Curhat Pilu Diplomat Muda Kemenlu RI Sebelum Ditemukan Tewas
[Musik] [Musik] [Tertawa] [Musik] sebelum ditemukan tewas dengan wajah terlakban diplomat Kementerian Luar Negeri RI, Arya Daru Pangayunan ternyata pernah curhat soal tekanan pekerjaan. Curahan hati itu pernah ditulis Arya Daru Pangayunan 4 tahun lalu, tepatnya di tahun 2021 seperti dimuat tribun Medan pada Kamis 10 Juli. Arya Daru menceritakan bagaimana beratnya bekerja di Kementerian Luar Negeri hingga harus berjauhan dengan istri dan keluarga. Misal saja kata Arya saat dirinya pertama kali bertugas di KBRI Yangon Myanmar. Arya Daru saat itu harus meninggalkan istrinya, Meta Ayu Puspitanti yang sedang hamil anak pertama mereka. Di Myanmar, Arya Daru mendapatkan pekerjaan sebagai lokal staff fungsi politik di KBRI Yangon. Hal itu membuat dirinya harus tinggal di Myanmar dengan mes yang sudah disediakan. Namun, hal yang membuat dirinya galau yakni sang istri tengah hamil muda. Dengan berat hati, Arya Daru pun harus meninggalkan sang istri untuk tinggal di rumah mertuanya di Jogja. Area Daru pun akhirnya berangkat ke Yangon pada tanggal 6 Juni 2011. Meski bekerja di luar negeri, namun pekerjaan area daru di sana sangat sederhana. Bahkan untuk sekelas lulusan Universitas Gadjah Mada, pekerjaannya sangat simpel. Terkadang ia hanya diminta melakukan pekerjaan ecek-ecek seperti fotokopi dan mengantarkan dokumen serta kliping koran. Namun, bekerja diangon nyatanya telah mengubah hidup area Daru menjadi lebih stabil. Selama 2 seteng tahun hidup sebagai LS di Myanmar, Arya merasa cukup makmur dari segi finansial. Untuk biaya hidup sehari-hari, Arya Daru mengandalkan uang lembur. Bahkan kehidupannya selama diangon juga cukup nyaman dan bisa membeli tanah di kampung halamannya. Namun saat dia tinggal di Yangon, istrinya melahirkan anak pertama mereka di Indonesia. Apalagi proses kelahiran anak pertama mereka cukup sulit karena komplikasi kehamilan. Dari bulan keenam kehamilannya, Pita harus betres di rumah sakit. Arya Daru pun meminta izin kepada Dubes untuk pulang ke Jogja. Namun saat itu izin tidak langsung diberikan. Tiba di Jogja 1 minggu kemudian Arya Daru cukup sedih rasanya karena tidak bisa langsung menggendong Altaya yang masih berada di dalam inkubator. Karena kelahirannya yang prematur. Kondisi Pita juga masih sangat lemah sehingga saat itu menjadi masa-masa yang cukup berat bagi Arya Daru dan Pita. Selama menjadi diplomat, Arya hanya bisa memantau putrinya lewat bantuan teknologi. [Musik] [Musik] Jangan lupa subscribe ya.
Download aplikasi berita TribunX di PlayStore atau AppStore untuk mendapatkan pengalaman baru.
=================
WARTAKOTALIVE.COM–Sebelum ditemukan tewas dengan wajah terlakban, diplomat Kementerian Luar Negeri RI Arya Daru Pangayunan ternyata pernah curhat soal tekanan pekerjaan.
Curhan hati itu pernah ditulis Arya Daru Pangayunan 4 tahun lalu tepatnya di tahun 2021 seperti dimuat TribunMedan pada Kamis (10/7/2025).
Arya Daru menceritakan bagaimana beratnya bekerja di Kementerian Luar Negeri hingga harus berjauhan dengan istri dan keluarga.
Berita Selengkapnya klik tautan di bawah ini :
https://wartakota.tribunnews.com/video
Penulis: Desy Selviany
Host : Desy Selviany
Videografer: Source istimewa
Editor : Luttex
Uploader: Luttex
#viral #kemenlu #diplomatmudatewas
#beritajakarta #beritaviral #wartakota