ADA AGENDA BESAR POLITIK DIBALIK POLEMIK IJAZAH JOKOWI, SIAPA AKTOR INTELEKTUALNYA ?
Woh, ini mantan rektor. He. Berarti ada benarnya juga. Kalau undang-undang toko kau langgar, berarti kau harus siap menerima konsekuensinya. Ingat loh ini mantan presiden [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Musik] selamat sore buat pemirsa setia head to head bersama pengacara mawar YouTube Petisi Ali. Kali ini kita akan membahas kasus yang bombastis dengan orang-orang yang bombastis juga menanggapinya karena isu ini semakin liar ke mana-mana membuat masyarakat bingung dan bertanya-tanya terkait dengan kemunculan seorang profesor katanya gitu. Jadi seorang profesor ini membuat testimoni di kanal YouTube yang katanya kanal YouTube langkah update ya. Maka dari itu ini akan kita kupas bersama dengan seorang mantan karwa sidik dan mantan penyidik senior. Beliau adalah Irjen Pol Ricky Sitohang. Selamat siang, Bang Ricki. Selamat siang, Bu Fitra. Sehat, Bang. Ya, alhamdulillah, Bang. Ini kan isu yang sudah merebak ini sudah sangat liar ini di mana ee para terlapor ini telah menembak bola pingpong sehingga bolanya ke mana-mana dan setelah ke mana-mana mereka enggak bertanggung jawab. Bahkan dia kemarin ada seorang profesor dia mencabut pernyataannya dan meminta maaf. Nah, tanggapan Abang sebagai seorang penyidik kawakan dan mantan Karwa Siddiq seperti apa melihat peristiwa ini? Baik, terima kasih Bung Pitra. Jadi ee sebelumnya saya sampaikan asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat siang dan salam sejahtera. Ini mungkin sudah kesekian kali kita untuk mengupas tentang permasalahan kondisi yang suka tidak suka sudah menyangkut kepada tatanan. Iya. I daripada negara. Iya. Karena masyarakat sudah mulai mencermati dengan berbagai versi. Heeh. berbagai tanggapan. Iya. Sampai dengan sudah diputuskan pun bahwa penghentian penyelidikan masih juga bergulir. Iya. Sampai dengan sudah penetapan muncul penyidikan juga masih digoreng. Iya. Yang saya sangat sedih ya dan ironis seorang yang bergelar profesor membr atau membuat suatu pernyataan. ini mantan rektor loh kalau enggak salah tahun 2002 sampai 2007 2007 i memberikan pernyataan bahwa seolah-olah bahwa ijazahnya Pak Joko ini bohong. Iya. Itulah kira-kira yang saya lihat testimoninya bersama temannya dengan kalau enggak salah itu dengan Pak Rismon juga ya. He. Nah, kemudian enggak berselang lama ditarik kembali. He ini ada apa? H. Dan ingat baik-baik, seketika sudah mengeluarkan testimoni yang didengarkan oleh ratusan juta manusia kemudian dicabut kembali tidak akan menghapus ya perbuatan dugaan pencemaran nama baik yang masuk ke arah pidana. Iya iya iya. Karena ini harkat martabat seseorang apalagi ingat loh ini mantan presiden loh. Iya. Ya, orang kan terpecah. Orang sementara pernah saya baca juga, wah ini mantan rektor. He berarti ada benarnya juga mencari tahu. Ternyata biasanya goyang juga ya. Iya. Iya. Memang teman-teman ini bukan settingan Bang Rick itu pernah nelpon saya. Itu apaan tuh rektor kat sampai protes juga sebelum dicabut. Iya betul. Mungkin bisa dijelaskan Bang lah. Saya ngomong sama Bung Fitra ini ada apa tuh PR? Kok seorang rektor kok bicara di depan publik seperti kayak gini? Profesor lah gitu. Profesor bukan merupakan wawasan seorang ilmuwan. Heeh. Kok jadi seperti