🟥TAK TERIMA KENYATAAN ! Madam Pang Ngamuk Menangis Thailand Keok, Indonesia U-23 Lolos Ke Final AFF
[Musik] ye apa yang terjadi? Bagaimana peluangnya dimiliki berhasil melakukan pertandingan. Malam yang sarat emosi tersaji di stadion ketika dua kekuatan besar Asia Tenggara bertarung demi satu tiket menuju final Piala AFF U-23. Dalam atmosfer yang tegang dan penuh gengsi, timnas Indonesia U-23 menunjukkan bahwa mereka bukan hanya sekadar pesaing, melainkan kekuatan baru yang tak bisa diremehkan. Dalam duel yang melelahkan, penuh adrenalin, dan menegangkan hingga detik terakhir, skuad Garuda Muda sukses menyingkirkan sang raja AFF Thailand U-23 lewat drama dua kali perpanjangan waktu dan adu penalti yang mendebarkan. Selama 120 menit, kedua tim saling mengunci kekuatan. Indonesia bermain disiplin, penuh determinasi, dan tak pernah kehilangan fokus. Meski tekanan datang silih berganti dari para pemain Thailand, namun justru di momen-momen krusial itulah karakter juara Indonesia muncul. Saat laga harus ditentukan lewat adu penalti, ketenangan para algojo Garuda Muda menjadi penentu. Satu persatu eksekutor Indonesia menaklukkan penjaga gawang Thailand dengan penuh percaya diri. Sementara kiper muda Indonesia tampil sebagai pahlawan menepis satu tembakan krusial yang mengantar Indonesia ke final. Kekalahan ini rupanya terlalu pahit bagi federasi sepak bola Thailand. Sang ketua federasi Madampang tak kuasa menahan emosinya setelah mengetahui timnya dipulangkan timnas Indonesia. Di tribun kehormatan, ia terlihat gelisah, frustrasi, dan akhirnya meledak dalam kemarahan. Setelah melihat sang juara bertahan, Piala AFF harus angkat koper lebih awal. Dipulangkan oleh Indonesia yang tampil dengan semangat tak tergoyahkan. Kekalahan ini bukan hanya soal tersingkirnya Thailand, tapi juga tamparan keras atas kepercayaan diri mereka yang sempat merasa terlalu nyaman sebagai raja kawasan. Menarik untuk disimak. Dan tanpa berlama-lama, mari kita bahas berita selengkapnya. [Musik] [Musik] Ya, pertarungan besar antara timnas U-23 Indonesia dan Thailand di semifinal Piala AFF U-232. 25 seolah menjadi panggung pertunjukan dua gaya sepak bola yang kontras teknikal non dinamis milik Garuda Muda menghadapi kekuatan fisik dan determinasi tinggi dari Gajah Perang. Duel mulai panas bahkan sebelum tensi pertandingan benar-benar naik. Di menit keet7 Doni Tri Pamungkas membuka peluang lewat aksinya yang menusuk pertahanan Thailand. Namun belum membuahkan hasil. Thailand tak tinggal diam. Dua ancaman dari tandukan Patarapon Suksakit dan sepakan Seksan Ratri di menit 11 dan 13 menunjukkan bahwa mereka siap menekan balik. Namun lini pertahanan Indonesia masih kokoh. Tak hanya itu, permainan keras Thailand mulai terasa. Beberapa kali pemain Garuda Muda harus tergeletak di lapangan akibat benturan fisik yang intens. Laga kian menegang menjelang akhir babak pertama. Robi Darwis, salah satu motor serangan Indonesia nyaris membuka skor lewat tembakan keras dari dalam kotak penalti. Tapi kiper Thailand Sawat Fosaman tampil gemilang dengan penyelamatan krusial yang membuat skor tetap imbang 0-0 hingga turun minum. Memasuki babak kedua, Indonesia kembali tancap gas. Raihan Hanan membuka peluang lebih dulu disusul oleh Robi Darwis dengan tendangan jarak jauh yang mengancam meski lagi-lagi belum membuahkan gol. Justru Petaka sempat menghampiri Garuda Muda di menit ke-60. Sebuah serangan balik cepat dari sisi kiri oleh Seksan Ratri diakhiri dengan umpan silang yang disambut Yotsakon Burava. Sontekannya mengarah ke pojok gawang Ardiansyah membawa Thailand unggul 1-0. Namun mentalitas juara Indonesia tak runtuh. Memasuki 10 menit terakhir, intensitas serangan semakin tinggi. Gerald Vanenberg memang cerdas dan ia sangat tahu titik-titik lemah Thailand. Hingga pada akhirnya pelatih asal Belanda tersebut memasukkan nama-nama pemain dengan postur tinggi. Serangan demi serangan dilancarkan dan pada akhirnya usaha itu terbayar di menit ke-84. Sepak pojok presisi dari Raihan Hanan disambut James Reven dengan sundulan