Roy Suryo Bocorkan Video Eks Rektor UGM, Sebut Jokowi Tidak Lulus dari UGM | Rakyat Bersuara | 16/07

terbaik saya ambil dua-duanya. Optik melawi. When you expect the very best. Profesor Sofyan Effendi, Rektor UGM tahun 20027 dan saya sudah minta izin ke beliau untuk saya ceritakan ya. Beliau menyatakan sudah ketemu dengan beberapa profesor dan guru besar UGM fix bahwa orang yang namanya Joko Widodo itu tidak pernah lulus dari Fakultas Kehutanan. Jadi dia tidak lulus sebagai tidak qualified untuk itu di di doke. Eh dan mantan dekan juga mantan dekan kean tahun 2 tidak lulus ee di dalam penilaian. Iya. Jadi ini sebenarnya banyak perkembangan menarik ya. Ya. Jadi ya perkembangan yang pertama adalah biar nanti juga para kuasa hukum ya Bang Azam dan juga yang ahli ya Pak Dr. Taufik itu mengomentari kalau tadi Bang Aiman mengatakan sudah naik ke penyidikan i bagus inilah mungkin Polri harus diberikan rekor MURI atau award secara internasional karena berhasil menaikkan kasus dengan hanya bukti fotokopi. Bukti fotokopi? Iya. Tahu dari mana bukti fotokopi? Ee apa namanya? Kabit Humas Polda Metro sendiri yang mengatakan ketika ditanya wartawan dan itu ada berkali-kali dia mencap bukti yang dibawa Jokowi itu yang ditekuk tadi itu asli atau fotokopi? Pak Kombes adik hari menyatakan fotokopi. Ulangi lagi Pak, asli atau fotokopi? Fotokopi. Nah, ini penting banget kalimat Pak Kombes Adik hari itu karena memang bunyinya begitu. Fotokopi. Nah, gitu tuh. Itu menjelaskan lucu banget. sebuah berkas yang berupa fotokopi itu bisa menaikkan kasus ke level penyidikan. Itu yang pertama. Yang kedua adalah selama ini kami ya saya dr. Esmon itu dilakukan ee atau disebut-sebut ya oh itu hanya meneliti yang namanya digital objek digital. Jadi yang tampil juga itu objek digital. Hari ini Mas Aiman dan semua pemirsa rakyat bersuara di INWS. Saya dr. Tifa sudah mengumpulkan ee lebih dari 5 dan mungkin 10 kurang dikit ya bukti berupa ijazah asli. Asli betul ee dari Universitas Gajah Mada ya. Mahasiswa angkatan 78 79 apa 80 yang semuanya adalah lulus di tahun 5 sama dengan Pak Jokowi. Beda. Bedanya apa? Lebih detail. Jadi ijazah yang Pak Jokowi kan ijazahnya tahun ‘5 lulus. Iya. 85. Nah, itulah makanya bedanya adalah dengan yang selama ini kita lihat ijazah yang disebut-sebut asli itu yang kita lihat apalagi yang di-upload oleh Dian Sandi ya kalau itu enggak dikatakan asli ya. Padahal kan itu dia mengatakan tuh asli. Atau Mabes Pori ketika melakukan gelar perkara itu yang memang hanya menambah fotokopi itu ijazah asli UGM itu saya benar-benar sekarang bangga terhadap UGM, Mas. Kenapa? Ijazah UGM bahkan di tahun 5 itu mirip dengan ijazah saya yang tahun 91. Ini kopi dari ijazah saya tahun ’91. Oke. Bedanya apa? Ijazah UGM itu ada yang namanya watermark. Watermark itu apa? Pengamannya ada. Sebentar sebentar. Ini kenapa belang-belang ini? Nah, ini ada analisisnya. Oke, saya analisis. Jadi analisis nanti sebenarnya saya kirim ke INWS tapi enggak apa-apa. Ini aja ya biar cepat. Jadi ijazah tuh ada satu ada watermark. Bentar. Kalau sudah dikirim harusnya ada di sini nanti. Iya. Nah, ini. Nah, ini ini. Nah, oke. Silakan, Mas Roy. Jadi, ada watermark-nya nih. Masih ada nih watermark-nya nih. Nampak kan? Universitas Gajah Mada. Universitas Gajah Mada. Universitas Gajah Mada. Oh, iya. Ada tulisannya ya. Ada tulisannya. Oke. Yang kedua itu dicetakan kertas ya. Cetakan kertas ada yang namanya embos. Embos logo UGM itu di dekat tulisan tanda tangan rektor. Ada bengan, ada benang pengaman di tengah-tengah. Ada. Kemudian kalau ijazah yang lama tuh ada meterai. Punya saya sudah enggak ada meterai. Memang tahun 90 di atas 90 itu enggak ada meterai. Namanya Roy Suryo. Udoro. Udoro. Nama saya dulu kecil adalah Udoro. Ini kemarin ada orang-orang yang mohon maaf ya kepo atau bodoh gitu ya bilang Roi Suryo itu