ATUN & MOMON BERUBAH MENJADI MONSTER EXE DI MALAM HARI !! Feat @sapipurba Minecraft
Oh, tidak. Ini semua salah paham. Sekarang penembak bersiap-siaplah. Siap, Komandan. Tidak, Mama tembak. [Musik] Baiklah. Aku sudah sampai di sini. Oh no. Pahlawan desa. Heh. Mulai hari ini aku akan membuat kalian berdua menjadi penjahat desa. Pergilah anakku. [Musik] Misi berhasil. Sekarang terimalah hadiah dari aku. [Musik] Aah. Wah, udah pagi. Oke, sekarang saatnya aku harus pergi membantu si tante Susan. Aduh, aduh, aduh. Gak boleh telat nih. Harus panggil si Momo nih. Udah bangun belum dia, ya? Oke, oke, oke. Cepat, cepat, cepat, cepat. Langsung, langsung, langsung, langsung. E, oke, oke, oke. Em, Mon. Eh, itu dia. Eh, Mon. Mon, Mon. Eh, halo. Halo. Kita hari ini mesti bantuin tante Susan. Eh, kenapa? Loh, kok badan kamu ada merah-merah? Merah-merah emangnya ada? Oh, iya. L merah-merah apaan itu? Kayak di gigi serangga, Mon. Iya, kayak digigit nyamuk dah. Tunggu dulu. Kamu juga ada M. Masa? Oh, iya loh. Loh, L l itu apa? Apalagi ada wabah nyamuk kaliim nih ya. Lagi banyak kali ya, M kegigit ya? Kamu enggak tahu engak? Ah, mungkin ee enggak sih, kayak agak sakit-sakit gitu. Iya, aku juga sih. Ah, ya udahlah mau bodo amatlah. Yang penting enggak ada masalah apa-apa. Kamu enggak demam kan? Coba pegang. Oh, kok kok enggak enggak masalah. Oke oke oke. Ya udahlah. Kita hari ini udah janji sama tante Susan, kita bantuin dia untuk membuat ladang-ladang dia, Mon. Oh, iya iya iya kita akan bantuin dia. Nah, ini nih. Oh, selamat pagi semuanya. Selamat pagi. Eh, tante Susan nunggu di sini. Halo, selamat pagi, Tante Susan. Eh, halo Antun. Selamat pagi. Iya, iya, iya. Dan hari ini kan kita sudah berjanji kan untuk bantu tante Susan membuat ladang-ladangnya. Iya. Eh, tapi aku mau ucapin terima kasih ya untuk kalian berdua karena hari ini udah mau bantuin aku. Kalian memang anak yang baik. Oh, tidak apa-apa, Tante. Ini memang sudah kewajiban kita kok untuk bantu warga. Oke, kita mulai deh. Ayo, Mon. Ee bolongin dulu bagian sini. Kamu taruh air ya. Eh, jangan dari sana, Mon. Ya ampun, salah. Loh, enggak. Kita bikin sor irigasinya dua atau satu aja cukup kali ya. Kalau bisa satu ngapain? I lebih banyak ya. Elah. Oke, dia langsung taruh juga ya. Oke. Oke. Sip. Semuanya sudah kelar-kelar. Waduh. Makasih banyak atuh Non Momon. Akhirnya hari ini aku dan anakku bisa makan. Ini semua berkat kalian. Kalian berdua memang adalah pahlawan desa kita ya. Hah. Makasih tante sudah dipuji kayak gitu. Ngomong-ngomong kalian bisa enggak bermain sama anakku sebentar? E, Mon gimana, Mon? Mau enggak bermain sama anaknya sebentar, Mon? Ayo. Oke, oke oke. Boleh, Bu. Boleh, Bu. Ayo, ayo, ayo. Utah, kita main bersama. Ye, ye. Asik, atuh mau temenin aku bermain. Tante, aku pulang dulu, ya. Wah, ternyata kita main sampai udah kesorean, Mon. Udah kayaknya udah mulai malam