PROF SOFIAN EFFENDI CABUT PERNYATAANNYA SOAL IJAZAH JOKOWI. MENGAPA ???

Hanya berumur 1 hari pernyataan itu dicabut. Sekali lagi saya tidak tahu ada apa di balik panggung ini. Apakah ini murni Profesor Sofyan Effendi menyadari lalu menarik pernyataannya bahwa beliau menyadari kesalahannya atau ada tekanan kepada beliau? kita tidak tahu. Yang jelas sebagai media saya harus mempunyai kewajiban untuk menyampaikan pernyataan penarikan ee statement dari Profesor Sofan Effendi hari Rabu tanggal 16 Juli 2025. Halo sahabat Indonesia, kita bertemu kembali dalam Opini Rudi di Anak Bangsa TV. Sahabat Indonesia, beberapa jam yang lalu saya membuat opini terkait dengan pernyataan mantan rektor UGM tahun 20027 Prof. Dr. Sofyan Effendi. Dalam pernyataannya hari ee Rabu yang lalu tanggal 16 Juli 2025, Prof. Dr. Sofan Effendi menelanjangi keapsahan ijazah Pak Jokowi yang dikatakan bahwa ee ijazah Jokowi itu ee tidak sampai dengan S1. Jokowi tidak selesai S1, hanya mempunyai gelar ee BSC, Sarjana Muda. Bahkan juga disampaikan skripsinya pun juga nyontek tapi tidak pernah diuji. Bahkan mengatakan pernyataan dari Profesor Ova yaitu rektor UGM saat ini tidak benar sama sekali. Itu yang dinyatakan dari Prof. Dr. Sofyan Effendi, hari Rabu, 16 Juli 2025. Nah, beberapa menit yang lalu saya menerima surat dan ada berita di media Indonesia bahwa ada pernyataan Prof. Dr. Sofyan Effendi menarik pernyataannya. Nah, untuk itu untuk perimbangan berita saya harus ee memberikan ee tempat yang sepadan. Ee saya akan membacakan pernyataan penarikan pernyataan dari Prof. Dr. Sofan Effendi. Berikut ini, pernyataan Sofyan Effendi terkait dengan informasi yang tersebar dari live streaming di kanal YouTube Langkah Update dengan judul mantan rektor UGM buka-bukaan Prof. Sofyan Effendi Rektor 2002-2007. Ijazah Jokowi dan kampus UGM. Pada tanggal 16 Juli 2025 tentang ijazah atas nama Bapak Joko Widodo. Saya menyatakan bahwa pernyataan Rektor UGM Prof. Dr. Ova Emilia tertanggal 11 Oktober 2022 memang sesuai dengan bukti-bukti yang tersedia di Universitas. Sehubungan dengan hal itu, saya menarik semua pernyataan saya di dalam video tersebut dan memohon agar wawancara dalam kanal YouTube tersebut ditarik dari peredaran. Saya mohon maaf setulus-tulusnya kepada semua pihak yang saya sebutkan pada wawancara tersebut. Demikian pernyataan saya dan saya sangat berharap agar wacana tentang ijazah tersebut dapat diakhiri. Terima kasih. Yogyakarta 17 Juli 2025 yang menyatakan Prof. Dr. Sofyan Effendi, mantan rektor UGM 2002-2007. Nah, inilah pernyataan yang sudah dimuat juga di ee media Indonesia. Jadi, saya tidak tahu mengapa tiba-tiba Profesor Sofyan Effendi menarik pernyataannya. Apakah pernyataan kemarin itu terkesan tanpa data atau fakta? Atau mungkin Profesor Sofan Effendi mendapat tekanan setelah mendapatkan pernyataan itu. Karena pernyataan Profesor Dr. Sofyan Effendi itu menjadi viral, viral, luar biasa. Semua karena YouTube memuat itu. Nah, saya tidak tahu ini menjadi misteri gitu, tapi kita menghormati menghormati pernyataan dari Prof. Dr. Sofyan Effendi bahwa dia menarik pernyataannya. Kalau pernyataan ini benar, artinya kita anggap pernyataan Profesor Dr. Sofyan Effendi tanggal 16 Juli 2025 itu tidak pernah ada. Artinya Rismond, Sianipar, Roy Suryo dan D. TIVA kehilangan amunisi baru lagi. Agak membingungkan. Memang agak membingungkan. Sangat membingungkan. Rakyat jadi bingung. Inilah eh drama dari ijazah Pak