GANYANG MAFIA PANGAN, MENTAN KE MAHFUD: INI TIDAK ADIL PROF | TERUS TERANG
ee cobaan tertinggi kan mati dan itu kita harus siap terima. Enggak usah kita pikir kalau kita pikirkan semua ini resikonya ini macam-macam kita enggak bekerja. Negara ini ya banyak mafianya di kantor-kantor banyak parasitnya. Kami himbau kepada seluruh pengusaha Bapak Presiden minta kemarin kalau masih tidak sesuai regulasi yang ada ditindak tegas. Tapi aku mau jelaskan di tempat ini bahwa yang saya maksud adalah 86% ini tidak sesuai regulasi. Titik. Enggak usah dibantah. Karena karena kepungan mafia dan parasit-parasit itu kadang kalala gak nakak gak berkutik. Kadang kal gak berkutik. Akhirnya ya sudahlah kita selesaikan pelan-pelan. Pelan-pelannya kapan? Kan enggak bisa ya ngurus negara kok pelan-pelan. Kita dibatasi waktu 5 tahun. Kami langsung cabut izinnya, langsung kami kirim. Sekarang sudah tersangka. Hm. Direktur kami juga ikut sama-sama tersangka. 11 kami copot. Hm. Kamu enggak benar semua? Oh, anu, Pak. Aku tidak ikut. Iya, tapi kamu pembiaran. Jangan lupa subscribe dan nyalakan lonceng notifikasi. Selamat menyaksikan. [Musik] Halo, apa kabar Anda semua? Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Kita berjumpa kembali di podcast Terus Terang. Podcast di mana saya senantiasa berbicara secara terus terang dan tanpa basa-basi. Kali ini saya mengundang seorang narasumber khusus dalam forum ini. Seorang tokoh yang sekarang ini sedang mendapat banyak perhatian karena langkah-langkahnya yang mungkin agak berbeda ee dibandingkan dengan pejabat lain pada umumnya. Artinya ada yang khas yang bisa kita lihat. Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri Pertanian, Bapak Andi Amran Sulaiman yang sudah berada di studio saat ini. Sebagai sesama anak bangsa yang cinta negeri ini, kami akan berdiskusi. Saya sering berdiskusi sebenarnya dengan Pak Menteri ini ketika pada periode pertama pemerintahan Pak Jokowi dulu, saya melihat langkah-langkahnya sangat berani, sangat tegas. Tetapi juga saya tahu karena saya juga pernah di kabinet tidak mudah hambatan-hambatan dari dalam, dari atas, dari bawah, dari samping, kanan, kiri banyak sekali. ee sehingga kami sering atau pernah berdiskusi diam-diam tentang apa sih yang sebenarnya terjadi di negeri ini. Beliau suka blak-belakan seperti saya. Sekarang saya akan berbicara tentang banyak hal antara lain yang sekarang sedang ramai ini tentang mafia pangan dan tentu mafia hukum. Karena ada saya di sini akan nambah-nambahi cerita yang bagus ini bagus bagi pembangunan bangsa. Baiklah, seperti biasa mari kita mulai. Mas Rizal silakan mau tanya apa ke saya dan terutama kepada Pak Menteri Amran Sulaiman. Terima kasih Mahfud. Pak Amran, Pak Menteri. Selamat Pak Selamat pagi. Terima kasih sudah hadir di studio kita. Pagi-pagi sudah hadir di studio kita. ee audiens sekalian, pemirsa sekalian, ini adalah episode istimewa karena terus terang mempertemukan dua tukang gebuk di pemerintahan. Yang satu baru selesai periode lalu menjadi main kopol hukam yang sekarang sedang menjabat dan menggebuk kiri kanan depan atas bawah juga digebuk. Dulu beliau sudah pernah menjadi menteri di periode pertama Pak Jokowi. Lalu di 1 tahun terakhir periode kedua dipilih lagi menjadi Menteri Pertanian Pak Amran Sulaiman. Pak, makasih sekali lagi Pak Amran. Pak Amran. Saya baru tahu kalau tadi Pak Mahfud memberikan opening-nya itu ternyata Anda berdua sering diskusi ya. Iya. Sering curhat sesama algo ketemu ketemu di bandara pun saliban gitu. Kalau salaman berbisik juga gimana ketemu kimiawinya Pakranya ketemu. Iya. Dulu waktu pertama ya demi bangsam waktu pertama beliau jadi menteri saya sudah berhenti jadi ketua MK. Kami ngobrol berdua betapa negara ini ya banyak mafianya di kantor-kantor banyak parasitnya terus di negara ini secara keseluruhan mafianya luar biasa. Iya Pak Mahfud. Saya Pak Amran saya mau agak fokus ke e mafia pang kemarin itu presiden di Solo, Pak Amran ee hari Minggu 2 hari lalu Pak I berpidato dan mengatakan bahwa akan menyatakan perang terhadap mafia pangan. Nah, ada Pak Amran di sini ee dalam 9 bulan Anda bekerja, Pak, atau bahkan kita tarik sebelumnya ya 5 tahun Anda di periode Pak Jokowi, seberapa bahaya dan seberapa mengganggu mafia pangan itu, Pak? Sebenarnya ya kalau saya ee biasa aja menghadapi ilas saja. Hm. Ee jangan merasa pernah merasa terganggu. Oke. Kita menjalankan saja sesuai undang-undang. Kalau kami beragama Islam sesuai Al-Qur’an, sunah Rasul, selesai. Tapi ikan berbahaya sekali toh, Pak, praktik yang dilakukan oleh mereka itu ee cobaan tertinggi kan mati dan itu kita harus siap terima. Enggak usah kita pikir kalau kita pikirkan semua ini resikonya, ini macam-macam, kita enggak bekerja. Oke. Nah, kebetulan sebelum ini ee Bapak Presiden Pidato ee kami ee diskusi bersama Pak Kapori. Pak Kapori setuju tindak lanjuti, Pak Jaksagung luar biasa tegas. Pak Jaksagung kami diskusi berdua, Pak. Ada gini-gini enggak? Tindak lanjuti. Pasti Presiden setuju begitu. pidato kemarin di Klaten benar ee bahwa Presiden sangat setuju ee tindak lanjuti