BUNKER NETANYAHU HANCUR DIHANTAM RUDAL IRAN!? 2500 Tentara Tewas, Rudal Iran Ratakan Markas Israel!

[Musik] Setelah berakhirnya perang 12 hari antara Iran dan Israel yang diakhiri dengan gencatan senjata yang difasilitasi Presiden Donald Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kini tidak bisa tenang. Pasalnya setelah perang tersebut, Iran tidak hanya berhasil mengungkapkan kerentanan dalam sistem militer Israel, tetapi juga memperoleh informasi vital mengenai lokasi persembunyian Netanyahu dan pejabat-pejabat tinggi Israel lainnya. Dengan informasi ini, Iran berpotensi menargetkan bengker-bungker ini untuk menghabisi Netanyahu dan pemimpin Israel lainnya. Ini menjadi ancaman nyata yang menyiratkan bahwa meskipun gencatan senjata tercapai, ketegangan dan bahaya masih mengancam. Terutama dengan Iran yang kini memiliki keuntungan strategis dalam mengetahui titik lemah musuh. Namun bungker ini sebenarnya bukan hal baru di Israel. Faktanya bangker rumah sakit Sauraski telah dibangun sejak tahun 2008. dengan biaya sekitar 110 juta. Do pada tahun 2011, rumah sakit ini akhirnya dilengkapi dengan fasilitas darurat anti bom yang mampu menampung antara 700 hingga 1000 tempat tidur. Rumah sakit yang memiliki 13 lantai di atas tanah dan empat lantai di bawah tanah ini dirancang untuk memberikan perlindungan terhadap serangan konvensional, kimia, dan biologis. Namun hari ini banker tersebut tidak lagi berfungsi sebagai tempat perlindungan bagi 15 pasien yang tengah dirawat di rumah sakit ini. Netanyahu kini telah mengubah fungsi bungker tersebut menjadi tempat perlindungan untuk dirinya dan rezimnya dari potensi serangan udara Iran. Lebih memilukan lagi, pasien yang dirawat di lantai atas kini dijadikan tameng manusia untuk melindungi nyawa sang perdana menteri dari ancaman senjata yang datang dari musuh-musuhnya. Namun, setidaknya kita semua kini mengetahui bahwa tuduhan Israel terhadap Hamas yang dituduh menggunakan rumah sakit sebagai markas militer nyatanya juga dilakukan oleh mereka sendiri. Lucunya, Israel tidak pernah mampu membuktikan bahwa Hamas menggunakan rumah sakit sebagai markas militer. Namun hari ini Iran berhasil membuktikan bahwa Israel memanfaatkan rumah sakit sebagai markas persembunyian dan pusat operasi militer. Padahal seperti yang kita ketahui, menjadikan rumah sakit sebagai markas militer dan menjadikan penduduk sipil sebagai tameng manusia adalah pelanggaran perang yang sangat berat. Seharusnya tindakan ini bisa membuat Israel mendapatkan sanksi internasional yang berat. Namun berkat kekuatan Amerika Serikat di kanca internasional, Israel hingga kini masih lolos dari jeratan hukum internasional yang seharusnya dijatuhkan. [Musik] Dalam sebuah video tiga dimensi berdurasi 1 menit 34 detik yang dipublikasikan melalui Telegram, Iran mencoba mengungkap lokasi persembunyian Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu beserta pejabat-pejabat tinggi Israel lainnya. Video tersebut memperlihatkan bahwa markas Rahia Netanyahu terletak di bawah rumah sakit Sauraski, Tel Afifan. mengklaim bahwa markas ini digunakan oleh Netanyahu dan pejabat tinggi Israel untuk mengadakan pertemuan selama eskalasi konflik dengan Iran. Iran menyatakan bahwa bungker persembunyian Netanyahu dan para pejabat lainnya memiliki 13 lantai di atas tanah dan empat lantai di bawah tanah. Dengan letak markas yang berada di bawah tanah, Netanyahu dan para pejabat tinggi Israel akan terlindungi dengan aman selama serangan rudal balistik Iran menghujani Israel. Iran juga mengklaim bahwa markas ini berfungsi sebagai pusat komando militer yang dipindahkan ke lokasi tersebut selama meningkatnya ketegangan antara Israel dan Iran, khususnya selama perang 12 hari. Hal ini menurut Iran dilakukan untuk menjamin keselamatan Netanyahu dan pejabat tinggi Israel di tengah krisis. Untuk memastikan bahwa markas tersebut benar-benar aman dari ancaman luar, Iran menambahkan bahwa lokasi tersebut juga memiliki terowongan yang menghubungkannya dengan Kantor Komando Israel Defense Forces IDF. Dengan fasilitas ini, Netanyahu dan pejabat lainnya dapat tetap aman jika harus mengunjungi kantor komando IDF di tengah situasi yang penuh ketegangan akibat serangan Iran. Bahkan jika kondisi semakin memburuk, Netanyahu dapat berlindung di kantor komando IDF yang terhubung dengan markas tersebut. [Musik] Meski demikian, Iran akhirnya mampu membuktikan kepada Israel bahwa bukan hanya Mossad yang mampu menyusup ke dalam Teheran. Buktinya Badan Intelijen Iran Ministry of Intelligence MO berhasil mengungkap lokasi persembunyian Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dengan merilis video tiga dimensi yang menunjukkan secara jelas posisi markas