Perjalanan Kita Makin Berbahaya – Tales Beyond The Tomb White Silence Indonesia Part 2

Hai guys, kembali lagi bersama gua si Miaw A. Langsung saja kita akan meneruskan untuk bermain game horor yang judulnya adalah Ts Beyond the Tomb White Silence. Seperti yang kalian lihat di episode sebelumnya, persiapan kita sudah matang ya, Teman-teman, dalam mendaki gunung yang bersalju. Dan tujuan kita untuk mendaki gunung tersebut adalah mencari informasi orang-orang yang meningsoi dan menghilang di sana. Teman-temanku sekalian, pertanyaannya, apakah kita mendapatkan informasi tersebut atau jangan-jangan kita juga ikutan hilang? Hah, langsung saja continue the game tuh. Oke, Teman-teman, langsung saja kita lanjutkan lagi ya. Jadi kalau kalian ingat-ingat di episode sebelumnya kemarin gua sudah masuk ke dalam sana dan mendapatkan sebuah catatan dan kalau ke depan sana mendapatkan sebuah foto yang misterius banget dan juga mendapatkan sebuah tape rekaman. Sekarang yuk mari kita lanjutkan perjalanan kita. Yap. Siap? Sudah siap? Ayo, Pak Victor, mari kita jalan lagi untuk menemukan beberapa misteri di tempat ini. Dan kenapa ya gua Heh apa nih? Fabric. It looks like has a stain. Astaga. Jadi kayak potongan kain yang di mana ada bekas darahnya. Waduh, kok kita bisa menemukan kayak begituan? Harus kita cari kah? Oke, cuma gua salut banget ya buat kalian semua yang pernah naik gunung, Teman-teman. Karena menurut gua orang yang bisa pure naik gunung itu bisa mengalahkan diri dia sendiri dari kecapekan dan juga rasa mengeluh di dalam diri dia. Beh, respect. One day, aku pengen tapi harus latihan terlebih dahulu. Latihan stamina dan juga latihan pengendalian diri. Apaan tuh? Itu apaan tuh, Guys? Ngb kah? Kayaknya ngebug, Guys. Oke, ada badan yang terkubur dan gua harus mengungkap semua misteri yang ada di sini. Terkadang menurut gua ya, biarkanlah misteri tetap menjadi misteri. Karena hampir tidak mungkin kita menyelesaikan misteri yang disebabkan oleh nature atau alam. Kenapa ini? Oh, buat camping. Buat camping. Kita lagi berada di tempat camping nih, Guys. Nice banget nih. Skill untuk kalian camping juga diperlukan nih ketika di alam bebas seperti ini ya. Ini Pak Victornya kita ngobrol dulu. Pak, thank you ya, Pak sudah kasih guide. The fire last the night. We will need more wood. Oh, jadi katanya apinya tidak akan bertahan. Kita butuh kayu. Oke. Oke. Aku akan mencari kayu di sekitar sini. Ya. Ya. Jangan terlalu jauh ya. Pokoknya pergi aja ke tempat yang bisa gua lihat. Oke, aku akan kembali lagi sebentar lagi. Hm. Butuh kamera enggak, Guys? Enggaklah ya. Alright, aku berhasil menemukan sebuah kayu dan kali ini sepertinya kita kedinginan. Hati-hati ya, jangan sampai hipotermia. Dan terima kasih banyak buat kalian. Wow, seseorang meninggalkannya di sini. No one climb this mountain. Tetapi siapa? Kayaknya gak ada orang yang mendaki gunung di sini lagi deh. Loh, ada cross lagi, Guys. Ada yang meningsoy lagi di sini kah? Mama mia. Coba aku keliling-keliling sebentar, Guys. Siapa tahu saja bisa menemukan sesuatu. Ini kalau gua jauhin, apa yang terjadi? Kayaknya gua yang meningsoy sih. Sambil mencari barang ya. Huh, berapa banyak yang meningsoy di sini, Guys. Seri banget. Udah cukupkah? Yap, kayaknya ini udah cukup deh. Aku mendengarkan suara-suara bisikan. Siapa itu, Pak Victor? Aku kembali membawakan banyak kayu. Oh, taruh sini kah? Yup, betul sekali. Sudah selesai, Pak. Sekarang kita ngapain? Hah? keheningan di sini benar-benar berat banget buat aku pengingatnya. Tapi aku suka kok kadang-kadang ini baik gitu loh kita jauh dari kebisingan apalagi kalau kalian sering tinggal di kota kan. Yah beberapa orang bilang kalau keheningan itu memang jalan untuk menemukan kebenaran. Widih, keren banget nih. I think we are on the right track. Jadi mungkin saja kita berada di jalan