KHOZINUDIN PUCAT !! WAJAHNYA MERAH PADAM. ADI PRAYITNO KULITI SAMPE KETULANG! INI ALASANYA..
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Balik lagi di channel Akbar CK Ahmad Qosinudin. Mukanya memerah ketika dikuliti habis-habisan oleh Adi Prayitno dan juga Projo. Seperti apa video selengkapnya? Langsung aja kita saksikan videonya berikut ini. Widodo itu sebagai politisi baru pertama kali ini ya secara terbuka baper gitu loh. Bawa perasaan begitu. Jadi dalam politik itu perasaan politik itu biasa saja begitu. tidak perlu baper ke sana kembali statement perasaan politik saya ini sedang ada yang ingin mendowrade diriku dan seterusnya ya dia sendiri mendonkrade dirinya kalau dia ingin menaikkan marwahnya sebagai seorang negarawan punya jiwa kesatria ingin menyelamatkan anak bangsa dari perseturuan akibat ijazah polis tunjukkan ijazahnya dan tidak ada loh pelanggaran hukum di negeri ini untuk menunjukkan ijazah asli kalau dia punya sikap negarawan dan ingin membangun reputasi bahwa dia memang seorang negarawan. Nah, ketika dia memilih kasus ini lewat hukum dan panjang loh sidangnya saja bisa 6 bulan yang saya lakukan di Solo. Belum lagi ada banding, ada kasasi, berarti dia sendiri yang sengaja memasukkan kasus ini untuk men-dowongkrade dirinya. Kenapa? Karena orang kalau dipersoalkan secara hukum misalkan Roy Suryo yang lainnya dianggap fitnah pencemar pasti melawanlah. Ya, saya kira memang pertarungan politiknya agak sedikit bergeser. Kalau dulu memang domainnya sangat kentara hanya persoalan ijazah atau pemasulan ya. Tapi sehari dua hari ini setelah ada pernyataan dari Pak Jokowi bahwa ada hiden agenda, ada agenda besar yang sebenarnya terselubung untuk m-downgrade dan merusak kredibilitasnya sebagai orang yang pernah memimpini negara ini. Ini kan paradigma baru. Kalau dulu kan hitam putih perspektifnya salah dan benar, laporapor asli ataupun tidak dan seterusnya. Hari ini sebenarnya ini akan ada muncul ke depan pertarungan-pertarungan politik bahwa apa yang terjadi dengan Jokowi hari ini soal pemakzulan kan sebelumnya juga soal apa namanya mobil SMK dan seterusnya. Ini bukan orkestrasi yang terjadi dalam waktu semalam. Ini tidak lahir dalam ruang hampa. He. Tapi mungkin Pak Jokowi itu merasa ini ada desain besar bagaimana reputasi dan kredibilitas Jokowi yang mungkin selama ini dianggap mentereng oleh para pendukungnya seperti Mas Fredy dan seterusnya ini secara perlahan ingin dirusak. Tujuannya apa? Dua hal saya kira. Pertama untuk menunjukkan kepada publik bahwa Jokowi tidak seperti yang dibayangkan orang tidak seperti yang sewah yang muncul dalam survei-survei orang baik popularitasnya oke approval ratingnya sampai Sidratul Muntaha dan seterusnya. Jadi, jadi serangan-serangan ini sepertinya ingin membalik itu semua. Ada pepatah yang layak untuk diberikan kepada Saudara Jokowi itu buruk muka cermin dibelah. Artinya kalau hari ini ada orang yang ingin men-downgrade, siapa yang mau men-donrade? Ijazah palsu misalnya ingin mengakitasi dengan kasus ini agar lebih downrate, justru yang mend-onrate dalam kasus ijazah palsu dia sendiri. Di kita itu kompleks, stratih ya. Politisi itu selalu memaintain apa yang selalu muncul di publik. Jangankan bully-membully, jangankan serangan. ini diolah sebagai sesuatu yang menjadi insentif bisa positif dan bisa negatif. Kalau saya terus-menerus ya dibully oleh publik, saya berpikir bagaimana buulian publik itu menjadi simpati. Itu dapur politisi itu tidak mungkin dilakukan sendiri. Ada influencer, ada bazer, ada bunyi-bunyian, ada dukung-mendukung dan itu diciptakan secara politik. Jadi jangankan politisi, saya saja berpikir bagaimana sesuatu yang negatif itu dia