APAKAH KAMU BISA MENYEMBUNYIKAN MAYAT ROBLOX INI?

Yo. Hai kawan, bertemu lagi denganku Bikon Cream. Teman kita bakal segera datang, Guys. Kita harus segera menyambutnya. Lah, kamu siapa? Temanku gak mungkin noobis. Siapa kamu? Hah? Hei, jawab aku. Jangan jangan lari. Lah, kenapa dia lari? Kita harus menyembunyikan dia sebelum teman kita datang. Nanti kita dikira selingkuh sama teman kita. Kita harus membunuhnya. Pakai kursi. Cepat pergi dari sini sebelum aku memanggil kursi. Aku sudah memperingatkanmu, kawan. Kamu yang bandel. Teman kita bakal datang dalam 15 detik lagi. Oh my God. Kita harus menyembunyikan tubuh dia. Di gimana? Gimana? Ah, sembunyi di mana? Masukin, masukin, masukin ke dalam sini. Come on, come on. Masuk. Tutup, tutup. Tangan ni masuk. Oh my God. Tangannya masih keluar gitu dong. Ah. Ah, ini dia teman kita, teman kita. E minimal salam dulu kek. Kenapa dia malah kayak yang rumah kita, woi? Malah hostur. Atah Lintar ini, cuy. Grebek rumah malah hostur dia. Woi, ini rumah gua. Sumpah aku tidak menghargai kamu datang dan mengacak-aduk rumahku. Minimal kita ngobrol dulu gitu bermain. Aku kayak gak ada harga dirinya. Ngobrol kenapa ngobrol? Woi, malah ditendang meja gua. Yang punya hak nendang meja cuman gua. Woi, come on. Aku tidak selingkuh dari kamu. Kenapa kamu curigaan banget kawan? Serius deh, aku enggak selingkuh dari kamu. Kamu mau cari apa? Apa yang kamu cari? Kamu mencari sesuatu yang tidak ada kawanku. Wii. Wah. Gila. Ini benar-benar satu rumah digeledah ya sama dia. Padahal dia gak tahu aja aku menyembunyikannya di sini. Oke, dia pergi lagi, kawan. Katanya dia bakal kembali. Berak. Terus ngapain datang ke rumahku? Enggak main. Gak apa. Kurang ajar. Dia datang cuman buat ngecek intel ini kayaknya. Kawan dia pengen geledah rumah kita untuk mencari mayat. kayaknya dia tahu apa yang kita perbuat lah. Kok ada lagi? Gak bisa habis, Guys. Kenapa bisa ada lagi? Cepat pergi sebelum temanku tahu kenapa kenapa malah masuk? Ah, jangan, jangan. Oke, kita harus cari jalan untuk membungkamnya. Cepat, cepat, cepat. Kita ambil ini, Guys. Ini saatnya. Ha, cuman kesentuh. Sekarang kita harus menyembunyikannya. Di mana aku bisa menyembunyikannya? Cepat cepat masukin dalam sini. Masukin dalam sini. Kamu hanyalah baju, kawan. Cepat c. H. Oke. Tidak ada kegemukan. Please, please, please. No, no. Takinya, kakinya. Sumpah. E, come on, come on, come on, come on. Teman kita bakal datang berapa detik lagi? Ayolah. Oke, seharusnya kayak gini aman ya, kawan ya. Soalnya teman kita bakal datang dalam sekarang malah datangnya. Ah, semoga dia tidak lihat ini. Semoga aja kita enggak digerebek. Semoga aja dia meriksanya tidak teliti. Udah masuk aja belum gua bukain pintu. Woi. Aku tidak menghargai kamu teman botak. Emang kawan yang botak-botak ini agak-agak ngelunjak ya kawan ya. Kurang ajar. Aku lepas topi kamu. Kamu langsung cute tuh harga diri kamu hah. Langsung gak berani masuk hah? Kepercayaan dirimu hanya dari topimu. Kamu dengar tuh. Please please. Gak ada, gak ada