My Girtlfriend Is An Alien S2 (Pacarku Alien S2) | INDO DUB | Episode 8
色不知道看著你被我的可愛我 marah-marah saja. Pertarungan istana apa yang sedang dibuat ini? Dia bahkan memintaku perhatikan status sendiri. Kau hanya karyawan kecil. Memang mengapa menghormati pekerja? Pelan-pelan, nanti kakimu terkilir. Bagaimana mungkin aku bisa tergilir? Ah, baru saja aku bilang. Kau baik-baik saja kan? Kaki saja menindasku. Biasanya kau sangat pandai bicara. Kenapa hari ini kau diam saja? Aku takut menyinggung orang. Jika aku menyinggung Chen Man Pres Dir tidak senang, bagaimana dengan mendirikan departemen pengembangan? Hari ini aku tidak membuat masalah untukmu, kan? Kau selalu menjadi masalahku. Aku sudah terbiasa. Tapi terima kasih kau sudah membela aku hari ini. Tidak pantas. Wah, romantis sekali. Iya, serah siang. Halo, Pak. Kau ada di mana? Aku minta kau harus tiba dalam 1 menit. Kalau tidak cepat toah pagi si pagi. Ayo ayo ayah cobalah kalau ditambah puding yang baru dibuat Kakak Cay. Suasana hati presidir tidak bagus hari ini. Jangan membahas departemen pengembangan. Tapi yang aku bilang adalah kola ditambah puding departemen pengembangan. Presiden C tidak setuju. Intinya sekarang kau hati-hatilah. Jangan sampai menyinggungnya. Terima kasih. Apakah ada masalah hari ini? Susan hatimu buruk. Apakah karena masalah di pesta bir kemarin? Asisten sudah memberitahumu apa? Pres Dir tidak setuju. Jangan-jangan karena aku. Ditolak dalam pekerjaan adalah hal yang wajar. Sekarang yang terpenting adalah memikirkan cara menyelesaikan masalah. Seburuk apapun suasana hatimu atau menyesal bagaimanapun, ini juga tidak ada gunanya. Lagi pula kau tidak perlu merasa tertekan. Masalah ini memang bukan salahmu. Aku adalah bos. Semua hal di perusahaan adalah tanggung jawabku. Wow, taman sekali. Tidak disangka, Fangleng itu sangat bertanggung jawab. Aku mengira dia akan memecatmu. Meski dia tidak keberatan, tapi aku sedikit merasa bersalah. Coba kau pikir Chen Moni. Adalah keponakan Pres Dir Chou. Aku menyinggung sahabat keponakannya ini juga akan berpengaruh pada Fanglong. Hm. Masalah orang di bumi ini ternyata sangat rumi. Dia bilang, “Bukan salahmu karena ingin meringankan bebanmu. Tidak disangkau malah merasa bersalah.” “Benar, bagaimana bisa begini?” “Kalau begitu mau bagaimana? Apa kau berencana menjelaskan sendiri pada Pres Dirchau?” “Aku juga mau, tapi aku sudah mencarinya dua kali, dia tidak ada di kantor. Apakah mungkin harus ke rumahnya lagi? Boleh juga. Bantulah aku mencari data. Maaf, nomor yang Anda tuju sedang tidak bisa dihubungi. Silakan menghubungi lagi nanti. Pres Dirc ini terlalu keras kepala. Apa kau tidak bisa berjuang demi menyesuaikanku? Tidak memakai tonik rambut dan rambut palsu. Kau tidak suka berambut tebal karena panas? Saat kita menikah, aku juga tidak punya rambut. Kenapa sekarang baru kau protes? Saat menikah kau bilang setiap hari pulang ke rumah memasak dan menjaga anak. Sekarang tidak pulang, tidak menjaga anak. Aku beritahu kau ya, jika kau tidak mau melakukan apapun jangan salahkan aku menamparmu. Untuk apa kau pakai ini? Kau pakailah di luar. Keluar. Heh, apa yang kau lakukan? Perso biaya kebersihan ambil di dalam. Biaya kebersihan. Jangan pedulikan dia. Masuklah. Baik. Hei, Prasir Chou. Ini e aku adalah pekerja kebersihan hari ini. Nomor kerjaku adalah 777. Baik, kau uruslah pekerjaanmu. Ini penyedot debunya. Eh, terima kasih. Wah, perhatian sekali. Takut aku lelah jadi memberiku tongkat. H eh eh itu Nyonya Chou sepertinya ada tamu. Oh