Misteri Hilangnya Nyawa Diplomat Kemlu Arya Daru, Susno Duadji Jelaskan Hal Ini
Daru pengayunan masih belum terpecahkan. Terkini jejak terakhir Arya terlihat dalam rekaman kamera pemantau. Penyelidikan kasus kematian Diplomat Muda Kementerian Luar Negeri Arya Daru Pangayunan masih berlanjut. Dalam rekaman kamera pemantau atau CCTV terlihat momen terakhir Arya yang masuk ke dalam kamar in the coastnya pada Senin malam sebelum ditemukan tewas pada Selasa pagi. Senin malam korban terlihat seorang diri baru kembali ke kamar in the tak berselang lama Arya kembali keluar kamar membawa sebuah kantong plastik hitam diduga hendak membuang sampah. Setelah itu, korban kembali masuk ke kamar. Selasa pagi, dua pria di depan kamar korban mencoba menelepon dan beberapa kali mengetuk pintu kamar untuk mengecek keberadaan korban. Karena korban tak kunjung menjawab, salah satu pria yang diduga penjaga the cost berusaha membuka kamar menggunakan kunci cadangan. Namun, tak berhasil hingga akhirnya mencongkel jendela lalu membuka pintu dari dalam kamar. Polisi menyebut kamar korban dibuka setelah sang istri yang berada di Yogyakarta menghubungi penjaga cost sebab korban tak bisa dihubungi. Untuk memecahkan kasus ini, polisi bahkan kembali melakukan olah tempat kejadian perkara pada Rabu. Dalam olah TKP lanjutan ini, polisi melakukan proses identifikasi terhadap sejumlah barang milik korban di kamar indosnya. Selain memeriksa CCTV, polisi juga masih menunggu hasil otopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban. Polisi juga akan memeriksa sidik jari yang ditemukan pada lakban yang melilit kepala korban. Kita sudah melakukan olah TKP. Kemudian ee untuk lebih memantapkan lagi oleh TKP barusan tadi dari tim Piden Mabes Pori untuk membantu kita untuk membuat lebih terang apakah ini ee ee korban ini benar-benar meninggal karena apa gitu kan. Nah, ee sementara prosesnya masih dalam proses pendidikan. Mas. Polisi kini telah memeriksa lima orang saksi antara lain istri korban, penjaga kos, tetangga kos korban, dan rekan korban. Tim liputan Kompas TV. Siap. Untuk membahas lebih dalam terkait kasus tewasnya diplomat muda di kamar indosnya, kita akan berdiskusi dengan mantan KBRS Krimori e Komjenjen Purnawirawan Susno Duaji. Selamat malam, Pak Susno. Selamat malam, Mas Rahmad Ibrahim. Selamat malam para pemirsa. Baik, ini banyak yang menantikan teka-teki kasus kematian Diplomat Muda Arya Daru ini. Rekaman CCTV ada dua orang yang mendobrak e yang membuka pintu kamar kos korban. Apa yang bisa Anda lihat? Karena kok tampaknya tidak kaget ketika membuka pintu kabar ee kamar tapi ada korban di situ. Baik. Jadi dalam kasus meninggalnya seseorang itu ada satu ee meninggal karena wajar, sakit misalnya karena sudah tua. Yang kedua meninggal karena tidak wajar. Nah, tidak wajar itu bisa bunuh diri, kecelakaan, atau dibunuh. Nah, untuk menentukan wajar apa tidak ini sangat tergantung pada hasil pengolaan TKP tempat kejadian perkara. Apa yang dikelola di situ? Pertama, bagaimana kondisi korban? Heeh. Kedua, adakah bukti-bukti yang didapatkan di TKP? Sidik jari. Nah, sidik jari yang paling memungkinkan itu adalah lakban di kepalanya. Heeh. Di lakban itu apakah hanya sidik jari korban atau ada sidik jari orang lain di lakban itu? Kalau ada sidik jari orang lain, berarti yang memasang lakban itu ada orang gitu. Yang ketiga, sidik jari di atas benda-benda di situ dan termasuk sidik jari di pintu. Oke. Yang berikut saintifiknya adalah HP. HP korban harus dibuka dengan siapa dia berbicara, dengan siapa dia WA, dengan siapa dia berkomunikasi, dan apa pembicaraan atau apa komunikasinya. Oke, yang berikut adalah scientifik lagi dibuka juga CCTV. CCTV tidak cukup dicuplik pada bagian saat pintunya didobrak. Heeh. Tapi jauh sebelum itu. Misalnya dia ada membuang sampah masuk lagi. Kemudian termasuk adakah orang lain yang lewat di situ selama sekian jam setelah dia setelah dia membuang sampah. Oke. Karena waktu membuang sampah dia masih hidup kan, masih berjalan masuk. Nah, Pak Sus setelah membuang I. Oke. Tapi kalau misalkan Anda melihat di CCTV tadi yang kami putarkan ada dua orang yang berada di depan ee kamar kos korban, Anda di reserse sangat berpengalaman. Ada kecurigaan tidak kalau misalkan melihat dari gesture kedua orang ini atau ekspresi karena kami tampilkan cukup jelas nih CCTV-nya Pak Susno. Setiap orang yang paling berdekatan dengan korban sebelum korban meninggal itu semuanya harus dicurigai. Walaupun kita tidak boleh memvonis bahwa dialah pelakunya tetapi harus dicurigai. Nah, kecurigaan itu nantinya bisa dibuktikan dengan hasil pemeriksaan. Heeh. Hasil penyelidikan diperiksa. Diperiksanya apa saja? