100 Hari Pengusaha di Minecraft

Uang adalah hal yang jarang orang bicarakan. Dia bisa jadi sumber kebahagiaan, tapi juga bisa jadi sumber kesengsaraan. Ibu, Ibu, aku mau sekolah, Bu. Dunia lagi dilanda krisis ekonomi dan aku tinggal di sebuah desa yang rusak dengan kondisi ekonomi yang terpuruk. Bahkan aku hanya bermodalkan motivasi untuk memulai bisnis dengan harapan sederhana. yaitu merubah nasibku menjadi orang kaya. Tapi pertanyaannya apakah akan semudah itu? Ini adalah rumahku dan desa di mana aku tinggal. Ya, tinggal di sini telinga kalian enggak akan pernah istirahat. Ada suami istri yang sering ribut. Kamu itu, ya dari kemarin aku kasih tahu kamu itu harus cari kerja. Ada orang yang tiap hari ngeluh tapi diam doang. Oh ya Tuhan, tolong berikan aku 1 miliar ya Tuhan. Dan kalau kalian berpikir aku berbeda, nope. Aku juga orang yang penuh dengan kekurangan. Lihat, Guys. Gila, sangat-sangat miskin. Kita tidak punya apa-apa, Guys. Ini stick okelah masih bisa berguna ini. Cop web sama paper buat apa, Guys? Tapi daripada terus meratapi nasib di dalam rumah, aku memutuskan untuk keluar dan aku peringatin deh untuk kalian semua. Siap-siap aja karena sepanjang jalan ini kalian akan ngelihat gimana orang-orang desa mengeluh soal uang, uang, dan uang. Konon katanya uang enggak dibawa mati, tapi ya kalau enggak punya cukup uang juga bisa bikin kalian mati. Ya, bukan maksudnya nakut-nakutin, Guys. Kita berpikir realistis. Makan butuh uang, berobat butuh uang, dan orang tua kalian berangkat setiap harinya juga untuk nyari uang. Enggak jauh beda dari orang tua kalian, aku juga pengen nghasilin uang. Ini adalah toko yang akan aku bangun untuk menjadi bisnis dan mengeluarkan aku dari kemiskinan. Dengan ide ini, aku akan jadi kaya raya dan jadi orang yang berkuasa di dunia. Oke, udahan dulu untuk ngayalnya. Sekarang kita harus mulai eksekusi. Tapi ya enggak cuman bisa modal semangat dan motivasi, Guys. Kalau kita beneran mau buka toko, hal pertama yang harus diperhatiin adalah tempat yang strategis. Tanpa ada tempat yang pas, toko kalian gak akan didatangin pembeli. Makanya aku benar-benar keliling untuk nyari tempat yang bagus karena ini hal yang krusial, Guys. Be lihat, Guys. Lihat, Guys. Woi, lu pada buset rebutan begitu dia. Oke, oke di sini cukup ramei guys. Ini oke sih. Oh, i kita bikin toko di sini aja sekitar sini, Guys. Akhirnya aku nemu desa yang kelihatan warganya makmur dan cukup ramai untuk bisa jadi calon pembeliku. Jadi langsung aja kita bikin toko baru Sando di sekitar desa ini. Hah? Kalau enggak salah hari ini jadwal mereka datang. kayaknya aku harus siapin uang dulu deh. Woi, mana nih yang punya toko? Eh, halo, Pak. Maaf, saya tadi sedang memasak. Oke, enggak apa-apa. Tapi uang keamanan lu udah ada kan? Oh, e ini, Pak. Ada, Pak. Saya sudah sisihkan. Nah, gini baru enak nih. Langsung kagak kayak toku yang sebelah pakai bertele-tele banyak alesan. Ya udah, makasih. Gua pergi dulu. Jangan lupa ya iuran selanjutnya. Dan akhirnya tokoku jadi. Wow. Tapi kalian enggak akan bisa langsung jualan di toko. Kita masih butuh yang namanya merchan self. Di dunia ini kita enggak bisa sembarangan jual-jualin barang kayak dipajang di item frame atau ditaruh di chest normal. Ada yang namanya merchant self. di mana dengan merchant self ini warga akan tahu kalau barang yang ditaruh di sana adalah barang yang diperjual belikan dan akan mengambil barangnya lalu membayarkan dengan nominal yang sesuai. Jadi aku buat merchan self dan sekarang aku tinggal pajang barang-barang baruku. Cuman di sini enaknya kita jualan apa, ya, Guys? Udah kita kita ambil yang ada di sekitar aja enggak sih, Guys? Nih. Oke, nih. Tuh, banyak nih apelnya nih. Setelah hari udah malam, aku balik ke toko untuk pajang semua item yang aku dapetin tadi. Jujur aku jualin item yang rata-rata udah ada di sekitar sini, Guys. Tapi biarin aja lah ya. Yang penting ada yang aku jual dulu dan kita akan ubah endol emerald di dompetku ini. Hap. Hap. Nice. Barang jualan udah ready, adrenalin udah terpacu. Aku benar-benar enggak sabar sampai toko ini didatangin beberapa pembeli. Oke, first day. Gila, first day toko Sando, Guys. Ih, rame enggak? Rame enggak? Rame enggak? Enggak ada yang datang sama sekali, Guys. Ini kita ini kita salah salah penempatan apa kurang cocok di sini, Guys? Enggak ada yang datang sama sekali. Apa mungkin tokoku terlalu jauh atau mungkin barang daganganku yang enggak menarik untuk dibeli. Tapi enggak ada sama sekali pembeli yang datang ke tokoku. Tapi ternyata aku cuman kurang kesabaran. Setelah setengah harian nunggu, akhirnya pelanggan pertamaku datang. Ih. Uh. Ada yang belanja, ada yang belanja, ada yang belanja, guys. Hi, masuk, Pak. Anjay. Terima kasih, Pak, telah berbelanja di Toko Sando. Sini, sini, sini. Ada banyak barang-barang bagus, Pak, di sini, Pak. Harga murah dijamin. Toko sebelah lewat, Pak. Buset. Silakan, Pak. Dipilih, dipilih, dipilih. Woi, kenapa? Kenapa lu sampai nginjak kerak gua? Oke, oke, oke. Satu emerald. Emerald pertama, Guys. Satu emerald, Guys. Sumpah excited banget gua. Kalian lihat tuh angka satu angka permulaan kita sebelum kita jadi orang kaya raya. Mampir, mampir. Dibeli, dibeli, dibeli. Oke, silakan dicek-cek dulu, Bu. Oke, ibu-ibu ini sedikit agresif. Oke, dia beli wall. Nice. Terima kasih sudah membeli wall, Bu. Loh, mampir lagi, Pak. Silakan, Pak. Oke. Agresif juga Bapak-bapak. Terima kasih. Terima kasih sudah belanja, Pak. Loh, entar dulu. Loh, ini loh, what the heck? menghilang semua, Guys. Hari pertama pembukaan toko ini emang gak banyak pelanggan yang datang, tapi dalam sehari kita bisa mengubah nol emerald ini menjadi tujuh emerald. Ya, masih enggak banyak sih. Ada banyak hal yang harus aku pelajarin untuk ngebuat pelanggan lebih ramai lagi. Tapi untuk hari ini udah oke enggak sih, Guys? Walah, jadi ini toko baru ini sih bisa jadi pemasukan baru nih. Tapi jangan gegabah dulu sih. Info ke bos dulu. Lu enggak mau kan dimarahin? Iya juga. Habis gua kalau sampai bos marah. Ya udah ayo kita lapor bos. Yuk, let’s go. Di besok harinya sama sepinya kayak hari pertama. Pelangan yang datang bisa dihitung pakai jari. Bahkan saking sepinya aku bisa sambil tinggal bersih-bersih di area sekitar toko, rapiin barang-barang lagi. Dan kali ini aku sadar sesuatu, Guys. Oke, silakan dibeli, dibeli, dibeli, dibeli, dibel. H semua pelangan gua l Weh. Weh, gak belanja dia, Guys. Loh, Bu. Sebenarnya enggak cuman sekali. Aku udah beberapa kali ngelihat pelanggan datang, tapi enggak jadi beli apa-apa. Dan dari situ aku nyadar kalau barang daganganku adalah masalahnya. Mungkin karena aku nyepelein produk penjualan di mana aku lebih prefer ngejual apapun yang bisa aku temuin di sekitar. Padahal harusnya aku berfokus ke menjual apapun yang jadi kebutuhan pembeli. Aku yakin kalau aku jualin apa yang jadi minat pelanggan, harusnya itu akan meminimalisir kasus kayak tadi di mana pembeli cuma datang dan enggak jadi beli apapun. Nah, ini bikin aku dapat ide baru. Besok kita akan tutup toko karena aku mau lakuin sesuatu yang penting untuk perkembangan toko kita. Oke, yang jual makanan berat berarti udah ada, Guys. Ini, Guys, tokonya, Guys. Udah ada. Aku jalan-jalan ke desa yang ada di dekat toko untuk tahu apa yang jadi minat pelanggan kita. Karena pada akhirnya pembeli pengen beli apa yang dia pengin. Jadi, daripada aku naruh barang asal di merchan self, aku tanya aja satu-satu dan aku observasi desa ini untuk bisa tahu apa yang jadi minat mereka. Lumayanlah, Guys. Aku jadi dapat gambaran tentang apa yang jadi minat dari pembeli. Tapi kayaknya itu enggak cukup. Jadi aku lanjut explore ke sini. Ini adalah pasar tradisional. Jaraknya yang jauh dari desa sebelumnya, bisa jadi keunggulanku ngebuat toko yang dekat sama desa. Tapi kedatanganku ke sini niatnya nyari referensi tambahan. Kira-kira apa yang bisa aku tambahin di tokoku biar penduduk desa lebih milih datang ke tokoku dibandingkan ke pasar ini? Buset, apaan nih? Layar ya? Kelihatannya masih bagus sih, tapi berat nih kalau di bawah. Sesampainya di pasar, aku langsung iseng cek apa aja sih isi barang-barang jualan dari orang-orang pasar. Dan kalau boleh jujur ya, pasarnya agak usang, Guys. Tapi yang namanya pasar, kalian cari apapun ada di sini. Mulai dari hasil pertanian, buku enchantment, ikan-ikanan, berbagai macam armor. Dan ini orang kenapa pada ramai di sini, Guys? Oh. E, oh ini anu, Guys. Mulung kayaknya tuh. Mereka mencari barang untuk dijual nih. Kalau Bapak, Bapak sini ngapain? Wah, nyari roti di tempat sampah, Guys. Wah, kasihan banget, Guys, orang-orang ini, ya. Di situasi krisis kayak gini, begitulah yang terjadi. Banyak orang-orang yang bahkan kesulitan untuk bertahan hidup di tengah sulitnya kebutuhan ekonomi. Dan selain pengemis, aku juga nemu orang yang namanya Tyler. Ketika aku ajak ngobrol, dia bilang dia nemuin sebuah mesin yang terlihatnya masih nyala. Tapi karena terlalu berat dan dia gak ngerti cara pakainya, dia nyaranin aku untuk ngambil. Jadi, ya aku coba cari area yang dia maksud. Oh, ini kah? Oh, ini, Guys. Ini yang dibilang yang ada di dialognya Tyler tadi ya. Mesin yang dimaksud sama Tyler adalah komputer ini masih dalam kondisi mati. Tapi kalau kalian perhatiin, ada bahan-bahan yang bisa kita cari untuk aktifin komputer ini lagi. Sebagai orang yang ngebangun toko, komputer mungkin bisa ngebantu kita. Tapi karena kondisinya hujan, aku mutusin untuk nunggu dulu sampai hujannya reda. Dan setelah hujan mereda, di esok harinya aku bawa komputer ini balik ke toko. Ini gua jalannya pakai insting, Guys. Lihat, ditutupin satu layar sama komputer ini. Mana rumah gua? Dan kayaknya besok toko masih harus tutup dulu sih, Guys. Observasi udah selesai. Tapi berhubung kita dapat komputer ini, kenapa kita gak cari dulu material untuk ngidupin balik komputer ini sebelum toko kita mulai buka lagi? Woi, Yoni, lu jagain di sini ya. Lu bantu angkut OR kayak biasanya nanti gua