TRUMP TUNDUK!? Indonesia Dapat Tarif 19%, Tapi ADA HARGANYA!
Good News Indonesia, negosiasi dagang kita berhasil. Ini betul-betul prestasi yang luar biasa karena kita mendapatkan tarif yang luar biasa rendah di kawasan ASEAN. Teman-teman tahu enggak? Baru aja Presiden Donald Trump dari Amerika Serikat bahkan membikin pengumuman ya di media sosialnya bahwa dia baru aja mencetak deal bersejarah dengan pemerintahan Indonesia. Lu penasaran deal apa sih yang terjadi antara pemerintah Amerika Serikat dengan Indonesia? Dan kenapa Benix bilang ini good news? Kalau lu penasaran jangan dikip video ini. Let’s check this out. Jadi teman-teman per hari ini udah resmi ya tarif dagang antara Amerika Serikat buat barang-barang asal Indonesia itu turun. Tadinya 32% sekarang tinggal 19%. Wow, hebat. Kenapa hebat? Ya, jujur aja gua juga termasuk yang kaget karena sebelumnya kita sempat bahas Vietnam itu udah yang paling jago negosiasinya dapatnya di angka 20%. Ternyata Indonesia bisa 1% lebih murah loh dibandingkan Vietnam. Vietnam 20%, kita 1%. Bahkan sampai si Donald Trump mau capek-capek menggunakan jempolnya buat ngetik. Kata-katanya seperti ini. Great deal for everybody just made with Indonesia. I deal directly with with their highly respected president. details to follow. Jadi dia bilang bahwa eh good news everybody, kita baru aja bikin kesepakatan dengan pemerintah Indonesia. Saya negosiasi langsung dengan presidennya Amerika Serikat dan dia bakal kasih detail lebih lanjut. Ya, anyway, terlepas dari itu di sini kita bisa lihat bahwa ini berita yang mengejutkan. Padahal sebelumnya rayuan 511 triliun kita gagal. Nilainya R00 triliun. Dan akibatnya Donald Trump mengirimkan surat cinta untuk Presiden Prabowo. Ini betul-betul surat yang sangat menyentuh hati ya. Begitu gua lihat ada kap suratnya, ada tulisan White House, ada burung beo di situ, dan di situ ditulis His Excellency Prabowo Subianto, President of the Republic of Indonesia. Dear Mr. President, it is a great honor for me to send you this letter. Gila ini orang sopan banget. Dia bilang dia merasa terhormat. Dia bilang, “Dear Mr. President, His Excellency.” Wah, dipuji-pujilah sama si Donald Trump Prabowo ini. Tetapi ternyata endingnya apa? Trendingnya adalah Indonesia disikat habis dikenakan tarif 32%. Salah satu faktor yang membuat Amerika Serikat BT sama kita adalah yang dia negara barat. Dia sangat benci dengan negara-negara miskin kayak Indonesia. Kalau mau naik kelas menjadi negara modern, mereka akan lakukan segala cara untuk menghentikan itu. Makanya jangan heran ya, dari kemarin tuh demo banyak banget. Utamanya terkait dengan bisnis pertambangan dan hilirisasi tambang yang ada di Indonesia. Posisi barat sekarang dalam zona bahaya, Guys. Mereka harus maju ke era teknologi tinggi. Mereka butuh rare earth. Mereka butuh bahan tambang kita. Tetapi apa yang dilakukan oleh pemerintah kita? kita sudah enggak mau lagi ekspor bahan baku, kita mau mengekspor barang jadi atau barang setengah jadi. Sehingga salah satu kepahitan Amerika Serikat adalah dia sangat anti dengan kebijakan hilirisasi kita. Dia cuman mau negara Indonesia cuman negara yang fokus pada mengeruk kekayaan alam dalam bentuk raw material supaya tetap miskin. Dan dia lakukan segala cara. Negara-negara barat sampai detik ini asing ini lakukan segala cara supaya makin banyak tambang-tambang di Indonesia ditutup. tambang-tambang di Indonesia dihancurkan, diserang dengan dali tidak ramah lingkungan lah, merusak alamlah, dan lain sebagainya. Padahal mah mereka pengin banget dapat bahan baku mineral dari Indonesia. Anyway, kebijakan hilirisasi ini sudah betul-betul ekstrem. Kenapa? Karena Indonesia sudah resmi melarang ekspor komoditas mentah kita. Dan ini ya dianggap, di sini juga Amerika Serikat. Mereka menganggap kita enggak kooperatif terhadap kepentingan perdagangan Amerika Serikat. Apalagi teman-teman tahu ya di negara maju mereka itu lagi sibuk bikin baterai, bisnis mobil listrik, bisnis solar panel dan lain sebagainya berhubungan dengan ekonomi hijau. Tetapi kalau bahan bakunya enggak