RATUSAN TENTARA IDF MULAI MENYERAH, SEGERA DITARIK DARI GAZA! Netanyahu Terancam Dijatuhkan
[Musik] Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar. Setelah perjuangan panjang yang melelahkan, Hamas dan kelompok militan dalam poros perlawanan akhirnya mulai melihat titik terang dalam mempertahankan tanah Gaza dari penjajahan Israel. Kini harapan akan kemenangan mulai terasa nyata. Perang yang memakan waktu dan korban begitu besar itu tampaknya akan segera berakhir. Kabar gembira pun cepat menyebar ke seluruh penjuru Palestina. Pasalnya, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu secara mengejutkan sepakat untuk menarik mundur pasukan Israel di fence forces dari wilayah Gaza serta mendorong diberlakukannya gencatan senjata permanen. Bagi sosok sekeras kepala Netanyahu, ini tentu langkah besar bahkan tak terbayangkan sebelumnya. Ia yang selama ini dikenal tak segan melancarkan aksi brutal, kini mulai melunak setelah serangan di Gaza menewaskan lebih dari 58.000 Ibu jiwa. Pertanyaannya sekarang, apa yang membuat Netanyahu berubah sikap? Apakah akhirnya mereka sadar bahwa Hamas bukanlah lawan yang bisa mereka tundukkan dengan kekerasan? Tak bisa dipungkiri, pasukan IDF memang dibekali persenjataan canggih dan pelatihan militer kelas atas. Tapi di medan perang, keunggulan teknis itu tak selalu jadi penentu. Karena nyatanya dengan senjata seadanya dan strategi yang penuh akal, Brigade Alkasam, sayap militer Hamas justru berhasil menorehkan kemenangan demi kemenangan. Sejak pecahnya perang pada 7 Oktober 2023 lalu, mereka telah menewaskan sedikitnya 8 nonusuh personel IDF termasuk tentara aktif, perwira hingga prajurit cadangan. Kalau kalian ingin melihat sendiri bagaimana aksi militan Alkasam yang tak tertandingi, video ini wajib disaksikan. Di situ terlihat jelas upaya penyergapan yang dilakukan terhadap pasukan IDF yang tengah mengoperasikan alat berat untuk merobohkan bangunan di kawasan Abasan Alkabira wilayah timur Khan Yunis, Gaza Selatan. Yang mengejutkan pasukan IDF saat itu benar-benar ceroboh. Mereka bergerak tanpa pengawalan. seolah tak memperhitungkan risiko di zona perang. Kesempatan itu tak disia-siakan oleh Alkasam. Dengan perhitungan yang matang, mereka melancarkan serangan mendadak untuk menghentikan operasi tersebut. Hasilnya, dua anggota IDF yang mengoperasikan ekskavator tewas di tempat. Sementara Alkasa menyita sejumlah senjata yang ditinggalkan di lokasi. Biasanya pasukan militer dari negara manaun akan memilih menggunakan RPG7 dari jarak jauh. Saat berhadapan dengan tank, tidak ada yang cukupan yang cukup nekad untuk mendekatinya secara langsung, tapi pasukan Alkasam justru melakukannya. Dalam salah satu video yang beredar terlihat bagaimana mereka mendekati sebuah tank merkava milik IDF yang sedang aktif di medan tempur. Tanpa rasa gentar, salah satu pejuang melemparkan bom tepat di bawah turet, bagian paling lemah dari tank tersebut. Ledakan yang dihasilkan langsung menghancurkan tank itu dalam sekejap menjadikannya tumpukan baja tak bernilai. Awak yang berada di dalamnya pun tak ada yang selamat. Serangan seperti itu ternyata bukan kejadian langka. Faktanya taktik berani Brigada Alkasam sudah sering kali dilakukan dan terus menimbulkan kerugian besar bagi pasukan IDF, terutama kehilangan banyak tank. Dalam rekaman video ini misalnya terlihat dua tank Israel tengah beroperasi di wilayah Gaza. Tanpa mereka sadari pergerakan mereka sudah lama dipantau oleh Alkassam. Salah satu tank pun menjadi target serangan rudal dan berhasil dilumpuhkan. Melihat satu tank berhasil dihancurkan, seorang