kasih ice cram. Hah? Ice cream? Joni mau ice cream. Iya, aman aja, Ma. Kalau masalah ice krim, asal lu bantu bawa OR. Oke. Di besok harinya aku ada ide yang sedikit membahayakan. Aku akan mining ke tambang tua yang sebenarnya udah ilegal untuk mining di sana. Jadi, di dunia ini kita enggak bisa mining sembarangan. Terkhusus untuk or kayak iron, copper, gold, pokoknya semua or-oran yang kalian tahulah. Kalau bebatuan yang cuman diperuntukkan untuk building, masih kita bisa akses dengan bebas. Pokoknya terkhusus untuk nambangin OR. Ada tambang khususnya dan lisensi khusus yang harus kalian milikin. Aku punya feeling kalau lisensi ini adalah hal yang akan nyusahin kita ke depannya. Kalian tahulah, Guys, gimana perizinan benar-benar diribetin di dunia ini. Jadi, aku memberanikan diri ke tambang ilegal. Ini jangan ditiru, Guys. Sebenarnya melakukan tindakan ilegal gini enggak boleh ditiru, ya. Cuman gua malas, Guys, nyari-nyari lisensi di tambang tua ini udah ilegal untuk mining. Dari dulu tambang ini udah ditutup, tapi banyak kabar burung bertebaran dan bilang kalau ada bandit yang manfaatin tempat ini sekarang. Tapi ya semoga itu cuman gosip, Guys. Karena aku benar-benar benci sama bandit. Ini aman kan, Guys? Aman enggak nih? Tidak ada bandit. Oke. Wah, itu ada orang tuh. Tapi terlihatnya tidak seperti bandit ya. Siapa bapak-bapak ini? Apakah dia agresif? Oke. Enggak, enggak. Oh, Little Jonny is angry, run katanya. Woi, Little Jonny, guys. Siapa Little Jonny ini? Anjay. Buset. Masalahnya gua mau mining guys. Wih, ampun bang. Oh, ngamuk dia. Ngamuk dia. Ngamuk dia. Bisa gak kita bunuh ini? Memanggil pasukan zombie. Kocak, kocak. Wow. Wow. Uh. Oh Oh. Sorry. Toxic, adik-adik. Woi. Gua balik aja. Gua balik aja. Gak kuat, gak kuat, gak kuat, Guys. Balik aja, Guys. Balik aja, Guys. Maining di tempat ilegal adalah ide yang buruk. Entah siapa orang yang badannya besar tadi, tapi itu ngebuat aku enggak punya pilihan lain selain nambang ke tempat yang legal. Yang artinya kita akan berurusan sama pembuatan lisensi. Ya, mungkin jadi super ribet. Aduh, ribat enggak nih nyari lisensi, Guys? Wah, kalau di beberapa negara ya itu diribet-ribetin, Guys. Mudah-mudahan di sini tidak lah, ya. Oh, ini. Halo, Mr. Okta. Seperti yang kalian lihat, aku harus cari Mr. Carlos untuk minta lisensi. Enggak disampein sih secara spesifik apa aku harus bayar atau gimana, tapi setelah aku cari-cari, akhirnya ketemu nih sama Mr. Carlos. Nah, ini kah? Oh, iya ini dia, Guys. Uh, gila gila. Enggak kena bayaran, Guys. Wah, ini baru ini mining license. Mining license ternyata lisensinya gratis, Guys. Tapi sebagai gantinya untuk bisa bikin tempat tambang ini tetap aktif dan dapat keuntungan, ketika kita selesai mining, aku harus naruh beberapa hasil miningku ke storage yang ada di tempat mining ini. Berarti tinggal turun, kita sudah ke tempat mining. Betul tidak? Ini siapa nih di sini? Halo, Warde. Halo, Pak Warde. Wih, nemu gold dia, Guys. Kita colong kali, ya. Oke. Oh, ini. Oh, ini tempat resource yang katanya harus kita sumbangin beberapa tempat hasil mining kita tuh. Dan sekarang akhirnya kita bisa mining untuk nyari material biar bisa ngidupin komputer. Mungkin sekalian kita cari bahan tambang, Guys, yang bisa kita jualin di toko nanti. Let’s go. Ini dari suara spidernya sih min shaft, Guys. Di bawah. Bahkan aku nemu m shaft di tambang ini yang akhirnya ngasih lebih banyak resource. Sudah ku bilang. Uh uh uh uh. Ametis. Wah gila. Ini kita jual bisa enggak ya? Bisa enggak sih, Guys? Bisa sih. Ini kita jual semua nih, Guys. Wah, ini unik nih. Woh, kayah kita. Kalian kalian nghirup enggak aroma ini? Aroma uang. Dan kayaknya udah cukup enggak sih, Guys, untuk kita bisa perbaikin komputer, terus ngejualin beberapa hasil tambang juga. Jadi, enggak lupa kita bagiin hasil mining ke pertambangan sebagai timbal baliknya, Guys. Dan sekarang kita bisa pulang untuk ngehidupin komputer. Aku lumayan penasaran apa sih isi komputernya? Sesampainya di toko, aku bakar semua or yang udah kita dapetin. Dan sambil nunggu semuanya ready, aku rapiin lagi merch self kita. Setelah ornya selesai dibakar, aku jualin beberapa koper, ametis, bahkan lapis lazuli. Dan sisa dari hasil tambang aku pakai untuk nyalain komputer. Kalian udah penasaran kan apa aja yang bisa kita lakuin di komputer ini? Oke, this is this is the best part karena kita punya spare part komputer. Uh, bunyi, Guys. Wih, nyala, Guys. Komputer ini adalah alat yang memiliki fungsi beraneka ragam. Yang pertama ada Emerald Pay. Emerald Pay adalah dompet digitalnya Minecraft di mana kalian bisa top up dan pakai uangnya untuk transaksi apapun di komputer ini. Tapi kalau kalian gak jadi pakai transaksi, Emerald Pay-nya juga bisa kalian withdraw dan kembali ke inventory player. Yang kedua ada Mind Mall. Ya, simpelnya bisa jadi tempat belanja online. Belanja di sini akan makai uang dari Emerald Pay dan barangnya akan dikirim ke package drop area. Yang ketiga ada Capital Craft. Capital Craft ini tempat buat investasi. Investasi sih sulit dijelasin, Guys. Jujur aku aja belum ngerti. Dan yang terakhir ada Gacor Craft adalah tempat kita melakukan permainan bertaruhkan dengan Emerald Pain atau sederhananya judi online. Ingat ya, Guys, jangan main judi. Judi itu haram. Dengan komputer ini, aku punya kebebasan untuk ngelakuin apapun untuk meningkatkan keuangan ataupun bisnisku. Berarti ini tempat ini berarti ini berarti ini total duit yang kita taruh di komputer ya itu tadi. Nah, duitnya bisa pakai untuk belanja di sini guys. Ini main mall namanya. Oh ini apa nih? Ini apa nih? Tempat investasi kayaknya, Guys. Beh, ada judi, adik-adik. Uh. Hmm. Coba kali, ya. Ah, enggak usah, enggak usah. Oh, itu buat masang bed, ini buat tuas. Dan sesuai dugaan awal, Guys, komputer ini benar-benar bisa ngebantu kita. Tapi karena udah banyak waktu yang kebuang, saatnya kita buka toko. Dan semoga hari ini lebih ramai dari sebelumnya. terutama sekarang kita bisa ng-display barang-barang tambang yang baru. Dibeli dibeli orfes dari tempat mining. Oke, ada yang beli ametis, guys. Terima kasih, Pak. Terima kasih sudah berbelanja. Uh, tiga, guys. Tiga emerald, guys. Timbang satu, ya, yang kemarin, ya. Alright, alright, alright. Dia beli, di beli promo mining. Eh, apa? Or fresh dari tempat tambang. Or fresh. Toko udah tutup hari ini. Dan karena aku penasaran, aku coba untuk deposit uang hasil penjualan tadi dan beli beberapa barang yang ada di MineM Mall. Setelah nunggu beberapa detik, paketnya sampai. Widih, paketnya udah sampai, Guys. Damn, dude. Keren juga ya main mall ini. Express eh jatuh ke sana. Nah, gua mesan ini, Guys. Gelas buat dijual sih sebenarnya. Nih, lumayan nih. Barang baru nih. Hari berjalan seperti biasa. Waktu banyak aku habisin di jualan. Dan kadang bosan sih nungguin pelanggan doang. Kalian kalau bosan biasanya ngapain? Kalau aku ya main game di HP. Oh ya, aku ada satu aplikasi rahasia yang sering banget aku buka ketika aku bosan, Guys. Ini aplikasi nih enggak ada iklannya, terus bisa nampung banyak game. Nah, khusus buat kalian yang nonton video ini, aku kasih tahu dah aplikasinya. Guys, pernah enggak kalian ngebayangin kalau kalian bisa nemu satu aplikasi yang punya banyak game dan benar-benar asyik buat dimainin sama teman-teman kalian. Jadi, ibarat Steam tapi versi HP. Kedengarannya mustahil, kan? sampai akhirnya aku nemu aplikasi yang gokil banget, Terra Limitless Gaming World. Ini kalian bisa langsung cari di Google Play Store atau di iOS App Store kalian. Di mana di dalam satu aplikasi ini ada lebih dari 50 game premium yang bisa dimainin tanpa harus download satu persatu. Bahkan beberapa bisa kalian mainin bareng teman-teman kalian. Enak kan? satu aplikasi bisa ngasih pengalaman main game yang asik di mana kalian bisa nyari teman-teman baru bahkan kasih review ke game-ennya kayak nge-like ataupun komen game yang udah kalian mainin. Dan yang paling keren dari semuanya bebas iklan, Guys. Jadi kalian bisa mainin game dengan full experience. Enggak ada iklan yang tiba-tiba pop up dan bikin kaget atau malah bikin HP kalian nge-lag. Nih, lihat, Guys. Jelek banget, Guys. Kita startnya di belakang, ya. Entar gampang ini. Pada jatuh. Lihat guys, ada yang AFK guys. Hmshot lumayan. Dua kali headshot. Tiga kali kah? Tiga kali headshot kah, Guys? Tiga kali headshot. Udah lihat, Guys. Apa gua daftar pro player aja, ya? Gila, ada game racing, ada yang tembak-tembakan, ada yang juga adventure, semuanya kebungkus di dalam satu aplikasi. Menurutku ini epik banget sih. Terlebih lagi kalian bisa share momen gameplay terbaik kalian di aplikasi ini. Terus tantangin deh teman atau stranger untuk main dan coba game yang kalian suka. Dan bukan cuma game multiplayer, ada banyak game yang ngasih pengalaman single player juga. Oke, guys. Oke, Guys. Kita akan mencoba latihan mengemudi gini ya, Guys. Jadi sopir yang baik dan god damn. OP sor Pak. Pak, misi, Pak. Sori, Pak. Aduh, saya salah jalan. Kita kita masuk jalan sini, Guys. Lewat sini, Guys. Oh no. Cocok buat kalian yang pengen main santai dan nikmatin waktu untuk gaming sendirian. Benar-benar aplikasi yang cocok untuk seru-seruan dan kenalan sama orang-orang baru. Selain itu, Terra juga hemat banget di storage. Cuman butuh kurang lebih 200 MB, kalian bisa mainin 50 plus game. Jadi, kalian enggak perlu hapus foto-foto atau uninstall game lainnya untuk gonta-ganti game. Jadi, buat kalian yang pengen pengalaman gaming asik di HP dan pastinya seru-seruan sama gamers mobile di luaran sana, langsung cobain Terra Limitless Gaming World. Linknya udah aku taruh di deskripsi ya. Buruan download sekarang biar kalian bisa main bareng dan seru-seruan sama teman kalian. Let’s go. Malam ini aku ada agenda yang beda dikit nih. Aku pengen sedikit ubah layout toko supaya pelanggan kita enak untuk milih-milih barang. Awalnya rak ada di posisi yang agak di dalam. Sekarang aku mau taruh di luar supaya pembeli enggak