ALUTSISTA PEMUNGKAS IRAN SIAP DILUNCURKAN? Serangan Jilid 2 Akan Jadikan TEL AVIV SEPERTI GAZA!?

[Musik] [Musik] [Tepuk tangan] Ternyata serangan Iran yang bikin Israel kelimpungan dalam perang 12 hari kemarin belum apa-apa. Yang paling mematikan bahkan belum dimulai. Padahal bocoran laporan menyebut Netanyahu dan Trump diam-diam sudah sepakat Israel akan menyerang lagi. Targetnya tumbangkan rezim Iran dan lucuti program nuklirnya. Tapi kenyataannya gagal total. Ironisnya Israel baru tahu mereka bahkan gak bisa menemukan Kamenei meski sudah mencoba dua kali membunuhnya. Sementara Iran baru pakai sebagian kecil kekuatannya dan sekarang pasang jebakan dari tiga arah. Tonton sampai akhir karena aku bakal bahas rudal bawah tanah, proxi mililitan hingga satu senjata rahasia yang bikin Amerika gemetar. Inilah kesiapan militer Iran hadapi serangan baru dari Israel. Semuanya dimulai dari pernyataan mengejutkan dari pejabat senior Garda Revolusi Iran yang mengatakan bahwa dalam perang 12 hari melawan Israel, Iran baru menggunakan 30% dari total kemampuan tempurnya. Artinya, serangan ratusan rudal dan drone yang sukses menghantam infrastruktur militer Israel itu baru permulaan. Lebih mengejutkan lagi, Iran menolak permintaan bantuan dari sekutu-sekutunya seperti Hizbullah dan milisi Irak. Mereka memilih bergerak sendiri dengan strategi serangan presisi. Iran bahkan sudah tahu perang akan terjadi sejak 4 bulan sebelum konflik dimulai. Selama itu mereka menggandakan kekuatan militer dan cyber hingga lima kali lipat. Sistem pertahanan disiagakan, rudal dipindahkan ke lokasi aman, dan bahan nuklir strategis juga telah dievakuasi dari fasilitas seperti Natans. Ketika ditanya soal kerusakan akibat serangan Israel, para pejabat Iran menjawab dengan dingin, “Kami tidak takut. Fokus utama Iran saat ini adalah menghukum Israel dan itu berarti perang belum berakhir. Jika hanya dengan 30% kekuatan, Iran bisa mengguncang Israel selama 12 hari dan memaksa Amerika Serikat menggelontorkan lebih dari 800 juta dolar untuk mencegat serangan. Lalu bagaimana jika seluruh kekuatan Iran benar-benar dilepaskan? Iran bukan sekadar negara dengan pasukan militer biasa. Mereka adalah arsitektur peperangan modern dalam bentuk tersembunyi. Sejak bertahun-tahun lalu, Iran membangun kota-kota rudal, jaringan pangkalan bawah tanah yang tersebar di seluruh provinsi bahkan sampai di bawah pegunungan. Sistem ini dirancang untuk bertahan dari serangan nuklir sekalipun. Setiap portal peluncur rudal dijaga oleh beton ultra high performance, dikubur dalam batuan keras, dan dilapisi pelindung ledakan ganda. Konsep peluncuran ini pertama kali dibuka ke publik pada tahun 2020 saat Iran merasa ada ancaman serangan nuklir dari Presiden Trump yang sedang sekarat secara politik. Sistem ini sangat mirip dengan silo rudal balistik antar benua milik Amerika Serikat pada era 1970-an. Namun jauh lebih murah, efisien dan diterapkan secara real. Portal-portal rudal Iran tak hanya tersembunyi dari pengintaian satelit, tapi juga mampu menembakkan ratusan rudal besar dalam waktu singkat. Rudal-rudal itu diluncurkan menggunakan kereta bawah tanah otomatis yang bisa bermanuver dan mengisi ulang peluncur tanpa terdeteksi. Bahkan senjata presisi tinggi seperti Tom Haw dan F35 kesulitan menjangkau target ini. Pasukan Alqus sayap elit IRGC yang biasa bergerak di luar negeri belum sekalipun dikerahkan dalam perang 12 hari. Begitu juga angkatan laut Iran yang punya pangkalan bawah tanah di Teluk, kapal selam drone, rudal anti kapal, dan kemampuan menutup selat Hormus. Jalur 12% minyak dunia bisa memicu krisis energi global hanya dengan satu perintah dari Teheran. Iran juga menyimpan ribuan rudal balistik dan drone Kamih cadangan. Dan bahkan ada kabar bahwa Iran hanya mengerahkan kurang dari 5% kekuatan pertahanan udaranya terhadap Israel. Rudal jarak menengah hingga hypersonic sudah terbukti mampu menembus pertahanan Israel bahkan di bawah perlindungan sistem iron dome dan t milik Amerika Serikat. Seorang jenderal Iran menyebut bahwa kami bisa terus menyerang dengan kecepatan ini selama bertahun-tahun jika perlu. Yang lebih mencemaskan, sekutu-sekutu Iran belum login ke dalam medan perang. Hizbullah di Lebanon, kelompok-kelompok di Irak, dan bahkan hati di Yaman belum dikerahkan sepenuhnya. Sementara di Laut Merah, Haoti sudah menguasai jalur pelayaran, menyerang kapal dagang dan militer yang terafiliasi dengan Israel. Semua ini menunjukkan satu hal. Iran