macan apa? Preman. Saya lihat bicaranya. Saya kan ngomong sama Bung P tuh akhirnya besok enggak berlaku dicabut cabut dia lah. Ini dia ini enggak benar nih. Oke. Karena begini Bang sebelum dicabut itu saya pernah melihat ris dari UGM langsung dari website UGM. UGM menyatakan bahwasanya perbuatan daripada ee Sopian ini merupakan proses hukum yang akan diproses juga oleh mereka. Makanya setelah rilis itu saya melihat sudah ada pencabutan dari ee Sopian ini gitu. Nah, apakah memang ini potensi pidananya ada bagi si Sofian terkait dengan hal itu? Ini bukan hanya potensi saja, kemungkinannya itu besar sekali. Oh, tidak menggugurkan walaupun dia men Oh, tidak akan menggugurkan namanya pencemaran n baik. Dia mengeluarkan statement. H enak dong orang mengeluarkan statement. Pada saat dia ngeluarkan statement ratusan juta membaca. Pada saat dia permohonan maaf hanya 10.000 orang yang dengar. Heeh. Sementara otak orang sudah terpecah. Dan ini tidak layak dan tidak pantas bagi seorang yang mempunyai ilmu tinggi. Heeh. Kok membuat suatu statement yang sangat murahan. Heeh. Kalaulah permainan. Ya, menurut hemat saya memang negara harus hadir. Ingat loh, situasi sekarang ni kondisi seperti ini jangan lagi dibuat cah belah pola pemikiran masyarakat. Menurut hemat saya segera saja ditindak lanjuti. Heeh. Itu yang paling pantas kita kira gitu ya. Iya. Alasan dia kemarin meminta maaf itu karena saya lihat ini biar tidak ada pertentangan kegaduhan di masyarakat dan saya memohon maaf kata dia gitu kan. Jadi kan ini muncul spekulasi liar di tengah-tengah masyarakat. khususnya disorot juga oleh mantan wakil menteri Said Didu. Kata dia, “Ini jangan-jangan ada apa ini ada tekanan atau apa lainnya gitu.” Padahal kan dari Profesor Sofian ini di dalam suratnya itu menyatakan agar menarik peredaran dan mencabut dari omongan-omongan yang dahulunya pernah ada di situ agar tidak disebarkan lagi. Nah, tanggapan abang bahwasanya isu politisnya itu ini jangan-jangan ada tekanan gitu. ini dari salah seorang mantan wamen gitu yang ngomong gitu lah. Ini kan biasalah ini kan di istilahnya digoreng pokok permasalahannya seperti itu kan. Jadi ada seolah-olah membuat suatu statement ke masyarakat supaya terpecah pola pemikir oh berarti ada tekanan politik atau dan lain sebagainya. Tapi kalau otaknya jernih berpikir tidak akan mungkin seperti itu. Nah sekarang dia mengeluarkan statement supaya ditarik dari peredaran karena dia berpikir bahwa ini tidak akan dipublikasikan. ini kan sudah ngomongan apa terus digoreng oleh yang menurut hemat saya lawan politik daripada Pak Jokowi ini kan sudah permainan semua ya segera saja dia lakukan tidak akan pernah menggugurkan he peristiwa dugaan pencemaran nama baik oke menurut seorang Pak Riki Sitoang ini kan beberapa hari lalu Pak Jokowi pernah bilang di balik persoalan ini ada agenda besar politik yang sedang dimainkan Nah, ini message apa kira-kira seorang mantan presiden ngomong seperti itu? Nah, saya rasa kan beliau kan seorang yang istilahnya penggawa politik lah. Makanya dari beliau jadi presiden. Mungkin menurut Eman saya itu beliau sudah menakar bahwa pokok permasalahan tidak murni lagi masalah pidana. H karena saya lihat sudah digoreng sana, goreng di sini dan orang-orang pelakunya yang memainkan peranan ini adalah orang-orang yang