jalan jauh banget untuk ngelihatin barang. Idee. Bagus enggak? Bagus ya. Enggak cuman itu, aku buat beberapa rak tambahan, rapi-rapiin barang lagi, dan aku display semua barang yang aku dapetin dari Mind Mall untuk aku jual biar bisa dapetin untung, Guys. Meskipun hujan, banyak warga-warga yang mulai belanja sekarang. Uangku juga enggak mau aku diamin gitu aja. Aku langsung putar lagi jadi modal dengan belanja barang-barang dimall dan aku jualin di tokoku. Bisa dibilang tokoku mulai berkembang, Guys. Tapi kita enggak bisa cuman berhenti sampai di sini. Aku akan ngelakuin satu ide yang menarik. Aku akan ngebuat kebun dan juga kandang hewan. Tujuannya simpel. Hasil pertanian dan peternakan ini akan langsung aku jualin di toko. Ibaratnya kita udah punya produksi barang dagangan kita sendiri. Enggak perlu bingung lagi deh nyari apa barang yang harus kita jualin. Oke, kita akan apa sih ini? pemabok, Guys. Bawa botol, Guys. Lihat, Guys. Mati lu. Mabok sih. Oke, langsung aja kita mulai pembuatan kebun. Kebun udah jadi dalam sat hari. Gampang ya, Guys. Aku juga bikinnya yang simpel aja. Next, kita akan bikin kandang hewan. Kandang kita akan bikin yang simpel juga, tapi enggak cuman satu kandang, Guys. Kita akan bikin tiga kandang. Setidaknya kita bisa pisahin mana kandang ayam, mana domba, dan mana yang sapi. Dan setelah ketiga kandangnya jadi, sekarang kita cariin penghuninya sekalian. Nah, itu kelar akhirnya, Guys. Kita langsung peranak-pinakan. Kr skip kip kip kerk. Tuh, beranak lu. Nice. Di selang-selang aktivitasku, enggak lupa juga aku perhatiin kebun karena masih belum keisi penuh sama tanaman. Tapi walaupun gitu harusnya apa yang jadi tujuan kita udah selesai ya, Guys, ya. Kebun udah jadi, tinggal kita penuhin. Terus kandang juga udah ready beserta pengungsinya. Tinggal kita kawin paksa aja mereka biar berkembang biak jadi banyak. Kayaknya besok kita udah bisa buka toko secara normal. Saatnya kita mulai cari pundi-pundi emerald. Jadi gimana perkembangan toko baru yang kalian pantau? Udah 100% dia jualan di sana. Udah, Bos. Malah bisa dibilang tokonya cepat banget jadinya. Bahkan sekarang kelihatannya lagi mencoba untuk berkembang gitu, Bos. Wah, wah, wah. Bagus kalau gitu. Berarti kita bisa kirim pasukan untuk minta iuran rutin. Semakin banyak pengusaha, semakin kita kaya. Siap, Bos. Silakan, Pak. Itu baru banget, Pak. Gel. Lah enggak belanja dia, Pak. Iya. Nah, gitu guys. Lihat blacksmith beli ini mining itu ametis. Itu orang gak belanja guys. Dibel dibeli, dibelik diborong semuanya teman-teman. Diborong, diborong, diborong. Oke, terima kasih. Woi, buset, jedotan. Awas benturan kalian, kepala kalian. Nah, beli, Pak. Wuh, gelas gua, Guys. Laku parah. Silakan Pak, masuk. Beli apa, Pak? Itu ametis fresh banget, Pak. Iya, langsung dari mining, Pak. Saya yang mining sendiri, Pak. Gila, ini gelas hampir habis, Guys, nih. Oh, ini lampu juga harus di restock. Oke, ini juga emptel. Ini masih banyak sih. Gila, gila, gila. Semenjak layout diganti dan semua upgrade yang udah kita lakuin, toko jadi lebih better dari sebelumnya. Tapi jujur aku butuh lebih banyak uang lagi. Menurutku pemasukan kita masih belum cukup, tapi ya yang bisa aku lakuin ya itu-itu aja. Belum ada ide menarik lagi. Hari demi hari aku lakuin dan hal ini berulang-ulang. Kadang sepi, kadang rameai. Aku ngerasa progres mulai melambat. Aku udah coba push semua, buat kebun, buat kandang, belanja online untuk dijual balik lagi. Tapi total uang yang kita punya 100 emerald. Emang sih bukan angka yang dikit dibanding dulu aku cuman punya nol emerald tapi aku butuh lebih cepat lagi ngasilin lebih banyak uang lagi. Oke, kalau kita totalin berapa sih? Berapa sih duit kita, Guys? 11 tambah uh 186. Cuman ini kita lipat gandain. Eh, bisa enggak ya? Bisa enggak, Guys? Ah, jangan dulu. Jangan, jangan, jangan. Enggak benar, enggak benar, enggak benar. Ay, jualan dulu, jualan. Fokus, fokus. Ya, apaan sih, Sando? Fokus, fokus, fokus, fokus. Juan, jualan, jualan lah itu. Woi, buset. Stres, stres. Dan hari ini jadi hari yang paling sepi. Entah bahan tambang udah enggak semenarik itu atau dari mereka emang belanja di hari-hari tertentu aja. Tapi sekarang toko jadi sepi. Dan aku lumayan bingung apalagi yang bisa aku lakuin untuk memperbanyak pemasukanku. Ini bisa dilipat gandain sih. Bisa sih harusnya. Kebun udah ngasih hasil yang lumayan. Tapi ya enggak banyak orang yang beli hasil dari pertanian. Rata-rata penduduk yang tinggal di dekat sini adalah orang-orang yang punya kebun juga. Sebenarnya hasil dari peternakan yang aku lebih harapin. Tapi perkembangan peternakanku benar-benar lambat. Entah kenapa dari kemarin aku juga lumayan kepikiran, kenapa ya setelah aku udah lakuin semuanya, aku masih belum bisa sebanyak itu ngasilin uang. Oke, mungkin kalian bertanya, “Bang, emang buat apa emerald sebanyak itu?” Guys, kalian ngerti enggak sih ada orang di luaran sana yang bisa belanja dengan uang di luar imajinasi kita? Dulu sebelum TV di rumahku dijual, ada tuh orang yang aku tonton bisa dapetin apapun dengan uang yang banyak. Dulu saya orang yang bekerja dengan keras, tapi dunia menipu saya. Ternyata tidak perlu kerja keras untuk hasilkan 1.000 dalam per harinya. Anjay. 1$.000 dolar. Eh, 1$000 dolar berapa ya? Jutaan orang tidak mengetahui. Hanya dengan duduk di rumah. Analisa, satu langkah lagi, nasib kalian akan seperti saya. Dengan semua uang ini, saya bisa melakukan apapun yang saya mau. Tunggu apaagi? Buruan join Gacor Craft sekarang juga. Wah, bisa cepat kaya, Guys. Nah, dari situ aku benar-benar yakin kalau aku bisa cepat kaya dan enggak bisa lama-lama diam di situasi kayak gini. Aku berpikir, berpikir, dan berpikir sampai akhirnya kayak gini. Dobelin uang ini jadiin modal, habis itu kelar. Yup, kita pasang bed. Coba dulu ya. Coba dulu sekali dulu, Guys, ya. Oke, emang emang kedengarannya judi, tapi kan ya gimana ya, Guys. Kadang di hidup ini tuh kita emang harus bertaruh enggak sih untuk bisa sukses dengan waktu yang lebih cepat dibandingin sama orang-orang lainnya? Oke, let’s go, let’s go, let’s go, let’s go, let’s go. Uh, Cherry. Tapi, tapi kok perputarannya agak aneh? Oke, coba lagi sekali. Lagi sekali. Yang penting menang, yang penting menang. Uh, gila gila gila. Gila gila gila menang menang menang menang wuh cerry lagi. Asik asik asik asik. Cuan banyak gua, guys. M huh. Lah lah ten. Oke sekali lagi guys. Sebelumnya aku udah pernah menang beberapa kali. Kalah sekali bukan berarti kalian harus nyerah. Ingat kan? Pepatah pernah bilang mereka yang berhasil adalah mereka yang tidak takut untuk mencoba berkali-kali. Oke, lagi lagi lagi. Aduh, kalah dua kali, Guys. Langsung banyak, langsung banyak. Balikin modal, balikin modal. Balikin modal. Jadi habis, Guys. Dan tanpa aku sadarin, 100 lebih emeraldku yang aku bilang dikit sebelumnya berubah jadi nol. Bukannya melipat gandakan uang, aku malah menghilangkan semua uangku untuk jalan pintas yang ternyata jalan buntu. Aku enggak tahu kenapa kemarin aku benar-benar terpacu untuk pakai uangku. Padahal dari gimana perputaran aneh aplikasi itu, harusnya aku sadar kalau ada sistem yang ngatur hal itu supaya seolah kita diuntungkan. Dan ketika kita mulai masuk terlalu dalam, aplikasi Gacor Craft ngerampok dompetku tanpa aku sadar. Bukan berarti aku nyalain aplikasinya juga. Hal kayak kemarin harusnya enggak terjadi kalau aku enggak tergesa-gesa untuk bisa dapetin banyak uang. Pada akhirnya itulah yang jadi kesalahanku. yang enggak sabar sama proses. Padahal proses tersebut memang harus dilalui. Bentarbentar ada unek-unek lain yang pengen aku keluarin. Iklan TV sialan. Mulai detik ini aku ataupun kalian jangan percaya dengan gampang sama apapun yang kalian lihat. Entah iklan TV, sosial media atau media-media lainnya. terutama yang kelihatan too good to be true. Semua yang kalian ingin capai butuh yang namanya proses. Dan ngomongin soal proses, aku balik fokus untuk ngejalanin toko kayak biasanya. Kali ini aku akan lebih sabar dan daripada mikirin caranya cepat kaya, mari kita fokus untuk jualan terlebih dahulu. Oke. Oke. Duit gua balik kampan. Enggak lagi mau alo kasihin uang ke gacor Craft kayak sebelumnya. Aku beli gelas di main mall karena stoknya udah mau habis. Kayaknya lumayan banyak peminatnya, Guys, untuk gelas ini. Tapi ketika ngebahas peminat, aku mikirin sesuatu yang menarik. Sebelumnya kita udah nyari lokasi strategis untuk strategi pertama tokoku biar didatangin sama pelanggan. Dan sekarang aku harus pakai strategi baru, fokus ke minat dan daya beli. Ini bukan hal yang sulit sih, Guys. Kalau orang lagi lapar, mereka butuh makan. Kalau orang lagi haus, mereka butuh minum. Sekarang kalian tinggal lihat dan menyesuaikan apa yang jadi keinginan dari pembeli. Tapi, Bang, dari mana lu tahu villager butuh apa? Kalau sekarang aku jadi pembeli, apa ya yang bakal aku beli? Kalau aku jadi pembeli yang belanja di musim panas, apa yang aku beli? Di musim panas kayak gini, di mana semua orang gerah? Apa yang orang-orang pengen? Es yang dingin. By the way, karena ada error dari mod, kalian gak bisa lihat indikatornya. Tapi terdapat empat musim yang silir berganti di dunia ini. Dan pergantian musim pastinya memberikan dampak yang langsung ke pendapatan bisnisku. Di musim plins ya musim yang paling standar-standar aja, enggak ada yang spesial dari musim ini. Tapi di musim panas, musimnya orang pada gerah. Di sinilah ice block atau pack Ice harganya mahal banget. Dan musim autum, pumpkin Apple sama Golden Apple benar-benar punya kenaikan harga yang signifikan di musim ini. Terus terakhir ada musim winter. Wall, sup, dan makanan berkuah lainnya punya harga yang mahal. Jadi, berbeda musim berbeda juga kebutuhan konsumen. Dan kita sebagai pembisnis yang berfokus pada keuntungan harus bisa menyesuaikan kebutuhan dan minat dari konsumen. Di musim panas ini, aku yakin jualan es bikin kita kedatangan banyak pengunjung. Pertama, enggak ada yang