ada, adanya di Indonesia, gimana mereka mau jadi kaya raya? Karena ini kan the next rempah-rempah. Buat teman-teman yang belum tahu, VOC itu bisnisnya rempah-rempah. Ada NATMC, cengkeh, lada, pala. Itu semua memperkaya Belanda sehingga Belanda sempat menjadi negara terkaya di dunia. Karena apa? Saat itu lu kalau mau kaya, lu jadi pemain rempah-rempah. Sekarang rempah-rempahnya berhubungan dengan apa? Bukan lagi bisnis rempah-rempah. Sekarang kalau mau kaya raya, lu harus bisnis hijau. Dan itu yang dikejar oleh negara-negara barat ini. Jadi menurut Amerika Serikat ya, kita salah satu negara yang tidak ramah terhadap kepentingan mereka karena kita tidak mau ekspor bahan mentah. Kita harusnya tetap bodoh kayak negara-negara Afrika yang habis hancur lebur alamnya, sibuk ekspor bahan mentah. Padahal kita sekarang sudah di level hilirisasi. kita sudah bisa dapatkan value edit sehingga kita bisa jual bahan tambang kita dengan harga yang jauh lebih mahal, Guys. Nah, buat orang Amerika Serikat itu cuman solusi sementara. Ya, lu tahulah Amerika Serikat itu pemilu 4 tahun sekali, bentar lagi turun ini Donald Trump. Apa jaminannya ya kalau Donald Trump turun, Indonesia tetap beli minyak, tetap beli LPG dari Amerika Serikat, bukan beli dari Timur Tengah, bukan beli dari Singapura. Tentu mereka juga lihat ini. Oh, ini cuman menguntungkan Amerika Serikat dalam jangka pendek. Dalam jangka panjang belum tentu mereka lebih lihat, eh tetap aja Indonesia ini akses pasarnya susah. Ada begitu banyak peraturan di Indonesia tadi ya, izin impor lah, mau nambah lu perlu Iup AOE lah, regulasinya begitu banyak, pasar kita itu sangat-sangat tertutup. Akibatnya ini bikin emosi lah orang Amerika Serikat. Kita belum ngomong regulasi di bawah loh. Ada PT, BPOM, izin halal, izin Dinkes dan IO-nya begitu banyaklah di Indonesia. Akibatnya barang-barang mereka sulit banget masuk ke Indonesia. Dan ini udah gua bilang berulang kali. Saya banyak loh pejabat kita di atas sana yang tidak mengerti ini. Bahkan kita pernah bertemu dengan salah satu pejabat di Bank Sentral Indonesia yang bilang, “Omi, ini kemarin kita habis bikin meeting.” Saya kaget juga ternyata orang-orang di pejabat tinggi di negara kita masih enggak ada yang sadar loh bahwa kita itu join bricks bisa jadi salah satu alasan kita diserang oleh Donald Trump. Padahal Om Benix sudah paling awal ngomong itu. Udah dari bertahun-tahun lalu pun kita ngomong itu. Tapi mereka enggak ada yang sadar. Mereka enggak nge bahwa keputusan Indonesia terlibat dalam blok ekonomi Bricks itu akan menjadi biang kerok serangan-serangan dagang dari negara barat. Dan hari ini pun jadi kenyataan karena lu tahu enggak ketika Presiden Donald Trump mengumumkan Indonesia kena tarif 32% jauh lebih tinggi dibanding Singapura atau Vietnam, pengumuman itu dilakukan di tanggal 7 Juli tahun 2025. Kenapa kayak tergesa-gesa harus 7 Juli? Karena tanggal 6-nya Prabowo malah menghadiri meeting bricks, konferensi tingkat tinggi bricks yang ada di Brazil. Ah, ini kan sebuah kode keras, sebuah kode tantangan bahwa kita enggak takut nih sama eh maybe that’s a good thing. Cuman ya akibatnya hari Seninnya cuma beda 1 hari setelah Prabowo datang ke acara itu, Donald Trump resmi mengirimkan surat cinta senilai 32%. Luar biasa ini. Jadi, buat teman-teman ya, lu memang harus aware dengan yang namanya kondisi geopolitik. Lu enggak bisa tutup mata bahwa posisi yang diambil oleh negara kita, teman yang lu pilih dalam hidup lu, termasuk dalam bernegara itu juga bisa mempengaruhi musuh yang ada di dalam hidup lu. Nah, logika ini harusnya ada nih di level negara kita, di level pejabat kita, bahwa lu jangan ngasal-ngasal aja ambil kebijakan negara lain itu melototin loh. Ya itu gua juga heran ketika gua baru aneh juga ya, pejabat kita masih banyak yang enggak tahu ya bahwa salah satu alasan kita kena tarif tinggi adalah kita masuk bricks. Dan itu udah gua suarakan sejak bertahun-tahun lalu. Tapi enggak ada yang percaya apa sih hubungannya geopolitik sama investasi sama perang dagang sama tarif sama ekonomi? Enggak ada. Enggak. Lu