Dedi Mulyadi soal 3 Orang Tewas di Pesta Rakyat Pernikahan Anaknya, Hingga Kondisi TKP Terkini

[Musik] Informasi pertama, Saudara, pesta rakyat makan gratis sebagai rangkaian pernikahan Wakil Bupati Garut yang menikah dengan anak sulung Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi berujung petaka. Tiga orang dinyatakan tewas. [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] Sudah pintu barang kita tutup. Bapak kericuhan tak terhindarkan karena ribuan warga telah menunggu lama dan berdesakan untuk masuk ke halaman pendopo untuk mendapatkan makanan gratis. Akibat kericuhan ini, puluhan warga mulai dari anak-anak hingga lansia jatuh pingsan. Bahkan tiga orang lainnya dinyatakan meninggal dunia. Dua di antaranya warga sipil, yakni seorang ibu dan anak gadis berusia 8 tahun, juga satu anggota polisi yang sedang melakukan pengamanan. Sudah pintu barang kita tutup. Bapak Bapak Ibu sudah lagi jualan. Oh, Ibu biasa jualan di sana. Ibu lagi jualan. Iya, lagi jualan. Posisinya anak teh enggak tahu posisinya ngantri. Soalnya kan biasana main we sama yang di sana juga sama anak. Tapi kalau dilihat di lokasi emang banyak orang gitu, Bu. Iya, banyak. Anak anak ibu usia berapa, Bu? 8 tahun. 8 tahun ya banyak. Ada yang pertama itu ada yang pingsan, yang itu yang pingsan. Yang kedua mah ada dua orang. Yang satu anaknya si ibu ini yang lebih parah dah pas di itu teh pas digendong juga katanya teh ini mah udah enggak ada gitu. Bu, rata-rata warga nunggu dari jam berapa, Bu? Dari pagi, Pak. Dari pagi. Saat ini kita sudah bergabung dengan jurnalis Kompas TV, Ridwan Mustofa dari Garut, Jawa Barat. Ridwan sebenarnya awalnya seperti apa? Sampai ada tiga orang yang tewas saat ingin mendapatkan makan gratis di pesta pernikahan anak Dedi Mulyadi. Bagaimana ceritanya? Iya, Priska dan juga Saudara benar sekali bahwa tadi tepatnya pukul 13 menit waktu Indonesia Barat di halaman pendopok Kabupaten Garut diadakan pesta rakyat dengan menjanjikan beragam menu dari berbagai kabupaten kota di Jawa Barat. Hal itu dilakukan sebagai rangkaian dari pesta pernikahan Wakil Bupati Garut Puti Kalina yang menikah dengan anak sulung dari Dedi Mulyadi yang merupakan Gubernur Jawa Barat. Memang awalnya bahwa pesta rakyat berjalan lancar ketika memang belum dimulai untuk memasuki halaman gedung pendopo di mana saat itu memang warga ribuan warga dari berbagai daerah berdatangan ke pendopo untuk mencicipi makanan yang telah disajikan karena mungkin menunggu lama dan juga banyaknya warga yang berdesakan sehingga warga mencoba untuk berangseng memasuki halaman gedung pendopa yang memang saat itu belum dibuka oleh petugas dan ketika ee gedung pendopo atau gerbang untuk menuju halaman gedung pendopo dibuka. Di sana terjadi ee desakan antara antar sesama ee warga mulai dari anak-anak, orang tua hingga lansia. Sehingga memang di sana terdapat apa sejumlah warga yang jatuh pinsan mulai dari anak-anak, orang dewasa hingga lansia. Termasuk dari data yang kami peroleh tiga orang meninggal dunia. Dua di antaranya warga sipil, satu di antaranya anak-anak berusia. 8 tahun dan satu orang lagi merupakan ibu-ibu yang tadi ee pingsan ee sempat pingsan terlebih dahulu. Sementara satu orang lagi merupakan anggota polisi yang saat itu bertugas di gerbang sebelah barat menuju pintu masuk menuju halaman gedung pendopok Kabupaten Garut. Demikian Priska. Nah, kalau informasi yang Anda dapatkan Ridwan, apakah korbannya itu tiga orang atau masih ada kemungkinan bertambah? misalnya apakah ada yang sedang dirawat atau terluka seperti apa Ridwan? Dari data sementara yang kami pero memang baru tiga orang yang meninggal dunia akibat dari pesta rakyat tersebut. Sementara memang sebagian lagi mengalami luka-lukan di dan dibawa di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Selamat Kabupaten Garut. Hari ini memang