AKU BEKERJA SEBAGAI PELAYAN RESTORANT NAMUN ADA YANG ANEH…. True Nightmare – Roadside Сafe

Selamat malam teman-teman semua. Balik lagi bersama gue Brando di channel Winda Basudara. Dan pada kesempatan di malam hari ini, Teman-teman, kedatangan sebuah game horor bertemakan restoran. Pelayan restoran. yang bertajuk enggak ada judulnya, Guys. Sebentar. Apa ini? This game has a free prolog that is recommended to play through before the main story. Game ini punya prolog yang direkomendasikan untuk dimainkan sebelum seti cerita utama. What? What do you mean, bro? What is that mean? Ada new game, ada play prolog, Guys. Play prolog dulu kali, ya. Coba coba play prolog dulu. Setuju enggak? Setuju, Bang. Kata Ilham. Coba-coba gua klik, ya. Play prolog, ya. Oh, ada dua, Guys. Yang ini yang prolog nih. Tuh. Eh, yang ini yang prolog nih, Guys. Tuh, true nightmare, ya. Judulnya True Nightmare. Roys. Road. Roadside Cave Cafe. Demo atau prolog? What the hell, guys? Satu game ada dua game di Steam dan ini yang prolognya, Teman-teman, ya. Gimana, Sung? Sung, gimana, Sung? Ya udah, gua akan mainin prolognya dulu, Teman-teman. Welcome buat Teman-teman yang nonton live dan teman-teman yang nonton replay. Jadi game ini bertajuk Tune Nightmare Roadide Cafe. Di mana ini pertama kali gua lihat game ada langsung dua sekaligus di Steam Prolog dan mungkin game utamanya. Dan ini adalah game horor serius yang dimainkan di atas jam 8.00 malam ya di hari Kamis. Jadi disclaimer anak kecil di bawah 15 tahun jangan nonton. So, sebelum kita mulai game-nya teman-teman, gua udah lama banget gak main game tema restoran. Kita sebut nama. Let’s go. Let’s go. Ada bang itu jadi waiter. Iya ada S, ada Fikri, ada Firman, ada Fadli, ada Asung, ada YB, ada Dea, ada Konto, ada Lodon, ada Mega, ada Lodon, ada Boc Cra, Bocil Absen, ada Aa, ada I, ada U, ada E, ada O, ada Deril, Sifan, Adit, Rampar, Erik, Radit, Tiara, Desmon, Arsya, Anis, Beran, Ardila, Jagat, Salma, Sofia, Jaison, Koirul, Yui, Jaka, Panglima, Anisa Siti dan Dava dan Kalisa dan maaf bocil yang tidak namanya ya. So, tanpa berlama-lama teman-teman, langsung saja kita mulai. True Nightmare Roadside Cafe dan ini ingat ya yang Prolog ada gameennya lagi yang di Steam gua harus mainin setelah prolognya. Aduh, prolognya berapa lama nih? Oke, kita mulai aja guys ya. Prolog berarti alur cerita pertama jam malam. Shift terakhirku ada di tempat aneh ini. Ah, finally dianta beranta, Guys. Oh, dulu, cuy. Sung suaranya udah pas belum, Sung? Coba kita tanya Bang Asung deh. Keren, cuy. Ada nyetir-nyetirnya, Kak. Aduh, bocil udah pernah main. Oh, itu kah? Kelewat, kelewat, kelewat, kelewat, kelewat. Guys, bocil udah pernah main menyerang kah? Setir, parkir dan temukan manager. Ayo temukan manajer kita. [Musik] Wi, ini siapa nih? Hei, selamat malam. Bisa aku membantu kamu? kamu bekerja di sini. Aku baru mulai shift malamku. Bisakah aku ambilkanmu sesuatu? Mungkin nanti. Aku hanya ingin menikmati keningan di sini. Sangat damai di sini. Hampir sangat-sangat damai. Yah, tempat ini sangat tenang di malam hari. Kasih tahu aku. Kamu di sini sendiri malam hari. Terkadang. Kenapa kamu tanya? Tunggu tunggu ada yang chat. Terima kasih sudah menyajikan streaming dengan audio dan grafik yang bagus dan kualitas terbaik, kata Kilzi. Sama-sama, Kilsi. Dengar akan menjadi sangat gelap malam ini. Jadi, take care. Aku akan melakukan yang terbaik. Oh, itu bukan bos kita, Guys. Itu bukan bos kita, cuy. Beda suara. DAP kata Ham. Makasih Ham. Ini kah? Uh, lihat ini, Guys. Wow, restorannya bagus. Apakah itu bos kita? Kamu terlambat. lagi. Oh, maafkan aku, Pak. Macet jalanan. Mana ada macet. Tadi gak ada macet-macetnya sama sekali, Guys. Aku tidak bisa dengar. Kamu datang lebih dekat dan kita akan bicara. Tapi kamu yang ngajak ngomong dari jauh, Pak. Ih, ganteng Pak manajernya, Guys. Kalau bukan ini shiif malam terakhirmu, aku akan memecatmu. Maafkan aku, Pak. By the way, kamu sudah menemukan orang yang akan menggantikanku. Hah? Menggantikan kita. Kita mau resign fintech, Bang. Iya, fintech, ya. Oke, surprisingly kita menemukan seseorang yang sangat cepat. Seorang wanita muda melamar pekerjaan untuk posisi ini segera. Ah, aku yakin customer suka. Oh, kita mau resign ceritanya, Teman-teman. Kita mau digantiin, ya. Aku yakin para customer suka dengan wanita itu. Baiklah, cukup basa-basi. Sepertinya customer sudah datang. By the way, aku sudah siapkan penjelasan di komputer untuk para karyawan baru. Please lihatlah surat itu. Baik, akan ku cek. Oh, makanya tadi sebelum kita nyetir mobil teman-teman, adik-adik kita bilang, “Syukur ini shift terakhirku.” Jadi ini hari terakhir kita bekerja. GG loh. Lah, ini mas-mas yang tadi, Guys. Bang, kok kayak kenal? Apa sih? Bocak kenal. Hei, aku mau order. Oke, tentu saja. Apa yang kamu mau? Wah, kenapa berisik sekali? Manajer selalu menggereting customer-customer yang datang dengan keras. Kita hanya mengikuti dia dan mengikuti SOP. Baiklah, aku ingin burger klasik dengan satu soda. Please. Baiklah, akan siap dalam 10 menit. Oke, terima kasih. Thank you. Oke. Oke, Guys. Kita harus melayani burger, Guys. Eh, melayani burger. Melayani dia dengan burger. Gimana caranya, cuy? How? Where’s the computer? Kita lihat menunya mana, Guys? Kata bos ada komputer, Guys. Oh, ini bisa dimasukin. Oke, oke, gua lihat sodanya. E burger. Gimana cara bikinnya, Guys? Burger. Udah. Oke. Oke. Wait, wait, wait, wait. Ya. Oh, gelasnya dulu. Gelasnya dulu. Oke. Gelas, soda. Lalu cara membuat burger itu piring ambil taruh di tray. Oke, taruh di situ. Lalu, ee Oh, ini komputernya di sini, coy. Oke, kita baca dulu, ya. Kita baca dulu, ya. Kita baca dulu, ya. Hah. Oke, ini adalah hari pertamamu bekerja. Taruh terayi di area kerja. Taruh piring terlebih dahulu. Lalu taruh makanan. Burger ada di kulkas. Burger dan pizza harusnya panas. Taruh di microwave. Untuk soda gunakan gelas. Untuk kentang goreng ambil dipek lalu taruh. Ya udah gampang, Guys. Komputernya tua banget. Komputernya jadul banget, adik-adik. Iya, kayak simulator ya. Oke, gua udah tahu. Gua tahu caranya. Classic burger ada di kulkas. Oke, classic burger. Kulkas. Kulkas. Iniah kulkas? Yeah. Oh. Burgernya sudah tidak perlu dipersiapkan, sudah tidak perlu dipotong roti, taruh daging, taruh keju, taruh sayur. Burgernya langsung sudah siap di dalam kulkas. Mantap, mantap, mantap, mantap. Klasik. Oke, kita ambil yang klasik ya. Enggak bisa. Oh, ambil piring dulu kah? Nah. Nah, itu dia burgerburger. Burger yang sangat enak dan gurih-gurihyoi. Lalu kita panaskan di microwave. Microwave ini nih. Yey. Sangat mudah. Uhu. GG. GG. Kata minyun GG kata cokolat nyalain. Alright. Trey taruh mana? Trey Oh, Tray bisa ditaruh situ dah. Burgernya panas. Sore ya. Bapak yang dari luar maaf menunggu Pak. Saya pegawai baru di sini baru belajar. Dah itu dia. Let’s go. Uh, jadi lapar ya. Jadi main burger ya? Jadi burger enggak sih, Teman-teman? Waduh, Pak Bos sudah melihat jam. Oke, itu Bapak yang itu, Guys. Dah, sini aja kamera gua. Oke, let’s go. Nice, Pak Manager sudah selesai. Bang, itu KBnya apa sih? Ngatnya kan baru belajar. Wow. Bahkan siput bergerak lebih cepat dari kamu. Wah, ini bos sombong banget, Guys. Hei, leluconmu buruk sekali. Masih aja gua dinyinyirin di hari terakhir kerja. Baiklah, lambat. Aku akan pergi ke kafe. Aku akan tinggalkan kafe. Menyerahkan kafe kepadamu. Aku akan datang lagi di pagi hari. Seperti biasa jangan lupa buat bersih-bersih. Jujurli aku merasa lebih aman kalau kamu ada di sini. Pak Manajer bosnya galak. Iya, bosnya galak, Viora. Maaf, tapi aku gak bisa