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang dilemparkan. Heeh. Kemudian yang berikut adalah kalau serse yang berpengalaman dia akan membaca gerak tubuh, cara berbicara, sikap dan sebagainya. Insyaallah saya yakin ini ee bisa terungkap gitu ya. Kenapa bisa terungkap? HP ada, sidik jarinya ada, CCTV ada, kemudian ee apa namanya? Nanti hasil-hasil pemeriksaan lain termasuk dari istri, dari saksi yang mengetahui, saksi yang mendobrak dan sebagainya insyaallah bisa terungkap. Kalau menurut Anda ini yang yang bikin agak tantangan, bikin lama apa ini 2 hari kan kalau misalkan CCTV ada sidik jari ada juga diilakban HP secara digital bisa di trake juga bagaimana histori percakapan terakhir Pak Susno? Iya. Tidak kalah penting adalah hasil daripada pemeriksaan otopsi. Karena hasil dari otopsi itu akan menjawab apakah korban misalnya meninggal karena menegak obat. Apakah korban pada tubuhnya ditemukan ada hal-hal yang gagal gitu? Misalnya ada bekas pukulan, bekas tusuan, dan lain sebagainya. Ya, jadi itu akan menjawab semua penyebabnya. Setelah menjawab penyebabnya misal diketahui wajar atau tidak wajar. meninggal karena ee sebab biasa atau meninggal karena dibunuh. Nah, akan terjawab semua. Ini agak lengkap ini ya. Kenapa saya katakan agak lengkap? Dari semula saya katakan mulai s jari, CCTV, HP, hasil daripada ee laborat gitu. Insyaallah itu akan berbicara semua nanti. Heeh. Kalau melihat dari sistem keamanan di Indecost ini karena CCTV lengkap bahkan akses pintu aja digital. Artinya sebetulnya instrumen-instrumen atau alat bukti yang bisa mengungkap misteri ini sebetulnya mudah didapat ya Pak Susno ya bisa didapat ya termasuk misalnya alat masuk ke pintu dibuka dengan kartu digital. He. Bukan berarti bahwa yang mempunyai kartu itu ee hanya si korban, si pemilik kamar. karena kartu kartu-kartu digital dan sebagainya kan itu bisa di bisa diset gitu dengan kartu lain ya. Jadi segala kemungkinan ada gitu dan saya yakin bahwa Polri telah ee tidak banyak mengekspos dulu, tapi dia sudah banyak mendapatkan informasi-informasi untuk mengungkap kasus ini. Insyaallah gitu. Eh, apakah cukup dengan yang ada di TKP saja e investigasinya atau juga ditarik ke belakang ke sebelum korban pulang ke kamar indokot misalkan dari instansinya dari Kementerian Luar Negeri atau bagaimana menurut Anda? Semua tidak cukup hanya yang di situ saja. Karena kemeninggalan seseorang itu kalau meninggalnya tidak wajar karena dibunuh tarolah pasti ada sebab ya. Heeh. Sebabnya bisa sebab ekonomi karena dirampok atau dicuri barangnya, bisa sebab dendam, bisa sebab karena asmara, bisa sebab karena persaingan. Nah, itu harus diungkap. Nah, untuk mengungkap itu ya mulai teman terdekat di kantor ee atasannya, teman-temannya yang lain, kemudian termasuk istrinya juga karena biasanya istri tempatnya menyampaikan suatu keluhan gitu kan. Dari situ bisa diungkap saya yakin Polri telah memeriksa semua dan mana yang paling memungkinkan dari sekian praduga. Oke. Baik. Baik. Terima kasih Komjen Prawirawan Susno Duaji, mantan kabar es krim Polri telah menyampaikan pandangannya e soal kasus ini di program Kas Malam hari ini. Terima kasih Pak Susno. Terima kasih Mas Rahmat. Selamat malam pemirsa. No.
JAKARTA, KOMPAS.TV – Teka-teki meninggalnya diplomat muda, Arya Daru Pangayunan, hingga kini masih belum terpecahkan.
Terbaru, jejak terakhir Arya terekam dalam kamera pemantau atau CCTV.
Untuk membahas lebih dalam terkait kasus kematian diplomat muda di kamar indekosnya, simak diskusi bersama mantan Kabareskrim Polri, Susno Duadji.
#diplomatkemlu #misteri #susnoduadji #ijazahjokowi #ijazahjokowipalsu #pemakzulangibran
Sahabat Kompas TV Pontianak, jangan lupa like, share dan subscribe channel YouTube Kompas TV Pontianak, aktifkan juga lonceng notifikasi agar selalu update mengenai berita terkini dan terlengkap di Indonesia.
Media sosial Kompas TV Pontianak :
Instagram: https://www.instagram.com/kompastvpontianak
Facebook: http://facebook.com/kompastvpontianak
YouTube: http://www.youtube.com/KompasTVPontianak
Twitter: http://twitter.com/KompasTV_PTK
E-mail: kalbar@network.kompas.tv
No. Telp: 0561-8120091
Jangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam nonstop di https://www.kompas.tv/live
Sahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv
#KompasTV
#KompasTVNetwork
Kompas TV
Independen | Terpercaya