KISAH MENGERIKAN SEORANG SUAMI YANG…. Dead Tapes: Fading Father

Selamat malam teman-teman sekalian. Kembali lagi bersama aku berando di channel Winda Basudara. Pada kali ini di malam hari malam Jumat lebih tepatnya akan membawakan sebuah cerita, sebuah game lebih tepatnya yang bertajuk Date Tes Fading Father yang artinya adalah tab mati. Ayah yang memudar. Ya, memang kalian mungkin meremehkan dari grafiknya, Teman-teman, ya. Tapi ini adalah sebuah game yang dari sinopsisnya gua baca mengisahkan seorang ayah. Pastinya kalian udah penasaran banget bagaimana alur cerita dari game horor yang satu ini. So, sebelum kita mulai game-nya, kita absen singkat dulu yuk. Ada Novita, ada Agung, ada Arel, ada Razi, ada Acu, ada Bela, ada Febru, ada Abdul, ada Nadi, ada Yuka, ada Andini. 10 aja, Guys. Karena udah agak malam ya, kalian udah pasti penasaran juga pengin lihat gameplay-nya dan juga ceritanya. So, tanpa berlama-lama, Teman-teman, langsung saja kita mulai game yang bertajuk The Tapes Finding Father. Kisah seorang ayah yang Oke, semoga double game ya. Wow, apa ini kayaknya? Kenapa? Gua juga enggak tahu, Guys. Makanya kita lihat sama-sama, ya. Oh, sebuah kartun. Kartun jadul. Kartun jadul. Hm. Kartun jadul. Seorang pria merokok di penjara kah? Di penjara? Apakah dia di penjara, Teman-teman? Ada cewek yang nonton ggak? By the way, game bule apaain, Do? Bule kayaknya. Bule. Kayaknya bule. Uh, ya. What the hell? Hah? Sebuah tap. Sebuah tap. Film jadul sirkus. Ini agak disturbing ya. Oh, itu film lagi nonton TV guys. Iya, itu sebuah film apa itu? Lampu kah? Hah? Jom sekari kaget banget. Apa itu? Gua kira lampu. Hah? Sebentar ada sosok pria dengan mata merah. Kita udah di game-nya, Guys. Kita sudah main, Guys. Wait, ada telepon berbunyi. Dari mana suara telepon itu? Gua gak dengar. Gua gak dengar. Wait, wait, wait, wait, wait. Ini ada lemari kayak pernah lihat lemarinya, Guys? Sebentar. Di luar kah? Oh, di luar, Guys. What is this? Oh, sebuah surat. Kayaknya di sini deh teleponnya deh. Ya, makin keras suara teleponnya, Guys. There you go. Oke, gua angkat ya. Halo. Oh, iya. Kita cowok, kita yang bapak-bapak tadi, Guys. Kita yang bapak-bapak tadi. Tanda tanya, tanda tanya, tanda tanya, tanda tanya. Oh, siapa ini? Tanda tanya. Tanda tanya, tanda tanya, tanda tanya, tanda tanya. Aku tidak tertarik dengan barang-barang Cina. Jangan telepon aku lagi, orang gila. Atau aku akan putusin kakimu dan menaruh sekop di bokongmu. Itu bocil horor 10 menit menyerang engak, Guys? Wah, galak banget ini orang. Sepertinya Bapak ini punya anger issue, ya. Dia pemarah, Guys. Hah? Dapur wei, siapa itu? Siapa itu, Guys? Apakah itu istri kita atau anak kita? Oh, istri. Selamat pagi, sayang. Selamat pagi. Kamu bicara sama siapa? Hah? Aku tidak tahu. Sepertinya koneksinya buruk. Oh, dia nanya. Ceweknya nanya. Kita ngomong sama siapa tadi? Ditelepon. Koneksinya buruk. Jadi, sepertinya ada orang yang berusaha menjual sampah. Apakah kamu mimpi buruk lagi, sayang? Semenjak kita pindah di sini, aku mimpi buruk terus. Mungkin ini ada hubungannya dengan lifestylemmu, sayang. Ah, ini pasti ada hubungannya dengan kematian ayahku. Oh, ayahnya bapak ini ah meninggal. Lifestyle tidak ada hubungannya dengan ini. Aku tahu, sayang, kamu sangat dekat dengan ayahmu dan kamu sangat kecewa saat mendengar ayahmu meninggal. Tapi ayahmu adalah orang yang sangat baik dan dia ingin kita hidup tinggal di