Blak-blakan! Dedi Mulyadi Tak Sepakat dengan Makan Gratis di Pernikahan Putranya

Karena lihat kerumunan akhirnya ikut bersama kerumunan itu. Anak SMP tadi niatnya mau beli peralatan sekolah tapi lihat orang ngumpul jadi ikut. Jadi ya kunjungan hari ini mereka sudah berangsur membaik ya dan warganya ada warga Garut, ada warga Bandung, ada warga Jakarta yang memang sengaja datang ke Garut dan kemudian secara umum mereka itu enggak tahu ada acara makan siang bareng itu karena lihat kerumunan akhirnya ikut bersama kerumunan itu. Anak SMP tadi niatnya mau beli peralatan sekolah tapi lihat orang ngumpul jadi ikut. Jadi sebenarnya kebanyakan ikut berkumpul tanpa niat untuk menghadiri acara ya sebagian. Tapi mungkin sebagian besar juga berniat menghadiri acara. Jadi total ada berapa, Pak? Yang hari ini yang hari ini dirawat delan ya. Delapan. Delapan. Sudahunan belum, Pak? Sudah baik, sudah membaik dan tidak ada yang kritis. Kalau yang meninggal dunia, Pak, sudah dikunjungi bukan? Berapa jumlahnya? tiga ya sudah dikunjungi. Ketiga-tiganya kita sudah mengunjungi dan kemudian tadi saya bertemu dengan anak-anak dari keluarga besar anggota PORI yang meninggal dan seluruh anak-anaknya mulai hari ini menjadi anak asuh saya. Jadi dia di bawah tanggungan ee saya seluruh biaya hidupnya termasuk biaya ke depannya. Ada yang cita-cita pengin jadi akpol, ada ingin kuliah, semuanya saya tanggung. yang dirawatnya juga termasuk ya. Yang dirawatnya sekarang barusan sudah diberikan uang untuk ee selama dirawat karena dia kan dengan dirawat usahanya berhenti. Kita tadi nitip ya satu orang masing-masing R10 juta untuk e ya satu orang masing-masing R juta. Ini rangkai perawatan ditanggung ditanggung semuanya saya yang menanggung. Itu pribadi atau pribadi enggak ada pemerintah enggak ada cuma rangkaian rangkaian hajat. Jadi ya iya sebenarnya begini ini sebenarnya ya iya sebenarnya kegiatan ini sudah disampaikan ke saya dan saya melarang jadi saya ini ada Rijal waktu itu saya datang ketemu saya saya melarang saya hanya menyetujui dua kegiatan yang pertama adalah kalau kegiatan resepsi kemarin gitu kan karena memang itu direncanakan kemudian yang kedua karena saya punya tradisi berkeliling ketemu warga dan acara pribadi saya bertemu warga Garut yaitu malam ini yang saya setujui ya. Jadi ya dan sore hari ada undangan internal kepala desa khusus warga kepala desa Garut, Kepala Desa Karawang, Purwakarta Bekasi yang daerah pemilihannya aula dan kemudian yang acara makan bersama warga ini saya termasuk dua kali melarang. Saya bilang tidak boleh membuat kegiatan yang melibatkan warga karena nanti tidak akan bisa diprediksi jumlah yang hadir. Kemudian satu orang suka bawa tiga orang. Nah, itu saya tidak menyetujui sebenarnya. Ee kemudian peristiwa ini pun saya tadi tidak tahu adanya peristiwa kegiatan makan siang bareng warga ini saya tidak tahu. Makanya begitu terdengar emang ada kegiatan apa makan siang bareng warga. kan acaranya nanti malam dan sore sama kepala desa ternyata ada kegiatan kemudian ee ya sudahlah walaupun itu dilarang kemudian tanpa sepengetahuan orang tuanya tetap dilaksanakan sebagai orang tua harus bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukan oleh anaknya i-nya ini sopnya sudah betul saya tidak tahu kalau itu artinya ada di dalam randau kegiatan ee tersebut Pak Randon saya tidak tahu karena randon saya itu nih tanya di ee apa rondon saya itu hanya ke malam hari bertemu dengan warga ee yaitu pada kegiatan sekarang pagelaran seni biasanya saya datang jam 0.00 atau jam 0.00 Sehingga ketika ada peristiwa ini tadi saya