orang di sini. Akujah aku ggak selingkuh dia gak lihat itu kan? Come on come on come on come on come on. Kamu tidak melihatnya. Diacak aduk dong. Serius deh kasurku. Kurang ajar. Dia datang cuman buat ajak aduk. Oke. Mampus. Ng-stak kan lu. Gimana sih lu? Kita bukain dah daripada dia ng-stak gak pergi-pergi ya kawan ya. Masalahnya udah ada dua orang asing yang sudah kusembunyikan kawan. Kalau nambah lagi aku mau sembunyiin di mana? Come on. Semoga aja gak nambah lagi ya. Please kalau nambah lagi pusing dah. Serius kawan. Oke kayaknya enggak ya? Oke, aku ngomong terlalu cepat. No, kenapa dia muncul lagi? Aku mau sembunyiin dia di mana? You not kita langsung koin dia, gak sih? Di sini siap siap siap-siap. Dia dia masuk sini. Kita langsung ini dia prank. Mampus. Kita sembunyiin mana? Oh no. Kita sembunyiin di mana? Di atas kah? Di atas, di atas, di atas. Cepat, cepat, cepat. Tarik, tarik, tarik. Masukin ke atas. H come on come on. Kita harus rotate, Guys. H come on, come on, come on, come on, come on. Kita pasti bisa masukin dia ke dalam sini. Teman kita tinggal 15 detik lagi. Tutup, tutup. Dia gemuk banget, coy. Kita gak bisa nutup sepenuhnya. Semoga aja enggak kelihatan ini. Come on. Entar dah kita harus pasin banget enggak sih? Ke sini come on, come on, come on, come on, come on. Kayaknya enggak ketahuan sih. Kayaknya enggak ketahuan ya kawan ya. Teman kita udah datang nih. Masalahnya kawan. Ah, aku seperti pengen digeledas sama polisi, kawan. Padahal kita itu enggak nyembunyiin apa-apa. Aku bukan bandar kartu. Janji. Janji. Aku bukan bandar judul. Hah, dia tidak sadar. Semua terlihat seperti normal, kawan. Let’s go. Ini kemenangan untuk kita. Percuma ya dia keliling-keliling di sini. Ini tempat baru buat kita sembunyiin nanti ya, kawan. Orang asing selanjutnya. Oh my god. Astaga. Di sini juga bisa. Oke, kayaknya ini kayak pelatihan untuk aku menyembunyikan mayat ya suara-suara nanti ya. Padahal baru dua korban, kawan. Tapi aku udah panik. Hah? Bentar. Dua korban badisnya dua bukan udah tiga ya? Yang satunya lagi di atas gak ketahuan kan kita, Bro? Ini loh body keti sumpah ini ketahuan banget sih seharusnya. Tutup tutup tutup. Yup yup. Kita segle selamanya jangan pernah keluar. E oh sekarang badisnya udah tiga guys. Kayaknya harus diecek dulu ya kawan ya baru aman. Oke, ini datang lagi. Kenapa dia datang mulu? Oke, kita siapkan ini dan kita pukul dia. Ha, dan kita langsung sembunyikan saja, kawan di sini. Seperti ini adalah aib kita. Come on, come on. Kamu tidak boleh bergerak, Bro. Come on. Kenapa kau keluar lagi? Sh. Diam. Kamu gak punya hak untuk berbicara karena kamu rakyat biasa. Ngerti? Ngerti. Kamu orang asing yang sangat nubis dan kuning. Oke, teman. Kita bakal datang, kawan. Dalam 15 detik lagi. Seus sesi sekarang aman, kawan. Lebih baik aku mencari spot lain untuk menyembunyikannya, kawan. Menyembunyikan e mayat-mayat selanjutnya. Aku bingung pengen sembunyiin di mana lagi. Bentar. Kayaknya kita bisa tarik kayak barang-barang di sini deh. Kalau bisa