTV-nya, Guys. Ayo, ayo sini, Tun. Kita akan melakukan beberapa hacking, Guys. Di sini kita akan taruh CCTV-nya dulu. Kita akan taruh laptop di sini. Semoga datanya masih bisa kita kembalikan ya, Guys. Coba kita akses dulu ke CCTV-nya. Berhasil, Tun. Coba coba coba kita cek. Uh, kita coba lihat malam hari ya. Oh, di sini nih. Ini nih. Eh, loh, CCTV-nya tiba-tiba dihancurkan. Eh, siapa yang hancurin nih? Coba kita akses yang lain. Eh, dihancurin juga. Ya ampun, ternyata barang bukti ini juga gak berguna, Tun. Kita harus memikirkan cara lain untuk menangkap si pelakunya. Kayaknya pelakunya ini pintar dah. Iya sih, Mon. Kalau sampai dia bisa menghancurkan CCTV, harusnya dia pintar, Mon. Iya. Tapi dari sini kita mengetahui satu hal, Guys. Ini bukan perbuatan dari monster atau hewan, melainkan manusia, Guys. Aku ada ide tuh. Sini, sini, sini. Pertama-tama Tun, gimana kalau kita diam-diam menginstal CCTV di tempat ini, Tun? Tapi kita taruh di area tersembunyi. Jadi, penjahatnya itu pasti enggak bakalan tahu. Boleh sih, itu ide yang bagus, Mon. Baiklah, Tun. Ayo sini sini. Kita enggak boleh percaya siapapun di tempat ini. Bisa jadi salah satu warga yang ada di tempat ini adalah pelakunya. Iya enggak sih, Guys? Betul sekali, Mon. Ya, K lihat kadang-kadang kejadian begitu dari warga sendiri, Mon. Benar, benar, benar. Mereka pura-pura itu. Kita akan taruh di mana ya supaya enggak ketahuan nih kita taruhnya di tempat semak-semak, Tun. Gimana kalau ini, Tun? Kita akan taruh di bagian ini, Tun. Nah, kita akan tutup dia pakai lift supaya enggak ketahuan, Tun. Dan di sini kita akan letakkan kameranya tersembunyi di sini, Guys. Dengan begini enggak bakalan ketahuan, Tun. Kita akan buat pohon palsu di sini dan kita tutupi seperti ini. Iya kan? Enggak kelihatan banget kan? Oke. Oke. Baiklah kalau begitu Tun, ayo. Ayo kita akan hubungkan CCTV itu ke rumah kita. Tada sudah terhubung. Dengan begini kita tinggal menunggu si penjahatnya keluar lagi untuk beraksi, Guys. [Tepuk tangan] Hm. M orang, aku udah enggak tahan ini, Ma. Udah jam 3. Pagi ini Ma. Udah, mendingan aku tidur dulu, ya. Ini ini gimana CC, Tun? Aduh. Ah, kamu uruslah ya. Kamu masih matanya masih masih terang sih. Ya udahlah ya, Monia. Bye. Good night. Ya ampun, awak pula yang lihat sendirian di sini, Guys. Aduh. Haduh. Ya sudahlah, atun enggak tahan untuk bergadang. Baiklah, kita sendirian yang akan memantau Village, Guys. Belum ada apa-apa ya? Tunggu, tunggu, tunggu, Guys. Kalian coba lihat itu di ujung sana. Itu bukannya kayaknya ada orang yang mencurigakan, Kak sih? Heh, dia mau ke mana tuh, Teman-teman? Heh, dia mendekati kamera. Jangan bilang dia sadar kalau kita taruh CCTV di sini. Loh, loh, loh, loh, loh. Kok dia bisa tahu? Ini adalah tempat CCTV. Dia lihatin kita, Guys. Lihat tuh. Hah, kamera CCTV kita dirusak, Guys. Wah, gak bisa ini, Teman-teman. Kita harus segera lihat tempat keadaan village, Guys. Kalau kita lari langsung ke sana, enggak sempat. Hah. Kita akan memantau dari sini, Guys. Yang penting kita bisa tahu pelakunya itu siapa. Coba-coba kita lihat dari sini. Kita ambil spy glass. Coba kita lihat mana tuh? Itu dia pelakunya. Ngapain dia di situ, Guys? Huh, dia pakai bom asap nih, Teman-teman. Supaya kita enggak melihat perakunya. Ih, pintar banget. Uh, dia menghilang. Lihat di situ, Guys. Oh, dia lempar apa? Dia lempar banyak smok granat di situ. Sekarang kita gak bisa melihat apa-apa gara-gara