pernah di pemerintahan dan pernah menerima kue daripada beliau dan pernah mendapatkan dampak daripada beliau. Nah, ini sekarang bagaimana untuk menjatuhkan posisi daripada beliau, integritas dan kredibilitasnya sebagai mantan presiden dan saya lihat juga sudah mulai berdampak kepada putranya ya wakil presiden sekarang. Ini kan permainan yang tidak elok lagi ya. Saya rasa satu langkah bijak Pak Jokowi harus mengambil langkah hukum itu. Nanti kita tinggal lihat aja langkah hukum yang sedang regulir di Polda. Orang-orang yang terkait terlibat di dalamnya ini harus segera diambil langkah tindakan hukum. Heeh. Sesuai dengan aturan main yang berlaku. Jadi jangan lagi kita dipermainkan dengan pola pikir kayak gini. Mungkin kalau Pak Fitra dengan saya karena kita mengerti dan memahami hukum oke kita bisa memilah-milah gitu. Tapi masyarakat yang awam hukum yang terbelah terpecah pikirannya jangan-jangan benar jangan-jangan ini terpengaruh ya terpengaruh akibatnya kan pecah belah semua akibatnya apa? Instabilitas yang muncul. Iya. sadar enggak oknum-oknum ini memperlakukan seperti ini untuk merusak tatanan bangsa ini? Ini yang perlu kita waspadai supaya jangan sampai terjadi lagi sesegera mungkin untuk diambil langkah-langkah tindakan hukum itu supaya jangan ada syakwah-sangka lagi bagi orang-orang dari pihak kepolisian lambel aja langkah siapa-siapa yang terlibat di dalamnya nih segera saja diambil tindakan hukum itu menurut saya gitu Pak Fitra ya. Oke. Ee ini kan karena memang ini sudah mempengaruhi opini publik. Bagaimanapun cerita daripada perkara ini, setengah masyarakat itu sudah terpengaruh dan sudah tergiring opini. Artinya Roy Suro CS memenangkan opini publik. Nah, pendapat dari seorang Ricky Sitohang yang dilaporkan itu salah satunya adalah penghasutan pasal 160. Apakah pasal 160 ini penghasutan itu mengandung unsur provokasi? sehingga munculnya demo-demo kepada rumah Pak Jokowi dan apakah itu dia sifatnya delik materil dan formir yang kata mereka itu harus terjadi dulu demonstrasinya gitu tapi mereka tidak melihat sudah ada demonstrasi di rumah Pak Jokowi. Nah, terus dari perspektif mereka juga bahwasanya pasal 160 Kawa pidana itu sifatnya kumulatif gitu loh. Harus terpenuhi semuanya gitu, bukan pilihan. Karena di sini disebutkan bunyi pasal 160 itu yaitu barang siapa di muka umum dengan lisan atau tulisan menghasut orang lain untuk melakukan tindak pidana, melakukan kekerasan terhadap penguasa, ada lagi atau tidak menaati perintah undang-undang dapat dipidana penjara paling lama 6 tahun, denda paling banyak Rp4.500. Dari pandangan seorang mantan Karwa Siddiik, apakah ini kumulatif atau alternatif? Karena veri mereka itu adalah kumulatif. gitu. Makanya coba kita berpikir jernih ya. Kalau di dalam pasal kalau saya bilang atau berarti kan temakan kalau enggak ini ya itu kan gitu. Iya. Yang mana mungkin kumulatif kok kumulatif dikatakan pasal sekian dan pasal sekian dan pasal sekian. Iya. Harus terpenuhi semuanya. Harus terpenuhi semuanya. Kalau ini sudah jelas bukan kumulatif alternatif namanya ini. Tolong cermati hukum dengan baiklah. Kok enggak bisa membaca dalam bahasa logika hukum? Ya sudah itulah kalau amatir yang berbicara gitu ya kan kacau jadinya. Makanya kalau enggak pasal sekian sekian. Kalau enggak ini ini itu harus kumulatif mana