yang benar. Yap. Betul sekali. I’m gonna step away from a moment. Nature call. Aku akan pergi terlebih dahulu. Ada panggilan alam. Oke. Mau ngapain dia? Pupup atau mau pipis? Panggilan alam gak tuh? Kalau gua biasanya bilang panggilan alam itu mau pipis ya, Teman-teman. Atau mau pupup lah. Tuh kan, step away toi. Oke. E di sini kah? Di di belakang pohonnya, Guys. Sini sini sini. Ih, loh, nyangkut di situ gua bisa jalan-jalan. Wow, kalian lihat, Guys. Buset, detail banget ya. Keren juga ini game. Noise. Amazing gua, Guys, ya. Amaze. Padahal game game yang bukan triple A tapi sedetail ini. Hah, akhirnya selesai juga. Kembali lagi kali ya. Gimana, Pak Victor? Stay right there. This is going to make a great photo. Oh, dia mau foto, Teman-teman, si Victornya kita ambil terlebih dahulu. Weh, keren nih foto ni, Guys. Kita komposisi terlebih dahulu komposisi fireplace-nya dan juga Abang Victor. Kita lihat apakah akan menjadi masterpiece. Goyang-goyang fotonya digoyang. Masterpiece, my friend. Gimana? Suka enggak dengan foto yang gua ambil? Suka dong. Ada suara, Guys. Ada suara. Kita akan masuk ke lebih dalam lagi besok. The last stretch will be the hardest. Jadi, perjalanan kita yang terakhir akan menjadi perjalanan yang sangat lebih susah. Right, I’ll try to get some sleep then. Ya udah, aku akan tidur terlebih dahulu ya. Iya, istirahat dengan baik ya. Soalnya pegunungan ini tidak tidur, tetapi kamu harus Oke, selamat malam, Victor. Lie down your tan. Ini kah? Oh. Uhuh. Ini pasti dingin banget sih, Guys. Angin-angin yang masuk ini nih. Ini berbeda dengan gunung biasa. Karena gunung biasa itu musuh kalian angin doang. Tetapi kalau di tempat salju, musuh kalian adalah saljunya. Karena saljunya kalau kalian masuk ke tenda, Teman-teman, maka akan mencair kan jadi basah gitu loh. Jam .00 am. Berarti pagi ya, subuh loh, ada kaki tuh, Guys. Kenapa ada kaki di situ? E Victor, Pak Victor jangan berdiri di situ saja. Kamu enggak kedinginan di luar sana, Bro. Huh, Bro, biasa aja, Bro. Cuma Watong. Watong. What wrong. Pak Viktor. Aduh, gak ada jejak kakinya lagi, Guys. Pak Victor. Pak Victor ke mana? Di tenda dia bukan? Oh no, Pak Victornya gak ada, Guys. Terus aku harus bagaimana? Mencari Pak Victor di mana? Aduh. Eh. Uh, ada merah-merah. Apakah itu petunjuk kita? Apalagi nih? Siapa itu? Oh no. Bro, jangan berhalusinasi, Bro. Please, itu siapa? Apakah itu Victor? Kenapa Victor jadi tidak sadarkan diri? Wow, mata yang begitu besar. Seakan-akan kita diawasin ya, diawasin oleh pegunungan lah. Itu Pak Victor ke mana aja aku cariin ke mana-mana. E ow Pak Victor, apa yang kamu lakukan di luar sini? Kamu akan kedinginan loh. Dia pegang apa itu, Guys? Kapak. Ow. Ow. Oh, Pak Victor, please. Eh, Pak Victor mau ngapain kita? Kita positif thinking kali ya. Astaga, cuma mimpi. Dia mimpi guys. Dia mimpi apa? Apakah ini pertanda kalau Pak Victor itu jahat? Loh, masih ada di sini dia. Pak Victor, halo. Apakah kamu sudah tidur dengan baik? This cold morning airs feel really good to me. Jadi, udara pagi ini benar-benar enak banget gitu loh. Aku mempunyai mimpi yang aneh seperti tempat ini tuh apa? mengganggu kepalaku. Istipak kepalaku. Yah, gua tahulah kalau misalnya angin di sini memang susah untuk diadaptasi. Mereka bisa membuat kita berhalusinasi. Ya, juga sih. Tapi pas aku keliling-keliling di sini kayak aku melihat ada dua kayak salib ya, cross lah. Apakah mereka adalah member dari Expedition yang menghilang atau yang meningsoy? Oh iya, dua dari badan itu ditemukan di sekitar sini. Tidak seperti yang pertama, mereka ditemukan dengan menggunakan e pakaian yang hangat. Ohow, thank you ya buat kalian semua yang sudah menjelaskan yang kemarin hipotermia gitu yang di mana menyebabkan badan kita itu tidak bisa merasakan suhu lagi. Jadi kita kepanasan dan mereka apa namanya? melepaskan