SE MALAYSIA KAGET ● Indonesia Bisa Pesta Gol, Malaysia Niat Bantai Filipina Malah Terbalik Dibantai
Bahaya dan sikap. Oh ini gila guys. Aku rasa team Malaysia
tak lama lagi akan main Piala Dunia guys.
Malaysia menyambut cabaran Indonesia. Tapi sebelum tu kita bantai Filipina
dulu. Apa benda ni wei? Sebelumnya timnas Malaysia ini sangat PD
bisa membantai Filipina. Tapi pada akhirnya Filipinalah yang membantai
timnas Malaysia. Pepatah Malaysia mengatakan sombong dulu baru kalah.
Itulah yang bisa digambarkan untuk timnas Malaysia.
Malaysia kalah 2-0 kepada Filipina. Ad apa benda ni weh? Sejujurnya keputusan
game pertama Harimau Muda di peringkat kumpulan AFF Mandiri Cup menghampakan.
Bukan kerana kita main teruk. Sebenarnya Malaysia yang mengawal permainan dari
awal dan mempunyai banyak peluang untuk menang game ini. Cuma defense kita buat
kesilapan. Serangan kita kurang klinikal dan kawasan tengah kita kurang
chemistry. Piala AFF U-23 2025 baru saja dimulai.
Namun, sensasi panas dan drama besar langsung mewarnai laga pembuka grup A.
Ali-Ali percaya diri ingin membantai timnas Filipina dan target juara grup
seperti yang selama ini mereka gaungkan. Timnas Malaysia justru dipermalukan
kalah secara telak 0-2 oleh tim yang mereka remehkan, Filipina. Sedangkan
Indonesia U-23 memulai langkah di Piala AFF U-23 2025 dengan Gemilang dalam laga
pembuka grup A yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta
Selasa, 15 Juli 2025, Garuda Muda membantai Brunei Darussalam dengan skor
telak 8-0. Yah, Malaysia memang banyak bicara, tapi sedikit bukti kekalahan ini
semakin memperburuk citra Malaysia yang dalam beberapa pekan terakhir banyak
mengeluarkan pernyataan bernada sombong. Sejumlah media Malaysia bahkan sempat
menuliskan headline seperti Malaysia akan permalukan Indonesia di kandang
sendiri. Kami target juara grup tanpa hambatan. Namun hasil di lapangan justru
berkata sebaliknya. Malaysia bahkan belum sempat menghadapi Indonesia, tapi
sudah dipermalukan di tangan Filipina, tim yang mereka anggap enteng. Kekalahan
Malaysia langsung menyita perhatian warga net di berbagai platform, Twitter,
Instagram, hingga YouTube dipenuhi komentar bernada sindiran. Terutama
karena Malaysia selama ini dikenal gemar sesumbar. Bahkan sebelum turnamen
dimulai, warga net pun tak ketinggalan mengomentari kekalahan ini. Di kolom
komentar YouTube maupun Twitter, banyak netizen yang menyindir Malaysia. Belum
lawan Indonesia, sudah kalah sama Filipina. Mau juara grup dari mana?
Malaysia kebanyakan sombong. Filipina kasih realita. Situasi genting di grup
A, Malaysia di ujung tanduk. Dengan hasil ini, Malaysia otomatis berada di
dasar klasemen sementara grup A. Sementara Indonesia dan Filipina naik ke
puncak klasemen dengan sama-sama meraih 3 poin. Garuda muda membantai Brunei
Darussalam dengan skor telak 8-0 dan Filipina mengalahkan Malaysia 2-0.
Kondisi ini membuat laga Malaysia selanjutnya akan menjadi hidup mati.
Jika kalah lagi, maka Harimau Malaya dipastikan angkat koper lebih awal dan
gagal lolos dari fase grup. Hasil itu akan menjadi catatan paling kelam dalam
sejarah Malaysia di Piala AFF U-23. Namun yang lebih menyakitkan, jika
mereka gagal melaju dan Indonesia justru lolos sebagai juara grup, maka rasa malu
itu akan berlipat ganda. Save Sally, pria yang pernah menjadi pemain legenda
sepak bola Malaysia itu tak kuasa menahan amarah dan rasa malunya terhadap
penampilan negaranya sendiri. Saya sangat malu sebagai pemain legenda sepak
bola Malaysia. Awalnya saya sangat optimis Malaysia akan memenangkan
pertandingan ini. Tetapi melihat kenyataan yang ada ini sungguh
memalukan. Kami kalah dari tim yang kami anggap enteng. Filipina. Mereka bahkan
tidak punya sejarah kuat di sepak bola ASEAN, ujar Save Sali kepada media
Malaysia. Malaysia gagal total meski dominasi bola. Dalam laga yang
berlangsung panas sejak menit pertama, Malaysia sebenarnya cukup menekan.
Statistik penguasaan bola menunjukkan dominasi Malaysia hingga 65%.