sebagian warga masih mendapat perawatan di RSUD Damat Garut. Sementara tadi setelah terjadinya insiden yang pingsan dan juga diketahui adanya yang meninggal ee dunia, pesta rakyat pun apa dihentikan karena memang saat itu bertepatan dengan apa makanan yang akan disajikan kepada warga setelah habis di mana kegiatan pesta rakyat berakhir sekitar pukul 15.00 waktu Indonesia Barat. Demikian Priska. Nah, Ridwan saya mau tanya. Saat ini kan kami sedang melihat gambar yang Anda ambil di area dalam pendopo Garut ya. Anda berada di sana, Ridwan. Lalu juga masyarakat dari luar ke dalam. Pengaturannya seperti apa? Ini kalau dilihat di gambar kan se terlihatnya warga itu berdesak-desakan, berebutan, tidak akan tidak adakah sistem antrean misalnya. Tolong ceritakan. Benar sekali, Prisik. Perlu saya sampaikan kepada Saudara. Jadi memang tadi tidak ada apa ee kartis yang disiapkan oleh panitia penyelenggara. Jadi memang warga ketika memasuki area gedung penopa tepatnya di gedung apa ee gerbang sebelah barat, dia ketika masuk hanya diperbolehkan untuk mengambil tiga menu dan setelah itu dan sebelum apa mengambil tiga menu yang telah disediakan oleh apa oleh panitia nanti si apa si warga yang telah masuk itu hanya di apa di apa diperkenankan untuk mencelupkan tangannya sebagai bukti bahwa dia telah masuk ke area makanan gratis. Jadi memang tidak ada pendataan terlebih dahulu, tidak dikasih katisbul. Jadi memang secara kondisional tapi ketika dia masuk ke apa ke area makan gratis hanya diperkenankan untuk membawa tiga makanan yang telah disediakan. Setelah itu keluar dari kawasan gedung pendoposo seperti itu. Dan memang kenapa warga sampai membeludak seperti tadi? yang memang dari beberapa saat yang lalu telah di apa digembar-gemborkan di berbagai platform media sosial berkaitan dengan bahwa hari ini tepatnya tadi sekitar pukul 13 lebih waktu Indonesia Barat dilakukan makanan geras sebagai bukti atau sebagai rasa syukur atas pernikahan pasangan wakil bupati Garut dengan anak sulung dari ee Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yaitu Maul Akbar seperti itu. Riska. Tapi sistem antrega masuk itu tidak ada. Kalau Anda lihat Ridwan memang kalau antrian tuh cukup luar cukup luar biasa dan memang tidak apa tidak sebanding antara jumlah ribuan warga yang datang dengan apa ee petugas keaman yang berjaga di sana. Akibatnya memang apa ee satu anggota polisi yang saat itu berada di sebelah barat apa ee terdesak dan juga terinjak oleh apa ee adanya ee kerumunan warga yang berada di lokasi tersebut. Dan juga perlu kami provokasikan memang hingga saat ini ee pihak kepolisian Resot Garut belum memberikan keterangan resmi berkaitan dengan apa insiden tadi termasuk apakah langkah selanjutnya akan dilakukan oleh kepolisian Garut. Kami pun masih menunggu konfirmasi lanjutan dari pihak kepolisian saat ini masih melakukan pendalaman terkait insiden tadi. Demikian Priska. E bagaimana dengan Pemerintah Kabupaten Garut atau pemerintah provinsi Jawa Barat? Sudah adakah informasi? Sudah adakah tanggapan atau bahkan mengecek ke lokasi termasuk juga ke rumah sakit tempat warga masih dirawat yang terluka? Yang kami ketahui memang belum ada ketagar resmi baik itu dari pihak penyelenggara pemerintah Kabupaten Garut dan juga dari pemerintah provinsi Jawa Barat. Sebetulnya selain kegiatan pesta rakyat tadi nanti malam akan dirak akan dilaksanakan penggelaran kesenian yang akan langsung dihadiri oleh ee Pak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Namun memang sampai sini belum ada keterangan apakah nanti kegiatan pesta rakyat eh pesta rakyat selama ini apa kegiatan gelar budaya akan tetap dilaksanakan atau akan apa dipending mengingat kejadian tadi yang menimbulkan korban jiwa baik itu yang luka-luka pingsan ataupun yang meninggal dunia. Demikian Priska. Nah, ee lalu saat ini kalau