keras yang tak mampu dibendung kiper lawan. Gol penyama kedudukan yang membuat satu stadion bergemuruh. Skor imbang 1-1 menjadi akhir dari waktu normal dan pertandingan pun memasuki babak tambahan waktu. Di 15 menit pertama ekstra time, Thailand mencoba kembali mengambil inisiatif serangan. Beberapa kali mereka mampu menekan pertahanan Indonesia memaksa Ardiansyah bekerja keras di bawah mistar. Indonesia juga menyerang tiada ampun ke gawang Thailand. Thailand pun sempat menyerang balik. Namun satu hal yang tak goyah adalah semangat juang Garuda Muda, bertahan dengan disiplin, menyerang dengan keberanian, dan terus menjaga asa untuk ke final tetap menyala. [Musik] [Tepuk tangan] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] ya Adu penalti dimulai. Thailand mendapat kesempatan untuk mengambil tendangan lebih dulu di babak adu penalti. Namun, Pichen Kertok sebagai penendang pertama gagal menunaikan tugasnya dengan baik setelah tembakannya membentur mistar gawang. Indonesia mampu mengambil keuntungan setelah Kadek Arel berhasil mencetak skor meski bola sempat ditepis kiper Thailand. Setelahnya para penendang Thailand mulai dari Thananawud Fochai, Songkram Samut Namfueng, Savon Noiwong, Tanakrit, Laorkai, Cawan Witseo, Patarapon Suksasit mampu menuntaskan tugasnya dengan baik. Sementara penendang Indonesia meliputi Kakang Rudianto, Raihan Hanan, Hoki Karaka, Yardan Yavi, Brandon Shoineman berhasil mencetak skor. Satu penendang Indonesia yang gagal hanya Roby Darwis. Puncak dari adu penalti ketika penyerang Thailand, Yotsakon Burava gagal mencetak gol dari titik putih setelah arah tembakannya bisa dibaca dengan baik oleh Ardiansyah. Kemudian Alfharezi Buffon mampu melepaskan tembakan yang gagal ditepis dan menjadi penentu kemenangan Indonesia. Indonesia akhirnya menang dengan skor 76 lewat adu penalti atau 87 secara keseluruhan. Garuda Muda berhasil mengukir sejarah menyingkirkan sang raja AFF Thailand U-23 lewat adu penalti setelah duel ketat dan melelahkan selama 120 menit penuh. Sebuah kemenangan dramatis yang tak hanya menutup malam dengan manis, tapi juga menjadi penanda kebangkitan sepak bola Indonesia di level kelompok umur. Tangis haru pecah di tengah lapangan. Para pemain bertumbangan dalam pelukan satu sama lain tak kuasa menahan emosi yang memuncak. Beberapa staf dan pelatih terlihat meneteskan air mata di pinggir lapangan. Air mata kebanggaan, air mata perjuangan panjang yang akhirnya terbayar. Gerald Vanenberg pun memeluk satu persatu pemainnya, sosok pemimpin yang membawa tim ini melampaui ekspektasi dan menghadapi tekanan dengan kepala tegak. Di tribun penonton, ribuan suporter yang tak henti memberi semangat sejak menit awal larut dalam euforia luar biasa. Lagu kebangsaan dinyanyikan lantang. Bendera merah putih berkibar di setiap sudut stadion menciptakan momen yang akan terus dikenang dalam sejarah panjang rivalitas Indonesia dan Thailand. [Tepuk tangan] ya. Namun di balik Euforia Indonesia, suasana sangat berbeda menyelimuti kubu Thailand. Kekalahan ini tak hanya memupus harapan mereka mempertahankan dominasi, tapi juga menorehkan luka mendalam di jantung Federasi Sepak Bola Negeri Gajah Putih. Madampang, Ketua Federasi Sepak Bola Thailand terlihat tak kuasa menyembunyikan amarahnya. Dengan wajah tegang sejak babak kedua perpanjangan waktu, Madampang akhirnya meledak begitu eksekusi terakhir meleset dari sasaran. Tangannya menghantam meja, suara bentakan terdengar. Ia murka, kecewa, ngamuk-ngamuk, dan tak terima tim kebanggaannya dipulangkan oleh Indonesia di babak semifinal. Baginya ini bukan sekadar kekalahan biasa. Ini adalah tamparan atas kepercayaan diri tinggi yang selama ini menyelimuti sepak bola Thailand. Kekalahan yang membuatnya harus menelan harga diri di hadapan publik Asia Tenggara. Dan malam itu, untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama Thailand dipaksa mengakui bahwa era mereka mulai tergoyahkan oleh Garuda Muda yang terbang tinggi bersama Vanenburg dan generasi baru penuh semangat juang. [Tepuk