nih. Yuk, kita pulang. Kita pulang, Mon. Let’s go, let’s go, let’s go. Ay, ayo pulang. Aduh, oh iya. Oh, iya lu, Mon. Aduh, kayaknya aku juga ngantuk ya. Iya, gantuk banget. Entah kenapa ya. Biasanya kan kita lagi semangat-semangatnya jam segini. Iya, Mon. Aku juga. Eh, ya sudahlah kita langsung tidur aja ya, Mi. Karena tadi kita bantu tante itu terlalu capek kali ya, Mon ya. Iya nih. Ya udahlah, selamat malam. Udah, udah. Yuk, yuk yuk yuk. Selamat malam ya. Oke. Ayo. Ah. Ah, udahlah kita tidurlah, Guys. Oke, Teman-teman, selamat tidur. Oke. Eh eh, [Musik] [Musik] akhirnya aku bisa bangun. [Musik] Wah, aku mencium banyak bau manusia di sini. Coba kita keluar untuk melihat dan melihat. Oh, sungguh sangat menyenangkan. Eh, tunggu dulu. Itu kan? Hah? Hei, kamu sudah bangun? Iya, aku udah bangun. Oh, sepertinya aku suka sekali dengan tempat ini. Penuh dengan kehidupan. Bagaimana kalau kita mulai bersenangsenang? Oh, boleh banget. Ayo, ayo, ayo. Aku mencium banyak sekali bau manusia di sini. Ngomong-ngomong kita mau mulai dari mana, ya? Hei, kamu lihat di situ masih ada ladang yang masih baru dan aku ingin menghancurkan ladang-ladang itu. Mari kita hancurkan biar mereka tidak bisa makan. Mana itu? Oh, ini dia. Kita hancurkan semuanya. Aku senang sekali ya. Mau gimana? Aku sangat bersenang-senang. [Musik] Aduh, di sisi siapa sih yang ketok-ketok? Atun. Aduh, udah pagi ya. Coba kita lihat. Oh, iya lu udah pagi lu. Ayo. Yo. Siapa sih dari tadi ketong-ketong? Iya i ya amun. Iya iya ya. Sabar, sabar, sabar. Baru bangun. Oke yah. Y kenapa, Pak Udin? Y Tun gawat banget. Kamu harus cepat ke desa. Tante Susan mengalami masalah. Hah? Tante Susan? Oh. Oke, oke oke oke. Ayo. Ao. Let’s go, let’s go, let’s go. Emang kenapa sih? Loh, loh, kok bisa jadi begini? Satu-satunya ladang yang aku punya sudah dihancurkan. Hari ini aku sama anakku harus makan apa? Siapa yang begitu kejam yang menghancurkannya? Waduh, kok bisa kayak gini sih? Oh no. Eh, Mon. Eh, kenapa? Kenapa, Mon? Kamu lihat, Mon? Si ladangnya tante Susan nih kemarin kita buat tiba-tiba jadi begini. Hancur berantakan hari ini, Mon. Loh, loh, loh, kok bisa? Siapa yang ngancurinnya? Nah, itu, Mon. Aku juga belum tahu. Ayo, kita coba bertanya ke tante Susahnya, yuk. Ayo, sini, sini, sini, Mon. Sini, Mon. Ee aku tahu ini memang menyedihkan tapi kamu jangan sedih lagi, ya. Eh, entar aku sama Momo akan bantu kamu bikin lagi kok. Aduh, maaf ya. Padahal kemarin kalian sudah bersusah payah membuatnya, tapi malah dihancurkan oleh orang yang enggak bertanggung jawab. Udah, Tante, enggak apa-apa. Kita tinggal buat lagi aja, Tante jangan sedih lagi, ya. Oke. Iya, iya, Tante. Untuk makanan hari ini, Tante makan di rumah aku aja. Wah, makasih banyak ya, Tundomon. Kalian baik banget. Ngomong-ngomong Tante, aku ingin nanya e kapan tante tahu kalau ladangnya rusak, Tante? Jadi tadi pagi jam .en