ada menyewa karyawan baru lagi. Tapi tenang aja, aku akan kasih kamu bonus. Kamu layah yangak mendapatkan itu. Ya udah kalau gitu take care deh. Gua harus jadi kasir. Gua harus yang jadi masak. Gua yang harus jadi waiter buat ngasih makanan keet tamu. Dan jangan membanting storeg room ya. Oke entar rusak. Oke kalau begitu Pak Bos. Terima kasih. Hati-hati ya. Baiklah aku akan segera keluar. Sampai jumpa besok pagi. Enjoy your evening artinya selamat malam. Alright, alright, alright. Omg, gua benci jam 2.00 pagi, Guys. Aduh, gelap banget lagi. Oke, bersihkan meja, Guys. Oke, ini udah boleh horor, Guys. Meja pertama, meja kedua. Lembur-lembur kita, kita semuanya yang ngerjain di restoran ini loh. Enggak cuma jadi waiter, jadi yang masak, jadi kasir juga. Kayak kenal tempatnya apa sih? Bocil kayak kenal. Enggak ada gua gak pernah main ini. Oh, WC-nya juga kotor ya. Kita punya WC rupanya. Gak pernah gua main game horor tema restoran ini. Talk to the guest. Ada guys malam-malam gini kan udah tutup. G mana? Oh ini guys. Iya Bapak. Selamat malam. Kita sudah close, Pak. Sor ya, aku datang malam. Kamu masih buka? Oh, enggak, Guys. Kita masih buka, Guys. Yah, kita buka 24 jam dalam 7 hari. Mau order sesuatu? Gelap restoronya. Ih, enggak tahu ya kenapa mati lampu ya. Itu hebat. Aku sangat lapar. Aku masih ada perjalanan yang panjang. Kamu di sini sendirian? Hah? Maksudnya? Excuse me. Oh. Oh yes, aku mau cheeseburger yang paling besar ya dan juga kentang goreng dan juga Coca-Cola please. Ya udah tunggu Pak agak gelap di sini dulu. Aku akan siapkan ordermu ya. Aduh dia menakutkanu. Ada yang aneh dengan dia dan badannya tinggi sekali. Ini emang gelap-gelap gini apa gimana guys? Kayaknya mati lampu deh. Ya udah gua siapin dulu deh. Cheese ya. bisa diambil. Oh, cheeseburger bisa diambil, Guys. Oke, kentang goreng dulu. Kentang goreng. Oh, pakai piring. Oh, iya. Astagfirullahalazim. Pakai piring, Guys. Benar-benar pakai piring. Pakai piring. Pakai piring. Oke oke, oke. Pakai piring. Pakai piring. Pakai piring, Guys. Pakai piring, Guys. Gak bisa diam masa. Kalian mau ambil pakai tangan, ambil piring dulu, baru taruh burgernya. Jorok kalau ambil pakai tangan kosong. Dah, tuh. Sop dong. SOP restoran tolong ya. Itu belum diklik ya? [Musik] Ah, kayak kopi warnanya. Mantan waiter nih, Bos. Oke, Guys. Let’s go, Guys. Wah, aku kerja di resto juga. Mantap, Udin. Oke, enjoy, Pak. Itu udah paling besar, ya. Oke, lanjut bersih-bersih. Ah, mau bersihin lantai sekarang. Oh, yang tadi nih. Tuh. Enggak perlu pakai sapu, Guys. Nyalain lampu. Enggak ada lampu. Emang gelap. Kocak. Bersihkan lantai. Ah, remang-romang kayak belum berzik. Anjir, kaget. Tiba-tiba bapaknya lagi makan burger nyamperin gua loh. Terkadang orang-orang menghilang tanpa jejak. Maukah? Apakah ada orang yang bahkan sadar ada orang yang hilang? What do you mean? Terima kasih atas makanannya. Sangat enak. E, jangan lupa untuk ngunci ya. Kamu gak akan tahu apa yang malam ini akan datang. Tapi kita buka 24/7, Pak. Jadi dan ingatlah terkadang bayangan datang kepada kehidupan. Anjir, kaget gua. Gua kira mau ditusuk loh. Gila, badannya gede banget sih, Bapak. Gila, guys. Guys, siapa yang kaget, Guys? Sumpah kaget parah, guys. Mana gelap lagi. Udah lanjut bersih-bersih ya. Wih, kulkasnya enggak gua tutup, Bro. Entar dimarahin, Bos. Oke, nice. Di WC, ya tadi, ya? WC udah, Guys. Mana lagi yang belum? Gelap banget. Apa sih? Oh, ini keluar. Oh, di gudang. Gudang gudang gudang gudang. Manajer bilang jangan banting pintu gudang karena kamu gak bisa buka dari luar. Oh no. Jangan dibanting, Guys. Ya, hati-hati, ya. Oke, bentar. Gua enggak nemu satu kotoran lagi. Itu cukbok. Oh nih nih. Nice nice nice nice. Telat gak, Bang? Enggak ggak ggak. Oke oke. Nice nice nice. Perfect perfect. Ya udah kita accounting dulu yuk. Gila, kita jadi kasir kita pembukuan juga loh. Kasihan banget sih karyawan ini. Benar-benar ngerja sendiri. Baiklah margin hari ini berapa ya? Kita cek dulu deh ya. Excel dulu. Let’s go. Kita hitung-hitung dulu. Margin 200 pengeluaran 210 dolar. Rugi doh. Oh, enggak dilihatin. Enggak dilihatin, Guys. Jam 30 pagi. Ah, ada yang aneh. Sepertinya aku terlalu banyak menghabiskan waktu duduk. Ya udah, kita lanjut-lanjut bersih-bersih, yuk. Lanjut-lanjut bersih-bersih. Lanjut bersih-bersih, yuk. Oh, bersihkan toilet. Oke, [Musik] Pak Manajer. Apa sih Pak Manager? What the [ __ ] What the heck? Itu cuma hari terakhir aku mau nge-prank kamu, ya. Hari terakhir kamu kerja. Lihat wajahmu benar-benar ketakutan. El benar-benar jerk ya, Pak Manajer ya. Anjay, dua kali L. Hei, santui aja, Bro. Eh, kita cewek apa cowok sih? Aku cuma bercanda. Pokoknya yang mau gantiin kita, karyawan mau gantiin kita cewek, Guys. Aku cuma bercanda. Jangan marah. Next time gua pukul wajah lu yang sok ganteng itu. Ya, kasihan Bang Winda. Kata Winda. Iya, Guys. Kaget parah, Guys. Dan aku beberapa membawa beberapa box dan saat kamu selesai, bawa box itu ke storage room. Ya, gua harusnya dapat gaji lebih gede walaupun hari terakhir buat shift kayak gini. Aduh, kerjaan tambahan, Guys. Aduh, bersihin toilet dulu. Saka saka saka saka saka saka crot. Mana kotaknya? Sini kasih saya cepat. Get the box into the storage. Which? Where? Where? Where? Where is it? Outside. Mana boknya, Guys? Di luar kali, ya? Yang pintu keluar, ya? Inside. Oh, in outside. Inside. In outside. In outside. Oh, sini berarti nih. Oh, ini benar, Guys. Ni boknya nih, ya. Baik, Pak Manajer. Aduh, senang banget hari terakhir kerja di tempat ini. Aku udah gak sabar mau bekerja kantoran. Dah muak jadi pelayan restoran ya. ngangkat-ngangkat, bersih-bersih, megang piring kotor. Mendingan jadi YouTuber atau jadi trader. Ah, syukur hari terakhir uangnya bisa gua bikin beli komputer atau join member AC. Oke, saatnya menyelesaikan akuntansi ya. Play 1 jadi pelayan kata Fish Gaming. Oke, let’s go, let’s go, let’s go, let’s gounting. Oke, apakah margin kita profit hari ini teman-teman ya? Oke, L la mengerjakan Excel seperti di SMA jam .00. Jangan menjaga menjadi pelayan restoran jam .00 pagi. Buang sampah. Di mana sampahnya? Inikah sampahnya? Buangnya di mana? Kok game-nya itu mulu? Apa sih? Hitung mulu. Enggak pernah gua main game ini. Kayaknya di belakang juga sih. Feeling gua di belakang, Guys. Udah pasti tong sampah gede yang ada di belakang. Kemungkinan besar. Itu mobil siapa? Oke, nice. Ini mobil siapa, Guys? Mobil bos, ya? Iya deh, kayaknya mobil Pak Bos deh. Mobilnya Mustang. Mustang. Ah, find manager. Udah, sampahnya satu doang. Where is manager? Mungkin aku harus cari dia di luar. Mana manajernya, Guys? Mungkin dia ada di tempat sampah. Oke. Where’s Mr. Manager? Hah. Hah. Tadi enggak ada apa gitu darah. My God, banyak banget darahnya. Hah? Ah, ke arah sini, Guys. Loh. Hah? Mr. Manager. Hah? No, Mr. Manager, wake up. Are you dead? Oh my god. Ini ada positif mati, kepanya patah, guys. Tubuhnya penuh darah. Telepon polisi. Cepat, cepat, cepat. Telepon polisi, Guys. Cepat, cepat. Telepon polisi. Tuh, tuh teleponnya di situ. Fast fast. Aduh. Aduh, kegedok lagi sama angin. Ya udah, gua lihat pintu depan deh. Macet pintunya, Guys. Tutup, tutup tutup. Telepon, telepon, telepon. Oke, oke. Call 911. Oke, hah. Come on. [Musik] Wah. Ah, what the [ __ ] W. Storing, storing, storing, storing. Yah. Yah, kalah coy. Nyangkut, guys. Oh my god. Dah itu deh. Wah, Guys. Aduh, nyangkut. Udah kebuka begini, Guys. Dak. Dasar pembunuh. Kamu yang bunuh bosku ya. Polisi, polisi. Nice, nice, nice. Let’s go. Mana deh? Wah, aku tidak punya waktu dan akhirnya aku memberikan lokasiku