pejuang Alkasam kemudian bergerak mendekati tank lainnya dan melemparkan bom langsung ke dalam palka. Hanya dalam hitungan detik, ledakan besar pun terjadi mengakhiri perlawanan dari dalam tank IDF tersebut. Aksi penyergapan yang sangat terencana juga terlihat dalam video ini. Brigade Alkasam menanam sejumlah bom rakitan di salah satu jalur strategis di Gaza. Setelah semua dipasang, mereka menunggu waktu yang tepat, yaitu saat konvoi IDF melintasi jalur tersebut. Ketika kendaraan militer Israel melintas, bom pun diledakkan. Ledakan itu menciptakan kekacauan dan membuka peluang besar bagi Alkasam untuk melancarkan serangan dari jarak dekat. Serangan yang presisi dan taktis ini jadi bukti kecerdikan militer mereka di lapangan. Israel sempat mengira bahwa kekuatan Hamas kini sudah melemah. Namun kenyataannya sayap militernya masih punya kemampuan tempur yang solid. Bahkan cukup untuk melakukan serangan balik yang mengejutkan. Contohnya dalam video ini, Brigad Alkasam berhasil mengidentifikasi posisi pasukan IDF di Han Yunis. Setelah mengetahui titik keberadaan musuh, mereka segera mengerahkan mortir standar kaliber nama Blemer untuk menghantam posisi tersebut. Meski belum dapat dipastikan apakah serangan itu menimbulkan korban jiwa, namun satu hal jelas serangan itu berhasil memukul mundur pasukan Israel dari wilayah Khan Yunis. Masih dari wilayah Kananyunis, Brigade Alkasam kembali menunjukkan eksistensinya di medan perang. Kali ini mereka melancarkan serangan terhadap alat berat milik IDF yang dikawal oleh tank Mercava. Berbeda dari serangan sebelumnya yang menggunakan RPG7 atau bom rakitan, kali ini sayap militer Hamas menggunakan roket type 63 kaliber 107 mm buatan Tiongkok. Yang menarik, Alkasam tidak memerlukan peluncur khusus untuk menembakkan roket tersebut, namun tetap mampu mempertahankan akurasi tembakannya. Roket itu diarahkan ke lokasi yang diyakini sebagai markas komando dan pusat kontrol baru milik IDF di bagian utara Kananyonis. Hasilnya serangan tepat sasaran. Ini menjadi bukti bahwa meskipun hanya mengandalkan senjata seadanya, Alqasam tetap mampu menggempur kekuatan militer Israel. Tak hanya andal dalam serangan langsung, Brigada Alkasam juga memiliki unit penembak jitu. Salah satu buktinya bisa disaksikan dalam video ini. Seorang penembak Alkasam terlihat bersiap melancarkan tembakan dengan senapan sniper buatan sendiri. Dengan ketenangan dan presisi, tembakan itu diluncurkan dan satu lagi personel IDF tumbang di medan tempur Gaza. Kerugian yang harus ditanggung Israel dalam pertempuran melawan Hamas sudah sulit dihitung. Bukti paling nyata bisa dilihat dalam rekaman ini. Sebuah tank merkava tampak tengah beroperasi di wilayah Kanyonunis. Menyadari hal itu, pejuang Alkasam langsung bergerak cepat. Mereka berhasil menempatkan bom berkekuatan tinggi di dekat tank tersebut. Begitu waktu yang tepat tiba, bom pun diledakkan. Ledakannya sangat dahsyat. Cukup untuk memastikan bahwa tank merkava itu tak lagi bisa digunakan. Begitu juga dengan pasukan IDF yang ada di dalamnya. Dan kalau kalian merasa serangan-serangan sebelumnya belum cukup berani, maka video ini akan membuat kalian berpikir ulang. Bayangkan saja pasukan Alkasam mendekati kendaraan pengangkut personel number yang diketahui membawa sedikitnya 15 tentara IDF. Bukan hanya mendekat, mereka bahkan melemparkan bom langsung ke dalam palka kendaraan tersebut. Hasilnya tujuh tentara IDF tewas di tempat. Sementara delapan lainnya mengalami luka serius. Serangan ini sekali lagi memperlihatkan bahwa dengan keberanian dan strategi yang