🔴 MALAYSIA TAKJUB❗️REAKSI TAK PERCAYA HAMIDIN & SULTAN NEGRI JIRAN SAMPAI BILANG BEGINI❓️
dalam undang-undang AFC saya tak tahu tetapi bagi saya rasa mati dapat apa menerapkan cepat untuk apa ni sistem dengan pasukan pemain ni dan pemain ni pun mereka tidak biasa Malaysia tak perc CA Indonesia tembus final Piala FFU U23 2025. Mantan orang nomor satu di Malaysia, Datuk Hamidin Muhammad Amin sampai bilang begini. Namun sebelum kita lanjut, jangan lupa like, comment, dan subscribe agar kalian tidak ketinggalan update terbaru dari Line up Garuda. Karena itu semua tidak akan mengurangi rezeki kalian, malah justru membantu usaha pemerintah untuk mengurangi tingkat pengangguran yang ada di Indonesia. Kalau sudah, mari kita lanjut. Keajaiban di Stadion Utama Gelora Bung Karno SUGBK malam tadi mengguncang Asia Tenggara. Timnas Indonesia secara dramatis berhasil lolos ke final Piala AFF U-23 2025 setelah menyingkirkan Thailand U-23 lewat adu penalti. Namun keberhasilan ini justru disambut dengan nada tak percaya dari negeri tetangga yaitu Malaysia. Ya, tetangga yang satu ini tampaknya belum move on dari kegagalan mereka sendiri di fase grup beberapa hari yang lalu. Timnas Malaysia U23 yang disinggirkan lebih awal hanya bisa menyaksikan dari layar kaca sementara Indonesia terus melaju. Bahkan mantan orang nomor satu Federasi Sepak Bola Malaysia atau FAM, Datuk Hamidin Muhammad Amin ikut angkat bicara dengan nada yang mengundang perhatian. Dat Hamidin Muhammad Amin sebelumnya menjabat Presiden Farm selama hampir satu dekade menyatakan keterkejutannya terhadap kemenangan Indonesia atas Thailand. Ini sungguh mustahil. Di akhir babak kedua saya lihat beberapa pemain timnas Indonesia sudah letih sangat bermain dan banyak cedera. Mereka tetap tampil dengan semangat luar biasa. Saya akui dari juang mereka jauh melebihi tim-timan lainnya termasuk Malaysia,” ujar Hamidin seusai pertandingan. Pernyataan Hamidin Muhammad Amin ini langsung viral di media sosial. Banyak netizen dari Malaysia justru mengecam komentar tersebut dan membandingkan semangat juang Garuda Muda dengan sikap pasrah para pemain Malaysia yang bahkan tak mampu menghadapi Filipina di laga perdana. Di hadapan lebih dari 65.000 1000 suporter yang memadati GBK. Timnas Indonesia U-23 menjalani duel keras dan epik melawan musuh bebuyutan yakni Thailand. Skor 1 sama selama 125 menit. Tak cukup untuk menentukan pemenang dari pertandingan tersebut sehingga dilanjutkan dengan adu penalti. Timnas Thailand sempat unggul terlebih dahulu lewat gol Yoskon pada menit ke-60. Namun Garuda Muda membalas melalui sundulan James Reven tepatnya di menit ke-84 yang menjadi titik balik pertandingan. Adu penalti pun digelar. Dari lima penendang penalti ke gawang masing-masing lawan, drama terjadi di penendang keempat. jutan dan kedelapan Robi Darwis sempat gagal. Namun Indonesia kembali unggur berkat kegagalan adu penalti Thailand. Skor 7-6 membuat GBK meledak dan Euforia sangat luar biasa. Indonesia bukan hanya menang secara skor, namun juga secara mental. Meski sempat tertekan di awal babak kedua dan kebobolan terlebih dahulu, pasukan Gerat mampu mengembalikan keadaan. Doni Tri Pamukas membuka ancaman terlebih dahulu di menit keet7 lalu disusul peluang dari James Reven dan Kadek Arel. Meski bola beberapa kali mengenai tiang dan mist gawang, Indonesia tetap sabar membangun serangan. Dia bermain ball position tetap diperagikan oleh anak Asugera tersebut. Thailand sempat mencuri peluang melalui sundulan Petron dan Panatit. Namun pahlawan timnas Indonesia dikomandoi Kadek Arel dan kawan-kawan masih solid di belakang penjaga gawang timnas Indonesia. Latih Gerat menunjukkan kecerdasan taktik luar biasa ketika banyak para pemain timnas Indonesia yang cedera atau mengalami keram. Ia merespon cepat dengan memasukkan nama-nama kunci Muhammad Ferrari, Alfrizi Buffon, dan Bernard Skulemon. Kehadiran mereka memperkuat sisi defensif sekaligus memberi energi baru di timnas Indonesia. [Musik] Gol penyama kedudukan yang diciptakan oleh James Revan pada menit