baju. Padahal berbahaya banget tuh kondisinya. But it still hasn’t enough for the cold up this mountain. Tetapi itu tidak cukup untuk menahan dinginnya di pegunungan ini. Kenapa kamu You said their names until now? Kenapa kamu tidak ngomong namanya mereka sampai sekarang? memanggil nama yang sudah meningsoy di sini itu semacam eh bertanda buruklah. Mister Aleski Alex sayanggu siapa yang sudah berpulang. Ya udah nih aku buat kopi. Semoga aja bisa menghangatkan diri kamu. Terima kasih banyak. Ambil dulu kopinya. Hah betul juga sih, Teman-teman. Terkadang kalau kita mengingat seorang, memanggil nama seseorang tersebut membuat kita berat. Ya, tidak segampang itu kita melupakan seseorang apalagi kalau dia berpulangnya dengan cara yang tidak baik. Duh, jiwa-jiwa petualangan gua tuh kayak naik gitu loh. Ketika melihat expedition seperti ini, kita sebagai manusia kurius enggak sih, Guys? Penasaran enggak sih dengan pegunungan, dengan bawah laut, dengan space, keluar angkasa? Manusia penuh dengan rasa ingin tahu sih. Dan itu kadang-kadang bagus ya, Teman-teman. Tapi kadang-kadang tidak bagus. Jadi kita harus tetap berhati-hati. Oke guys, sepertinya gua harus agak teliti karena ada beberapa barang yang bisa kita temukan. Hmm. Ini tempat apa nih? Oh, ada catatan. Oh. Oy, oi, woi, ngagetin jangan begitu dong. Gua cuma mau baca note, kenapa dikagetin? This will be must eh this will be my last entry. The food run out two days ago. Jadi ini kayaknya catatan terakhir dia. Makanan sudah habis 2 hari yang lalu. Airnya juga terlalu airnya juga habis dan ee rasa dingin di sini tidak kerasa lagi gitu loh. Ini membuat gua tidak bisa merasakan apa-apa. Jadi kayaknya gua merasakan badan gua tidak berada di sini lagi. Cuma ya pikiran gua aja ya teman-teman berada di dunia yang hampa. Ada sesuatu yang aneh di sini. Sesuatu yang tidak bersuara. Benar-benar membuat gua ketakutan gitu loh. Yang bisa gua dengar cuma suara dari ayahku dan juga dari ibuku. beberapa rekan kerja gua yang meningsoi. Dan ketika gua melihat di sekitaran gua yang cuma bisa gua lihat adalah es dan juga batu. Kalau ada orang yang menemukan catatan ini, jangan not through the trail. If anyone find this, run. Oke. Not through the wind. Run from the silence. Jadi ada kalau ada orang yang menemukan catatan ini lari, Bro. Bukan lari karena perjalanannya, bukan lari karena anginnya, tetapi larilah karena silence atau keheningan, ya. Huh. Untung kita ke sini bawa Victor, Guys. Kalau kita berjalan sendirian sih kayaknya mati gaya. Aduh, Guys. Ada lagi nih. Ada lagi nih, Guys. Tanda-tanda ada orang yang meningsoy di sini. Dia berhenti. Oh, di sinilah tempat mereka menemukannya. Terbaring di sini dan dia menghembuskan napas terakhir dia di sini. Oh, ini emang siapa lah. Dia enggak jawab, Guys. Pemimpin dia yang menunjukkan jalan and never left. Dan dia tidak pernah pergi. Do you think he knew what was waiting for them? Kira-kira kamu tahu enggak apa yang menanti mereka? Hm, mungkin sesuatu. Tetapi kita tidak mengertilah sesuatu itu apa. Ya sudahlah kalau begitu kita jalan aja ya, Pak ya. Soalnya semakin dingin di sini. Iya, pokoknya pegunungan ini akan mengingat. Ya udah, aku akan mengambil foto dan aku akan mencatat semuanya di mana kita menemukan ee para korban-korban tersebut. Oke, foto dulu, Guys. Mantap. Tinggi banget sih ini. Udah kita di ketinggian berapa kaki ya, Teman-teman, dari permukaan laut? Seram banget, Don. Puaskah kamu? Oke, ayo kita jalan lagi. Hah. Kira-kira kalau kalian naik gunung 1 hari sampai 2 hari atau 3 hari mungkin ya, atau mungkin ada yang seminggu sendirian, Guys. Apa ya yang kalian pikirkan? Apakah kalian memikirkan kehidupan kalian yang sudah benar atau masih salah? Apakah kalian akan memikirkan kesalahan-kesalahan kalian? Memikirkan sesuatu yang bahagia atau yang sedih atau mikirkan