kepada 911. Tapi saat aku memberitahu setelahnya, ada telepon lagi dari 9911. Polisi beruntung sampai di lingkungan dan menakutkan si orang gila itu. Manajerku tidak terlalu beruntung. Aku tidak tahu siapa yang nelpon. Tapi dari aku tahu, aku tidak akan pernah lupakan malam itu. Itu adalah mimpi buruk yang Guys, Guys, Guys, Guys. Itu prolog, Guys. Guys, itu prolog. Makanya kalian nonton dari awal. Kocak. Emang ada lanjutannya nih. Lanjutannya nih. Tuh yang nih, Guys. Ini yang lanjutannya, teman-teman, oh my god. Oh my God, ceritanya berlanjut di sini cuk. Ini kan tadi yang prol sekarang yang guys yang beneran, Guys. Yang beneran, Guys. Ya, kita lanjutin, ya. Kita lanjutin, ya. Kita lanjutin lanjutannya, Guys. Let’s go. W game guys. W game full. Lanjutin, Bang. Kata Anggun tuh. Ya nih. Tadi gua masuk ke yang yang gak prolog. Ada tulisan gini apa coba? Boc 10 menit. This game has a free prolog that is recommended to play through before the main story. Dah. Udah gua mainin tadi prolognya, Guys. Sudah gua mainin prolognya dan sekarang yang kisah sebenarnya. Oke, let’s go, let’s go, let’s go. Apakah masih ada hubungannya dengan manajer sebelumnya? Apa gimana? Masih di restoran yang sama. Ini lanjutannya, Guys. OMG, sekarang ada intronya dong. Ini lanjutannya berarti, cuk. Lah, kok restorannya udah hancur porak-poranda, Guys? Kan udah selamat tadi waiter yang hari terakhir kerja lah. Kok ini restoran yang tadi loh. Tuh. True Nightmare Roadside Cafe. Alurnya beda. Sebentar kita lihat ya. Kita ungkap apakah ini lanjutan atau bukan, Guys. Satu minggu sebelumnya. Hah, ada intronya sekarang. Keren, coy. [Musik] Kita ungkap ya ini lanjutan Mary. Aku rasa kita tersesat. Mary, Ben, rileks. Kita hampir sampai. Kata Ben. Ben, kamu belum bicara sama ibu dan ayahmu semenjak pertarungan itu ya? Iya, belum. Flashback kata lanjutan guys. Terima kasih sudah menolongku, ya. Aku gak punya. No have no idea. Eh, bagaimana tuh? Jangan khawatir. Aku tidak akan meninggalkan adik perempuanku sendirian. Kamu yakin kamu bisa hidup di luar sana sendiri? Kata Mary. Mary hanya diam. Hei, lihat kita hampir sampai. Si kamu meragukan navigasi skillku. Kamu tinggal di rumah trailer yang mana? Itu yang kedua di kiri. Belok kiri sini. MC-nya beda. Kamu enggak bisa menemukan spot yang lebih nyaman, kata Ben. Mary, cewek ya? Iya. Ini yang udah paling nyaman. Mau ngecek di dalam enggak, Kakak? [Musik] [Tepuk tangan] Yuk, kita cek rumah barumu. Hah, loket? Tapi aku gak punya kunci. Aku yakin tersembunyi di suatu tempat. Enggak akan susah kok nyarinya, kata Ben. Ya udah, aku cari deh. Di mana, Guys? Kunci, guys. Winda benar-benar GG. Let’s go. I got the key. Kakak, aku sudah punya kuncinya. Yes, found them. Oke, aku akan ambil bos yang paling berat dan kamu yang kecil aja ya. kata kakak. Oke, oke, oke. Ih, baik banget kakak kita, cuy. Kakak kita udah berotot. Baik. Uh, lihat kakak shis itu baru lagi. Oh, buka dulu. Buka dulu, Guys. Buka dulu, Guys. Nah, ayo. Masuk, Kak. Sip. Silakan, Kakak, ya. Aku ambil yang kecil, ya, Kak. Plus 1000 aura. Ah, kita cewek ambil yang kecil aja ya. Wih, sama ya mekaniknya tuh hijau-hijau gitu ya. Benar berarti nih sama developer guys. Lanjutan ini. Gila gua baru pertama kali main horor yang sampai dalam satu live streaming dua episode gitu coy. Udah kayak main Walking Dead guys. Jadi kita sudah selesai, ya. Kita harus cepat dan jangan sampai kamu kelewatan shift pertamamu. Hah? Shift pertama yah kamu. Benar. Aku harus cep nanti aja beres-beresnya. Ya udah, Guys, jangan bilang ini cewek yang mau gantiin karyawan sebelumnya guys. Pengganti yang tadi Bang, kata Jija, kata Jipa tuh. Cewek-ceweknya paham? Iya. Pengganti MC yang pertama tadi yang diprolog. Iya kah? Mungkin ini karyawan yang baru tadi kata Ana. Iya benar, benar, benar. Coba kita lihat ya restorannya sama apa enggak. [Musik] Kalau sama benar berarti kita karyawan pengganti, [Musik] pegawai baru. Iya. Ih, enak disetirin. Enggak perlu nyetir lagi. Tapi kok seminggu sebelumnya? Iya juga ya. Kenapa seminggu sebelumnya, Guys? Itu dia. Kita hampir sampai, Guys. Ini jalan yang tadi, Guys. Cuma siang hari. Ah, aku khawatir bener, Guys. Jangan khawatir. Kamu akan baik-baik saja. Kamu akan melalui ini. Gila, berotot ya si Ben ya. Lihat bicepnya, Guys. Ah, itu dia. Turunin aku di sini, Kak. Please. OMG, ini benar restoran yang tadi, Guys. Good luck, ya. Kalau ada apa-apa panggil aku, ya. Baik, Kakak. Makasih, ya, [Musik] Guys. Benar ini restoran yang tadi, coy. Tapi siang hari enggak gelap. Wih, rame lagi sekarang. tadi sepi. Hei, kamu mendengar sesuatu yang menarik tentang dua orang yang pakai jaket. Ya, kenapa? Ambil aku bir gratis tapi ya. Ok. Nah. Eh, anjay gila kita ngasih dia bir gratis, Guys. Banyak sekarang NPC-nya, cuy. [Musik] Hei, maafkan aku. Apakah kamu Mary? Iya, aku Mary. Namaku Ana dan aku manajer dari tempat ini. Kamu, Guys. Beda deh kayaknya. Beda. Mana manajernya? Manajernya beda, Guys. Managernya cowok. Ini cewek. Ini managernya. Kamu mungkin adalah waiter baru di sini. Yuk, datang bicara sama aku. Yah, semem. Tapi aku lagi bicara sama orang lain. Oh, iya meninggal. Kocak. Waiter yang mati meninggal, Guys. Eh, waiter yang bos yang sebelumnya meninggal. Kok loket-loketnya maksudnya apa? Loket, ya? Iya, udah mati. Udah mati. Udah lupa, Guys. Lupa, Guys. Udah mati, Guys. Manajer terakhir kami dia titik-titik titik sudah tidak bekerja di sini. Benar, Guys. Ini lanjutan, guys. Ini lanjutan. Manajernya diganti sama yang cewek. Senang menjumpa kamu di sini. Di first si first di si pertamamu. Aku senang bisa bekerja di sini. Oke, beberapa saat lalu ada [Musik] incident. Oh, beberapa saat lalu kita punya sebuah kejadian yang meningkatkan reputasi restoran kami. Hah, apa itu incident? Ada banyak hal yang harus dilakukan. Jadi, kita bicara nanti ya. Kamu akan belajar banyak hal di sini. Tapi aku sudah menyiapkan kamu sebuah surat dan membuat pekerjaanmu lebih mudah. Ambil notepad ini di bar dan sebut hah. Oke. Oke, aku cek. Iya, ini dikasih tutor lagi, cuy. Oke. Alright. Oke, kita juga sekarang kerjanya enggak sendiri, Guys. Kita akan bekerja sama dia, Guys. Kamu karyawan yang kerja di sini duluan, ya? Iya. Aku punya beberapa tugas dari manajer kita. Aku pengen melakukan tugas itu dulu, nanti kita bicara ya habis ini. Oke, no problem. Oke, oke, oke. Wait, wait, wait. Seran. Hah? Hei, aku ingin order cheeseburger, kentang goreng, dan juga air putih. Cepat ya. Eh, kita kasih dulu kali yang ini ya. Kasih bir gratis ya biar dapat informasi ya. Bentar, sebentar, sebentar. Bir, bir, bir, bir, birar. Biro guys, gak apa-apa ya. Eh, semoga bos kita ggak tahu, ya. Ah. Loh, ada koki loh. Gigi, Guys. Udah enggak sendiri [Musik] itu bearnya. Here’s your beard. Baiklah, dengarkan aku. Dua orang berjaket itu adalah Fib. Orang itu eh nge-drop ID-nya saat dompet mereka jatuh. Bodoh. Hah. Lalu kalau mereka FBIB kenapa? Enggak tahu kenapa tapi terima kasih biarnya. Apa itu informasi enggak guna, Guys. Aku buru-buru. Apa dia minta apa, Guys? Oh, itu yang tadi. Oh, yang tadi tadi, Guys. Informasi macam apa itu? Kalau kalau kita tahu mereka adalah FIB, terus keuntungan buat gua apa? Dua orang itu lah. Mana kulkasnya, Guys? Loh, oh kulkasnya di sini. Pindah tempat, coy. Oke, classic burger. Eh, kenalan dulu. Kenalan. Bapak, saya karyawan baru. Salam kenal ya, Chef. Kamu waiter baru ya di sini? Iya, Mas. E, senang berjumpa denganmu. Senang berjumpa denganmu juga, Chef. Kalau butuh apa-apa enggak? Enggak, cuma ngecek. Oke, oke, oke. Dia yang bikinin burger-burgernya, ya. Oke. Tadi kalau