Gubernur Dedi Mulyadi Takziah ke Rumah Duka Vania, Korban Pesta Pernikahan Anaknya di Garut

Pak naik Papa [Musik] duitnya [Musik] Ibu mana? Ibu abdi nyuhunkeun dihapunten ya ee atas nami Maula sareng putri anu syukuran acara nisahan urang kalih ngantungkeun hapunten panginten kali abdiang kali hari sareng ibu kan hapunten e pun anak sareng dua anak pisan Ee saya berkunjung ya pada seluruh keluarga yang meninggal ee yang di Sukaing kita sudah tadi staf saya yang lebih dulu ke sana sekarang ke keluarga almarhumah usia 8 tahun yang satu lagi setelah ini saya ke keluarga anggota apa ya yang pertama sama saya bertanya dong peristiwanya seperti apa, kronologisnya seperti apa? Tadi mana Riza? Rizal. Karena kalau dari awal sebagai orang tua ya, sebagai orang tua waktu itu saya kedatangan dari event organizer ini ada Saudara Rich. Kemudian waktu itu saya mewanti-wanti tidak boleh ada kegiatan yang melibatkan orang banyak yang makan-makan. He saya hanya waktu itu hanya akan hadir di kegiatan malam hari sekarang ini pegelaran kesenian karena itu biasa saya lakukan hampir setiap minggu saya keliling. Kemudian juga ee ada beber ada kepala desa Garut, Kepala Desa Karawang, Purwakarta yang daerah pemilihan undang. Jadi kegiatan ini sebenarnya saya sejak di rumah Dinas Gubernur waktu itu melarang kegiatan ini dilaksanakan. Tetapi karena sekarang peristiwanya sudah terjadi, saya adalah orang tua dari Mempelai, maka saya bertanggung jawab terhadap peristiwa ini. Tadi ada santunan ada ee satu tadi keluarga mempelai diwakili oleh Maula, anak saya lebih dulu itu atas nama Mempelai sudah memberikan R juta. E hari ini dari saya pribadi saya menyampaikan R50 juta. Ini agak kemungkinan ikut untuk ee di makam saya gimana, Pak? Jalan Tegal Pudi yang menurut Babakan Nabib dimakamkan hari ini atau seperti apa? Sudah ya sudah dimakamkan saja sudah dimakamkan. Heeh. Tinggal tadi Pak infonya kan ini waktu pas ee pembukaan opening itu memang gerbangnya tidak dibuka semuanya. Keterangan dari beberapa saksi itu seperti apa mungkin emang teknisnya seperti itu atau seperti apa, Pak? Saya kan tidak tahu, Pak. Kan saya bukan penyelenggara kegiatan dan posisi saya kan tidak berada di lokasi saya. Posisi jam . itu tadi berada di perjalanan menuju Bandung. Karena saya berencana datang ke sini itu jam .00 malam. He. Dan saya tidak mengetahui ada kegiatan ee makan siang bersama warga. Oh, gitu, Pak. Oke. Dan saya termasuk yang tidak menyetujui kalau dibilang tidak menyetujui. Jadi, ini kegiatan yang tidak sepengetahuan saya. Oh, artinya gimana, Pak? Artinya melanggar gitu. Kenapa tidak tidak disetuju Bapak artinya melanggar gitu? bukan melanggar. Artinya bahwa waktu itu kan mengaj saya ada kegiatan tuh ada ada tiga yang saya setujui ya. Yang pertama adalah bahwa ada kegiatan ketika kemarin pelaksanaan had resepsi. Yang kedua, malam Jumat tidak boleh ada kegiatan. Kemudian hari Jumat kegiatannya ada dua, yaitu satu kegiatan undangan bersama para kepala desa sore jam .00 Kemudian malamnya kegiatan pagelaran seni dan itu kegiatan saya keliling dan saya datang itu malam jam . sebelum pagelaran seni itu biasa saya datang jam . jam 8.00. Nah, jadi ini inis inisiatif saya tidak tahulah ya yang kegiatan dan kegiatan ini sudah saya wanti-wanti enggak boleh dilaksanakan. Oke. Jadi saya sudah ini ada Rijal nih. Rijal silakan Jal ya. ee Pak Gubernur memang sudah sempat melarang kegiatan untuk mengundang massa ya, ada makanan gratis sejak awal juga ee peristiwa ini sudah terjadi. Hari ini kita mungkin ee sebagai keluarga juga memohon maaf dan ini tentu akan menjadi pelajaran pelajaran bagi kami. Oke, siap. Iya. Jadi yang paling utama adalah meskipun orang tua sudah melarang dilaksanakan kegiatan ini karena peristiwa ini sudah terjadi sebagai orang tua bertanggung jawab terhadap apa yang sudah dilaksanakan kegiatan namanyau juga anak muda lagi bahagia dan ingin kebahagiaannya dinikmati oleh banyak orang mungkin itu tujuan utamanya jadi cita-citanya baik tetapi secara mekanisme barangkali tidak ada kesiapan untuk mengantisipasi jumlah adalah orang yang banyak datang pada satu tempat. Berarti Pak Muala emang enggak enggak ngasih tahu kalau ada kegiatan makin gratis ke Bapak ya berarti waktu Pak ngobrol dilarang. Oke. Jadi sudah dilarang, sudah tidak diperbolehkan. Ini saksinya nih saya melarang. He. Oke. Tapi ya sudahlah sudah terjadi. E saya harus bertanggung jawab sebagai orang tuanya. Oke. Terima kasih. Aminya aminya nampi kali pana kieu abi ibu

TRIBUNCIREBON.COM – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya sejumlah warga Kabupaten Garut, akibat berdesakan saat acara syukuran makan gratis yang digelar anaknya.

Dedi mengaku tidak tahu jika anaknya Maulana Akbar bersama istrinya, Putri Karlina menggelar syukuran makan gratis untuk warga dalam rangkaian resepsi pernikahannya di Kabupaten Garut.

“Pertama saya menyampaikan turut berduka cita, semoga almarhum dan almarhumah diterima Iman Islamnya, diampuni segala dosanya, kemudian ditempatkan di tempat yang mulia di sisi Allah,” ujar Dedi, Jumat (18/7/2025).

https://cirebon.tribunnews.com/2025/07/18/komentar-dedi-mulyadi-mengenai-insiden-meninggalnya-3-orang-di-pernikahan-anaknya-dan-wabup-garut

Reporter: Jaenal Abidin / Sidqi Al Ghifari
Editor: Rudy Laudza

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.

Ikuti juga informasi melalui akun media sosial dan website kami:
Website : https://cirebon.tribunnews.com
Instagram: https://www.instagram.com/tribuncirebondotcom
Twitter : https://twitter.com/tribun_cirebon
Facebook : https://www.facebook.com/tribuncirebon
Tiktok : https://www.tiktok.com/@tribuncirebon.com

#tribuncirebon #dedimulyadi #garut #pernikahanmaulaputri #maulaakbar #putrikarlina #makangratis #gubernurjabar