EGGY SUJANA MENDADAK CIUT, NINGGALIN ROY SURYO DAN RISMON? I Kupas Berita Ft. Ade Armando

Hai guys, balik lagi sama kita di Kupas Berita. Jadi di Kupas Berita kali ini kita mau bahas salah satu sosok. Loh, kok sosok sosok ini yang asal kali ya? Iya. Namanya Bapak Egi Sujana. Ye, kenal. Jadi, kalian kan Genzi nih. Iya, Gen. Kalian kenal nama itu enggak? Kita kenalnya Pak Prabowo, Pak Jokowi gitu yang positif-positif aja ya. Positif aja. Ini politisi senior nih. Oke. Politisi senior lebih tua dari saya. Oh. Ah, kan saya sudah tua, dia lebih tua lagi. Waduh. Sehat-sehat ya, Pak? Sehat-sehat ya, Pak. I. Nah, kenapa dia jadi ee Pak Egi Sujana ini, Bang? dia adalah salah satu ee orang yang dilaporin Pak Jokowi terkait ee kasus ijazah palsunya Pak Jokowi gitu. Nah, kan baru-baru ini ee kalau enggak salah tanggal 8 Juli lalu ya, dia tuh menghadiri undangan klarifikasi penyidik Subdit Keamanan Negara. Nah, habis itu dia di ee wawancar lah sama wartawan, Bang. Eh, sebelum dari situ eh si Egi Sujana ini datang ya ada beberapa orang lagi yang datang selain Egi Sujana yang terlapor. Ada Rismon, ada Roy Suryo, ada Kurnia yang memang udah dilaporin ya. Tapi Dokter Tifa enggak hadir, Bang. Katanya sakit berhalangan hadir. Sakit dulu. Iya. Nah, pas di pas diwawancara wartawan si Egi SU, Pak Egi Sujana ini bilang, “Bang, kalau misalnya dia tuh enggak mau enggak mau dilibatin dalam kasus itu.” Jadi, dia bilangnya gini, “Bang, saya tidak mau dilibatkan dan dituduh sama seperti Roy Suryo dan Rismon karena 2 bulan ini saya tidak terlibat aktif dalam persoalan yang mereka selalu angkat dan katakan tentang ijazah Jokowi yang dituduh palsu.” Nah loh, padahal setahu aku ya, Bang ya, Pak Egi Sujana ini adalah salah satu orang yang memulai ini semua otaknya otaknya, dalangnya memulai ini semua tuh artinya apa? Yang pertama kali dia nuduh ijazah Pak Jokowi palsu maksudnya yang kayak melaporkan gitu, melaporkan ke polisinya 2024.4 202. Iya. Kalau misalnya yang desas-desus ijazah palsu Pak Jokowi kan udah dari 2022 ya, sudah dari lama. Nah, dia malah bilangnya gini, Bang. Karena Anda bisa lihat fakta 2 bulan terakhir saya enggak pernah bicara. Saya baru bicara lagi kurang lebih tadi. Maksudnya pas lagi di wawancara ya kan 2 bulan ya 2 bulan enggak ngomong apa-apa gitu kan. Iya. Terus habis itu berarti ya saya ee ya enggak enggak ada enggak terlibat dong kayak gitu katanya si ee Pak Egi Sujana. Nah. Nah. Terus kok iso kok iso gitu? Karena kan Pak Egi ini yang benar-benar kehadirannya sangat ditunggu-tunggu para mungkin saya perlu kasih catatan tambahan. He dia itu adalah ketua TPUA dari sebuah tim yang namanya TPUA. Tim Penggerak ulama, tim pembela, ulama dan aktivis. Nah, yang seperti tadi dikatakan EGR anak’ah, Bang. Enggak pernah. Kemungkinan besar sih. Kemungkinan besar ya. Kemungkinan besar. Oke. Ini geng-geng Tifa gitu. Oke, boleh. Jadi merekalah yang pertama kali melaporkan Pak Jokowi ijazahnya palsu ke polisi. Heeh. Heeh. Jadi kalau sekarang dia bilang, “Saya enggak ikut-ikut kok jadi kayak cuci tangan gitu?” Karena kan ee dia katanya sakit kan, Bang, yang dia 2 bulan itu. Nah, itu sebenarnya orang-orang pada nunggu nih, gimana nih, Pak Egi. Karena kan istilahnya orang melihat dia penggeraknya, penggerak apa ya untuk melaporkan pertama kali pertama kali pencetusnya dia kok. Tapi tiba-tiba ngomong kayak gini. Bahkan Pak Egi ini katanya keluar ruangan karena di dalam ruangan itu lagi bukan interogasi sih, semacam ditanyain