pasangan kalian atau mungkin mantan kalian memikirkan keluarga kalian. Benar-benar random banget ya. Ah, gua gak bisa bayangin sih. Gua gak bisa bayangin ini apaan ini? Oh, catatan kok ditaruh di sini. The pat seems to be repeating. We passed by a rock we had already marked on the map, but now it’s sever matters ahead. As if time have loop. He say we are close but no longer checks the map. Nadya said she saw him whispering in the middle of the trail but there was no one near him. I no longer know what exhausted and what hallucination. And I am starving to think this trail has no end. Worse yet. Maybe we are not the first to climb it. Leonid. Oh, ini beda lagi orangnya ya, Teman-teman. Jadi kayaknya ow pet-nya ke mana nih? Jadi kayaknya ada beberapa orang yang memang sudah sampai di sini dan katanya kita kayak looping, circling. Kita menemukan beberapa tanda-tandanya kita di e permukaan batu dan gua bingung gitu loh dengan leadernya. Apakah jalannya memang benar atau jangan-jangan memang kita tersesat? Kadang-kadang gua juga mendengarkan dia itu bisik-bisik sendiri. Hm. Bisik-bisik sama siapa? Padahal dia tuh tidak ada orang di sekitar dia. How we are going? Oh, bagaimana caranya kita lewat sini, Pak? Ya, kita cuma bisa memanjat saja. Oke, aku akan mengambil tali ya sebentar. E kayaknya kalau misalnya aku jatuh, apakah tali ini bisa menyelamatkanku? Ya, ambil sajalah Ice X kamu kita. We can’t take long. The cold is getting intense. Kita tidak bisa lama-lama di sini. Nih dinginnya semakin dingin. Oh, here we go. Aduh, perasaan gua enggak enak lagi, Guys. Ice ada dua. Start climbing. Gimana caranya tuh? Wah. Oke. Oke. Sebelah kiri untuk mantapin, sebelah kanan untuk berjalan ya, Teman-teman. Jadi kayak tet terus gini ambil lagi tet gitu ya. Huh. Tapi kalau misalnya sampai seekstrem ini, gua gak mau sih, Guys. Gua gak punya pengalaman mau berapa lama kalian bergantung di Ice Peak ini. Seram sih perjalanannya. Seram banget. Duh, hebat sih dia mau ke tempat ini. Hebat. Hebat. Gua sih belum tentu. Yuk, dikit lagi yuk. Walaupun terlihat sedikit lagi, tapi perjalanan ini benar-benar bikin stres. Masih jauh itu, my friend. Tapi hebat juga ya bisa masuk ke dalam rock ice peak-nya. Nice. Jauh ya ternyata ya. Jauh loh, Guys. Gua tidak menyangka sejauh itu. Yah, an licin. Licin, licin. Licin. Spasi, spasi, spasi, spasi, spasi. Harus ditekan kah yang lama? Mama mia pidaria, bro. Hampir jatuh gua, Bro. Hampir meningoy. Wah, PR lagi harus naik. Kalau naik kayaknya lebih gampang deh. Karena naik kan satu dua sat dua. Ke samping tuh yang lebih susah kayaknya ya, Teman-teman. Cuma teori aja. Miaong cuma bisa berteori nih, Teman-teman. Belum punya praktik ini. Nice. Masih naikkah? Atau ke samping lagi? Oke, kita ke samping. Si Victor apa yang dia pikirkan ya? Dia kaget juga enggak ya, Teman-teman, pas gua jatuh? Oke, seramnya. Hi. Dikit lagi, Guys. Dikit lagi. Tahan, ya. Tahan, ya. Please banget. Tahan. Ngilu, Guys. Horornya tuh horor ketinggian gitu, loh. Dia mau lompat. Uh, berani banget. Padahal itu kan licin banget ya. Berani banget ya, Guys. Mending main aman enggak sih? Lah, udah sampai di seberang dia, Bro. Cepat amat, Bro. Astaga, apakah kamu baik-baik saja? Iya, aku kepeleset. Tapi kamu But you were holding me, weren’t you? Tapi kamu memegang aku kan? Enggak kelihatan masalahnya pas gua mau lihat ke sebelah kiri dia enggak kelihatan, Guys. Ya tentu saja aku tidak akan membuat kamu jatuh. Itu akan menjadi kematian yang sangat buruk. Ya udah, kita butuh tempat untuk berlindung sekarang. Kita mau hangatin badan soalnya. Oh, di depan sana ya, Teman-teman. Let’s go. Tapi sebelum itu, mari kita check and recheck terlebih dahulu. Enggak bisa ya? Yang gua takutin juga ya kalau misalnya salju begini kadang-kadang kalian gak bisa lihat, Guys, yang mana yang keras, yang mana