Yuta Mio Panik CCTV Merekam HANTU KUNTILANAK RAINBOW di Depan Rumah😱 |Sakura School Simulator
[Musik] Sekarang kita ada di mana nih, Guys? Perasaan tadi kita kan pergi ke pantai. Kenapa sekarang kita ada di tengah jalan begini? Enggak tahu nih. Waduh, kita kayaknya tersesat. Terus teman-teman kita yang lain juga ke mana ya? Ayo kita cari teman-teman yang lain yuk. Iya. Yuk, ayo. Kita sebenarnya ada di mana sih? Oh, gimana kalau kita tanya sama pemilik rumah yang di sebelah ini aja? [Musik] Eh, kalian dengar enggak itu Baby Celin Mio. Eh, guys, itu kan suara CCTV Kayuta. Oh, ya. Iya, Baby Cell dengar. Waduh, berarti CCTV Kayuta merekam sesuatu, Kak. Iya, nih, Mio. Kita harus mengecek CCTV-nya. Iya, Kak. Ayo dicek sama-sama, Kak. Jangan-jangan ada maling lagi di rumah kita. Iya, iya, Mio. Ayo, Mio. Duduk, Mio. [Musik] Astagfirullahalazim. Mio, di depan rumah kita ada banyak kuntilanak, Mio. Ya ampun. Iya, Kak. Tapi itu kuntilanak apaan, ya, Kak? Kok warna-warni begitu? Oh ya, jangan-jangan itu kuntilanak rainbow kayak Oh, kuntilanak rainbow. Iya. Meskipun warna-warni begitu seperti rainbow, Kakuta tetap takut, Baby Celin. Mereka tetap seperti hantu kuntilanak. Wajahnya seram sekali. Aduh, bagaimana ini? Oh, ya. Kalau kuntilanak itu masuk ke dalam rumah kita, bagaimana dong, Kak Yuta? Baby Celin juga takut. Waduh, gawat dong kalau misalnya kuntilanak itu mau masuk ke rumah kita, Guys. Kita harus sembunyi nih, Kak Yuta. Kita harus sembunyi, Kak. Oh, sembunyi di mana? Tapi, Mio di mana ya? Eh, gimana kalau di lemari aja, Kak? Lemari kita yang besar itu, Mio. Iya, Kak. Di situ aja, Kak. Tapi apa muat, Mio? Kayaknya muat deh. Ayo kita coba dulu, Kak. Oh, oke. Mio, Kak Yuta di ujung sebelah sini ya. Agak munduran, Kak. Oh, oke. Oke. Terus Baby Celine di tengah. Oke, Kak Mio. Loh, Kak Mio belum masuk. Baby Celin. Ayo Kak Mio. Maju, Kak Mio. Iya iya Kak Mio di sebelah sini ya. Sekarang kita tutup lemarinya Baby Celin. Oke, Kak Mio. Nah, sekarang kita kan sudah ada di dalam lemari. Kita enggak boleh berisik ya, Guys. Oke, Kak Mio. [Musik] Ayo, Guys, kita masuk ke dalam rumah itu. Lebih baik kita bertanya daripada kita tersesat di jalan. Iya, benar banget. Itu kita harus menemukan jalan ke pantai. Tadi kan kita mau ke pantai. Iya, iya betul itu. Permisi. Apakah di sini ada orang? Oh, kenapa tidak ada orang di rumah ini? Cuma ada suara kucing tadi. Bus, di mana pemilik rumah ini, Bus? Guys, aku enggak ngerti sama bahasa kucing itu tadi. Eh, ada lantai dua di sini, Guys. Ayo kita ke atas, Guys. [Musik] Permisi. Apakah ada orang di sini? Kayaknya di atas juga sepi deh. Enggak ada orang. Iya nih, sepi banget rumah ini, Guys. Kita enggak menemukan siapapun di sini untuk bertanya. Oh, kalian dengar enggak itu tadi? Iya, dengar-dengar. Sepertinya suara itu berasal dari lemari. Apakah ada seseorang di lemari? [Musik] Ayo, ya. Gimana dong ini? Ah, lari. Oh, I ya. Tunggu Baby Kakak Yota, ayo cepatan Baby Celin. Mio, kita harus segera pergi dari sini. Iya, benar banget itu. Ayo Kak, cepat pergi dari sini. Iya, Mio. Nah, Guys, kita enaknya pergi ke mana, nih? Oh, gimana kalau kita pergi ke Ken Butler saja, Kak Yuta? Wah, ide bagus itu, Baby Zelin. Sementara malam ini kita menginap di Cat Buttler saja ya. [Musik] [Tertawa] Kenapa kita ketemu sama kuntilanak rainbow itu lagi, Guys? Aduh, kita harus ke mana dong ini? Ayo, Yo. Baby Jen ke belut pipis, Kakak Yota. Oh, kamu kebal pipis, Baby Celin. Kalau gitu kita numpang di toiletnya Yumart aja, Guys. Waduh, Guys. Di dalam Yumart ada kuntil anak warna-warni rainbow itu lagi. Aduh, kenapa kita ketemu lagi dan ketemu lagi sama kuntil anak itu? Hah, masa sih, Kak? Ya ampun, itu kan kuntilanak yang tadi. Kok mereka cepat banget nyampai sini, Kak? Gak tahu, Mio. Kayaknya mereka ngikutin kita deh. Huh, mereka ini. Hei, kuntilanak Rainbow. Kenapa sih kalian ngikutin kita dari tadi? Memangnya kita salah apa sama kalian? Makanya kalian jangan keburu lari dulu. dulu dong. Kami ini mau bertanya. Hah, kalian mau tanya apa? Kami ini tersesat. Jadi kami ingin bertanya ke mana arah