tangan] [Musik] Ya, laga yang berlangsung sengit dan menguras emosi itu akhirnya ditutup dengan euforia dari Kubu Merah Putih. Indonesia lolos ke final. Sementara Thailand, sang raja lama harus angkat koper lebih awal. Dipulangkan oleh Garuda Muda yang tampil tanpa gentar. Di tribun kehormatan, wajah Masam Ketua Federasi Sepak Bola Thailand, Madampang menjadi simbol kekecewaan mendalam. Ia tak bisa menahan amarah. Gestur marah-marah, lempar botol hingga adu argumen dengan stafnya terjadi di ruang VVP. Baginya, kekalahan ini seperti mimpi buruk yang sulit diterima. Thailand bukan hanya kalah, tapi dipulangkan oleh tim yang dulu mereka anggap sebelah mata, Indonesia. Sementara di sisi lain, pelatih kepala Gerald Vanenburg berdiri tenang seperti seorang maestro yang baru saja menyelesaikan simfoni megahnya dengan kecerdasan taktik yang ia racik sepanjang pertandingan, perubahan tempo, pemilihan pemain hingga ketenangan menjelang adu penalti semua berbuah manis. Ia bukan hanya mengantarkan Indonesia ke final, tapi juga membuktikan bahwa sepak bola modern Indonesia sedang dibentuk dari tangan dingin seorang legenda. Kini Garuda Muda akan terbang menuju final menghadapi tuan rumah Vietnam. Dengan semangat juang yang membara dan racikan strategi Vanenburg yang terus berkembang, Indonesia tak datang sebagai penantang. Mereka datang sebagai ancaman nyata. Thailand boleh pulang dengan kepala tertunduk. Tapi Indonesia malam itu pulang dengan kepala tegak dan harapan besar untuk meraih mahkota juara. [Tepuk tangan] Jadi, itulah tadi cerita dari Garuda Aktif hari ini. Jangan lupa pantengin terus cerita menarik lainnya di channel ini dan jangan lupa klik like-nya serta tulis pendapatmu di kolom komentar. Dukung terus Timnas Indonesia karena masih banyak cerita menarik lainnya yang akan kami persembahkan untuk kalian semua. Tetap semangat. [Tepuk tangan] [Tepuk tangan] [Tepuk tangan] [Tepuk tangan]
🟥TAK TERIMA KENYATAAN ! Madam Pang Ngamuk Menangis Thailand Keok, Indonesia U-23 Lolos Ke Final AFF
JANGAN LUPA UNTUK LIKE, KOMEN, SHARE DAN SUBSCRIBE CHANNEL GARUDA AKTIF
timnas indonesia, timnas indonesia news, berita timnas indonesia terbaru, berita timnas indonesia hari ini, berita timnas indonesia 2022, berita timnas indonesia terbaru hari ini, berita timnas indonesia terkini, berita timnas indonesia, berita bola terbaru hari ini, hasil timnas indonesia tadi malam, hasil bola tadi malam, timnas indonesia tadi malam, live timnas Indonesia hari ini, live timnas, timnas indonesia live streaming, kabar timnas Indonesia, info timnas Indonesia, timnas u23, timnas u19, timnas senior, piala asia, piala aff, live indosiar sekarang, indosiar live streaming, hasil timnas indonesia hari ini, piala aff 2022, hasil piala aff 2022, fifa matchday, piala aff, timnas u19, rcti live streaming, live rcti sekarang, hasil timnas indonesia, piala aff u16 2022,
timnas indonesia U-16 vs vietnam
indonesia U-16 vs vietnam
live timnas indonesia U-16 vs vietnam
live indonesia U-16 vs vietnam
live streaming timnas indonesia U-16 vs vietnam
live streaming indonesia U-16 vs vietnam
live indosiar aff u-16 2022
live indosiar aff u-16 2022 hari ini
live indosiar timnas indonesia U-16 vs vietnam
live indosiar indonesia U-16 vs vietnam
live streaming indosiar,
live timnas indonesia U-16 hari ini,
Live timnas indonesia hari ini,
LIVE INDONESIA U-16 VS VIETNAM
LIVE STREAMING TIMNAS INDONESIA U-16 VS VIETNAM
LIVE TIMNAS INDONESIA U-16 HARI INI
LIVE STREAMING TIMNAS INDONESIA U-16 HARI INI
LIVE INDOSIAR AFF U-16 HARI INI
LIVE AFF U-16 HARI INI
LIVE TIMNAS INDONESIA HARI INI
timnas indonesia U-16 vs vietnam,indonesia U-16 vs vietnam,live timnas indonesia U-16 vs vietnam,live indonesia U-16 vs vietnam,live streaming timnas indonesia U-16 vs vietnam,live streaming,indonesia U-16 vs vietnam,live indosiar aff u-16,live indosiar aff u-16 hari ini,live indosiar timnas indonesia U-16 vs vietnam,live indosiar indonesia U-16 vs vietnam,live streaming indosiar,live timnas indonesia U-16 hari ini
#timnasindonesia #IndonesiaFootball #Timnas