yang lembut. Loh, ada goa. Sejak kapan ada goa, Bro? Enggak hangetin diri dulu? Hm. Aneh sekali. Kayaknya goa ini tidak di tandain deh di map yang aku lihat. You need to get used to it, Mr. Alex say change in the place. Oke, kamu harus membiasakan diri soalnya tempat ini bisa saja berubah-berubah. Maybe you want to take a photo of the entrance. You want you want to go in there. Mungkin kamu mau ambil foto di jalan masuknya. Kamu kayaknya mau masuk ya. Emang ada apa dengan goa ini? Ya, enggak ada sesuatu yang buruk sih dengan goa ini. Cuma di dalam sana mungkin saja cuma ada kegelapan aja. Tapi aku ingin masuk. Aku ingin mencari tahu apa yang ada di dalam sana. Siapa tahu aja kita mendapatkan clue tentang pendaki tersebut. Hati-hati ya, aku akan berada di luar sini. Wah, masuk sendiri berarti, Guys. Masuk sendiri enggak? Kita enggak menghangatkan diri dulu, Guys. Hangatkan diri dulu, enggak sih? Digoyang-goyang fotonya. Digoyang. Alright, sudah selesai. Cukuplah ya. Nah, sekarang kita harus explore. Tapi sebelum explore, gua mau ngecek dulu nih catatan. Penuh dengan catatan ya. Today he start talking to himself. He say he things at night like a whisper in the wind. We thought he was shocking until Mikel hur too. There is a stranger feeling in the air like we are being watched. Even though one is around, the map doesn’t show this cave but it is here. Huge pit black. Something isn’t right. Tonight we camp outside and discuss wherever we should even enter tomorrow. I don’t want to, but I’m outfed Mila. Jadi, sepertinya e teman-teman dia ada pemimpinnya lah. Pemimpinnya mendengarkan sesuatu dan ternyata dia tidak sendirian yang mendengarkan sesuatu tersebut dan akhirnya mereka menemukan goa ini. Mereka membuat camping di sini sambil ambil voting. Siapa yang mau masuk dan siapa yang mau enggak mau masuk. Ternyata votingnya itu menang yang mau masuk. Jadi ya mau tidak mau dia harus masuk ke dalam sini. Kita ke mana, Guys? Kanan, kiri. Feeling gua sih kanan. Ye, coba dulu, ye. Kanan, ya. Oke. Wow, ada tape. Gelap banget, Guys. Ketika dia menutup mata, dia melihat sesuatu bayangan di sekitar pohon. Jangan-jangan dingin ini mempermainkan pikiranku, tetapi aku tahu apa yang aku lihat. Di malam hari ada orang yang memanggilku. Itu bukan suara manusia. Itu terdengar aneh. Anciention. Anciention tuh kayak gimana ya jelasinnya ya? tua legenda ancient ya semacam itulah ya teman-teman ini buntu ya oh tuh tuh tuh ada whispering guys ada whispering ini gua berbahaya sih yang gua heran kenapa si Victor tidak mau ikut sama gua ya hm padahal kan dia guide gua masuk ke dalam sini kan kalau berdua lebih aman dibandingkan sendirian Guys. Atau jangan-jangan dia tahu sesuatu tentang goa ini. Makanya tadi dia ngelarang kita untuk masuk ke dalam goa ini. Tuh, gua mendengarkan suara bisikan-bisikan lagi dan kemarin loh siapa itu? Loh L l apa yang terjadi? Kenapa dia guys? Kenap kenapa dia jedotin kepalanya dia? Why my friend? Why? What’s wrong? Apa? Wow. Strange drawing on the wall. Who could have met them? Siapa yang membuat lukisan-lukisan ini? Kita foto ya, Teman-teman, sebagai bukti. Wah, Guys, lukisan-lukisannya sih sangat mencurigakan, ya. Ada lukisan seperti manusia bertangan banyak tuh. Kalian lihat ada yang jatuh. Apakah ini cara mereka semua meningsoy? Bisa jadi. Ini kayak backpacker kan? Ini berlutut. Ini gua gak tahu lagi ngapain. Ini kayak bersama teman-teman ini jatuh ini. Gua enggak ngerti tuh. Banyak banget tangannya dan juga ada mata. H kemarin juga kalau enggak salah kita melihat ada sesuatu bayangan kan, Guys? Iya, ada bayangan yang gua dengar. Uh, catatan lagi, Guys. Huh. Let’s go. Mari kita baca lagi. They didn’t come out. Mereka tidak keluar. They went yesterday morning and didn’t come out. Mereka pergi kemarin dan tidak keluar-keluar lagi. Aku I stayed