rumah ini. Baiklah, aku tidak mau bicarakan tentang ayahku lagi. Kamu punya makanan? Yes. Coba lihat di kulkas ya. Ih, cantik banget ya istri kita ya, Guys, ya. Cantik ya. Aduh, bocil L grapik bocil game 10 menit menyerang cuy. Udah, cuekin aja bocil-bocil capriter tuh. Coba-coba kita makan dulu ya, kulkas, Guys. Oh, we got pizza. Oke, sayang. Bolehkah aku makan di sebelahmu? Makanannya gimana caranya? Entar, entar, entar. Oh, dipanasin dulu. Oh, iya benar. Di microwave dulu ya. Masa langsung dimakan dingin-dingin gitu, Guys? Alright, saatnya sang bapak memakan pizza. Seru ya? Udah mulai seru ya. Penasaran kan? Penasaran kan? Oke, pizza sudah matang. Bolehkah aku makan di sebelahmu, istriku? Boleh dong. Hah, aku harus menenangkan pikiranku. Mungkin sebotol bir bisa membantu yang biasanya, Bang. Telat gak, Bang? Enggak. Halo, Bang. Halo. Oke, kita ambil bir dulu ya. Wow, beer liquid gold. Favoritku mungkin terlalu pagi, sayang, buat minum di pagi hari. Kamu udah minum seharian kemarin? Aku bekerja dan aku bawa uang ke rumah ini. Aku layak untuk istirahat, kan? Ya, tentu saja. Tapi tidak saat ini. Percayalah aku sayang. Minum botol votka di malam hari akan membunuhmu. Kalau kamu tidak peduli apa yang terjadi, setidaknya pikirkan tentang kita. Ah, stop menjadi histeris. Aku akan baik-baik saja. Aku akan segera berhenti minum-minum di saat aku merasa lebih baik. Tapi sekarang aku merasa bukan diriku sendiri. Kamu pikir akan baik-baik saja tertidur mabuk di meja dapur. Nanti anak kita lihat loh. Kata sang istri. Diam kamu istriku. Aku bilang diam. Yah, kasihan sampai nangis istrinya dibentak, Guys. L husband. L suami L. Suami L. Suami L. Sampai begini loh, Teman-teman. Bayangin gua gak akan gituin istri gua sampai begini. Gua gak akan bentak, apalagi mukul istri gua, Guys. Ya. Aduh, dia ngeyeh lagi. Mau minum-minum lagi, Guys. Ah, ini kasus yang berbeda. Padahal seksi, hot, cantik istrinya loh. Ah, tidak ada yang bisa lebih baik dari minum bir di pagi hari dan makan pizza yang dipanaskan dari kulkas. Hei, kamu enggak mau makan? Oke, oke. Maaf, sayang. Aku tidak bermaksud ngebentak kamu. Tapi jangan ngomong halal bodoh lagi ya. Mungkin kamu mau sarapan sama aku. Benny season 2. Nah, bocil Benny season 2. Aku sudah sarapan, sayang. Dan ini sebenarnya udah makan siang harusnya. Aku akan segera sekolah untuk jemput anak kita. Aku akan datang bersamamu. Mungkin kamu tinggal di rumah aja. Kamu bahkan enggak lihat dirimu sendiri di kaca kan kamu kelihatan messed up berantakan. Wajahmu berwarna biru. Aku takut orang lihat kamu nanti berpikir negatif. Ah, bodo amat orang mau pikir gua apa. Gua enggak peduli. Yang gua mau adalah Oh, enggak. yang cewek. Yang aku mau adalah kamu bersihin noda-noda yang ada di WC ya, suamiku. Aku akan lap itu nanti saat kamu sudah sampai rumah. Aku udah mencoba, tapi munmu itu gak bisa dibersihin dari tembok. Kamu gila ya? Enggak mungkin aku muntah di tembok. Aku tidak tahu apa itu, tapi pokoknya nodanya gak bisa diap. Oke oke oke. Baiklah. Aku akan bersihkan nodanya. Tapi kasih tahu aku TV mana yang kamu dan anak kita rusakin. Tidak ada yang menonton TV selain kamu, suamiku. Aku ingat kamu nonton TV sebelumnya. Kamu bohong ya. Itu sudah waktu yang lama sekali aku nonton dan pakai TV. Iya. Suaminya kayak temperamen ya. Oh, kalau kamu tidak tahu cara menggunakan teknologi, ya jauh-jauh dari situ. Aku udah muak memperbaiki apa yang