karena ini menyangkut hajat hidup hidup orang banyak. banyak. Hm. Ini orang ini ekon ruang ekonomi orang kecil. Jangan di mbok kalau saya ya, kalau saya kalau ada konglomerat aku siapkan karpet merah sektor pertanian, perkebunan, pabrik gula ee CPO hilirisasi banyak ribuan triliun kita masih butuh di pertanian. Masuk ke sana jangan ganggu yang vital. Beras bermasalah, pangan bermasalah, negara bermasalah. Iya. Ini ekonomi rakyat kecil. Kalau saya jangan diganggu. Saya selalu beritahu mereka yang konglomerat ini diskusi teman kamu masuk di sini jangan mengganggu di sini. Ini vital ini bermasalah sedikit ini negara goncang nih. Tapi masuk di perkebunan untungnya lebih besar. Untungnya lebih besar cuma ini cepat per 3 bulan. Per 3 bulan. Iya. Tapi kalau ini menunggu 5 tahun tapi bisa panen 30 tahun. Nah, kami diskusi Pak Jaksa Agung empat mata Pak Kapolri ee sebelum Bapak Presiden sampaikan ee kami sudah diskusi empat mata enggak kita tindak lanjuti itu kita harus lindungi ee ee lindungi ee rakyat kecil. Ee setelah itu kami lapor ke Bapak Presiden ee dipanggil di bandara kami laporkan apa adanya. H berdasarkan data bukan opini. Iya. Jadi enggak usah dipolemikkan. Ini adalah tidak sesuai ee standar regulasi yang ada. Titik. Karena enggak usah di ee di diberi oplosan ini ini ee kemudian beras curah ini ada aku lihat. Iya enggak usahlah. tidak sesuai sesuai lab yang kami baca. Ada 13 lab seluruh Indonesia tidak sesuai ya premium medium itu tidak sesuai harusnya ini harganya R.000 500 enggak boleh lebih tapi dijual Rp15.000 16.000 17.000 14.000 Rata-rata 3.000 saja average ya. Itu kerugian kerugian rakyat itu 9 100 triliun. H. Kalau ini 10 tahun potensi kerugian. Potensi kerugian. Iya. Dan pasti merugikan. Iya. Dan kita sudah cek juga mereka banyak mengaku. Jadi banyak yang definisi oplosan apa arti enggak usah terlalu panjang berbelit-belit. Singkat ini regulasinya ini berasnya yang dijual. Titik. Selesai. Mau tanya apa lagi? I ini regulasinya yang dikeluarkan oleh pemerintah resmi. Kemudian ini faktanya lapangan selesaikan. Menurut Pak Amran itu ditanggapi oleh sejumlah kalangan ini masih ada permakluman mungkin ya begitu Pak kira-kira gitu ya. Di di di opini publik masih mengatakan ini enggak terlalu melanggar macam-macam. Di sana kan pasti ada afiliasi temannya terganggu. Iya. Iya. Impor beras, Pak. Itu impor beras itu. Itu untungnya banyak tuh. Kami maklumi juga yang dulunya impor tiba-tiba tidak kehilangan. Bayangkan untung Rp1.000 saja atau Rp2.000 lah. R juta itu R triliun. Kalau R juta R triliun 2 tahun berturut-turut 2 tahun. Dan itu secari kertas kapal bukan mereka urus. Yang kapalkan orang lain. Selesai masuk. Jadi dan inifrastrukturnya sudah terbangun, gudangnya sudah puluhan tahun. Kemudian Pak ee ee apa namanya? SDM-nya sudah terbentuk, kapalnya, infrastruktur ini sudah terbentuk. Heeh. Jadi kami juga sadar, tetapi kami himbau kepada seluruh pengusaha. Bapak Presiden minta kemarin kalau masih tidak sesuai regulasi yang ada, ditindak tegas itu enggak ada lagi, enggak ada lagi ruang diskusi untuk ini enggak perlu lagi kita bahas. Enggak usah cerita ini oplos, ini di Amerika, ini Indonesia, enggak usah ini ada pengambil teori ini regulasinya. Ini faktanya sesuai lab. H kira-kira 13 lab semuanya salah. Ini level nasional nih lab-nya nih. Aku padukan masuk. Enggak usah ada lagi ber ini beras campuran ini ini macam-macam aja muter-muter. Salah titik. Saya ke Pak Mahfud dulu Pak. Mendengarkan penjelasan beliau ini seperti ini. Apa apa komentar Pak Mahfud sebagai orang yang mencermati dari luar? Ya itu yang saya rasakan ya. Jadi banyak sekali ee permainan-permainan itu yang sangat merugikan rakyat dan ee saya melihat ee Pak Amran ini berani gitu mengungkap itu padahal itu terjadi di berbagai sektor ya. Ee yang berani itu yang saya lihat Iya, Pak. Pak Amran ya. Iya. Ee saya ini bicara di dalam pemerintahan ya yang saya Iya. yang yang tentu ya yang punya tanggung jawab ee ke tata pemerintahan kan. Iya. Ee makanya sejak dulu saya melihat Pak Amran nih kesepian. Itu sebabnya dulu sering komunikasi dengan saya karena di dalam itu banyak hambatan untuk perbaiki ee sehingga keluannya itu tidak bisa tertumpah ke dalam. Lalu diskusi dulu dengan saya sejak jadi menteri pertama. Saya bilang, “Wah, hebat nih orang gimana ya, menteri-menteri yang lain ada lima sajal ya di sektor lima saja di sektor itu sudah mengguncang gitu.” Waktu itu beliau sendirian memperbaikinya gimana nih ya dihambat di sini pelakunya ini ini gitu. Saya lihat petanya dari Pak Amran waktu itu wah ini ya tidak mudah memang menyelesaikannya. Tapi ee saya gembira ya ee Pak Amran masih ee tetap sesudah ini sekarang masuk lagi saya sudah dulu berhenti satu periode tapi di akhir periode kedua masuk lagi kan itu sudah mulai tertata lagi dan mulai ada lagi yang muncul gitu berbicara tentang kantornya, berbicara tentang tugasnya yang banyak itu kan karena kepungan mafia dan parasit-parasit itu kadang kala gak nakak gak berkutik kadang kala gak berkutik akhirnya ya sudahlah kita selesaikan pelan-pelan