bodoh dan tolol kalau lu tutup mata dengan kondisi geopolitik dunia. Kenapa dulu lu merasa itu enggak penting? BRIS itu bukan konteksnya ekonomi. Bricks itu bukan konsepnya perang. BRIks itu bukan NATO. Bricks itu seharusnya tidak dimusuhi. Eh, bodoh. Tahu apa yang terjadi setelah Donald Trump bikin surat cinta tanggal 7 Juli 2025? Di tanggal 9 Juli 2025 cuman jeda 2 hari, Donald Trump resmi menyatakan khusus buat negara-negara anggota Bricks akan ditambahkan ekstra lagi tarif 10%. Wis ngeri, Bro. Artinya Indonesia bisa kena 42%. Gila, gimana caranya kita bisa makin kompetitif nih? Jadi memang perlu ya lu mau seorang CEO, lu seorang menteri, lu mau seorang pengusaha swasta, lu harus sudah aware dengan kondisi geopolitik. Karena kalau enggak lu gak bisa catch up nih dengan kompetisi yang ada di level global, Guys. Dan ini bahaya ya. Tapi ya udahlah, Guys. Indonesia kan udah ambil keputusan bahwa kita resmi adalah anggota Bricks. Bahkan begitu gilanya, cinta mati kita sama Bricks. Satu hari setelah Prabowo resmi dilantik jadi presiden tanggal 20 Oktober 2024, tanggal 21-nya cuma beda 1 hari dia langsung kirim Menteri Luar Negeri buat daftar bricks, Bro. Jadi memang udahlah itulah keputusannya. So, dari situ kita sudah tahu, Guys, bahwa itulah tiga alasan kenapa deal tersebut sangat tidak menguntungkan buat pemerintah Amerika Serikat, yaitu apa? Yang pertama, kebijakan hilirisasi Indonesia itu sudah menciptakan larangan ekspor yang ujungnya berdampak terhadap kepentingan perdagangan Amerika Serikat. Karena Amerika Serikat masih membutuhkan beberapa komoditas langkah, khususnya dari sektor pertambangan dari Indonesia. Nah, yang kedua rencana Indonesia untuk mengimpor energi yang nilainya di atas 10 miliar dolar ya menurut mereka hanya berdampak dalam jangka pendek bagi neraca perdagangan Amerika Serikat. Amerika butuh sesuatu yang lebih pasti untuk jangka panjang. Dan yang ketiga, salah satu yang bikin Amerika emosi adalah keterlibatan Republik Indonesia dalam blok ekonomi baru yang namanya Bricks. So, lu penasaran enggak sih apa yang sebetulnya dilakukan pemerintah setelah mendapat tarif 32%? Jadi, Teman-teman ini luar biasa cepat sih. Jadi, tanggal 7 Donald Trump itu bikin pengumuman bahwa Indonesia kena tarif 32%. Lalu, lantas yang dilakukan pemerintah apa? Di tanggal 8 mereka kirim tim untuk negosiasi ulang ke Amerika Serikat. Di situ kita masih mendapat kabar bahwa 32% masih ada ruang buat negosiasi. Tetapi cuman sampai itu doang. Jadi tanggal 7 kita diumumkan 32%, tanggal 8 kita kirim tim lagi buat negosiasi. Dan good news, seminggu setelah itu di tanggal 15 Juli Donald Trump mengumumkan terjadi kesepakatan dengan pemerintah Indonesia dengan angka yang fantastis. Nah, ini sangat menguntungkan Indonesia menurut gua ya, karena ya tarif Republik Indonesia sudah jauh lebih rendah, jauh lebih diskon dibandingkan tarif yang dikenakan Donald Trump buat sekutu lama mereka seperti Jepang, Corsel, Thailand, Laos, bahkan Myanmar. Nah, buat teman-teman yang belum tahu ya, negara tetangga kita kayak Jepang itu tarifnya 25%. Korea Selatan tetangga kita juga mitra dagang kita tarifnya 25% mahal. Malaysia hari ini tarifnya berapa? 25%. Jadi ini resmi kita menang nih dibandingkan negara-negara itu. Nah, kalau dibandingkan negara South East Asia lainnya, negara Asia Tenggara ya kita ada negara Kamboja 36%, Thailand 36%, Laos 40%, Myanmar. Ya, jadi dari sini kita bisa bilang bahwa Indonesia cukup berhasil loh dalam negosiasi tarifnya. Tapi pertanyaannya apakah keringanan tarif, diskon tarif yang diberikan oleh Donald Trump ini sebanding dengan keuntungan atau kerugian? Karena pasti ada yang kita gadaikan. Tentunya ini tidak datang dengan gratisan dong. Karena ternyata ya enggak lama setelah Donald Trump bikin pengumuman ya dia membuat pernyataan di Trut Social. Jadi sosial media pribadi miliknya Donald Trump. Dia membuat pernyataan bahwa Indonesia sudah berkomitmen untuk membeli energi dari Amerika Serikat. Ini sudah lama kita bahas. Untuk membeli produk pertanian dari Amerika Serikat serta 50 pesawat