siapa? Oh Pres Dirfang. Ada apa kau kemari? Tanya Chou, apakah presir Chou ada di rumah? Kebetulan sekali jika kau datang lebih cepat 5 menit, dia belum mati. Dia belum pergi. Kalau begitu, izin bertanya. Kapan dia pulang? Eh, bagaimana jika duduk di dalam dulu? Biar aku meneleponnya. Silakan masuk. Kau duduklah. Aku buatkan kopi untukmu. Baik, duduklah sesukamu. Kenapa kok bisa ada di sini? Aku ya. Berapa banyak gula dalam kopinya? Oh, 30%. Terima kasih. Baik. Sebenarnya kau sedang apa? Aku menjadi pekerja kebersihan. Kau menjadi apa kau pandai memakai benda ini? Kau menjadi pekerja kebersihan tapi tidak bisa menggunakan ini. Kau bisa memakainya? Tentu saja aku bisa. E kau juga tidak bisa? Aku tentu bisa. Aku uh wah begini saja kau lihat. Hm. Eh. Kau sedutlah di bagian sana. Iya. Iya, benarbenar ajaib sekali. Ee di sana e di sana, di sana. Iya, di sana. Ee itu itu. Kenapa aku yang membantumu? Kau melakukannya dengan bagus. Di sana, di sana. Kalian saling kenal. Eh, eh, kebetulan sekali dia pernah menjadi pekerja kebersihan di rumahku. Jadi, dia cukup profesional. Benar. Benar. Kebetulan sekali. Kalau begitu aku akan telepon Cao. Baik. Halo. Kau di mana? Maaf, aku permisi dulu. Jangan berulang. Menurutku mereka pasti bukannya sudah dibilang menjaga jarak? Kau bertanya padaku di mana salahmu? Apa ada gunanya jika aku bilang? bilang pun tidak dengar, dengar pun tidak patuh, patuh pun tidak diperbaiki. Berubah pun aku tidak senang. Karena kau pasti bilang aku memaksamu. Mereka pasti ada konflik yang sangat besar. Saat aku baru datang, aku melihat mereka berkelahi dan berdebat. Menurutku, bukan masalah yang bisa diselesaikan dengan permintaan maaf. Memberi hadiah saja tidak tulus. Apa kau lupa peringatan hari pernikahan kita? Apakah benda yang dipegang di tangannya itu tanda cinta mereka? Itu sepertinya parfum generasi pertama. Jika kita bantu mereka menyelesaikan konflik rumah tangganya, bukankah itu termasuk memberikan presir cowok bantuan besar? Sebenarnya kau mau bilang apa? Ada beberapa orang yang menghasilkan ide dan aksi terhadap satu hal. Namun dalam skala besar bergantung pada suasana hati saat itu. Jika kita membantu mereka menyelesaikan konflik rumah tangga, hubungan suami istri mereka menjadi baik. maka suasana hati Pras Dirco akan jadi bagus. Itu akan membantumu mendirikan departemen pengembangan. Sepertinya masuk akal juga. Namun, parfum itu adalah produk pertama kita. Sudah lama berhenti produksi. Lagi pula resepnya sudah hilang. Apa kau lupa hidungku sangat tajam? Aku akan mengambilnya sekarang. Jangan berulang. Tunggu di sini. Silakan masuk. Eh, ini aku Nyonya Chou. Apa kopinya sudah dingin? Mau aku buatkan satu lagi? Tidak, aku hanya Parfumu ini adalah produk pertama FC Cororp kan? Parfum pertama kami yang paling disukai di hati konsumen. Namun karena beberapa tahun lalu resepnya hilang, jadi kami sudah berhenti memproduksi. Namun belakangan ini perusahaan ada proyek baru. Kami berencana ingin mengembalikan aroma dari parfum pertama. Sungguh. Sungguh. Jadi apakah kau keberatan meminjamkan botol itu padaku? Aku bisa meminta perfumer perusahaan mengembalikan aroma aslinya. Tentu saja jika bisa dibuat, harapanku juga bertambah. Pasti tidak ada masalah. Ramuan pertama melatih, ramuan pertengahan lemon, ramuan terakhir bunga warblar. Parfum yang dibuat perusahaan kita klasik juga ya. Ini minumlah. Baiklah. Eh heirnya di sini. Ah. Eh Hah. Hah. Ih. I. Botol ini ya. E terima kasih sih sangat Wangi. bersih ada apa ini, Siapu, aku