BAYI MOMON JATUH CINTA KEPADA BAYI ATUN UNTUK PERTAMA KALINYA !! Feat @sapipurba Minecraft
Atun. Yah. Kenapa Mon? Makasih ya hari ini. Kalau begitu setelah nanti besar aku akan menikah dengan kamu. Hah? Menikah? Atun. Bangun. Kamu harus ke sekolah. What? Oh no. Atuh cepat entar kamu terlambat loh sekolah. Ya ampun. Oh iya aku baru ingat hari ini kan pertama kali aku ke sekolah. Aduh dan aku itu malas banget. Aku ngantuk banget. Aku malas ke sekolah. Aku pengen tidur aja deh. Ya udah kita tidur lagi ya teman-teman ya. Atun bangun. Yah, padahal aku masih ngantuk. Iya, iya iya, Pah. Ayolah kita turunlah. Kita turunlah. Aduh, kenapa sih kita mesti sekolah-sekolah? Ayah, pagi, Papa. Oh, pagi, Tun. Ayo cepat kamu makan sarapan kamu, ya. Aduh, sebenarnya aku malas banget ke sekolah. Soalnya teman-teman di sekolah itu kita enggak tahu mereka jahat atau enggak. Bisa aja mereka jahat-jahat kan, Teman-teman. Oh, aku tahu. Aku mau bikin alasan aja deh. Pa, pa, Pa. Sepertinya aku enggak bisa pergi sekolah, deh, hari ini. Badan aku kayaknya panas. Kamu boleh cek pakai termometer. Ya ampun, Atun. Kamu jangan kebanyakan main Roblox deh. Ah, enggak ada, gak ada, gak ada. Cek termometer ya pokoknya. Hari ini kamu baru masuk ke sekolah. Jangan bikin alasan aneh-aneh ya. Papa tahu kamu itu sehat. Udah cepat makan. Pak, aku malas ke sekolah. Entar ketemu sama teman yang aneh-aneh. Enggak mau, Atun. Kamu kan belum ke sana. Bagaimana kamu tahu kalau teman kamu aneh-aneh? Dan sekolah itu bukan hanya soal teman loh. Tapi kamu juga harus belajar biar jadi pintar. Ih, ya udahlah. Ya udahlah. Aduh. Okelah, okelah kita makanlah. Mana sih makanan kita? Oh, ini. Oh, ayam goyang. Aku suka ayam goy ingat ya, Tun, entar kalau ketemu teman baru harus baik ya. Jangan jahat sama teman. Apalagi kalau ketemu cewek. Kita sebagai cowok harus mengalah dan melindungi karena cewek biasanya lebih lemah dari cowok. Oh, begitu ya. Baiklah. P. Pokoknya kalau kamu jadi anak baik, entar papa beliin kamu snake kesukaan kamu saat kamu pulang. Hah? Snack kesukaan? E, Papa, Papa, Papa beneran nih? Beneran nih? Papa janji ya enggak boleh bohong loh. Iya, yang penting Atun jadi anak baik di sekolah. Iya, P. Tenang saja. Wah, asik asik asik. Aku mendapatkan snack kesukaan aku. Ye ye, Pak, aku udah selesai makan, Pah. Ayo, ayo kita berangkat sekarang, yuk. Ayo. Oke. Oke, mari kita berangkat, Tun. Wah, ini sekolahnya. Sepertinya asik deh, anak-anak. Ayo masuk. Sebentar lagi mau dimulai. Oh, itu Bu gurunya. Udah cepat masuk tun. Entar sorean baru papa jemput ya. Oke, bye Papa. Selamat pagi, Bu Guru. Selamat pagi. Salam kenal. Aku Guru Santi. Nama kamu siapa? Halo, Bu Santi. Namaku Atun. Wah, pintar. Nah, Atun sekarang masuk dulu ya. Di sana sudah ada teman-teman yang lain. Bao ayo ayo kita coba masuk. Eh, tunggu dulu. Katanya sudah ada teman yang lain. Kira-kira siapa ya? Ayo kita coba lihat-lihat. Hmm, di mana ya kelasnya ya? Eh, di sana ada anak. Oke, oke, oke. Kita akan ke sana ya. Oke, kita dekatin coba. Oh, dia lagi menggambar-gambar. Gambar apa sih ini? Oke, kita