enggak salah air putih sama kentang goreng, ya. Dah, cepat cepat cepat cepat dulu. Nih gudangnya tuh tadi gudangnya tuh ingat ya. Uh, sekarang gudangnya udah kebuka. GG. W game ya. W game W story. Senang enggak, Guys, lihat game yang berlanjut gini story-nya? Senang kan itu, Bapak? Nah. Oke, selanjutnya bersihkan lantai. [Musik] Lantainya tidak ada yang kotor tapi. Oh, ini WCWC WC bersihin yuk. Enggak bisa enggak bisa, Guys. [Musik] Take out the tres. Oke, sampah dulu deh. Wih, masih sama ya sampahnya di belakang nih. Hah, loket. Gimana gua buang sampahnya, Guys? Oh, sekarang bersihinnya pakai ini, cuy. Nih lihat nih. Alamak bersihnya sekarang pakai sapu. Tadi yang sebelumnya karyawan yang hari terakhir pakai tangan, sekarang pakai sapu, Guys. Oke, dah udah udah need a dumpster key. Oke, kita tanya manager ya. [Musik] Ibu. [Musik] Eh, Ibu. Sorry. E, kamu punya kunci tempat sampah enggak, Bu? Tidak. Sepertinya waiter lain harusnya punya. Coba tanya dia. Oke. Di mana dia? Enggak tahu. Eh, kok suara ibu-ibu gitu? Suara ibu bijak ya? Tidak tahu. Dia masih bekerja kok. Mungkin dia ada di sekitar sini. Terima kasih, Bu. Dan the floor belum? Oh iya belum bersih guys. Satu lagi. Satu lagi mana ya? Nih kita harus cari teman kita. Katanya dia megang kunci tempat sampah guys. Itu ibu judes Bang. Itu bijak. Ibu bijak. Kocak. Yuk. K dulu. Yuk. Gimana sahabatku, rekan kerjaku? Gu apakah dia merokok sebak di luar atau yang nyuci tadi, Guys? Jangan-jangan yang nyuci tadi, cuy. Oh, iya yang nyuci tadi hilang. Di mana dia? Benar dia itu, Guys, yang megang kuncinya tuh hilang tuh. But where is she? Save. Kamu punya kunci tempat sampah? Enggak punya. Berarti dia, Guys. Kamu tahu di mana Stu? Namanya ST ya? Tadi aku lihat dia jalan melaluiku. Dia mungkin ngecek sesuatu di kulkas. Coba lihat dia di situ. Terima kasih, Chef. Kulkas. Oh, Mas Mungkin deh, Bro. What the [ __ ] are you doing, bro? Hei, kamu ngapain di sini? Tuh aku lagi berpikir, oh iya aku lagi ngecek inventory supply dan save kita sepertinya eh seems to be ping e kekwalahan. Apa yang kamu butuhkan? Kunci untuk tempat sampah. Oh, tentu saja ini dia. Oke, terima kasih ya. Kocak. Save-nya aura kriminal. Eh, kalian jangan ngejasa save safe-nya aura kriminal, Guys. Parah kalian rasis. Kenapa ada orang di tempat sampah, Guys? Huh, ini Om Botak. Siapa lagi? Om Botak, cuy. Ngagetin aja Om Botak. Ah. Oh, service akhirnya. Hei, kamu nak aku botak. Apa? Dia ngapain, cuk di situ cuk? dia ngomong mirip kriminal yang tadi emang iya [Tepuk tangan] lagi ngapain tinggal di tempat sampah kocak oke that’s it bro that’s it man oke customer nih belum gua layanin nih oke kamu ada sesuatu cola burger dengan fries oke Oke. Cola burger dengan fries. Cola burger. Eh, sini sini. Burgernya klasik berarti itu. Price masih ada customer yang belum kita layan ya. Layanin. Ah, nice. Abangnya ganteng guys. Kenapa sih kalian muji gua ganteng mulu, Guys? Gua kan jadi malu ya. Gua jadi salting, Guys. Udahlah, stop muji-muji gua lah. Oke, enak banget. Thank you, ya. [Musik] That’s it, bro. That’s it. Ah, aku sudah melihat kamu sudah melakukan semua pekerjaan. Hebat. Tidak terlalu susah, Ibu. Kalau begitu cukup untuk hari ini bagian edukasi sudah selesai. Baik, Ibu. Ya, sekarang kamu bisa pulang. Tapi kamu harus menunggu sampai besok hari ya, di mana shift malam pertamamu dimulai. Ee, bagaimana dengan mobilnya, Ibu? Oh, tentu saja ini kuncinya. Mobilnya ada di sudut parkiran, ya. Itu adalah akan menjadi kuda ee apa namanya? Mobil tuh ibarat jadi kuda katanya gitu. Oke. Oh, sulit mengatakannya eh mobil tua. Alhough it’s not worth ofending. Oke, maksudnya aku membandingkan dengan kuda. Apa sih ngeng apa? Susah bahasa Inggrisnya. Baiklah kalau begitu istirahatlah dan selamat datang besok di siif malam. Baik, Ibu. Ih, baik banget bos gue. Bos gue baik banget guys. Rekan kerjanya juga baik. [Musik] Ah, pintunya gini, Bro. Kenapa pintunya engkol, Guys? Dah. Ayo, ayo. Gila, kita dikasih mobil, Guys. GG banget, Guys. Enak juga jadi pelayan restoran dikasih kalian FBI kan? Apa yang membuat kamu berpikir seperti itu, Nyonya? Ada ID yang jatuh dan harus dipakai dengan baik, Sir. Oh, kita cepuh, Guys. Kamu benar, kami bersama FBI dan kami lagi menginvestigasi orang yang hilang di daerah ini. Kamu melihat hal-hal aneh di sekitar sini? Mirip Nikit di sana. Emang iya, Guys. Aku hanya bekerja sebagai pelayan, Pak. Aku enggak tahu apa-apa. Baru nih. Hm. Sepertinya I see. Anyway, kalau kamu melihat sesuatu ada yang dalam bahaya, telepon kami ya. Ini nomor kami. Tentu saja. Anjir, judes banget tatapannya nih. Dua orang ini, Guys. Dua orang ini tatapannya judes banget, cuy. Udah. Ah, enggak peduli gua. Oh, mobil gua kayaknya yang itu, Guys. Nih, di sudut parkiran kan. Wih, enak banget dikasih mobil sama Ibu Bos. Oke, saatnya pulang. Kakak enggak jemput lagi ya? Hmm. Enggak apa-apa ya kita jangan manja walaupun anak perempuan. Masa minta diantar jemput sama kakak. Lagi pula kakak udah balik ke kota kayaknya. Sedangkan kita tinggal di pesisir desa. Ih, kenapa tuh? Kenapa tuh ngeglit-glitch gitu, Guys? Ih, kenapa ada Discord di kiri atas? Entar dulu, entar dulu. Discord-nya close dulu, Guys. Mengganggu, Bro. Dah, dah, dah. Let’s go. Lanjut. Hah. Oke. Ah, buku ini sangat menarik. Aku Oh, sekarang kita lanjutin packing, Teman-teman, ya. Kita lanjutin packing, Guys. Kan karena kita ngejar shift, ya. Nah, sekarang saatnya kita packing. Oke, karena ini rumah baru kita. Kita anak rantau, cuy. Siapa di sini yang anak rantau, Teman-teman? seperti Mary dan demi bisa bekerja harus pindah kos pindah kos-kosan. Siapa tuh? Siapa ini lah? Oh, tetangga kita, cuy. Selamat malam. Namaku Mike. Aku adalah tetanggamu dan aku tinggal di sebelah kanan di trailer sebelah kanan. Oh, senang berjumpa denganmu. Aku Mary. Kita gak punya banyak tenan di sini ya. Dan usually hanya orang-orang tua. Only the old one. Hanya oh bukan orang tua. Hanya tenan-tenan tua yang masuk dan keluar. That’s it. Jadi sekarang hanya ada kamu dan juga anjingku Bruno yang tinggal di komplek ini. Bagaimana pengalamanmu tinggal di sini? Aku baru tinggal sebentar sih. I see. Jadi kamu belum packing ya? Mungkin butuh bantuan. Ah, terima kasih, Mas. Aku sendiri aja gak apa-apa. Ayolah. Tetangga yang baik harus saling menolong satu sama lain. Izinkan aku masuk. Jangan masuk. Udah enggak apa-apa. Aku sendiri aja. Baiklah kalau gitu. Kalau kamu enggak mau bantuanku, aku akan pergi. Selamat malam. Kamu juga ya? Jangan, jangan, jangan. Enak aja itu siapa? Kita mengizinkan mengizinkan wo pria asing masuk gitu wong kene loh. Oh nih kita setup-setup dulu nih. Nah kok klock cok. Asik tuh orang. Iya. That’s it. That’s it. Ini. Hah? sudah ada now. Anjir, seram amat kompleknya, Guys. Enggak bisa dibuka. Hah? Oh, nih jam. Tutup gordeng. Enggak bisa mandi. Gelap amat dah. What the hell should I do now, man? Tuh, enggak boleh keluar malam-malam. Aku enggak bisa lihat apa-apa. Ot kerja enggak, Guys? N TV ini enggak bisa dibuka. Buku nyalain coba. Oh, bisa dinyalain. Nice, nice. Apa tadi dia ngomong apa guys? Habis packing ngapain, Guys? Baca buku. Buku yang mana ini? Is it bug? Cot loot Lot. Oke, syukur. Enggak jauh ulangnya ya. Kotok-kotok jam. Emang gitu, Bro. Oh, ini bisa dinyalain. Kocak makan. Hah. Oh, ini guys nge-zoom, Guys. Itu apa guys? Anjir ngeri banget cuy. Itu apaan cuy? Telepon telepon. Telepon. Halo, siapa ini, sis? Oh, Ben. Kakak akhirnya aku bisa mendengarmu, Dek. Teleponmu kok sinyalnya jelek? Aku senang Kakak telepon. Hei, kamu kelihatan khawatir? Apa ada yang salah? Aku tadi ada