pelan-pelannya kapan kan enggak bisa ya ngurus negara kok pelan-pelan kita dibatasi waktu 5 tahun kan dibagi penggalan per anggar per tahun anggaran kalau pelan-pelan terus nyelesaikan susah Pak Mahfud tadi mengatakan gini Pak Menteri bahwa ternyata berat yang dihadapi Pak Mahfud hadapi berat saya yakin Pak Amran juga menghadap seberapa berat Pak menghadapi Mafia Pangan. Iya, memang berat. Tapi tidak boleh lelah. Tidak boleh lelah. Oke. Gimana, Pak, ceritanya? He. Jadi gini ee ini yang ramai masalah beras nih. Iya. Sekarang ini masalah beras. Ee kami ingin sampaikan dulu ee meluruskan dulu karena banyak orang tidak paham tapi komentar. Ini masal masalah ini satu masalah juga. Kita tidak tahu punya afiliasi dengan ee mafianya, kelompok mana dan seterusnya. Ee yang pertama adalah ini awalnya awal mula ee beras ini masalah beras muncul ada data BPS bukan data saya mengatakan bahwa harga turun di tingkat petani kemudian di konsumen naik kemudian sesuai data PPS produksi kita tertinggi selama 7 tahun. Selama 7 tahun. Iya. Oke. Iya. Karena pertanian kami larang mengeluarkan ee data produksi. Hm. Kenapa? Selalu dianggap subjektif. Oke, makanya pakai data BPS. Data BPS. Oke. Yang kedua, data EVAO lebih tinggi lagi. Hm. EVAO mengatakan ini produksi kita yang tahun lalu 30 juta tahun, sekarang diprediksi naik ee 35 juta ton dan kenaikannya tertinggi nomor dua dunia setelah berhasil. Tertinggi kedua di dunia setelah berhasil. Iya. Setelah berhasil kata EVA. Iya. Ee itu bukan kami yang rilis. Iya. Iya. Yang ketiga juga eh pada saat yang bersamaan Kementerian Amerika, United States Department of Agriculture Amerika H mengeluarkan juga ee data bahwasanya ini hebat betul bahwa Indonesia produksinya nanti 34,6 juta ton dari 30 34,6 juta ton dari tahun ini tahun ini. Nah, kemudian ee target kita kan 32, produksi tahun lalu 30. Artinya ada lompatan 4 juta ton. Sekarang ini sudah ada surplus 3 juta ton. Ee ada keyakinan saya ee data semua ini benar. Oke. Dan itu independen. Enggak ada urusannya dengan kita. Oke. Ini melihat harga di penggilingan turun 2 bulan 3 bulan lalu. Kemudian harga konsumen naik. Berarti anomali kan? Anomali. Nah, anomali ini aku cari di mana masalahnya. Yang pertama ada statement ee seorang ee pengamat ee mengatakan bahwa suplai Cipina kurang. Hm. Jadi ini membenarkan bahwa harga naik karena suplainya Cipinang kurang. Oke. Cipinang ini pasar induk Cipinang. Pasar Indo Cipinang. Nah, kami cek data mulai dari sana cek 5 tahun data. Kebetulan kami ee senang dengan matematika fisika dulu terus cek data itu ada anomali juga aku dapat beras keluar 11.000 ton satu hari itu tidak mungkin di pasar Cipina. Iya. Karena kalau itu keluar berarti mobil itu numpuk, mobil truk itu mengepung, tidak ada orang bisa masuk. Selama ini berapa maksimumnya? Maksimal 3.000. Nah, ini 3000 selama 5 tahun. Ini 11.000. 11.000 satu hari. W ada Nomali Satgas turun periksa ngaku. Dia mengatakan lagi ini adalah ee kita membenarkan data. Berarti data dulu salah semua dong. Jadi kejebak. Oke. Satgas kerja sudah. Sat gas pangan, Pak. Ya. Sat gas pangan. Oke. Kami ee sebelum berangkat ke Rusia ke luar negeri dampingi Bapak Presiden. Kami sudah tatah periksa seluruh Indonesia. Ini ada yang tidak benar. diperiksa, ambil sampel sebanyak-banyaknya. Aku ditanya, “Pak, kita gunakan lab untuk memeriksa lab pertanian.” Jangan. Itu subjektivitasnya tinggi. Itu fitnah nanti muncul dari mana-mana. Gunakan yang lain. Tiga, Pak. Enggak. 13 lab kami gunakan seluruh Indonesia, Prof. 13 labakan. H. Kami cek 268 ee sampel beras. Cek yang tidak sesuai. dengan mereknya 86%. Wah, banyak sekali, Pak. 86 dari 200 260 212 yang tidak benar, tidak sosial standar. Nah, banyak ingin plesetkan oplos gini, campur gini, macam-macam. Bukan itu yang aku maksud. Ini ada. Jadi pastikan banyak orang yang tidak senang, ada orang tidak senang. Dia, “Oh, ini ee ada yang mengatakan beras cur ee beras curah itu bukan beras curah. ada ee ada juga premium curang macam-macam macam-macamlah ya wajar itu sangat wajar orang yang terganggu kepentingannya. Tapi aku mau jelaskan di tempat ini bahwa yang saya maksud adalah 86% ini tidak sosial regulasi. Titik enggak usah dibantah, enggak usah lagi di ini opl ini campur macam-macam pokoknya gitu ya. Intinya gini, pemerintah sudah menetapkan medium premium titik. H. Kemudian ini kalau medium seperti apa? Kualitasnya seperti apa? Satu kadar airnya 14%. Dua sosonya 95%. Kemudian ee ee sosok kadar air ah brokennya. Broken eh kepala. Kepala dulu beras kepala maksudnya utuh. Iya. itu kalau medium itu 75% premium itu 85% beras utuh ya beras kepala ya sil utuh nah brokennya pecahannya he itu medium ee 25% premium 15% selesai h enggak usah dipolimkan ini tidak sesuai dengan yang di regulasi pemerintah titik enggak usah lagi di ini di Amerika ya kamu ke Amerika jangan di sini ini Indonesia jadi Pak kembali lagi premium 15% untuk yang broken. Kalau yang medium 25% 25% selesai tidak selesai 212 merek tadi itu tidak ada yang ee sosoknya keliru, ada yang beda-beda ee tidak sesuai yang jelas tidak sesuai