Dukungan Mengalir untuk Guru Madrasah yang Dipaksa Bayar Denda Rp 25 Juta #Beritasatu

Kita beralih ke informasi lain pemirsa. Usai kisaja viral karena terpaksa jual motor untuk membayar tuntutan orang tua murid. Guru Madrasah Dinia Zudi kini banjir dukungan. Dukungan kini datang dari sesama guru Madrasah Dinia sekupaten Demak yang kemudian memberikannya bantuan agar tidak perlu menjual motornya untuk membayar denda. Baru-baru ini, Jagat Maya dihebohkan dengan kisah seorang guru madrasah dinia di Demak, Jawa Tengah yang harus merelakan motornya dijual demi membayar uang tuntutan dari orang tua murid sebesar Rp25 juta. Tuntutan itu dilayangkan orang tua murid usai guru Madrasah Raudilatul Mualimin di Desa Jatirjo bernama Ahmad Sudi itu menampar anaknya. Sempat berakhir damai usai dimediasi kepala madrasah pada Mei lalu. Namun berselang 3 bulan kemudian, orang tua murid didampingi polisi mendatangi Guru Zuhdi menyerahkan surat pemanggilan resmi dan tuntutan membayar ganti rugi senilai Rp25 juta. Sontak hal ini membuat guru Zudi kaget dan terpaksa menjual motor yang sehari-hari ia pakai untuk mengajar. Kisahnya pun viral di media sosial dan memicu beragam reaksi wargaet. Tak sedikit pula yang menyayangkan tindakan orang tua murid yang menuntut guru Zuhdi. Usai kisahnya viral, guru Zuhdi pun banjir dukungan. Puluhan guru Madrasah Diniah Kabupaten Demak pun mendatangi dirinya untuk memberikan dukungan Moril. Zudi pun bercerita jika maksudnya bukanlah untuk tindak kekerasan, melainkan mendidik siswanya yang telah berbuat salah. Namun sayang diartikan berbeda oleh orang tuanya. Kularun biasa masoten 30 tahun ono sing motenas. Tak hanya itu, Guru Zuhdi juga mendapat bantuan dana hasil patungan para guru madrasah diniah sekabupaten Demak dan bantuan ketua DPRD Demak sehingga dia tak jadi menjual motornya untuk membayar tuntutan ganti rugi. Ketua DPRD Demak pun menyayangkan tuntutan terhadap Guru Zuhdi dan menilainya sebagai bentuk kriminalisasi. Pukulan pahit bagi kita. Kita berharap bahwa ini menjadi pembelajaran buat kita semua. Jangan ada lagi kriminalisasi terhadap guru kita, terhadap kiai kita. Dan persoalan yang terjadi di madrasah, di maahad. Saya kira terkadang persoalan-persoalan yang sewajarnya antara guru dan murid. Tetapi ini kemudian dibesar-besarkan apalagi sampai ada timbul ancaman bahkan denda yang sangat tidak kita inginkan. Ia pun mengajak masyarakat untuk menyikapi persoalan di dunia pendidikan secara arif dan bijaksana agar kejadian pelaporan ini tak terulang lagi. Jemaah Berita 1 Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Yeah.

Usai kisahnya viral karena terpaksa jual motor untuk bayar tuntutan orang tua murid, Guru Madrasah Diniyah Zuhdi kini banjir simpati. Dukungan datang dari sesama guru madrasah diniyah se-Kabupaten Demak yang kemudian memberikannya bantuan agar tak perlu menjual motornya untuk membayar denda.
#viral #gurungaji #guruzuhdi #demak #denda #sepedamotor #beritasatusore #SaatnyaIndonesiaBerbenah #WajahBaruBuniverse

Pastikan kamu subscribe dan aktifkan juga tombol lonceng untuk mendapatkan notifikasi video terbaru dari BeritaSatu.

—————————————————————————————————————————
Kunjungi juga social media channel kami :

Official Website: https://www.beritasatu.com
Whatsapp : https://whatsapp.com/channel/0029Vb2lVmJJJhzSSEkLN30K
Twitter : https://twitter.com/Beritasatu
Facebook : https://www.facebook.com/beritasatu/
Instagram : https://www.instagram.com/beritasatu/
Tiktok : https://www.tiktok.com/@beritasatuofficial

__________________________________________________________________________________