Tapi apa daya penguasaan bola yang tak dibarengi kreativitas dan penyelesaian
akhir yang baik hanyalah angka kosong. Bintang kemenangan Indonesia di laga
versus Brunei adalah James Raven. Striker muda milik Bali United itu
tampil luar biasa dengan mencetak enam gol. Dua gol tambahan disumbangkan oleh
Arhan Fikri dan Raihan Hanan. Indonesia unggul cepat sejak menit kedua dan tak
memberi ruang bagi Brunei untuk berkembang sepanjang laga. Kemenangan
telat ini membawa Indonesia memuncaki klasemen sementara grup A dengan 3 poin
dan selisih gol 8. Sementara itu, Filipina tampil efektif, disiplin, dan
memanfaatkan kelengahan pertahanan Malaysia. Menit kees9, striker muda asal
klub Liga Thailand, Otu Bisong membuka keunggulan untuk Filipina setelah
blunder fatal dari lini tengah Malaysia. Gol tersebut tak hanya mengejutkan,
tetapi juga membuat para pemain Malaysia mulai kehilangan arah permainan. Tekanan
dari tribun dan harapan tinggi dari fans membuat mental pemain Malaysia terlihat
goyah. Hanya berselang beberapa menit, Malaysia sempat punya peluang emas
melalui tendangan keras Muhammad Hakimi. Namun sayangnya berhasil ditepis oleh
Keper Filipina yang tampil gemilang sepanjang pertandingan. Justru menjelang
akhir babak pertama, Filipina kembali mengoyak jalan Malaysia. Lagi-lagi Otu
Bisong menjadi mimpi buruk Harimau Malaya setelah menaklukkan kiper
Malaysia Ronizam dengan tembakan datar di menit ke-40. Skor 2-0 bertahan hingga
turun minum dan jadi pukulan telak bagi Malaysia. Reaksi bencana Malaysia kacau.
Indonesia Filipina euforia. Malaysia yang datang dengan ekspektasi tinggi
justru tampil melempem dan harus menerima kekalahan pahit dari Filipina.
Pertahanan rapuh dan minimnya kreativitas lini serang membuat Malaysia
gagal mencetak gol di pertandingan ini. Usai pertandingan, pelatih kepala
Malaysia, Razib Ismail tak mampu menyembunyikan kekecewaannya. Dalam sesi
konferensi pers, ia mengakui bahwa timnya tampil di bawah ekspektasi. “Kami
kurang disiplin dan terlalu percaya diri,” ujarnya. Namun yang paling keras
tentu datang dari Datuk Hamidin Muhammad Amin, Presiden sepak bola Malaysia,
Farm. Ia bahkan menyebut tim U-23 kali ini sebagai yang paling lemah sepanjang
sejarah sepak bola Malaysia dan mempertanyakan kualitas pembinaan usia
muda yang dilakukan oleh F. Apa yang terjadi dengan sistem pembinaan kita?
Kita bangun banyak akademi, kita habiskan dana besar, tapi hasilnya kalah
dari Filipina yang bahkan tidak punya Liga U-23 yang stabil. Ini bukan hanya
kekalahan, ini alarm bahwa sepak bola Malaysia sedang sekarat,” tegas Hamidin.
Sementara itu, dari kubu Filipina, suasana jauh berbeda. Para pemain dan
pelatih mereka merayakan kemenangan seperti baru saja menjuarai turnamen.
Kami tidak takut dengan nama besar. Kami tahu apa yang bisa kami lakukan.
Kemenangan ini untuk rakyat Filipina,” kata sang pencetak dua gol Otu Bisong
yang langsung jadi idola baru. Hamidin baru sadar kalau bola itu bundar bukan
penuh angan. Dalam sesi wawancaranya, Datuk Hamidin juga menyebut masalah
mentalitas sebagai penyakit kronis sepak bola Malaysia. Pemain kita bisa lari,
bisa tendang bola, tapi tidak punya kepala dingin. Begitu tertekan semuanya
panik. Lihat saja Indonesia dan Filipina, mereka tak banyak bicara tapi
bisa eksekusi sempurna. Ia pun meminta evaluasi besar-besaran dilakukan oleh
VAM dan berharap pengurus baru bisa menata ulang program jangka panjang yang
berfokus pada penguatan karakter pemain sejak usia muda. Sementara Malaysia Kini
tidak hanya kehilangan poin, tetapi juga kehilangan kepercayaan diri. Suporter
mereka di media sosial bahkan menyuruhkan agar pelatih diganti dan
pemain-pemain naturalisasi yang diproyeksikan untuk SEA Games 2025
segera diintegrasikan ke skuad muda. Hasil ini menjadikan persaingan di grup
A semakin menarik, terutama bagi Indonesia dan Filipina yang sama-sama
mengincar tiket ke babak semifinal. Laga grup A berikutnya akan dimainkan pada
Jumat, 18 Juli 2025 di SUGBK. Indonesia akan menghadapi Filipina. Sedangkan
Malaysia akan melakoni laga hidup mati melawan Brunei.
Daftar Berita Timnas indonesia Terbaru – Berita Bola Terbaru Hari Ini
#timnasindonesia #beritatimnasindonesia #kitagaruda #pssi #timnas #indonesia #indonesiamaju #bola #sepakbola #sepakboladunia #sepakbolaindonesia #erickthohir #pialaasia #pialadunia #pialadunia2026 #today #todaynews #prabowo #berita #beritabolaterbaruhariini #beritaterkini #beritaviral #beritaterbaru #viralvideo #viralshorts #viralreels #viral #viralnews #new #trending #trend #trendingvideo #malayalam #malaysia #worldcup #worldnews