Boeing 777 dari Amerika Serikat. Ini nilainya fantastis. Karena buat energi aja kita sudah komitmen buat belanja senilai 244 triliun. Kemungkinan besar dalam bentuk belanja minyak dan gas. Yang kedua, kita bakal beli produk pertanian Amerika Serikat senilai R3 triliun. Wow, this is a very good deal nih buat Amerika Serikat. Kalau gua jadi petani Amerika Serikat, gua bakal happy banget nih. Karena kita bisa ekspor barang-barang dari Amerika Serikat ke Indonesia dengan tarif 0%. Gila. Ah, masa sih, Pak, 0%? Lu mungkin enggak percaya, tapi lu bisa lihat sendiri komentar resmi dari Donald Trump ya. Dia bilang bahwa hai, gua Benix, the CEO of Benix Investor Group. Dengan lu Ah, masa sih, Pak? 0% lu mungkin enggak percaya, tapi lu bisa lihat sendiri komentar resmi dari Donald Trump ya. Dia bilang bahwa Amerika akan memiliki akses penuh ke Indonesia. We have full access to Indonesia. Ini kemenangan Donald Trump, kemenangannya Amerika Serikat di perang dagang ini. Lu bisa cek videonya. So, we made a deal with Indonesia. I spoke to their really great president, very popular, very strong, smart and we made the deal. We have full access to Indonesia everything. As you know, Indonesia is very strong on copper uh but we have full access to everything we will pay no tariffs. Uh so they are giving us access into Indonesia which we never had. That’s probably the biggest part of the deal. And the other part is they are going to pay 19% and we are going to pay nothing. Ah masa sih, Pak? 0% lu mungkin enggak percaya, tapi lu bisa lihat sendiri komentar resmi dari Donald Trump ya. Dia bilang bahwa nah di situ lu bisa lihat bahwa ya pemerintah Indonesia sebagai kompensasi diskon tarif ternyata tidak dibayar dengan gratisan. Kita harus memberikan full akses kepada Amerika. Kita harus kasih 0% tarif kepada barang-barang yang masuk dari Amerika ke Indonesia. Dan ya teknisnya sih kita masih belum tahu akan seperti apa. Tapi lu penasaran enggak sih? Di sisi lain ya, ada sebuah negara yang berhasil main cantik sama Donald Trump. Tarifnya turun drastis tanpa menggadaikan negaranya. Jadi makin heboh nih di Indonesia para ahli ekonom memuji-muji Vietnam berhasil turunin tarif dari 46% ke 20%. Hebat banget. Tanpa janji apa-apa. Masa sih lu enggak penasaran gimana sih cara curang Vietnam untuk mengambil hati Donald Trump? Kalau lu penasaran, jangan dikip video ini karena kita bahas sekarang juga. Jadi apa sebetul yang dilakukan oleh Vietnam, Guys? Ini gua buka-bukaan aja. Apa bedanya Vietnam dengan Indonesia? Kenapa Indonesia gagal negosiasi dengan dana R00 triliun, tetapi Vietnam berhasil? Karena Vietnam memiliki skill yang Indonesia tidak miliki, yaitu skill untuk jilat pantat Donald Trump. Sesimpel itu. Makanya, Teman-teman, jangan heran kalau Vietnam kena tarif 20%. Oke, Guys. Makanya kita bakal segera bahas nih strategi jilat pantat Donald Trump ala Vietnam. So, lu jangan skip video ini. Saksikan sampai akhir. Karena sebelum kita masuk ke situ, lu harus tahu dulu kenapa Vietnam itu begitu agresif? Kenapa Vietnam sangat ingin mendapatkan kasih sayang dari Donald Trump? Dan kenapa Vietnam betul-betul persuasif, pengin banget berdagang dengan Amerika Serikat? Kita buka dulu faktanya. Jadi gini, Guys. FY aja, ya. Kenapa penting banget Amerika Serikat buat Vietnam? Rakyat Vietnam itu begitu membutuhkan Amerika Serikat karena perdagangan Amerika Serikat dengan Vietnam itu nilainya luar biasa besar. Vietnam tahun lalu itu ekspor ke Amerika barang-barang senilai 2.000 triliun loh. Gila. Sementara barang yang dia impor dari Amerika itu cuma 600-an triliun. Artinya itu mereka surplus tiga kali lipat, Guys. Ini hebat banget. Negara Indonesia aja enggak bisa begitu. Jadi kita bisa bilang gini, kalau Indonesia hari ini bisa berdiri karena ada bisnis sawit dan tambang batubara. Ya, Vietnam bisa hari ini berdiri karena mereka bisa ekspor barang-barang ke Amerika Serikat. Nilainya 2.000 triliun setahun kemarin. Hari ini bakal naik lagi. Kemungkinan bisa hampir 3.000 triliun nih. Jadi sepenting itu buat Vietnam untuk mengembangkan skill