smok granat itu. Tuh, Teman-teman, ada suara teriakan. Jangan-jangan ada korban lagi kah? Oh no, oh no, oh no. Cepat, cepat, cepat. Kita harus segera ke sana, Guys. Kita harus hentikan dia sekarang juga. Ayo, ayo, cepat, cepat, cepat, cepat. Semoga kita masih keburu nih, Teman-teman. Oke, kita coba lihat. Hah. Mana itu penjahatnya? Penjahat keluar kamu. Aku tahu kamu masih di sini kan gak ada siapa-siapa, Guys. Tunggu. Itu kan apa jangan-jangan itu korbannya baru. Iya teman-teman. Ya ampun guys, ada korban baru. Bapak villager. Pak, maafkan aku, Pak. gagal menyelamatkanmu, Guys. Kita gagal lagi menyelamatkan villager ini, Guys. Kasihan banget. Maafkan aku, Pak. Oh no. Mon, Mon. Loh, kamu bisa di sini? Kamu kok di sini? Bukannya kamu lagi tidur tadi? Iya, aku mendengarkan ada suara orang teriak, Mon. Oh, gitu, Tunt. Un barusan tadi ada orang mencurigakan yang muncul dan dia merusak CCTV kita tuh. Tiba-tiba ada satu korban lagi. Ya ampun. Wah, terluan ini orang nih. Kita harus menangkap dia, Mon. Iya, kita harus menangkap dia, Tun. Tapi kita harus membuat laporan dulu ke polisi setempat, Tun. Supaya kita bisa mendapatkan barang bukti yang lain, Tun. Udahlah. Besok pagi aja, Remo. Ini udah malam. Semua polisi juga enggak ada kali. Iya sih. Maafkan aku ya, Pak. [Musik] Maaf. Eh, eh, eh, sini, sini. Kamu. Eh, siapa? E, kamu panggil aku ya? Iya, kamu. Ayo sini. Eh, eh, Mol. Ayo cepat. Iya, iya iya. Kamu duluan Tun. Eh, ya udahlah. Mbak, kamu panggil aku, Mbak. Kenapa? Sebenarnya aku melihat siapa pelakunya. Serius? Cepat beritahu aku siapa pelakunya. Biar aku tangkap dia sekarang juga. Tapi aku enggak tahu apakah ini benar atau enggak. Aku lihat pelakunya itu adalah teman kamu, si Atun. Hah? Si Atun enggak mungkinlah. Si Atun kan teman aku. Dia orang baik. Enggak mungkin dia yang berbuat jahat. Nah, itu dia. Coba deh kamu selidiki. Apakah aku salah lihat atau pelakunya benar-benar teman kamu? Enggak ah, teman aku si Atun. Dia orang baik. Kamu jangan pnah-pah. Aku enggak percaya. Udah, bye. Selamat malam. Masa Atun dibilang pelakunya kok enggak mungkin kan, Teman-teman? Orang atun seharian bareng kita kan. Eh, tunggu tunggu. Tadi pas penjahatnya muncul, Atun di atas gak bareng kita. Apa jangan-jangan dia bukannya pergi ke atas melainkan ke village. Tapi enggak mungkin. Atun kan orang baik, dia enggak mungkin jadi penjahat. Ah, aneh-aneh aja nih. Ah, udahlah, udah aku tidur dulu deh. Nanti besok pagi Momon yakin kita pasti akan menemukan pelakunya nih, Teman-teman. Udah deh, Teman-teman. Ini udah mau jam . Lagi kita tidur dulu aja ya, besok pagi baru kita lanjutkan penyelidikan kita. Selamat malam, Teman-teman. Hah. Suara apa itu? Oh, hujan. Ya ampun, tiba-tiba hujan deras nih, Teman-teman. Semoga bar buktinya enggak hilang ya gara-gara hujan nih, Teman-teman. Tunggu. Itu kan si Atun. Ngapain dia di situ? Coba kita lihat mau ke mana tuh anak. Kok mencurigakan banget dia ke belakang rumah. Enggak bisa nih, Guys. Kita harus diam-diam mengikuti atur nih. Ayo, ayo, ayo kita turun ke bawah, Guys. Wah, jangan-jangan kata Mbak itu beneran si Atun adalah pelakunya. Tapi kita enggak boleh sujud, Guys. Kita coba ikuti dulu dah. Semoga feeling kita salah ya, Guys. Ngapain dia di dalam hutan, Guys? Malam-malam ada rumah. Dia masuk ke dalam rumah itu. Mencurigakan sekali itu si Atun. Bentar, kita harus cari tempat persembunyian kita. Manjak ke pohon ini. Kita coba