RUSIA JOR-JORAN KIRIM ALUTSISTA KE IRAN! Strategi Rusia Dalam Pengiriman Bantuan Senjata Ke Iran
[Musik] Tengah malam di Teheran, sebuah pesawat kargo militer Rusia menderat diam-diam di landasan. Tak lama setelah itu, pesawat yang sama lepas landas kembali menuju ke Moskow. Namun, kali ini tanpa membawa muatan. Yang ditinggalkan di Iran bukan sekadar logistik biasa, tapi sesuatu yang lebih sensitif, persenjataan. Banyak yang meyakini bahwa ini adalah bagian dari dukungan langsung Rusia kepada sekutunya di Timur Tengah, Iran yang kini tengah bersiap menghadapi musuh bebuyutannya, Israel dan Amerika Serikat. Bukan lagi sekadar sikap diplomatis atau retorikah kosong. Ini adalah pergerakan nyata dukungan militer. Langkah Rusia ini seolah memberi sinyal kuat bahwa mereka mulai bermain agresif mendukung Iran secara terbuka dalam konflik regional yang terus memanas. Dan di sisi lain, Iran pun tak tinggal diam. Negara itu dilaporkan telah mempercepat seluruh persiapan persenjataannya dengan satu tujuan besar menyongsong konflik yang oleh Teheran sendiri disebut sebagai perang terakhir. Pertanyaannya sekarang, apakah ini awal dari babak baru? Apakah perang besar antara Iran dan Israel akan kembali pecah dalam waktu dekat? And defense as well as economy and trade Iran replaces the old one signed in 2001. Kabar ini mencuat setelah terpantau sebuah pesawat kargo berat Ilyusin Il 76 milik Rusia mendarat di jantung Iran Teheran. Pesawat ini bukan sembarang pesawat. Ia dirancang khusus untuk mengangkut persenjataan hingga 88.000 pon. Yang menarik, tak lama setelah mendarat dan membongkar muatan misteriusnya, pesawat itu langsung kembali terbang menuju Moskow. Tak ada konfirmasi resmi soal isi kargonya. Namun spekulasi bermunculan dari komponen jet tempur, sistem pertahanan udara berteknologi tinggi hingga persenjataan berat lainnya semuanya diyakini ditujukan untuk memperkuat kesiapan militer Iran dalam menghadapi ancaman yang kian mendekat. Dan jika memang benar yang di bawah adalah komponen jet tempur, maka kandidat paling kuat adalah Sukoi Su35. Tak heran sudah lama dijanjikan pesawat ini oleh Moskow, selama bertahun-tahun, Iran menantikan kehadiran SU35 untuk memperbaharui kekuatan udara mereka, terutama liniet tempur yang mulai tertinggal zaman. Kini tampaknya janji itu mulai ditepati dengan konflik yang terus memanas terutama dengan Israel dan Amerika Serikat. Pengiriman Su ke Iran bisa menjadi penentu dalam landscape kekuatan udara kawasan. Sejumlah analis melihat langkah ini sebagai sinyal bahwa Rusia ingin kembali mengeratkan hubungan militernya dengan Iran. Apalagi sebelumnya sempat terdengar kabar bahwa Iran mulai melirik ke arah Tiongkok dan memesan sekitar 40 unit zet tempur J Tensei untuk menyegarkan armada udara. Lebih dari itu, selama perang 12 hari terakhir Rusia terlihat cukup pasif. Tidak banyak dukungan terbuka yang diberikan kepada Iran. Kemungkinan karena Moskow saat ini tengah menjaga hubungan yang mulai membaik dengan Washington. Tapi tampaknya keseimbangan itu kini berubah. Tak hanya soal jat tempur, beberapa pengamat juga menduga bahwa paket kiriman dari Rusia turut menyertakan sistem pertahanan udara mutahir. Dugaan terkuat jatuh pada sistem S400, salah satu pertahanan udara tercanggih di dunia. Iran diketahui kehilangan sejumlah sistem S400 miliknya selama konflik berdarah yang berlangsung 12 hari terakhir. Dan kini pengiriman baru dari Moskow disebut sebagai upaya untuk memulihkan kembali kekuatan udara Teheran. Genjatan senjata boleh saja berlaku, tapi jangan pernah berpikir perang antara Iran dan Israel benar-benar berakhir. Di balik