mungkin. Iya. Kalau enggak pasal sekian kena ya pasal sekian yang kena. Benar. Jadi ee apa kesimpulannya ini adalah alternatif. Iya. Bukan kumulatif. Ini yang sekarang digoreng oleh orang-orang tertentu sehingga membuat seolah-olah bahwa ini masih sumir. Iya. Nah, ini masih belum belum kumulatif. Mesti ada demo besar-besaran ataupun ada kumpulan masa yang besar. He sudah kelihatan dampaknya baru kumulatif. I enggak begitu pula berpikir itu harus betul-betul komprehensif gitu loh. Jadi saya baca itu ketawa juga saya ini belajar hukumnya di mana nih Pak Mitra. Makanya bersalah-salahan terakhir TSK gitu. Maka saya lihat juga Pak Pitra tuh waktu di INWS tuh ya senyum-senyum aja saya. Waduh adik saya dikeroyok enggak jelas nih saya bilang ni kan gitu kiritu Pak dan memang udah salah ngotot lagi. Udah salah ngotot. yang dotot kan enggak jelas pula lagi kan. Nah, itu kira-kira karena teman-teman ya kita harus pahami bagi yang kurang memahami hukum ataupun bukan latar belakang hukum karena saya juga kandidat doktor nih di UNISBA ya. Kumulatif dan alternatif itu ada dua hal yang berbeda. Karena di dalam pasal 160 KW pidana itu teman ada tiga kata ataunya. Atau itu adalah pilihan. Iya. bisa ini bisa ini. Lain ceritanya kalau dan penghubung dia harus terpenuhi dulu unsur pasalnya semuanya. Nah, tapi kalau atau penyidik bisa memilih mana atau mana nih yang saya pilih perintah undang-undang dia tidak laksanakan atau perintah penguasa di situ pengasutannya kan itu. Nah, itu tadi yang kita bahas karena dari tim kuasa hukum mereka beberapa waktu lalu mengatakan pasal 160 itu adalah kumulatif harus harus terpenuhi semuanya. kata enggak? Itulah tadi Pak Jenderal sudah jelaskan kata atau itulah yang pemisalnya ada pilihan alternatif kita mau pakai yang mana gitu. Oke Pak Jenderal. Jadi ini kan untuk edukasi juga ke masyarakat biar kita juga cerdas hukum gitu loh. Bukan malah merti kita telan muntah-muntah. Oh gitu toh gitu kan. Sehingga ini mempengaruhi opini masyarakat. Nah, di satu sisi mereka tidak mengakui perbuatannya mencemarkan Pak Jokowi. Di satu sisi mereka menghakimi itu ijazah palsu. Sebenarnya menghakimi orang tanpa keputusan pengadilan itu apakah diperkenankan oleh undang-undang? Kita langsung menj, “Oi, kau pencuri, kau maling.” gitu. Boleh enggak ngomong gitu menuduh orang seperti itu? Ya enggak bisa dong. Nah, makanya undang-undang kita mengatur, kan gitu. Makanya ada akibatnya karena kita setelah membuat ee suatu perbuatan mengakibatkan kredibilitas, integritas seseorang itu jatuh. Apakah dalam bentuk mencemarkan nama baiknya atau karena ujaran kebencian. Makanya ada undang-undang yang mengatur itu. Jadi enggak ada itu bahwa saya tuh tidak tidak merasa mencemarkan nama baiknya ya. Kau belajar hukum di mana itu loh gitu loh. Kan ada undang-undang di KUHP juga ada. Di Undang-Undang IT juga ada. Karena dia berlindung karena peneliti mereka katanya. Apa hubungannya peneliti dengan hukum? Peneliti dikriminalisasi nih kata dia gitu ya. Kalau gitu kebal hukum aja kau. Tapi jangan di Indonesia gitu loh. Kau penelitinya di Australia gitu loh. Nah kau tranya dari Australia kan enggak kena Indonesia atau di Konoha. Kalau di Indonesia patuhi itu. Seketika kau melakukan suatu tindakan baik itu secara voice dan berdampak kepada publik itu sudah mengandung