🔴DIPERMALUKAN AKIBAT SOMBONG !! Malaysia Telan Karma Kalah 2-0 Dari Filipina di Piala AFF U23 2025

Abang-abang yang main kelayakan teledonya, tutorial gol ada di sini ya. Jangan Ro Fifa. Rip Viva. Rip. Ampun, Bang. Ampun, Bang. Ampun, Bang. Kosong du gol dijaringkan oleh pemain warisan baharu, Pak. Bang. Oh, Abang pemain warisan kami bisa gol, Bang. Dan ini saya bilang dan saya harus eh katakan. Sombong dulu, malu kemudian. Inilah kisah jatuhnya timnas Malaysia U2D yang sempat pongah tapi akhirnya dipermalukan di depan ribuan pasang mata. Suporter Malaysia sombong bukan main, kini dipermalukan dan kena karma bertubi-tubi sampai bilang gini. Sebelum lanjut videonya, like dan subscribe dulu supaya makin buat malu suporter Timnas Malaysia. Mantap. Harimau Malaya terkapar di GBK. Mimpi indah Malaysia hancur di laga perdana. Jakarta. Harapan besar, kepercayaan diri tinggi, dan semangat membara. Tiga hal itulah yang menyelimuti skuad timnas Malaysia U23ia saat mereka menginjakkan kaki di Stadion Gelora Bung Karno JBK untuk melakoni laga perdana grup B Piala AFF U-23 2025. Lawan pertama mereka adalah Filipina. Tim yang secara historis dan peringkat FIFA dianggap sebagai lawan yang lebih lemah. Tapi malam itu semua prediksi terbantahkan. Harimau Malaya kehilangan taringnya dan pulang dengan luka mendalam setelah kalah 2-0. Sejak peluit awal ditiup wasit, Malaysia memang mencoba mengontrol permainan, tapi kendali bola tanpa arah tidak memberi dampak nyata. Justru Filipina yang bermain lebih efektif, serangan mereka lebih tajam, pergerakan pemain lebih cair, dan mereka tampak jauh lebih siap secara mental dan taktik. Malaysia tampak gugup, terburu-buru, dan kehilangan ritme sejak menit ke-16. Lini tengah yang semestinya menjadi pusat kreativitas justru gagal menciptakan peluang matang. Striker Malaysia pun tampak terisolasi dan frustrasi. Sementara itu, Filipina dengan tenang menjalankan skema serangan balik yang sederhana tapi mematikan. Gol pertama datang di menit ke-28 lewat sontekan manis striker Filipina yang menyelesaikan umpan silang dengan sempurna. Gol kedua tercipta di babak kedua. Tepat saat Malaysia mencoba tampil lebih menyerang, namun justru meninggalkan ruang kosong yang dimanfaatkan lawan dengan dingin. Ejekan berbalik arah. Kekalahan ini terasa lebih pahit karena datang setelah euforia besar fans Malaysia atas kemenangan telak mereka atas Vietnam. Skor Noro atas Vietnam sempat membuat para pendukung Harimau Malaya bersorak dan sayangnya menyombong. Tak sedikit komentar bernada meremehekan bertebaran di media sosial khususnya saat timnas Indonesia kalah dari Jepang. Ada yang menyebut Indonesia belum selevel. Ada pula yang menyindir kalau tak mampu bersaing mundur saja. Namun seperti pepatah lama berkata, roda selalu berputar. Kini ejekan itu kembali kepada mereka. Timnas putri Malaysia sebelumnya juga baru-baru saja dipermalukan oleh timnas putri Indonesia dengan skor mencolok 4-0. Dan kini tim Udu 23 Putra harus menelan pil pahit serupa. Dua kekalahan telak yang terjadi dalam rentang waktu singkat membuat publik Malaysia bertanya-tanya, “Ada apa dengan sepak bola kita? Klassemen menyakitkan.” Dengan kekalahan ini, Malaysia terjerembap di dasar klasemen sementara grup B dengan no poin dan defisit dua gol. Ironisnya, Malaysia datang sebagai salah satu tim favorit di grup ini. Dengan skuad muda yang disebut-sebut generasi emas baru, publik Malaysia menaruh ekspektasi tinggi bahwa inilah saatnya Harimau Malaya bangkit di level U23. Namun, satu laga cukup untuk menggoyahkan semuanya. Kini perjuangan Malaysia untuk lolos dari fase grup menjadi semakin berat. Mereka masih harus menghadapi dua lawan tanggu lainnya dan tidak ada lagi ruang untuk tergelincir. Kekalahan berikut bisa berarti akhir dari perjalanan mereka di turnamen ini. Bahkan sebelum benar-benar dimulai. Sorotan tajam dari dalam negeri. Media dan pengamat olahraga di Malaysia pun mulai bereaksi. Beberapa menyebut penampilan ini sebagai alarm bahaya. Sementara lainnya menyoroti kurangnya kematangan taktik dan buruknya koordinasi antar lini. Di sosial media sebagian netizen kecewa, sebagian lagi menuntut evaluasi besar-besaran terhadap sistem pembinaan usia muda di negara itu. Sementara itu, pelatih kepala Malaysia, Yudat Bedia mencoba tetap tenang dalam konferensi pers pascalaga. Ia mengakui timnya tampil di bawah ekspektasi dan menjanjikan perbaikan. Namun, publik tak mudah percaya. Kekalahan ini bukan hanya tentang hasil, tapi tentang rasa malu. Tentang ekspektasi yang dibangun dengan sombong dan kini runtuh begitu saja di hadapan puluhan ribu penonton di GBK. Harimau yang kehilangan arah. Kekalahan dari Filipina ini bukan hanya soal tiga poin yang hilang. Ini adalah refleksi dari kondisi yang lebih dalam bahwa Harimau Malaya U-23 masih jauh dari kata siap untuk bersaing di level regional apalagi internasional. Perlu pembenahan dari atas sampai bawah. Dari sistem pelatihan, scouting, mentalitas pemain hingga kesombongan fans yang terlalu mudah berlebihan. Kini Malaysia hanya bisa berharap pada keajaiban di dua laga tersisa. Jika tidak mampu bangkit, mereka bukan hanya gagal lolos grup, tapi juga akan pulang dengan membawa rasa malu yang dalam. Dan sementara itu, publik Asia Tenggara termasuk para netizen Indonesia hanya bisa melihat dan berkata, “Itulah karma atas kesombongan. Aku non pertandingan tadi dengan penuh harapan. Tapi setelah 90 menit selesai, aku langsung matikan TV dalam keadaan sangat kecewa. Ini bukan Malaysia yang kami harapkan. Mainnya longgar, lemah, enggak ada semangat sama sekali. Filipina itu bukan tim kuat, tapi mereka justru main sebagai tim yang solid, disiplin, dan penuh tenaga. Kita seperti enggak tahu harus ngapain di lapangan. Parah. Aku enggak ngerti kenapa pelatih juga enggak melakukan perubahan saat kita sudah tertinggal. Serius, malam ini aku merasa buang-buang waktu dukung tim ini. Kalau dulu aku masih bisa membela timnas kita saat dikritik, tapi sekarang aku sendiri merasa malu. Kalah habis-habisan lawan Filipina pula. Bukan Thailand, tapi Filipina yang biasanya kita anggap lemah. Ini bukan kekalahan biasa. Ini tamparan besar buat Harimau Malaya. Kita seharusnya belajar dari kekalahan sebelumnya, bukan mengulang kesalahan. Para pemain juga seperti enggak punya chemistry. Bolanya hilang entah ke mana. Pertahanan juga seperti tidur. Kalau terus begini, masa depan sepak bola Malaysia harus dipikir ulang. Benar-benar mengecewakan. Kita ini terlalu cepat merasa hebat begitu menang di laga persahabatan. Tapi begitu masuk turnamen resmi malah diam. Aku enggak mau dengar alasan soal lapangan, wasit, cuaca, atau pemain cedera. Kenyataannya kita memang belum siap. Aku lihat Filipina main dengan semangat luar biasa. Padahal peringkat mereka lebih rendah. Tapi Malaysia seperti datang cuma buat main-main. Enggak fokus, enggak haus kemenangan. Ini enggak boleh dianggap sepele. Ini bukti bahwa spark bola kita masih tertinggal. Sakit hati lihat cara kita kalah. Serius. Hatiku hancur lihat pertandingan tadi. Aku biasanya bukan pengkritik, tapi malam ini aku benar-benar gak bisa diam. Kita datang ke Jakarta dengan rasa percaya diri tinggi, harapan besar, tapi akhirnya dipermalukan Filipina 2 apa yang terjadi dengan Harimau Malaya kita? Kalau pemain muda enggak bisa membuktikan kemampuan, bagaimana kita bisa berharap mereka jadi penerus masa depan? Setelah timnas wanita dipermalukan oleh Indonesia, sekarang giliran tim pria yang kena. Ini sudah dua kali kita dipermalukan tahun ini. Aku benar-benar berharap pengurus dan pelatih anggap ini serius. Jangan pikir ini cuma kekalahan biasa. Ini pertanda bahaya.