kedatangan e tetangga yang mau datang, tapi aku enggak mengizinkan dia masuk. Aku takut sendiri, Kak. Aku sadar memang sangat mengerikan di tempat itu sendiri pertama kali. Please, coba berusaha aja kenal dia. Tetangga mungkin akan membantu kamu dan enggak akan jadi sulit. It’s going to be hard for you. Akan jadi sulit kalau kamu sendiri. Aku akan mencoba, Kak. Kalau ada sesuatu yang terjadi, kamu bisa telepon aku kapan aja, ya. Aku akan ke sana buat jemput kamu beberapa jam lagi. Baiklah, Kak. Well, aku akan telepon kakak setiap malam. Telepon akulah kapanpun kamu butuhkan. Sekarang mandi dan tidurlah. Baik, Kak. Selamat malam, Heri. Selamat malam Ben. [Musik] Guys, hilang, Guys. Sumpah, Guys. Sosok muka putihnya hilang, Guys. Anjir, ini creepy sih. Ini creepy sih. Ini creepy sih. Udah, udah kita mandi aja deh. Ikutin Kak Ben ya. Hilang cuy. Hilang cuy. Hilang cuy. Sumpah hilang cuy. Alo wani cuy. Udah mandi aja lah. Oke, bisa bisa. Ah, kita masih pakai baju terus mandi. Apa kita telanjang dari tadi? Oke, go to bed. Anjay, aku kebah tadi perasa udah ketutup dah. Hah? Oke. Seram seram seram seram seram. Mulai crispy, mulai crispy, mulai crispy, mulai crispy. E tidur. Come on. Aduh, terus mati semua lampunya. Kocak ya. Lampu luar nyala lah. Ini udah cukuplah. Engak bisa guys. Semua lampu harus mati sampai WC dong. Nah, udah lampu luar tetap nyala dong kayak di Indonesia. Night shift telah tiba. Oh my God, akhirnya kita ada di night shift, Guys. Seperti karyawan yang pertama dengan bos managernya yang masih cowok. Ya udah, Guys. Jangan ngelu, ya. Yuk, kita na shift, yuk. Wah, duh, ngebak-ngebak gitu, cuy. Aduh, semoga kita enggak bernasib sama dikejar-kejar ya kayak waiter cowok yang pertama. Lah, kenapa gua tiba-tiba di atas mobil? Nah, itu ibu manager. Ibu, selamat malam. Ibu kelihatan cantik sekali malam ini, Ibu. Hah? Hampir tiba. Aku lagi buru-buru. Jadi kamu hari ini sendirian ya. Terimalah pemesanan makanan. Aku ingin pergi. Good luck. E wait a minute. Kena aku kerja sendiri. Ibu no. Kenapa sih save malam harus kerja sendiri guys? [Musik] Aduh hari-hari gawek sendiri dong. [Musik] Ah, a lagg Enggak bisa. Kok beda mekanik bersihnya ya sama yang pertama ya? Seru banget. Kata Nita kok dibuang? Ya udah buang aja dah sekalian sama tray-trinnya sama piringnya. Udah orang kaya nih, Bos. Eh, lampu enggak sih? Lampu, Guys. Ini enggak ada senter juga loh. [Musik] Dah, buang aja, buang aja. Masukin OPEX pengeluaran dah. Oh, emang disuruh matiin lampu. Turn off musik box. Oke, turn off musik box ya. Oke, nice. Sekarang kita mau ambil sapu ya. Hari-hari bersih-bersih nih. Ih, parah banget siwu ngak bantuin kita ya. K cewek lagi, Guys. Cewek lagi yang bersih-bersih terus sive malam sendirian. Ini kan harusnya jadi tanggung jawab save. Kenapa enggak bisa, coy? Cewek-cewek pada ketakutan. Ih, cewek-cewek. Oh [ __ ] ada orang, cuk. Entar dulu deh bersih-bersihnya. Entar dulu ya. Selamat malam, Bapak. Malam. Aku ingin cheeseburger, kentang goreng, dan bir. Bir, kamu kan lagi mengemudi, Pak. Terima kasih atas perhatianmu. Tapi aku datang jalan kaki. Hah? Jalan kaki di tengah hutan. Apa tadi? Cheeseburger beef sama apa tadi, Guys? Cheeseburger beef. Ayo, ada viewer yang ingatannya bagus. Cheeseburger. Bir, bir. Bir, bir, bir, bir. Kentang goreng. Iya enggak? Kentang goreng. French fries juga. French fries. Oh, kentang goreng juga. Kentang goreng juga. Oke, kentang goreng juga. Hap. Hap. Ih, enggak sehat tahu makan kentang goreng gitu terus-terusan guys. Junk food loh. Gua udah gak makan junk food, junk food lagi, Guys. Makanya gua tadi mungkin banyak yang muji gant jadi tirusan otot juga makin jangan banyak-banyak ya. Makan ini ya, makan junk food ya. itu bapas anjir dia berdoa guys. GG guys. Dou bapak yang ini, cuy. Berdoa cuy berdoa, guys. Masyaallah. Pak itu enggak dihabisin, Pak. Pak, ini enggak ada yang dimakan, Pak. Enggak enak ya buatan saya, Pak, ya? W game, we game, we game. Kok salah orderannya? Bersih-bersih dulu lah. Kaget gua. Entar entar, Mas. Bentar ya, Mas ya. Saya bih-bisin dulu Mas. Gak bisa, Guys. Enggak bisa. Nanya enggak hilang-hilang. Hei, Manis. Selamat datang di eh restoran makan malam kami. Apa yang kamu ingin order? Pizza Parma Soda dan nomor teleponmu. Gila, digenitin kita loh. Aku takut aku rasa yang terakhir tidak ada di dalam menu. Oh, sangat mengecewakan. Aku akan coba kebuntukanku lain kali ya. Ya udah, aku siapkan ordermu, ya. Apa lagi? Lupa gua, Guys. Tadi, Guys. Oh, ini nih kelihatan nih. Nih, nih. Tuh, tuh, tuh, tuh. Fulgai Pizza Parma Cola. Pizza Parma Cola. Ada kok pizza Parma ini kayaknya. Pizza Parma nih. Oh nih nih Pizza Parma guys ya. Pisa Parma. Elah cuma satu slice guys. Pisa Parma kola pelit amat. Cuma satu slice. Emang gitu ya, Guys, ya. Jualan pizza itu satu slice bisa ya? Bukannya harus satu loyang, Guys? Sip. Gila sok kegantengan lu minta nomor telepon Mary. Lu digebukin kakaknya Ben mati lu. Mana lu? Sini gak usah sok ganteng lu ya. Gila orang-orang di resto ini pada berdoa cuy. Loh, ini sor sor udah tinggal clean floor kita guys. Bantu aminin. Amin. Tinggal bersih-bersih doang ini nih. Lah, tadi enggak bisa. Oh, benar. Harus layani customer dulu berarti. Pak, udah makan Pak, makan Pak. Makan aja Pak. Udah Pak, udah kelamaan doanya, Pak. Kasihan Bapak enggak makan. Masnya walaupun walaupun godain kita gak tega juga gua guys. Entar ya kita cari dulu kotorannya guys. Gelap nih masalahnya. Oh jadi di safe malam emang kita matiin listrik biar hemat. Nah ini dia. Oke last one bro. [Musik] Entar guys ya. Sabar sabar sabar. Ada telepon. Anjir. Zoom scar yang sama kayak yang di pertama, coy. Yah. Hei, manis. Nona manis nona pica pica. Nona manis nona pica pica gitu enggak sih lagunya, Guys? Hei. Tidak ada manajer di dapur ya? Eh, no. Oh, no. Ada manajer di dapur. Jangan macam-macam ya. Aku tidak ingin menakutkanmu. Tapi sebaiknya kamu tidak sendirian di sini. Kamu ingin tinggal bersamaku, ya? Ada hal buruk terjadi di kafe ini. Apakah kamu pernah bertanya-tanya apa yang terjadi kepada staff sebelumnya di tempat ini? Oke, apapun itu aku akan menyelesaikan pizzaku. Ya udah, habisin. Kocak. Ngagetin aja. Nih burgernya juga sekalian habisin tuh punya abang-abang yang sebelumnya tuh. Berdoa lagi dong. Wait. Ah, ini dia di tempat kitchen, guys. Dah, kelar semua job gue. Kurang apa tuh? Inspect the warehouse. Tunggu delivery. Oke, inspect the warehouse. Oke, kita cek inventory dulu, ya. Terlalu saleh ya, Mas-mas yang itu. Oke, cek semuanya. That’s it. Tunggu delivery. Oh, delivery itu maksudnya dus ya? [Musik] W kok ny pokoknya nyala sendiri. [Musik] Ini enggak bisa diambil. Oh [ __ ] H Oh [ __ ] Apa itu? Suara apa itu, ya? Tuan, lampu. Mana sih lampunya? Hah? Hah? Bang, aku takut kata Duiki, kata Tama. Aduh, apa tiba-tiba senter? Aduh, siif malam gini amat dah. Halo. What delivery, bro? Mobil gua kan. What is the goddamn delivery, bro? Gua akan coba ke belakang. Pintu, Bro. Pintu, pintu, bocul pintu, bocul pintu. Restnya buang dulu. Enggak ada, guys. Tres kan tadi siang. Ah, sih anjir. Ini tempat mayat manajer sebelumnya di sini, Guys. Ingat gak? Oh my god. Oh, disegle sekarang cuy. Tempat mayat manajer sebelumnya disegle, bro. What the [ __ ] should I do, bro? Wait for what? What? delivery wait. Ini pasti ada yang ke-skip nih, Guys. Engak bukan bug ini kayak tadi nih. Gua cek cek cek cek cek cek. Kita cek ya. Itu kayak ini apa nih? ini guys di belakangm Oh Hah ha ah. Wah. Oh my god. Oh my God, ini creepy sih. Hh. Hh. Apa di belakang gua? Ada apa? Mana delivery-nya? Buruan. Apa coba, Guys? Enggak