gambar tangannya. Kekya. Eh, di mana pewarnaku? Hah? Eh, pewarna bukannya ini? Aku bantuin enggak ya? Kita perlu ambil gak sih, Teman-teman? Hmm. Tapi aku enggak kenal, Teman-teman. Ya, udahlah enggak usahlah. He, eh, tunggu, tunggu, tunggu, tunggu. Kalau enggak salah, Papa kan bilang kalau ketemu cewek kita harus melindungi dan mengalah. Waduh, kalau enggak aku bantuin entar aku gak dapat snack dari papa lagi. Ya udahlah kita bantuin deh. Nih nih nih. Halo. Eh, ya. Halo. Nah, ini pewarnanya tuh. Oh, iya loh. Ini pewarna yang dari tadi aku cari-cari. Makasih ya. Ngomong-ngomong aku murid baru hari ini. Namaku Momon. Salam kenal ya. Uh, ternyata teman aku cukup keren ya. Iya. Salam kenal, namaku Atun. Wah, untung bukan teman-teman yang aneh ya, Guys, ya. Baguslah kalau begitu. Sore ini aku pasti dapat snack dari Papa. Cihwi, Cihwi. Ngomong-ngomong kamu lagi gambar apa? Oh, ini aku lagi gambar pipa. Gimana? Bagus enggak? Wah, bagus sekali gambarnya. Aku suka gambar kamu. Terlihat keren. Sepertinya kamu adalah orang yang sangat berbakat deh. Wow. Iya, makasih ya. Eh, aku jadi malu deh. Aduh, aku dipuji sama dia. Wah, sepertinya dia senang nih. Memang sudah betul kalau mau jadi anak baik kita harus muji-muji dia biar aku dapat snack dari papa. Yey. Meanwhile. Halo, anak-anak. Ayo kita akan mulai pelajaran kita yuk. Baik. Baik Bu. Nah, sekarang atun duluan. Coba baca ini apa? Hah? Baca. Coba aku lihat. Kita baca. Oh, ini mah gampang-gampang. Eh, A B A B. Bagus. Sekarang Momon ayo kemari coba baca. Iya, Bu. Ayo coba baca ini. Oh. Bukan. Yang pertama ini adalah A. Coba baca. A. Bagus. Terus yang kedua ee E bukan E tapi B. Coba baca lagi. E. Oke, kita lewat dulu. Setelah ini apa? Oke. Baik. Pelajaran hari ini sampai di sini dulu ya. Untuk Mamon entar di rumah belajar lagi ya. Sekarang kalian belajar sendiri dulu. Baik, Bu Guru. Yeay, akhirnya waktu istirahat. Ye, ye, ye. Heh, kenapa dia? Wah, ayolah kita samperin dah, Mon. Kamu kenapa, Mon? Aku enggak bisa membaca. Ya ampun. Ya udah, ya udah, ya udah. Mmm. Sebentar ya. Kita di sini aja lebih gampang. Ini deh. Jangan kau berdiri meja agak sopan. Samping aja kau duduk. Gak bisa l kejauhan L Mon gak bisa ajarin. Ya udah aku kasih tahu kamu ya. Kamu coba lihat bukunya itu di sana itu. Kamu lihat tuh yang yang huruf pertama kamu bilang apa? O. Nah itu bukan O. Coba kamu perhatikan mulut kamu. Kalau O itu bulat dan itu bentuknya apa emang? Bulat bukan kan? Atasnya bulat bukan? Kalau kamu coba peragakan mulut kamu seperti itu pasti ngomongnya eh coba ngomong eh. Y bener kan? Kamu tinggal lihat aja bentuknya. Kalau bentuknya buka mulut kayak gitu buka aja. Ah, gitu loh. Gampang kan? Nah, udah benar. Nah, sekarang yang kedua nih. Yang kedua apa tadi kamu bilang? E. Nah. Nah, kamu hampir benar tapi ada salahnya. Coba kamu lihat di sana itu mirip apa? Mirip bibir. Coba kamu bikin bibir kamu begitu, Be. Nah, bikin bibirnya monyong dulu, B. Nah, jadi dia ada kena bibirnya B gitu. Coba monyong. B hampir, hampir benar, hampir benar, hampir benar itu. Nah, coba bek gitu. Bek. Nah, udah