soal pencemaran nama baik yang dilakukan Pak Roy sama Pak Rismon kan karena dia ngerasa enggak terlibat katanya. Jadi dia keluar tuh dari ruangan itu. Gua gak ikut-ikutnya. Gua enggak ikut-ikutnya lu ayo tu berdua wawancarain tuh si Roy Merismon gitu. Jadi kayak aneh nih kayak mungkin dia enggak tahu ya bukan nuduh mungkin enggak ke lapangannya langsung kali ya. Mungkin yang ke lapangannya ini si Pak Roy, Pak Rismon ke lapangan langsung apa? Lapangan dalam hal apa ya? Menuduh atau menuduh dan melanjutkan dia tuh lebih dari ke lapangan dong. Dia itu melapor ke polisi. Heeh. Artinya memang ingin agar ini diperkarakan nih. Iya. Ya. Nah, ketika di ketika itu dila itu berlangsung, pemeriksaan oleh polisi berlangsung barulah kemudian Roy dan Rismon ikut. Oke, ya. Jadi, awalnya Pak Egi Sujana dulu nih. Pak Igi Sujana dulu ya. Kemudian barulah Roy sama Rismo ikiku. Tapi, tapi Pak Egi bilang katanya penyelidikan terhadap dia enggak mau disamain sama Pak Roy dan Pak Rismon. Makanya saya mau bilang dulu nih, saya jelasin dulu ya. Nah, ini gara-gara itu semua Heeh. Kan ada yang dinyatakan di laporan ke polisi. Heeh. Ada yang ngomong aja nih dia bikin acara misalnya konferensi pers gitu lah ya. Atau enggak enggak harus konferensi pers podcast misalnya diundang oleh TV One, oleh News dan segala macam. Dia ngomonglah segala macam nih orang-orang ini kan. He. Oke. Oke. Apakah itu Tifa? Apakah itu Roy, apakah itu Rismon, apakah itu Egymon? Iya. Heeh. Nah, memang yang paling sering diwawancara tuh memang bukan Egi. Oh, iya. Egi itu hampir-hampir tidak pernah diwawancara. Benar. Benar. Ya, tidak pernah. Kita enggak pernah lihat tuh tampang dia muncul di layar televisi. Kan yang muncul orangnya itu-itu lagi tuh. Ada Roy Suryo, ada Rismon, ada Tifa, ada siapa? Kurnia. Kurnia. Ada satu lagi tuh yang bapak-bapak juga. Anyway, saya mau bilang bahwa Rizal Fadilah kali ya. Rizal Fadilah ya. Tapi itu kan enggak berarti bahwa dia enggak ngomong. Iya juga ya. Ya. Bahwa hanya karena dia itu tidak cukup sering diwawancara, dia juga ngomong. Dia juga sampai kemarin masih bilang apa tuh yang kamu bilang tadi? Ee oh jadi penonton jadi sebelum dia ngomong enggak mau dilibatin itu sempat kayak dia diwawancara wartawan, terus dia bilang katanya ini tuh kasus ee masih nyudutin Pak Jokowi lah. Ini kasus nih udah lama dari 2022 dia bilangnya. Terus habis itu dia ceritalah soal kasusnya ya. Dulu tuh saya hanya lawyer dari klien saya Bambang Tri. Nah, terus tapi malah Bambang Tri yang ditangkap. Kan saya cuma lawyer. Pokoknya dia jadi cerita lah. Tapi intinya tuh dia bilang, “Pak Joko ini pembohong.” Kenapa pembohong? Dari dulu tuh saya nungguin dia ngasih lihat ijazahnya ke publik tapi enggak pernah. Nah, sebenarnya seharusnya katanya ee Pak Jokowi tuh kasih lihat aja ijazahnya ke publik, case close. Kalau misalnya enggak ya saya tetap kejar sampai kapanpun kata EG Sujannanya. Terus dia bilang, “Saya juga ee kalau misalnya emang literally asli, saya juga berani buat minta maaf”, katanya gitu. Nah, jadi artinya kan walaupun dia barangkali tidak se seering diwawancara dari yang lain, dia tuh emang juga bikin pernyataan-pernyataan semacam itu yang menuduh bahwa ijazahnya Pak Jokowi itu palsu. Heeh. Oke. He. Nah, sekarang ini ada banyak perkara hukumnya ya. Kemarin misalnya Anda mendengar pengadilan negeri Solo ya mengatakan bahwa ini bukan urusan kita katanya. Oke. Ada yang itu. Heeh. Ada yang macam-macam lagi ya. Tapi salah satu yang terpenting