ada apa-apa, Guys. Hah. Hah. Hah. [Musik] Oh my God, gua dapat kunci merah, guys. Anjir, apaan tuh? Hah. Hh. Ada ada yang di restoran ini, Guys. Hh. Tadi di sini orangnya hilang. Hilang. Hilang. Hilang. Hilang. Kunci buat apa itu kira-kira ya? Gila, ini engak ada petunjuk sama sekali, Guys. Gua harus ngapain, Guys? Apa itu? Apa itu? 0/3 move Oh, keratnya udah datang, udah datang, udah datang, Guys. Astagfirullahalazim, kaget gua. Tuhan. Sor, sor, sorry. Aduh. Udah datang, Guys. Udah datang, Guys. Udah datang, Guys. BXnya, Guys. Delivery, Guys. Finally aku sudah ketok-ketok di sini selama 5 menit dan tidak ada yang buka pintu. Sorry, maafkan aku. Ini tiga bx burger Patty seperti biasa. Itu saja. Sampai jumpa minggu depan. Anjir, jaket lon, Guys. Eh, kayak kayak kenal. Kayak pernah lihat dia guys, kayak kenal. Oke, baiklah. Terima kasih. Oh, dia kangkurirnya nih, Guys. Tuh, ya. Aduh, tadi sosok pakai toping putih siapa, Guys? Berbaju biru loreng-loreng. Siapa itu topengnya? Seram lagi. Apa bukan topeng emang mukanya gitu seram banget. Senyuman cok. That’s it. That’s it. K I go home now. Yes. Huh, aku mendapatkan kunci yang mirip dengan kunci trailerku. Apakah ini milik orang di trailer setempat? Aku harus ngecek. Oh no, jangan ngecek trailer, please. Oh no. Kita mau ngecek ini punya siapa. Waitit. Ada telepon. Hei Mary. Kakak. Bang, udah pernah main belum? Ah, diam dulu. Bocil udah pernah main yah, Kakak? Eh, enggak yah, Dek. Aku baru aja lewat kafe tempat kamu kerja aku datangin menemuimu. Tapi sepertinya kamu punya shift malam ya malam ini. Iya, aku entar lagi cabut, Kak. Oke, baguslah kalau begitu. Aku agak kecepetan dan sampainya. Tapi aku akan nungguin kamu di sana deh. Santai aja ya. Senang jumpa Kakak. Oh, hebat. Sampai jumpa nanti. Sampai jumpa, Kak. Oke, kita harus ngecek, Guys, salah satu rumah trailer di komplek ini. Karena ini milik seseorang di sini pasti. Karena katanya mirip kunci trailer kita, Guys. Oh [ __ ] Oh [ __ ] berani banget kita mau buka-buka pintu rumah orang, cok. Ini kah? Oh, bukan, Guys. Enggak masuk, Guys, kuncinya, Guys. Itu mungkin. Coba aja, ya. Agak gelap nih, Teman-teman. Kakaknya perhatian banget. Parah, kakak kita, Guys. Band baik banget, coy. Is it the house? What is that? Oh, itu cuma lubang ya. [Musik] Mike. Hah? Kamu membutuhkan sesuatu? Ini loket apa nih, Guys? Aku menemukan kunci merah di trailer dan apakah kamu tahu ini milik Do you know if it would fit any of Apakah ini muat di salah satu trailer kami? Nop not now dulu. Eh sabar sabar dulu, sabar dulu, Guys. Sabar dulu, Guys. Dan gua bisa masuk ke rumah dia dengan seenaknya dong. Entar dulu, Guys. Entar dulu. Cek dulu, ya. Cek dulu, cek dulu, Guys. Oke, kita kan yang itu. Coba cek yang ini. Loket enggak bisa diklik loket. Kok enggak bisa, Guys? Emang harus ngomong sama dia kayaknya. Ini apa nih? Apa itu? Oh, WC ini, Guys. Hah? Grech. Oh my God, Guys. Ini game banyak misterinynya sih. Lihat WC itu ya. Semacam WC atau gudang kecil ada kunci hijau, Guys. Ada ending kah? Ya udah dah, gua jujur aja deh ke dia. Nih aku menemukan kunci merah. Hm. Aku tidak tahu kamu menemukan itu. Mungkin muat di salah satu trailer di belakang. Jangan khawatir. Ada pertanyaan lain? By the way, kalau kamu tidak bisa masuk ke trailer, coba lewat sungai. Aku rasa kamu bisa ke sudut trailer lewat sungai ya. Thanks. Baik juga dia ya. Oh di belakang bro. Katanya buat trailer bagian belakang. Nah, kalau gak bisa lewat lewat sungai. Oke, find the keyck. Let’s go. Nih sungai ini kan dapat pas ini nih. Tuh sungai tuh. Oke, gua ngerti maksudnya apa, Guys. Nih kan ada sungai. Dah, kita jalan lewat sungai sini tuh. Ya, sungainya kecil sih. Nah, itu dia. There you go. I got it, guys. Guys, ini apartemen siapa, cuk? Eh, [Musik] guys. Trailer tua dan usang, guys. [Musik] Spect. [ __ ] Oh [ __ ] pecah, dapurnya dekil. Ada surat diari halaman 3. Setelah bertahun-tahun duduk di basement ini, dia merasa dia akan memperbaikiku. But all, tapi apa yang dia lakukan hanyalah But all he does is deliver the goods on bio. Ini bahasa Inggrisnya Bu ngacau, Guys. Sumpah, Guys. Guys, serius, Guys. Ini gua bukannya so Inggris, tapi ini grammarnya ngacau, Guys. Serius, Guys. Ya, tapi gua tahu maksudnya. But all he does is deliver the goods one by one. Oke. Tapi apa yang dilakukan? Mengirim barang-barang satu persatu gitu ya. Bukan L translate, C. Coba kalian tanya yang jago Inggris. Ini jelek, Guys. Grammernya, guys, bukan translate gua yang L. Saat aku memot while I’m chopping them up. Saat aku memotong mereka, kelaparanku semakin memparah. Aku hanya ingin sepotong. Aku akan kembali. Aku akan segera kembali. Maksud maksud inspect the house kan udah anjing gua takut di jump scare guys ini hing banget cok mana bayangannya ngeselin banget lagi. Cabut aja lah. Udah loh, udah inspect the house loh. Apalagi sih yang belum. Hah? Ini listrik. Wait, wait. Belum keceklist masalahnya, bre. Did I miss something? Gua gak bisa ke WC ya yang pasti ya karena kehalangan. Gak bisa, Guys. Gak bisa, Guys. Kulkas gak bisa dibuka. Ini udah cabut aja deh. Kulkas enggak bisa dibuka, Guys. Geser. Ini belum kelar nih. Belum kelar nih, coy. Ada ada yang belum dibuka. Ada yang belum dibuka, Guys. Ada yang belum kelar nih. Belum ceklistnya belum jalan ya. Gua klik semuanya ini klik pot. Hah? Meja. Wait, wait, wait, wait. Tapi butuh kunci, cuy. Kuncinya di pot kagak ada pot bunga. Kocak. Bro, where’s the key, bro? Lemarnya atas kompor anjir. Gila nyari simulator cuy. Ini kah gua enggak nemu sumpah gua ggak nemu kuncinya guys. Dulu karpetnya. Enggak bisa bro. Cuma meja yang bisa diklik nih. Tuh meja bisa diklik ya. Aduh, bocil asal sebut, asal ngomong menyerang kah? Di WC kuncinya kagak bisa ke WC. gedik tuh kedorong guys. [Musik] Tanya kali ya. tanya ya tanya si mic ya mana pula ini cara bukanya enggak tahu bro bocel asal sebelah sofa sebelah ini kagak bisa anak-anak [ __ ] kagak ada tuh enggak bisa digeser coba tanya mic tanya mic tanya mic kalian aja keet-rigger event-nya. Mike, I need your help. Mike. Mike, gua menemukan sesuatu di trailer belakang. Mike, you got to help me. Mike, I found something. Mike, yes. [Musik] Gak tahu si Mike enggak tahu apa-apa, coy. Enggak, enggak mungkin. Enggak mungkin di apartemen kita kuncinya, Bro. Inspect the house. Kita coba, kita coba cari lag. Kita coba cari lagi, Guys, ya. Hah, di rumah mic kuncinya. Masa di rumah mic kita teliti lagi rumah ini. Misteri rumah ini, cuy. Piring enggak bisa diklik ini. Coba belakang sini enggak bisa. Lampu enggak bisa klik bawah. Enggak bisa diklik. Enggak bisa. Ini apa itu? Daun. Daun. Daun. Aduh. Ini nih. This is something, man. But how do I open that [ __ ] P nyari kerobar kali ya. Nyari kerobar di luar ya? Iya deh, kayaknya ada sesuatu di luar, Guys. Minggirin terpal ini bocil-bocil. Oh, iya. Minggirin terpalnya bisa, Bro. Minggirin terpalnya, Guys. Hei, bocil sofa, bocil kursi roda, bocil kulkas, bocil piring, bocil fas bunga. Anjing kalian semua ya ngeyal. Ngeyal ngeyal. Lu yang ngeyal. Kocak lu bikin gua bingung. Minggirin karpetnya. Kagak ada yang ngomong dari tadi woi. Tuh baru kerigger. Enggak ada. Eh, siapa tadi yang bilang minggirin karpet? Kagak ada yang bilang itu cuma satu orang tadi. Udah hilang juga karpetnya. Dimingirin adik-adik terkedik-kedik. Bocil sofa, bocil WC, bocil tarik mejanya, bocil kursi roda, bocil AC. Find ait. Gimana caranya, Bro? Aduh, harus nyari lagi. Tetap sih. Tanya kali ya. Tanya mic ya. Find a way to open. Pakai apa open-nya ya? Pakai crobar sih, Guys. Cobar sih, Guys. Feeling gua