outside watching the cam, but I haven’t heard anything since. No light, no voice I thought about going down, but my body just won’t let me. There is a cold is in there that doesn’t come from the wind. It touch my bones without even touching me. If someone find this, please send help. My name is Olga and I think I’m the last one. Jadi mereka semua yang masuk ke dalam gua ini tidak ada satuun yang keluar dengan selamat. Cuma dia yang tersisa, Teman-teman. Dan ketika dia mau turun kayaknya udah dia enggak kuat. Huh, apa lagi tuh? Ih, kaget lagi. Jump scare dalam GB 1 ini sih tidak terduga ya. GG loh, Teman-teman. Tapi kadang-kadang ngeselin aja jump scare-nya. Ini gua udah terlalu dalam gak sih? Oke, kita menemukan suatu jalan keluar. Oh, bukan Victor, apa yang terjadi? Oh, Victor di depan sana, Guys. Dia masuk ke dalam kah untuk mencari gua? Kok di depan sana ada tengkorik? Jangan bilang itu adalah pala korbannya, Guys. Banyak banget berarti ya yang ikut ekspedisi ya. Apa tuh? Game over. What do you mean game over? 1 2 3 4 5 6 en orang ya. Ih, gua harus gimana, Guys? Gua gak bisa nunduk loh. Masalahnya jangan bilang gua harus matiin lampunya. Sabar ya, sabar ya. Sabar ya. Jangan dilihat. Jangan dilihat. Paranoya. Gua mendapatkan achievement paranoya. Astaga, aku kira kamu sudah mening, Soy. E, apa yang terjadi? Aku mendengarkan suara teriakanmu. Ketika aku sampai di sini, kamu sudah terbaring di eh ground di lantai. Aku kira aku melihat kamu. Tapi sudahlah, lupakan saja. Aku cuma pengen keluar aja dari gua ini. Ya udah, ayo aku bantu. Space to get up. Mencurigakan juga sih si Victor Victor ini, Guys. Tapi masalahnya dia membantu kita untuk keluar dari sini. Masih ada suara-suara yang mencurigakan, ya. Wow, kita bisa keluar, loh. Sedangkan orang yang camping di sini sama sekali tidak bisa keluar. Lah api yang gua nyalakan mati lagi nih. Dulu enggak sih? Nyalain. Lihat tuh si Victor ke mana Victor? Ohow Victor kok dia diam di sini doang? Oh, astaga dia nungguin gua, Guys. Guanya terlalu jauh. Gua kirain apaan. Victor, Victor. Hah? Kenapa? dengan tempat ini, Victor. Ya, pergunungan ini memang menyembunyikan suatu rahasia lah yang tidak pernah ada orang yang bisa mengungkapnya. Sudah 30 tahun semenjak aku terakhir kali ke sini dan mungkin saja I probably would never have return if it weren’t for you. Jadi, mungkin saja aku tidak akan kembali lagi ke sini kalau itu bukan untuk kamu. Wow. Keberanian kamu dan determation kamu membuat aku ingin mendaki gunung ini lagi. Tetapi mungkin kamu tidak akan menemukan jawaban apa yang kamu cari. Banyak orang yang tidak bisa. Ya, mungkin kamu benar, Victor. Tapi, but I will go to the end. Tapi aku akan meneruskan ini sampai terakhir. Mungkin masih ada beberapa clue lah untuk mencari tahu apa yang terjadi terhadap mereka. Hmm, benar-benar kokoh sekali ya. Ya udah kalau begitu kita harus jalan lagi. Kita harus menemukan e tempat yang baik untuk men-setup camp kita. Tapi bukannya semuanya berakhir di sini ya, di goa ya, Guys? Iya enggak sih? Katanya kan dia adalah satu-satunya orang yang terakhir. Kenapa kita harus mau melanjutkan perjalanan kita di sini? Udah cukup enggak sih? Kita bisa menemukan catatannya. Kita bisa tahu jawabannya kalau misalnya tersisa satu orang aja dan ya semuanya meningsoy. Tapi kita coba terusin aja siapa tahu aja ada jawaban ya. Sabar. Tenang, tenang. Tinggi-tinggi sekali. Gua harus lebih teliti juga ya. Kadang-kadang tuh voice meternya nyala dan gua gak boleh ngomong. Kalau enggak gua akan menjadi gila. Hah? Ikutin cahaya. Aku tidak percaya sama dia. Ada sesuatu yang salah. Mereka berbisik ketika aku berpikir bisa mendengarkan. Mungkin lebih baik untuk berjalan sendiri. kayaknya ada satu orang yang berjalan sendiri sih memisahkan memisahkan diri dengan kelompoknya dia karena dia udah enggak percaya