menurut saya adalah yang laporannya Pak Jokowi ke polisi. Kenapa? Karena ini adalah kasus pidana. Pencemaran nama baik. Pencemaran nama baik. Penyebaran hoa. Penyebaran hoa paling tidak pencemaran nama baik lah ya. Pak Jokowi bilang, “Saya sudah difitnah sefitnah-fitnahnya.” Nah, kan dia marah sekali tuh. Ya, dari bayangin dari tahun 2002 sudah dibilang ini asli. Dari 2022 sudah dibilang asli. Diulang, diulang, diulang. Sekarang kayaknya Pak Jokowi udah fed up kalau kata orang Inggris tuh udah muak pengen muntah gitu. Kalian kok udah berulang? UGM udah bilang asli. Bares krim bilang asli. Siapa lagi yang ngomong itu? Udah asli. Asli asli. Masih juga. Nah, karena itulah si Pak Jokowi rupanya menganggap bahwa ya udahlah supaya orang berhenti nih memfitnah saya, saya bawa ke pengadilan, saya bawa saya bawa ke polisi. He. Ini menjadi kenapa saya bilang itu yang paling penting, paling serius? Karena kalau terbukti itu memang pencemaran nama baik, terbukti bahwa eh Roy, Rismon, ee Egi, Tifa itu semua fitnah. Heeh. Menurut kalian apa akibatnya? Penjara. Penjara bisa kena penjara dan itu bisa 6 tahun atau berapa gitu. Iya. I ya. Pencemaran nama baik itu. Makanya ini yang paling besar nih sebetulnya. polisi baru saja menyatakan kita sudah lihat ada cukup bukti agar itu dinaikkan ke proses penyidikan dari penyelidikan ke penyidikan dari penyelidikan ini masih kalau penyelidikan tuh masih ngumpulin data bla bla bla bla kalau sudah cukup kuat nih diangkat jadi penyidikan artinya si lima atau enam orang yang tadi disebut itu He itu akan dijadikan bisa dijadikan belum belum dengan sendirinya bisa dijadikan sebagai tersangka. Kalau dijadi tersangka ya tinggal dibawa ke pengadilan. Oke. Heeh. Nah, saya duga saya duga nih takut. Nah, mulai takut ya. Ee istilahnya ini Bang Gen Jiper. Jiper. Oke. Eh, maaf ya. Jiper tuh bahasa kami dulu. Suren. Suren. Suren. Suren. Suren itu artinya apa? Jiper. Jiper. Takut. Takutnya udah duluan. Kena mental kena mental. Cuman dalam hal ini kita harus lihat ternyata ada bedanya nih, Bro. Sis. Kenapa tuh? Gini, biar gimanapun nih. Heeh. Saya enggak tahu Anda termasuk orang yang sebel atau enggak ya sama gaya-gayanya Royo, Rism gitu ya. Tapi mereka itu sekarang itu dengan sangat berani bilang, “Enggak apa-apa.” Oh iya, aku nonton lagi. Dia bilang kayak enggak apa-apa. Eh, 85 pertanyaan, 55 halaman kalau enggak salah kan Roy Suryo tuh enggak apa-apa sayang. Oke aja. Enggak apaapa-apa nih kontek kayak maksudnya dia dia ditanya-tanya enggak masalah enggak apa-apa. E ini jadi gini, lu tuh mau dijadiin tersangka loh. Heeh. Tapi enggak apa-apa katanya. Oh, langsung aja. Katanya ini kabar buruk nih bagi yang ngelaporin saya. Saya enggak apa-apa gitu. Enggak apa-apa. Jadi sangat berani kayak P tahu deh, Bang. Nangis enggak itu pasti tanya takutnya. Oh, Tifa kita enggak tahu Tifa nih. Iya. Enggak datang. Enggak datang kan. Heeh. Jang sakit kepikiran itu orang kalau sakit karena kepikiran gitu. Saya seorang ibu. Kebetulan tapi kembali ke tadi. Heeh. Siapa? Si Roy. Iya. Si Rismon. Iya. itu memang nekat kali ya kan dalam pandangan saya nih ini udah hampir pasti asli lah. Iya. Heeh. Ya polisi aja sudah sampai tahap kayaknya kita naikin nih dari penyelidikan ke penyidikan. Penyidikan berarti emang ada alasan nih. Iya. Heeh. I kan emang ada nih alasan untuk menduga mereka itu mencemarkan nama baik. Itu kan kurang lebih kesimpulan kita apa? bahwa emang seserius ini gitu loh laporan artinya enggak artinya