regulasi yang dikeluarkan oleh pemerintah dan itu merugikan rakyat merugikan ee rakyat Indonesia. Kalau yang dirugikan menengah ke atas, kalau Rp1.000 enggak masalah. Rp10.000. Tetapi kalau ini yang berada di garis kemiskinan saudara kita yang numpang, yang kos-kosan, yang dibawa jembatan, yang tinggal di hutan, apa pernah pikirkan yang tidak menghasilkan padi. Dan aku pernah berada di sana 36 tahun aku miskin, miskin ekstrem. Jadi saya mampu merasakan apa? Dirasakan saudara kita yang susah. Dan aku tidak mau selama kami masih di pemerintahan, kami tidak ee ingin ee menzalimi mereka. Sekarang yang 21 ini sedang berproses, Pak. Pihak sudah sudah diperiksa pertama itu tanggal 10 mulai diperiksa ada ee 10 pemeriksaannya itu pemeriksaan dipangan aparat penegak hukum sudah kami kirim ke Pak Kapolri, kami kirim ke Pak Jakagung langsung kami kirim tertulis. Ee jadi ee sekarang kita tinggal kawal bersama. Kemudian tanggal 10 diperiksa mereka menurut laporan. Tapi ini lisan. Hm. Mengaku. Mengaku. M alasannya cuma satu, cari keuntungan lebih banyak. Dan bisa bayangkan nih kita bandingkan ya petani karena aku petani nih. Saya bertani. Petani itu untung R1 kilo Rp1.500 sampai 2000 per kilo bekerja 6 4 bulan. 4 bulan dengan uang pinjaman dengan uang berbunga dari tengkulak macam-macam. Terus yang hanya menggiling memindahkan cuma memoles packaging diperbaiki untung 3.000 per kilo 2.000. Adilkah ini? Dua kali lipat dari ini tidak adil. Ini pasti tidak sosi Pancasila. Tidak ada keadilan di sana. Tidak ada perikemanusiaan ke sana. Kemudian ketuhanan mungkin ketuhanannya jadi ada lima kan. Jadi ketuhanannya agak-agak kurang kemanusiaannya mana ada perik bisa. Kemudian mana kita bisa bersatu kalau ini menikmati dengan cara yang tidak benar republik ini baru kita tertindas pasti tidak bisa bersatu. Musya mufakat gak ada enggak ada terakhir keadilan artinya lima sila. Kalau yang saya ini Pak Profu yang tahu. Kalau saya mana ada sesuai Pancasila kita. Betapa bersyukurnya petani dengan menteri seperti ini Pak ya. Iya dong. Iya. Iya. Makanya, makanya saya katakan gimana ya, kalau kan menteri itu ee kalau ide konstitusi yang dulu didiskusikan yang paling menentukan itu ee kan sebenarnya para menteri karena menteri itu bukan pejabat tinggi biasa, tapi betul-betul pejabat negara yang akan menentukan sektornya masing-masing. Kalau presidennya sudah tegas, ya bawahnya harus dong ee seperti itu. Dan saya saya percaya bahwa Pak Prabowo punya ee keinginan seperti itu. Tapi memang karena sudah terlalu lama kerusakan itu memang harus ditata pelan-pelan. Bayangkan sekarang hampir di semua sektor itu mafianya ada, Pak. Apa saja coba Anda sebut atau di kantor mana saja gitu. Di kantor pengalaman Pak Mahfud belum menyaksikan itu. Iya. Di kantor mana saja kan saya dapat laporan kantor ini kantor semuanya banyak mafianya. Ketika kita sudah bicara di atas begitu nanti di bawah gak jalan di tingkat ee daerah, di tingkat kabupaten dan macam-macam selalu ada backing-nya dari aparat gitu dan dan itu sebabnya masalah menjadi sulit. Perlu saya kira di pucuk-pucuk ee kepemimpinan setiap institusi itulah yang harus berani, harus tegas. Karena di bawah tuh biasanya takut gitu. Misalnya taruhlah kemarin kasus ee apa tuh nikel ya Harvest tuh ya I yang dihukum sangat ringan gitu. Iya timah Pak Timah ya. Heehukum sangat ringan kan waktu itu. Itu presiden marah Pak Jaksaagum berani gak kok masa cuma dihukum segitu korupsinya 300 triliun hanya dihukum sekian gitu bisa gak dihukum mati kata kata Pak di depan publik kan bisa dihukum mati atau 5 tahun 50 tahun lah katanya. Lagi pidato itu Pak ya? lagi pidato kan lalu Pak siap gitu besoknya naik hukumannya jadi maksimal tidak mungkin dihukum mati tidak mungkin 50 tahun maksimal 20 tahun langsung dikasih 20 semuanya takut loh kalau pimpinan tuh sudah ngatakan gitu. Nah, oleh sebab itu ee ya mudah-mudahan mudah-mudahan nih sudah ada laporan ke Kejaksaan Agung, laporan ke Polri terkadang terus terang terus terang banyak macet di sana banyak macet justru di aparat penegak hukum di aparat penegak hukum. Kalau ini pengalaman Pak Mahfud ya. Pengag. Iya pengalaman. Terkadang perkara yang sudah jalan tuh saling pingpong tuh Pak. Jaksa polisi kata jaksa kurang katanya kurang gitu. Terkadang perkara juga hilang. Perkara juga hilang. Karena apa? Karena saya dulu memimpin sebuah apa namanya? Ee sistem monitoring pelaporan perkara, Pak. Iya. Jadi perkara ini kalau dilaporkan tanggal sekian ini masuknya bulan sekian sampai apa? bulan sekian sampai apa kadang kala banyak yang hilang nih loh ini ke mana perkara yang dulu masuk kok gak sampai ke sini ke tengah aja gak sampai apalagi ke ujung nah ini yang dulu kita anu sistem pelaporan ee ee informasi tindak pidana terpadu itu. Nah itu saya tahu dari situ. Aduh, permainannya gila. Ini sudah mau diselesaikan lewat apa namanya AIT agar jelasangannya. Iya. Sudah masuk. Yang saya berharap ini laporan-laporan Pak Menteri ini Pak Amran ya supaya Kejaksaan Agung Kepolisian tuh terus kalau sudah jelas indikasinya segera aja ditindak. Rakyat