Ini Reaksi Abraham Samad saat Terseret Kasus Ijazah Jokowi | Sindo Sore | 18/07
Menteri Pertanian Amran Sulaiman buka-bukaan akan masalah beras oplosan di DPR RI. 11 oknum di Kementan diduga terlibat dalam peredaran beras oplosan. [Musik] Pemerintah terus mengusut dugaan kecurangan dalam penjualan beras yang diperkirakan telah merugikan masyarakat hingga Rp99 triliun per tahun. Praktik beras oplosan ini pun melibatkan sejumlah perusahaan besar. Dalam rapat di DPR RI, anggota DPR meminta Kementan serius tangani masalah beras oplosan. Mentan pun diminta untuk tidak pencitraan. Enggak mau lagi mengadres masalah itu e dengan cara-cara pencitraan saja. Sekali lagi, you are smart eh minister gitu. Kita duduk bersama gitu, kita harus address pada akar masalahnya, Pak. Kasihan bangsa ini, Pak. Pengangguran membeludak. Kemiskinan kalau menang dunia 68% gitu. Bapak orang kecil, saya orang kecil, orang nelan, Pak. Di lapang tuh benar-benar mendita rakyat ini. Kalau sekali lagi, kalau pemerintah cara bekerjanya hanya hangat-hangat ayam, setelah diliput TV itu sudah selesai, itu ee berdosa kita semua. Pernyataan ini langsung dibanta Menteri Pertanian, Amran Sulaiman. Bahkan ia buka-bukaan telah menindak 11 oknum di Kementerian Pertanian yang diduga terlibat peredaran beras oplosan. Yang kedua bukan pencitraan Pak tahu Pak 11 kami hukum tersangka isilon 2 di tempat kami DPO sekarang. Jadi bukan sampai untuk supaya dikenal publik Pak yang tersangka minyak goreng 20 Pak. Popo palsu t sekarang nih. Ini kami sudah kirim semua 212 ke kapori langsung tertulis. Nanti Pak Aris terima kasih Pak Ketua. Kami laporkan tertulis juga sampaikan itu paling bagus. Kami sudah menyurat ke jaksaagung ke Kapolri bukan pencitraan Pak. Hingga saat ini Satgas Pangan Polri telah memanggil tujuh perusahaan besar yang menjadi produsen beras premium hingga medium. Lima di antaranya sudah menjalani pemeriksaan. Sat gas pangan pun pastikan proses hukum tak akan ganggu distribusi dan memicu kelangkaan beras di masyarakat. Tim liputan INWS melaporkan. Mantan Rektor UGM Prof. Sofan Effendi mendadak menarik semua pernyataannya terkait ijazah sarjana presiden ketu Joko Widodo. Informasinya dan dialognya akan hadir usai jedah berikut ini. [Musik] Pengadilan Negeri Solo, Jawa Tengah kembali menggelar sidang lanjutan peninjauan kembali atau PK terkait kasus ijazah palsu Presiden ketuuh Republik Indonesia Joko Widodo. Penggugat sekaligus terpidana kasus pencemaran nama baik Bambang Tri Mulyono dihadirkan secara daring. [Musik] Sidang berlangsung di Pengadilan Negeri Solo, Jawa Tengah dan beragendakan pembacaan tanggapan atas argumentasi jaksa penuntut umum. Didampingi kuasa hukumnya, Bambang hadir secara daring melalui video conference dari Lapas Kelas 2A Sragen kerja sama antara e pembantuan dengan ee Gus Gus Nur. Nah, sedangkan ee dia hanya di ee wawancarai. Nah, itulah yang digunakan oleh pengadilan tingkat pertama tingkat banding dan Mahkamah Agung itu untuk ee melakukan interpret eh melakukan penafsirannya. Sebelumnya Babang Tri Mulyono terpidana kasus ujaran kebencian terkait tudingan ijazah palsu Jokowi di vonis 6 tahun penjara. Use mengajukan kasasi hukuman Bambang dipangkas menjadi 4 tahun penjara. Kasus bermula saat Bambang membahas soal ijazah palsu Jokowi dalam siaran podcast di YouTube Gus Nur 13 Official. Milik terpidana lain Sugi Nur Raharja atau Gus Nur. Bambang dan Gus Nur kemudian dilaporkan ke polisi oleh seorang pria bernama Dodo Ahmad Baitlowi. Dari Slow, Jawa Tengah, Septiantoro melaporkan. Abraham Samad terseret dalam kasus tudingan ijazah palsu Presiden ketujuh Republik Indonesia Joko Widodo. Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi periode 2011-2015 itu menegaskan dirinya tidak ada kaitannya dengan kasus tersebut. [Musik] Kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke7 RI Joko Widodo yang ditangani Polda Metro Jaya memasuki babak baru setelah statusnya dinaikkan ke tahap penyidikan. Dalam surat pemberitahuan dimulainya penyidikan SPDP, tertera nama pelapor dan para terlapor, salah satunya adalah Abraham Samad. Namanya masuk dalam daftar 12 orang terlapor atas dugaan fitnah dan pencemaran nama baik yang dilaporkan Jokowi. [Musik] Terkait hal itu, Abraham Samad menegaskan dirinya tidak ada kaitannya dengan kasus tudingan ijazah Jokowi. Sementara itu, kini Abraham Samad tengah berada di Australia sehingga tidak mengetahui adanya surat panggilan polisi guna pemeriksaan. Tim liputan IWS melaporkan. [Musik] Ya, setelah membuat heboh karena pernyataannya, mantan Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. Sofyan Effendi mendadak menarik semua pernyataannya terkait ijazah sarjana Presiden ketujuh Jokowi. Dalam surat pernyataannya, Sofyan Effendi juga meminta maaf. Tidak hanya menarik semua pernyataannya, Sofian Effendi juga meminta maaf kepada semua pihak yang disebutkan dalam wawancara. Dalam surat pernyataan yang ditandatanganinya, Rektor UGM tahun 2002 hingga 2007 ini memohon agar wawancara dirinya terkait ijazah S1 Presiden keet7 Jokowi dalam kanal YouTube ditarik dari peredaran. Sebelumnya mantan Rektor Universitas Gajah Mada, Sofyan Effendi menyampaikan sejumlah pandangannya mengenai polemik ijazah kuliah presiden ke-7 RI Joko Widodo. Dalam video dengan judul mantan rektor UGM buka-bukaan, Sofyan Effendi menegaskan bahwa Jokowi tidak pernah lulus sarjana Fakultas Kehutanan karena IPK-nya kurang dari dua. Profesor itu ee dan mantan dekan juga. Matan dekan keutan tahun 2 tidak lulus ee di dalam penilaian dia karena ada empat semester itu ya Prof ya penilaian ada empat semester dinilai dinilai kira-kira 30 mata kuliah lah ya iya itu dinilai dia indeks prestasinya enggak mencapai berarti sesuai dengan statement Pak Jokowi di UII yang disaksikan oleh Profesor Mahfud MD juga ya Pak mengaku IPK-nya nya dua di bawah di bawah dua di bawah dua ya oke oke lanjut Prof lanjut ya itu ada saksinya Pak Pak Mas Mahfahud Iya dan Pak Buya Syafi’i juga yang mendengar I dan kemudian itah juga saya lihat di dalam ee ee apanya di ee apa yang polisi itu polisi yang data ee transkrip nilai Prof. Ah, transkrip nilai atau registrasi gak? Transkrip nilai. Transkrip nilai. nilai itu juga ee yang ee yang ditampilkan saat yang ditampilkan oleh apa itu dia kan anu hanya apa itu IPK-nya yang yang menurut IPK-nya IPK-nya itu enggak enggak sampai enggak sampai dua kan ya itu dan karena itu dia ee kalau kalau sistemnya benar karena dia ikut anu ee itu ada waktu itu masih ada ee sarjana sarjana muda dan doktoral. Jadi dia tidak lulus sebagai tidak qualified untuk itu di di do. Selain meminta maaf kepada semua pihak, Sofan Effendi juga berharap agar wacana tentang ijazah dapat diakhiri. Yeah.
Abraham Samad, mantan Ketua KPK, mengaku heran setelah namanya tercantum sebagai salah satu terlapor dalam kasus fitnah soal ijazah Jokowi. Dia menegaskan tidak terlibat dan menyebut hal ini sebagai potensi bentuk kriminalisasi.
Selengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/
Follow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9lDjk90x30mpm5Vy14
Follow our Official TikTok sindonews
Follow our Official Twitter officialinews_
Like our Official Facebook officialinews
Follow our Official Instagram officialinews
Dapatkan sajian berita dan liputan langsung peristiwa terkini secara cepat dan akurat di:
https://www.inews.id/ untuk berita dari daerah-daerah di seluruh Indonesia
https://www.okezone.com/ untuk berita-berita sports dan gaya hidup
https://www.sindonews.com/ untuk berita-berit a politik dalam dan luar negeri
https://www.idxchannel.com/ untuk berita-berita pasar saham dan ekonomi
#SindoSore