polisi sudah menangkap bahwa ini benar ini ijazah benar nih kalau dia masih meragukan keaslian ijazah kan belum akan diajukan ke penyidikan dong ya jadi kayaknya nih kayaknya kayaknya sih serius nih kali ini tapi Rism sama iya berdua lah yang muncul kan cuman berdua ya berdua dua dua heeh ni betapapun Anda mungkin enggak suka atau apapun dia emang nekat Orang-orang emang berani lah. Berani. Berani. Salut sih. Salut ye. Dengan senyumnya gitu kan. Enggak apa-apa. Enggak apa-apa. Bahkan ketawa. Iya. Aduh. Kalau memang saya merasa kalau saya salah kelihatan dong katanya. Tapi ini, Bang. Kan maksudnya si Pak Egi bilang, “Ya, saya enggak bisa dong dilibatkan.” Gitu aja ya, kayak cuci tangan gitulah. Cuman nih kalau misalnya ternyata kita kan enggak tahu ya berkas-berkasnya Pak Jokowi itu dalam pelaporan itu merujuk ke siapa aja ya of course udah Royuro udah paten tuh pasti masuk kan cuma kalau ternyata ada nama Pak Egi enggak bisa dong dia ngebantah maksudnya enggak lah saya enggak mau dilibatin maksud kan itu prosedur hukum kan kayak lu enggak bisa tiba-tiba ngilang ke mana gitu ini hukum kan bukan yang ih enggak mau ya aku enggak mau enggak gua enggak ikutan enggak iya Walaupun memang sebetulnya kan sampai sekarang belum pernah dinyatakan secara resmi ya. Heeh. Yang dilaporkan oleh Jokowi itu adalah lima orang itu kan. Iya. Joko eh Jokowi lagi. Roy Suryo, Rism, Egi, Tifa sama siapa tadi? Ee Kurnia. Ada ada Kurnia Fadilah ya. Ee enggak pernah sih polisi bilang begitu ya. Heeh. Iya. Ya, tapi mengingat jawaban si anaknya Pak Oto siapa? Yakub. Yakub. Yakub kan menyebut ya ada antaranya Egi. Nah, dalam hal ini yang yang e yang yang Cindi sebut tadi benar. Dia enggak bisa mengatakan bahwa saya enggak ikut-ikut. Maksud saya adalah gini ya. Nanti kalau di pengadilan di ketika sudah diperiksa dia bisa ngomong begitu ya. Saya enggak enggak ikut-ikut. Oh, bisa, Bang. Ya, bisa tuh artinya bukan bukan berarti ini ya bisa aja aja ya. Misalnya gini, saya enggak pernah ngomong gitu, Pak. Ini ada kalimatnya. Nah, iya maksudnya gitu. Oh, i ada ya. Saya enggak bermaksud begitu di itu bukan saya yang ngomong ya gitu kan. Itu AI siapa, Pak? Jadi ngomong anu AI tiba-tiba misalnya gitu ya. Nah, itu kembali ke kamu ya. Enggak bisa dong. Polisi bilang, “Kami sudah pelajari.” Heh, Pak ee Yakub Asibuan sudah melaporkan nih, katanya Bapak ngomong gini gini gini gini. Heeh. Saya sudah cek ke media ya, ternyata benar ada kalimat itu. Udah ada saksi yang bilang, “Iya, saya dengar Pak Egi ngomong begitu ya.” Heeh. Itu mau enggak mau dia akan diperiksa sebagai tersangka, bukan saksi. Em saksi itu kalau misalnya tahapannya cuma bahwa ee dia itu melihat gitu misalnya. Iya saya pernah. He heeh. Atau bukan ngomong langsung ya. Atau iya kalau dia dia bilang enggak saya enggak pernah ngomong gitu. Mungkin dia diperiksain sebagai saksi. Oh. Tapi kalau udah jelas-jelas nih. Sudah jelas-jelas nih ada di televisi rekamannya. Iya. Bapak bilang, “Wah, Pak Jokowi pembohong.” Bahkannya sampai ini enggak sih, Kang dipanggil ke polisi terus dia dia bilang gini, “Bang, gerak kayak ee kalau misalnya sampai detik ini bukti jasa fisik tidak ditunjukkan, saya walkout.” Eh, walkout beneran pergi. Saya pergi. Ya, ya. Walaupun kalau begitu itu barangkali enggak sampai tahap dia pernah bilang bahwa itu ee Pak Jokowi itu palsu kan. Kalau kalimat yang tadi tapi barangkali kan ada. Saya dua sih ada. Ini kan sudah sejak lama. Ya, ini tokohtoh lama nih. Uh. H ya. Ee seperti saya katakan dia lebih tua dari saya. Iya. Oke. Benar. Kamu tahu enggak bahwa dia itu adalah dulu dulu nih adalah timnya siapa dalam pertarungan politik? Pak Prabowo. Timnya Pak Prabowo dulu ketika Pak Prabowo masih berantem lawan bukan berantem enggak berantem sih. Bertarungtar ketakutan kesannya kan kayak negatif banget. Ini anak-anak Z emang ini kita menjaga perdamaian. Tapi tapi saking saking sudah lamanya 11 tahun yang lalu 11 tahun yang lalu usiamu baru berapa? 