jualan es di desa apalagi di pasar. Kedua, minat villager untuk beli es pasti tinggi dan kemungkinan ningkatin jumlah pembeli yang datang ke toko. Jadi, aku reflek beli tiga diamond dari Mine Mall untuk setidaknya bisa bikin pake diamond untuk mining sebanyak-banyaknya Block Ice. Besok kita akan tutup toko dulu untuk nyari Block Ice. Untuk jaga-jaga, aku ke pasar nyari beberapa hal yang akan menunjang perjalanan kita untuk ngedapetin es batu. Yang pertama buku enchantment sil touch untuk antisipasi es pecah ketika di mining. Setelah enchantment silal touch ada di tangan, barang keduanya leather boots. Kalian enggak mau kan kesedot sama salju waktu jalan-jalan nyariin es. Dan last untuk pelengkap kita kasih unbreaking 3. Jadi bisa mining selama-lamanya dah tuh kita. Setelah semua barang ready pakai enfield yang ada di pasar, aku pasang semua enchantment di pcake. Dan saatnya kita berangkat ke Nah, itu dia, Guys, lokasi es batunya aku enggak tahu sama sekali. Kita akan jalan-jalan dan berharap kita bisa nemu lokasinya. Let’s go. Harusnya pas nyari toko sebenarnya gua udah ada lihat gunung es gitu, Guys. Seharusnya enggak jauh lah kita. Oh, kan tuh tuh gua bilang apa? Enggak jauh, Guys. Dekat ini. Ini kita ambilin banyak sekalian. Beh, kita bisa hancurkan gunung ini, Guys. Gak sulit ternyata untuk bisa aku dapetin es batu. Dan karena satu-satunya tujuan kita cuman ini, tunggu apa lagi, Guys? Langsung aja kita ambil sebanyak-banyaknya. Hap. Ini pack ice. Kalau enggak salah ada dua jenis es enggak sih? Kita ambil aja semua. e Aw, creeper. Lanjut. Dan setelah beberapa hari nyari es batu, aku memutuskan untuk balik. Semoga strategi es batu ini membuahkan hasil lah ya. Sampai di toko, langsung ke tahap yang selanjutnya. Aku beli mini fridge yang niat awalnya jadi tempat es. Tapi setelah dicek lah satu slot doang, Guys. Enggak bisa ini jadi tempat es. Yap, kulkasnya gak kayak yang ku pikir. Kayaknya es kita gak akan muat dah ditaruh di mini fridge ini. Tapi jujur itu cuman iseng-isengan aja, Guys. Walaupun aku taruh di barel ataupun chest, esnya juga enggak akan mencair. Tapi dari beli kulkas ini, tiba-tiba kepalaku penuh dengan banyak ide. Aku jadi kepikiran, gimana kalau kita jualin semua barang-barang yang terkait sama es. Entah itu alat kayak kulkas atau es yang udah kita olah juga kayak minuman-minuman yang bisa kita buat. Setelah aku cari tahu, ada alat yang namanya palmbar. Alat ini bisa ngebantu kita untuk ngebuat koktail bahkan dengan banyak variasi koktail. Tapi dilihat dari situasi dan kondisinya, aku bisa buat pumpkin koktail dengan ngegabungin es, gula, pumpkin, dan juga susu. Ini pas banget sih. Ide mendadak yang cocok banget sama situasiku. Susu udah ada, pumpkin udah kesebar banyak, stok es apagi, dan gula tinggal kita panen aja dari tebu yang ada di kebun. Tinggal satu aja sih. Untuk buat palmbar aku harus cari pohon kelapa karena pembuatannya enggak bisa pai kayu yang sembarangan. Jadi sebelum buka toko di besok harinya aku keluar dulu cari pohon kelapa biar bisa nge-crafting palmbar. Oke, kalau enggak salah resepnya ini. Ini uh es pumpkin, adik-adik. Damn, kita jualan es, Guys. Kita jadi pedagang es. Wah, ini nih. Asik nih ditaruh nih. Akhirnya toko udah bisa kita buka. Semua ide yang udah aku punya aku tuangin ke dalam toko. Sekarang kita tinggal lihat gimana hasilnya. ngambil es batu, Pak. Ada yang es minum, Pak. Dibeli es minumnya. Dibeli. Itu es-es di sebelah, Mbak. Belum ada satuun orang yang beli esku. Entah itu es batu ataupun es yang udah aku buat. Gua udah susah-susah nyari ke gunung es, Guys. Enggak ada yang mau beli satu pun. Ya, Pak. Es minum, Pak. Es minum. Produk terbaru ternik ya. Wortal, Guys, diambil. Terima kasih sudah berbelanja, mbak. Es, mbak. Woi, ada es. Hei, hei, promo nih. Hei, dengar enggak? Hei, hei, hei. Sampai akhirnya aku jualin kulkasnya sekalian. Kali aja mereka pengen nyimpan minuman mereka di kulkas. Ya, enggak sih? Aku kedengarannya udah kayak orang putus asa sih, nyari-nyari segala cara supaya minuman dan esku bisa laku kejual. Tapi aku udah gak tahu apa lagi yang harus aku lakuin untuk bisa ngejualin banyak barang. Itu Mbak esnya Mbak. Buset dilihatin mulu guys. Ayo mbak. Mbak ambil aja. Mm. Mm. Segarny musim panas. Mmm. Nyam-nyam. Ayo, Mak. Di enggak mau ngambil-ngambil. Eh, dilihatin mulu, Guys. Silakan diambil, Mbak. Nah, ini Mbak-mbak tertarik lagi nih. Ayo, ambil dong. Hmm. Hmm. Sedapnya tuh, Mbak. Hmm. Udah dibilang ambil dari tadi dipelotin. Nah. Nah, begitu. Akhirnya ada yang beli es minum kita untuk pertama kalinya, Teman-teman. Gila, jam jam 1643 tuh baru ada yang beli akhirnya. Hah, akhirnya penjualan es pertama. Yuh ye ye. Uang akhirnya aku simpan di komputer. Sekarang totalnya kita udah punya 200 emerald dan ini adalah emerald yang kita dapetin dalam satu harinya. Gila sih, ide dan kerja keras kita terbayarkan. Hah? Dari pagi nyari-nyari enggak ada makanan satu pun. Duh, lapar banget lagi. Enggak bisa beli apa-apa lagi. Miskin. Miskin. Aduh. W. Buset. Ini ini kenapa orang lah kenapa ada orang ngikutin gua, Guys? Kenapa ini? Halo, Pak Jack. Ada apa, Pak Jack? Tiba-tiba ada pengemis yang datang dan dia minta uang ke aku. Ya, enggak harus uang juga sih, makanan juga bisa. Dan berhubung semua uangku udah aku tabung di komputer, aku kasih pengemis ini roti. Setelah itu dia pergi. Jujur aku kepikiran beberapa hal. Pernah enggak kalian ngerasa kesal di momen-momen kayak gitu? Maksudku ya jujur aja aku emang punya emerald yang lebih banyak sekarang, tapi aku ngerasa kayak sedikit enggak ikhlas kalau harus ngasih uang yang di mana kalian tahu sendirilah aku udah ngumpulin uang dengan kerja keras ide yang aku dapetin dengan jerih payah sendiri. Walaupun kadang terkesan jahat juga sih kalau semisal aku enggak berbagi, terutama ke mereka yang benar-benar ngebutuhin. Kadang semuanya ngebingungin, Guys. Loh, Pak Etan. Ngapain Bapak di sini, Pak? Wah, halo, Pak Jack. Ini saya mau nambah jumlah cam yang ada di pengungsian ini. Saya ngerasa ini akan bisa ngebantu banyak orang yang mungkin bingung nyari tempat untuk tinggal. Hah? Serius, Pak Etan? Waduh, kami enggak enak nih. Kami udah sering banget ngerepotin Pak Etan. Halah, santai aja Pak Jack. Saya senang bisa ngebantu banyak orang. Tapi serius, Pak. Kami udah sering ngerepotin Bapak. Ah, sudah, Pak. Enggak perlu kayak gitulah. Tapi jujur walaupun saya pengen ngebangun, saya masih bingung, Pak. Cari material pembangunannya di mana. Kalau bawa dari Golden Valley pasti bakalan sulit banget untuk sampainya karena jaraknya jauh banget. Andai aja ada toko yang nyediain material pembangunan dekat sini. Lah, barusan saya habis dari toko baru di dekat sana, Pak. Pemiliknya juga ngasih saya roti nih. Mungkin Bapak bisa coba cek ke sana aja, Pak. Hah. Toko baru di mana tuh, Pak Jack? Perkembangan toko benar-benar berubah. Minuman es sekarang jadi barang jualan yang paling diminatin sama para villager. Pembeli semakin stabil, pemasukan makin bertambah, dan toko benar-benar meningkat. Laris manis. Laris manis. Gila. Gila. Terima kasih sudah berbelanja ya, Pak ya. Uh, habis, Guys, stok kulkas. Uh, gua tambahin lagi. Untung gua udah beli. Ini juga gelas. Oke, udah gua tambah. Dalam sehari sekarang aku ngedapetin 500 emerald. Hari ini jadi hari yang paling ramai dibandingin hari-hari sebelumnya. Entah karena promosi dari mulut ke mulut atau apa ya, tapi tabungan total yang ada di komputerku hampir nyentuh 1000 emerald. Di esok harinya, merah susu sapi pun jadi kegiatan paling menyenangkan. Karena susu-susu ini bisa bikin aku nambah stok minuman. Dan seperti yang kalian tahu, minuman jadi hal yang paling dinikmatin para warga. Kita sambil jaga kasir sambil buat es ya, Guys, ya. Beli boleh boh. B diborong diborong, diborong, diborong. Gua heran juga, Guys. Enggak tahu kenapa banyak banget yang nyari kulkas, Guys. Sama gelas sama es dah. Itu paling top produk anjir. Penjualannya paling tinggi. Hah, kita tutup dulu kali, ya. Gila, banyak banget yang datang ke tokonya. Harusnya mah dari sebelumnya kita tagihin toko ini duit. Sabra dulu Sabra. Lu mah kagak ngerti strategi. Kalau kita tagihin dia duit sekarang, dia bakal mutusin kabur dan bikin toko di tempat lain. Justru di saat dia udah punya banyak pelanggan, dia akan mikir-mikir lagi kalau mau bikin toko di tempat lain. Oh, masuk akal. Pintar juga lu. Terus rencana kita apa nih? Nah, sekarang tokonya udah kayak gini. Besok kita tinggal eksekusi kayak biasanya. Kita hajar dia sampai ketakutan. Hari ini aku bersiap untuk buka toko kayak biasanya, tapi ada hal buruk yang terjadi. Lah kocak tiba-tiba. Kenapa tiba-tiba raid, Guys? Lah, aneh aneh aneh. Oke. Kenapa tiba-tiba ra? Hm. Ngapain lu mau menjarah? Mau mau menjarah toko gua. Hah? M sini lu. Jelek banget. Jelek banget. Oh anjir finat the freak. Wah wahuh. Darah gua. Darah gua, darah gua. No no no no no. Ah what the freak. Udah, udah, udah. Lu enggak usah sok keras ngelawan kami dah. Sumpah lu enggak usah sok keren. Lu enggak akan bisa ngelawan kami. Kami penguasa di daerah ini. Kalian semua, kalian semua mau apa? Di sini kita pengen ngasih tahu kalau siapapun yang ngebuat toko di wilayah ini dan ngasilin duit, lu harus ngasih kita uang keamanan. Ngerti? Lu kan udah untung banyak tuh dari jualan. Jadi enggak usah pelit-pelit ya. Yap. Mereka adalah para bandit. Kita udah kita disuruh bayar, Guys. Bayar duit gua. Buset berkurang. Bandy take your money. Apa coba? Curang anjir. 