laga perdana timnas malaysia di piala AFF U23 tak berjalan mulus. malaysia bertemu dengan filipina di stadion GBK akhirnya dipermalukan dengan skor 2-0. permainan malaysia yang sangat buruk membuat tim berjuluk harimau malaya tersebut harus puas dengan hasil buruk ini. malaysia yang rangking fifa di level senior lebih tinggi dari filipina malah justru kalah di level U23 nya. sebelumnya fans malaysia sempat menyombongkan diri saat berhasil menghajar vietnam dengan skor telak 4-0. sampai mengejek indonesia yang baru saja kalah dengan jepang. namun kini timnas malaysia seakan kena karma atas kesombongannya, yang sebelumnya timnas putri yang dihajar timnas putri indonesia dengan skor 4-0 juga. dan kini timnas putra U23 malaysia harus menelan pil pahit kembali. dengan hasil buruk ini, timnas malaysia kini menempati posisi terakhir di klasemen grub sementara dengan raihan nol poin.

#timnasindonesia
#beritatimnas
#kabartimnashariini

Copyright Disclaimer :
– Under section 107 of the Copyright Act of 1976
– Every Video, Audio, Footage, Image etc in this content under terms of Fair Use, Permitted by Copyright Statute.
– Every Content in this Channel for purpose such as Education, News Report, interpretation etc.