Bocoran 5B | Main Hati | Vadel terus mengejar Bana dan Angela, Kayla nyaris jadi korban
Del, apa sih Del? Gelah mana Angela sama Bana? Gua gak tahu apa-apa, Dil. Sumpah, Dil. Lu pikir gua bakal percaya sama lu. Sikat gua tanya sekali lagi. Heh, gimana Angeles sama B? Gua gak tahu apa-apa Del. Pak, sepertinya mereka ke sini. Aduh. Pak. Eh, ini ada Pak engak tukar apa itu dapat di puasa waktu itu. Arahin gue ke sini sekarang. Aduh, gua harus lapar polisi nih. Bana ayo dong angkat. Bana Fadel sudah tahu kalau kalian ada di teater dan dia menuju ke sana. Kalian segera pergi ya sekarang, Pak. Jalannya bisa agak cepetan sedikit ya. Cari jalanan yang enggak macet. Baik, Bu. Selamat malam. Malam. Aku Kayla di sini sebagai sutradara. Dan selamat datang di drama seni penta sekolah lutut sarung dan Purbasari. [Tepuk tangan] Tapi lutung kasarung dan Purbasarinya di sini itu rada berbeda ya. Ini versi Kaayla. Jadi lutung kasarnya ini tuh cewek dan Purbasarinya itu cowok jadi Pangeran Purbasari. Selamat menikmati. Bawa bawa. Nah, ya. Lempar dia ke mana-mana. Dorong [Musik] banget. Ngapain? [Musik] Oke, naik. Habis ini tanya gimana adik kamu? Purubah dulu. Ayo. Gesaran. Sini sini. Purbasari. Beraninya kamu membawa makhluk seperti ini. [Musik] Skyla [Tepuk tangan] dadah. [Tepuk tangan] [Musik] Keren banget apa pintar banget. Ya ampun. Foto foto foto di yuk ada di tasar itu. Oke kita ambil dulu ya. Sini ya. I oke. Naeh coba, Dek. Lucu enggak, ya? Mau enggak lihat hasil foto ini di mobil aja? Udah sepi. Wih, udah pada pulang. Yuk, naik mobilnya. Yuk. capek ya kamu ya tadi Jon jon