dibalik menjadi sesuatu yang konotasinya positif. Jadi yang terjadi hari ini bukan hanya soal lapor melelapor, bukan hanya soal hitam dan putih. Ini adalah pertarungan politik jangka panjang misalnya. Karena kalau kita hitung rata-rata secara umum, ada kecenderungan di negara kita. Siapapun yang sudah tak lagi menjadi presiden sering kok mendapatkan kritikan dulu Migawati setelah tak jadi presiden kan banyak diserang soal Indosat dan privatisasi BUMN dan terusnya Pak SBI tak lagi jadi presiden yang diserang masalah Hambalang masalah senturi. Tapi saat itu kalau bicara tentang PDIP mega diserang PDIP pasang badan. Saat itu kalau SBI diserang yang pasang badan ada P Demokrat. Ya, per hari ini ketika Pak Jokowi diserang, yang pasang badan itu adalah Fredy pasang badan. Karena tak karena tak ada partai. Karena tak ada partai. Mungkin nanti nunggu siapa ketua PSI. Tapi kalau hari ini kita lihat sampai Saudara Joko Widodo mengadu kepada publik, memang ada dua perspektif yang saya baca. Pertama, tingkat serangan politik itu mungkin bagi dirinya sudah terlalu besar. He. Yang kedua, daya tahan dan imunitas politik itu kian menurun seiring dengan tidak ada lagi kendali kekuasaan terhadap organ-organ kekuasaan untuk bisa dikendalikan dalam rangka untuk melawan ya agitasi-agitasi politik yang hari ini banyak beredar di tengah masyarakat. Itu sekaligus menurunkan dua hal ya. Imunitas kesehatan beliau menurun sekaligus imunitas politiknya menurun drastis. logika Pak Jokowi ini dikaitkan dengan kompetisi di masa yang akan datang. Karena per hari ini ada satu keyakinan bahwa Pak Joko itu masih sakti, magnetnya masih kuat. Jadi siapapun nanti yang diusung, siapapun nanti yang mendapatkan endorsement dari Jokowi relatively akan kompetitif siapapun calonnya yang nanti akan bertanding di 202. Apalagi kita tahu per hari ini replika politik dari Jokowi adalah Gibran, Wakil Presiden yang masih muda dan tentu saja karir politiknya enggak mungkin hanya selesai sebagai wakil presiden. Ada tahap-tahap yang mungkin di dipikirkan bagaimana karir politik Gibran ini sangat sustain dan publik juga tahu konsultan utama dari Mas Gibran itu tentu Pak Jokowi bukan yang lain. Saya hakul yakin statement, gestur, dan apapun yang dilakukan oleh Wapres hari ini itu memang rasa Pak Jokowi, Pak. Jadi inilah yang sepertinya ingin disampaikan kepada publik bahwa hari ini Jokowi sampai baper kan. Enggak pernah dia bawa perasaan politik dan perasaan politik itu biasa saja. Dia 10 tahun di ee kritik secara keras itu biasa aja menghadapinya. Bahkan masih guyon-guyonan, ada masalah besar sabar begitu. Itu masih bisa kan berbeda. Saat itu sebagai kepala negara, sekarang sudah tidak. itu pastinya kan panjang karena kalau mau jujur ya perdebatan soal ijazah dan pemazulan orang sudah mulai bosan jadi viewers-nya, likes-nya, subscribe-nya itu mulai agak berkurang nih. Agak mulai berkurang secara perlahan mulai merebdup per hari ini algoritma yang muncul di medsos itu adalah pernyataan Pak Jokowi ini. Jadi ijazah itu di bawahnya, pemakzulan itu di bawahnya. Saya bicara hukum saja begitu. Dan kalau kita bicara tentang downgrade, siapa sih yang mendongrade? Coba ingat laporan saudara Jokodo 30 April 202 lalu di Polda Metro Jaya. Dulu itu kan hanya empilaporkan. Tapi kemarin 2 hari yang lalu kami mendapatkan SPDP surat pemberitahuan dimulainya penyidikan justru terlapornya makin banyak lah. Kami mendapat pesan dari laporan itu. Oh ini Saudara Jokowi mau perang bubat ini mau perang semesta. Kenapa? Bukan hanya Egi Sujana ya, ada lagi nama sampai Abraham Samad pun jadikan terlapor. Ada Damai Hari Lupis jadi terlapor. Ada Rustam Effendi jadi terlapor. Ada Kurnia Trion