harusnya pidana namanya ganti loh. Wong saya dapat nama resmi dari keraton Pak Alaman kok ganti ya gitu. Kalau ini resmi keraton Pak Alaman dan keraton Jogja itu gelarnya enggak bisa dibeli, Mas. He. Enggak kayak yang tiba-tiba punya gelar KPH itu beli kalau itu ya gitu. Nah, satu. Dan ada lagi ee ijazah itu ada logo ini. Ini benar-benar clear. Logo ini benar-benar jelas dan dia dengan tinta khusus itu sampai tembus ke belakang. Nah, apa tadi Mas Aiman tanya? Apa ini? Ini adalah namanya Ela, error level analysis. saya kembali menggunakan karena LA ini adalah bisa untuk mendeteksi ee kalau dia sudah diubah jadi digital. Analog pun bisa diubah jadi digital. Nah, artinya gini. Kalau ini difulkan coba ee ada satu gambar lagi yang full ya. Silakan. Jadi semuanya gambarnya kayak gini. Itu masih nampak Mas Aiman. Kalau enggak nampak ini aja sembari saya pegang yang di sini tulisan UGM ya. Ee iya. Ah, itu itu sor ini tadi kan ada berkas di sini ada legalisasi. Iya. I masih nampak foto saya pun masih nampak. Oke. Terus tulisan ijazah juga masih nampak. Ini analisis dengan ela tadi error level analysis. Level analisis itu membuktikan kalau ijazah itu mau dia yang tadinya analog diubah jadi digital itu berubah gini. Coba kita lihat tetap tetap ada jejaknya. Tetap ada jejaknya. Coba kita lihat ijazahnya Joko Widodo yang diklaim itu ijazah asli Joko Widodo ini yang di Dian Sandi oleh Dian Sandi Oke ya karena kalau yang dari kepolisian sama sekali enggak bisa dianalis itu hanya fotokopi. Nah, hasilnya kayak gini, Mas. Coba yang separuh. Separuhnya Joko Widodo masih ada kok. Yang separuhnya Joko Widodo yang separuh-separuh tadi. Oke. Jadi ini benar-benar rusak. Nah, ini ini kan aslinya kayak gini yang ada di Diansandi. Iya. Perkara ini akhirnya diaku, oh itu bukan ijazah asli. Dian Sandi mengatakan asli. I kalau dia mengatakan asli berarti dia yang harusnya kena pasal 32 atau 35 Undang-Undang ITE. Karena dia mengaku yang tidak asli menjadi asli. Oke. Ana mau mengatakan dari ee Ela tadi enggak ada jejaknya. Iya. Burek ini enggak ada jejaknya sama sekali. Logonya juga sudah enggak kelihatan. Artinya singkat kata kalau sebuah objek itu diela dan hasilnya rusak kayak gini berarti itu adalah sudah banyak rekayasa. Oke. Kalau yang diposting oleh Dian Sandi itu adalah ijazah asli. Oke kita balik lagi ya. Kalau untuk ee ijazah Masro tadi yang setengah-setengah. Coba kita balik lagi. Ini tidak ada jejaknya. Tapi kalau yang Dian Sandi itu ternyata tidak asli ya Dian Sandi harus masuk dulu. Oke. Nah ini coba lihat yang e Elanya saja coba. Elanya saja. Elanya saja. Elanya saja full yang seluruhnya adalah gambar. Nah. Oh ini nih. Ini kelihatan ya? Itu kan ada kelihatan login ini legalisirnya legalnya ijazahnya juga masih kelihatan. Foto saya juga tetap masih. Nah ini yang menarik ini baru malam hari ini saya keluarkan ini foto iniusif. Malam hari ini saya keluarkan eksklusif diws yang kayak gini tapi itu dari ijazah asli milik lulusan UGM tahun 5 sebentar. Sudah izin belum? Nanti sudah kita digugat juga. Sudah ini. Oke. Oh, ini. Tapi enggak ada. Enggak berani dia. Jangan. Aslinya enggak saya keluarkan. Kalau aslinya dikeluarkan nanti di ada yang menyetak lagi di Pasar Pramuka. Iya. I iya. Ada yang nyontoh lagi ini meterainya ada meterai foto. Foto ada tulisan ijazah. Tulisan ijazah masih kelihatan. Jadi enggak ada legalisir ya karena enggak kelihatan. Oh enggak. Karena ini asli. Saya pegang asli. Fisik saya pegang asli. Oke. Bahkan saya bisa membedakan ada legalis atau tidak. Betul. Oke. Oke. Jadi, Mas Aiman, jadi ee pemirsa di seluruh Indonesia, Mas Aiman, saya drter Tifa sudah mengumpulkan hampir 10 dan ini akan ada yang masuk lagi. Ijazah-ijazah asli yang kami siap. Beliau-beliau itu, sekali lagi terima kasih untuk kakak-kakak kelas saya, beliau-beliau itu mau disandingkan dengan ijazahnya