benar. Coba. Coba lebih cepat lagi. Be. Nah. Begitu. Tapi jangan gitu ya. Itu gurunya marah. Oh iya iya B. Nah, udah bisa kan? Nah, coba kamu baca sekali lagi dari atas sampai bawah. A B A a A Nah, sudah benar. Ih, ternyata kamu pintar Ron. Kamu cuma kurang ngerti aja. Kalau belajar langsung bisa. Iya, iya. Ternyata aku anak pintar ya. Hm. Cuma malas doang. Aduh. Entah kenapa ya? Ternyata Antun bukan cuma pintar, dia juga baik ya sama aku. Yes. Aku kembali melakukan kebaikan nih. Papa pasti senang. Anak-anak sekarang jam makan ya. Ayo semuanya ke kantin. Oke. Bye Bu Guru. Ayo ayo ayo di sini di sini. Oh aku mau duduk di mana, ya? Kita duduk bareng aja yuk. Ma kamu duduk di sini? Aku duduk di sini. Nah. Nah, kayak begini. Sekarang makanannya apa? Oh, ini atun kita dapat ikan dan apel. Uh, aku suka banget sama ikan. Oh, iya ikan sama apel. Kalau apel sih aku suka, tapi aku enggak suka makan ikan. Ya ampun, gimana ini? Kata Bu Guru, kita enggak boleh sisain makanan. Nyam nyam nyam. Iya. Habis nih. Enggak ada ikan lagi ya. Hah? Heh tunggu. Si Momon itu suka makan ikan. Gimana kalau kita kasih dia aja bagian kita? Biar kita tidak dimarahin Bu Guru, papa juga akan berikan kita snack. Oh iya iya iya. Kita jadi anak bayi. Oh iya iya. Momon ini kamu suka ikan ya? Kasih kamu ikan. Nih nih ikan buat kamu nih. I serius? Iya, buat kamu. Makasih ya. Aduh, aku jadi salting nih. Ternyata dia perhatian banget. Dia tahu aku suka makan ikan terus dikasih ny. Oke, kalau gitu kita makan apel aja. Atun, atun, atun. Hah? Kenapa Momon? Karena tadi kamu perhatian banget. kasih aku ikan. Aku mau kasih kamu sesuatu nih. Ini nih nih untuk kamu. Wah, roti. Aku suka makan roti. Wah, makasih ya momonnya. Wah, ternyata kalau berbuat baik itu enak juga teman-teman ya. Kita bisa dikasih sesuatu sama mereka. Wah, sudah habis nih. Kenyang banget. Makasih ya, Momon ya, sama roti-rotinya. Iya, sama-sama. Makasih juga ya ikannya. Iya, anak-anak sekarang waktunya jam tidur siang, ya. Ayo ke lantai dua semuanya. Wah, ternyata ada tidur siang. Asik, asik, asik. Ayo, Mon. Kita tidur siang, yuk. Ayo, ke atas, ke atas, ya. Baik, Bu Guru. Eh, bukan lewat sini. Salah kita lewat sini. Oh, ke lantai dua katanya, Mon. Ayo, ayo kita ke lantai dua sekarang juga. Oh, ini dia. Aku mau yang warna biru ya, Mon ya. Kamu mau warna apa, Mon? Warna pink ada enggak sih? Tapi enggak keren yang pink ini. Cuma kayak Oh, ini nih nih ungu aja dah. Ya, asik asik asik. Aku bau tidur siang. Oke, tidur. Eh, kayaknya waktunya sayang nih kalau untuk tidur. Dari tadi kita cuma makan sama belajar, belum sempat main sama Atun. Kayaknya daripada tidur bagusnya aku ajak Atun untuk main deh. Atun, Atun, Atun. Eh, ya, Momon. Kenapa, Momon? Eh, aku enggak ngantuk nih. Kita main yuk. Hah? Main emang boleh. Kita kan disuruh ini jam jam tidur. Ya, daripada tidur bagusnya kita main aja. Dari tadi kan kita cuma belajar, belum sempat main. Oh, gitu ya. Kamu ingin main ya, Monya? Iya. Waduh, Teman-teman. Kata Papa kan kita harus saling menolong karena Mama pengen main dan belum mau