itu jadi terlapor. Selain Roy Suro, Tifa dan E Rizal Fadilah. Saya tanggapi sedikit. Jadi Pak Jokowi tidak ada melaporkan nama-nama yang disebutkan tadi. Disebutkan tadi. Ini sudah masuk dalam proses penyidikan. Oke. Ah, berkembang ada ditemukan ee dugaan tindak pidana di situ, ada pidananya di situ. Nah, kemudian penyidik dalam hal ini di dalam ee pemeriksaan yang sudah puluhan mungkin ratusan saksi dan banyaknya video, penyidik menemukan bahwa tindak pidana ini diduga dilakukan oleh nama yang disebut tadi. Oke. Jadi, itu bukan laporan Pak Jokowi. Laporan ini saya kasih contoh. Kami pernah menyatakan bagaimana dengan Riza Fadilah, Pak? Oh, enggak kan mereka itu beliau itu bersama TP UA TPUA itu datang ke rumah Pak Jokowi ramei-ramai diterima Pak Jokowi. Pak Jokowi mengatakan begini, begitu, Bang? Enggak. Sebentar saya sampaikan Rizal Fadilah, kenapa Pak Riza Fadilah enggak dilaporkan? Oh, enggak. Beliau baik-baik saja datang-datang ke rumah saya sopan. Baik. Jadi memang yang tadi beliau sebutkan itu bukan yang dilaporkan oleh Pak Jokowi, tetapi itu perkembangan hasil penyidikan. Saya tanggapin. Kemudian saya tanggapin sedikit lagi masalah downgrade tadi. Masalah publik saja tidak percaya kalau Pak Jokowi menunjukkan ijazah itu ini akan berhenti. Betul. Jadi itu bahkan akan dipakai lagi untuk membangun narasi-narasi berikutnya atau ketidakpercayaan ketidak lihat lihat Kinudin celinga celing celinga celinguk enggak terima ya enggak terima Kinudin ya dikuliti habis-habisan. Percayaan berikutnya. Jadi kenapa Pak Jokowi harus di pengadilan? Walaupun nanti mereka tidak terima tetapi setidaknya yang memutuskan itu lembaga yang resmi. Baik. Kalau kita kembalikan kepada sikap politik saudara Joko Widodo yang enggan menunjukkan ijazah hasilnya dengan dalih hanya akan ditunjukkan kepada pengadilan. Sementara beberapa pengadilan perdata di NU tidak bisa masuk ke pokok perkara. Siapa yang berusaha m-dongrade saudara Joko Widodo? Tindakan saudara Joko Widodo sendiri yang tidak mau segera dan serta-merta menyelesaikan. Dan siapa yang mau cari benefit dari kasus ini? Tentu siapa yang ingin mengulur-ngulur loh. Kalau dari kami ya klien-klien kami, kalau Saudara Jokowi nunjukin jasa aslinya dicek sudah asli selesai bahkan siap bertanggung jawab. Begitu loh per hari ini ya Pak Jokowi rakyat biasa. Setiap orang itu memang mesti punya sikap terkait apapun yang sedang berkembang bahwa 10 tahun yang lalu pernah jadi presiden prode. Iya. Jadi mungkin kalau ada sesuatu yang kurang oke, tidak happy, dan tidak nyaman pasti bereaksi. He. Dan reaksi itu kan tidak mesti harus ditunjukkan oleh Pak Jokowi, tapi melalui relawan dan para pendukung-pendukungnya yang bermunculan di banyak tempat. Ya, jadi bagi saya ini adalah hal biasa. Cuman yang selalu menjadi tanda tanya saya itu kok rasa-rasanya kok masih Pak Jokowi itu sedang masih berkuasa. Jadi serangannya itu masih cukup kuat dan masih agresif. Ya, kalau saya selalu mengatakan ee paling penting ke depan PR kita itu adalah bagaimana persoalan ekonomi tentang kemiskinan dan kesejahteraan. bahwa ini penting sih oke, tapi jangan sampai energi kita kan habis untuk urusan kayak gini-kak gini misalnya. Itulah yang saya sebutkan. Ee kenapa sebenarnya untuk hal-hal yang semacam ini saya tidak terlampau ekspos ya untuk berkomentar terlampau jauh karena ini adalah pertarungan politik yang bukan hanya terjadi hari ini, ini bisa panjang ini bahkan bisa melampaui 2029 bisa 2003 354 sekian lah macam-macam. ee enggak perlulah sampai 2009, 2030 dan seterusnya. Kalau nanti Biro Wasidik Bareskim Polri mengumumkan hasil penyelidikan gelar perkara khusus memerintahkan Bareskim melanjutkan proses