Belasan Jasad Berserakan di Jalanan, Kamboja Minta BANTUAN Prabowo: ASEAN MEMANAS, Siapa Menang?

P. Tak hanya di Timur Tengah, konflik baru-baru ini juga terjadi di ASEAN. Konflik itu melibatkan dua negara, yakni Kamboja dan Thailand. Dan sampai saat ini konflik tersebut semakin memanas hingga banyak korban jiwa terus berjatuhan. Kini antara Kamboja dan Thailand langsung menunjukkan kekuatan terbaik militer mereka. Berbagai roket serta jet dari masing-masing negara menjadi andalan utama untuk melakukan serangan. Konflik itu tentunya juga menjadi perhatian bagi negara ASEAN yang lain termasuk Indonesia. Namun saat ini pihak Indonesia masih menunggu situasi yang tepat untuk memberikan tanggapan. Tapi sebelum itu, pihak Kamboja malah secara terang-terangan meminta bantuan kepada Prabowo. Mereka menilai jika Presiden Indonesia itu mampu memberikan dampak besar dalam konflik yang terjadi antara kedua negara. Lantas dampak seperti apa yang dimaksud? Berikut ini adalah jawabannya. [Musik] Ya, dua negara tetangga yakni Kamboja dan Thailand akhirnya resmi berperang kemarin. Perang yang sekaligus memanaskan kembali sengketa lama yang selama ini terhindar dari sorotan global. Serangkaian bentrokan antara militer kedua negara pun terjadi termasuk serangan udara dan ledakan ranjau darat menandai ekkalasi terbaru dari konflik perbatasan yang telah berlangsung selama puluhan tahun tersebut. Konflik terbaru ini menarik perhatian dunia internasional setelah dua prajurit Thailand menjadi korban ranjau jebakan dari Kamboja. [Musik] Insiden yang dialami oleh tentara Thailand tadi mendorong militer Thailand meluncurkan serangan udara terhadap target militer Kamboja yang mana aksi itu langsung dibalas dengan tembakan artil. I dan roket dari pihak Kamboja. Hubungan diplomatik pun memburuk dan kekhawatiran akan pecahnya perang semakin menguat. Puncaknya, Thailand menarik duta besar mereka yang ada di Kamboja. Sementara mereka juga mengusir duta besar Kamboja yang ada di Thailand. Berdasarkan laporan dari CNN, ketegangan antara Kamboja dan Thailand memuncak pada Mei lalu setelah seorang tentara Kamboja tewas dalam baku tembak singkat dengan pasukan Thailand di wilayah sengketa yang dikenal sebagai segitiga Zambrut. Lokasi pertemuan perbatasan antara Thailand, Kamboja, dan Leos. Kedua pihak saling menuduh dan mengklaim bertindak untuk membela diri. Meski pemimpin militer kedua negara sempat menyatakan niat untuk meredakan situasi, langkah-langkah provokatif malah terus terjadi. Hingga puncaknya hubungan antara kedua negara malah semakin panas hingga perang yang lebih luas akhirnya terjadi. [Musik] Jumlah korban akibat perang Kamboja versus Thailand. Berdasarkan update terbaru, perang yang terjadi antara Kamboja melawan Thailand telah membuat setidaknya 14 orang meninggal dunia. Dan jumlah itu diprediksi akan terus bertambah mengingat ketegangan antara kedua negara terus terjadi. Dari jumlah korban yang gugur, kebanyakan adalah warga sipil Thailand yang tidak salah apa-apa. Selain itu, ada juga beberapa tentara Thailand dan Kamboja yang akhirnya menjadi korban dalam konflik tersebut. Tak ingin perang semakin meluas, pihak PBB akhirnya turun tangan. Mereka kemudian mendesak Kamboja dan Thailand untuk saling menahan diri dan mencoba berdialog untuk menyelesaikan masalah yang saat ini terjadi. Soal ini dikatakan oleh Farhan Hak selaku wakil juru bicara dari PBB. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Gutares mendesak kedua belah pihak untuk menahan diri semaksimal mungkin dan menyelesaikan masalah apapun melalui dialog,” kata Farhan Hak dikutip dari Writers. [Musik] Kamboja meminta Prabowo bertindak dalam konflik melawan Thailand. Sampai saat ini belum ada negara ASEAN yang mau menengahi konflik yang terjadi antara Kamboja dengan Thailand. Padahal itu harus dilakukan oleh negara sesama ASEAN agar wilayah Asia Tenggara damai tanpa konflik apapun. Namun baru-baru ini pihak Kamboja mengatakan jika Presiden Prabowo bisa meredakan konflik yang terjadi antara Kamboja dengan Thailand, Prabowo dinilai mampu membantu meredam konflik dengan pengalaman yang dia miliki. Hal ini pertama kali diungkapkan oleh salah satu surat kabar yang ada di Kamboja, yakni Kemer Times. Indonesia tidak punya kepentingan teritorial, tapi punya modal kepercayaan. Prabowo bisa menjadi penengah yang adil,” tulis Kemer Times pada laporan mereka. Selain Kemer Times, ada media lain yang juga menyinggung Prabowo soal perannya dalam konflik antara Kamboja dengan Thailand. Media itu adalah The Diplomat, media yang bahasan utamanya soal negara-negara yang ada di wilayah Asia Pasifik. Prabowo memiliki reputasi tegas dan terbuka untuk melakukan diplomasi, menjadikannya sebagai figur pemimpin untuk melakukan dialog kepada militer ke militer, tulis The Diplomat pada artikel mereka. [Musik] Siapa yang menang? Kamboja atau Thailand? Seperti yang dibahas di awal tadi, untuk sementara korban yang meninggal akibat konflik antara kedua negara kebanyakan berasal dari Thailand. Bahkan korbannya ada juga warga sipil yang tidak salah apa-apa. Hal inilah yang menilai jika Kamboja untuk sementara memenangkan konflik tersebut karena jumlah korban dari pihak mereka lebih sedikit dibandingkan dengan Thailand yang lebih banyak. Namun, Kamboja tetap harus hati-hati karena jika melihat kekuatan militernya mereka masih kalah dengan Thailand. Hal itu bisa dilihat dari alat persenjataan hingga kendaraan perang Thailand yang lebih banyak dibandingkan dengan Kamboja. Tak hanya itu, soal jumlah pasukan Thailand juga unggul jauh jika dibandingkan dengan Kamboja. Intinya SDM Thailand harus mampu mengalahkan Kamboja yang kalah jumlah yakni 360.000 berbanding dengan 221.000. Sementara itu, konflik yang terjadi antara Kamboja dengan Thailand tentu akan memberikan dampak kepada negara lain, termasuk Indonesia. Hal yang sangat wajar karena Indonesia juga masuk sebagai negara ASEAN. Untungnya sampai saat ini dampak tersebut belum dirasakan oleh Indonesia. Hal ini dijelaskan oleh Airlangga Hartat selaku Menteri Koordinator Perekonomian. Kalau itu belum ada. Tujuannya adalah menjaga kestabilan ASEAN. Itu yang terpenting saat ini,” kata Arlangga Hartato pada media. Tak hanya pihak Indonesia, pihak Malaysia yang sekaligus menjadi ketua ASEAN saat ini juga memberikan komentar soal konflik antara Kamboja dan Thailand. Mereka berharap agar konflik itu segera mereda dan kedua kubu mau melakukan negosiasi. Situasinya mengkhawatirkan. Mereka anggota kunci ASEAN dan negara tetangga dekat Malaysia. Paling tidak kami berharap mereka mundur dan mencoba bernegosiasi,” kata Anwar Ibrahim dikutip dari New Straight Times. [Musik] Kini jika tidak mereda, konflik antara kedua negara diprediksi bakal terus berlanjut dan dikhawatirkan akan merembet ke mana-mana. Salah satunya di ajang SEA Games yang tahun ini diadakan di Thailand. Sehingga menarik dinantikan bagaimana respon dari kedua negara saat SEA Games dimulai. Apakah Thailand mengizinkan atlet Kamboja untuk bermain? Dan apakah Kamboja mau mengirimkan atletnya untuk bertanding di SEA Games Thailand? Namun yang terpenting mari doakan saja semoga konflik antara Kamboja dan Thailand berhenti dan kedua negara mau menyepakati nota perdamaian. Jadi itulah cerita di balik konflik yang terjadi antara Kamboja dengan Thailand. [Musik]

Belasan Jasad Berserakan di Jalanan, Kamboja Minta BANTUAN Prabowo: ASEAN MEMANAS, Siapa Menang?

HATTRICK

Muna