undang-undang. Oke. Kalau undang-undang to langgar, berarti kau harus siap menerima konsekuensinya. Karena kan sudah diatur, makanya ada 310, 311, Undang-Undang ITE 3, 27, 28, 35 dan lain sebagainya berlapis ya berlapis. termasuk juga kalau sudah menyampai kepada negara keluar undang-undang 1946 itu pasal 14 ee 15 mengakibatkan keaduhan bagi masyarakat karena kebohongan publik itu dan mereka sudah diatur undang-undang itu. Makanya kita jangan sembarangan, jangan sembarangan mencaci maki orang apalagi tidak berdasar. He. Nah, ini kan menyangkut hak martabat daripada seseorang. Heeh. Jadi kalau dia ngomong tadi gitu, kami tidak mencemaran, nama kan di Konoha saja. jangan di Indonesia gitu loh kira-kira Bung P. Iya. Jadi ini sangat menarik ya teman-teman karena apa? Karena setelah naik sidik ini ya ee para tim terlapor ini sibuk mencari bukti sampai sekarang masih ada yang di DIY Yogyakarta sampai katanya ketemu apa keraton sana. Kaitannya apa dalam hukum kan gitu. Terus sampai ada yang buat laporan polisi terhadap Pak Jokowi kebohongan publik. Karena katanya ada pendistribusian, penyebaran berita bohong. Tapi kalau enggak salah yang melapor ini pertanyaannya pernah menyebarkan enggak itu ee kata-kata berarti kan dia melaporkan dirinya. Iya. Kalau dia melaporkan penyebaran berita bohong katanya di di X-nya itu dia dia pernah posting itu enggak menurut Pak apakah itu melaporkan dirinya atau melaporkan Pak Jaw kan enggak ada distribusi atau apa kalaupun kita mengikuti pemikiran dia gitu. Lah sekarang kita kupas gini aja sebenarnya apa yang disampaikan oleh beliau saya sebut aja Rismon namanya ngapain saya susah-susah faktanya secara umum gitu kok cadas ini gitu oh saya kan enggak peduli saya kan apa adanya aja gitu kan nyatanya mukanya yang kelihatan itu di Polda tuh jalan-jalan ya untuk melaporkan bahwa adanya suatu kebohongan atau seorang kebohongan yang mana ya kau yang membohongi dirimu sendiri karena kau mendapatkan sumber yang tidak jelas sampai sekarang kau tidak jelas apa yang kau dapatkan itu. Iya. Yang kedua, dia melaporkan segala sesuatunya di Polda DIY. Maksudmu apa, Mabus Polri sudah menyatakan, sudah menyelesaikan permasalahannya. Apa berani Polda daerah Yogyakarta untuk berseberangan dengan Mabes Pori? Kan ini kan melaporkan segala sesuatu ke sana. Heeh. Nah, ini kadang-kadang Wah, mau polisi mau dipecah belah juga kali ya, Pak. H. Jadi, kesimpulannya yang kau laporkan tuh siapa? Heeh. Kemudian yang kau katakan yang bohong tuh siapa? Iya ya. Kamu yang membohongi dirimu sendiri mencari apa vendor yang lain. Kalau saya bilang vendor yang lain aja gitu. Cari ini enggak dapat cari ini. Korbanlah satu Pak Sofyan kan. Tapi karena dibuat mungkin suatu publikasi yang ini yang manis-manis enggak sadar dia keluar bahasa itu hancur. Iya. Nanti besok siapa lagi gitu loh. Iya. Makanya segera sajalah memang negara harus muncul segera tindak lanjuti. Nah, kita berkaitan dengan tadi ee permasalahan ini mungkin Pak Mitra juga kan tahu masalah betor toh. Iya. Nah, apalagi yang satu ini menurut Pak Pitra apa coba saya kembalikan ke Pak Fitra narasumber. Oke, itu mungkin akan kita bahas di segmen kedua. Tapi kita ingin dalami dulu motivasi daripada para terlapor ini setelah naik sidik baru mereka mencari bukti bukti sampai ke DIY, sampai ke