pasti akan senang kok. K begitu. Iya. Iya. Pak Amran eh Pak Mahfud tadi mengatakan dan juga kitalah publik menyaksikan Bapak itu ya itu tadi sendiri bekerja maksimal seperti sekarang itu dengan melakukan penegakan tegas dan segala macam. Tetapi kan Pak Amran itu di-backup sangat kuat oleh Presiden, Pak. Kalau kita lihat pidato-pidato presiden itu sangat konscern pada sektor yang Anda pimpin. Seberapa jauh selama 9 bulan ini Pak Amran merasakan atmosfer dukungan dari Presiden, tapi kemudian lingkungannya seperti apa? itu memberikan ee nu jadi gini Pak sekarang ee saya enggak kesepian lagi. Oke. Ee saya masih kami masih ingat kami masih ingat pada saat ada ee pupuk masalah pupuk minyak goreng minyak goreng ee macam-macam di Kementerian Pertanian ada 27 waktu itu yang ee bukan lagi oplos palsu. Palsu ada lima palsu ee merugikan petani 3,2 triliun. Kita hitung, mereka hitung bersama. Ayo hitung gerugian petani. Kami lapor ke Bapak Presiden. He. Satu kata Bapak Presiden. Gaspol. Lanjutkan gaspol. Udah. Jadi kami kami enggak kesepian. Tentu dibantu dengan teman-teman. Kami tidak boleh pemungkiri bahwa kami tidak mungkin kerja sendiri. I teman-teman Menteri Perdagangan baik Bengkangan bantu kami. Kami sukses itu atau ingin menyelesaikan masalah tidak mungkin diselesaikan sendiri. Tentu dengan tim yang kuat. Teman-teman bantu. Nah, sekarang kita awalnya pupuk pupuk itu ribetnya 145 regulasi yang mengikat 14 45 regulasi5 regulasi. 12 menteri yang harus ketahui baru bisa dikirim ke W petani. Gubernur adalah 38. Harus tanda tangan bukan tanda tangan baru sampai. Kemudian 514 kalau tidak salah 500 lebih bupati tanda tangan. Hebatnya Bapak Presiden luar biasa. Beliau sangat kagum. 4 5 6 Perpres terbit sekarang ini pupuk kalau kami keliling bulan pertama keliling seluruh Indonesia kami dihujat petani tahunnya tunggal pupuk sulit sekarang alhamdulillah kemarin saja masih ditanya alhamdulillah sudah tenang dipangkas langsung dari Kementerian Pertanian pabrik ke petan bisa bayangkan Hm. Dan ini berkontribusi menaikkan produksi. Petani bahagia kurang presiden minta tambah tambahkan pupuk sesuai kepentingan ee keinginan petani. Ini selesai. Makanya urusan pupu selesai sekarang, Pak. Dulu ramai sekali, Pak. Ramai sekarang. Iya. 5 6 bulan itu ramai sekali. Sekarang sudah selesai. Selesai. Itu tahu enggak, Pak, yang butuh pupuk panganan saja itu 115 juta orang. Hm. Jangan main-main. Ini 115 juta orang kita pertaruhkan. Kemudian benih irigasi. kami melapor impres keluar irigasi yang dulunya ini, Prof. Jadi ada beberapa kita selesaikan irigasi itu. Kabupaten ee tersi kemudian yang di tengahnya diselesaikan provinsi sekunder. Primernya pusat. H kalau pusat punya anggaran, kabupaten, provinsi tidak punya anggaran, berarti kan tidak tembus. Iya kan ini irigasi satu kesatuan. terputus berarti ya terputus kan. Nah, setelah kabupaten punya uang ini sudah rusak. Dampaknya apa? Kenaikan ee jumlah tanaman itu apa namanya? Luas tanah tidak pernah bergerak. Hm. H. Artinya dana yang dikeluarkan kan sia-sia mulai bupati, gubernur sampai pusat. Beliau keluarkan impres siapapun bisa mengerjakan sekunder, primer tersirat jadi utuh. Hm. Oh, gitu. Bagus ya. Provinsi bisa, pusat bisa, pertanian bisa, PU bisa, kabupaten bisa. Jadi anggaran ini utuh. Hm. Karena tidak ada gunanya dikerjakan di hulu. Kalau tengahnya enggak. Kalau tengahnya gak, I ya. Buntu airnya. Kalau ini di sini jadi semua bisa kerjakan. Sekarang sudah I ee selesai kebijakan tahu yang saya tahu, Prof. Kebijakan yang keliru jauh lebih berbahaya daripada kuruptor dan mafia. Pupuk saja dulu. He kan sekarang ee ikatalog yang rintis kami. Iya. Itu sering terlambat. Tanaman itu tidak pernah mengatakan tunggu dulu pemerintah lagi rapat apalagi tikus. Mana tikus diskusi? Tunggu dulu lagi anu nih lagi ee tunggu dulu ini menteri lagi rapat dulu lagi rapat. Jadi itulah awal ide awalnya sehingga kami ikatalog h langsung ke pabrik. Tujuannya apa? harganya murah, tidak ada bermain-main mafia apa segala macam. I yang ketiga, tepat waktu. Hujan ini mana bisa diatur bahwa oh ini lagi turun hujan. Tunggu dulu ini lagi tender. Hama enggak bisa di hama itu serangannya luar biasa. Iya. I nah kami putusin ikatalog dan yang pertama ikatalog dulu online single submission itu pertanian. He. Nah, ini selesai. He. Ini kita perbaiki regulasi Bapak Presiden setiap ada keluhan petani HPP gimana Pak Mentahtera itu petani? HPP dinaikkan. Oke, sudah tanda tangan selesai. Sederhana apa yang terjadi, Prof? Ntp nilai tukar petani kesejahteraan petani itu dulu 98 106. kemarin ee sesuai BPS ya itu 121 perkebunan 150 160 kami ditarget NTP ini NTP naik 110 alhamdulill dapat 121 dan pertama dalam sejarah ini karena gagasan besar Bapak Presiden, pertama dalam sejarah pertanian adalah sektor pertumbuhan tertinggi nomor satu selama merdeka. Iya. Oh iya, Pak. Sekarang sekarang ini 10 ini datanya 10,5 dan saya Terima kasih, Bu Ser. 10,5 itu ee apanya Pak? Ee PDB. Kontribusi di PDB PDB. Oke. Kontribusi terhadap PDB. Oke. Nomor satu. Oke. Dan ini ada tulisannya jawara pertama. H ini pertanian jawara baru sumber pertumbuhan. Oke. Pertama dalam sejarah. Pertama dalam sejarah ya. Nah, kita ini punya keunggulan komparatif. Indonesia ini bisa tanam 12 bulan. Oke, kita kembali lagi perbaikan regulasi. Pupuk sudah beres. Yang ee pupuk oplos kemarin palsu. Bukan oplos palsu. Kalau oplos masih campur, Pak. Ini ini semua beres. Ini isinya nol. Nah, itu lima perusahaan kami langsung cabut izinnya langsung kami kirim. Sekarang sudah tersangka. Hm. Direktur kami juga ikut sama-sama tersangka. 