matang, senjata seadanya pun bisa menjadi ancaman nyata. Dan Hamas kembali membuat Israel menelan kerugian besar, baik dari sisi personel maupun perlengkapan tempur. Isu soal melunaknya sikap Netanyahu belakangan ini memang ramai diberitakan oleh berbagai media di Israel. Perdana Menteri tersebut dikabarkan mulai bersedia berkompromi khususnya terkait penarikan pasukan IDF dari wilayah Poros Morak. Koridor Morak sendiri merupakan area strategis yang membelah jalur Gaza. Memisahkan kotak Hanyonis dan Rafa. Namun keputusan untuk menarik pasukan dari sana bukanlah tanpa alasan. Faktanya, langkah ini merupakan bagian dari upaya Netanyahu untuk mencapai kesepakatan dengan Hamas. Dan kesepakatan itu adalah gencatan senjata. Berbeda dari sikap keras sebelumnya, Netanyahu kali ini justru mendorong agar gencatan senjata antara Israel dan Hamas bisa berlangsung secara permanen. Tak hanya itu, ia juga berharap agar separuh dari para sandera bisa dibebaskan sebagai imbalan dari gencatan senjata awal selama 60 hari. yang kemudian akan dilanjutkan menuju gencatan senjata permanen. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Netanyahu dalam sebuah video berdurasi 4 menit. Perubahan sikap Netanyahu dalam menentukan arah perang tampaknya tak lepas dari berbagai tekanan, baik dari dalam negeri maupun dari dunia internasional. Tekanan yang mendesak pembebasan para sandera sesegera mungkin. Di sisi lain, banyaknya korban jiwa dari pihak militer Israel dalam bentrokan dengan Hamas termasuk pasukan IDF kemungkinan menjadi pukulan telak yang menyadarkan Netanyahu. Kelompok militan di Gaza bukanlah lawan yang mudah ditaklukkan. Terlebih lagi kini semakin banyak tentara cadangan IDF yang menolak untuk kembali dikerahkan ke Gaza. [Musik]
Setelah perjuangan panjang yang melelahkan, Hamas dan kelompok militan dalam poros perlawanan akhirnya mulai melihat titik terang dalam mempertahankan tanah Gaza dari penjajahan Israel. Kini, harapan akan kemenangan mulai terasa nyata. Perang yang memakan waktu dan korban begitu besar itu, tampaknya akan segera berakhir.
Kabar gembira ini pun cepat menyebar ke seluruh penjuru Palestina. Pasalnya, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, secara mengejutkan sepakat untuk menarik mundur pasukan Israel Defense Forces dari wilayah Gaza, serta mendorong diberlakukannya gencatan senjata permanen.
Bagi sosok sekeras kepala Netanyahu, ini tentu langkah besar—bahkan tak terbayangkan sebelumnya. Ia yang selama ini dikenal tak segan melancarkan aksi brutal, kini mulai melunak, setelah serangan di Gaza menewaskan lebih dari 58.000 jiwa.
Pertanyaannya sekarang: apa yang membuat Netanyahu berubah sikap? Apakah akhirnya mereka sadar bahwa Hamas bukanlah lawan yang bisa mereka tundukkan dengan kekerasan?
#polemik #berita #polemiknews
For business inquiries please contact : polemikchannel@gmail.com
Menjalin diskusi atau perdebatan sengit yang diadakan di media massa berbentuk video dan tulisan. channel Polemik digunakan untuk menyangkal atau membongkar kasus dari berbagai pandangan. mari kita diskusi video ini di kolom komentar.
DISCLAIMER: Disclaimer Copyright Under Article 107 of the Copyright Act 1976, allowances are made for “fair use” for purposes such as criticism, comments, news reporting, teaching, scholarships, and research. Fair use is the use permitted by copyright laws that may be violated.This video is for entertainment only. No copyright violations are intended. All rights to clips and music belong to their respective owners.
For copyright matters please contact us at:
polemikchannel@gmail.com