jilat pantat yang paling ajaib. Ini hebatnya Vietnam. Makanya kalian jangan heran kalau Vietnam itu masuk dalam tujuh besar ya, mitra dagang terbesar Amerika Serikat setingkat sama Jerman, Guys. Lu bayangin. Jadi Amerika itu banyak banget ya impor barang dari Meksiko, dari China, dari Kanada. Jadi benar hubungan dagang antara Vietnam dengan Amerika Serikat itu begitu penting dan harus dijaga, Guys. Terus pertanyaannya, Pak, ajarin dong gimana rahasianya Vietnam bisa dapat tarif 20%. Oke, jadi kita langsung aja bahas, Guys. Kenapa ya secara normatif nih Vietnam itu dapat tarif yang lebih rendah? Ya, menurut ahli ekonomi di Indonesia, pejabat-pejabat Indonesia yang super pintar, profesor-profesor yang titelnya begitu panjang, kenapa Vietnam begitu diunggulkan? Kenapa mereka menang dalam negosiasi tarif ini dan Indonesia kalah? Simply karena mereka berhasil melakukan reformasi struktural dan kebijakan domestik. Mereka berhasil memangkas birokrasi mereka sesederhana mungkin dan mereka mereformasi kebijakan perdagangan mereka. Woi, menarik nih. Jadi mereka pengin Vietnam lebih terbuka lagi, lebih gesit lagi, lebih ejile lagi di perdagangan internasional. Dan Vietnam itu sudah berkomitmen ya untuk mengambil tindakan tegas terhadap pelaku usaha transhipment yang ada di Vietnam. Jadi, transhipment itu barang transit produksinya di China. pergi ke Vietnam. Di Vietnam diganti repackaging seolah-olah ini made in Vietnam terus kemudian diberangkatkan ke Amerika Serikat. Itu transpment. Itu curang menurut Donald Trump. Nah, Vietnam udah berkomitmen gua mulai hari ini bakal stop dan dia bakal bikin itu ilegal barang-barang transhipment. Jadi dia akan stop barang-barang yang masuk dari Cina ke Vietnam semua dibinasakan oleh Vietnam. WS ini sebuah bukti loyalitas yang luar biasa nih Vietnam terhadap Donald Trump. Tapi apa iya cuma gara-gara itu Donald Trump ngasih diskon tarif besar-besaran ke Vietnam? Indonesia kena 32%, Vietnam cuma kena 20%. Apa iya gara-gara itu doang? Ternyata tidak, Guys. Kalau lu mau investigasi lebih dalam, lu kan udah gua buka di depan bahwa Donald Trump ini bukan manusia suci. Donald Trump ini bukan malaikat yang turun dari langit. Donald Trump ini adalah seorang kapitalis. Dan lu tahu dong apa yang diinginkan seorang kapitalis duit. Kalau lu ngasih 500 triliun, Indonesia berjanji mau ngasih 500 triliun dalam bentuk belanja minyak bumi dari Amerika Serikat, dalam bentuk belanja LPG dari Amerika Serikat. Yang diuntungkan kan cuma negara Amerika Serikat. Pikir dong lu tega banget. Terus Donald Trump untungnya apa? Masa enggak punya otak? Ini pejabat Indonesia isinya manusia suci semua nih. Betul-betul respect gua sama pejabat Indonesia. Beda dengan pejabat Vietnam yang ngerti bahwa Donald Trump itu bukan malaikat. Maksudnya apa, Pak Beni? Vietnam ngerti. Donald Trump itu minta kasih kode. Kode apa? Lu pura-pura bego. Lu kayak tinggal di negara surgawi. Ya, jujur-jujuran aja lah. Vietnam udah ngerti korupsi itu terjadi di mana-mana, bahkan sampai di level atas. Sehingga apa yang dilakukan Vietnam di depan mereka pasang casing. Oke, kita perbaiki birokrasi, kita perbaiki regulasi. Oke, ayo. Aw, udah itu hal normatif. tadi gua bilang. Tapi yang esensial apa? Ingat itu cuma menguntungkan Amerika Serikat. Tapi kan Donald Trump bentar lagi turun, Bro. Pemilu di sana 4 tahun sekali. Dapat apa dia? Vietnam bisa lihat peluang ini sehingga Vietnam mengambil langkah yang sangat strategik. Mereka mengembangkan skill jilatan pantat yang luar biasa. Makanya lu jangan meragukan ya keahlian lidahnya Vietnam. Jadi salah satu bentuk permainan cantik lidah-lidaah Vietnam adalah mereka sudah bikin janji untuk membangun Trump Tower di negara Vietnam. Nilainya berapa? 