Jokowi. Kita tidak tahu siapa yang harus kita percaya karena beritanya live streaming dinyatakan dengan sangat semangat waktu itu. Tidak terkesan ada paksaan waktu menyatakan bahwa Pak Jokowi itu tidak pernah selesai kuliah S1. Lalu tiba-tiba hanya berumur 1 hari pernyataan itu dicabut. Sekali lagi saya tidak tahu ada apa di balik panggung ini. Apakah ini murni Profesor Sofyan Effendi menyadari lalu menarik pernyataannya bahwa beliau menyadari kesalahannya atau ada tekanan kepada beliau. kita tidak tahu. Yang jelas sebagai media saya harus mempunyai kewajiban untuk menyampaikan pernyataan penarikan ee statement dari Profesor Sofyan Effendi hari Rabu tanggal 16 Juli 2025. Jadi ini masih berlanjut, pasti ada cerita lanjutan mengapa ee Profesor Sufyan Effendi menarik pernyataannya ini pasti akan terus dikejar oleh banyak orang. Akan menjadi teka-teki yang tidak kalah hebohnya dibandingkan tentang polemik ijazah Jokowi sendiri. Jadi, Sahabat Indonesia, inilah fenomena media sosial kita. Karena pernyataan Profesor Sofyan Effendi itu juga sudah dikutip di berbagai media mainstream maupun media online yang lain gitu. Juga dikutip di berbagai kanal-kanal media sosial yang lain. Artinya memang harus segera kita ee berikan tempat yang sama. Kalau benar surat ini ditandatangani sendiri oleh Prof. Dr. Sofan Effendi. Saya mengacu pada pemberitaan di media karena ini adalah media mainstream ee mungkin kemungkinannya sangat kecillah kalau ee media Indonesia itu gegabah membuat pernyataan yang bersifat ha atau apapun. Yang jelas perlu saya sampaikan bahwa berita hari Rabu tanggal 16 Juli 2025 yang di situ ada Rismon Sianipar, ada Profesor Sofyan Effendi itu bukan HWK. Lalu kemudian setelahnya ada surat penarikan dari Profesor Sofan Effendi. Nah, itu menjadi cerita lain, menjadi misteri yang lain. Saya tidak tahu apa yang terjadi. Ee kita tunggu saja perkembangannya. akan seperti apa? Adakah drama-drama di balik panggung ini? Mengapa Profesor Sendindi begitu mudah memberikan pernyataan dan begitu mudah pula menarik pernyataannya? Ini sangat disayangkan untuk seorang yang mempunyai integritas yang sangat tinggi sekaliber Prof. Dr. Dr. Sofan Effendi. Mudah-mudahan ada cerita lanjutan yang melengkapi cerita-cerita sebelumnya. Saya kira itu yang ingin saya sampaikan. Ini kewajiban saya menayangkan apa yang ee perkembangan yang terkini dari polemik ijazah Jokowi. Sekali lagi anak Bangsa TV tidak masuk dalam polemik itu. ee saya mengangkat opini itu karena saya merasa surprise, kaget ada seorang mantan rektor yang berani terbuka menyampaikan paparannya tentang ee ijazah Pak Jokowi itu ee sejatinya seperti apa. Namun ternyata hanya berumur 1 hari pernyataan itu dicabut. Itu fakta, itu realita. Nah, yang jelas kita tunggu apakah pernyataan yang saya bacakan tadi yang tertulis yang dimuat juga di ee media mainstream media Indonesia itu benar-benar asli ditandatangani oleh Profesor Soven Mid atau bukan. Kita tunggu perkembangannya seperti apa. Terima kasih. Kita bertemu kembali dalam Upin Rudi selanjutnya. Sampai jumpa.

Tiba-tiba beredar surat pernyataan Prof Sofian Effendi, Rektor UGM 2002 – 2007 tertanggal 17 Juli 2025, yang menarik atau mencabut pernyataannya sehari sebelumnya.

Ada apa dengan Prof Sofian Effendi? Pencabutan pernyataan tersebut atas inisiatif sendiri atau ada tekanan pihak lain?

Bagaimana menurut anda?

#PolemikIjazahJokowi #SofianEffendi #UGM #Jokowi

Untuk Menjaga Indonesia !!!