200 emerald habis untuk sekali aku bayar iuran keamanan ke para bandit. Baru aja kemarin aku happy karena pendapatanku udah 400 sampai 500 emerald per harinya. Tapi sekarang aku merasa dihantui dan dikasih teror. Ya meskipun beberapa dari kalian mikir, “Bang, itu kan cuman 200 emerald kalau dibandingin sama 500 emerald yang jadi keuntunganku dalam sehari. Cuman perlu aku kasih tahu ke kalian, aku enggak segampang itu untuk ikhlas. Terlebih lagi mereka datang cuman modal nakut-nakutin sama ngancem. Aku yang bikin toko, aku yang nentuin lokasi, aku yang cari ide dari mulai sampai warga sepi dan jadi ramai kayak sekarang. Dan mereka minta ngambil keuntunganku cuman modal mengintimidasi. Walaupun mau pindah juga sayang banget. Karena aku enggak mungkin juga untuk mulai semuanya dari endol lagi. Berarti berarti 200 emerald, Guys, ditagiin sama para bandit, ya. Ketika bengong dan ngelihatin uang, ngebayangin lagi kalau aku harus nyisihin 200 yang aku dapat, di situ ide muncul di kepalaku. Kenapa enggak kita upgrade tokonya dan bikin keuntungan kita berlipat ganda sampai 200 emerald yang aku harus bayar enggak perlu lagi jadi masalah yang serius? Ya, kedengarannya kayak aku mempermudah sesuatu sih. Tapi kita udah di titik ini sebelumnya. Selama ada ide, kita jalanin aja dulu masalah gagal atau enggaknya. kita pikirin nanti. Jadi di besok harinya aku langsung ke pasar dengan tujuan the one and only nyari buku enchantment yang akan ngebantu efektivitas kita waktu nge-building. Feather falling biar ngamanin diri ketika jatuh dan unbreaking yang akan kita pasang ke pcak. Setelah itu aku putusin ke area tambang. Jadi kita bisa bebas mining batu sekaligus sama OR-nya. Langsung aja, saatnya kita mencari material untuk upgrade toko. Material bebatuan sih udah lengkap, tapi masih ada lagi yang harus kita kumpulin. Clay. Selain itu, aku cari kayu, gravel, dan pasir. Setelah dapetin gravel sama pasir, aku beli Black Ink dari Mine Mall yang akan aku gabungin dengan semua material tadi untuk ngedapetin black concrete powder. Sisanya tinggal kita basahin dan mining ulang. Terus jadilah black concrete sebagai material terakhir yang harus aku kumpulin. Ini total material yang udah kekumpul. Dan untuk mempermudah proses building, aku upgrade tas kecilku untuk setidaknya bisa bawa lebih banyak lagi slot material building. Oke, semuanya udah ready. Saatnya kita building. Oke, guys. Oke, guys. Lihat, guys. Beh, toko Sando V2, ya. Toko udah selesai aku upgrade, tapi bagian dalamnya masih kosong. Kita tata dan pasang lebih banyak rak untuk ngejual lebih banyak barang-barang. Dan sekarang karena rak udah nambah, aku beli beberapa barang baru di Mind Mall untuk bisa menuhin rak. Jadi, semua rak bisa penuh tanpa ada yang kosong. Dan untuk finalisasi aku punya ide yang keren, Guys. Ini langkah ini langkah terakhir nih, Guys, buat toko kita. Sekarang toko kita udah upgrade 100%. Sandomart jadi, Guys. Tapi meskipun toko udah jadi, hari ini udah terlalu nanggung untuk langsung buka dan nyambut pelanggan. Besok aja kita buka tokonya. Sebagai pengisi hari, aku mau buat bonmal meal generator dan malamnya ngurus ternak. Semuanya udah beres sih, Guys. Harusnya besok pagi kita bisa langsung buka tokonya. Alright, barang cek cek. Oke, nice. Oke. Oke. Aprik e. Tinggal kita buka ya. Tinggal kita buka guys. Selamat datang. Selamat datang di Sandomart. Welcome, welcome. Epic, epik, epik, epik. Makin ramai lagi, Guys. Gua ngerasanya sih, ya. Tuh, tuh. Kayak datang-datang terus gitu loh. Apa karena toko kita makin banyak barang, ya? Iya sih. Kayaknya itu sih, Guys. Uh. Guys, gak berhenti-berhenti orang datang, Guys. Gak butuh waktu lama untuk akhirnya ideku terbukti berhasil. Karena baru di pertengahan hari keuntungan udah 300 emerald. Bahkan dalam 1 hari penjualanku sampai 1000 emerald. Wow. Aku tabung semua pemasukan yang aku dapat hari ini. Gila 1000 emerald dalam 1 hari, Guys. 200 emerald untuk biaya bandit sih udah bukan masalah ya. Tapi kira-kira besok kita dapat berapa banyak ya? Hmm, kayaknya aku harus coba saran dari Jack sih. Mungkin besok aku harus ke toko yang dia bilang untuk nyari material pembangunan. Iya. Kayaknya sementara itu cara yang paling terbaik dah. Anyway, untuk ngebuat toko ini lebih profesional, aku ada ide yang menarik, Guys. Wait, wait, wait. Gimana nih, Guys? Baju gua, Guys keren enggak? Nah, gini baru keren, Guys. Ha, gimana, Guys? Anjay. Wohu! Wanita datanglah kepadaku nih, Guys. Guys, gua dapat belell, guys di main mall. Anjay. Beli beli, beli, beli. Welcome to Sandomart. Gila, keren banget baju gua. Hari ini seperti biasa toko berjalan mulus. Ya sama kayak kemarin-kemarin lah, Guys. Paling yang beda aku butuh lebih banyak waktu untuk nata barang. Terutama sekarang jumlah merchan self yang aku pakai dua kali lipat dibandingkan yang sebelumnya. Tapi satu lagi sih yang menarik, ada seseorang yang kelihatan kayak bukan warga sini tapi datang ke tokoku. Oh, ini siapa nih, Guys? Pak, silakan berbelanja, Pak. Tapi dia enggak, dia enggak pakai ini, Guys. Enggak pakai kayak baju warga, Guys. Halo, Bapak. Pak Etan datang dan minta tolong ke aku untuk nyari bahan-bahan pembangunan karena dia lagi ngadain pembangunan di dekat daerah sini. Dan aku sebagai pemilik Sandomart yang sebenarnya toko kita kehitung to serba alias toko serba ada, aku merasa tertarik sih untuk bantu Pak Etan. Terutama ketika Pak Etan bilang kalau dia akan ngebayar semua material yang kita cari. Udah pastilah, Guys. Kita gaskan. Alright then. Just in case you forg the mention here. Oh, oke. Mana ada? Ini etan materialist. Setelah dicek, ini penawaran yang bagus sih, karena barang-barangnya enggak sebanyak itu, Guys. Kemarin kita mining material buat upgrade toko itu jauh lebih banyak daripada requestannya Pak Etan. Jadi tanpa basa-basi aku berangkat ke tempat mining. Sekaligus kita cari batu sekalian deh kita mining OR untuk stok barang jualan. Oke, kita akan cari barang-barang Pak Etan. Apa aja tadi? Oke, granit beres, underside beres, cobblestone beres. Udah mah ini gampang, Guys. Requestan dari Pak Etan. Semua bebatuan udah ready. Kita tinggal nebang pohon. Sekarang dengan ini semua barangnya udah ready. Sekarang tinggal kita tunggu Pak Etan untuk datang lagi. Sampai di toko, aku panen kebun untuk nambah persediaan barang. Dan di pagi harinya ketika lagi rapi-rapiin toko, Pak Etan akhirnya datang lagi. Setelah gua pikir-pikir, Guys, sebenarnya sebenarnya kita nyari dia lagi atau dia datang lagi? Datang berarti dia ke sini. Ini kita taruh dulu. Tuh, ini perlengkapan explore loh. Baru di baru dibahas. Halo, Pak Ettan. Ini di sini Pak Etan nanyain apakah barangnya udah ready atau belum. Pastinya aku jawab ready tapi ada yang menarik. Di dialog selanjutnya ada dua opsi di mana ada pilihan aku bisa nganterin barangnya langsung ke lokasi atau langsung aja kasih ke Pak Etan. Karena aku penasaran, aku mutusin untuk bantu Pak Etan dengan pilih opsi ngantar langsung barangnya ke lokasi. Tujuannya sih simpel kayak kemarin supaya ngasih kesan baik ke Pak Etan dan mungkin Pak Etan akan datang lagi untuk belanja yang lainnya. Apalagi barang pesenan Pak Etan itu banyak-banyak, Guys. Dari opsi nganterin barang ini, akhirnya aku dapat kompas yang langsung menunjukkan lokasi pembangunan Paan. Oh, gitu. W uh dapat kompas. Lu, lu enggak ngapain jualan di sini? Gua jual gua pedah ini nangtangin pesaing guys. Sor ya Pak Etannya itu orang lu ke keluar lu. Hei karena next kita harus nganterin barang, saatnya kita bikin card. Card adalah alat yang ngebantu player untuk bisa bawa barang. Tinggal taruh deh semua barang jadi satu di situ. Tarik sampai ke tempat tujuan kalian. Jadi langsung aja aku crafting card dan taruhin apa aja yang jadi requestannya Pak Etan. Kita anarnya di besok hari aja. Hari ini kita jualan seperti biasa dulu. Hari ini sesuai dengan agenda kemarin, aku akan ngantar barang ke tempat yang disuruh sama Pak Etan. Oh, iya, Guys. Sesuai sama kompas yang dikasih, ya. Ini Pak Etan barang-barangnya ini rumahnya kah? Wow, thank you. Ya, sama-sama. Apaagi nih? Ternyata lokasi pembangunan yang dikasih tahu sama Pak Etan adalah area pengungsian. Tempat ini adalah tempat di mana beberapa orang tinggal, terutama mereka yang enggak punya rumah. Aku iseng tanya apa yang akan dibangun sama Pak Etan di tempat pengungsian ini. Dan dia bilang dia mau nambah lagi untuk ngembangin lagi area pengungsian ini, nambah sel terbaru supaya bisa lebih banyak orang lagi yang tinggal. Aku tanya lagi ke dia, apakah Pak Etan memang orang yang bertugas ngatur area ini? Dan ternyata enggak, Pak Etan cuma orang yang mau bantu para pengungsi yang ada di sekitar sini secara sukarela. Dan tiba-tiba muncul aja gitu di kepalaku. Ya, kenapa Pak Etan mau ngelakuin hal ini? Ya, kalau ditanya kenapa saya juga bingung sih, Pak. Mungkin saya pengin ngebantu mereka aja. Saya merasa hidup saya lebih beruntung dibandingkan mereka. Mm. Gimana cara Bapak bisa ikhlas untuk ngelakuin semua ini, Pak? Hmm. Sulit juga sih pertanyaan ini. Tapi mungkin ya, Pak, karena saya percaya kalau apapun kebaikan yang kita lakuin akan kembali lagi ke kita walaupun dalam bentuk yang lain. Oh, berarti Bapak berharap nanti Bapak ada yang baikin karena Bapak udah baik ke orang lain, gitu dong. Waduh, bukan gitu juga sih, Pak. Ya, tetap sih kita enggak boleh pamrih atau ngharapin sesuatu. dari ngebantu orang. Tapi ini lebih ke hal yang udah terjadi ke saya aja. Awalnya sederhana aja, Pak. Saya cuman ngebantu orang lain karena saya merasa lahir lebih beruntung dari mereka. Dan setiap saya ngelakuin sesuatu untuk orang lain, selalu ada hal-hal baik yang terjadi balik ke saya. Padahal saya mah udah ikhlas dari awal. Oh, kalau gitu saya mau lihat-lihat bentar deh, Pak. sekitaran pengungsian ini. Jujur aku masih belum ngerti sih cara pikirnya Pak Etan dan apa yang benar-benar dia maksud. Tapi di sisi lain ya memang fakta kalau banyak orang yang terlahir kurang beruntung dari kita. Misalnya kayak para pengungsi yang ada di sini. Kita enggak tahu apa yang terjadi tapi nyatanya mereka udah enggak punya tempat tinggal. Aku keliling area pengungsian ini, ngobrol sama beberapa orang yang aku lihat. Oh, ini yang mulung kemarin di pasar, Guys. Oh, di sini dia ya, kemah. God damn, bro. Dia menjual banyak barang untuk roti. W totem ofying, guys. Untuk roti. Setelah berkeliling, ya, kondisi orang-orang di sini