bukan lagi kekuatan regional. Mereka adalah kekuatan strategis global yang sadar akan titik-titik lemah musuh dan siap memanfaatkan momen. Maka pertanyaannya bukan lagi apakah Iran siap diserang, tapi apakah Israel siap diserang balik kali ini dengan kekuatan penuh. Iran bukan cuma negara yang dipersenjatai. Ia adalah negara muda yang menyimpan bara dalam dadanya dengan lebih dari 25% populasinya adalah anak muda usia tempur dan cadangan minyak dan gas bumi terbesar ketiga di dunia. Teheran punya dua bahan bakar utama untuk perang panjang, energi dan semangat. Mereka bisa bertempur di medan laga sambil tetap membiayai negaranya. Cadangan strategis ini menopang kemampuan militer Iran dalam jangka panjang. Dalam laporan yang bocor, penasihat senior IRGC menyatakan bahwa Iran sanggup menyerang Israel dan Amerika Serikat setiap hari selama 2 tahun tanpa kehabisan amunisi. Tidak heran jika Netanyahu dan Washington sangat berhati-hati dalam menyusun langkah selanjutnya. Dalam perang 12 hari lalu, 36 serangan rudal Iran berhasil menembus pertahanan Iron Dome dan Tun menghantam bukan hanya situs militer, tapi juga infrastruktur vital, kilang minyak, pembangkit listrik, rumah sakit hingga pusat riset Weman Institute. Salah satu serangan bahkan memicu kebakaran besar di kota Haifa, sementara lima pangkalan militer Israel termasuk pusat logistik dan intelijen dihantam tanpa sepengetahuan publik. Israel tak berkutik. Mereka bahkan tak tahu kapan rudal itu masuk. Ini bukan perang konvensional, ini pembalasan presisi. Lebih jauh Iran juga mengincar target eksternal. Pangkalan militer Amerika Serikat di Qatar, Bahrain, dan Uni Emirat Arab sudah masuk daftar pengawasan. Bahkan dalam skenario ekstrem, Iran disebut akan memanfaatkan kedekatannya dengan Venezuela untuk membuka jalur rudal jarak jauh langsung ke wilayah Amerika. Apakah itu berlebihan? Mungkin. Tapi di dunia pasca Gaza semuanya menjadi mungkin. Pakistan yang selama ini terlihat ambigu baru-baru ini memberikan sinyal keras jika Israel menyerang Iran dengan senjata nuklir, Islamabad akan membalas dengan nuklir juga. Meski dibantah pejabat sipil Pakistan. Pernyataan dari pejabat tinggi IRGC menunjukkan adanya komunikasi tingkat tinggi antar militer. Pakistan bukan sekadar penonton. Lalu ada Cina dan Rusia. Rusia diam-diam terus mengirim pesawat kargo ke Teheran membawa perlengkapan militer yang tidak diumumkan ke publik. Sementara Cina melalui pernyataan resmi Kementerian Pertahanan menyatakan siap membagikan teknologi J10C dan sistem pertahanan Q9 kepada negara-negara sahabat. Siapa yang dimaksud? Iran adalah kandidat terkuat. Korea Utara juga ikut buka suara. Jika Israel melanggar gencatan senjata, Pyong akan membantu Teheran. Retorikanya tajam. Dan kita tahu ketika Korea Utara bicara soal roket, mereka bicara serius. Di laut Hoti menguasai Laut Merah. Serangan ke kapal dagang dan sabotase terhadap rute logistik Israel terus berlangsung. Dalam jaringan resistensi regional, Hoti adalah tangan yang memblokir dunia dari barat. Kesimpulannya, Iran sudah siap. Siap dengan cadangan energi, pasukan muda, teknologi rudal, dan dukungan blok timur. Sementara Israel bahkan Amerika mungkin sedang menghadapi mimpi terburuknya. Perang besar yang tak bisa dimenangkan hanya dengan superioritas teknologi. Situasi antara Iran dan Barat kini berada di titik kritis. Menteri Luar Negeri Iran memberikan peringatan tegas. Jika Eropa mengaktifkan mekanisme snapback dalam JCPOA, maka hubungan diplomatik Iran Eropa bisa runtuh total dan takkan bisa diperbaiki lagi. Iran menegaskan bahwa satu-satunya topik negosiasi adalah nuklir dan tidak akan pernah membahas isu militer ataupun pertahanan. Ini sinyal keras bahwa Teheran takan menerima tekanan gaya lama. Di sisi lain, Iran tetap menyatakan komitmennya terhadap NPT dan kerja sama dengan IAEA. Namun kini dengan batasan yang ketat. Badan Keamanan Nasional Tertinggi akan menjadi pengatur baru dalam semua akses IAEA yang secara tidak langsung memperlemah transparan. Teheran mengakui bahwa ada pesan dari Washington yang menginginkan negosiasi ulang. Namun, Iran tidak terburu-buru. Mereka ingin kesepakatan baru yang menghormati hak penuh atas pengayahan uranium. Skenario eskalasi bisa pecah jika E3 atau Amerika Serikat memaksakan agenda nonuklir atau menekan dari sisi militer. Sebaliknya, deeskalasi masih mungkin terjadi jika Barat bersedia bicara dengan menghormati posisi Iran, bukan dengan mengancamnya. Yeah.