padi. Tapi waktu mau panen, aku kaget ternyata ladangnya sudah rusak. Oh, gitu. Artinya berarti subuh-subuh ada yang rusakin, Mon. Hmm. Terus tante lihat sesuatu enggak kira-kira? Iya atun. Sepertinya sih begitu. Karena kemarin subuh tante memang merasa ada keributan di depan rumah. Kirain cuma anjing liar. Dan soal melihat em sejujurnya ya, aku sepertinya melihat pelakunya itu warnanya biru sama pink. Dan di sini yang biru dan pink cuma atun momon. Ah, enggak mungkinlah mereka enggak mungkin pelakunya. Eh, jadi gitu aja sih, Tun. Oh, begitu. Ya udah, makasih atas infonya ya, Tante. Oke. Iya, sama-sama Atun. Waduh, Mon. Kamu udah dengar kan dari Tante? Kalau ternyata yang merusak ladang ini ada di waktu subuh, Mon. Kira-kira siapa ya pelakunya ya? Nah, ini harus kita cari tahulah Tun, apakah pelakunya adalah warga sini atau bukan? Hmm. Hm. Wah, kayaknya hari ini ya, Mon ya, kita harus meronda malam deh, Mon. Ee mungkin awalnya kita taruh CCTV aja kali ya, Mon ya. Gimana? Ide bagus. Oke, sip sip sip. Kita akan mulai taruh CCTV di beberapa area sekitar sini ya, Teman-teman ya. Let’s go. Oke, udah, Mon. Sekarang kita akan menunggu dari atas rumah kamu ya, Mon ya. Karena lebih dekat ya, Mon ya. Oke, let’s go, let’s go, let’s go. Hmm. Oke, Mon. Sekarang kayaknya sudah mau memasuki jam subuh, jadi kita harus lebih fokus lagi, Mon, ya. Oke, oke, oke, oke, oke. Kita coba lihat sekitar, Teman-teman. Kalau kamu lihat ada apa-apa, langsung kasih tahu, ya, Mon ya. Aku lihat, aku akan cek CCTV, Mon. Oke, kita coba cek. Oke, sejauh ini tidak ada masalah. Kita pindah channel. Hmm, betul sih. Sejauh ini sih aman sekali ya, Teman-teman ya. Oke, gak ada masalah apa-apa nih. Aduh. Aduh, kayaknya kok ngantuk banget ya belakangan ini, Teman-teman, ya. Sepertinya, Mon. Aku kayaknya enggak kuat deh, Mon. Iya, aku juga udah enggak kuat. Gimana kalau kita tidur lah. Hah? Hm. Iya, kita tidur aja yuk. Em, kayaknya ide yang bagus sih, M. Kos CCTV ini kan ada rekamannya juga ya. Tinggal kita lihat besok aja rekamannya ya. Ya udah, Demon. Ayolah, ayolah kita tidur di sini aja. L yo. Ah, tidur, Guys. [Musik] Ah, itu bocil kagak tidur-tidur. Aku gak bisa bangun-bangun ya. Tapi sekarang aku sudah bangun. Halo. Halo juga kawanku. Akhirnya kita sudah kembali. Hari ini kita akan berburu apa, ya? Ha, coba kita lihat. Hmm. Oh, sepertinya aku tertarik dengan sesuatu di sebelah sini. Kamu lihat di sana banyak sekali rumah-rumah warga. Di mana kalau hari ini kita buat rumah itu menjadi terang benderang? Ah, aku suka idimu. Sudah lama aku tak bersenang-senang. Baiklah, oyo kita akan bersenang-senang. Kita hancurkan semua biar mereka tidak bisa tidur. Mari kita bakar rumah pili sini. Kita hancurkan rumah mereka. Kita bakar-bakar ini juga kita bakar semuanya. Aku suka. Aku suka. Terbakalah semuanya. [Musik] Waduh, tidurku nyenyak banget, Mon. Meskipun di