2013 14 ya belum ngikutin politik lah ya. Iya belum. Nah ketika itu dia udah menjadi orang yang anti Jokowi. Oh my God. Oke. Anti Jokowi banget. Istilnya dia di garda terdepan tuh. Garda terdepan ya. Nah, dia itu waktu itu terkenal misalnya ada beberapa kasus hukum yang menyangkut dia. Mak apa? Mak makar. Apa sih? Makar. Makar dia pernah dituduh sebagai orang yang terlibat dalam aksi makar. Oh, wow. Waktu tahun 2000 19 kalau enggak salah ya atau 2014. 19 I guess 2019 ya. Ini salah satu kan ada dua kali. Iya. Pilpres. Pilpres ya. Tapi sebelum yang makar dia itu juga misalnya yang menuduh Pak Jokowi itu maaf ya keturunan PKI. PKI. Oh. Dia yakin banget tuh waktu itu. Ini PKI nih orang gitu loh. Lah ini makarnya apa dulu ya, Bang? Karena nah ini ada dua nih ya. Kalau ini bukan makar yang ini, tapi dia nuduh PKI dulu. Oke ya. Dia nuduh PKI. ee dan itu adalah sesuatu yang buruk dong. Kalau kamu dituduh PKI nih, itu kan bisa menghancurkan peluang politik kamu kan. Heeh. Iya. Oke. Nah, terus dia pernah bilang ee ini agak rasis dalam artian ee sebenarnya kurang menyenangkan untuk disebut. Tapi dia pernah bilang Jokowi itu keturunan Tionghoa. Iya, keturunan I Tionghoa. Heeh. Tionghoa. Cuma gara-gara mata Pak Jokowi sipit ya. Padahal kan enggak sihnya Jawa banget. Iya. Jawa banget. Tapi enggak tahu ya dalam rangka menjatuhkan reputasi ada aja orang mah dikorek-korek. Tapi ternyata orang enggak terpengaruh. Artinya memang ya baguslah artinya kalau kamu dihina Tionghoa itu enggak dengan sendirinya kamu hancur reputasinya. Heeh. Dia juga bantu 212. Oke. Ingat enggak 212 tuh apa? Gerakan yang itu yangok 2012 rizik jihab 2012 ketika ingin menjatuhkan siapa namanya Ahok dalam untuk memenangkan siapa? Anis Baswedan. Abah abah sang abah abahnya Cindi. Tercintanya Cind ya. Jadi dia sering memang begitu. Heeh. Nah, tapi salah satu yang tadi kamu sebut secara spesifik tuh adalah dia juga dituduh terlibat dalam aksi makar people power nama dia. Jadi dia ketika itu meng saya lupa tahun berapa itu mengajak orang-orang untuk menggulingkan Pak Jokowi? Oh, karena kalau yang aku dengar ada lagi, Bang. Apa? Jadi Oktober 2019 itu dia dipanggil sama Polda Metro Jaya karena dia dianggap terlibat dalam satu grup WhatsApp yang sedang ada rencana untuk upaya makar penggagalan pelantikan Pak Jokowi Maruf. Oh iya itu kali ya. Jadi nah itu di kelompok itu ada ee bestinya dia tuh inisialnya SH yang akhirnya dijadiin tersangka. Nah ternyata dia sama kelompokannya ini si siah ganda ya. Eh I don’t know SH inisialnya. Bukan, bukan, bukan. siana enggak. Nah, itu dia di kayak diminta, eh Pak Egi kasih dana dong buat pembuatan bomnya gitu. Karena kan katanya bomnya mau dilempar ke apa sih istana yang pelantikan itu gitu. Terus juga katanya mau ada ide diskusi ide buat ngelepasin monyet-monyet liar kayak gitu. Monyet-monyet liar. Iya. Ke istana gitu. Iya. Beneran. Jadi kayak makanya aku pas perhatiin banget ni makannya yang mana ya? Apa people apa ini ada lagi nih soalnya. Ya