UGM, sampai ke keraton, sampai ke pasar pramuka, sampai ke pojok pasar pramuka, sampai ke jalan pramuka. Jadi ee ini saya lihat adalah orang-orang yang tidak mengerti hukum gitu loh. Karena apa? karena mereka sudah menghakimi ee Jokowi yang menuduh itu ijazah palsu, tapi mereka belum pegang buktinya. Ya kan? Pertanyaan saya adalah ketika menghakimi orang tapi kita tidak memiliki bukti sesuai dengan ketentuan hukum pidana itu namanya apa? Nah, sekarang begini kita kembalikan lagi. Apa yang disampaikan oleh Pak Pitra itu sangat-sangat ironis ya. Iya. sekarang seperti dikatakan tadi mencari-cari ee pembenaran diri atas dugaan mereka sudah naik ke penyidikan. Kalau dan dan paling serunya mereka mencari-cari pembenaran diri yang mereka cari pembenaran menjadi korban semua kayak betor jadi pwen kesian dilaporin sekarang itu hancur kan ya kayak si Sofyan jadi pahlawan kesiangan minta maaf hari ini juga kan gitu artinya semuanya hancur dan lebih parahnya satu Pak Pak ini Pak Pitra justru nanti dengan permohonan maaf ini berarti ada kemungkinan ya berarti ini aktor intelektualnya Hm. Enggak bisa loh ya. Ternyata tumbuhan itu ada. Iya memang ini kan jadi pion dibikin. Siapa yang memainkan peran skener kayak sutradara gitu loh. Mulai mulai mulai terlihat ini ya. Sudah mulai muncul ya. Oh berarti ini aktor intelektualnya membuat supaya gaduh itu gitu loh. Nah sekarang dalam ilmu perang begini. Saya tahu sudah mau dibidik orang ini. Ini analoginya gitu ya. Saya tahu mau dibidik orang. Terus yang dibidik ini cerita, “Woi, aku ada di sini, aku ada di sini. seharusnya dia kan siapkan saja pelurunya untuk mengantisipasi bidikan itu. Malah dia terak-terak publikasi dia menunjukkan bahwa saya berada di sini, saya akan lakukan ini. Ya sudah ditembak duluan. Iya. Nah, kasarnya seperti itu. E sekarang tugas dan tanggung jawabmu mau hadapi aja itu arena penyidikan tuh. Wah, kau cari pembenaran supaya dibela oleh publik. He. Semakin menunjukkan dangkalnya ilmu yang kau miliki. Semakin kelihatan bahwa karaktermu tuh sudah ada hal-hal tertentu yang akan kau lakukan kepada Pak Jokowi. Di baliknya itu apa? Kita sudah tahu pasti ada dampak ikutannya. Kira-kira gitu, Pak Fitra ya. Oke. Ini hal yang menarik nih, Pak Jenderal ya. Saya melihat katanya kan respon membuat laporan polisi di Polda DIY, tapi saya tidak melihat nomor LP di situ. Artinya kan berarti ini kalau enggak dugaan saya ini adalah Dumas. Apa yang membedakan antara Dumas dengan LPK? Apakah karena memang tidak ada bukti makanya dibuat Dumas saya dulu pengaduan gitu yang membedakan itu apa? Karena saya lihat enggak ada teregister nomor LP nomor sekian-sekian. Itu kan resmi memang Bung Bung Fitra ini karena sudah sering seliuran di kantor polisi jadi hafal semua dia. Jadi apa yang dikatakan Bung Pita tuh sangat betul 100%. Oh gitu. Karena seorang Risb tidak punya legal standing untuk melaporkan orang lain. Kan berkali-kali saya katakan. Iya. Iya. Iya. seseorang yang melaporkan dalam bentuk LP itu apabila dia merasakan, mengalami, dan timbul kerugian bagi diri dia. Makanya dilaporkanlah kepada polisi siapa pelakunya yang diduga sebagai pelaku, kan gitu. Nah, sekarang dia mau melaporkan apa? Itu kan Dumas. Iya. Dumas itu pun adalah nanti tugas dan tanggung jawab daripada penyidik untuk mencari benar enggak ini