menurut pantauan sementara yang terluka ada berapa orang? Ada informasi terkini Ridwan. kami belum mendapatkan informasi resmi berapa jumlah apa korban yang luka-luka yang dibawa ke rumah sakit selama termasuk yang dibawa ke puspes terdekat dari lokasi kejadian tadi karena memang sampai saat ini Dinas Kesehatan Kabupaten Garun belum memberikan ketenagaan resmi dan masih melakukan penanganan medis terhadap para korban baik itu anak-anak, orang tua ataupun lansia terutama tadi ee didominasi oleh korban usia anak-anak terus lansia dan juga ee dewasa terutama dari kalangan perempuan terutama untuk anak-anak tadi kebanyakan yang saya lihat di lokasi dia tuh setelah pulang ee sekolah tidak langsung pulang ke rumahnya malah ikut ngantri bersama warga yang lain seperti itu. Termasuk dari keterangan tadi orang tua korban dia tuh tadi sempat apa berpisah dengan anaknya dan tidak mengetahui kalau anaknya ikut ngantri dan memang si orang tua itu berjualan di sekitar alun-alun. Dia baru sadar setelah sekian puluh menit dia berpisah dengan anaknya dan dia pun sempat mencari anaknya. Tapi memang tidak diketahui, tidak ditemukan anaknya karena memang sudah apa ee berdasarkan ribuan warga yang lainnya di sekitar gerbang bagian barat, gedung pendopok Kabupaten Garut. Demikian perist. Iya. Jadi banyak juga orang yang lewat ingin ikut mengantre secara tiba-tiba karena itu tadi ada korban juga anak ya di ee pesta rakyat pernikahan anak dari Mulyadi ini pada saat mengantre terhimpit. Sebelum kita lanjutkan lagi, Ridwan tetap di sana. Kita akan dengarkan terlebih dahulu. Kami mendapatkan informasi terkini pernyataan terbaru dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terkait dengan tiga orang yang meninggal dunia di pesta rakyat pernikahan anak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Kita ikuti bersama. Yang pertama yang kegiatan di Garut hari ini acara syukuran Mauladan Putri. Secara pribadi saya itu tidak tahu acara kegiatan itu. Artinya saya hanya memahami bahwa nanti malam tuh ada acara kegiatan saya bertemu warga dalam bentuk penta seni. Saya tidak tahu bahwa ada acara syukuran bersama warga, kemudian warga ee diundang makan bersama. Tetapi karena itu peristiwanya sudah terjadi, maka saya menyampaikan pertama saya menyampaikan turut berduka cita. Semoga almarhum dan almarhumah diterima iman Islamnya, diampuni segala dosanya, kemudian ditempatkan di tempat yang mulia di sisi Allah Subhanahu wa taala. Yang kedua, saya juga menyampaikan permohonan maaf ee atas nama Maula dan Putri atas penyelenggaraan kegiatan tersebut dan saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas peristiwa tersebut. Kemudian yang ketiga saya menyampaikan hari ini sudah saya meminta staf saya untuk segera sungguh keluarganya dan menyampaikan uang duka dari saya sebagai barat ee terhadap warga saya hari ini yang mendapat kami menyampaikan uang kita 150 juta perkenalan. Ini adalah bagian dari empati kami. Dan kemudian ke depan pembelajaran penting bagi siapapun termasuk keluarga saya sendiri. Kalau buat acara itu harus juga diperhitungkan. Tadi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan duka mendalam atas tiga orang yang meninggal dunia di syukuran pesta rakyat pernikahan anaknya. Lalu juga disampaikan bahwa akan ada evaluasi juga ee terkait dengan acara yang diadakan syukuran di pesta rakyatnya dan juga Dedi Mulyadi meminta maaf atas kejadian yang terjadi. Eh Ridwan Mustofa Jurnalis Kompas TV. Saya kembali lagi ke Anda, Ridwan. Ee kalau tadi disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat ee sebenarnya tidak terinfokan soal syukuran tadi yang digelar. Kalau dari informasi yang Anda himpun sebenarnya siapa yang mengundang warga atas nama siapa? Apakah pemerintah kabupaten atau bagaimana dari informasi yang diterima wartawan di sana? Kalau kalau informasi