kalian rusak, Guys. L suami, Guys. L suami, Guys. Masa yang jemput anak di sekolah suami, Bro. Eh, istri. Aneh juga, ya. Oh, ini. Mana nodanya, Guys? Oh, gua harus bersih. Oh, ini noda ini nih. Tuh. Sepertinya dia mengelabuhiku dan membodohiku buat bersihin noda ini. Padahal bisa dibersihin. Bilangnya enggak bisa dibersihin. Ya, apa salahnya sih suamnya bersih-bersih dikit ya? Hei, aku pergi ya. Aku akan kembali. Aku mau jemput anak kita. Yes. Sudah pergi aja. Lanjut bersih-bersih. Let’s go. Ketinggalan please. Enggak, enggak. Baru mulai, Guys. Entar nonton replay aja, ya. Seru sih kayaknya game-nya, Guys. Tentang suami, tentang ayah. Duh, gua bisa ditaruh, Bro. Masih ada kah? Oh, masih ada nih. Banyak rupanya. Se kosek se kosek kosek. Suara ngelapnya kayak ngelap bea cuka ya. Oke. Dan dan dan dan. Oke, istri kita sudah pergi ya menjemput anak kita. Goblok. Acu. What the [ __ ] Kaget gila TV-nya ditendang, Guys, sama si suami, Guys. Ayolah, bekerjalah. Gila, temperamen banget, cuy. Akhirnya berfungsi juga. Akhirnya bisa berfungsi selama beberapa ratus tahun. Anjir, kayak kayak lilin ya. Kayak film-film yang terbuat dari lilin ya. Dan ini disturbing banget sih, Guys. Toxic. Tuh, lihat tuh mukanya tuh lihat. Hah? Sepertinya ada yang jatuh di bathroom di kamar. Kayak dark web. Iya. The green apa yang jatuh ya di ini ya? Oh, bedroom ya? Bedroom itu berarti kamar kan? Sini sini sini. Ah, apa yang jatuh, Bro? Gak ada yang jatuh. Bedroom WC kah? Apa bathroom yang ini? Oh ini guys. Ini kah? Kok ada palu sih ini? Ini tadi enggak kayak gini guys. Ya kan tadi enggak gini kan. Ini kayaknya yang jatuh nih. Bathroom apa ya? Enggak tahu tadi. Bathroom. Bed. Bed ini. Terus diapain? Bisa diap-apain. Oh ini kayaknya nih. Oh ini, guys. Hah? Ada tab. Oh. Hah? Tab ini enggak di sini sebelumnya. Ah, cobalah aku putar di VCR dan lihat isinya apa sih PCR ini kah? TV. TV pasti TV dong. VCR. VCR. Where is the VCR? VCR tuh pemutar tab kan ya? Ini nih VCR nih. Oh, ini bisa bisa dicek baik-baik. Hah? What the [ __ ] is this? Ini suaranya gede banget, cuy. Gelap banget nih. Enggak kelihatan apa-apa, Guys. Sumpah, Guys. Sumpah ini engak kelihatan apa-apa. Tapi gua bisa melihat mendeskripsikan ini kamar yang tadi tempat dusnya jatuh dan kita kayak tinggi banget ini. Kayak lebih tinggi loh. Perhatiin deh. Wah, bahkan untuk lewat pintu gua harus mendungkuk. Lihat guys, ini kita kayak sosok tinggi guys. Lihat gua mendungkuk nih. Gua mendungkuk. Lah kok lah itu yang lagi nonton bukannya sang suami? Itu bukannya kayak di awal-awal guys yang zoom sekar tadi. Oh my God. Ini mulai seram guys. Kalian lihat kalau yang nonton replay atau telat datangnya lihat di awal-awal ada zoom scare mata merah di situ, Guys. Dan itu tinggi banget. Tinggi banget. Yes. Yes. Oh, ini hei, kamu hilang ke mana? Aku bisa melaluimu selama 2 minggu. Tapi kenapa kamu belum bekerja? Oh, itu kayak bos kita nelpon nelpon sang suami, Guys. Kita itu kayak udah e ini apa libur meliburkan diri bolos 2 minggu. Hai, aku lagi liburan. Aku harusnya kembali hari Senin. Hah? Liburan kata bos. Hei, stop minum-minum. Aku beruntung bisa menemukan penggantimu untuk saat ini. Tapi kamu harus ada di sini besok hari. Kata bos ini, bos yang ngomong. Atau enggak kamu dipecat. Dasar pria tua bangkah. Satu-satunya cara dia mengizinkan istirahat dari pekerjaan adalah di kehidupan setelah kematian. Guys, kok pintunya kebuka, Guys? Itu