luar masuk angin. Hah. Emon, kamu mencium sesuatu enggak sih? Iya. Bawa gosong. Bau gosong di mana itu? Loh, Mon. Kamu lihat gak itu, Mon? Loh, ke ke kenapa semua rumah terbakar, Mon? Oh, tidak. Kenapa terjadi? Eh, tunggu tunggu lah. Kenapa di badan aku ada ini, Mon? Tempatku juga ada. Lah, kenapa ada sih? Mungkin kemarin kita ngapain, ya? Ya sudahlah kita kita lu cek Mon kita cek C TV Mon Yuk yuk let’s go let’s go atun Mon suara apa itu atun momon apa menyerahlah atun gak momon menyerah atun momon apaan itu menyerah e Mon kenapa banyak e itu pasukan-pasukan Kopasus di depan sana Monia tuh aku juga enggak tahu ee apa jangan-jangan kamu melakukan kejahatan ya Mana ada sembarangan kamu. Ya udah, udah, udah. Kita ke bawah dulu deh. Kita tanya sama Pak polisi itu, Mon. Yuk, let’s go, let’s go, let’s go. Ayo, ayo, ayo. Aduh. Duuh. Em, em, maaf. E, a, aku sama Momo udah keluar. Aku enggak ngerti ini. Ke kenapa ya? What? Atuh dan Momon kalian berdua hari ini ditangkap karena telah menghancurkan dan membakar rumah warga. Oh no. Hah? Membakar rumah warga? Aku mana ada kemarin aku tidur kok. Eh, Monomong jujur nih. Jangan-jangan kamu kali yang bakar ya, Mon ya. Enak aja. Aku sendiri aja juga tidur. Eh, bangunnya kita kan barengan juga, Tun. Eh, kenapa malah main fitnah-fitnah kau? Oh, iya juga ya. Emm, em. Pak, pak, pak, pak, Pak. Beneran, Pak. Ini, ini, ini salah paham, Pak. Benar. Mundur, jangan terlalu mendekat. Kalau enggak kita tembak. Ah. Ah. Ya, ya, ya, ya, ya, ya, ya, ya, Pak, ya. Pak, ya, Pak, Pak. Ini jelas salah tangkap. Kita bukan pelakunya. Maaf, kami tidak salah nangkap. Bahkan bukti CCTV-nya juga sudah ada di tangan kami. Kalian berdua bersiaplah untuk menerima hukuman. Oh no. Alawak munafik. Iya kalian munafik. Kalian ini monster. Hah hah. Loh l monster. Bubu bukan loh. Pasukan tangkap mereka. Tidak. Selamat menikmati kurungan kalian. Lepaskan kami. Ini salah paham. Kami itu enggak bersalah sama sekali. Aduh, Mon. Udahlah, Mon. Kamu enggak dengar kalau tadi mereka itu bahkan punya bukti CCTV, Mon. Tapi aku bingung ya, buktinya kira-kira apa, ya? Oh, CCTV ya? Pasti itu bukti mereka. Eh, Tun. Kita harus melihat CCTV itu untuk mengetahui kebenarannya. Iya sih, kita harus melihat CCTV itu sih. Dan aku juga mau lihat sekarang, Mon. Iya, aku juga pengen lihat. Masalahnya kita gimana keluar sekarang? Ini semua terbuat dari besi. Tenang, Mon. Tenang. Aku akan memakai ini, Mon. Untung aku udah persiapkan, Mon. Karena aku tahu ini pasti ada salah paham, Mon. Ya, jadi enggak apa-apa. Kita bukan kriminal, Mon. Kita cuma mau mencari tahu kebenarannya, Mon. Baiklah. Baiklah, baiklah, Mon. Jadi intinya adalah kita harus keluar untuk melihat CCTV-nya. Jangan bersuara, Mon. Oke. C eh anaknya terbang dia. Oke, kita keluar. Tunggu, Mon. Tunggu Mon. Oke, oke, oke, oke. Ha, itu area komputer, Mon. Aku yakin semua bukti itu akan