tidur. Ayo deh. Ya udah kita bermain-bermain tapi jangan sampai ketahuan sama Bu Guru ya. Nanti Bu Guru marah-marah. Ngomong-ngomong kita mau ke mana mainnya, Mon? Hmm, gimana kalau kita main di tempat taman? Kayaknya seru tuh. Iya, ya. Ya, ya. Ayo kita coba ke sana. Kita akan coba lihat-lihat. Wah, Mon. Kamu lihat, Mon. Ternyata bagian belakangnya bagus sekali. Ada tempat bermain mobil. Ayo, ayo, ayo. Kita harus hati-hati. Jangan sampai ketahuan. Ada itu tuh. Gak bisa, gak bisa, gak bisa. Kita lewat sini aja deh. Ha. Ayo. Iya. Ayo. Woi, woi. Wah, wah. Kita bisa main mobil-mobilan di sini, Mon. Asik. Oke. Oke. Aku pilih warna hijau. Aku suka warna hijau nih. Oke. Aku pilih warna biru. Kita akan balapan ya, Monia. Baiklah. Oke, kita piw. Aku mau kejar kamu. Eh, tunggu, tunggu, tunggu. Aku gak boleh kejar dia, Teman-teman. Kata Papa kita harus mengalah. Kita kasih dia menang aja deh, yang penting dia senang ya, Teman-teman, ya. Wow. Wow. Ayo, sekali lagi. Sekali lagi, Mon. Oke. Ah, kita lewatin. Hm. Ih. Ih, si Atun lebih cepat dia. Oh, lebih cepat. Kita harus kalah. Oh, kita harus mengalah, Guys. Ah, kita di belakang. Uh, lihat aku menang ini si Atun. Kayaknya dia mengalah sama aku. Aku jadi sat nih. Dia perhatian banget deh. Ayo Atun, sini sini balong. Ayo. Wah, sepertinya dia senang ya kalau menang ya. Baiklah kita harus mengalah dan kasih dia menang, guys. Oke, ayo ayo ayo ayo ayo Mon. Kita harus taruh lagi ke sini Mon. Sepertinya kita udah mainnya udah kelamaan. Kita taruh lagi dan kita harus kembali. Kalau enggak entar Bu Guru tahu kita pergi. Iya, cepat cepat. Wah, wah asik banget ya kita mainnya ya hari ini. Entar besok kita main ini ya. Oke, oke. Kayaknya seru nih kalau main ini besok. Eh, tunggu, tunggu, tunggu, tunggu. Hati-hati. Oh, dia lagi hadap belakang belakang langsung langsung kabur kabur. Ayo, ayo, ayo, cepat, cepat, cepat. Kita cepat-cepat ke janjang. Oke, sip. Ayo, M. Ye. Ayo, ayo kita pura-pura tidur. W A. Oke, udah udah udah. Ayo, Mon. Bangun, Mon. Iya, iya. Anak-anak, kalian sudah tidur kan? Nah, sekarang saatnya kalian bermain di ruang permainan lantai ya. Hah, ada permainan lantai tig Mon. Ternyata sekolah ini bukan cuman belajar doang dan main-mainnya. Aku senang nih. Aku besok pengen kembali lagi ke sekolah. Gimana menurut kamu, M? Kamu suka enggak sama sekolah ini? Suka dong. Asik-asik. Ayo, ayo, Mall. Ayo, Mor. Makasih, Bu Guru. Ayo, ayo, ayo. Aku enggak sabar ingin bermain. Ayo, ayo, ayo, ayo. Let’s go. Let’s go, let’s go. Wah, tempat bermainnya besar sekali. Aku suka. Oke, kita lihat dulu di sini ada apa. Wih. Wah, ini enak sekali. Wow. W. Ayo, K. Ayo, ayo, ayo. Coba coba kita lihat di sini. Trampolin. Asik, ada trampolin. Asik-asik trampolinnya. Eh, Mon di sini coba-coba. Oh, di sini juga ada trampolin, Mon. Ayo. Ao. Kita coba trampolinnya. Aku yang besar ya. Aku mau yang besar. Yang besar kena atas terus nanti kepalamu benjol. Benar. Oh iya benar. Kepala benjol. Toeng toeng toeng. Asik asik asik asik. Aku bisa loncat tinggi. Yeay. Eh ini ada rumah-rumahan nih. As nih. Eh