mungkin itu pipil power tuh itu salah satu upayanya mungkin atau monkey power bisa ya jadi kayak hah banyak banget berarti iya emang direkam jejaknya dia gitu dia itu orang dia itu ee dulu ee kuliahnya sarjana hukum jadi dia emang lawyer walaupun S2 S3-nya sih di IPB oke sori out topic Bang kan dia politisi PAN PAN tuh yang dukung bukan Pandai bukan ya bukan dia partainya itu partai yang enggak lolos pemilu partai apa gitu yang Islam-Islam gitu kan di berita-berita politisipan kan oh politisipan ya bisa jadi. Nah makanya ini tapi bukan anggota DPR enggak lolos. Oh oke oke. Dia dukung makanya aku kenapa nanya partai dukung siapa nih kan PAN waktu itu. Tapi kan PAN waktu itu Amin Rais gayanya. Jadi emang gaya-gayanya sih ya kurang lebih sama tuh. satu no wonder no wonder sih Islam yang anti Jokowi gitu loh git benar kacau kacau kacau jadi di masa lalu tuh memang dia adalah orang yang penuh dengan kontroversi dan sangat berani kalau lagi marah-marah ya ee jadi pernah menghina agama agama lainlah dia menurut dia tuh Ketuhanan Yang Maha Esa tuh yang benar tuh cuman Islam misalnya h iya yang apa Ketuhanan Maha Esa dengan menjalankan syariat Islam Islam bagi pemeluk-pemeluknya yang gitu kan. Betul. Itu kan dia tuh. Oke. Oke. Nah, jadi nah tapi kalau sekarang nih sekarang Heeh. kalau di akhirnya kena kasusnya tentang ijazah palsu. Heeh. Kan memang kayak downrade banget ya. Betul. Juga ya. Dari dulu yang gede-gede sampai-sampai mau makar. Sekarang cuma soal ijazah. Iya. Li. Tapi ternyata kena misalnya Heeh. Makanya dia buru-buru kali ya. Dia kepengin melepaskan diri dengan mengatakan, “Saya enggak ikut-ikut tuh.” Berarti dia ibaratnya ini enggak sih pengkhianat TPU? TPU baru mau ngomong karena ada ada yang bilang dia pengkhianat TPUA kan karena kan dia istilahnya wajahnya mewakili wajah TPUA terus tiba-tiba dia ngomong enggak jangan libatkan saya. Saya tidak terlibat dan enggak tahu apa-apa. Jadi kayak wah kalian aku lihat dari konten-konten yang mungkin pro TPUA ya, Bang ya. Jadi kayak Egi Sujanan nih udah ditunggu-tunggu loh selama 2 bulan. Eh, pas datang malah cuci tangan pengkhianat gitu. Yang ngomong itu siapa? Ada ee aku lupa nama akun TikTok. Artinya itu ee sebuah akun TikTok yang memang pro mereka proeknya anak. Iya, sangat terang-terangan sekali anak-anak Abah. Iya. Mungkin mereka pas ngelihat wah ee siapa namanya? Egi udah pulang nih ke Indonesia. Iya ekspektasinya kan ekspektasinya kan benar-benar ngomong yang iya saya sangat ini berkeluar-keluar gitu tiba-tiba ngomong saya tidak dilibatkan ya kecewa tim sakit pengkhianat pengkhianat gitu langsung iya juga sih khianat masa kecuci tangan gimana iya iya kan menurut saya sih mestinya dia ee apa mungkin mungkin lebih lebih bijak kali ya mengatakan bahwa bahkan sebetulnya salah satu yang terpenting menurut saya adalah kalau saja mereka minta maaf nih tapi bukan sekarang dulu kemarin-kemarin tuh ketika mulai misalnya ketika UGM bilang ini ijazah asli gitu ya asli iya iya kan apa salahnya sih mereka bilang ya iya ya udah ee kalau gitu kita minta maaf ya karena kita masih menganggap itu adalah sebuah ijazah palsu Ya enggak apa-apa. Tapi kalau mereka gulirkan terus ya makin lama makin ini enggak sih bawa aja polisi bilang asli Pak polisinya malah dituduh wah ini dia kena intervensi nih tidak berani. Benar. Iya ya. Apalagi pengadilan Solo juga kayak kok enggak berani mengadili kasus ini pasti kena intervensi juga gitu. Tapi ada satu pertanyaan di bedang