Ternyata serangan Iran yang bikin Israel kelimpungan dalam Perang 12 Hari kemarin… belum apa-apa. Yang paling mematikan bahkan belum dimulai. Padahal, bocoran laporan menyebut Netanyahu dan Trump diam-diam sudah sepakat: Israel akan menyerang lagi, targetnya: tumbangkan rezim Iran dan lucuti program nuklirnya. Tapi kenyataannya? Gagal total. Ironisnya, Israel baru tahu: mereka bahkan nggak bisa menemukan Khamenei, meski sudah mencoba dua kali membunuhnya. Sementara Iran? Baru pakai sebagian kecil kekuatannya, dan sekarang pasang jebakan dari tiga arah. Tonton sampai akhir, karena aku bakal bahas rudal bawah tanah, proxy militan, hingga satu senjata rahasia yang bikin Amerika gemetar. Inilah Kesiapan Militer Iran Hadapi Serangan Baru dari Israel.

For Support Channel Mbak Poppy..
🫣 👉https://sociabuzz.com/advdaftarpopuler/tribe
🫣 👉 https://saweria.co/daftarpopuler

For business inquiries please contact : adv.daftarpopuler@gmail.com
Follow kami juga disini:
👉 Facebook : https://www.facebook.com/daftarpopuler
👉 Twitter : https://twitter.com/DaftarPopuler
👉 Instagram : https://www.instagram.com/daftarpopuler/
👉 TikTok : https://www.tiktok.com/@daftar.populer

#DaftarPopuler menyajikan #informasi berupa kumpulan #kejadian dan #fakta di balik #peristiwa #tren #viral #unik dan #aneh di #dunia . Konten ini adalah video yang memiliki komentar orisinal dan sarat nilai pendidikan. Video kompilasi ini telah melewati berbagai riset dan pengolahan data berupa foto, video dan berita dari berbagai sumber yang dikemas dengan cara hitung mundur dan atau acak.

For copyright matters please contact us at:
adv.daftarpopuler@gmail.com

Disclaimer – Some contents are used for educational purpose under fair use. Copyright Disclaimer Under Section 107 of the Copyright Act 1976, allowance is made for “fair use” for purposes such as criticism, comment, news reporting, teaching, scholarship, and research. Fair use is a use permitted by copyright statute that might otherwise be infringing. Non-profit, educational or personal use tips the balance in favor of fair use.