yang kami peroleh bahwa memang kegiatan hari tadi termasuk kegiatan nanti malam ini kegiatan beriringan antara kegiatan pesta rakyat yang merupakan rangkaian dari kegiatan pesta pernikahan Putri Kalina dan juga Maul Akbar yang telah dilaksanakan pada Rabu lalu yang diselenggarakan di gedung Pendopo Garut. Dan untuk kegiatan nanti malam dan informasi yang kami peroleh ini merupakan kegiatan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat seperti itu. Kalau diisalkan ditanya apakah kegiatan tadi Gubernur Jawa Barat mengetahui atau ee tidak, ya rasa-rasanya kalau menurut pandangan ee kami bahwa memang warga datang ke apa ke lokasi pun sebetulnya memang mereka kebanyakan mengetahui informasi dari apa e platform media sosial yang menjebar luas. menjelang hari tadi seperti itu, Priska. Oke. Nah, saat ini di lokasi bagaimana keadaannya? Karena kan kalau ada syukuran nanti malam seperti yang tadi Anda sampaikan belum tentu juga diadakan, masih menunggu apakah tetap dilanjutkan atau tidak. Lalu juga bagaimana penanganan di lokasi di sekitar pendopo Garut saat ini? Kalau kegiatan makan gratis memang sudah dihentikan dan sudah dibereskan oleh apa ee penyelenggara termasuk oleh apa perwakilan dari beberapa kabupaten kota di Jawa Barat yang menyajikan berbagai makanan baik itu makanan apa ee ringan ataupun makanan berat dan hari ini memang apa kegiatannya fokus untuk kegiatan apa ee gelar budaya atau penta seni di mana panggung yang apa yang berada di halaman Alun-alun Garut sudah apa sudah ee didirikan sejak apa beberapa hari lalu seperti dan juga kalau kami lihat persiapannya sudah apa sudah begitu batang untuk kegiatan nanti malam. Akan tetapi dengan insiden tadi apakah kegiatan untuk gelar budaya atau pesta apa kesenian akan digelar ya ini kita masih menunggu konfirmasi lanjutan dari pihak penyelenggara dan juga dari pihak Gubernur Jawa Barat Dede Mulyadi. Demikian Ridwan untuk kondisi korban bisa disampaikan sejauh ini seperti apa? Karena tadi juga ada wawancara Anda dengan salah satu anggota keluarga korban tepatnya ibu dari anak yang meninggal dunia. Bisa diceritakan Ridwan? Kami melihat sendiri bahwa memang tadi kondisi korban terutama yang pingsan tuh ada memang kejepit, ada yang keinjek. termasuk ada beberapa warga di antaranya dia sampai bengkak-bengkak kakinya karena memang apa terhimpit oleh apa ee ratusan warga atau ribuan warga yang tidak mengikuti jalannya pesta rakyat. Termasuk tadi saya sempat apa ee bertemu dengan salah satu warga di mana dia datang ke sana tuh bukan untuk pengantri tapi karena e untuk berjualan asongan. Tapi ketika ngelihat apa berjubelnya orang seperti itu, dia kehimpit sehingga dia jatuh pingsan dan apa dagangannya tuh apa sempat ee terpisah dan sampai saat ini belum ditemukan di mana itu dagangan milik dia karena memang dia e saat kejadian pingsan seperti itu. Jadi antre ini kalau kita lihat dari visual dari gambar yang ada di layar tidak hanya di area depan tapi ke sekitarnya juga ya ke area pedagang kaki lima yang biasa ada di sekitar pendopo Garut begitu Ridwan. Kalau saya instikan karena memang kan gedung depan gedung Popo tempatnya di Babancong itu apa dipasang pagar seperti itu. Jadi orang yang apa yang antri berada di sekitar apa pintu sebelah barat sementara sebagian warga lagi melihat di sekitar pagar-pagar yang apa yang ee melintasi kawasan Babancong gedung pendopo. Jadi memang warga atuh ada yang datang ke sana, ada yang sengaja untuk ikut ngantri untuk mencicipi makanan gratis, ada juga yang untuk menunggu kegiatan nanti malam yang akan di apa digelar dan juga disaksikan dan juga ee KDM pun akan tampil dan juga menyapa warga Garut khususnya seperti itu, Priska. Dan kalau ee dilihat dari kondisinya saat warga terhimpit atau terinjak itu tidak ada yang bisa menolong sama sekali ya, Ridwan. saking banyaknya orang