ditaruh di sana, ya. Pelan-pelan, pelan-pelan. Iya. I y I y oke. Udah mau nyampe. Eh eh. Mon, Mon, Mon. Ke sini, Mon. Jangan kau macam-macam. Udah ke sini aja. Oke, oke. Ayo, Mon. Ayo, Mon. Oke, kita langsung masuk ke dalam servernya, deh. Let’s go, Teman-teman. Loh, eh, Mon. Eh, loh. L L L ini kan kamu, Mon. Iya, ini aku loh. Loh, loh, kok kamu banget loh. Kok kamu jadi monster loh? Eh, eh. Loh, ini aku nih. Loh, kok baral aku juga monster? Kayak kita ada laba-labanya di badan kita, Mon. Waduh, Mon. Ternyata kalau dilihat-lihat memang orang yang melakukan itu adalah seperti kita, Mon. Iya enggak sih? Iya, Tun. Kenapa kita itu bentuknya kayak monster ya? Jangan-jangan ini ada hubungannya dengan gigitan serangga itu, ya, Mon, ya? Ah, iya betul, Tun. Kejadiannya memang setengah ada gigitan itu. Aduh, aku gak mau jadi monster. Eh, Tun. Gimana nih? Iya, aku juga enggak tahu, Mon. Yang pastinya sekarang kalau kita tiap malam kita kan berubah, Mon. Dan yang paling parah, aku bahkan sama sekali tidak tahu apa yang telah kita lakukan, Mon. Oh no. Kita jadi ada kepribadian ganda, Mon. Oh, tidak. Ih, serem. Aku takut. Tenang, tenang, Mon. Aku akan mencari solusinya, Mon. Ya, pokoknya sekarang yang kita harus lakukan adalah kita harus bisa pergi dari sini, Mon. Iya, iya. Ide yang bagus. Hei, kenapa kalian ada di sini? Jangan bergerak. Kalau bergerak kita akan tembak. Ya ampun, kita ketahuan Mun. E, i iya, Pak. Iya, Pak. Ya, Pak. Ampun, Pak. Jangan tembak, Pak. Please. E, kami hanya mau lihat bukti CCTV-nya aja, Pak. Oh, jangan biarkan mereka berdua kabur. Kita harus menangkap dan mengeksekusi mereka sore ini secara terbuka. Hah? Mengeksekusi? Eh, jangan, jangan, jangan. Tolong kasih kita waktu untuk mencari solusinya dong. Enggak ada. Kalian adalah monster yang sangat mengerikan. Jadi, harus segera dieksekusi biar tidak ada korban lain lagi. Atun, Atun, tolong. Aku enggak mau mati muda di sini. Maafkan aku, Mun. Aku sekarang juga enggak tahu harus bagaimana, Mun. Tangkap mereka. Kenapa kita bernasib seperti ini? [Musik] Maaf ya, Mon ya. Kali ini aku benar-benar enggak tahu harus bagaimana, Mon? Oh, tidak. Ini semua salah paham. Oke, baiklah. Waktunya sudah pas. Sekarang penembak bersiap-siaplah. Siap, Komandan. Tidak, Mon. Sepertinya ini perjalanan terakhir kita di sini, Mon. Terima kasih atas segalanya, ya, Mon, ya. Iya, Tun. Terima kasih, ya, Teman-teman. Atun juga berterima kasih kepada kalian semua yang telah mendukung Atun sampai sekarang ini ya, Guys. Terima kasih ya. Tapi untuk harapan terakhir teman-teman, apabila teman-teman ingin atun dan Momo bisa lepas dari maut ini sekarang juga kasih dukungan guys dengan kasih like yang banyak ya teman-teman. Karena dukungan dari kalian bisa memberikan mukjizat bagi Atun dan Momon. Mari kita hitung. Satu. Tidak. Dua. Mama. Tiga. Tembak. Tunggu. Jangan ditembak. Aku punya penawar