rumah-rumahan? Iya. Kita kita berdua main yuk. Aku akan jadi mama dan kamu jadi papa. Ah, gimana Atun kamu mau enggak jadi papa bersama aku di rumah ini? Ayo kita main papa mama bareng. Waduh, sebenarnya aku sih enggak ngerti mau main apaan ya. Tapi kan kata Papa, kita kan harus saling membantu dan berbuat baik. Yang namanya berbuat baik ya harus temenin ya, Gak sih? Ya sudahlah. Kok cuma memen jadi papa? Aku ngerti kok. Ya udah, oke deh. Ee kita akan bermain papa mama ya. Aku setuju. Ayo. Yeay. Aduh, ternyata dia mau dong main papa mama sama aku. Aduh, aku jadi malu banget deh. Nah, tapi sebelum kita main ini, ayo kita lihat-lihat tempat lain dulu yuk, Mon. Ayo, ayo. Nah, ada apa lagi di sini ya? Eh, Tun, Tun, Tun. Kamu lihat di atas itu kok ada pintu, ya? Kenapa? Oh iya loh. Kok di atas sana ada pintu. Hmm. Aku penasaran tuh tuh tempat apa ya? Hah? Gimana naik ke atasnya nih? Oh, aku tahu. Gampang-gampang ini, Mon. Kita hanya perlu parkour dari sebelah sini, Mon. Nah, ada tangga-tangganya, Mon. Uh. Por. Emang kamu bisa, Pur? Iya. Kamu mau enggak? Aku enggak berani. Takut ketinggian. Oh, tenang tenang. Namanya ini playground lantai-lantainya itu sudah di ditaruh busa, Mon. Jadi aman kita kalau loncat-loncat di sebelah sini. Coba ya aku ya. Piung. Nah, gitu aja. Gampang-gampang loh, Mon. Piung tuh kan. W hati-hati, Tun. Wih, keren. Piung tuh. Uh, piung. Nah, aku mah kalau aku mah di mana-mana semua udah tahu aku nih raja parkour. Aku memang hebat bermain parkour, Mon. Ih, at ni kok keren banget sih? Kok bisa pak juga ternyata pokoknya Mon demi kamu aku ke atas coba lihat ya itu apa ya Mon ya? Iya iya. Wih, Atun keren. Demi aku dong jadi saling deh dengarnya tiung. Ah udah sampai Mon. Sekarang aku akan masuk ya. Lihat. Oke. Loh. Loh. L loh. Kok enggak ada apa-apanya di sini? Hmm. Ei, kamu mau ngapain? Enggak, enggak. Loh, loh. L, L, loh, si Momon kenapa? Coba coba, coba kita cek. Loh, loh, L, L, loh, kenapa itu? Halo, adik kelas. Sepertinya kamu ada permen ya. Abang mau minta dong. Enggak, enggak. Ini pemberian Mama dan aku akan makan setelah pulang ke rumah. Apa kamu bilang kalau kamu enggak mau kasih, aku pukul loh. Eh, jangan tolong. Tolong. Wah, si Momo minta tolong tuh. Dan kalau aku tidak menolong dia, artinya aku tidak melindungi dia. Artinya aku tidak dapat snack dari Papa. Enggak boleh. Kita tolong dia. Hei, hentikan semuanya ini. Stop, Mon. Belakang aku, Mon. Iya, iya, Pak. Uh, Atun keren seperti pangeran. Ih, mau nolong aku nih. Jangan kamu ganggu Momon, ya. Heh, anak kecil. Kamu mau gantiin dia dipukul? Hah? Cepat pergi sana. Aku tidak akan pergi karena aku harus melindungi temanku ini. Uh. Et kamu keren banget loh. Ih, keren nih. Baiklah karena kamu sok jagoan. Oke, aku janji tidak akan ganggu kalian. Tapi kamu harus bisa menyelesaikan tantangan. Hah? Tantangan apa nih? Gampang kok. Di tempat ini aku yang kuasai. Kalau kamu bisa menembak panah-panah itu dari tempat profesional dan kena pas di tengah, aku akan pergi dari sini dan tidak akan mengganggu kalian lagi. Hah? Panah-panah ini? Aduh, maafkan aku. Ini