jalan ke pantai? Karena kami tadi mau ke pantai. Oh, jadi kalian cuma mau tanya itu. Ya ampun, Kak Yuta. Ternyata kuntilanak-kuntilanak ini tersesat, Kak. Tersesat. Kalau begitu, bagaimana kalau Yuta antarkan kalian ke pantai? Yuta tahu arah jalan ke sana. Wah, boleh Yuta. Kalau begitu tolong antarkan kami ke sana ya. Oke, siap. Kalian ikuti Yuta ya. Oke, Yuta. Oh, di sana ada mobil pickup. Ya sudah, kita naik mobil pickup saja ya, Guys. Asik, Mio. Kamu sama Baby Celine nanti nyusul di pantai, ya. Oke, Kak. Nanti Mio nyusul. Oh, aduh aduh duh. Jangan goyang-goyang ya, nanti pickupnya bisa jatuh. Iya, Yuta. Oh, aku ingat tadi kita lewat sini ya, Guys. Iya, benar-benar loh. Loh, itu itu kan mobil kita tadi, Guys. Kenapa mobil kita jadi guling begitu? Waduh, itu tadi mobil kalian? Iya, Yuta. Itu mobil kita waktu pergi ke pantai. Tapi kita enggak ingat apa-apa. Tiba-tiba kita berada di tengah jalan dan kita tersesat. Ya ampun, berarti kalian ini adalah korban kecelakaan. Makanya kalian enggak tenang. Kalian harusnya ada di kuburan. Bukan malah ada di sini tuh. Lihat ada garis polisi dan darah-darah. Astaga, berarti kita ini udah meninggoy. Ya ampun sampai enggak sadar kalau kita ini udah beda alam. Oh, kenapa kamu menangis? [Tertawa] Kami baru sadar kalau kami ini sudah meninggu. Kami baru sadar kalau kami adalah korban kecelakaan. Terus ke mana yang lain? Ayo kita pulang. Kita pulang. Iya, Kun. Ayo kita pulang. Kita harus masuk ke dalam kuburan. Oh, tapi di sini kuburannya di mana ya? Oyo kalian sedang mencari kuburan. Iya. [Tepuk tangan] Hi Yuta, Yuta, tolong antarkan kami ke kuburan dong. Oh, oke, Kunti. Yuta tahu ara jalan ke kuburan. Kalian memang harusnya ada di dalam kuburan. Mio, Mio, ayo kita tolong kuntil anak Rainbow ini menuju ke kuburannya, Mio. Mereka enggak tahu di mana kuburannya. Kalau mereka masih begini terus, mereka akan jadi arwah gentayangan. Oke, Kak. Nanti Mio nyusul, ya. Oke, Mio. Kalau begitu Kakuta duluan, ya. Iya, Kak. Hati-hati, Kak. Oke. Asik, asik. Kita bentar lagi masuk ke dalam kuburan. [Musik] Wah, sepertinya kuntil anak Rainbow itu senang Yuta antarkan ke kuburan. [Tepuk tangan] Aduh, awas dong, Bang. Hampir saja ketabrak. Dasar abang-abang itu enggak lihat apa kalau Yuta bawa kunti. Masih jauh apa sudah dekat, Yuta? Oh, sudah dekat, Kunti. Nah, bentar lagi kita sampai nih. Nah, itu dia di depan kuburannya. Wah, sudah sampai. Iya, tapi kita tunggu yang lainnya ya. Oh, ya. Belok kanan, ya, Kak? Miau. Iya, Baby Celin. Sebentar lagi kita sampai nih. Nah, itu dia Kak Yuta. Kak Yuta, Mio udah sampai nih, Kak. Sini, Mio. Oke, Kak. Nah, itu dia mereka, Kak. Wah, bagus,bagus. Kalau begitu ayo kita antarkan mereka ke tempat peristirahatan mereka yang terakhir. Mio, ayo sini, Kunti. [Tepuk tangan] Terima kasih ya, Yuta, kamu sudah mengantarkan kami ke kuburan. Iya, sama-sama. Sekarang kalian istirahat yang tenang, ya. Iya, Yuta. Sekarang giliran kuntil anak orange sebelah sini. Ayo, ayo. Siapa lagi nih? Aku dong. Oh, oke. Kuntilanak putih. di sebelah sini ya. Selanjutnya kuntil anak hijau di sebelah sini. Siapa yang belum? Aku Yuta. Oke, Kuntil Anak Biru. Kamu Yuta carikan tempat yang kosong ya di sebelah sini. Terima kasih. Nah, sekarang giliran Mio, Guys. Mio juga akan bantu kuntilanak Rainbow ini untuk masuk ke dalam kuburan. Ayo, Kuntilanak Merah, kamu di sini ya. Ayo, selanjutnya siapa yang mau Mio bantu? Aku dong. Wah, kuntilanak pink. Kuntilanak pink di sebelah sana ya, karena di sana masih kosong. Oke, selanjutnya tinggal kuntilanak kuning sama kuntilanak abu kuning di sini ya. Terima kasih. Dan yang terakhir kuntilanak Abu. Ayo sini ikut Mio. [Musik] Kamu Mio taruh di sebelah sini ya. Terima kasih, Mio. Hah, akhirnya semua kuntilanak sudah masuk. Kayuta ke dalam kuburan. Yuk, kita tinggal yuk. Ayo, Baby Celin, kita pulang biar mereka istirahat dengan tenang. Oke, Kak Mio. FW, akhirnya selesai juga ya, Mio. [Musik]
Yuta Mio Panik CCTV Merekam HANTU KUNTILANAK RAINBOW di Depan Rumah😱 |Sakura School Simulator
#sakuraschoolsimulator
#idsakura
#sakuraschoolsimulatordrama