24,3 triliun. Gila banget. Pintar Vietnam nih permainan lidahnya nih. Enggak ada yang lawan. Indonesia memang negara suci, enggak ngerti kode-kodenya Donald Trump. Tapi Vietnam bisa baca ini. Sehingga Vietnam berkomitmen bukan hanya membangunkan Donald Trump Tower, menara luar biasa senilai 24 triliun. Mereka pun sudah berkomitmen untuk memberikan tanah seluar 900 hektar buat Donald Trump di Vietnam. Gila enggak, Guys? Tanah seluas 900 hektar udah disediakan nih buat proyeknya Donald Trump di Vietnam. Dan dari situ lu bisa tahu dong. Oh, pintar ya Vietnam. Vietnam udah lihat bahwa background-nya Donald Trump ini bukan pengusaha minyak goreng. Bukan. Backgroundnya Donald Trump itu pengusaha properti. Hey, Mr. Trump. Hey, how you doing? Uh, Will Smith. Hey, Lizard, you are getting a great house here and and this is quite a deal you’re getting for it, too. I tell you what, want another 50 grand, I’ll cut the grass for you every Saturday. Jadi, project yang akan diberikan buat Donald Trump itu adalah project untuk membangun Trump Tower. Itu cuman salah satu, Guys. Tetapi dengan luas tanah 900 hektar lebih, mereka sampai mau bangun lapangan golf, standar internasional yang begitu luas. Mereka mau bangun kota baru yang namanya Kinbug City. Mereka mau bangun pusat bisnis baru seperti SCBD di Vietnam. Jadi ini adalah project yang nilainya ratusan triliun dan tentunya bermanfaat bagi rakyat Amerika Serikat. Enggak, enggak, Bro. Ini bermanfaat buat Trump dan keluarganya. Masa lu sebego itu sih jadi manusia? Jadi di sini lu bisa lihat betapa ahlinya Vietnam menggunakan lidah mereka. Kita harus respect sama mereka. Dan apakah ini dirugikan Vietnam? Tentu tidak. Hasilnya lu bisa lihat mereka dapat diskon tarifnya cuma 20%. Dan rakyat di sana apakah benci dengan hal ini? Marah ketika pemerintahan melakukan itu? Tidak. Rakyat di sana pestapora. Mereka merasa happy karena dengan project Donald Trump bangun mega kompleks properti di sana dengan lapangan golf tower, gedung perkantoran dan lain sebagainya. Apa yang terjadi? Harga tanah di Vietnam sudah naik lebih dari dua kali lipat. Jadi semua orang, everybody’s happy dengan kebijakan jilat pantat ini. Bahkan begitu besar project ini ya sampai mereka bilang ini bukan lagi project properti biasa. Ini mah udah sama bikin kota baru. Akhirnya pemerintah Vietnam kasih nama resmi namanya Kinbug City. Bahkan saking dalamnya nepotisme ini, mereka enggak malu-malu lagi. Udah terang-terangan developer project Kinbug City itu sampai foto bareng ketika toping of project ini bersama Eric Trump, anak kandungnya Donald Trump. Jadi lu sudah ngerti ya apa sih yang gua maksud dari kemarin bilang pemerintah Indonesia lebih pintar dikitlah, lebih cerdik dikitlah. Jangan kayak orang suci lu. Semua orang udah tahu gimana sih sebetulnya cara negosiasi bersama presiden baru Amerika Serikat ini? Ini kan bukan malaikat. Masa lu enggak paham? Masa lebih pintar Vietnam? Berarti kan selama ini oh cuma Vietnam ya yang ahli korupsi ya. bahwa berarti Indonesia negara suci nih. Enggak ngerti ilmu korupsi di tingkat tinggi seperti ini. Tapi bukan cuma sampai di situ, Guys. Ini bukan cuma perkara soal perusahaan properti atau soal tarif atau perang dagang. Enggak, enggak, enggak. Vietnam itu juga dapat keuntungan berlipat-lipat dengan skill lidah mereka yang luar biasa. Dengan permainan lidah ini, mereka berhasil mendapatkan good deal, yaitu apa? Teknologi nuklir fresh langsung dari Amerika Serikat. Tanpa perlu harus jilat pantat si Jimping, tanpa perlu jilat pantat Vladimir Putin. Mereka dapat teknologi nuklir sebagai hadiah dari presiden Amerika Serikat. So, jangan heran ketika di Indonesia masih sibuk berantem soal perkara lingkungan PLN, pembangkit listriknya dari batubara atau dari gas atau dari IWO, enggak. nuklir sudah dibicarakan oleh orang Vietnam dan mereka sudah dapat persetujuan itu resmi dari Amerika Serikat sendiri. So, mereka enggak perlu khawatir kayak Iran. Iran kan selalu bilang mau bikin pembangkit listrik tenaga nuklir demi perdamaian. Bukan buat rudal. Ujung-ujungnya dibom sama Amerika, Vietnam bahkan dapat ACC. Tanda tangan cap jempol dari Amerika Serikat. Lu mau bikin? Gua bantu Wis Vietnam sudah berpikir maju, sudah berbicara tentang teknologi nuklir untuk BUMN Vietnam National Industry and Energy Group yang namanya Petro Vietnam. Jadi BUMN Petro Vietnam sudah resmi menandatangani perjanjian dengan perusahaan