diamnya senjata, barah konflik masih menyala dan bara itu disiram bensin oleh salah satu tokoh paling berpengaruh di lingkaran Kremlin, Dimitri Mahadev. Mantan Presiden Rusia sekaligus tangan kanan Putin itu menyatakan dengan tegas Amerika telah diseret ke jurang konflik baru yang menyebut Donald Trump sebagai pemicu utama dan memperingatkan bahwa invasi darat oleh militer Amerika kini bukan lagi sekadar kemungkinan. Ini sinyal jelas dari Moskow bahwa mereka melihat konflik ini akan melebar dan bisa berubah menjadi perang besar. [Musik] Namun bukan itu yang membuat dunia menahan nafas. Yang paling mencengangkan justru datang di kalimat berikutnya. Mat Fedev menyebut bahwa sejumlah negara kini siap secara langsung mengirimkan hulu ledak nuklir ke Iran. Ya, nuklir kata yang membuat dunia bergidik. Kata yang langsung memancing reaksi keras dari Trump sendiri. Ia bahkan meminta konfirmasi apakah dia benar-benar bilang itu. Satu kata tapi tampaknya bisa mengubah sejarah. Peringatan itu memperjelas satu hal. Batas kesabaran sedang diuji dan satu ledakan salah arah saja bisa membakar semuanya. [Musik] Medv tak berhenti. Ia melanjutkannya dengan nada yang jauh dari diplomatis. Menurutnya, serangan Amerika terhadap fasilitas nuklir Iran malah membuat Teheran semakin kuat bukan melemah. Rezim Iran katanya justru lebih tangguh setelah diserang. Dan lebih dari itu, Mvedev memprediksi bahwa proses pengayaan uranium termasuk produksi senjata nuklir tak akan berhenti. Dengan kata lain, perang 12 hari itu gagal total. Tujuan utama Israel dan Amerika untuk menghentikan program nuklir Iran hancur berantakan. [Musik] Lalu bagaimana dengan respon dari kubu Moskow sendiri? Saat ini pemerintahan Presiden Putin berada di titik paling rumit terjepit di antara dua kekuatan besar, Iran dan Amerika Serikat. Di tengah situasi ini muncul tuduhan yang cukup serius. Beberapa pihak menyebut bahwa Presiden Putin diam-diam mendorong Iran untuk menyetujui kesepakatan nol pengayaan dalam program nuklirnya. Tuduhan yang jika benar bisa mengguncang fondasi hubungan antara Moskow dan Teheran. Namun tak butuh waktu lama bagi Rusia untuk angkat bicara. Lewat pernyataan resmi dari Kementerian Luar Negeri, Moskow membantah keras tuduhan tersebut. Mereka menyebut laporan itu sebagai bentuk pencemaran nama baik dan menegaskan bahwa klaim tersebut tidak berdasar. Pernyataan ini bukan sekadar klarifikasi, itu sinyal bahwa Rusia masih berdiri di sisi Iran. Bahkan sejak awal Moskow selalu menyuarakan dukungan atas hak teheran untuk menggunakan teknologi nuklir selama tujuannya bersifat sipil. Di balik semua gencatan dan diplomasi yang terdengar di permukaan, para analis justru memperkirakan hal sebaliknya. Jika perang antara Iran dan Israel benar-benar kembali pecah, maka Timur Tengah bisa saja menyaksikan konflik paling brutal dalam sejarah kawasan. Setelah serangan udara Amerika terhadap fasilitas nuklir Iran, Teheran memberikan respon keras. Mereka menyatakan siap menggunakan seluruh pilihan yang dimiliki demi melindungi kedaulatan, kepentingan nasional, dan rakyat mereka. Di sisi lain, militer Amerika pun tak tinggal diam. Mereka kini dalam posisi siaga penuh, siap merespon setiap serangan balasan. Bahkan Presiden Trump sudah memberi peringatan jika ada tentara Amerika yang tewas atau aset militer yang diserang, maka Washington akan membalas dengan serangan yang lebih besar. Sayangnya, alih-alih meredakan ketegangan, Israel justru memperkeruh situasi. Mereka mendorong Amerika Serikat agar menargetkan lebih banyak situs nuklir Iran. Sebuah langkah yang dinilai provokatif dan berpotensi menyeret