penyelidikan dan kemudian 263 dugaan pemalsuan dokumen itu ditingkatkan ke penyidikan. Sama persis dengan yang di Polda ditingkatkan penyidikan. Saudara Jokowi ditingkatkan menjadi tersangka. E selesai ini karena hanya ada gula, ada semut aja ini. Sepanjang gulanya masih ada, semut masih berkerumut. Kalau gulanya habis selesai. Ini panjang ceritanya karena ini kan pertarungan antar lebah sebenarnya. Kalau saya mau sebut ini istilah yang saya sengaja untuk munculkan. Jadi siapapun yang diserang ini pendukungnya banyak. H si misalnya mengkritik Pak Jokowi muncul semua para pendukungnya membel. Oh, banyak pendukung Pak Jokowi. Jangan, jangan dipikir apa pendukung Pak Jokowi segelintir yang segelintir itu mereka-mereka yang terus-terusan menyerang Pak Jokowi Dodo. Menyerang Pak Jokowi berarti menyerang semua pendukung Pak Joko Widodo lah. Begituun dengan TPUA kalau kemudian muncul serangan balik juga muncul para pendukung yang saya kira per hari ini juga memberikan pemilan-pemilan cukup luar biasa. Oleh karena itu, ini yang saya kira tidak akan berkesudahan. Ya memang kita tunggu proses ee hukum yang saat ini sedang terjadi. Itu pun juga enggak ada jaminan akan dipercaya 100%. Pengadilnya pun juga akan ditanyakan benar apa enggak nih gitu kan dan seterusnya dan seterusnya. Inilah yang kemudian menurut saya tidak akan berkesudahan. Dan laporan dari banyak Polres yang dikonsolidasi ke Polda itu juga geng-gengnya Jokowi. Kita tahu itu semuanya pendukung Jokowi. Seperti beliau ini yang katanya tadi pasang badan juga untuk Jokowi. Jadi Jokowi golabatuz zon dugaan kuat Jokowi sudah tahu bahwa perkembangannya, penyelidikannya akan demikian-demikian. Tapi dia membiarkan itu terjadi. Berarti memang Saudara Jokowi yang mau perang bubat dengan rakyatnya. He kan saya bilang ada ujungnya ini. Iya. Nah, mendelegitimasi itu mendongrade itu kan paling efektif itu kalau Pak Jokowi misalnya jadi tersangka atau kena kasus hukum itu kan paling cepat langsung brut kan begitu. Maka bagi mereka ini kan ya, bagaimana Pak Jokowi itu supaya cepat jadi tersangka maka dilakukan terus-terus dan walaupun itu hak setiap warga negara melaporkan it’s ok. Tetapi justru yang mereka lakukan ini justru mengkonfirmasi bahwa memang mereka terusmenerus akan menyerang Pak Jokowi termasuk isu apapun. Makanya saya bilang tadi, saya tidak percaya ketika itu ditunjukkan akan selesai. Enggak. Ini akan ada terus, akan dipakai terus. Nah, dan itu sudah terkonfirmasi ee telah menunjukkan bahwa mereka sudah cari ke mana-mana ini bukti. Mentok, mentok, mentok, mentok. Nah, sekarang laporan baru. Oke. Kalau enggak salah itu tadi video tahun berapa? 2011. Itu pun dipakai lagi kan begitu. Udah enggak ada lagi bahan ini, tetapi pasti ada akan nemu bahan lagi nanti. Termasuk nyamperin Pak Kasmujo waktu itu ya rumahnya. Termasuk video itu yang dibru itu itu kan dipakai untuk ee meng-counter yang video Pak Jokowi itu yang mereka berusaha lakukan ee laporan sebagai barang bukti ya. Silakan saja nanti kan ini kembali lagi ke UGM. Di UGM kan itu ada semua dokumennya, dokumentasinya siapa itu Pak Kasmujo, ya. Hitam di atas putih semuanya pasti ada. Jadi nanti ya kalaupun ini berproses ee sama seperti yang laporan sekarang ini baik dari TPUA maupun dari Pak Jokowi semua akan dipanggil, semua akan diperiksa tapi ujungnya kembali ke UGM. Ini tadi dikatakan ee bahwa Saudara Jokowi hari ini bukan presiden the yure, tetapi de facto dia punya kekuasaan yang itu dikonfirmasi oleh purnawirawan Jenderal TNI pada 17 April 2025 lalu yang kumpul ada delan poin pernyataan saya hadir di ee di acara itu. Salah satunya juga bersihkan kabinet dari pengaruh Jokowi. Ada sejumlah menteri yang itu