lagi dengan leader. Leadernya mungkin udah berhalusinasi atau mungkin udah terkena something lah. Woi, saksofon. Eh, salah. Harmonika. Harmonika. Makan. Oke, makan dulu. Kalau gua jadi orang ini, Guys, kejadiannya udah 30 tahun yang lalu sih. Udah susah banget untuk ngetrack semua ini. Walaupun mungkin akan ada, tapi 30 tahun waktu yang sangat lama loh. Beberapa TRKS pasti udah hilang. Tapi hebatnya catatan-catatannya masih ada ya. Salah satu hiburan kalau di gunung. Gitar. Gitar kegedean. Harmonika aja sih. Harmonika sama beatbox. Ah, gua gak bisa. Kakekku bilang kalau misalnya eh suara harmonika itu mengusir evil spirit. Wow, keren banget. Kamu tuh bisa ya tiup harmonika seperti itu, tetapi makanannya enggak enak. Ya, kamu kan enggak bisa milih ya kalau udah di atas gunung ya. Aduh, emang kenapa dengan makanan kaleng ini? Oh, rasanya tidak enak. Kenapa? Apa yang kamu expect? Pizza. W. Yah, kalau misalnya kita bisa selamat dari sini, aku akan beliin kamu pizza deh. Wis lanjut ya, Guys. Menurut gua lagu itu menenangkan hati kita ya. Makanya kadang-kadang mengusir evil spirit kan karena suasana mood kita tuh jadi enak, jadi senang. Pamer dia, Guys. Skill main harmonika. Gua enggak bisa sih. Alat musik satu-satunya yang pernah gua mainin. Suling, piano, sorry, urgen ya. Eh, apa sih? Pianika. Pianika. Terus piano juga pernah. Udah itu aja. Hah, aku capek. Kayaknya aku mau tiduran. Ya udah, kamu juga harus istirahat ya. Oke. Oke. Aku akan e melihat sekitar terlebih dahulu di camping ini. Mungkin aku harus mencari beberapa clue lah tentang pendaki tersebut. Kamu enggak mau ngabisin makanannya. Aku akan e membuang makanan ini. Tapi it will be impossible to find untuk kita tidak bisa menemukannya lagi. Good night. Jangan terlalu jauh ya dari camping. Oke, good night. Here we go, my friend. Si Victor udah tidur dan sekarang kita sendirian aja di sini. Explore surrounding the cam. Oke, kita harus keliling-keliling terlebih dahulu. Kayaknya gua bisa mengambil kamera gua sih, cuma gua belum tahu aja buat apa. Apa nih? Lah. Makanan kalengnya ditaruh di sini enggak tuh? Tapi guys, kalau lagi di pegunungan, apa yang bisa kalian pilih? Uh, catatan. I no longer know what is dream or reality. Jadi, aku tidak tahu mana yang mimpi, mana yang realita. Nih, kita eh menghabiskan malam ini dengan melihat api tanpa kedip. Dia bilang dia mendengarkan suara dari salju ini bisik-bisik tentang namanya dia. Kita berusaha untuk tertawa, tetapi enggak ada satu orang pun yang merasa itu adalah sesuatu yang lucu. Aku cuma mau kembali aja. Tetapi Leonid memaksa kalau misalnya kita itu tetap harus ee mencari sesuatu yang lebih besar. Kalau memang itu benar, aku harap itu benar-benar sangat worth it lah apa yang kita kehilangan. Olga. Hmm. Sebenarnya apa sih yang mereka cari ini? Kalau gua terlalu jauh gua meningsoy kayaknya, Guys. Iya, ya. Apa sebenarnya yang mereka cari, Guys, di pegunungan? Oh, pickaxe. Iya, siapa yang ninggalin itu? Berarti benar kan mereka tuh enggak sendirian, Guys. Iya enggak sih? Oh, aku melihat semacam ada tumpukan tuh. Tumpukan apa nih? Ini gunanya buat apa nih, Teman-teman? Terlalu jauh kalau gua ke sana. Explore. Masih explore the surrounding ya. Lah enggak ada apa-apa lagi nih, Guys. Apa yang bisa kita temukan lagi? Udah. Hmm. Sebentar ya, Teman-teman. Ini buntu sih. Gua gak bisa lanjut lagi berjalan. Ini doang nih yang mencurigakan banget, Guys. Tapi gua gak bisa ngapa-ngapain. Oh, wow. Aku menemukan tempat camping abandon camp terlihatnya seperti tua. Mau difoto, Guys. Ada orang yang lagi berjalan. Aku mendengarkan ada orang yang lagi berjalan, Guys. Take a photo about T. Oh, kita harus mengambil foto satu persatu ya. Tendanya kayaknya salah deh. Yap, betul sekali salah guys. Ada catatan. Ada catatan. Ada backpack orang tuh, Guys. Bentar ya, gua cek