rahasia tersebut serta aktivitas pejabat-pejabat tinggi Israel. Iran menunjukkan bahwa Moiz setara bahkan bisa dibilang tidak kalah hebat dibandingkan Mossat. Lalu dengan data intelijen yang telah terbongkar, apa langkah Iran selanjutnya? Setelah sukses membongkar tempat persembunyian Netanyahu, Kepala Staf Iran, Mayor Jenderal Abdul Rahim Mausafi mengeluarkan ancaman yang sangat serius kepada Israel, termasuk kepada Perdana Menteri Netanyahu. Dalam pernyataannya, Mosavi dengan tegas menyatakan bahwa jika Israel melanggar gencatan senjata, mereka akan menghadapi pembalasan yang menghancurkan. Bahkan Musawi menambahkan bahwa serangan balasan Iran akan begitu brutal hingga tidak ada kekuatan yang bisa menyelamatkan Netanyahu termasuk Amerika Serikat yang merupakan sekutu utama Israel. Jika kita menelusuri lebih jauh dengan bocornya lokasi persembunyian Netanyahu dan para pejabat tinggi Israel, maka jelas bahwa ancaman maafi ini berfokus pada Netanyahu jika Israel sampai melanggar gencatan senjata. Jika hal itu terjadi, Israel akan benar-benar terjerumus dalam kondisi darurat. Kehilangan seorang pemimpin seperti Netanyahu tentu akan melumpuhkan negara dalam waktu yang sangat singkat. Dan saat itu terjadi, tidak menutup kemungkinan Israel akan menghilang dari peta dunia. Sementara itu, militer Iran pun tak tinggal diam dan turut memperingatkan Israel di tengah situasi gencatan senjata yang rapuh. Bukan karena rasa takut, tetapi Iran menegaskan bahwa mereka siap memberikan serangan balasan yang jauh lebih dahsyat. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh juru bicara korup garda revolusi Iran, Mayor Jenderal Ali Muhammed Naeni yang mengatakan bahwa serangan selanjutnya tidak akan memiliki batasan. Iran menegaskan bahwa serangan ini bukan hanya didorong oleh kekuatan persenjataan mereka, tetapi juga oleh janji bahwa kali ini tidak ada garis merah yang akan menghentikan langkah mereka. Lalu apa sebenarnya arti dari pernyataan tersebut? Dalam konteks perang, garis merah merujuk pada batasan atau aturan yang telah ditetapkan sebelumnya. Biasanya garis merah ini digunakan untuk mencegah tindakan yang akan memicu respons keras atau konsekuensi serius seperti serangan terhadap rumah sakit yang bisa menimbulkan korban sipil dan memicu kecaman internasional. Dengan kata lain, pernyataan Iran mengindikasikan bahwa mereka tidak lagi menganggap penting keselamatan penduduk sipil, terutama mereka yang berada di rumah sakit Sauraski, tempat persembunyian Netanyahu di Tel Afif. Hal ini jelas mengarah pada satu tujuan membuat Israel membayar mahal atas segala agresi yang telah mereka lakukan terhadap Republik Islam Iran. Juru bicara korp garda revolusi Iran, IRGC, Mayor Jenderal Ali Muhammed Naeni juga mengingatkan Israel dan Netanyahu bahwa IRGC telah meluncurkan lebih dari 2000 rudal selama berlangsungnya perang 12 hari. Nah, ini menegaskan bahwa jumlah rudal yang akan dikerahkan Iran selanjutnya akan jauh lebih banyak. Dengan ancaman ini, bayangkan apa yang akan terjadi jika lebih dari 2000 rudal balistik Iran menghantam bungker persembunyian Netanyahu. Mungkin sebagian besar dari kalian menganggap bahwa Iran tidak akan mampu melukai Netanyahu mengingat Israel dijaga oleh sistem pertahanan udara yang sangat canggih dan berlapis. Sistem ini dirancang untuk menghentikan segala ancaman serangan udara sehingga apapun jumlah rudal yang diluncurkan Iran, mereka tidak akan mampu menembus pertahanan Israel dan mengenai bungker Netanyahu. Namun klaim ini ternyata tidak sepenuhnya benar. Memang benar Israel dilindungi oleh sistem pertahanan udara mutakhir dan jumlah rudal yang dikerahkan Iran sebagian besar berhasil dicegat. Namun fakta yang sering disembunyikan oleh pemerintahan Israel adalah bahwa beberapa serangan Iran yang berhasil menembus pertahanan ini telah menyebabkan kerusakan yang signifikan. Bahkan menurut beberapa informasi yang beredar, Iran berhasil menghancurkan lima pangkalan militer Israel selama perang 12 hari tersebut. Penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di negara bagian Oregon menggunakan data radar untuk mengidentifikasi kerusakan yang terjadi di seluruh wilayah Israel. Berdasarkan analisis radar ini ditemukan bahwa enam misil Iran berhasil menghantam lima target militer utama di Israel. Yang lebih mengejutkan lagi, serangan ini tidak hanya menghancurkan pangkalan udara dan pusat logistik, tetapi juga pusat pengumpulan intelijen Israel. Hal ini memberikan bukti kuat bahwa Iran kemungkinan besar memiliki kemampuan untuk menembus sistem pertahanan Israel. Bahkan jika bungker persembunyian Netanyahu dilindungi oleh berbagai sistem pertahanan udara canggih yang ada di negara tersebut. Yeah.