Jokowi tahun ‘5. Tahun ‘5. Clear. Kenapa tahun ‘5? Karena itu yang ee dikatakan Pak Jokowi lulus tahun ‘5. Harus. Iya. Karena Jokowi katanya lulus ’85. Maka ini harus 85 juga kan? Oh, secara sukarela mereka memberikan pada masalah untuk dianalisis. Sukarela untuk dianalisis. Jadi itu yang clear banget. Dan yang satu lagi Mas Aiman yang paling menarik hari ini juga baru pagi tadi ini juga eksklusif di INWS ya. seorang mantan rektor UGM Profor Sofyan Effendi ketemu dengan Resmon Hasi Lansianipar dan ada di YouTube-nya Resmon, ada di Balige, ada juga di ee langkah langkahlangkah itu ya. A saya coba tanya apakah sudah bisa kemudian potongan aja enggak usah panjang-panjang ya gitu. Jadi itu diwawancara oleh Hasi Lansianipar dan kemudian eh sempat ah ini dari para profesor itu ee dan mantan dekan juga mantan dekan kean pada tahun 2 tidak lulus ee di dalam penilaian dia karena ada empat semester itu ya Prof ya penilaian ada empat semester dinilai akademik I dinilai kira-kira 30 mata kuliah lah ya iya dinilai dia indeks prestasinya enggak mencapai ber berarti sesuai dengan statement Pak Jokowi di UII yang disaksikan oleh Profesor Mahfud MD juga ya Pak mengaku IPK-nya dua di bawah di bawah dua di bawah dua ya oke oke lanjut Prof lanjut ya itu ada saksinya Pak Pak Masud Iya dan Pak Buya Syafi’i juga yang mendengar I dan kemudian itu n juga saya lihat lihat di dalam ee ee apanya di ee apa yang polisi itu polisi yang data ee transkrip nilai, Prof. Ah, transkrip nilai atau registrasi gak? Transkrip nilai. Transkrip nilai. Nilai itu juga ee yang ee yang ditampilkan saat yang ditampilkan oleh apa itu dia kan anu hanya apa itu IPK-nya yang yang menurut IPK-nya IPK-nya itu enggak enggak sampai e enggak sampai dua kan ya itu dan karena itu dia ee kalau kalau sistemnya benar karena dia ikut anu ee itu ada waktu itu masih ada ee sarjana sarjana muda dan doktoral. Jadi dia tidak lulus sebagai tidak qualified untuk itu di di do. Oke. Oke. Sedikit tambahan masuk nanti saya akan ke Iya. Jadi saya enggak perlu nambahkan lagi rasanya statement dari Profesor ee Sofyan Effendi ya. Rektor UGM tahun berapa? 2002 sampai 2007. Oke, itu sudah cukup clear. Sebenarnya ada lagi satu yang menarik yaitu Profesor Svenedi juga menceritakan, tapi enggak apa-apa nanti lihat aja di YouTube-nya bahwa Rektor UGM sekarang Profesor Ova Emilia itu sebenarnya sudah dipanggil oleh petinggi negara ini dan diberikan solusi. Ngaku saja. Ngaku saja untuk kalau ngaku saja urusan selesai. Maksudnya apa ini? Ya ngaku saja. Kalau dulu kan dia mengatakan saya meyakini UGM itu bukan universitas keyakinan UGM itu pasti jadi harus ngaku s maksudnya ada ini ini perlu dikirkan petinggi negara saat ini saat ini yang meminta agar rektor UGM jujur jujur dan dalam waktu dekat karena UGM itu kan di bawah wali amanah ya ada nanti beberapa senior dari Jogja ya termasuk Prof. Sofyan Effendi, Pak Tiasno Sudarto itu akan ketemu dengan Ngarso Dalem dan Ngarso Dalem juga akan Sri Sultan Sri Sultan akan membuat sabdanya untuk ini beberapa hari ke depan insyaallah kita tunggu saja. Oke, terbaik saya ambil dua-duanya. Optik melaw the very best. Yeah.

Yuk Subscribe https://www.youtube.com/c/OfficialiNews

Selengkapnya baca di: https://inews.id/news
Follow WA Channel https://whatsapp.com/channel/0029Va7scI1LdQekZvLynv1H
Follow our Official TikTok https://www.tiktok.com/@officialinews
Follow our Official Twitter https://twitter.com/officialinews_
Like our Official Facebook https://www.facebook.com/OfficialiNews
Follow our Official Instagram https://www.instagram.com/officialiNews

Dapatkan sajian berita dan liputan langsung peristiwa terkini secara cepat dan akurat di:
https://www.inews.id/ untuk berita dari daerah-daerah di seluruh Indonesia

Tanggal Tayang: 16 Juli 2025

#roysuryo #rakyatbersuara #aimanwitjaksono #jokowi #ijazahjokowi