sih Mike tahu sesuatu akan itu. Kayaknya yang loket-nya kebuka nih. Iya sih feeling gua yang loketnya kebuka tuh. Apalagi bocil yang bilang tarik mejanya. Kocak otak lu ditarik anjing. Orang cuma bisa diklik langsung didorong. Gok. Hah? Kamu? Yes. Mike, kamu punya tool untuk membuka gembok? Yes, aku punya tools di set di depan rumah pertama, tapi dia sedang pergi, jadi kamu tidak bisa mengambilnya. Oke. Kalau kamu butuh sesuatu, gimana? Kamu pasti punya kunci. Mungkin. Tapi, Wah, kenapa aku harus berikan kepadamu? Aku berhutang makanan gratis di restoran. Oh, I. Oh, kita Oh, ini kita akan menerakterimu makanan gratis di restoran. Oke. For my beautiful eyes. No. Kenapa aku akan memberikanmu? Ya udah, kamu bisa makan gratis di restoran deh, deal. Ayo, aku akan ambilkan kuncinya. Nice, nice. Oke, kunci hijau. Nice, nice, nice, nice, nice, nice, nice, nice, nice, nice, nice, nice, nice, nice, nice, nice. Emosian mulu heran. Eh, Guys, kalian digas gitu doang ngambek. Kok kasar kok ini guys? Kalian kenapa sih, Guys? Jadi lembek banget, Guys. Faer Winda basudara itu kan bercanda doang marah-marahnya guys. Kok kalian jadi lembek banget sih, Guys? Gua gas gitu doang gua bilang, “Otak lu ditarik.” Eh, Bang, kok kasar, Bang? Jangan toxic, Bang. Jangan marah-marah. Kok jadi marah-marah, Guys? Kenapa kalian jadi lembek banget, Guys? Kenapa kalian jadi begitu, Bro? Perasaan dulu biasa-biasa aja. Kebanyakan bocil, Bang. Sekarang eh kalian umur berapa sih, Guys, yang nonton? Ini kan udah malam itu doang nangis. Gua tarik juga ni lidah kalian pakai bolt cutter biar enggak nangis lagi. Nangis lagi digituin dah. Dapat nih, guys. Bolt cutter. Let’s go. Let’s go. Let’s go. Let’s go. Let’s go. Let’s go. Let’s go. Let’s go. Let’s go. Let’s go. Bang, buka kulkas gak bisa. Kulkas gak bisa dibuka. Ngapain coba buka kulkas? Orang mau buka gembok gitu dah. Guys, we did it. We did. We got this. We got this. We got this. We got this. We got this. Let’s go, guys. Ini trailer siapa? Kenapa ada basement di dalam trailer? Bocil umur menyerang, Bang. 20 24. Iya, ya. Entar dulu absen umurnya, ya. Absen umurnya entar di kelas, Guys. Oke. Basement, guys. Guys, guys, guys, guys, guys, guys. Gua benci jam 2.00 pagi. Oh [ __ ] ini basement siapa, cuy? Oh, sini ada jalan, guys. Paramx. Ah, generator tank. Oh [ __ ] feeling gua enggak bagus ini. Sumpah feeling gua enggak bagus, Guys. Ada sesuatu yang salah dengan tempat ini. Oke, apa ini? Di hari dua. Di hari dua tadi. Di hari satu loh. Aku benci makanan kaleng. Aku mau makan makanan normal. Aku bisa mencoba sekali lagi, kenapa enggak? Aku benci kaleng. Emang kenapa makanan kaleng kurang berg? Kenapa ada anatomi tubuh di sini, coy? Oh [ __ ] guys. Bocil emote begini menyerang kah? Gua takut di zoom sekar lagi. Please stopnya. Gua cuma mau sahive malam sebagai waiter. Hah? Untuk adik kecilku, aku mengganti password-nya lagi. Tebakanmu mulai annoying. Don’t let them in. Jangan biarkan mereka masuk ke part itu. Password-nya ada di dalam kaleng seperti biasa. What? Dalam kaleng. Oh, ini nih. Password dalam kaleng. Oke. Oke. I got this. I got this. Let’s go. Let’s go. King of puzzle. King of puzzle. King of puzzle. Ah. Ah Sat. Satu. Oh gini gini gini. Wait wait wait. Sebentar sebentar sebentar. Password-nya ada dalam kaleng ya. Oke wait ya. 1 2. Eh enggak gitu bro. Enggak enggak enggak gitu konsepnya guys. Entar ya gua mikir dulu. Sabar sabar sabar sabar. Kenapa ada yang kalengnya bonyok ada yang enggak ya? Oke, gua paham, gua paham, gua paham, gua paham. Password-nya itu adalah sebentar kita lihat dulu, ya. Oh, begini. Oh, ngerti gua ya. Elah, entar berapa digit? Kita coba dulu. It’s not gonna work like that. Why? Why bro? Gua udah tahu password-nya. Tenang, gua udah tahu password-nya. Oh, listriknya enggak ada, ya? Ini listriknya deh, Guys. Oh, ini benar-benar benarbenar listriknya, cuy. Full tank empty ya. Oke, empty. Search the basement. Anjir, puzzle, bro. Kita harus isi dulu nih bensinnya, bro. Ini belum dibuka nih. Nah, itu dia yang gua butuhkan. Nah, di WC rupanya, Guys. Oke, there you go. Perfect. Can we do it now? Nice. Terang, guys. GG, guys. Yes, sir. Berapa digit? Tuaga 4 7. Wah. Oke. Oke. Begini, Guys. Password-nya ini ya. Gua enggak tahu berapa digit, tapi kemungkinan besar kaleng yang tidak rusak. Berarti password-nya SAT. Eh, sebentar. Password-nya e satu. 5 6 15 6 7 90 ya 1 5 6 7 9 Salah bro. Oh, berarti kebalikannya 2 3 4 2 3 4 8 2 3 4 8 coba [Musik] 10070 IQ. Oh, karena dia benci kaleng tadi suratnya tuh dia benci kaleng, Guys. Oke, nice nice. Oh, i aku memindahkan kuncinya masih ada di kaleng. Jadi, kamu harus cari, kamu harus temukan itu. Oke, kuncinya di sini, Guys. Kuncinya di kaleng, cuk. Hah? Kunci di kaleng. What do you mean? Aku ganti password-nya. Tebakanmu. Oh ya, aku pindahkan kuncinya juga. Kuncinya ada di kaleng. Jadi, kamu harus cari, kamu harus menemukannya. The [ __ ] is that mean, bro? Kunci di kaleng ini maksudnya gak bisa diklik. Diklik, Guys. Ini kaleng ini kah? Kunci di kaleng kaleng ini maksudnya. Oh, ini mau ke sini mau ini. Coba ini banyak nih. Kaleng yang mana Bang Jago? Ada yang bisa dikelik, Guys. Bocil itu menyerang enggak bocil itu? We gila Winda. Asal klik aja langsung dapat. Let’s go. Bawel bocel itu. Oh my god. Tempat apa ini? Harus digeser. Kocak bocel. Ita itu. Ita itu. Gimana kalian bisa ngelihat kalau enggak digeser, Guys? Ini tempat apa, Guys? Surat autopsi terbakar hampir mati. Livernya dicabut klien ditemukan. Body dua ee rusak parah mau dibuang. Body tig ada bagian tubuh yang hilang terlalu tua dibuang tubuh empat tembakan di kepala dan juga jantung dan juga ee liver. Liver liver usus ya. usus dan jantungnya diambil. Catatan. Aku takut aku tidak bisa menolak. Daging yang terakhir sangat segar. Oh [ __ ] What the [ __ ] is that mean, bro? Ada empat korban, Guys. Empat mayat yang kon Oh [ __ ] Oh [ __ ] oh [ __ ] Ini empat korbannya, Guys. [Musik] Oh [ __ ] di hari empat, di hari satunya mana? Aku merasa tidak bisa tahan lagi. Sang manajer dan juga beberapa pengunjung. Tidak cukup. Aku rindu waitress perempuan itu dan aku sangat marah. Tapi sepertinya kita akur-akur aja. Someone is coming. Entar lagi baca surat anjing. Sembunyi di mana, babi? Enggak tahu semuanya di mana, Guys. Oh, oh, sini, sini, sini, sini. Balik, balik. Datangnya dari situ. Gua kira dari sini. Sini, sini, sini. Semi, sembunyi, sembunyi. Wo, sembunyi, woi. Kabur, kabur, kabur, kabur. Itu siapa tuh? itu kayak dikenal, Guys. Kang delivery terus entar gua ngumpet kayaknya. Gua bukan, gua ngumpet di tempat yang salah deh, Guys. Eh, ngumpetnya di mana, Guys? Where where suah, bro? Where guys? [Musik] Gak bisa. Enggak ada yang bisa dibuka. Cenah nih bawa meja. Benar enggak sih di sini sembunyinya? Keluar kagak bisa ini pintunya gak bisa dibuka adik-adik. Terkedik-kedik dalam lemari jenazah gak bisa masuk. [Musik] sini gitu. No. Nice, nice. Dia keluar, guys. Bunyibunyi anjing pintunya bunyi. Ma ngejar enggak aman guys. Oh, dia ngejar, Guys. Dia ngejar. Oke, oke, kita ngumpat situ ya. Kita ngumpet ti situ ya. Kita ngumpat. Sini, Guys. Ini guys. Benar, Guys. Dah, habis itu habis itu bunyi pintunya. Langsung kabur, ya. Langsung kabur, Guys. Oke, langsung kabur. Lari cepat banget, cuy. Dah, tunggu sini, tunggu sini. Sabar, sabar, sabar, sabar, sabar, sabar, sabar, ya. Sabar, ya. Sabar, ya. Sabar, sabar, sabar. Nanti jangan lihat belakang, ya. Jangan lihat belakang. Langsung sprint aja, Guys. Langsung sprint. Oke, aman, aman, aman, aman. Seram banget kata Bella. Ih, serem ya. Oke, sabar sabar