terlebih dahulu baru kita lanjutkan perjalanan kita. Sabar. Semoga kalian enggak pusing, Teman-teman. Please satu. Yes. Satu/2. Kita baca dulu. Nikolai kayaknya kehilangan kesadaran dia. Dia tiba-tiba tertawa terus jedotin kepala dan kita berusaha untuk menghalangi dia. Tetapi dia menggigit tanganku. Kita semua lagi berada di eh age atau pojokan ya, Teman-teman. Dan dia kayaknya udah bukan diri dia lagi. When we woke up, ketika kita bangun dia sudah menghilang. Tapi ada beberapa footprints yang mengarah jauh dari camping kita. Dia pergi dan dia percaya kalau misalnya ada s sesuatu yang memanggil dia Mila. Catatannya si Mila, Guys. Seramnya seramnya. Duh, makin kedinginan lagi. Gua harus cepat-cepat, Guys. Habis ini kita kembali, ya. Oke, it’s done. Selesai semuanya, please. 2/2 loh. Kok enggak dua/2, Guys? Ini satu kan udah. Salah kah? Nih dari dekat nih. Atau jangan-jangan yang ini. I don’t know. Harus cepat. Harus dipercepat. Sudah semakin dingin, Guys. Please dong dua lah. Kok enggak bisa? Oh, udah udah udah udah, Guys. Udah hilang. Take a photo of frozen campf. Frozen campf. Ih, ada suara-suara di sebelah kanan tuh loh. Bikin gua Was. Frozen campfire. Yuk, bentar lagi yuk. Bentar lagi selesai yuk. Oke, sekarang kita mau tidur. Tidur, tidur, tidur. Kembali dengan cepat. Aku kedinginan di sini. Jadi kita mau tidur terlebih dahulu, ya. Huh. Hangatkan dulu, Teman-teman, badan kita supaya kita bisa tidur dengan baik ya. Huh. Gua jadi berimajinasi gitu loh kalau gua sendirian di tempat seperti ini. Oh iya, gua jadi ingat siapa yang suka ada di sosial media gitu loh, Guys, yang pakai kacamata yang dia suka naik gunung terus dia buat tempat tinggal. Jadi es-situ dipotong sama dia terus dibuat tempat tinggal di bagian bawah. Keren banget dia loh. Tuh itu benar-benar kayak YouTuber sendirian dan di alam. Aduh gua lupa lagi namanya. Dan katanya dia pensiun mau dilanjutin sama anaknya ya atau dikasih channelnya ke anaknya gitu lupa gua lupa. Dia punya YouTube channel juga tuh. Lupa. Aduh, namanya siapa lagi? Gua sering nonton. Udah mau jam . Waduh, udah mau sejam lagi, Guys, gua rekamannya. Oke, dia kedinginan, Guys. Sebentar lagi. The campfire went out. We are going to freeze. Campfire-nya udah mati kayaknya. Bentar lagi kita akan kedinginan, Guys. Gua cek video terlebih dahulu, ya. Apakah masih panjang game-nya atau sudah sebentar lagi? Cotate kuda Wow, ternyata game Tes Beyond The Tomb White Silence yang satu ini cukup panjang ya, Teman-teman. Gua kirain cuma dua part, ternyata akan menjadi tiga part. Jadi, kita akan teruskan lagi di next video ya, Teman-teman. Terima kasih banyak buat kalian semua yang udah nontonin gua bermain game yang satu ini. Perjalanan kita sudah semakin aneh karena kadang-kadang karakter kita tuh melihat sesuatu yang gak bisa dijelaskan dan berwarna merah. Kenapa itu terjadi? Kita temukan saja di next video ya, Teman-teman. Terima kasih banyak dan kita akan bertemu lagi di next video. Thank you so much. Bye bye. W

Perjalanan kita semakin berbahaya di game Tales Beyond The Tomb White Silence yang satu ini, karena udaranya semakin dingin, dan perjalanannya semakin terjal, karakter gw juga sekarang sudah mulai nggak beres suka berimaginasi sendiri hmm…
#MiawAug #horror #talesbeyondthetomb #Whitesilence #horrorgame

Game : https://store.steampowered.com/app/3655960/Tales_Beyond_The_Tomb__White_Silence/

Video Tales Beyond The Tomb Playlist : https://www.youtube.com/playlist?list=PL7Kldd0cHcR-o2KOL4HWojPn_gIVhibai

Mau Kepoin gw di Social Media ? Kesini aja, ada Link IG FB Tiktok DLL
https://msha.ke/miawaugyt

Untuk Email Bisnis kalian bisa masukan di
Email ► miawaug@ gmail [.]com

Thanks Guys….

Intro Music :
– Mark G – Never Let You Go
– Support Mark G:
https://fanlink.tv/markgneverletyougo

https://www.instagram.com/markgtheartist