memang enggak seberuntung aku. Jadi, aku datang lagi ke Pak Ettan dan mutusin untuk ngebantu dia ngebangun camp ini. Emm, Pak Etan. Ya, gimana, Pak Sando? kayaknya untuk material ini enggak usah Bapak bayar enggak apa-apa, Pak. Loh, kenapa gitu, Pak? Setelah saya keliling, saya juga ngerasa beberapa orang-orang di sini emang layak untuk dapetin bantuan dan saya pengin bisa ngebantu juga. Walaupun mungkin bukan dalam bentuk bantu ngebangun kayak Bapak, tapi setidaknya material yang saya cari bisa Bapak pakai tanpa harus ngebayar apapun, Pak. Lah, beneran ini, Pak Sando. Ini enggak apa-apa. Masalahnya material yang saya pesan itu banyak loh, Pak. Santai aja, Pak. Ettan. Materialnya mah juga gampang buat dicari. Waduh, saya jadi enggak enak ini, Pak. Jangan bilang ini karena omongan saya ya. Tapi sebagai gantinya, Bapak bisa bawa ini ya. Ini Kompas bisa ngantar Bapak untuk datang ke desa saya. Semoga ada hal baik yang bisa saya tawarin untuk pengganti kebaikan Bapak Sandu. Sekali lagi terima kasih ya Pak Sandu. Semoga pembangunannya lancar ya, Pak. Oke, kita dapat kompas. Uh, Golden Valley Kompas. Okelah kita balik dulu, Guys, sekarang guys. Setelahnya Pak Etan ngasih kompas yang ngarahin aku ke desanya. Bolehlah, nanti kita atur waktu buat datang ke sana. Tapi untuk sekarang kita balik ke toko dulu, Guys. Hari ini aku berniat untuk buka toko. Ya, hitung-hitung biar pelanggan kagak kabur, Guys. Belakangan hari ini kayaknya toko sering tutup. Dan seperti biasa, paginya kita mulai dari ngecek barang yang sisa. Jagain toko dari pagi sampai sore makin lama makin berasa sih. Rada bosan juga untuk jaga toko kayak gini. Dulu ambisiku menggebu-gebu karena butuh uang. Tapi sekarang uang bukan jadi permasalahan utama. Jadi aku kepikiran mungkin besok bisa kayaknya kita ke desanya Pak Etan. Ke desa Golden Valley. Kira-kira gimana ya desa Pak Etan di sana? Pagi-pagi udah aku tinggalin toko untuk ngikutin kompas pemberian dari Pak Etan. Kompas ini akan ngarahin kita ke desanya yang bernama Golden Valley. Jadi, aku tinggal ikutin aja kompas ini sampai akhirnya. Uh, itu kah, Guys, desanya? W. Oke. Ini sangar banget sih, Guys. Gila, ada apa aja di sini, Guys? Wah, wah, wah. Ini. Oh, ini jauh beda, Guys. Ini jauh beda. Buset, ada yang jagain keliling enggak tuh? Damn, dude. Desanya Pak Etan bagus banget, ya. Lah, ini dia Pak Etan. Waduh, Pak Sando datang sekarang ternyata. Saya pikir akan datang dalam waktu yang lebih lama. Gimana, Pak? Perjalanannya? Lumayan jauh sih, Pak. Tapi ngomong-ngomong bagus banget ya, Pak, desanya. Ya, beginilah, Pak. Kebanyakan dari kita itu seorang pengusaha. Jadi, alasan saya ngajak Bapak ke sini juga karena Bapak salah satunya. Nanti kalau Bapak keliling sekitar sini, Pak, Bapak bisa lihat yang namanya main departemen. Nah, di sana Bapak bisa coba tuh untuk nge-hire orang, Pak. Lewat HRD atau human resource department di desa ini, kita bisa terbantu di dalam hal merekrut orang. Ada beberapa profesi yang bisa kita pekerjakan. Yang pertama, security guard. Security guard dapat menghilangkan ancaman kecil dari para bandit. Walaupun enggak signifikan, tapi security guard pastinya nyelametin aku dari beberapa pungli atau pungutan liar yang dilakukan. Yang kedua ada supplier. Dia adalah orang yang membantu kita untuk membawakan produk yang dijualkan. Tapi dengan harga yang lebih murah dengan catatan kita harus membeli barang dalam jumlah yang banyak. Yang ketiga ada kasir. Adalah orang yang akan membantu kita untuk menjaga toko. Dengan adanya kasir, toko bisa tetap buka walaupun kita tinggal untuk melakukan kegiatan yang lain. Walaupun kedengarannya membantu banget ya, bukan berarti kita bisa langsung sekedar pekerjakan karena biayanya lumayan mahal dan butuh banyak pertimbangan. Setelah ngobrol sama Pak Etan, aku penasaran dan ngecek desa ini. Dibandingkan sama yang lainnya, ya emang desa ini jauh lebih beda. Mulai dari apa yang mereka jualin benar-benar unik dibandingin sama toko biasanya. Kalau aku buka toko di sini kayaknya persaingannya jauh lebih ketat deh. Masih terengiang-ngiang dengan kata Pak Etan. Aku coba untuk nyari HRD dan nyoba nyari tahu gimana sistem ngerekrutnya. Tapi bukannya ketemu HRD, aku ketemu Lili, seorang marketer yang dengan senang hati ngasih tahu gimana caranya jualan. Selesai ngomong sama si Lily, baru tuh aku ketemu sama sign main department. Dan ketika masuk ke sana, aku disambut sama Herald, seorang HRD yang ngasih tahu aku sistem untuk nge-hire orang-orang yang ada di desa ini. Sistemnya simpel, tapi budgetnya lumayan, Guys. Pertama, aku harus bayar dulu ke HRD-nya untuk bisa dapetin lisensi yang nantinya dari lisensi ini aku udah punya izin untuk mempekerjakan orang-orang di desa ini. Tapi ada pembayaran lagi, Guys, yang harus aku lakuin ke pekerjanya langsung. Karena sistemnya bikin dompetku menipis, aku ngerasa gak PD untuk nge-hire langsung sekarang. Mahal banget, Guys. Malah gua baca kemungkinan harganya juga berubah-rubah. Ya, mungkin bisa lebih murah lagi kali next time aku coba ngecek departemen yang lain juga. Tapi ya karena kita enggak punya lisensinya, aku enggak bisa interaksi sama sekali. Mungkin next time kalau emang udah ada keperluan nge-hire orang, boleh deh kita coba. Selesai ngecek sekitar, aku pengen balik. Tapi udah ada Paak Etan yang kayaknya udah selesai nih sama urusannya. Loh, Pak Sando udah selesai ya kelilingnya. Gimana? Tertarik enggak, Pak, untuk ngehhayir orang dari desa sini? Next time aja lah, Pak. Masih pikir-pikir saya percaya sama saya. Mungkin sekarang kesannya agak meragukan karena Bapak harus bayar orang dengan nominal yang lumayan. Tapi nanti itu benar-benar kebantu Bapak. Cuman ya saya enggak mau terkesan memaksa. Setidaknya saya bisa ngasih bantuan atau ngasih sesuatu sebagai timbal balik, Pak. Nanti kalau emang sudah perlu orang bisa ke sini saja ya, Pak, ya. Mereka pasti akan dengan senang hati membantu. Pasti, Pak. Ngomong-ngomong Bapak ternyata pai komputer juga ya. Oh, ini iya saya sering pakai ini, Pak. Terutama fitur Mind Mall sama Capital Craft-nya. Oh, Bapak ngerti cara Capital Craft itu? Saya sama sekali enggak ngerti, Pak. Loh, Pak Sando enggak pernah coba investasi, ya? Berarti enggak, Pak. Saya enggak berani. Saya enggak ngerti itu uangnya diapain, Pak. Tenang, Pak. Capital Craft itu benar-benar investasi beda sama judi. Kalau judi kan sudah pasti diatur menang sama kalahnya, Pak. Jadi, main judi mah sama aja kayak main game yang kita udah pasti kalah. Oh, mungkin biar lebih simpel gini deh, Pak Sando. Capital craft atau investasi itu kayak kita lagi nanam pohon yang butuh waktu lama buat tumbuh. Tapi pas buahnya tumbuh hasilnya enak banget. Tak ya kurang lebih kayak gitulah. Mmm bisa Bapak kasih penjelasan lebih detail enggak? Jadi gini-gini investasi itu Pak Etan benar-benar ngasih banyak informasi baru ke aku. Soal mempekerjakan orang, soal investasi yang benar-benar bikin aku buka pikiran kalau uang itu punya banyak hal yang enggak pernah aku tahu sebelumnya. Untung sih aku mutusin untuk bantu Pak Etan karena dibandingin sama material yang aku kasih ke dia, informasi yang aku dapetin jauh lebih mahal. Buset, lihat deh kemarin kita minta 200 emerald ke dia kayaknya udah enggak ada artinya deh sekarang. Makin gede lagi tokonya, makin kaya lagi dia. Lah, bagus dong. Justru sekarang momen yang paling perfect. Karena semakin banyak kita minta emerald, dia akan ngasih. Makin kecil lagi kemungkinan untuk dia bisa pindah toko. Benar, benar, benar. Jenius juga lu. Yuk, kita kasih tahu, Bos, supaya kita bisa naikin lagi iuran keamanannya. Musim gugur dimulai dan toko masih aman terkendali. Tidak ada tanda-tanda intensitas orang belanja menurun. Tapi jujur, semenjak datang dari Desa Golden Valley yang sebelumnya, aku benar-benar tertarik untuk nyoba investasi. Oke, Capital Craft kata Pak Etan. kita bisa invest dan aman tidak seperti judi ya. Gua beli berapa, Guys? Dikit dulu. Dikit dulu buat belajar dulu, ya. Nah, oke. Aduh, bencinya gua, Guys. Beh, malas banget gua. Aduh, gak ikhlas gua, Guys. Sumpah, Be udah dijagain tuh. Udahlah. Eh anjir serius 1500. Bisa-bisanya biaya keamanan dari bandit yang awalnya cuma 200 emerald naik ke 1500 emerald. Dan ini enggak masuk akal. 1.500 untuk uang keamanan. Yang jelas-jelas area ini udah aman. Dan kenaikan harga itu simply karena tokoku yang udah makin ramai. Lah apa hubungannya? Ramai dan enggaknya toko ini kan gak ada hubungannya sama mereka. Ini udah gak bisa kita biarin. Mungkin benar kata Pak Etan. Nge-hire seseorang akan benar-benar ngebantu. Dan ini adalah saat yang tepat untuk kita nge-hire security. Aku enggak mau lagi diganggu sama bandit-bandit ini, Guys. Jadi aku mutusin untuk hire security. Aku pengen aman dari intimidasi para bandit. Karena kalau dibiarin lama-lama cuman masalah waktu sampai mereka nagih dengan nominal yang gak masuk akal. Dan kalau dibiarin mereka akan merasa aku target yang empuk yang bisa dimanfaatin terus-menerus. Jadi aku langsung ke HRD, beli lisensi untuk mempekerjakan security dan bawa lisensi itu ke security house untuk diserahin ke seorang security guard bernama Zake. Setelah aku hire, langsung deh Pak Zake ngikutin aku dan kita berangkat balik ke toko bareng-bareng. Ayo sini Pak Zeke. Anjay guys. Guys, gua punya bodyguard ya adik-adik ya. Keren enggak? Keren enggak? Oke, jadi ini adalah toko saya Pak Zek ya. Bapak akan berjaga-jaga di sekitar sini menghadang bandit nih. Bapak jaga posnya di depan sini nih. Tuh. Nah. Oke. Diam ya. Sini ya, Pak. Need something, Bos. Guard aja. Sekarang masalah bandit ya kita anggap dulu selesai. Meskipun pada akhirnya kita harus lihat dulu. Semoga kedatangan mereka bisa diberhentiin sama security kita. Jadi aku sekarang lanjut ngejalanin kegiatan kayak biasa, ngurus kebun, ngelola kandang, buka toko lah kayak biasanya. Tapi setelah dipikir-pikir lagi, hire kasir kayaknya juga ngasih benefit yang bagus, Guys. Dengan