sudah pulang. Jangan bergerak. He, ada apa? Ngapa makan obat sebanyak itu? Ada apa? Apa kau sakit? Di mana yang sakit? Biar aku lihat. Biasanya kalau manusia sakit kan harus minum obat. Aku curiga. Aku kena virus komputer. Aku mau coba. Mencoba apa? Jangan mencoba. Obat pencernaan perut. Mana ada obat pencernaan perut bisa menyembuhkan virus. H tunggu. Kau terkena virus apa? Alat pemancar sinyalku sudah diperbaiki. Semua pemeriksaan sistem normal, tapi tidak bisa terhubung dengan sinyal planet asal. Si aku sedih sekali. Kapan kita bisa pulang? Eh, jangan sedih. Tidak apa-apa. Sinyalmu tidak bisa diaktifkan. Tapi aku ada alat pengumpul hormon. Setelah hormon dikumpulkan, kita juga bisa mengaktifkan sinyal. Lagi pula Fanglang sedang membangun departemen pengembangan, kan? Setelah kita mengumpulkan hormon dan menyelesaikan tugas, kita tetap bisa pulang. Jadi, jangan khawatir. Sudahlah, aku simpan barang ini. Ya, harus menunggu berapa lama? Aku mencurigai ada yang memblokir sinyalku. H Sioko mengaktifkan sinyal lagi. Aku sudah mencegahnya. Ah, Candy kau sudah bekerja keras. Candy Soso aku sudah datang. Ledakan bintang neutron membuat Chili Chioso Laklakah Chihao menembus rute luar angkasa. Sekarang jika ingin mendapatkan zat hormon hanya bisa melanjutkan rencana dan membiarkan dia di bumi. Namun sekarang zat hormon belum bisa dikembangkan. Kesulitan tugasnya semakin tinggi dengan kemampuannya sulit menyelesaikan. Lebih baik menyuruhnya pulang tepat waktu untuk menghindari konsekuensi fatal. Ketua, ketua, keberadaan zat hormon ini sudah sepenuhnya mengancam kepercayaan planet tahun. Seharusnya tidak mengakhiri tugas. Seharusnya kirim orang yang berkemampuan. Dengan bekerja sungguh-sungguh untuk awasi jelisi Kachosuo Lakalaka Chihau. Kita diam-diam melindungi dan membantunya agar dia selesaikan tugas. Sebelumnya di bumi ada stasiun pusat luar angkasa. Nama penyamarannya perusahaan desain yang bernama The One. Menurutku ini perlindungan sangat bagus untuk pelaksanaan tugas ini. Siapa di antara kalian yang bersedia melaksanakan tugas di bumi? Aku saja. Jika kau berhasil melaksanakan tugas, jabatan ketua berikutnya aku berikan padamu. Tuan, selamat datang di bumi. Candy, bantu aku cari lokasi jelisiko. Laki. Namanya di bumi adalah Ciochi. Sekarang sedang menghadiri pesta bir dengan Fangl. Kok menyewa baju ini kan? Ah. Candy cegatlah sinyalnya. Paham tuan? Ada apa ini? Mereka sekarang tidak perlu menghubungi planet asal. Tuan, apa rencana selanjutnya? Kita bantu sio jangan bereaksi dulu. Kau juga bisa mempelajari tulisan orang lain. Hah? Tidak ada hal yang tidak bisa dilakukan Nio Huruchi. Presdir Nona Cha. Heh, ini laporan penelitian yang kau mau. Kau kirimlah dua kartu ini ke Presid Chou dan Nyonya Chou. Lalu pesanlah dua tempat duduk di restoran Mawar malam ini untuk mereka. Pesanlah jam 18.30. Ah, aku sudah mengerti. Meniru tulisan tangan Presidir Cho dan Nyonya Cho lalu mengundang makan dengan namanya. Dengan begitu mereka bisa berdamai. Wah, Presdir, rupanya otakmu tidak hanya mengerti bisnis normal. Trik yang licik dan menyimpang ini pun kau bisa tahu. Wah, menurutku ini sungguh hebat. Trik licik yang menyimpang kau bilang ini adalah idei. Oh, tidak heran murid berbakat dari didikan gurunya. Hal begini tergantung bakat. K tahu tidak? Eh, aku di sini mendoakan kalian semoga sukses, ya. Keluarlah. Ah. Terima kasih sudah memang suasananya nyaman dan aku suka di sini bukannya ini makanan favorit ini baru pertama kali tapi pesan pertamanya