BUNKER NETANYAHU HANCUR DIHANTAM RUDAL IRAN! 2500 TENTARA TEWAS, RUDAL IRAN RATAKAN MARKAS ISRAEL!

Video ini mengungkapkan serangan paling mematikan yang pernah dilakukan Iran terhadap Israel. Dengan meluncurkan rudal balistik canggih, Iran berhasil menghancurkan bunker bawah tanah Netanyahu, sekaligus meratakan markas besar Israel yang dipenuhi oleh ribuan tentara. Sebanyak 2500 tentara IDF tewas dalam serangan ini.

🔴 Bagaimana serangan rudal ini bisa begitu efektif dalam menghancurkan bunker yang sangat terlindungi?
🔴 Apa dampak dari serangan besar ini terhadap kemampuan militer Israel?
🔴 Bagaimana Israel akan merespons setelah kehilangan sebanyak ini di medan perang?

#intrik

————————————————————–
Follow kami juga disini:
👉 Facebook : https://www.facebook.com/
👉 Twitter : https://twitter.com/
—————————————————————

For copyright matters please contact us at:
adv.daftarpopuler@gmail.com

Disclaimer – Some contents are used for educational purpose under fair use. Copyright Disclaimer Under Section 107 of the Copyright Act 1976, allowance is made for “fair use” for purposes such as criticism, comment, news reporting, teaching, scholarship, and research. Fair use is a use permitted by copyright statute that might otherwise be infringing. Non-profit, educational or personal use tips the balance in favor of fair use.