WC, ya? Lah, Wah, anjir, ini seram sih. Ini seram sih. Ini seram sih, Guys. Bentar, entar. Gua takut sumpah. Sebentar. Kalau ini gelap enggak? Oh, ini enggak gelap. Kalau ini gelap enggak? Oke, dapur gak gelap. Lampu bisa dinyalain kah? Cannot, guys. Scary, man. Masuk aja nih. Hah. Kenapa? Kenapa guys? Ini lorong, Guys. Guys, ini sebuah lorong, Guys. Lorong gelap emang. Tuh, jalannya di bawah, tuh. Ya udah, gua lurus aja ya. Apa itu? Apa itu di depan sana? That’s something. What is this? What the [ __ ] Is this cairan sebuah cairan diteguk sama bapak dan pandangan Bapak mengkabur suaranya seram. Suaranya seram. Apa itu? Ada bayangan hitam ternyata loh. Istri kita, Guys. Hei, kamu udah gila ya? Antiseptik. Oh. Oh. E aku aku tidak bisa melakukan sebaliknya. Aku harus minum untuk keluar. Hah? Keluar dari WC. Kamu enggak perlu minum. Kamu cuma, Guys, antiseptik diminum, cok, sama bapak. Kenapa, ya? Kamu mau keluar dari WC cuma tinggal buka pintunya aja. Kata istri, “Ini bukan WC, tapi lorong gelap dengan sebuah botol suci, air suci. Botol ini e berdiri di tengah kegelapan dan juga ada cahaya dari atas. Aku tidak pernah mendengar omong kosong seperti ini darimu sebelumnya. Berapa kali aku harus kasih tahu kamu kalau sifat suka minum-minum dan alkoholismumu itu akan berakhir? B Guys, ini ketahuan, Guys. Ya, Guys, sang bapak Kang Minum-minum, Guys. Mungkin ini feeling gua antiseptik itu ada alkoholnya mungkin ya. Saking ketagihannya si bapak jadi diminum juga, Guys. What the freak, Bro. Wah, ini bapak freak, Guys. Kamu salah. Semuanya baik-baik saja. L suami. L suami. Aduh, aku udah lelah banget menghadapi semua ini. Kata sang istri, ayo bangun. Aku mau mandi. Bangun keluar dan aku mau mandi. Kalau kamu udah sadar, bantu anak kita dengan PR-nya. Karena kamu nilai sekolahnya menjadi sangat buruk. Oh. Oh, aduh, kepala gua pusing banget. Lu punya pil enggak? Dengar harusnya pil-nya ada di dapur. Oh, istri kita mau mandi, Guys. Istri kita, Guys. Ya udah, yaudah. Kita ambil pil dulu, habis itu kita bantu ngerjain PR anak kita, ya. Yuk, bertobat yuk, Ayah. Bertobat yuk, Ayah. Cukup. Oh, dia istri kita mandi. Cukup dong ininya apa minum-minumnya. Pil di dapur, ya. Dapur bagian mana nih? Oh, itu tuh gua lihat tuh gua lihat tuh istrinya baik. Istrinya baik, Guys. Oke, minum dulu pilnya dah. Udah lebih Oh, udah lebih stabil. Udah engak pusing, Guys. Nah, udah bisa lari nih ya. Tuh, sekarang kita bantu anak ya. Sang anak. Anaknya di mana nih? Manti bareng istri ya boleh kalau ada suami istri, Guys. Ya. Oh, ini anak kita kocak. Kecil banget. Enggak kelihatan, Nak. Lagi bikin PR, ya. Ayah, kamu baik-baik saja, Ayah. Ibu di mana? Aku baik-baik saja, Nak. Tapi aku ingin merasa lebih baik. Ibu lagi mandi. Semuanya baik-baik saja di sekolah. Semuanya baik-baik saja. Aku lagi bikin PR aja, Ayah. Ah, jangan bohong. Semuanya baik-baik saja. Aku tahu kamu anak bodoh, kan? Anjir, Guys. Dikatain anak bodoh dong. Oke, tunggu sini ya. Aku akan ambil kursi dan aku akan kembali. Aku bantuin. Ayah bantuin bikin PR. Eh, cari kursi, Guys. Cari kursi, Guys. Where is the chair? Where’s the chair? Where is the chair? Where is the chair? Oh, kayaknya kursi yang di sini deh. N pakai kursi ini bisa enggak? Oh, bisa benar, Guys. Ambil kursinya, ya. Ayo, kita jadi ayah yang baik, sosok ayah yang baik, dan bantu anak kita bikin PR. Yeay. Oke. Gimana? Matematika, ya? Kenapa sih kamu enggak mau belajar? Ayah, aku berusaha. Oh, benar. Matematika aku berusaha tapi matematika itu subjek yang suruh. Gua juga benci matematika, Guys. Ya, suruh serius emang susah, Guys. Bahkan separuh kelas pun enggak mengerti. Jangan bikin alasan ya. Sini lihat pernya. Ini ayah lihat sendiri. Oh, perkalian simpel sih kalau lu belajar. Oke. Bagaimana 2 * 3, Nak? Berapa? 