buat mereka. Hah? Profesor, Profesor, Profesor, tolong. Apa maksud kamu? Profesor, tolong jangan tembak mereka dulu. Mereka adalah korban yang telah digigit oleh siluman laba-laba dan gak bisa kontrol diri. Dan sekarang aku sudah punya penawar untuk mengobati mereka. Hah, benarkah? Hmm. Baiklah, aku kasih waktu kepada kalian cuma 1 jam. Kalau misalnya mereka tidak bisa disembuhkan, maka aku akan langsung mengeksekusi mereka. Oh, oke. Terima kasih, Pak Komandan. Wah, terima kasih ya, Profesor. Tanpa kamu sih aku sama Momo sudah inah ilahi tadi ya, Me. Iya, makasih ya, Pak. Udah, Atun dan Momon. Sekarang bukan saatnya untuk itu. Kamu cuma punya waktu 1 jam. Kamu harus cepat mengambil obatnya. Hah? Mengambil obatnya? Bukankah Profesor katanya punya? Gimana? Iya. Aku bohong. Biar kalian bisa dilepas. Tapi bukan berarti aku tidak tahu di mana obat itu. Oh, begitu. Di mana obat itu, Profesor? Nah, sekarang kalian harus ke alamat yang telah aku tulis di kotak tes di samping kalian. Jadi pelakunya adalah penyihir laba-laba. Kalian harus mendapatkan obat dari tangannya yang bernama penawar kutukan. Oh, begitu. Mana-mana? Coba kita cek. Oh, iya di sini ada by profesor. Coba kita lihat kakek sihir. Oh, ini koordinatnya pintu batu ada password-nya. Serius ini? Baiklah. Baiklah. Minimal ada harapan, Mon. Oke. Oke, Mon. Sekarang kita ke sana dan kita mengobati diri kita biar kita tidak kena masalah lagi, Mon. Oke, oke, oke. Yuk, yuk. Oke, oke, oke, oke. E, makasih ya, Prof ya. Emm, harusnya ya, Ma koordinatnya daerah sini sih, Mo. Di mana ya? Hm, eh itu tuh tuh tuh gua tuh ada gua. Oh, iya benar ini nih guanya nih. Sesuai dengan koordinatnya, Mon. Ayo kita masuk ke dalam. Ayo kita maju, Mon. Wah, banyak laba-laba ya ternyata ya. Keterlaluan betul nih, Mon. Ini yang kayaknya yang menggigit kita, Mon. Eh, iya. Uh eh eh bikin kes aja ini semua nih secungu. Aduh kalau kita benar-benar begini mah udah menang dari tadi Mon. Eh ini siapa sih penyihir-penyihir ini nih? Ah usus us wus wus. Ini kayaknya tempat pasukan laba-laba ya. Banyak amat. Iya makanya. Loh kok udah gak ada jalan di sini? Heh. L l lah loh. Tunggu. Eh ini ini bukan batu Mon. Ini pintu Mon. Kamu lihat dia butuh lock tool. Eh tunggu. Aku mendapatkan lock tool dari sini juga. Dan kalau kita lihat ada password-nya laba-laba. Coba kita cek ya. Masa sih? Oh iya lu ada password-nya. L canggih juga nih penyihir. Emang Samit. Wah ternyata bener Mon. Oke. Wi ketutup lagi dia. Oke kalau gitu mari kita masuk ke dalam pintu ini, Mon. Let’s go. Ayo. Wah, banyak laba-la. Sikat. Serang. Serang. Ah, oke oke oke. Wah, di atas jugaul. Waduh, ya ampun. Thomas diculi. Kita lihat dulu. Eh, Mon. Sepertinya itu musuhnya di atas ya, Mon. Kamu di bawah lawan itu semuanya ya, Mon ya. Aku kat menghajar penyihirnya. Ah, let’s go, let’s go, let’s go, let’s go. Nah, itu dia penyihirnya. Hei kamu. Heh, kamu