tarik berarti kita bisa sembunyiin kayak tubuh-tubuhnya di belakang kulkas ini. Oh my God. Bisa jadi ya kawan ya. Astaga dia masih berkeliaran. Aku cukup yakin si sausnya aman ya kawan ya. Sekarang kita bakal coba kayak mundurin ini dulu. Kayaknya bisa sembunyiin di balik kulkas. Wau di dalam kulkasnya langsung. Oh my God. Lengkap ya. Bentar aku juga harus ngecek kawan kayak di tempat mana aja udah aku sembunyiin. Udah aku pakai buat sembunyiin soalnya bisa aja guys itu aku lupa dan aku malah sembunyiinnya di situ gitu loh. Oke ini kita amanin dulu di sini guys. Ini kan ada satu slot lagi di sini buat kita sembunyiin ya sebenarnya. Ya udah, let’s go, let’s go, guys. Let’s go, let’s go, let’s go. Semoga aja gak ketahuan. Pergi kau, pergi kau, pergi kau. Wuh, let’s go. Sudah empat tubuh kawan kita. Empat tubuh. Selamat ya kawan ya, dari periksaannya dia. Semoga enggak datang lagi. Kenapa orang asing datang terus? Emangnya aku sepopuler itu? Iya, lagi aku sepopuler itu. Aduh, susah banget jadi orang ganteng, Guys. Didatangin mulu. Wah, ini muter-muter lagi. U I I A I U I I I I I A I. Sumpah capek banget kawan. Eh, bentar bentar. Orang asing jangan ke atas orang asing. No way. Gimana caranya? Oke, terpaksa. Ah, tapi sembunyinya di mana? Di sini gak ada tempat persembunyian. You know what? Kita bawa kita bawa dia ke laci yang di sini sudah kita persiapkan ya, kawan ya. Please, please jangan, jangan keluar. Aku sudah bilang kamu jangan keluar. Cepat tutup. No, jangan lesu. Jangan lesu. Jangan lesu. Come on, come on, come on, come on. Don’t do this to me. Don’t do this to me. Ah, ah, ah. Masuk. Tutup. Tutup. Please tutup. Tutup. Tutup. Come on, come on, come on. Kita paksa ya, kawan ya. Kita tekan-tekan sampai muat. Bodo amat. Ampun. Ampun. Dia gak bakal periksa kan kawan? Dia gak bakal periksa lacinya kan? Enggak bakal dibuka kan. Kita bisa nendang dia sih, Guys. Coba kita tendang dia. Bayar pakai Robux no. Oh, kita bisa ngalangin dia, Guys, sebelum dia tahu kalau misalnya kita selingkuh sama teman yang lain. Oh my God. Kita nyembunyiin selingkuhan kita. Aku janji aku cuman temenan sama kamu. Aku enggak selingkuh sama yang lain. Jangan dibuka. Serius jangan dibuka. Santai, santai. Ngerti? Santai. Santai. Ih, enggak ada apa-apa di sini. Sumpah kamar yang ini enggak kayak kayak enggak ada tempat ya karena buat nyembunyiin temanin. Kita bisa tarik ini dan sembunyiin di belakangnya sih. Tapi ya tetap aja guys. Apa-apaan ini? Aku udah mulai kehabisan tempat untuk sembunyiin. Kita mau taruh mana lagi? Kulkas. Belum kita sembunyiin dalam kulkas biar dingin ya kawan ya. Astaga. Well, yang penting kita sudah berhasil menyembunyikan lima tubuh. Dia datang lagi. No. Come on stop. Kenapa kamu tidak berhenti datang? Oke, kita harus stopin dia sebelum dia naik ke atas karena kita akan menyembunyikan dia di dalam kulkas. Kulkas. He h e. Oke, come on. Muat. Aduh. Aduh, jangan malah aku yang dalam kulkas. Come on, come on, santai, santai. Nah, cocok banget nih, Guys. I, e, dorong