kayaknya terlalu susah deh untuk kita. E, ya udah deh, aku kasih permen aja ke dia. Enggak, enggak, enggak usah, enggak usah, Mon. Tenang aja. Aku akan membantu kamu. Aku pasti bisa menembak. Hm. Baiklah, pokoknya kamu janji ya anak nakal. Kalau misalnya aku bisa tembak pas di tengah sana, kamu harus segera pergi dari sini dan enggak boleh mengganggu Momon lagi. Ya, iya. Tapi tidak segampang itu. Karena aku butuh sampai bertahun-tahun baru bisa menyelesaikan itu. Oke, kalau begitu ya. Baiklah, Mon. Sebentar ya, Mon ya. Aku tunjukkan kalau aku bisa menembak sampai di sana. Ah, iya semangat di Atun. Oke, kita akan tembak sekarang juga. Siap, Pang. Wow, aku kena bagian tengah. Tuh, tuh, tuh. Kamu bilang apa lagi? Cepat lepaskan momon dan jangan pernah ganggu kita lagi. Ih, Antun kamu keren deh. Kamu jago dalam segala hal. Aku jadi sat. Ih. E ya ampun kok dia bisa sih cuma dua kali tembak? Aku harus bertahun-tahun baru bisa menyelesaikan itu. Oh tidak. Anton kamu melakukan hal apa lagi ya? Waduh ibu guru ini Bu Guru si Anton mau ambil permen aku terus kita mau dipukul katanya kalau enggak kasih. Iya iya benar sekali Bu Guru. Si Anton tuh nakal-nakal. Eh, Anton, padahal Ibu Guru udah bilang ya, jangan pernah nakal lagi. Eh, sepertinya kamu harus dihukum lagi deh. Tidak. Baiklah anak-anak, hari ini sampai di sini aja ya. Kalian pulanglah bersama orang tua kalian. Baik, Bu. Yes. Aku berhasil melewati hari ini dengan baik. Artinya adalah aku akan mendapatkan snack kesukaan aku dari Papa. Hi. Atun. Yah, kenapa, Mon? Makasih ya, hari ini. Aku enggak tahu ternyata kamu sangat membela aku. Ah, baiklah kalau begitu. Setelah nanti besar aku akan menikah dengan kamu. Hah? Menikah? Enggak mau. Aku enggak mau menikah sama kamu. Menikah itu merepotkan. Loh, bukannya hari ini kamu terus membela aku? Bukannya supaya bisa menikah dengan aku di masa depan. Oh tidak. Hari ini aku terus berbuat baik karena papa sudah menjanjikan aku. Kalau aku menjadi anak yang baik, melindungi dan membantu cewek yang ada di sini, aku akan diberikan naik kesukaan aku baru aku bantu. Bukan mau menikah. Eh, ternyata selama ini kamu berbuat baik sama aku cuma mau snek doang ya. Sini kamu. Enggak enggak enggak enggak. Ya ampun, Papa Mama ada yang mengamuk. Tidak, tidak. Oke deh, Teman-teman kalau kalian suka dengan videonya jangan lupa dikasih like, share, dan subscribe. Dan atun berterima kasih kepada teman-teman semua yang sudah menonton dari awal sampai akhir. Sampai ketemu lagi di next video berikutnya, guys. Bye. by
BAYI MOMON JATUH CINTA KEPADA BAYI ATUN UNTUK PERTAMA KALINYA !! Feat @sapipurba Minecraft
Jangan Lupa untuk di Subscribe Channel @MOOMOO :
https://www.youtube.com/channel/UCqzxU2_l0r_48-RAy0lBHWg
#BANGJBLOX #minecraft #minecraftindonesia
IKUTI JUGA :
▶Bussiness : jblox.official@gmail.com
▶Tiktok : @bangjblox.tiktok
▶Instagram : https://www.instagram.com/andi_jblox/
▶Roblox : https://www.roblox.com/users/2388521656/profile
▶Group : https://www.roblox.com/groups/9697953/BANGJBLOX-FAMILY-2nd#!/about
▶Discord : https://discord.gg/Pc9Hw76n7X