termasuk salah seorang aparat, salah seorang polisi yang meninggal di lokasi. Betul. Tadi pun saya melihat bahwa petugas pun cukup kesulitan untuk mengevakuasi warga terutama bagi anak-anak yang apa terhimpit karena memang banyaknya warga yang berdesak-resakan. Bahkan kami pun saat tadi melakukan peliputan sempat terus serta membantu mengevakuasi ee anak-anak yang terhimpit. Tapi karena banyaknya warga yang berada di lokasi ya, cukup kesulitan petugas untuk mengamankan jalannya apa ee antrian tadi karena memang antara jumlah petugas dengan banyaknya warga yang datang itu sangat tidak ee sebanding sehingga ya petugas pun cukup kewalhan dan tadi pun memang dari sebelum kejadian sudah distandikan beberapa ambulan dan setelah kejadian banyaknya warga yang pinsan dan juga adanya tiga warga yang meninggal dunia sehingga apa tadi pun belasan bahkan lebih dari apa ee 15 mobil ambulans pun berdatangan untuk mengevakuasi atau apa melakukan penanganan beli terhadap warga-warga yang pinsan seperti itu. Riska saya dan mungkin pemirsa di rumah tidak terlalu terbayang bagaimana ee tata letaknya antara tempat antre gambar dengan lokasi syukuran digelar. Bisa dijelaskan, bisa digambarkan Ridwan pada saat warga mengantre dari area luar pagar itu mereka ke mana alurnya lalu keluarnya lewat mana dan ada sejauh apa begitu dari area depan pagar ke area dalam tempat syukuran digelar. Kalau boleh saya gambarkan bahwa lokasi gedung pendopo atau tepatnya lokasi pesta rakyat dengan alun-alun Kabupaten Garut itu lokasinya ber apa? berhadapan. Tapi apa lokasi untuk pesta rakit berada di sekitar halaman Babancong atau tepatnya di depan gedung pendopok Kabupaten Garut. Nah, kan di sana tuh untuk memasuki kawasan gedung pendopo tuh ada dua gerbang. Gerbang barat dan juga gerbang sebelah ee timur seperti itu. Nah, ketika warga yang akan turus serta ngantri atau akan mencicipi makanan gratis, dia dipersilakan atau dia harus masuk melalui gerbang bagian barat. Nah, setelah nanti apa di di sekitar Gab Bancong itu terdap kiri kanan terdapat beragam setan yang disediakan oleh panitia dan setelah apa ee warga mendapatkan jatah makanan yang tadi saya sampaikan di awal tiga menu yang diberikan setelah itu warga keluar melewati jalan sebelah ee timur atau samping kanan dari Babancong Kabupaten Garusik. Demikian Piska. Jadi memang antara pintu masuk dan pintu keluar tuh berbeda gerbang seperti itu, Piska. Jadi untuk masuk warga lewat pintu gerbang pada sebelah barat ya. Lalu nanti keluarnya lewat area timur dari pendopo dan ee kalau dilihat berarti waktu sejak awal sampai akhir ada insiden itu ee proses antrian tidak berjalan dengan baik. Bisa dikatakan demikian Ridwan. Artinya warga sejak awal dibuka antrean sudah langsung ee tidak membentuk barisan begitu Ridwan. Betul. Sebu memang tidak dari awal tidak berbentuk barisan dengan rapi, tidak berjajar dengan rapi. Warga betul-betul berjumbol. Bahkan tadi ketika misalnya penyelenggara penyelenggara lamban untuk apa mengeluar apa membuka gerbang ya tadi pun teriakan-teriakan dari apa dari warga terdengar sekali karena memang dia setelah menunggu lama termasuk tadi kondisinya memang apa ee diselenggarakan siang hari sehingga apa itu apa di ditambah dengan ee terik matahari ya sehingga apa warga pun apa pengin pengin dengan cepat memasuki area ee pendopos selain untuk mencicipi makanan termasuk ya karena apa tadi kondisi ee terik matahari seperti itu, Priska? Hm. Kalau warga yang datang berdesakan, pingsan, kelelahan, e biasanya kalau ada acara yang melibatkan orang banyak itu ada tenaga medis yang berjaga. Anda melihat itu? Kalau tenaga medis memang dari awal sebelum kejadian pun sudah standby. Saya melihat ada beberapa mobil ambulans yang disiagakan di sekitar Babancong tepatnya di sebelah ee kanan Babancong itu sudah disiagakan. Dan ketika peristiwa ini