dikit, dorong dikit. Come on, come on. Please don’t do this to me. Don’t do this to me. Muatin, muatin. Please, please, muatin. Yes, yes, yes. Bisa, bisa. Dorong dikit, dorong dikit. No, no, no, no. Please, please, please. Semoga teman kita ggak lihat ya, kawan ya. Kita tarik-tarik dikit lah. Come on, come on. Ah, ah. Kita gencot, guys. Cepat. No way, no way. Kalau ketahuan parah sih. Kalau ketahuan parah sih. Jangan, jangan. Please, please, please. Kamu tidak melihat ya? Kamu tidak melihatnya. Kamu tidak melihatnya. Huh, aman. Dia melewatinya, Guys. Eh, lagian kita bisa sembunyiin dia kayak di luar gak sih? Di luar rumah. Apakah ada tempat persembunyian di luar rumah? Oh, kita gak bisa keluar dari rumah kita. Come on. Kita ng-stuck di sini, Guys. Tidak ada barriernya. Jadi, mau gak mau kita sembunyiin dalam rumah, kawan. Tadi aku udah mulai habis tempat persembunyian. Kita pengin sembunyiin masih ada. Masih ada dong. Oke, berikan aku tubuh ketujuh. Aku akan langsung menyembunyikannya. Dia masih keliling-keliling kah? Udah kali, Bang. Gak ada apa-apa di sini. Ini ngomong-ngomong ada ruangan baru di sini. Kita bisa sembunyiin dia di dalam shower kah? Pura-pura mandi kayaknya, cuy. Kita bisa bikin mereka pura-pura mandi. Oke, kita sambut dulu, ya, kawan, ya. Sumpah ini rumah udah kayak ruko aja, kayak pengen jajan mereka datang ke sini. Woi, gak berhenti-henti nyampainya. Sini, sini masuk, masuk, gak usah malu-malu. Kita menggunakan alat favorit kita. Pot. Mampus kau. Kamu mau mandi kan? Yes. Masuk ke dalam sini. Kita bakal bikin dia seolah-olah lagi shower. Iya enggak sih, Guys? Lagi shower ceritanya. Aduh, jangan keluar, jangan keluar. Aduh, aduh, aduh. Gini, gini. Ah, lagi shower. Come on. Ini ketahuan enggak sih? Ini ketahuan gak sih? Ayolah, come on, come on, come on, come. Aduh, aduh, aduh, aduh, aduh, aduh. Teman kita udah mau datang. Please jangan ketahuan. Oh my God. Ini ketahuan banget sih. Eh, eh, aku, aku harus tutupin pakai sesuatu. Come on, come on, come on. Kita bakal tutupin pakai ini. Dia gak bakal datang ke sini kan? Yes, yes. Ini aman banget sih. Ini cuma nampan. Dia tidak melihat, ya, kan? Dia tidak akan melihat, ya kan? Semua akan aman-aman saja. Ah, please, please jang jangan ke atas semua. Mana-mama seharusnya aku sembunyiin di sini guys daripada di betap tadi. Hah. Oke. Please please please please please. Oke, di kiri sini seusnya aman, Guys. Semuanya aman. Gak ada apa-apa kok di sini. Lama-lama kita tusuk teman kita aja. Kamu posesif, ya. E oke engak bisa ya. Oke, enggak bisa ya. Minimal aku sudah mencoba, Guys. Namanya juga usaha. Dia tidak menyadarinya. Oh my God. Dia tidak menyadarinya, kawan. Oke, ini lama-lama spot buat kita nyembunyiin lama-lama gak muat, Guys. Ini tinggal satu lagi nih di sini. Habis itu aku bingung kita mau nyembunyiin di mana lagi? Tamatlah riwayatku. Dan dia datang lagi. Come on. Jangan buat aku harus melakukan ini. Kalau kau masuk, kamu kelar. Jangan. Aku sudah bilang. Kenapa kau masuk? Oke, terpaksa kita taruh