ke-84. Berawal dari situasi bola mati yang diakuisisi sempurna oleh Raihan Hanan, ini adalah gol yang mengubah jalannya pertandingan dan membungkam publik Thailand yang sempat yakin akan kemenangan. Sejak Indonesia memulangkan timnas Malaysia di laga sebelumnya, suara-suara sumbang dari media dan tokoh sepak bola Malaysia mulai bermunculan. Ada yang menyebut Indonesia beruntung, ada pula yang menyindir soal bantuan wasit. Namun setelah kemenangan atas Thailand ini, Malaysia justru terdiam. Beberapa media bahkan memuat headline sinis seperti berikut. Indonesia lolos final meski cedera dan tertatih-tatih. Tim ajaib dari Nusantara menang meski statistik tertinggi namun tertatih-tatih. Lebih parah lagi akun-akun suporter Malaysia yang biasanya ramai menyerang timnas Indonesia justru bungkam atau sibuk berdebat soal siapa yang harus menanggung jawab atas kegagalan timnas mereka. [Musik] Indonesia akan menghadapi Vietnam di partai final, laga yang diyakini sebagai final impian. Vietnam menyingkirkan Filipina dengan skor 2-1 dan tampil konsisten sejak awal turnamen. Banyak yang menyebut ini akan jadi laga penuh gengsi antara Indonesia dan Vietnam. Vietnam adalah musuh tangguh yang secara sejarah sering menyulitkan Indonesia. Namun, publik tanah air kini punya keyakinan tinggi. Timnas Indonesia dianggap sebagai generasi emas yang tak hanya mengandalkan taktik, tapi juga kekuatan dan strategi. Satu faktor yang membuat Malaysia iri adalah dukungan suporter Indonesia. Di semifinal melawan Thailand, hampir seluruh tribun GBK memerah yel-yel koreografi hingga teriakan sepanjang pertandingan bergema. Bandingkan dengan Malaysia yang bahkan gagal memenuhi standar yang ditetapkan. Fakta ini pun disinggung sinis oleh Datu Hamidin Muhammad Amin. Kalau kami punya pendukung seperti Indonesia, mungkin hasilnya bisa beda. Tetapi suporter kami lebih sibuk menghujat daripada mendukung negaranya. Menariknya, sejak Indonesia masuk final, jagat maya Malaysia terbagi dua. Sebagian mulai mengakui kualitas timnas Indonesia. Tetapi sebagian lagi tetap memilih nyinyir dengan teori kebetulan dan faktor turnamen tuan rumah. Dengan performa seperti ini, jalan Indonesia menuju tropi sangatlah dekat. Pelatih Gerard hanya butuh merapikan lini tengah agar lebih efisien dalam transisi mereka. Jika Vietnam tampil terbuka, Indonesia bisa memanfaatkan sisi sayap lawan kecepatan Doni dan Arjuna. Final Piala FF U23 2025 akan digelar di GBK pada Selasa, 29 Juli 2025. Indonesia telah membuktikan bahwa mereka bukan hanya pantas di final, tetapi juga berpotensi menjadi raja Asia Tenggara di level U23. Sementara Malaysia masih sibuk dengan mempelajari diri dan saling menyerahkan. Indonesia terus melaju dengan elegan. Komentar sinis dari Datuk Amidin Muhammad Amin justru memperkeruh suasana betapa kemenangan Garuda Muda telah mengguncang ego para pengurus sepak bola negeri jiran. Fakta bahwa mantan orang nomor satu mereka sampai buka suara mengakui tak percaya. Ada bukti nyata bahwa kemenangan Indonesia bukan kemenangan biasa. Dan bagi publik Indonesia, satu pesan penting, dukungan tak pernah sia-sia. GBK membara Garuda Terbang Tinggi. Bagaimana menurut kalian? [Musik]
#beritatimnasindonesia #indonesia #pialaaffu23 #malaysia #timnas #oxfordunited #football #beritatimnasindonesia #kualifikasipialadunia2026 #beritaterkini #malaysia #pssi #sepakbola #pacujalurgoesglobal #pialapresiden2025 #dikadance #malaysiaindonesia #malaysiagugur #malaysiacuriumur #malaysiacurang #famcurang #indonesiakefinal #indonesiavsthailan
Tags
best chinese drama
cdrama
chinese
chinese drama
chinese drama 2022
chinese indo
comedy
drachin
dracin
drama
drama 2021
drama china
drama china romantis sub indo
drama china sub indo
drama china terbaik
drama cina
drama kolosal
drama romantis
drama terbaru
Dunia Drama
Entertainment
fantasy
Gaming
Historical
Indonesia
indo sub
iQIYI
iQIYI drama
iQIYI indonesia
mandarin
MangoTV
Mystery
new chinese drama
News
Roblox
romance
romantis
Sports
sub indo
Sub indo full movie
wetv
wetv dunia drama
wetv indonesia
youku
youku indo