Amerika Serikat Westing House Electric untuk mengembangkan tenaga nuklir. Gila, Guys. Inilah skill negosiasi tingkat tinggi. Hebat enggak? Lu enggak tahu ya Vietnam jadi negara nuklir nih bentar lagi nih. Tapi lu kemudian bertanya-tanya, apa separah itu, Pak, metode negosiasi di tingkat tinggi bersama Amerika Serikat, Bro? Zaman berubah. Lu enggak tahu, ya Vietnam itu punya skill jilat pantaat tuh belajar dari mana nih? Ternyata permainan lidah itu ahlinya adalah Arab Saudi. Arab Saudi paling paham gimana cara bermain dengan Presiden Amerika Serikat yang namanya Donald Trump. Jauh-jauh hari sebelum Vietnam mengembangkan skill permainan lidah yang luar biasa, Arab Saudi sudah punya kemampuan jilat-menjilat yang paling mengkilat, yaitu apa? Sampai mengkilat nih pantatnya Donald Trump ketika Trump Tower resmi akan dibangun di Jeddah dan Riyad itu di Arab Saudi. Jadi ketika orang Indonesia sibuk disiram propaganda anti Israel, anti Amerika Serikat, cinta Arab Saudi, apa yang terjadi? Ternyata negara-negara raja Arab ini sibuk rebutan Jilat Pantai Donald Trump. Buktinya apa, Pak? Ya, Arab Saudi menawarkan program Jilat Pantai Donald Trump dalam bentuk Trump Tower di Jedah itu nilainya senilai Rp8,6 triliun. Wow, Trump Tower di Jeddah. Skill ini juga berkembang ke daerah Arab yang lain ya. Lu udah tahulah skill mereka seperti apa ya soal jilat-menjilat ini. Bahkan penguasa Oman itu juga sudah menawarkan namanya Trump Golf Community. Jadi lapangan golf khusus buat Donald Trump. nilainya gak main-main 43 triliun resmi saking resminya dan saking gatalnya ya anaknya Donald Trump sendiri yang namanya Eric Trump itu sampai posting dia mungkin kalah lihat duit luar biasa banyak tiba-tiba eh gua dapat duit triliunan nih langsung dia posting di Twitter pribadinya dia. Hello guys, kita ada menara baru namanya Trum Tower di Jeddah Arab Saudi. Gila gila hebat emang orang Arab ini enggak ada yang ngalahin, Guys. Luar biasa raja-raja Arab ini hebat banget skillnya. Permainan lidah mereka itu ternyata keren sih, karena cuma mereka yang mengerti gimana caranya membuat Donald Trump nyaman, bagaimana menyenangkan hatinya Donald Trump sehingga Donald Trump bisa tersenyum lebar. Dan bukan cuman sampai di situ, Guys. Memang permainan leid Arab Saudi ini harus kita akui luar biasa. Mereka sampai meng-upgrade dirinya menjadi EO ya, level internasional dengan menyelenggarakan pertandingan golf tingkat dunia di resor-resor milik Donald Trump yang paling fresh di tahun 2025 ini. Arab Saudi bakal spending duit jutaan dolar buat menyelenggarakan pertandingan golf lif ini tingkat internasional di resornya Donald Trump di Doral di tahun 2025 ini. Jadi hebat ya Arab Saudi ini ya. Bisa jadi nambang minyak juga bisa jadi EO pertandingan golf. Hebat nih. Dan begitu dalamnya ya permainan lidah raja-raja Arab ini, bahkan mereka sudah tahu lah. Donald Trump itu kan penguasa properti. Dia punya hotel, punya Trum Tower. Di New York mereka sudah mewajibkan ya semua orang Arab Saudi, pejabat mereka kalau pergi ke New York, pergi ke Amerika Serikat wajib nginp di hotelnya Donald Trump. Bahkan ketika enggak ada orang pun yang nginp di situ, udah yang penting bayarin aja. Mereka sempat bikin heboh di New York itu ketika raja Arab Saudi itu booking 500 kamar. Dia spending 150 miliar, Guys, buat booking kamar hotelnya Donald Trump. Dia nginp enggak? Tentu saja enggak. Terus duitnya mau ke mana? Ya, lu pikir sendiri. Menurut lu buat apa dia booking 500 kamar? Memang dia sendiri yang mau nginp di situ. Ngerti dong lu bahasa kode seperti ini? Iya dong. Jadi dari sini lu bisa lihat ya, Guys, kalau banyak para ahli ekonom di luar sana itu menghina Indonesia. Bahkan ketika berhasil turun ke 19% aja dibilang bodoh. Padahal itu sudah jelas lebih kecil dibanding Vietnam. Mereka masih banyak yang bilang, “Ya, tapi Indonesia ngasih ini itu menjanjikan ini itu ini.” Ya memang negara lain enggak begitu. [Musik] Emang Vietnam enggak kasih tarif 0% buat barang-barang made in USA? Faktanya mereka juga lakukan itu. Tetapi kita berhasil mendapatkan hasil yang 