adanya kasir, artinya toko kita bisa buka walaupun aku tinggal untuk ngelakuin kegiatan yang lain. Tapi ya enggak mau buru-buru, kita tetap cari uang dulu dengan buka toko supaya uang kita enggak mepet-mepet banget lah untuk higher kasir. Aku jualan dan jualan. Sampai setelah uangku cukup, aku datang lagi ke Desa Golden Valley untuk beli lisensi kasir dan langsung deh ngae-hihare kasir cantik yang bernama Maya. Neng Maya. Hai, kamu mau tidak menjadi kasirku? Maya nih kita hire, Guys. Kita hire ya 200 emerald. Oke, aman aman. 200 emerald. Oh, langsung kerja hari ini. Oke, ayo sini. H nyangkut dia. Sini, Maya. Ya udah, gua duluan, Maya. Lu nyusul ya. Jangan lewat jendela. Kocak. Ini udah ada pintu. Woi. Dahah. Dibil aja gitu, Guys. Wow, kamu sakti sekali, Maya. GG, GG, GG. Sampai di toko, aku langsung jelasin ke Maya apa aja yang harus diperhatiin di toko dan ngasih tahu di mana dia harus standby setiap harinya. Dan untuk kali pertama tokoku buka, tapi aku enggak diam di meja kasir lagi. Huh. Silakan berbelanja, berbelanja. Uh, makin ramai, Guys, toko gua, Guys. Gila. Gila perjuangan kita, ya. Perjuangan kita akhirnya terlihat. Terima kasih telah berbelanja, Bu. Terima kasih sudah berbelanja ya, Pak. Hah, gila akhirnya. Dan untuk kali pertama aku baru benar-benar berpikir seberapa jauh perjalanan yang udah aku lewatin. Berawal dari orang yang berambisi untuk nyari uang dan keluar dari situasi krisis. Gagal karena kebodohan, berhasil, tapi masalah masih menghantui pertemuan dan pembelajaran yang baru. Mungkin terlalu cepat untuk bilang kalau aku udah sampai di garis finish. Tapi sekarang situasiku udah jauh lebih baik dari sebelumnya. Dan untuk sekarang aku pengen tenang dan nikmatin semuanya. Hah. Oke, kita udahan dulu untuk istirahat dan merenungnya. Enggak mau cuman berhenti di situ. Aku pengen lebih ngembangin lagi Sandomart ke toko yang lebih bagus. Yap, upgrade ini adalah upgrade yang selanjutnya. Tujuannya memang simpel sih, enggak lain dan enggak bukan adalah untuk memperluas lagi dan bikin bangunan ini bisa nampung banyak merchan self. Ya, tahapnya itu aja lah. Kalian udah pasti tahu Toko lama udah rata dan terraforming juga udah selesai. Step terakhir yang harus kita lakuin adalah bikin toko versi yang ketiga. Ah. Ini sebelum dan ini sesudahnya. Udah tiga kali, Guys, toko ini aku upgrade. Kira-kira yang mana yang kalian suka? Coba tulis di kolom komen. Setelah komen, boleh sekaligus kalian pencet tombol subscribe-nya. Untuk finishing, aku beli meja sama kursi baru di main Mall. Biar lebih keren lagi, Guys. Tempat kasirnya estetik gitu. Nih, Guys. Gua beli tadi di main Mall dan sangat estetik, ya. Kita lihat apakah akan ukurannya pas. Oke, pas. Tapi agak mereng dikit. Oke lah hilang ternyata sekali pasang gak bisa pindah, Guys. Ya udah gak apa-apa kita beli lagi. Enaknya toko yang sekarang sih karena gede bagian atas atau lotengnya bisa kita jadiin storage. Jadi untuk masalah penyimpanan toko model ini jauh lebih rapi dibandingin model yang kedua. Sampai akhirnya nata-nata barang udah jadi tahap yang terakhir untuk kita menyelesaikan toko ini. Dan setelah selesai aku bisa Hah. Seru ya nyari uang, Guys. Lah iya barang-barang belum ke display. Hah? Capeknya nyari uang. Sekarang karena semua udah siap, ini 1000% makin ramai, Guys. Yakin gua sangat-sangat yakin. Tuh, pagi-pagi udah banyak yang datang, Teman-teman, ya. Karena ah ini belum belum misi sih. Sor, Pak, ya. Ada yang belum isi dengan kasir yang ngebantu aku. Aku bisa ngebuat kentang bakar yang bisa lebih mahal lagi kalau dijual ketimbang kentang biasa. Dan sekarang kita bisa lebih fokus untuk di kebun. Lihat deh upgrade toko lagi dia. Udah gitu pakai sok-sokannya was security lagi. Pantang nyerah juga anak itu. Boleh-boleh kita kasih dia pelajaran. Perlu kita laporin ke bos nak? Ah kagak usah. Sebelum laporin ke bos, gua mau nyerang dia secara psikologis. Gokil. Jagoan gua nih. Lah itu apa itu, Guys? Iwak anjir, kepala babi, Guys. Ini buku apa juga? Ini kepala babi berdarah nih. Siapa yang naruh di sini nih, Guys? What the hell? Ini apa pula isinya nih? Aku diteror dengan kepala babi dan surat ancaman yang berisikan suruhan untuk ngebayar iuran. Mungkin Bandit juga nyadar kalau belakangan tokoku udah dijaga sama security. Makanya mereka ngancam pakai cara kayak beginian. Tapi aku enggak akan ngikutin mereka karena kalau semua keinginan mereka aku turutin cuman masalah waktu sampai mereka bersikap semena-mena. Walaupun dalam surat ini disampein kalau tokoku mungkin akan dihancurin, tapi aku yakin itu cuman ancaman. Enggak mungkin mereka berani untuk ngelakuin hal itu. Karena itu udah terhitung kriminal. Jadi aku mencoba untuk cuek dan lanjut fokus untuk ngembangin bisnis ini. Daripada lama-lama mikirin hal yang enggak begitu penting, next aku ada ide untuk nyari supplier. Seperti yang aku jelasin sebelumnya kalau supplier ini akan ngebantu kita dengan ngebawain barang-barang jualan langsung ke toko. Jadi masalah nyari-nyariin barang untuk dijual udah enggak perlu manual lagi. Semuanya jadi lebih otomatis sekarang. Terima kasih. Terima kasih sudah berbelanja. Terima kasih sudah berbelanja di Sandomart ya, para-para Bapak-bapak dan Ibu-ibu sekalian. Gila, dari pagi nih, Guys, antanyaannya tidak putus-putus ya, Teman-teman. Rameai terus, rame terus. Meskipun dengan ancaman dari para bandit, toko tetap berjalan seperti biasa. Dengan adanya security, aku percaya diri. Dan dengan kondisi yang kaya sekarang, mungkin langkah selanjutnya aku akan ngikutin jejak dari Pak Etan. Bagiku, uang saat ini udah bukan suatu kebutuhan. Banyak orang di luaran sana yang lebih membutuhkan lagi. Dan berhubung aku bisa, kenapa enggak kita bagiin kebahagiaan ke orang lain di luaran sana? Wah, wah, wah. kayaknya dia enggak peduli sama surat ancaman kita. Tengil nih orang lama-lama. Kita apain anaknya? Gimana kalau kita bakar aja toko dia. Sekarang gua mulai setuju sama lu. Kalau gitu kita panggil anak-anak yang lain. Perlu kasih tahu ke bos enggak? Udah enggak usah. Gua yakin bos setuju. Panggil aja anak-anak yang lainnya. Asik asik asik. Akhirnya kita bisa brutal ke toko ini dari kemarin gua lihat dia berlagu. Tapi sebelum kita bagi-bagi ke orang yang ada di pengungsian nanti, aku pengen nyelesaiin kerjaan kita dulu untuk bisa sedikit lebih santai. Kemarin kita udah ada ide untuk nge-hire supplier. Jadi walaupun cuaca lagi enggak asik buat jalan-jalan, aku tetap datang ke Desa Golden Valley dan hire Pak Dale sebagai supplier kita. Pak Dale, aku ingin meng-hireu. Buset, naikkah ke 500 emerald ini atau emang harga awalnya atau naik? Ya udahlah enggak apa-apa. Mau enggak mau, Guys, gua belum coba juga high ini kan jadi lumayan lah. Percobaan pertama, Pak Dale. Terima kasih Pak Dale. Wuhu. Jadi mulai besok supplier akan datang dalam kurun waktu tertentu. Selama satu musim dia akan nge-suplai barang-barang yang cocok untuk dijual pada musimnya. Tapi kalau musim berganti ya aku harus hire ulang supplier ini. Lumayan lah, Guys, untuk ngeringanin kerjaan. Walaupun kalau benar-benar mau menuhin rak kita ya ujung-ujungnya kita harus grinding sendiri juga karena barang yang akan dikasih sama supplier itu jumlahnya terbatas. Kira-kira kapan si Pak Dale datang, Guys? Dia acak sih katanya ya timingnya. Beberapa dari kalian mungkin penasaran cara kerja supplier-nya tuh kayak gimana. Jadi beberapa hari ini aku tetap jualan dulu sambil nungguin supplier-nya untuk muncul sampai akhirnya oh datang Pak Dale guys datang. Supplier is arrive adik-adik ini pertama kalinya kita pakai supplier. Oke thanks ya Bapak Dale. Oh langsung disepirar begitu ya. Langsung menghilang, Guys. Berarti barang-barangnya uh tidak mengecewakan. Tidak mengecewakan. Good, good, good, good, good. Lumayan lah ya. Nah, kurang lebih gitu, Guys. Sekarang kita bisa tata barang yang dikasih sama supplier ini. Dan gila sih untuk sekarang aku berani bilang kalau toko kita udah hampir lengkap lah. Dan kalau dipikir-pikir, kita bisa bikin cabang kedua enggak sih, Guys? Eh, tapi sebelum lanjut ke cabang kedua, aku masih ingat tujuanku yang sebelumnya yaitu ngebagiin kebahagiaan dan keberuntungan yang aku dapat ini ke orang-orang lainnya. Lah pas banget orangnya ada di depan, Guys. Halo, Bapak. Ini saya memberi beberapa makanan. Dan oh ini ni here I have something for uh gila lewat berbagi ini aku ngerasa aku lebih berguna ketimbang cuman makai uangku untuk diriku sendiri. Tapi ya pada akhirnya semua tergantung posisi kita juga. Aku ggak akan munafik. Seandainya tokuku gagal dan aku enggak di posisi kayak sekarang, aku enggak mungkin bisa ngelakuin hal kayak gini. Tapi sekarang dengan kesempatan dan keberuntungan yang aku dapetin, ditambah sedikit bumbu kerja keras pastinya aku bisa berbagi ke mereka. Membagi kebahagiaan yang gak akan bisa aku nikmatin sendirian. Life is good. Life is good. Yeah. Get in my darkest time. me feeling like tempatnya. Toko yang awalnya membayar iuran tapi mulai mempekerjakan security dan mulai berani dengan kita. Apa susahnya sih? Tinggal bayar uang saja. Lagi pula tokonya sudah besar. Iya kan? Benar tuh. Benar. Mulai sombong ini orang. Gimana kalau kita hancurin tokonya? Kita jarah semuanya. Oke, cukup dulu untuk hari ini. Kita balik dulu, Guys. Tapi di saat aku baru merasakan kebahagiaan, aku ditampar kenyataan baru kalau ancaman dari bandit yang sebelumnya bukan sekedar ancaman biasa. Bentar, ini gua salah lihat atau loh. Bentar bentar bentar bentar bentar. What the? Eh, ini kenapa? Aduh, jangan-jangan. Wah, jangan-jangan yang surat bandit kemarin ya. Anjir, beneran dihancurin ya. Yah, toko gua. Aduh, komputer gua rusak juga. Oh no. Apa yang udah dilakuin sama Bandit udah di luar batas wajar. Tapi aku juga enggak punya jawaban apa yang harus aku lakuin untuk nghadapin mereka. Aduh, toko yang aku bangun dari awal sekarang hancur dan semua pekerjaku udah enggak bisa lagi bekerja di tempat ini. Tapi kalau