bingung ada peristiwa apa. Oh ada orang ada yang meninggal terus kemudian ada jumlah orang banyak. Nah saya tidak tahu gitu loh. Jadi kemudian tetapi karena ini sudah terjadi ya saya harus bertanggung jawab dong gitu. Apa yang dilakukan oleh anak dan menantu itu adalah tanggung jawab saya. Sedikit kata-kata orang Garut Pak ya. Sedikit kata-kata untuk orang Garut. ya orang Garut ee kalau berkumpul dengan riang gembira jangan bertumpuk-tumpuk orang karena saya lihat dari tadi aja setiap saya turun orangnya banyak banget. Nah, ini saya ada Rizal yang waktu itu saya ada dia kan waktu itu mendampingi teman-teman IO ya, IO menemuin saya dan saya sudah pesan di depan dia pun sok silakan. Iya. Ee izin ee Ibu Bapak sekalian, sebetulnya Pak Gubernur sudah mewanti-wanti terkait dengan aktivitas mengumpulkan warga dan sebetulnya dengan beberapa pertemuan juga Pak Gubernur sudah mengingatkan terkait dengan hal itu. Dan pada pelaksanaan hari ini juga sebetulnya antisipasi sudah dilakukan dengan menurunkan personil kepolisian itu sampai mencapai 500 orang. Tetapi ya namanya musibah kita tidak pernah tahu dan ini juga jadi evaluasi yang sangat besar tentu untuk ee pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh keluarga Pak Gubernur dan saya menyaksikan beliau di beberapa pertemuan sudah mewanti-wanti akan hal itu karena jumlah tamu yang datang pasti tidak akan bisa diperkirakan dan ini memang ee tadi juga tidak terprediksi karena di jadwal ee perlu saya sampaikan kegiatan itu harusnya dimulai pukul .00 Tetapi dari sebelum jumatan itu sudah penuh memenuhi pagar ee pendopo dan setelah jumatan itu bertambah tumpukan masanya dari jemaah yang pulang dari ibadah salat Jumat sehingga tidak terprediksi dan pada saat itu juga aparat yang bertugas ee kewalahan sehingga terjadilah ee peristiwa dorong-mendorong yang akhirnya mengakibatkan beberapa warga Garut yang hadir itu ada yang tersenggol, terinjak dan mengakibat beberapa peristiwa yang cukup memperhatinkan bagi kita dan tentu ini adalah juga duka besar bagi kedua mempelai karena kedua mempelai juga tadi sudah saya antar langsung untuk menghadiri ee prosesi di rumah keluarga masing-masing sudah berkunjung ke rumah duka dan saat ini juga ee Pak Maula sedang berada di salah satu rumah ee keluarga korban dan meminta maaf secara langsung kepada seluruh warga Garut dan seluruh warga Jawa Barat. ini tidak pernah ada dalam prediksi kami. Kami sudah melakukan berbagai upaya berkoordinasi, mempersiapkan segala sesuatunya. Tetapi ini benar-benar musibah yang tentu dengan duka yang sangat mendalam, kami pun masih dalam suasana duka memohon maaf kepada seluruh warga Garut dan saya pastikan bahwa Pak Gubernur sejak awal memang sudah mengingatkan kepada kami dan saya menjadi saksi pertemuan di Melarang dan saya hadir di Lembur Pakuan waktu itu. Jelas sekali Pak Gubernur melarang karena sudah berpengalaman sekali ya warga itu kalau diberikan makanan gratis ngambilnya enggak satu, ada yang dua, ada yang tiga. Peristiwa dorong-mendorong. Mohon izin kami sangat berduka dengan peristiwa ini. Terus terang saya secara pribadi juga masih sangat berduka dan itu mungkin yang bisa saya sampaikan. Iya. Dan tadi secara personal ya kedua mempelai sudah menemui betul ee keluarga korban dan mereka menyampaikan santunan juga. Betul. Senilai Rp100 juta dan tadi juga saya menyampaikan santunan senilai Rp150 juta dari keluarga mempelai dan dari saya R250 juta totalnya. Nah, kalau dilarang berarti acara makan tadi itu dadakan atau gimana, Pak? Ya, kalau menurut keterangan Rijal dadakan. Dadakan, Pak. Dadakan. Kapan