sudah bagus atau mau aku pesan bukankah asistenhan bilang mereka akan damai setelah ke restoran mengapa suasananya begitu aneh mereka sudah 10 menit tidak berbicara Apa? Sedang bertanding kekuatan dalam. Ayo kita makan dulu. Minta maaflah. Baiklah terima kasih. Baik. Apa maksudmu? Kau menungguku minta maaf. Bukannya kau bilang tahu kesalahanmu? Hah? Ayo tambah dan ingin mengobrol denganku. Aku salah. Aku terima permintaan maafmu. Giliranmu menerima permintaan maafku. Jika bukan karena kau menulis hal sedih di kartu, aku tidak akan datang. Hah? Sudah berbicara. Sepertinya mereka mengobrol dengan sangat senang. Senang apanya? Apa kau pernah melihat percakapan menyenangkan dengan ekspresi kesal begitu? Tidak peduli siapa yang mengajak. Kau beritahu aku dulu kenapa kau mengembalikan semua hadiah yang sudah ku berikan pada. Aku sebelumnya pernah memberitahumu. Asalkan hadiah yang kau berikan tulus, aku pasti suka. Tanya pada dirimu, apa kau tulus? Kau yang menentukan tulus atau tidak. Apakah aku ada hak bicara? Kursi toilet aroma terapi listrik, robot rumah tangga. Ini sangat berguna. Kenapa tidak tulus? Kau hanya tahu memilih hadiah yang bagus. Apa kau pernah bertanya apa yang aku sukai? Apa kau tidak merasa kau ini egois? Aku egois. Aku setiap hari sibuk bekerja. Masih juga memikirkan hadiahmu. Masih dibilang egois. Karena sibuk bekerja, jadi mengabaikan rumah susuk kamu. Sebenarnya apa yang kau pikirkan? Keterlaluan sekali. Siap, Pu. Hari ini aku pulang lebih malam. Aku mau pakai kekuatanku untuk mendamaikan suami istri. Hup. Ah, cinta besar. Aku duduk di sini menemani mengobrol semalam. Kau sekarang bilang sikapku buruk. Kau sangat sulit dilayani. Aku hanya mau hadiah yang aku suka. Apa sesulit itu? Kau seriusnya memberitahu apa yang kau suka. Bukan membuatku terus bang presiden Chou. Nyonya Chou. Tunggu sebentar. Oh cinta di sini aku kebetulan bersama dengan kli cinta melautan cinta. Beberapa pria yang berkarir mau memberikan istri hadiah. Apa pacarmu saat menerima hadiah juga berulas seperti ini? Aku berulah. Coba katakan lagi. Eh Nyonya. Heh. Kau berteriak di tempat umum. Apakah kau tidak malu? Kau pergi kita cerai. Eh, Nyya Chou tenanglah. Hah. Jujur saja kali ini aku ingat benar tahu itu. Oh, suka. Iya, sangat gelombang lumayan cinta. Gua mang cinta. Hah. Oh. sudah berhasil berpelukan. Wah, ada teman Hi bagus sekali. Coba lihat. Efektif sekali. Wah, Si harusnya sudah berhasil. Tapi aku tidak membantu apapun. Oh iya, Siopo. Ada apa kau mengajakku keluar hari ini? Suasana hatiku sedang tidak bagus. Suasana hati buruk pasti karena kau terlalu banyak berpikir. Di otakmu terlalu banyak hal yang kau khawatirkan. Kau lihatlah aku. Setiap hari tidak memikirkan apapun. Jadinya tidak banyak masalah. Di sana kelihatannya bagus. I si habislah. Aduh. Aduh, bagaimana ini? Satu pasang ya. Tidak mau lewatkan saja. Heeh. Bagaimana ini? Jangan lari-lari di sebelah sana. Tidak mungkin aku setiap kali bilang berada di pecinan. Kamu ini. Tidak. Sebentar saja. Jangan begitu. Awas jatuh. Sini sini. Halo. Ini siapa? Tahu soal ini. Ayo kita ke sana. Kenapa apalagi? Bagaimana ini? Tidak bisa menghadapinya lagi. Benar mereka itu seperti itu. Sini aku ada ide. Ayo pergi ke mana? Ehi. Hei, Fanglie. Kenapa teleponnya baru diangkat? Hah? Aku belajar di Amerika, bukan menemukan benua baru. Apakah perlu hampir setiap hari meneleponku? Omong kosong. Jika tidak diawasi, apa kau bisa belajar dengan baik? Hah? Kau di mana sekarang, sayang? Ah, aku eh We need to