11 kami copot. H. Kamu enggak benar semua. Oh, anu, Pak. Aku tidak ikut. Iya, tapi kamu pembiaran. Kamu sudah tahu salah ikut parah. Dia bilang aku diperintah lah. Kamu itu sama dengan beternak kejahatan menurut saya kok karena bukan ahli hukum. Kalau membiarkan seseorang bertindak yang tidak benar membiarkan itu sama beternak. Iya dan lebih cepat daripada virus Covid-19 mungkin. Nah, ini kami cegat. Jadi dari dalam kami hukum yang dibawa saya aku copot ada direktur tersangka ada isilon 3 minta vi 27 miliar terealisasi 10 miliar aku panggil enggak tahu bakat saya prof aku panggil ada bakat penyidik aku panggil 5 menit ngaku prof 5 menit ngaku 5 menit ngaku padahal berbulan-bulan ditanya enggak pernah ngak tapi gini kalau melihat cerita ini kan sebenarnya ya kalau tergantung menterinya ya ternyata kita bisa orang bertindak tegas dan berani seperti Pak Amran. Itu artinya apa? Sebenarnya kalau Presiden itu sudah memberi ruang, sudah tegas kan pidato-pidatonya. Tapi Kak kenapa menteri-menteri itu pada ee apa namanya? Di di tempatnya sendiri masih banyak mafia masih banyak ya ini nak gak berani juga ngomong kayaknya. Sehingga ee saya berpikir gini, saya pernah punya sumber begini, Pak. Katanya Pak, Pak Presiden tuh pernah menyambing seorang pejabat yang suka salah satu institusi pejabat lah. Kanya Presiden tanya gimana caranya berantas korupsi di Indonesia ini? Jadi pejabat dibilang, “Pak, Bapak kalau Bapaksi tegas saja kan di sekeliling Bapak nih banyak nih katanya. Terus gimana caranya tindak?” Terus Pak, ya sudah tindak katanya mana laporannya gitu. ee bilang ke salah seorang pejabat gitu kan tidak tapi ini Pak indikasinya orang ini orang tidak katanya gitu artinya tegas dan akhir-akhir ini Pak Amr saya suka kalau ke kampus-kampus itu semacam menjadi ee apa diseminator ya bukunya Pak Pak Prabowo Paradoks Indonesia nah itu kan pandangan Pak Prabowo yang segas tentang bagaimana potret sekarang ini apa masalahnya dulu bagaimana kita mau menuju ke mana. Nah, tetapi penterjemahannya di tingkat ee kabinet ini nampaknya masih banyak yang ragu, banyak yang gamang menurut saya ya karena banyak diganggu oleh parasit-parasit, oleh mafia-mafia bahkan juga mungkin tersandra gitu. sehingga saya melihat kenapa kok agak lambat ini penanganan ini ya saya ya saya berspekulasi mudah-mudahan benar gitu. Ini Pak Prabowo kan lagi nata nih. Ini letakkan sini dulu nih. Di sini ada menteri kayak Pak Amran begini, ada menteri kayak begini gitu ya. Ini ditutup pintunya caturnya lagi ditata. Heeh. Ini tutup pintunya dulu nih. Kasih pintu dulu sehingga pada saatnya mungkin nanti gebrakannya saya berharap akan terjadi karena saya menangkat menangkap semangat dari buku itu. Saya ke kampus-kampus bicara itu aja. Pertama sekarang promosi buku itu di kampus. Iya. Pertama begini, kalau saya bicara bahwa ini tulisan Pak Prabowo loh, ini bukunya, saya tidak memfitnah. Ini Pak Prabowo kan seperti Pak Amran data bicara data angka. Iya kan? Ang sekian ini sekian persen ini sekian persen gitu kan. Dia selalu lengkap itu di buku itu. Sehingga saya baca buku ini saya bilang dan Pak Prabowo ini sudah menyatakan baca para menteri ya waktu reterit kaca supaya dibaca buku inilah potret Indonesia saya lihat. Wah, hebat benar loh itu ee pemikirannya dan arahnya gitu. Nah, sehingga sekarang ya kita berharap menteri-menteri yang lain tuh bisa muncul seperti Pak Pak Amran yang speak up ya bicara secara tegas gitu ya. Tentu orang yang begitu orang yang tidak pertama tidak terlalu apa terikat pada satu eh political off gitu ya. Yang kedua tentu bersih gitu. Bersih. Iya. Artinya tidak pernah melakukan kesalahan apapun terhadap negara ini kan lebih mudah gitu. Sehingga enggak ada jebakan yang perlu dijebak oleh masalah-masalah lain ya. Iya. Nah, sekarang pimpinan di level 2 yang langsung di presiden seperti para menteri itu seharusnya ya tegas ini presiden sudah gitu loh. Kalau gak percaya ee gak pernah dengar omongannya ini bukunya dan itu resmi disuruh baca oleh Pak Presiden data pelanggaran, cara pelanggaran. cara ee kolusi dan sebagainya itu sudah ada di buku itu. Itu makanya saya bilang Anda kalau mengatakan ada masalah buruk yang kurang baik bagi negeri ini, pakai aja bukunya Pak Prabowo. Anda gak akan ditangkap oleh siapapun. Misalnya Anda kok memfitnah inilah bukunya Pak Prabowo yang nulis tunjukkan aja saya bilang gitu ini dan Pak Prabowo minta disuruh baca ini gitu Pak Mahfud dari penjelasan Pak Amran tadi ya yang begitu tegas dengan aturan dan tidak kompromi dengan tindakan hukum ya oleh entitas pertanian