Amerika Serikat lebih dalam ke dalam konflik. Ketegangan pun kian meninggi setelah Dimitri Mefedev mengungkap sesuatu yang mengejutkan. Ada negara-negara sekutu yang siap memberikan hulu ledak nuklir secara langsung kepada Iran. Tujuannya jelas untuk melawan Israel dan Amerika Serikat. Di tengah kekacauan itu ada upaya dari sebagian anggota parlemen Amerika Serikat untuk menarik rem darurat. Rokana dari Partai Demokrat dan Thomas Messi dari Partai Republik. mensponsori sebuah resolusi yang bertujuan membatasi wewenang Trump dalam melancarkan serangan ke Iran. Menurut Kana, serangan Presiden Trump terhadap Iran dinilai tidak konstitusional dan membahayakan keselamatan warga Amerika, terutama pasukan militer. Ia pun menyerukan agar kongres segera menggelar pemungutan suara terkait resolusi kekuatan perang demi mencegah konflik semakin membesar. Namun banyak pengamat yang pesimistis. Mereka ragu resolusi itu benar-benar mampu untuk menghentikan Trump. Sebab Partai Republik saat ini menguasai dua chamber penting di kongres. Membuat peluang resolusi itu untuk lolos sangatlah kecil. Artinya tidak ada penghalang nyata bagi Trump jika ia ingin mengambil keputusan militer secara sepihak. Dan dalam situasi seperti ini, satu perintah saja bisa memicu eskalasi besar. Beberapa tokoh parlemen bahkan secara terbuka menyatakan bahwa Amerika sudah terlibat dalam perang panas. Salah satunya adalah Thomas Messi. Menurutnya, jika dua negara sudah saling menyerang setiap hari dan negara ketiga ikut membombardir salah satu pihak, maka itu jelas-jelas adalah tindakan perang. Pernyataan itu mencerminkan kekecewaan bipartisan terhadap langkah-langkah Presiden Trump. Namun di sisi lain, Wakil Presiden JD Fans menyangkal semua tuduhan. Menurutnya, Amerika tidak sedang berperang dengan Iran, melainkan dengan program nuklirnya.
RUSIA KIRIM ALUTSISTA CANGGIH SECARA BESAR-BESARAN KE IRAN!
Dalam perkembangan terbaru geopolitik, Rusia diketahui mengirim berbagai sistem persenjataan canggih ke Iran. Pengiriman ini dinilai sebagai bentuk dukungan penuh terhadap Iran dalam menghadapi tekanan dari Barat, terutama AS dan Israel.
📌 Apa saja jenis senjata yang dikirim Rusia ke Iran?
📌 Apa dampak strategis pengiriman ini bagi kawasan Timur Tengah?
📌 Apakah ini sinyal Rusia siap hadapi konflik terbuka?
For Support Channel Mbak Poppy..
🫣 👉https://sociabuzz.com/advdaftarpopuler/tribe
🫣 👉 https://saweria.co/daftarpopuler
For business inquiries please contact : adv.daftarpopuler@gmail.com
Follow kami juga disini:
👉 Facebook : https://www.facebook.com/daftarpopuler
👉 Twitter : https://twitter.com/DaftarPopuler
👉 Instagram : https://www.instagram.com/daftarpopuler/
👉 TikTok : https://www.tiktok.com/@daftar.populer
#DaftarPopuler menyajikan #informasi berupa kumpulan #kejadian dan #fakta di balik #peristiwa #tren #viral #unik dan #aneh di #dunia . Konten ini adalah video yang memiliki komentar orisinal dan sarat nilai pendidikan. Video kompilasi ini telah melewati berbagai riset dan pengolahan data berupa foto, video dan berita dari berbagai sumber yang dikemas dengan cara hitung mundur dan atau acak.
For copyright matters please contact us at:
adv.daftarpopuler@gmail.com
Disclaimer – Some contents are used for educational purpose under fair use. Copyright Disclaimer Under Section 107 of the Copyright Act 1976, allowance is made for “fair use” for purposes such as criticism, comment, news reporting, teaching, scholarship, and research. Fair use is a use permitted by copyright statute that might otherwise be infringing. Non-profit, educational or personal use tips the balance in favor of fair use.