lihat, Guys. Itu kan Atun. Kenapa Atun bisa ada di situ? Dan badannya berdarah, Guys. Apa yang terjadi? Eh, Thomas kenapa badannya berdarah-darah begitu ya? Apa yang terjadi dengan Thomas? Kenapa Thomas jadi mengerikan? Eh, mau ngapain dia? Eh, tunggu. Oh no. Jangan-jangan Thomas mau makan daging atun kah? Ya ampun. Loh, guys, atun tinggal tulang. Apa yang sebenarnya terjadi? Tunggu. Kalau misalnya itu adalah atun yang asli, jadi selama ini atun yang bareng kita itu siapa? Hah? Tuh itu Atun. Aku sudah mendapatkan semua daging kamu dan akan kupakai daging kamu ini untuk membuat itu para sapi di sana menjadi pasukanku. Oh, pasukan? Makanlah kalian. Eh, makan. Ih. Ya ampun, apa yang dia lakukan, Guys? Mereka telah menjadi pasukanku. Keluar kalian semua. Ya ampun, Guys. Lihat tuh semua sapi-sapinya jadi jahat. Jangan-jangan. Dia menggunakan dagingnya si at untuk mengubah sapi ini menjadi seperti ini, Guys. Pantesan semua korban dagingnya itu diambil. Jangan-jangan dia melakukan eksperimen jahat sehingga semua sapi-sapinya jadi mengerikan seperti ini nih, Teman-teman. Ayo para pasukan sapi-sapiku, kita menyerang desa dan hancurkan semuanya. Ya ampun, Guys. Ayo, pasukanku, ikut aku. Ya ampun, Teman-teman. Dia mau menyerang desa, Guys. Kita harus menghentikan dia sekarang juga. Ini atuh sahabat kita. Atur maafkan aku. Atur akan kubalaskan dendam ini ke kamu. Turun at sudah melinggui, guys. Myday may cepat-cepat. Apa itu Atun? Tunggu di sini Atun. Aku akan kembali lagi suaranya tadi di sini. Ini markas mereka guys. Ini ada Wiitki. Halo. Halo. Apakah kamu mendengarkan suara aku? Iya. Ayo cepat ke desa. Desanya diserang. Cepat kirim bantuan pasukan kita. Kita diserang. Bisa diserang. Oh, gak bisa, Guys. Kita harus segera telepon Pak Presiden sekarang juga. Ayo, ayo kita kembali ke rumah kita, Guys. Ayo, ayo cepat, cepat, cepat, cepat. Ayo, cepat, Guys. Kita harus ambil perlengkapan kita. Kita harus ikut berperang bareng mereka. Oke, ini dia. Oke, kita ambil dulu baju-baju kita dan kita ambil semua peluru-pelurunya. Baiklah, Guys. Mari kita pakai dulu semuanya. Oke, kita pakai bajunya. Dan setelah itu kita harus telepon Pak Presiden sekarang juga untuk melapor keadaan sekarang nih teman-teman. Oke. Oke kita coba hubungi Pak Presiden. Breaking news. Sekarang seluruh kota Minecraft sudah hancur total. Tiba-tiba semua sapi menggila dan menghajar semua villager yang ada di desa. Hah? Mereka sudah mulai menyerang warga. Coba kita lihat, Guys. Bukan cuma itu. Ada kabar yang lebih buruk lagi. Pak Presiden kita juga ditangkap oleh monster ini. Sepertinya ini adalah akhir dari segalanya. Ayo, selagi kalian bisa, cepat kabur. Ya ampun, Guys. Pak Presiden sudah ditangkap oleh mereka. Oh, gak bisa ini. Kita harus menyerang. Kita tidak boleh putus asa, Guys. Kita akan membalaskan dedam ini. Ya ampun, desa Minecraft hancur total. Itu tuh mereka mau mendobra rumah warga. Kita tembak. Oke. Oke. Kita dekati mereka. Ya ampun, dia mau serang warga ya. Oke, kita tembak terus, Guys. Ayo sini kamu. Sapi-sapi jahat. Ya ampun, mereka datang kemari. Uh, rasakan nih. Oh, di situ juga. Ya ampun. Mereka semua datang kembali. Oh, aduh aduh aduh. Oke. Uh, ada yang kecil. Relo, relo, relo. Kita tembak yang kecil dulu, Guys. Kecil cepat banget. Ah, ya ampun. Susah kena, Guys. Oke, oke, kena, kena, kena. Oke, kita akan tembak mereka. Mereka makin banyak di sana. Mereka mau menjebur rumah