lah gitu yang melanggar gitu Pak Mahfud membayangkan pasti ada sesuatu yang dihadapi oleh beliau kan Pak kendala-kendalanya ancaman dan segala macam Oh iya pasti ee tapi beliau kan tadi sudah kita tuak Gak beliau tadi kan mengatakannya paling risiko mati. Risiko mati. Mati ancaman tertinggi itu mati bagi beliau ya. Dia akan ya pastilah Pak macam-macam. Ada yang halus gitu Pak ya. Ada yang kasar gitu ada yang teror dan sebagainya. Sudah itu banyak. Kadang kala kita juga dibully lewat missos dan sebagainya tapi juga yang diam-diam yang halus itu ngancam-ngancam tuh ada juga gitu. Ada yang kasar juga tidak diam-diam juga. He. Nah, oleh sebab itu menurut saya perlindungan dari Presiden sudah pasti ya. Nah, ini penting, Pak. Ee terhadap para pejabat tuh supaya diberi perlindungan yang ini dan itu harus dilakukan oleh aparat, oleh intel dan sebagainya. Tetapi apapun ya kita harus harus berani. Kalau gak berani gak akan berbuat apa-apa kan. Gak berbuat cuma enak aja, nunggu enak aja gak akan gak akan menghasilkan apa-apa. Karena katanya tadi ya kalau kalau kita gak berani menempuh h berisiko, menempuh kesulitan apa gitu ya gak akan sukses. Tidak. Saya kira tidak hanya resiko hidup atau ancaman, Pak ya. Hidup mati atau ancaman, tapi juga saya kira Pak Amran dalam bekerja seperti ini kan tentu butuh biaya yang tidak sedikit. Pak, saya dengar Pak Mahfud beliau ini dari kantong pribadi keluar miliaran rupiah untuk membiayai sendiri dan gaji sudah tidak diambil. Betul begitu, Pak. Saya dengar juga, saya dengar dari beberapa sumber Pak Amron tuh keluar uang sendiri loh gitu. Gimana, Pak? Jadi gini, yang pertama dulu Iya. Sekarang sebenarnya saya tidak kesepian ada petani saya ee 100 juta lebih. Iya. Iya. Ya, itu jadi bestinya bestinya Pak itu para petani Indonesia. Dan aku kadang nangis kalau ke lapangan e mereka senang. Padahal hanya pupuk dibuat lancar Bapak Presiden, diperintah Bapak Presiden kemudian ee tidak dipersulit hanya menggunakan KTP bisa ngambil pupuk dan itu puncak kebahagiaan saya. Ee kemudian pernah satu kali ee saya ke Jampi H Sumatera, daerah Sumatera. Ada ibu-ibu kesulitan ngambil pupu, alat mesin pertanian. Ternyata ditumpuk waktu itu. Ini masih ada fotonya. H jujur dia aku nangis di situ sampai celananya robe-robek ibu-ibu pakai kayu untuk tanam padi. Kayu cangkul enggak pakai traktor. Traktornya ditumpuk oleh seseorang dan seterusnya. Di situ aku nangis. Saya bilang doakan aku sehat aku belanda. Jadi saya tidak kesepian sekarang. Petani tahu Popo sudah lancar ini apalagi presiden kita mendukung penuh. H bukan Presiden sudah dukung penuh Komisi 4 Ibu titik Soeharto keras sekali dan tidak mungkin kami bisa menyelesaikan masalah kalau sendirian. Enggak mungkin. Jadi semua Buloh mendukung e PIHC mendukung ee PTPN, Menteri Perdagangan, ee Menko Pangan e Bapakas tidak bisa kita kerja sendiri. Ini republik terlalu besar banget. Kalau kita ingin menjadi ee negara super power, kita kolaborasi enggak ada sukses itu bergerak sendirian. Kalau parsial enggak mungkin. Ini holistik. Kesempatan emas sekarang presiden kita luar biasa. Saya berani katakan luar biasa, Pak. Pak Prompowo. Bukan karena saya menterinya. I kami itu sportif. Beliau luar biasa. Setiap kami usulkan ini kepentingan rakyat itu beliau setuju. Baru kemarin di bandara ini ada pembibitan nih ee pembibitan Kakau perkebunan. Hm. itu bisa mempekerjakan 1,eng juta orang. Beliau langsung putusin di bandara kasih nilainya 10 triliun. Nah, kemudian kembali ee ini bisa mempekerjakan 1,6 juta orang. Nah, kembali yang tadi masalah gaji gini, Pak. Dulu aku miskin banget kalau tidur di Jakarta itu di mes. Masjid Istiqlal. Masih ada fotonya di mes. Di masjid Istiqlal. Masjid. Nih fotonya masih ada di masjid itu. Oh iya nih Pak ya. Istiqlal itu. Wah itu ya. Jadi masih muda sekali Pak Merani ini. Setelah kami kerja memang sekarang ini karena Allah sudah kasih kasih rezeki kami terima gaji baru serahkan yatim piatu khususnya yang dari Kementerian Pertanian yang bapaknya meninggal, ibunya meninggal. Kami sudah serahkan ee sejak awal bukan sekarang saja. dulu operasional silakan sedekahkan bagi sebenarnya kalau kita ee berpikir rasional kami tidak ada apa-apanya. Pahlawan kita enggak ada gajinya, enggak ada motor dinas. Heeh. Iya. Iya. Nyawanya dia serahkan di medan perang. Enggak ada janji kecuali syahid. Sementara menjadi pejabat ada fasilitas, Pak. Ya. Ada fasilitas. Oh, ini terlalu nikmat. Iya. negara membi membuat kita terhormat segala macam kesempatan untuk ibadah kesempatan untuk memberikan terbaik. Bayangkan kalau pena pena ini benar itu bermanfaat untuk 286 juta orang. Tapi kalau ini salah gimana bisa minta maaf ada 200 juta nanti baru kita meninggal. Ibaratkan kalau bisa lima kali hidup meninggal hidup salaman belum enggak bisa selesai. mana bisa 1000 tahun. Nah, jadi sederhana, Pak. Sangat sederhana karena kebijakan yang keliru itu sangat berbahaya teman-teman. Baik, kami tidak jadi bukan kami kerja sendiri bukan Pak Sulkipi men-support habis beliau statement Ibu Titi Soeharto luar biasa statementnya tidak tegas. Jadi kami tidak kesepin sekarang ada petani 160 juta mendoakan. Iya. Bagaimana dengan tanggapan publik PAN? Kan kita punya ee apa namanya komunitas masyarakat sipil biasanya yang memberikan masukan atau bersuara. Lalu ada juga misalnya orang-orang kampus, ada media dan segala macam. Seperti apa selama ini mereka merespon Pak Amrek? Ya wajarlah ada beda-beda pandangan. Beda pandangan kadang ada kritik. He. Yang pertama mungkin dia tidak paham tadi oplos dia tidak jadi pikirannya ini dicampur biasa aja. Iya, aku jelasin di tempat ini. Ini regulasi brokennya 25% kan premium 15%. 