di tempat terakhir ya kawan ya. Kita bakal tutup. Tutup. Please. Come on, come on, come on. Kepalamu jangan sengklek dulu. Nice, nice, nice. Ini tidak ketahuan ya kawan ya. Anggap saja itu hanyalah boneka besar raksasa di dalam sana. Tidak ada yang bisa tahu semuanya. Oke, seharusnya aman sih kawan. Nah, sekarang yang peru kita pikirin. Kita pengin sembunyiin tubuh selanjutnya di mana literal? Aku gak tahu loh kita pengin sembunyiin di mana lagi. Udah dipakai semua. Balik TV. Di balik TV bisa ggak, ya? Aduh, gak yakin aku, Guys. Di bawah meja. Di bawah meja. Ketahuan gak, ya? Sumpah, Guys. Di mana lagi kita pengen sembunyiin? Aku bingung. Semua tempat udah dipakai. Di bawah kasur. Oke, kita coba di bawah kasur. Kayaknya di bawah kasur cukup bagus, ya, kawan, ya. Buat yang selanjutnya. Habis mau sembunyiin di mana lagi? Di bawah ban. Di Dam tong sampah. Enggak mungkin Damtong sampah. Tolong. Kita bisa tempel dia enggak sih? Come on. Gak bisa, Guys. Dia begitu cepat, ya, kawan ya. Dan dia dan dia begitu imortal, Guys, nih ya. Hah. No gak bisa nembus. Aku sudah mencobanya, kawan. Ah. E, kita bisa sembunyiin dalam meja juga sih. Kayak di bawah meja. Tapi sumpah, Guys, aku bingung mau disembunyiin di mana lagi. Enggak ada tempat lain. [Musik] Ketahuan kah? Kok ketahuan? Dia nemuin di mana? Enggak, enggak. Aku enggak terima dia. Dia, dia, dia, dia nemuin di mana? Kan bukan di sini. Sebentar, sebentar, sebentar. Waduh, kan aku bilang jangan keluar dulu. Kenapa keluar dari kulkas? Kamu tidak sedingin itu, Kaw. Ah, mampus gua. Sekarang kita sembunyikan teman kita, ya. Kita kubur hidup-hidup, Guys. Kita gak bolehin dia keluar. Udah selamanya dalam situ. Itu akibatnya. Tapi aku sudah bilang kamu untuk tidak menginvit siapapun, tidak mengundang siapapun. Diam, kamu banyak ping temanku. Yang kau banggakan hanyalah topimu. Akan kuk kubur kamu. Kita kubur hidup-hidup mengamuk. Oh, dia ke bawa cuman kulkasnya doang. Well, mungkin next time aku harus bikin kayak gini ya, kawan ya. Bentuknya supaya kayak peti mati. Yeah, ini lebih valid ya, Kawan ya, daripada berdiri. Ah, dasar kamu cemberut. Bikin susah aja. Lagian ini siapa? Aku gak pernah ngundang dia, Guys. Serius deh. Ah. Oke deh, kawan. Kurasa sampai sini dulu ya, kawan ya. Kita menyembunyikan tubuh mayat orang lain supaya teman kita gak ngira kalau misalnya kita selingkuh dari pertemanan kita. So, boleh kali kawan tinggalkan like di video ini dan boleh kali kawan share video ini dan yang belum subscribe jangan lupa subscribe-nya. So, aku bikin krim. Thank you watching next time. Bye. [Musik]

Join CreamTeam Membership: http://youtube.com/beaconcream/join
Game: Roblox Hide the Body

Hai kawan!
Hari ini aku bakal main Roblox Hide the Body. Di game ini kita harus menyembunyikan mayat sebelum teman kita datang!

Semoga kalian enjoy videonya!
=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=
Ikuti aku di social media lainnya!
https://linktr.ee/BeaconKarim
=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=
#CreamTeam