ada 13 kalau tidak salah. itu juga masih di bawah kendali saudara Joko Widodo hari ini. Kasihan sebenarnya Pak Prabowo the yure beliau presiden de facto masih harus berbagai kekuasaan dengan saudara Jokowi. Nah, purnawirawan itu punya pendapat kalau ya tangan-tangan kekuasaan Jokowi dipotong biarlah Jokowi ya benar-benar istirahat sebagaimana dulu SBY istirahat sebagaimana Megawati istirahat selesai juga hero pikuk ini. Prabu Subianto dengan Gibran ini kan satu kesatuan. Jadi power sharing setelah menang itu adalah hal biasa. Saya cukup yakin bahwa Prabowo itu tidak bisa dikendalikan oleh siapapun. Tapi Prabowo itu sangat respect dengan mantan-mantan presiden terdahulu. Itu kan terlihat misalnya setiap sambutan politiknya menyebut Jokowi, menjemput SBY, menyebut misalnya Megawati Sok Putri, Gus Dur Habibi dan bahkan ya Pak Soeharto juga dihormati oleh Pak Prabo. Jadi saya melihat Pak Prabo ini sebagai mental model seorang prajurit yang menghargai para orang-orang terdahulunya. He. Jadi sekalipun ada desakan supaya menghilangkan dan menjauh dari mantan-mantan presiden yang terdahulu, rasa-rasanya sulit. Bagi Pak Prabu. Siapapun yang dianggap berjasa di negara ini, sekecil apapun itu, itu pasti akan dihargai. Nah, itu dia video kita kali ini. Silakan ketik komentar kali ini di kolom komentar. Jangan lupa like dan share video ini agar masyarakat tentunya bisa tercerahkan dengan adanya video ini. Mantap Pak Prabo Subianto. Seperti yang dikatakan oleh Adi Prino tadi, Pak Prabo itu adalah sosok pemimpin yang menghormati dan menghargai pemimpin-pemimpin terdahulu ya dari Pak dari Bung Karno Soeharto sampai dengan ke Pak Joko Widodo. Saya BarceK. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sehat selalu
KHOZINUDIN PUCAT !! WAJAHNYA MERAH PADAM. ADI PRAYITNO KULITI SAMPE KETULANG! INI ALASANYA..
#prabowosubianto #jokowidodo #gibran
prabowo #gibran #prabowosubianto
#prabowo #gibran #prabowosubianto
#prabowo #gibran #prabowosubianto
#prabowo #gibran #prabowosubianto
#prabowo #gibran #prabowosubianto
#prabowo #gibran #prabowosubianto #jokowi #megawati #pemilu2024 #politik #beritaprabowo #pdip #gerindra
prabowo, prabowo gibran, prabowo subianto, gibran, gibran rakabuming raka, megawati, politik, pemilu, pemilu 2024, pilpres, hasil quick count, berita politik terbaru, berita pemilu 2024, Ganjar, Mahfud MD, Anies Baswedan, Cak Imin, Hak Angket,
info pilpres terbaru 2024, info terbaru pilpres hari ini, info hasil pilpres terbaru, info pilpres 2024 hari ini terbaru, info update pilpres 2024 terbaru, info sementara pilpres 2024 terbaru, info pemenang pilpres 2024 terbaru
prabowo gibran
#prabowo #gibran #prabowosubianto
#prabowo #gibran #prabowosubianto
#prabowo #gibran #prabowosubianto
#prabowo #gibran #prabowosubianto
#prabowo #gibran #prabowosubianto
#prabowo #gibran #prabowosubianto
#prabowo #gibran #prabowosubianto #jokowi #megawati #pemilu2024 #politik #beritaprabowo #pdip #gerindra
prabowo, prabowo gibran, prabowo subianto, gibran, gibran rakabuming raka, megawati, politik, pemilu, pemilu 2024, pilpres, hasil quick count, berita politik terbaru, berita pemilu 2024, Ganjar, Mahfud MD, Anies Baswedan, Cak Imin, Hak Angket,
prabowo, prabowo gibran, prabowo subianto, prabowo muda
hak angket, hak angket dpr, hak angket adalah, hak angket terhadap pemilu 2024, hak angket menurut rocky gerung, hak angket ilc, hak angket margarito, hak angket artinya
pilpres 2024, pilpres 2024 terbaru hari ini live, pilpres 2024 terbaru hari ini luar negeri, pilpres 2024 naruto, pilpres 2024 pilih siapa, pilpres 2024 live, pilpres 2024 terbaru mata najwa, pilpres 2024 parody, pilpres 2024 pilih siapa filter, pilpres 2024 diluar negeri