15%. He. Terus di sini tahu enggak aku periksa tadi subuh ada sampai 50% tadi subuh nih barusan premium. Iya, premium. Premium dengan medium enggak bisa dibedakan. Ini sama aja dengan ini semua yang ganti adalah labelnya. Labelnya, packaging-nya. Nek. Jadi enggak usah dipolemikkan ini yang ada sekarang di pasar ini lab-nya 13 lab. Bukan satu bukan du karena kami tidak mau kecolongan karena ini sangat sensitif. Ini melapor ke presiden jangan sembarang. Kami punya data. Jadi kami sampaikan kami diskusi dengan Pak Kapori wah ini kalau begini ya untuk sementara diduga salah. Pak Jakagung kami langsung ketemu Pak ini ada gini. sebelum kami lapor resmi. H oke. Ini masalah Pak Dirakortas dengan Pak Sup kami lapor ini, Pak. Dah gini. Wah ini harus ditindak ini. Kalau orang menambah timbangan, Pak Prof ya. Menambah timbangan, mengurangi timbang eh sori mengurangi timbangan itu. Iya. Iya. I itu jahat benar. Nah, ada ada ayatnya, ada dalilnya kan itu ya itu Pak Pak Su Pak Menteri Mengkopangan keluar fatwa Ibu Titi juga mudah. Jadi saya tidak kesepian sekarang. Iya iya iya iya. Mudah, Pak. Insyaallah ee kalau ini baik, Pak. Kalau ini baik kan kami mulai dari hulu nih. H pupuk alhamdulillah sudah beres. Enggak ada lagi ribut. Benih alhamdulillah irigasi mudah-mudahan 1 2 tahun selesai. H kemudian kemarin ee perkebunan yang petani tebuh, Pak. Kami selesaikan regulasinya perintah presiden juga. He he. Masalah kurnya kurnya itu maksimal R00 juta akumulasi. Setelah itu komersi ya. Alhamdulillah dicabut. Sekarang bebas petani. Kemudian tidak bisa mengambil puput set ee puput set A. Hmm. Ini ulang tahun. Oke, ini dicabut dampak ini regulasi semua tahu, Pak. Itu 80% tanaman tebu itu tidak sesuai standar. Kita akan bongkar 3 tahun selama 3 tahun. 3 tahun ini kami target 3 tahun. Ya, ini salah satu contoh begitu pedulinya presiden seperti buku yang Bapak baca itu beliau paradoks itu beliau betul-betul terapkan dan kami ee orang mengatakan lelah tapi rasanya nikmat. Kenapa aku bisa berbuat untuk bangsaku? Iya. Saya mau menggaris bahayi nih, Pak. Pak Amran tadi mengatakan bahwa bekerja itu memimpin itu kesempatan untuk beribadah. coba iya sama. Jadi begini, kan memang kita diberi amanah ya untuk memimpin dan itu harus dipertanggungjawabkan. Oleh sebab itu ketika kita bisa ee melakukan gebrakan-gebrakan yang menyenangkan masyarakat iya bahkan itu mungkin hanya berupa opini yang berlebihan ya. Iya. Masyarakat senang gitu, itu sudah bahagia kita menyenangkan masyarakat. Oleh sebab itu harus dinikmati kesenangan itu adalah ketika kita bisa melaksanakan tugas dengan baik, bukan kesenangan ketika kita mendapat sesuatu yang sifatnya material, kan gitu. Kalau pejabat tuh mau dapat sesuatu yang sifatnya material gampang. Tapi kesenangan karena merasa benar melaksanakan tugas, merasa berusaha berlaku lurus, memenuhi kewajiban gitu. itu justru justru kesenangan yang sesungguhnya daripada kita dapat apa dikirim apa dikirim untuk apa itu semuanya Pak itu sejatinya kesenangan sejatinya kesenangan itu ketika kita bisa menyenangkan rakyat rakyat merasa senang karena langkah kita itu maka kita pun menjadi lebih senang maka itu esensi pejabat sebenarnya amanah itu jalankan dengan esensi itu ya baik iya baik saya kira cukup Pakud Pak terima kasih sekali Pak nanti kapan-kapan datang lagi ya kita akan undang komunikasi Pak Makasih. Makasih, Pak Prof. Makasih, Pak. Makasih. Makasih Pak. Sekian dulu untuk minggu ini. Kita akan jumpa lagi dalam podcast Terus Terang Pekan depan. Siapapun Anda, di mana pun Anda berada, apapun profesi Anda, tetaplah berkontribusi positif untuk negeri ini. Jangan pernah lelah untuk selalu mencintai Indonesia. Selesai.
Dua tukang gebuk berbagi cerita betapa beratnya jadi pejabat lurus di negeri mafia. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang berani menggebuk mafia pangan dan mantan Menko Polhukam Mahfud MD yang dikenal tak mau kompromi dengan para mafia hukum bicara tentang Indonesia kini dan masa depan.
______________________________________
#terusterangmedia #terusterangmahfudmd #terusterang #mahfudmd #amran #mentan #mentanamran #mafiapangan #prabowo
______________________________________
Info konten terbaru, saran serta masukan bisa juga disampaikan di Kanal Telegram Podcast Terus Terang Mahfud MD https://t.me/+t_gVMmzifJ0xN2I1
Isu dan perkembangan bangsa terkini selengkapnya bisa dibaca di portal berita https://terusterang.id/
Konten ini diterbitkan oleh: PT TERUS TERANG MEDIA