2 * 3 eh 4, Ayah. Yes. Sepertinya kamu memang anak yang tolol, ya. Oke. Beritahu aku apa yang kamu lakukan seharian? Enam harusnya, Guys. Iya. Senyuman anaknya begitu. Oh. Nak, kamu mengerti kalau di kehidupan ini kamu harus belajar dengan rajin dan benar? Bahkan belajar saja kamu tidak bisa. Kamu gak bisa bekerja. Kamu gak bisa kerja dan you don’t have an angry book. Dan kamu tidak akan memiliki bos pemarah, orang yang akan dan juga istri yang selalu membentak kamu. Apakah kamu tidak mengerti hal basic seperti itu? Kamu tidak lihat situasi ayah seperti apa sekarang? Ya, anak enggak tahu apa-apa. Guys, itu kan kan sebagai suami, kepala rumah tangga, beban keluarga itu ya jangan dilampaskan ke anak ya. Lu sebagai cowok, sebagai suami ya lu harus kuat dan lu ngelampiasin cerita mengeluh ke anak lu. Ih gila nih bapak nih. Kesal gua. Oke, duduk, sit down and do everything. Kamu pada akhirnya cuma bisa sit down, duduk, dan lakukan semuanya sendiri. Mungkin itu akhirnya akan sampai ya ke otak kecilmu, Nak. Kalau tidak gua pukul ya. Gila, anak gak tahu apa-apa mau dipukul loh. Diancem loh. Jadi gini, Guys. Intinya anaknya ini gara-gara enggak bisa ngerjain matematika, ayahnya itu makin kesal, makin marah, makin ngeluh, dikasih di pelampiasan, bukannya di encourage, disemangatin, malah ngeluk, malah adu nasib sama anak sendiri, Guys. Parah sih ini, Guys. Bapaknya, Guys. Lah, kok enggak ada istri kita? Hei istriku, kamu di mana? Oh, jadi kamu membantu anak kita. Aku menjelaskan kepada dia, dia harus belajar dengan giat. Oke, jadi itu semua keputusan dia. Mungkin aku harus meninggalkanmu. Hah? Meninggalkan gue? El mau ninggalin gue di titik terendah gue setelah apa yang semua kita sudah lalui. Bagaimana janjimu untuk bersamaku sampai akhir hayat? Maaf, aku tidak bisa menepati janji itu. Kamu bukan suami yang baik. Please, please, please, please. Sayang, sayang, jangan lakukan ini. Sayang, aku udah mau jadi gila nih. Kalau lu pergi juga, gua gak bakal bisa survive. Oke, oke, oke, oke. Gini, gini, gini. Gua berhenti minum-minum. Janji, janji, janji kasih waktu gua buat pully dari situasi ini. Tapi waktu sudah habis di hari kemarin, sayang. Apa apa yang kamu bicarakan? Wah, ini cocok nih bergaul sama Benny kayaknya, Guys. Lupakan aku dan izinkan aku pergi. Kamu harus segera makan, ya, buat dapat kekuatan kembali. Aku sudah masakin makanan. Lihatlah di kulkas. Gila, kita mau dicerahin, Kak. Apa mau ditinggalin sama istri kita, ya? Mau, makan. Ah, what the hell, anjing, kaget. Hah, anjir, kaget gua sumpah, guys. Sor sor. Toxic. Sor toxic. Hah? What happen, bro? Where’s my wife? Kenapa di luar jadi gelap, Guys? Kenapa jadi gelap? Kaget gila. Pada kaget di live chat, Guys. Kaget. Toxic. Maaf ya, Kristian jadi gelap, Guys. TV. Hah? Where is my wife? Where’s my son? Huh? Aduh anjing kaget banget sumpah guys. Ini jump scare-nya banyak banget cuk. Jump scare keluarnya. Wifi. Wifi. Where’s my son and my wife? Apa itu? Apa itu? Ada kayak sosok. Apa yang terjadi di sini? Ah, aku harus menggembok