bukannya siatun. Loh, kok kalian bisa sampai ke sini? Ya iyalah kita butuh penawarannya ya untuk kutukan kita ya. Katakan kenapa kamu menagetkan aku sama momon? Itu karena aku benci dengan kalian. Bocil sok pahlawan harus musnahkan. Keterlaluan. [Musik] Kalau gitu cepat serahkan obatnya. Kalau enggak akan aku sikat kamu, ya. Hah? Mau obat? Oh iya, kamu kan cuma punya waktu sebentar lagi kan. Habis itu kamu kan selamanya menjadi anak buaku. Tapi sebelum itu tidak segampang itu. Kuk kasih obatnya Ferguso. Terimalah jurus aku berubah. Ya ampun keterlaluan. Ternyata dia bisa berubah. Baiklah, sini kamu. Aduh. Du du du du. Ah. C. Aduh. Aduh. Wah. Wah. Jago juga dia, Guys. Ah, rasakan kamu. Wah. C c. Wah. Ada efek poison lagi. Nah. Nah. Nah. Nah. Nah. Yes, aku menang. Dia kalah. Sekarang saatnya kita harus mencari. Hah? Di mana ya? Eh, Mon. Mon, Mon. Cepat, Mon. Cari, Monatnya. Tadi barusah aku, aku kill dia, Mon. Coba kita lihat di lemari ini. Oh, ini penawar kutukan, Mon. Ya ampun, langsung dapat, Mon. Ayo, ayo, ayo, ayo. Eh, tunggu, tunggu, tunggu. Lu, L, L, L. Kenapa dengan badan kita, Mon? Iya, ini kenapa ini? Loh, L, Mon, kenapa sekarang kita malah berubah menjadi monster-monster begini, Mon? Apakah sebentar lagi kita tidak akan kembali jadi manusia lagi, Mon? Eh, eh, eh, tunggu-tunggu Mon sebelumnya. Ayo cepat minum ini, Mon. Cepat minum sebelum terlambat. Iya. Wah, yes, Mon. Kita sembuh total akhirnya. Ye, akhirnya kita lepas dari kutukan itu, Mon. Asik. Ya udah, ya udah. Ayo kita pulang dan jelasin kepada semuanya ya, Mon ya. Oke, ayo ayo ayo. [Musik] Oke, yang terakhir. Tek. Ah, udah selesai. Wah, ladang-ladangnya kembali jadi. Ini e tante Susan jadi kembali ya. Ngomong-ngomong kemarin maaf ya, ternyata yang menghancurkan itu kita sendiri. Aduh, jadi enggak enak ya, Mon ya. Eh, iya tuh benar. Maaf ya, Tante. Iya, maaf ya. Ah, enggak apa-apa. Itu semua kan cuma kecelakaan. Lagian kan kalian enggak berniat untuk jadi jahat-jahat. Aku ngerti kok. Wah, asik asik asik. Oh, jadi semuanya sudah beres Mon. Tidak ada salah paham lagi. Oke deh, Teman-teman. Karena atun dan Momon sudah kembali seperti semula, jadi kita sudahi video kita pada hari ini ya. Kalau kalian suka dengan videonya, jangan lupa dikasih like, share, dan subscribe. Kita bertemu lagi di next video berikutnya, Guys. Bye.
ATUN & MOMON BERUBAH MENJADI MONSTER EXE DI MALAM HARI !! Feat @sapipurba Minecraft
Jangan Lupa untuk di Subscribe Channel @MOOMOO :
https://www.youtube.com/channel/UCqzxU2_l0r_48-RAy0lBHWg
#BANGJBLOX #minecraft #minecraftindonesia
IKUTI JUGA :
▶Bussiness : jblox.official@gmail.com
▶Tiktok : @bangjblox.tiktok
▶Instagram : https://www.instagram.com/andi_jblox/
▶Roblox : https://www.roblox.com/users/2388521656/profile
▶Group : https://www.roblox.com/groups/9697953/BANGJBLOX-FAMILY-2nd#!/about
▶Discord : https://discord.gg/Pc9Hw76n7X