1% lebih baik. Kalau menurut gua sih jujur aja. Vietnam berhasil turun dari 46% ke 20%. Berarti berhasil diskon 26% lebih sedikit. Indonesia turunnya dari 32% ke 19% berarti selisihnya cuma 13%. Berarti tim negosiator kita gagal dong. Itulah kata haters ya. Nah, kita netral. Kita bahas aja menurut gua. Kita lihat hasil akhirnya. Hasil akhirnya toh Indonesia tetap lebih murah dari Vietnam. Jadi mau apapun itu kata haters tetap menurut gua ini sebuah keberhasilan lah. Tetapi satu hal yang perlu kita wanti-wanti nih karena lu harus hati-hati. Indonesia hari ini pun udah dijajah asing dari pola makan kita. Lu makan tempe, lu makan tahu, lu makan kerupuk. Itu semua bahan bakunya gandum. Lu makan mie goreng, lu makan mie rebus, itu juga bahan bakunya gandum. Yang kita impor dalam bentuk tepung terigu most likely dari Amerika Serikat. Nanti akan masuk lagi nih dalam bentuk kedelai dan lain sebagainya. Kalau ini kita enggak bisa stop, artinya kita bakal dapat kompetitor. Produk pertanian Indonesia bisa jadi enggak laku di negara sendiri. Karena kita terus-menerus jadi berbudaya kacang kedelai, kita jadi berbudaya tepung terigu dan gandum. Itu akan jadi bahaya nih dalam jangka panjang. Kecuali ya pemerintah sudah bisa bikin, “Hei, kalau Eropa aja bisa black campaign sawit kita katanya enggak bergizi, katanya berbahaya.” Kenapa kita juga enggak bikin kempain? Bahaya l makanan mengandung gluten. Kurang-kurangin makan gandum. Kurang-kurangin makan kacang kedelai. Perbanyak makan singkong. Aku suka singkong. Kau suka keju? Singkong juga bisa loh dibikin jadi panganan yang sehat. Kata siapa? Enggak bisa. Nah, kalau kita bisa mulai merubah budaya Indonesia untuk memakan makanan hasil bumi kita sendiri, ya kita bisa mengurangi dampak tarif ini. Tapi kalau enggak siap-siap ya petani kita akan mendapat kompetitor baru. Contohnya gampang. Begitu tarif ini berlaku, gua sangat yakin harga singkong di Indonesia akan makin murah dan akan makin jatuh. Lu gak percaya? Yuk, kita lihat kondisi petani singkong di Indonesia seperti apa. Well, anyway, guys, menurut lu gimana? Menurut lu Indonesia berhasil turun ke 19% itu sebuah keberhasilan atau sebuah kegagalan? Karena di sisi lain kita juga jadi harus impor pesawat Boeing yang kabarnya sering banget kecelakaan, sering banyak kerusakan. Kan harusnya impornya dari Airbus dong, Eropa. Gimana tuh menurut kalian? atau jangan-jangan ya ini salah satu bukti keberhasilan pemerintah kita loh mendapatkan hasil yang lebih baik dibandingkan negara tetangga Vietnam, Malaysia, Korea Selatan, bahkan Jepang sekalipun. Menurut kalian gimana, Guys? Ini good news atau bad news? Dan buat teman-teman investor, yuk segera cek perusahaan yang lu invest em-nya ekspor enggak sih ke Amerika Serikat? Yuk, segera tulis pandangan kalian di kolom komentar di bawah ini. Jangan lupa subscribe sekarang juga dan nyalakan loncengnya, ya. Salam sehat, salam cuan. Bye bye. [Musik]
TRUMP TUNDUK!? Indonesia Dapat Tarif 19%, Tapi ADA HARGANYA!
Tarif bea masuk produk Indonesia ke Amerika resmi diturunkan jadi 19%! Banyak yang menyebut ini sebagai keberhasilan besar diplomasi Indonesia. Tapi… benarkah ini kemenangan murni?
Di postingan Twitternya, Donald Trump menyebut bahwa Indonesia akan memberikan “full access” bagi Amerika. Tapi tidak dijelaskan secara rinci akses seperti apa yang dimaksud. Apakah ini berarti kita mengorbankan sesuatu demi tarif murah?
Video ini mengulas:
Apa isi kesepakatan RI – AS sebenarnya?
Siapa yang diuntungkan?
Apa dampaknya bagi ekonomi dan kedaulatan Indonesia?
Jangan senang dulu — bisa jadi ada harga mahal yang harus dibayar.
👉 Tonton sampai habis dan tulis pendapat lo di kolom komentar!
Come on, join Bennix Investor Group now!!
While there are still lots of promotions.
visit: www.Bennix.id
Email: halobennix@gmail.com
Requests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us
Manager Lisa at
WA: 0811-3220-886
–
–
Follow me:
Instagram:
/bennix.official
TikTok:
@bennix.real
Join this channel to get access to perks:
https://www.youtube.com/channel/UCAnl5P05DilP0nadpV7kqHg/join