pintuku. Hah? Menggembok? Gemboknya ada di kamarku. Bukan gembok apa, board itu. Kayu, Guys. Ini berarti, cuy. Hah? Kenapa sih ini ayahnya, Guys? Weh, jump scare. Hah, terus? Hah, ngapain coba dipaku, cuk? Pintu maksudnya gimana sih? Terus anak lah loh loh loh lentarentar ini apa perasaan gua guys kayak berbeda guys is it just my imagination bro is it just my imagination loh guys ini ada yang aneh guys ada yang aneh guys lihat guys lihat guys lihat guys lihat guys what the [ __ ] guys what the [ __ ] guys this is guys ini bed guys ini beda guys wait wait wait wait wait wait wait wait waititit ini apa ini Apa? Enggak ada gak? Ini pintu apa ke mana? What just [ __ ] happened, guys? Oke oke oke. Gua takut di zom sekarang lagi guys. Rumahnya berubah bang. Kata Siat benar, Bang. Aku takut kata Pak Lepi. Iya. Hah? Kok rumahnya jadi acak gini, cuy? Dut gua lihatnya, cuy. WC-nya ngapa di situ? Tiba-tiba pindah kejam. Ngapa jadi gue yang kejam? Oke oke oke. Oh ini nih martilnya nih buat diketok-ketok tuh. Oke. Oke. Kita pasang kayu terakhir ya. Duh takut. Zoom sekar. Jom sekar. Please jangan zoom scar please. Oke the last one. Hah. Loh. Eh, apa itu? Apa itu? Itu sosok tinggi yang tadi kah? Dia memberikan martilnya. Gua mulai merinding. Gua mulai merinding. Gua mulai merinding. Oke. Martyil. Martyil. Marty salam dari Jakarta. Halo Jakarta. Brian lah belum gua palu perasaan tadi. Oh, udah sekaligus ya. Hah? Jadi ada pintu. Oke. Oke. Bocil emote ini ya. Siap. Siap, Guys. Siap. Siap, Guys. Siap. Siap, Guys. Jirjir. Where am I, bro? Where am I, bro? Ini ini kayak lorong. Hah? Ini kayak kita di dalam, Guys. Ini lorong, Guys. Lorong ke bawah. Tapi apa itu, Bro? Enggak kelihatan gua. Gak apa ini? Hah? Koin. Hah, mati-mati benar Covin, Guys. Ah, terbang. What the [ __ ] just happen, bro? Hah? Botol bir terbang. Botol bir terbang lagi. Live chat-nya nge-bug, Guys. Botol bir semua. Botol bir semua, Guys. Dan mereka terbang, ya. Hah? Apa ini bolongan? Entar dulu, entar dulu. Gua pengin buka yang lain. Buu kuruk aku berdiri. Oke, botol bir gua buka semua ya. Gua buka semua ya. Botol bir yang berterbangan. Ada apa di atas? Peti ya. Dati Kovin, Covin, Kovin. Botol bir semua, Guys. Cuma satu itu yang berbeda ya. Yang satu itu. Ah, ini beda. Ini beda. Ini beda. Sumpah. Ini beda. Ini beda. Ini beda guys. Ini beda guys. Apa itu? Hah? Correct. Nice. We got the correct, bro. Botol bear. Masih sama. Ini yang terakhir. Bulu kuduku bergidik. Bulu jempu juga. Si petinya sampai terbang dong. Oke, berarti ini nih yang belum ya. Nih, Guys. Lihat, Guys. Ini apa nih? Hah? Ah, masuk. Wah, gak suka gua guys. I don’t like this, bro. ngesot gini gua enggak suka sih di belok kanan guys penasaran endingnya kata Rara iya Rara takut di lorong itu ada zoom Scarel lagi. Oke, belok kiri, belok kiri. Oh, enggak, enggak, ada dua arah dua arah, cuy. Oke, ada kanan, ada kiri, Guys. Kanan apa kiri, Guys? Guys, kanan apa kiri, Guys? Kanan apa kiri, Guys? Kiri, ya. Kiri, ya? Kiri, ya? Kiri, ya. Oh, kiri buntu, Cenah. Kiri buntu, Guys. Kiri buntu, Guys. Bisa dibuka, cuy. Entar dulu, entar dulu. Kanan dulu, kanan dulu, kanan dulu. Sebentar, cek kanan, cek kanan, cek kanan ya. Cek kanan ya. Cek kanan dulu, Guys. Kalau kiri ada ventilasi gua dorong. Kalau kanan. Wah, kanan panjang, cuy. Oh, kanan enggak bisa, Guys. Kanan kipas angin. Ya udah, ya. Enggak bisa. Tubuh kita kebelek kalau ke kanan. Nah, kiri berarti emang