kira-kira. Kalau benar kemungkinan itu muncul LP tapi model A. Iya. Yang terjadi di mana es krim ini. He itu kan rumas juga. Iya. Makanya dulu saya katakan dibilang gelar perkara khusus saya senyum. Heeh. Emak saya bukan gelar perkara khusus itu ya. Tapi ya sudahlah untuk menyenangkan orang-orang dibilang diangkat-angkat gelar perkara khusus. He. Kalau gelar perkara khusus itu adalah dua suatu peristiwa kedua belah piak ini tidak menerima suatu proses daripada perjalanannya. He, dia minta untuk gelar khusus, saling membuktikan, saling mempertahankan. Nah, kalau dia ini dia siapa? Iya. Merasa dirugikan enggak? Ini kan cari-cari panggung aja nih yang di tapi justru mereka sebaliknya ini loh protes. Katanya yang melaporkan mereka ini tidak punya legal standing. Katanya pasal pengasutan itu harus punya legal standing. Pasal ujaran kebencian juga itu harus punya legal. Mereka itu pelapor-pelapor kami itu ujaran kebencian yang katanya itu penyebaran berita bohong dan katanya itu ada namanya pengasutan mereka pelapor saya itu tidak punya legal standing K. Nah, terus pertanyaannya mereka melapor yang pelapor yang lain enggak keberatan gitu lah kan dibalik-balik tuh. Iya. Ini gimana ini kalau dia bilang enggak punya legal standing kamu apa ya dia melapor dia kan gambar es krim sampai dihentikan. Nah intinya sekarang begini. Kenapa itu naik sidik satu sudah jelas LP model B? Sudah jelas satu. Heeh. Yaitu kuasa hukum Pak Jokowi atas nama Pak Jokowi. Sudah pasti diasti. Nah, yang saya katakan Dumas tadi dilaporkan Dumas itu bila menemukan benang merahnya pol ataupun penyidik atau penyelidik akan mengeluarkan ELP model A berdasarkan penyelidikannya menemukan ada benang berak dugaan akan terjadi suatu tindak pidana juga tapi bukan dia. Heeh. Nah, kalau ini yang siapa ini yang si kuasa hukum daripada Pak Joke itu LP model B? Karena Pak Joke merasakan akibat dampaknya kan merasakan dampaknya, keberadaannya, integritasnya, harga dirinya, martabatnya jatuh gara-gara ulah mereka. He. Kalau mereka waktu di Baresim pada saat itu menemukan benang merahnya itu kemungkinan bisa naik LP model A. Tapi kan enggak pada saat lidik ya dirtipidum sudah tidak menemukan periksa 49 orang enggak ada benang merahnya. Laboratorium forensik enggak ada benang merah ya untuk sementara dihentikan dong. Tapi di legal standing saya apa ya enggak ada enggak ada gitu kira-kira. Ini menarik Pak Jenderal ya. Beberapa hari lalu saya mendapatkan tembusan ataupun pemberitahuan adanya suat somasi terkait dengan betor. Nah, betor ini katanya telah disomasi oleh Paiman dengan pasal dugaan pemerasan dan pencemaran yang baik. Tanggapan seorang Ricky Sitoang seperti apa nanti akan dibahas di segmen kedua.
#rickysitohang#pengacaramawar #jokowi #beritaterkini #polripresisi #podcast
Tags
best chinese drama
cdrama
chinese
chinese drama
chinese drama 2022
chinese indo
comedy
drachin
dracin
drama
drama 2021
drama china
drama china romantis sub indo
drama china sub indo
drama china terbaik
drama cina
drama kolosal
drama romantis
drama terbaru
Dunia Drama
Entertainment
fantasy
Gaming
Historical
Indonesia
indo sub
iQIYI
iQIYI drama
iQIYI indonesia
mandarin
MangoTV
Mystery
new chinese drama
News
Roblox
romance
romantis
Sports
sub indo
Sub indo full movie
wetv
wetv dunia drama
wetv indonesia
youku
youku indo