kalian pikir-pikir, sebenarnya apa yang terjadi bukan aku gagal. Aku cuman kembali ke start awal. Enggak punya uang, enggak punya apa-apa. Aku jadi sandwich yang pertama kali mengeluh soal uang. Tapi sekarang yang beda. Aku bukan orang yang sama. Karena aku udah tahu gimana caranya untuk bisa bangkit lagi. Dan ingat, gagal bukan ketika kalian tumbang, tapi gagal adalah ketika kalian tumbang dan tidak memutuskan untuk bangkit. Oke. Uh. Buset, berat juga nih. Never I’m with you. I’ve waited till the moment right to look into those stary eyes and say the words that I’m thinking all the time. Oh, I do. I do I do love. Lah, kalian ngapain di sini? Ya udah jelaslah kita akan bantuin Pak Sando. Tapi ngomong-ngomong kenapa bisa sampai gini ya, Pak tokonya? Hah? Pokoknya panjang deh ceritanya. Udah, udah sambil jalan aja nanti ngobrolnya. Kita mulai kerja dulu. Gimana? Eh, serius ini? Enggak apa-apa kalian bantuin. Ini kerjaannya banyak banget loh. So let’s start again. But my time I’ll have you and you have me and we can go wherever we want to. Toku selesai diperbaikin dan kali ini aku enggak sendiri tapi aku dibantu sama teman-teman dari pengungsian. Bos ee ada yang harus kami sampaikan, Bos. Ada apa? Kami memutuskan untuk membakar toko baru kemarin. Toko itu terlihat mulai memberontak karena dia mulai menyewakan security untuk menjaga tokonya. Berarti toko itu sekarang sudah mati permanen. Harusnya pemiliknya tidak bisa lagi, Bos, melakukan apa-apa. Bagus. Jangan sampai warga lain mulai mengikutinya dan kita tidak bisa biarkan. Ada banyak orang yang mulai melawan di wilayah ini. Sisa bagian dalamnya aja, sekarang tinggal aku bersihin salju dan natarak lagi. Tapi jujur apa yang dikasih tahu Pak Etan ternyata benar-benar nyata. Ketika aku bermaksud untuk ngebagiin kebahagiaan dengan warga pengungsian, mereka berbalik membantu aku dikala aku di posisi yang terpuruk. Untungnya kandang hewanku gak diobrak-abrik sama para bandit itu. Jadi, aku masih bisa ngurus ternak dan juga kebun kayak sebelumnya. Ya, terhitung kayak memulai dari awal tapi enggak awal-awal banget lah, Guys. Dan di besok harinya tokoku udah buka kayak biasanya. Semua produk yang aku jualin memang terkesan downgrade dibanding yang sebelumnya, tapi ini adalah yang terbaik yang bisa aku lakuin. Yang nyebelin sih berawal dari aku punya kasir dan security yang ngebantu, sekarang aku back to start dan handle semuanya sendirian. Dan aku mulai lagi nambah-nambah barang jualan lewat belanja di Mine Mall, terus langsung nata barangnya. Secara signifikan gara-gara barang jualanku yang sedikit, kurang bervariasi, orang-orang yang belanja pun mulai menurun. Toko mulai jadi sepi. Tapi kita udah ngelewatin ini sebelumnya. Aku udah tahu cara untuk balikin toko ini ke normal lagi. Tapi memang semuanya butuh waktu. Aku bangkit perlahan demi perlahan. Rada lambat sih rasanya, tapi mungkin itu karena aku udah terbiasa dengan keuntungan yang tinggi dalam seharinya. Tapi kalau kita ngomongin keuntungan aku baru ingat juga yang di Capital Craft gua baru ingat guys. 5.000 emerald. God bro. Weh we beneran untung, Guys. Investasi, Guys. Setelah lama ditinggal sekarang uangku udah 5.700 emerald. Jujur aku ggak expect untuk investasiku bisa untung sebanyak ini. Untung aku mutusin untuk ngikutin omongan Pak Ettan. Dan sekarang dengan 5.000 emerald yang aku punya, aku bisa mempercepat proses pemulihan tokoku. Bahkan dengan uang ini aku kepikiran sesuatu. Langsung aja, langkah pertama yang aku lakuin adalah penuhin merchan self dengan barangbarang yang aku yakin diminatin sama pembeli. Setelah itu, aku akan ng-recrut karyawan lagi untuk bisa ngebantu aku menjalankan toko ini. Tapi kali ini aku bukan ke Desa Golden Valley, melainkan Sebelumnya saya mau ucapin makasih ya untuk kalian. Karena berkat kalian, toko saya bisa kembali dalam waktu yang lebih singkat. Lah, enggak apa-apa, Pak. Cuman itu yang kami bisa. Pak Sandu dan Pak Etan sudah membantu kami dalam bentuk yang berbagai macam. Setidaknya itu yang bisa kami lakukan untuk membalas kebaikan kalian. Iya, benar, Pak. Jangan berterima kasih seperti itu. Harusnya kami yang berterima kasih. Apa yang kami lakukan tidak ada apa-apanya, Pak. Ah, sudah. Jangan terlalu merendah seperti itu. Tapi untuk sekarang saya datang untuk meminta tolong sekali lagi sih. Minta tolong apa, Pak? Kami sih selalu siap ya membantu selama kami bisa. Ya, kalau masalah kerja berat otot mah saya udah siap, Pak. Ha. Saya mau minta tolong untuk aku ngajak para warga pengungsian untuk kerja sama aku. Setelah aku pikir, kenapa enggak aku buka lapangan pekerjaan untuk ngebantu mereka, setidaknya untuk bisa keluar dari situasinya yang sekarang atau mungkin jadi lebih baik dari yang sebelumnya. terutama setelah mereka ngebantu aku untuk ngeperbaikin toko ini. Toko perlahan mulai kedatangan pembeli seperti biasanya. Kondisinya lebih cepat pulih. semuanya berkat uang yang aku investasiin kemarin. Asli sih, tanpa itu kayaknya toko ini akan pulih lebih lambat lagi. Dan tiba-tiba tanpa aku sadar, Pak Etan datang lagi ke tokoku. Ternyata kabar bandit ngerusak toko ini udah diinfo sama warga pengungsian ke Pak Etan dan dia pengen bantu aku dengan ngasih diskon kupon supplier yang nantinya akan ngasih aku harga murah untuk nge-hire supplier di musim depan. Dan satu lagi sih yang dikasih tahu sama Pak Etan. Pak Sando, untuk masalah toko Bapak saya rasa itu sudah di luar. Kata wajar saya sudah mencoba untuk menghubungi beberapa polisi. Mereka bilang tidak dalam waktu dekat, tapi pastinya mereka akan datang untuk meminta beberapa keterangan untuk mempermudah menelusuri sindikat bandit-bandit yang sudah cukup meresahkan itu. Wah, makasih Pak Ettan. Kalau emang gitu akan saya tunggu kedatangan mereka. Kalau gitu mungkin itu dulu sih, Pak, yang bisa saya kasih tahu. Untuk sekarang saya harus kembali dulu ke desa. Ada beberapa urusan yang harus saya selesaikan. Semangat ya, Pak Sando. Saya yakin toko Bapak akan jadi lebih baik lagi, terutama dengan cobaan yang datang ini. Terima kasih banyak ya, Pak Ettan. Semangat Pak Sando. Semuanya berjalan dengan baik. Pembeli udah ramai dan kerja sama orang-orang dari pengungsian benar-benar menyenangkan. semuanya semakin membaik dan semakin membaik dan pembeli terus-menerus berdatangan. Waduh, gimana nih? Gimana kita bilangnya ke bos? Malah kemarin kita udah bilang kalau toko ini udah kita hancurin, terus tiba-tiba jualan normal bahkan ramai kayak biasanya. Iya, lagi. Ini sih bos pasti meledak sih. Kita udah malu-maluin banget nih. Kita gagal bikin orang ini bangkrut. Keras kepala juga dia. Ya urusan bos marah atau enggak gimana lagi ya. Satu-satunya hal yang bisa kita lakuin ya tetap ngelapor kayak biasanya enggak sih? Benar juga sih. Ya udah, yuk kita balik ke markas. Kita kasih tahu, Bos. Ya udah, yuk. Bos, mohon maaf sebelumnya setelah kita cek ternyata toko yang kemarin kita udah hancurin itu sekarang balik jualan lagi, Bos. I, iya, Bos. Bahkan sekarang bisa dibilang enggak butuh waktu lama untuk dia di kondisi stabil lagi. Loh, gimana sih? Kalian kemarin kan bilang kalau toko itu udah kalian hancurin. Gimana bisa dia jualan terus balik stabil lagi. Wah, ini malu-maluin nama bandit kita. Berani juga itu orang. Panggil semua pasukan, panggil Jonny. Sekarang kita harus musnahin toko itu. Karena kalau sampai toko itu tetap jualan stabil, toko-toko lainnya akan mulai berontak sama kita dan ngelakuin hal yang sama. Kita harus hancurin itu sekarang juga. Siap, Bos. Siap, Bos. Kalau semua udah siap, waktunya kita kasih pelajaran buat pemilik toko itu. Waduh, kenapa pada datang beramai? Ada apa, Pak? Hah? Mereka kalian semua kalian semua mau apa ke sini? Mau apa kau bilang? Belum ada yang pernah berani meremehkan kami seperti ini. Kau belagak berani dengan menyewa sekurity-seurity itu. Sudah ku hancurkan tokomu dan kau masih membangun toko di sini. Seolah kau tidak takut sama sekali kepada kami. Sekarang kau bisa melihat kan siapa yang kau lawan? Mana bos lu? Hah? Sini panggil bos lu. Hancurin semuanya. Ah tunggu sampah. Ah. Ah. Aku harus menurunkan egoku dan membuat para bandit-bandit ini senang. Bukan. Bukan karena takut kalau uangku hilang, bukan takut juga kalau tokoku hancur. Aku udah ngebangun toko ini berkali-kali. Dan uang memang penting, tapi tidak menjadi hal yang sangat penting seperti yang kalian pikirkan. Karena yang membuat uang berarti bukan nominalnya, tapi siapa yang ada di sekelilingnya. Aku hanya ingin melindungi mereka tanpa mereka yang tulus dan selalu ada membantuku. ini semua tidak ada artinya. Hm. Sulit juga sih pertanyaan ini. Tapi mungkin ya, Pak, karena saya percaya kalau apapun kebaikan yang kita lakuin akan kembali lagi ke kita walaupun dalam bentuk yang lain. Eh, Bang, Bang, ada polisi, Bang. Kita kabur dulu, Bang. Polisi. Kenapa bisa polisi ke sini? Kabur, kabur. Ya udah, ayo semuaya kabur dulu, kabur dulu. Sando, kamu enggak kenapa-napa kan? Enggak apa-apa, Pak. Tapi makasih ya, Pak, udah datang di waktu yang tepat. Pas banget ya. Aku emang ada rencana untuk ngajak polisi minta keterangan yang kemarin. Kebetulan para bandit datang lagi ke tokomu. Hah? Iya, Pak Etan. Kayaknya kemarahan Bandit udah memuncak. Ya udah kalau gitu Pak Polisi mungkin keterangan detailnya bisa langsung ditanyain sama Sando ya, Pak. to looking remember for you. if season darling Oh, you see I never found this way before.

Ayok guys download Terra Limitless Gaming World di link dibawah
👉https://terra.onelink.me/IGnl/ItsSandwich

👉Merchandise Buatanku
https://bit.ly/ItsSandwichMerch

👉Untuk kalian yang mau traktir aku kopi
https://trakteer.id/ItsSandwich_

👉 Bussines Email
Email : managementsandwich@gmail.com

👉Social Media lain

@itssandwich00


https://www.instagram.com/itssandwich_/

👉Channel kedua aku maen game lain
https://www.youtube.com/@itsnotsandwich

Terimakasih telah menonton semoga kalian terhibur, jangan lupa LIKE dan SUBSCRIBE🔥