turun situ, Guys. Yang penting jadi ketahuan. Emang gelap, Guys, gameennya emang gelap. Gak bisa diapa-apain lagi tuh. Gak ada brightness-nya. Gua juga sakit nih mata gua, Guys. Gak kelihatan ini emang gelap parah, Guys. Nah, nih nih di sini semoga lebih terang, ya. Jadi, kalian bisa lihat, Guys. Hah? diminum lagi. Antisep. Hah? Loh, mobil lah. Istri, anak, mobil. Ayah, kamu tahu enggak apa yang aku minta ke Santa? Nak, jangan ganggu ayah. Ayah lagi nyetir dan berkabut di luar. Oh. Jangan khawatir, sayang. Semuanya baik-baik saja. Yah, aku terpaksa memaksamu ke mobil. Cukup hentikan itu. Hah? Berarti yang jemput yang jemput anak kita bukan istri kita, kita gitu. Jadi apa yang kamu minta ke Santa Claus? Motor, ya? Oh. Oh. Ah, motor enggak akan muat di karungnya Santa. Coba pikir-pikir lagi. Tapi aku benar-benar ingin motor, Ayah. Mungkin. Maybe there will be a room. Mungkin akan ada waktu di mana aku akan belajar dalam setahun penuh. Oh, baik baik ya. Sepeda, sepeda, sepeda sepeda sepeda, Guys. Sepeda. Masa anak kecil naik motor, Guys? Ya, ya. Sepeda, sepeda, sepeda. Hei, kita punya sepeda yang bagus di ee gudang atap. Mungkin kita bisa ee rakit kembali dan mengecetnya. Mcul sepeda menyerang. Hei, awasnya jalanan. Hah? Wait, where is where is our son and our wife? Hah? Anjir seram, Guys. Ini gelap, Guys. Ih, guys. Guys, tadi ada kayak sosok, guys. Ada sosok dua orang, guys. Guys, ada sosok dua orang, cuy. Siapa itu? N lagi nonton kartun, Nak. Frank Sten. Ih, santai banget. Kakinya pakai sendal. Hei, kecilin dikit suaranya. Kepalaku pusing. Aku lagi udah nonton di volume rendah kok. Kamu udah bikin permu belum? Apa yang kamu lakukan dekat TV? Ayah, aku udah enggak sekolah selama 2 hari. Hah? Kenapa kamu memutuskan buat bolos sekolah? Ibuku biasanya mengantarkanku, tapi sekarang dia sudah pergi. Aku merindukan. Hah? Ibu sudah pergi. Gon maksudnya pergi cabut apa meninggal atau gimana? Oh, ditinggalin, Guys. Dicerain yah. Sepertinya dia memutuskan untuk meninggalkan kita. Ibumu adalah orang yang insentif. Mungkin itu hal yang terbaik untuk dia pergi. Apa yang akan terjadi sekarang, Ayah? Semuanya akan baik-baik saja. Aku berhenti minum besok dan aku akan mengantarmu ke sekolah dan kamu akan menemukan ibu yang baru. Ya, Nak. Aku gak mau ibu yang baru, maunya ibuku yang beneran yang melahirkan aku, Ayah. Ini semua karena ayah. Ibu pergi karena ayah. Yang ayah harus lakuin cuma nurutin ibu kok. Lu anjing ya anak babi ya. Lu benar-benar lu ngebentak ayah kayak begitu. Ha. Loh. Hah. Wait, where’s our son? Apa itu? Apa itu? Suara apa itu? Suara apa itu? Aku zoom sekali, Guys. Di mana datangnya? WC kah? Ayo dapur. Hah? Ah, kenapa ada air mancur tap? Dan kita dapat tab yang satu biji nih. Kita putar ya. Kita putar ya. Kita putar ya. Guys, ini dalam WC, Guys. Ini apa, Guys? Noda-noda apa ini? Oh no. Kita sosok tinggi lagi, Kak. Kita sosok tinggi. Ini harus membungkuk nih. Tuh. Kita pakai sosok tinggi lagi, Guys. Sosok tunggu kiris. Gelap, gak kelihatan apa-apa. Parah, mata gua mau buta, cok. Ke kamar kah? Parah, sakit mata gua guys. Gela banget, Guys. Apa itu? Apa ini? Apa ini? Apa itu? What is that? Hah? Lemari. Lemari ini tadi. Hah. Hah. Bisa digeser. Gak bisa didorong. Lemari bisa didorong, Guys. What the hell? Ada ruang rahasia di rumah kita, Guys. Ruang rahasia, ya benar, ruang rahasia kata Gia, kata pita. Oke, gua geser terus. Gua masuk. Hah, atap. langit-langit