aku sih Bang. Mungkin kesannya susah tapi aku pengin bertanya-tanya gitu kayak kan sebenarnya dia nih udah gerakin kasus ini dari lama kan. Terus all of sudden dia di tahun ini bilang dia tidak mau dilibatkan. Apakah memang ada indikasi dia pengin mengkambing hitamkan teman-temannya atau apa dan atau mungkin memang sebenarnya niat karena terpojok aja gitu. Karena kan ngelihat dari rekam jejak sebelum-sebelumnya dari 2019 dia benar-benar sebenci itu sama Pak Jokowi. Terus dia ngelaporin dari 2024 sampai sekarang dia akhirnya it turns out kayak dia enggak mau dilibatkan. Tuh kenapa sih sebenarnya? Apa dia memang sengaja ada upaya mengkambing hitamkan si Pak Roy dan lain-lain atau memang dia udah ngerasa dia kalah, dia terpojok dan dia enggak mau dipenjara apa gimana nih, Bang? Sabar, habis ini jangan overthinking soal Egi Sejana ya. Entar kebawa mimpi. Entar kebawa mimpi. Ini sudah saya pikirkan dari malam kacand ya. Menurut lu gimana? Enggak tahu sih. Menurut aku sih kayak karena udah panik aja. A kalau menurutku ya lebih karena udah terpojok. He. Kan gini, justru menurut saya ini menunjukkan bahwa hampir pasti memang ijazah Jokowi itu asli. Oke. Oke. Ya. Ee tapi menurut saya seharusnya kesadaran tentang ini ijazah asli itu sudah disadari tidak baru-baru ini, tapi lama tadi saya bilang Heeh. lah UGM aja sudah ngomong begitu ya. yang mere ingat enggak yang cerita mereka datang ke UGM ramai-ramai ada yang mobilnya ketahan gitu kan. Heeh. kena truk di sini. Kena truk di ter apa? Ter disabot. Disabotase disabot. Tapi nyampai ke sana sama J sama Jokowi sama UGM itu kan diterima ada rektor, ada wakil rektor semua lengkap. Wakil rektornya, Bang. Rektornya enggak katanya. Oh, rektornya enggak ada. Tapi wakil rektornya itu banyak. Heeh. Bagaimana satu orang itu kan semua sudah menunjukkan ya mestinya ya. Heeh. bahwa iya sih taruhlah lu menuduh bahwa UGM itu bermain gitu ya. He. Tapi Anda berhadapan dengan satu institusi yang kompak. Heeh. Iya. Jadi enggak ada tuh. Sementara itu ada seorang dosen UGMing bilang, “Eh, emang sih kacau nih UGM tuh kacau orang di ada penyusup ya yang kayak gitu-itu misal ini kan enggak ada.” Iya. Iya. Jadi itu udah jelas sengat jelas. Polisi udah bilang ini asli pun kalau UGM ternyata berbohong juga itu berpengaruh dong ke nama baik mereka gitu. Oh jelas hancur pasti reputasinya. Makanya, I kan, makanya menurut saya mereka enggak seberani itu gitu loh, Bu. Siapanya? Maksudnya UGM tuh enggak bakal ngelakuin hal gila yang betul. Enggak mungkin, enggak mungkin. Dan orang sudah bilang ini kan mestinya sudah terjadi sejak tahun 2005 ketika dia maju sebagai walikota Solo, tahun 2012 ketika dia maju sebagai gubernur DKI. Terus 2014 sebagai ee presiden kan? Presiden. Iya. Iya. ya masa enggak ketahuan sih di rangkaian pemilihan tersebut. Jadi mestinya mereka udah tahu dari dari lama nih. Heeh. Cuman barangkali saya enggak tahu apa yang mengacaukan pikiran mereka ya. Heeh. Kayak memang ada teori-teori yang bilang bahwa kalau lu sudah yakin dengan sesuatu lu akan mati-matian mempertahankan keyakinan lu. Iya tapi ini kan semua udah serba jelas. Ini udah jelas ya. Ini bukan soal bumi itu bulat. atau datar datar ya. Heeh. Kalau sampai sekarang masih ada orang yang percaya enggak datar gitu ya, ngotot gitu ya. Ya udahlah. Oke. Oke. Tapi ini kan sampai ada pembuktian, ada polisi, ada pengadilan, bla bla bla. Masa lu enggak sadar sih bahwa ini akan mempengaruhi nasib kamu? Kamu mungkin akan ditangkap