warga. Untung aja ada kita, guys. Oke, kita tembak. Oh, ada orang di belakang. Ya ampun, mereka datangin dari belakang. Tembak tembak tembak. Yang kecil menyusahkan, Guys. Oke, oke. Sisa yang gede. Untung jalan mereka agak lambat. Jadi kita bisa ada jeda untuk menembak mereka nih semua. Tenang-tenang warga, aku akan menyelamatkan kalian. Ya ampun, para warga ketakutan di situ, Teman-teman. Oke. E, mana tuh? Ya ampun, ada yang kecil lagi. Dong uh uh. Tembak tembak tembak. Ya ampun, ada yang masuk. Ada yang masuk. Oh, kamu. Oh, ya ampun. Ini ini ada yang berhasil masuk, Guys. Mmm. Tembakt. Baiklah, kita kali ini akan tembak dari ujung situ, ya. Tuh, tuh, tuh, tu tuh. Sudah habis semuanya. Tinggal yang di situ, Guys. Kita akan langsung auto tembak semuanya dari belakang selagi Wah, mereka udah ketahui kita, Guys. Tembak tembak tembak tembak bagian kepalanya, Guys. Soalnya itu adalah titik lemah mereka, Guys. Oke, kita akan tembak dari sini juga. Hmm. Rasakanlah. W to. Oke, tinggal satu di situ, Guys. Kita akan langsung tembak. Tang tang. Oke, kita berhasil, Guys. Asik. Sekarang kita sudah memusnahkan semua sapi-sapi jahat di tempat ini. Uh, tunggu. Ah, tukur. Beraninya kamu merusak rencana aku. Eh, kamu. Aku marah besar sama kamu gara-gara kamu si at melingsoy. Ini kamu. Ayo kita by one. Oh no. Ah oh my pakai senjata. Baiklah aku akan mengeluarkan pasukanku yang paling kuat. Pasukan dia yang paling kuat. Keluarlah. Ya ampun besar sekali guys. Keluarlah. Ya ampun. Ya ampun ya ampun ya ampun. Aduh aduh aduh. Aku kebakar guys. Ini dia. Oke kita tembak. Wuh, keterlaluan dia sekali keluar dua ekor, Guys. Wah, rasakanlah tembakan mautku. Sekarang tinggal antara kamu dan aku. Eh, tunggu ada bayinya. Ya ampun, ya ampun. Eh, baby, baby, villager. Pergi, pergi, pergi. Aduh, aduh. Enggak bisa tembak nih. Sini kamu, sini kamu. Ya ampun, bayinya susah ditembak, Guys. Baiklah, penjahat sekarang antara kamu dan aku. Sini kita bywa, terkena ye tak kena. Aww. Kamu sini kamu. Akhirnya guys, kita telah membalaskan dendam kita kepada si atun. Kita sudah mengalahkan penjahat itu nih, Teman-teman. [Musik] Iya, Pak. Sama-sama, Pak. Tapi misiku masih belum selesai, Pak. Aku harus menyelamatkan Pak Presiden. Pak Presiden masih ditangkap. Breaking news. Ada kabar baik? Semua anomali tiba-tiba menghilang secara tiba-tiba dan Pak Presiden telah diselamatkan. MC sudah kembali menjadi aman, Guys. Sekian breaking news kita hari ini. Hah, Pak Presiden juga sudah kembali, Guys. Udah selamat. Wah, itu kabar baik ya. Tapi [Musik] tapi guys atuh [Musik] oh. Loh, kamu kembali hidup? Enggak tahu gimana. Tiba-tiba aku udah berada di sini lagi, Mon. Thomas juga, Guys. Aduh, aku rindu kalian sahabatku. Aduh, sini penuh ya. Thomas pergi. Thomas go dia udah aneh. Sini, aku rindu kalian. Atunah, jangan dekkan aku sana pergi atun sini aku rindu. Baiklah teman-teman, sepertinya video kita cukup sampai di sini ya. Jika teman-teman suka dengan videonya, jangan lupa dikasih like, share, dan subscribe.
kepoin channel ini ya teman teman dan jangan lupa di like dan subrekkk
[ BANGJBLOX channel ]
https://www.youtube.com/channel/UClfw7Mx0Vmh4hDAT0STSohw
IKUTI JUGA :
▶TikTok : https://www.tiktok.com/@momonwayau
▶Email : minigaming1233@gmail.com
▶Instagram : https://www.instagram.com/moo_chanzz/
▶Roblox : https://www.roblox.com/groups/10331062/MOO-Team-Family#!/about
▶Discord : https://discord.gg/Pc9Hw76n7X
#MOOMOO