sabar. Oke, dia lewat. Nice. Sip. A langsung sekarang C. Go go go go. Du nyangkut bangke. Gak usah lihat belakang. Gak usah lihat belakang. Nice nice. We did it. 230 di we did it, my brother. Hah. Saudaraku dalam bahaya. Aku selamatkan dia sebelum maniak itu ke kafe. Oh, dia ngar saudara kita si kurir ya. Drive terus cafe. L duit. Ajak mic gak sih? Ajak mic gak sih? Ajak mic gak si? Ajak mic gak sih? Ajak mic guys si? Ajak mic guys sih. Ajak mak gak sih? Ajak mic gak sih. Ajak ajak mak sih. Ajak mak sih. Ajak mak gak sih? Ajak mak sih? Ajak mak sih. Ajak makan sih. Ha dia kerja sama mama. Serius salah mobilku di sini cok. Itu mobil siapa? Kok tadi perasaan enggak ada mobil? Dah itu mobil dia, cuk. Itu mobil kurir kan? Culing cari mob. Cari cari mobilnya. Enggak bisa enggak bisa enggak bisa. Rut kakak lu. Mana mobil gua? Ini nih nih nih. Gelap bro. Hah? Kok terkunci? Di ma di kunci kunci mobil. Nice. Tutup tutup tutup. Enggak bisa. Bodo amat lah lah ini dip abangnya kagak? Kocak ini. Masih dip si cewek. Kita mau nolong abang kita. Justru kanan kanan. Ih, ih, [Musik] ih. Jam 3. Pagi, Bang. Kok getar-getar? Iya. Ng-bug kayaknya, Guys. Jam 3.00 pagi. Oke, kita akan ke restoran, Teman-teman. Karena kakak kita di restoran. Anjir, jedak-jeduk gini, cuy. C. Hah. Hah. Hah. Hah. Hah. No [ __ ] way. Kagak. Loh, kagak kita sekarat kah? Wih, lewat mana nih gue? Hah? Oh, kita masuk di gorong-gorong. Apa sih? Keluar lagi, Bro. Masuk, masuk. Wih, Ibu manajer. Ibu lagi posisi apa itu? Kuda-kuda apa itu, Ibu? Ibu tenang, Ibu. Ada Mary di sini. Aduh, apa yang K lakukan? Apa yang harus K lakukan, Ibu Manajer. Ah, ini aku Mary. Bagaimana kamu bisa masuk, Mary? Apakah ada jalan keluar? Yes, ada ventilasi di belakang aku. E merangkak di ventilasi. Ayo keluar. situ. Bagaimana denganmu? Aku harus tolong kakakku dan aku tidak akan pergi sampai tanpa dia, Guys. Kayaknya itu emang kurirnya, Guys. Kurirnya gila. Dia itu kayak suka eksperimen, mau praktik sama pengen makan daging manusia. Makanya targetnya itu restoran ini. Aku harus selamatkan brotherku. Aku tidak akan pergi tanpa dia. Kamu berani tapi coba telepon bantuan ya. Sori. Hah? Kenapa sor? Oh, maksudnya telepon bantuan dia cabut duluan. Oke, gak apa-apa. Gak apa-apa. Tenang, tenang. Anjir topengnya seram banget cok. Wait terkunci guys. Oh [ __ ] Oh [ __ ] Siapa ini dibakar hidup-hidup? Oh no. Ini save kita kah? Oh my God, ini creepy, guys. Telepon lewat sini engak bisa. Aduh, le chat YouTube-nya ngb. Hah. Hah, itu kurir. Lalu pembunuhnya siapa? Peria tinggi waitestnya ada di sini. Dia tidak akan kabur untuk lari. Aku sudah bocorin bannya. Hebat. Artinya kita tidak akan diganggu. Tidak, dia di basement kita berdua penjahatnya, cuy. Dia bisa telepon polisi tadi. Aku tidak akan ke mana-mana. Aku tidak bertanya kepadamu. Kita pergi sekarang. Aku bilang tidak. [Musik] Itu gimana? Oh, oke. Ngumpet sini, ngumpet sini. Ngumpet sini. Ngumpet sini dulu guys. Ngumpet sini dulu, Guys. Sini dulu, Guys. Eh, enggak bisa, Bro. Enggak bisa, Guys. Eh, itu ke mana, ya? Sabar, sabar, sabar. Kita jongkok, kita jongkok. Kita jongkok ya. Kita jongkok. Kita jongkok. Sabar. Chill, chill, chill. Kita jongkok. Sini, sini, cepat, cepat. Balik, balik, balik. Ngumpet sini aman, Guys. Ngumpet sini aman, Guys. Dah, nanti dia ke situ, Guys. Pasti dia ke situ, Guys. Kita harus jemput kakak kita di WC kan. See, I’m so genius, man. [Musik] Help polisi dulu. Enggak, Kakaget. Aduh, kekurung, Bro. Anjir, dia ke sini lagi dong. [Musik] Mati, guys. Pria tingginya mati. Hah? Dikunci WC-nya. Terus gua ke mana dong? Itu ke mana, Guys? Tatar. Gila. Save brother dikunci. Habis ketahuan lagi, Bro. Sabar, sabar, sabar, sabar, sabar, sabar. Baru mati sekali, Guys. Baru mati sekali, ya. Lari aja, lari lari. Luar bisa enggak? Enggak bisa. Look it. Bro are [ __ ] kidding. Ini kan udah digeser kagak? Kakang kita yang baik. No, jangan, jangan ambil. Hah. [Musik] Wah. W. Oke, aku ambil mobil kakakku. Kir mau ambil pisaunya. Kagak, I’m sorry, Kak. I’m sorry. Siapa yang menang? Yah. Ya, masih kalah. Aduh. K lagi berantem dia. Apa sih? Ambil pisau aja enggak sih, Guys? Lihat sini lihat lihat sini. Mus kebakaran cuk. Gak bisa gak bisa. Lihat belakang lagi, lihat belakang lagi guys. Kebakar guys. Gak bisa, Guys. Winda apa sih? Gua kira masih ketutup yang itu deh. Sini, sini, sini. Anjir ditusuk-tusuk cuy. Sadis banget. Pun mobil kakak. Ibu manajer. Ayo ayo lari bersama. [Musik] [Musik] Anjir, gua speechless, Guys. Gua speechless, Guys. Saat datang ke tempat polisi menemukan lima mayat. Penyerang menurut data preliminari adalah saudara dari salah satu yang terbunuh. Lari dia kabur pembunuhnya kabur. Oke. Sang tersangka bekerja di kafe yang sama selama 15 tahun lalu dan menghilang setelah event yang sama. Lalu tiga orang terbunuh. Kasus ini juga berhubungan dengan pembunuhan sebelumnya yaitu pembunuhan manajer di kafe ini. Manajer yang sekarang masih hilang dan pencarian dia masih dilakukan. Guys, is that good or bad ending? Guys? Emang ada good ending? Anjing? Jauh banget lagi ngulangnya, cok. Enggak sih, enggak jauh sih sebenarnya. Sebentar. Wait wait wait. Achievement-nya cuma satu, Guys. Ending-nya begitu cuma satu tapi enggak memuaskan. Berakhir buruk. What? Udah capek-capek main dua episode berakhir buruk, cuy. Berarti emang sindikat pembunuhan sama sindikat balas dendam, Guys. Aduh, syukur Lord Josep sudah bersabda, Teman-teman, ya. Jadi, gua enggak dibohongin bocel ending 2, ya. Thank you buat teman-teman yang sudah nonton. Kita udah mainin yang demo prolog. Kita udah mainin yang full rilis. Sayangnya kakak beradik yang saling menyayangi harus mati. Manajer juga mati. Yang lolos cuma, Yang lolos cuma pekerja pertama, Guys, yang diprolog, ya. Mereka sindikat pembunbun, Guys. Mungkin nanti ada lanjutannya mungkin, ya. Tapi tetap ya, what a game, what a story. Gak ada yang expect, cuy. Sama sekali enggak ada yang expect. Managernya juga pembunbun, Guys. Gua gak nyangka sama sekali, cuy. Kaget gua. Kaget gua tiba-tiba dia nusuk-nusuk kita guys ya. Jadi kita udahan dulu teman-teman yang ketik what a game pakai entar kenapa sih nih ventilasi apa sih, Guys? Bang, udahlah, Bang, enggak usah absen-absen kalau masih ada yang bilang ee ventilasi-ventilasi. Padahal Josep udah bersabda mendingan langsung endstamnya. Enggak ada. Kocak. Udah game yuk absen yuk. Ada Faran, ada Amel, ada Gosling, ada Nita, ada Si ada Nail. Apa sih? Ventilasi apa? Orang josnya bilang cuma satu endingnya. Ah elah bener kata hilam caper bocil ventilasi game.

Yuk Join Discord paling rame se-Indonesia buat cari temen!: https://discord.com/invite/motionime
Join Server GTA Roleplay ku MotionlifeRP: https://discord.com/invite/motionliferoleplay
Top up semua game di windahtopupstore!: https://www.instagram.com/windahtopupstore/
Festival Motionimefest: https://www.instagram.com/motionimefest/
Toko top up game ku Windah Topup: https://windahtopupstore.com/
Follow Instagram ku: https://www.instagram.com/windahbasudara/?hl=en

———————————————————————————————–
Sebut nama oleh nightbot langsung aja ketik !sebutnama

Terima kasih buat yang sudah mampir, dan yang sudah like, share, dan subscribe!

Stream ini tidak membuka donasi teman- teman 😊. Donasi-kan lah ke anak yatim piatu atau orang- orang yang lebih me mbutuhkan, hal tersebut sudah menjadi bentuk donasi ke stream ini, terima kasih. Atau kalian bisa donasi ke sesama yang membutuhkan di https://kitabisa.com/​
————————————————————————————————

nightbot commands:

!discord
!topupstore
!sebutnamaku
!instagram

#WindahBasudara