gara-gara ini. Berbanding terbalik. Ar keluarga lo gimana gitu. Keluarga lu gimana? Nanti kayak dokter Tifa lagi. Saya seorang ibu. Heeh. Takutnya gitu kan. Nah, jadi mestinya dia sudah sadar sejak lama. Tapi sekarang kelihatannya nih dia udah sadar ini udah enggak mungkin. Sulit. Sulit. Iya. Walaupun sebelum ngomong itu masih kelar-koar soal ijazah palsunya ya. Maksudnya kayak kan dia masih kar-kar soal ya harusnya Pak Jokowi kasih aja lihat ijazahnya. Habis itu case close gitu. Tapi habis itu saya enggak ikut-ikutan ya. Kayak ada engak jadi bingung kan gitu. Kok bisa jadi bukan kambing hitam. Tapi tadinya sejalan sekarang el aja deh gua enggak ya. Ih gua enggak mau loh ditangkap lo jangan loh gitu loh. Loh. Jadi benar ya selama 2 bulan sebagian orang bahkan meragukan apakah dia betul-betul sakit. Iya tapi dia ya kita asumsikan benar lah ya. Dia sakit dia enggak ngomong dia enggak muncul. gitu kan. Tapi kan akhirnya sakitnya juga sudah selesai. Iya. Rumah sakit di Malaysia juga bilang udah Pak Sembuh kan. Ah 2 bulan. Dan dia pun juga bilang konteksnya 2 bulan bukan bertahun-tahun yang lalu. Karena kalau ngelihat flashback bertahun-tahun yang lalu, ya lu benarlah lu ngomong gini gitu kan. Lu dari dulu ngomong begini. Lu sampai laporin kan yang mengatasnamakan TPUA sampai 2019 lu fitnah-fitnah Pak Jokowi gitu. Noitanya banyak banget lagi. Jadi yang lucunya tuh ya dia bilang saya enggak ikut-ikutan karena 2 bulan. Iya kan tadi 2 bulan 2 bulan bukan setahun yang lalu bukan 5 tahun yang lalu. Salahnya 2 bulan 2 bulan diam terus enggak ikut ikutan apa-apa sebelum 2 bulan 2 bulan tuh artinya bulan apa sih? Sekarang Juli. Juni sama Mei. Mei sama Juni. Ji April Maret Februari. Lu kira polisi sependek itu ngelihat rekam jejak lu cuma 2 bulan doang kan yang kemarin-kemarin apa kabar? Udahlah maafin aja masih gitu kan enggak mungkin ya. Makanya netizen pas ee kan itu kan dipost ya Bang ya pernyataan yang eh Pak IG Sujana ini enggak mau enggak mau ikut-ikutan itu pada ketawa. Jadi banyak yang ng-stitch ketawa. Yang ng-stitch ketawa jadi ada yang ng-stitch ya takut ya gitu. Iya ada yang ngit ketawa. Ya, mungkin emang yang terbaik tuh Pak Egi datang ke Solo kali, datang ke rumah Pak Jokowi. Pak, saya seorang suami. Oke. Apa enggak Bapak ajak Pak Jokowi makan apa gitu yang di Solo yang enak gitu? Apa ya? Pak Jokowiya enggak mau lah. Udah udah sakit. Udah kiddah sakit. Iya udah ket. Iya udah kidhe hurt ya. Gimana dong? Ya, semoga Pak Egi bisa apa jadi lebih baik lagi enggak? Kita harus selalu doakan yang terbaik. Iya, doakan yang terbaik. Semoga ini pengalaman yang membukakan mata mata mata hati. Iya. Ya, jadi bahwa enggak perlulah saling-saling fitnah, saling-saling menyebarkan kebencian, hoa bla bla bla. Iya. Ee ya harganya emang bisa sangat mahal kan. Iya. Yah, begitulah. K Jan suka sebar-sebarin hoax. Jangan ya, jangan. Oke, mungkin itu aja yang bisa kita bahas di kupas berita dah di kupas berita kali ini. Jangan lupa like, comment, subscribe. Kalau misalnya penonton ada ide konten boleh komen di bawah. Jangan lupa apa, Sin? Ngomongin Egi sih. Ngomongin Egi. Ya, jangan lupa stay tune terus di episode kupas berita berikutnya. N. Bye. Bye. Bye.

Para penyebar isu ijazah Jokowi palsu mulai gemetaran karena posisi mereka di meja hukum semakin rentan. Roy Suryo cs mungkin mulai menyadari, klaim menyesatkan mereka selama ini memang asal bunyi. Sekarang ketika berhadapan dengan bukti, jelas kalau mereka ciut nyali.