Rizal mulai disampaikan? Yang saya tahu itu kegiatan baru dipublikasikan tadi malam. Bapak yang minta siapa? Kalau iklan di TikTok itu Pak ya. Kalau di iklan di TikTok itu ada pemberitahuan kepada masyarakat ada telepon, ada nasi goreng ee itu sudah beredar di TikTok yang di mana itu? Di TikTok. Di TikTok beberapa hari lalu, Pak. Oh, itu gini. Jadi gini ini saya jelasin. Jadi konsep makan menyediakan makan untuk warga itu bukan tadi siang, yaitu di kegiatan kesenian gitu kan. di kegiatan kesenian malam itu saya waktu itu memberikan saran para pedagang yang biasa dagang kalau ada kegiatan kesenian saya itu dibayarkan saja. Jadi masyarakat makan nanti kita bayar gitu loh. Jadi tidak dalam bentuk disentralkan dalam kegiatan resepsi. Pak yang sudah pulang tadi, Pak ee bagaimana Pak semuanya yang semua yang di rumah sakit yang pulang kami memberikan ee uang untuk mereka beristirahat gitu loh ya. Pak kurangnya pengamanan gimana? Kurangnya pengamanan? Iya bukan bukan ranah saya kan bukan ranah saya itu event organizer ya. saya hari ini adalah bahwa saya sebagai orang tua dari kedua mempelai bertanggung jawab terhadap seluruh rangkaian musibah yang dialami. Tanggung jawab itu dibuktikan dengan satu membiayai seluruh pengobatan, memberikan e uang tunggu selama mereka sakit bekerja. Kemudian keluarga yang ditinggalkan meninggalkan anak saya bertanggung jawab pendidikannya sampai perguruan tinggi. Kemudian juga memberikan santunan pada keluarga korban dari keluar kedua mempelai R juta, dari saya R50 juta. Itu tanggung jawab kami sebagai orang tua dari anak-anak kami yang lagi menikah. Kalau begitu Iya-Aya tanggung jawab, Pak. Iya, itu bukan ranah saya. Tetapi juga silakan aja ranah-ranah pertanggung jawaban itu biarkan ranah kepolisian yang melakukan penyelidikan dan saya secara pribadi terbuka bersikap objektif, tidak akan menghalang-halangi. Dipersilakan ee Pores Garut untuk melakukan penyelidikan. Bagaimana apa yang menjadi latar belakang peristiwa ini, kelalaian siapa, siapa yang bertanggung jawab. Eh, saya sebagai orang yang sangat menghormati rule hukum dipersilakan, tidak akan menghalang-halangi. Pak, saya Riska Clarisa. Saksikan program-program Kompas TV melalui siaran digital, Pay TV, dan media streaming lainnya. Kompas TV, independen, terpercaya. Yeah.

GARUT, KOMPASTV – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan sedari awal tidak menyetujui adanya acara makan gratis di pernikahan putranya.

“Dan kemudian yang acara makan bersama warga ini, Saya termasuk dua kali melarang. Saya bilang tidak boleh membuat kegiatan yang melibatkan warga, karena nanti tidak akan bisa diprediksi jumlah yang hadir,” kata Dedi Mulyadi saat menjenguk korban luka di RSUD Dr Slamet, Jumat (18/7/2025).

Lebih lanjut Dedi Mulyadi menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan ke pihak kepolisian atas tragedi rangkaian acara penikahan putranya.

“Dan saya secara pribadi terbuka, bersikap objektif, tidak akan menghalang-halangi. Dipersilakan Polres Garut untuk melakukan penyelidikan. Bagaimana apa yang menjadi latar belakang peristiwa ini, Kelalaian siapa? Siapa yang bertanggung jawab? Saya sebagai orang yang sangat menghormati rule hukum persilakan, tidak akan menghalang-halangi,” jelasnya.

Video Editor: Galih

#dedimulyadi #garut #putradedimulyadi

Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini dan terlengkap, yuk subscribe channel YouTube Kompas TV Lampung!

Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari Kompas TV. Sahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: https://www.kompas.tv.