terjadi, ketika banyak apa warga yang pingsan secara apa secara ee otomatis juga tadi apa secara sigap dinas kesehatan pun dan juga petugas yang berada di lokasi dia apa ee apa ee memberitahu kepada e tim yang lain untuk apa untuk datang ke lokasi untuk mengevakuasi ee warga yang pingsan dan juga yang meninggal dunia termasuk yang ngeluka-luka. Bahkan tadi pun saya lihat di lokasi penanganan medis pun dipimpin langsung oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Garut. Demikian Ridwan tadi dari laporan Anda, Anda sudah menceritakan bagaimana antrean itu sejak awal memang sudah penuh ya. Jadi tidak ada warga yang berbaris rapi karena saking banyaknya orang yang ingin datang ke lokasi. Berikutnya juga sebenarnya sudah ada pengaturan pintu barat pendopo untuk masuk keluarnya dari pintu timur. Nah, pada saat ada warga yang berdesakan, ada warga yang terinjak, ada warga yang pingsan, penanganan di lokasinya seperti apa dengan jumlah orang yang sangat banyak? Ya, Piska perlu kami laporkan bahwa meskipun kegiatan dilaksanakan jam 13.00 lebih waktu Indonesia Barat atau tepatnya bak pelaksanaan salat Jumat. Namun warga itu sudah datang ke lokasi sejak pukul 09.00 pagi waktu Indonesia Barat seperti itu. Bahkan ketika kejadian tadi ketika sedikit diketahui banyaknya warga yang pingsan, warga tuh langsung dievakuasi dengan cara digotong oleh petugas dan juga panitia penyelenggara. Setelah itu ditangani di apa? dilokasi oleh tim medis dan sebagian warga yang memang kondisinya apa ee apa memerlukan penanganan hari secara serius. Mereka langsung dibawa ke mobil ambulans dengan tidak lagi melewati gerbang sebelah ee barat tapi melewati gerbang sebelah timur seperti itu atau tepatnya ee tempat di mana keluar dari apa warga ketika telah apa ee membawa makanan di lokasi Babancong seperti itu, Priska. Hm. Tapi arnya evakuasi itu bisa dilakukan kalau sudah di dekat area gerbang pendopo begitu ya Ridwan ya. Tidak bisa kalau di tengah-tengah antrean karena kan yang tadi digambar juga banyak berdesakan sebenarnya dari tengah-tengah antrean itu tidak bisa dijangkau untuk diselamatkan ya sulit begitu. Jadi memang kebanyakan warga yang pinsan tuh dia ketika akan memasuki gerbang seperti itu. Kalau sudah masuk ke lokasi gerbang atau sudah memasuki apa ee lokasi tempat makanan gratis di sana memang sudah tidak terlalu berjumlah banyak orang seperti itu. Jadi berdasarkan itu ketika memang dia akan ee e bersamaan masuk ke gerbang tempat makanan gratis seperti itu, Priska. Dan ada pula ketika dia ketika akan masuk kondisinya memang tidak pingsan. Tapi ketika sudah masuk dia langsung jatuh pingsan sampai sehingga langsung ditangani oleh petugaspo PP, penelitian penjaga termasuk sejumlah penjaga setan pun turut serta mengevakuasi warga untuk selanjutnya ditangani oleh tim medis di lokasi rubah apa di lokasi makanan gratis, pesta rakyat, pernikahan putri dan juga maul akbar. Seperti itu. Kami nantikan perkembangan terbaru dari Garut, Jawa Barat. Ridwan Mustofa, jurnalis Kompas TV.

JABAR, KOMPAS.TV – Pesta rakyat makan gratis sebagai rangkaian pernikahan Wakil Bupati Garut yang menikah dengan anak sulung Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, berujung petaka. Tiga orang dinyatakan tewas.

Kericuhan tak terhindarkan karena ribuan warga telah menunggu lama dan berdesakan untuk masuk ke halaman pendopo, untuk mendapatkan makanan gratis.

Akibat kericuhan ini, puluhan warga mulai dari anak-anak hingga lansia jatuh pingsan.

Bahkan tiga orang lainnya dinyatakan meninggal dunia. Dua di antaranya warga sipil, yakni seorang ibu dan anak gadis berusia 8 tahun, juga satu anggota polisi yang sedang melakukan pengamanan.

Saat ini kita sudah bergabung dengan Jurnalis KompasTV, Ridwan Mustopa, yang ada di lokasi.

Content Creator: Kharismaningtyas

#dedimulyadi #sukuranpernikahan