sebuah pintu. Ini lantai yang tempat sepeda. Hah? Tempat kita mau merakit sepeda dan mengecet sepedanya anak kita. Pel twist kah? Oke. Oke. Satu pintu lagi ya nih. Guys, is it for real? Is it for real? Guys, ibu kita gak istri kita gak pergi. Anjir, gua merinding, cuy. Mana yang ketuk-ketuk guys? Is it for real, guys? Guys, apa yang terjadi, Guys? Siapa yang bunuh, Guys? Istri dan anak kita siapa yang bunuh? Mereka gak salah apa-apa. Buka ini polisi. Anjir, kaget gua. Hah. Hah. Ah, ini kan kita looping doang di rumah kita. [ __ ] Hah? Siapa ini? Ayah. Anjir sampai mukanya babak belur gitu cuk. Semua badan digebuk kah? Berdarah aja. Bisa gua geser lagi gak? Ah, Kovin. Oh my God. Lehernya ditusuk, matanya dicongkel. Istri kita Who did this? TV nyala tiba-tiba. namin. I found out his first name was Frankin. menandit Finding father. Thanks for play kayaknya gua tahu deh, Guys, penjelasannya, Guys. Guys, selama ini ibu gak pernah meninggalkan kita. Di saat ibu di dapur mau meninggalkan kita, ibu enggak benar-benar pergi, Guys. Dan di saat terakhir anak kita bentak kita, Guys. Anak kita juga sebenarnya enggak pergi, Guys. Atau enggak kabur atau enggak diasuh oleh orang lain, Guys. Namun yang terjadi adalah karena seorang suami ya atau sang ayah mengidap alkoholik, Guys. Anaknya dan juga istrinya yang di gudang atas itu. It’s it’s for real, man. It’s for real. Dan yang melakukan itu, Guys, di saat sang ayah tukang minum alkohol dan pemarah, yang melakukan itu adalah kepada anak dan istrinya. Sumpah gua gak bisa cerita, Guys. Ini terlalu dark, Guys, teman-teman, ya. Sorry, Guys. Gua enggak bisa. Aduh, ini apa lagi? bocil satu game lagi. Gua enggak bisa ngelanjutin ini, Teman-teman. Ini dark banget, Teman-teman. Gua enggak bisa lanjut penjelasannya juga. Gua enggak bisa lanjut cerita. Intinya, Guys, stop mabuk-mabuk, Teman-teman, ya. Minumlah sebatasnya. Jangan sampai mabuk dan jangan sampai jadi pecandu, Teman-teman, ya. Oke. Oke. Nih buat yang minum sebatas itu buat yang udah dewasa dan udah punya udah kerja ya dan e diperbolehkan sama enggak tahu entah siapa ya. Intinya jangan sampai mabuk-mabuk, Guys, ya. Kalau bisa jangan minum, ya. Kalau bisa jangan minum. Kalau bisa jangan minum. Minum air putih boleh. Intinya guys yang bocil satu game lagi entar dulu. Intinya, Guys, mayat di atap itu beneran, Guys. Itu adalah sang istri dan anak dan yang membunbun, Guys. Gua bisa cerita yang membunuh mereka adalah

Yuk Join Discord paling rame se-Indonesia buat cari temen!: https://discord.com/invite/motionime
Top up semua game di windahtopupstore!: https://www.instagram.com/windahtopupstore/
Festival Motionimefest: https://www.instagram.com/motionimefest/
Toko top up game ku Windah Topup: https://windahtopupstore.com/
Follow Instagram ku: https://www.instagram.com/windahbasudara/?hl=en

———————————————————————————————–
Sebut nama oleh nightbot langsung aja ketik !sebutnama

Terima kasih buat yang sudah mampir, dan yang sudah like, share, dan subscribe!

Stream ini tidak membuka donasi teman- teman 😊. Donasi-kan lah ke anak yatim piatu atau orang- orang yang lebih me mbutuhkan, hal tersebut sudah menjadi bentuk donasi ke stream ini, terima kasih. Atau kalian bisa donasi ke sesama yang membutuhkan di https://kitabisa.com/​
————————————————————————————————

nightbot commands:

!discord
!topupstore
!sebutnamaku
!instagram

#WindahBasudara #fadingfathers