finish project report deadline tonight. Procaswa hurry up. Got it. Just give me one minute. Ibu, sekarang aku sedang berkumpul di luar. Sudah ya? Baiklah, Ibu tidak bicara lagi. Jagalah makananmu. Jangan sering makan pesan antar. Baik, Ibu. Aku tahu. Selamat tinggal. Beres. Hm. Hm. Teleponnya kan sudah dimatikan. Kenapa kau masih terlihat sedih? Selalu menyembunyikannya begini sebenarnya kapan baru bisa berkata jujur. Namun setelah berkata jujur, ibuku pasti akan mencuci otakku dulu lalu memaksaku ke luar negeri. Rupanya kau juga punya beban pikiran sendiri. Hah. Masalah masa depan kelak saja dibahas. Terima kasih untuk hari ini. Namun tadi kau bilang suasana hatimu buruk sebenarnya karena masalah apa? Awalnya suasana hatiku memang sedikit buruk, tapi saat bersamamu aku jadi sangat senang. Sungguh. He ah. Apa ku hebat itu? H. Karena masalahku sangat rumit dan bagiku kau adalah hal yang paling sederhana yang ada di bumi. Jadi kalau aku bisa membantumu menyelesaikan masalah, aku merasa sangat bernilai. Itu sudah cukup. ha Siopu, ada apa denganmu? Aku merasa sedikit haus. Tolong belikan aku minuman. Oh, bilanglah dari tadi. Cepat-cepat. Oh, iya itu Siopu. Siopu? Apakah saus itu? Kenapa aku berubah jadi kura-kura lagi? Sedikit familiar, Sioi. Hah? Apakah aku tadi melihat bunga ini tiba-tiba bermekaran? Ngapa bermekaran? Hah? Ajaib sekali. Sepertinya ini trik di restoran terkenal yang dibilang di internet. Masukkan dulu kuncuk bunga beku ke dalam, lalu turunkan suhunya. Lalu jika ingin dia mekar, naikkan lagi suhunya. Ia pun ikut bermekaran dengan suhunya. Apakah begitu? Ah, tidak perlu kau pedulikan. Mereka sudah baikan. Lihatlah. Apa kau ingat sudah berapa lama tidak memeluku begini? Ini salahku. Aku hanya fokus menghasilkan uang malah mengabaikan orang penting di sisiku. Sayang, kelak aku tidak akan membuatmu sedih lagi. Sayang, apa kau masih ingat ini tanda cinta kita? Aku tidak mau apapun di peringatan hari pernikahan. Aku hanya mau parfum yang seperti ini. Tapi kau malah beli barang yang tidak jelas. Bagaimana mungkin aku tidak marah? Rupanya parfum Pres Diro. Ini adalah parfum yang kau percayakan kepadaku untuk memulihkannya. Karena masalah teknis waktunya jadi tertunda. Pres Dirfang, bukankah kau bilang ini proyek baru perusahaan kalian? Sebenarnya ini adalah kejutan Pres Dir kepada Nyonya. Makanya tidak bilang pada Nyonya, termasuk kembang api dan restoran hari ini. Pres Dircho yang menyiapkannya dengan tulus untukmu. Sungguh. Tentu saja. Bagaimana mungkin aku melupakan tanda cinta kita, Nyonya Co. Baguslah kalau kau suka. Sebenarnya menurutku teknologi bukan tidak berperasaan. Teknologi punya perasaan. Kelak FCORD juga mau membuat parfum yang berperasaan. Produk yang membuatkan memori indah untuk konsumen. Wah, bagus sekali. Teknologi memang bisa membawa kejutan untuk manusia. Tapi, tapi apa kau harusnya mendukung apapun yang dibuat anak muda berbakat seperti pres Dirfang? Eh, Pres Dirfang, jika kau yakin Departemen Pengembangan bisa membawa nilai besar untuk perusahaan, kau dirikan saja. Tidak disangka kau bukan Prestir Fang seperti yang diucapkan orang. Sungguh membuatku punya pandangan. Terima kasih, Pres. Jo, sayang. Ayo kita pulang. Sampai jumpa Presfang. Semangat. Semangat. Kau yang melepaskan kembang api. Eh, benar, aku yang beli dan melepasnya. Hei, apa Pres Dirco sudah setuju? Tentu saja. besok resmi mengadakan rapat dewan direksi dan mendirikan departemen pengembangan. Kita berhasil ya. Ya, berhasil ya. Perutmu sudah lapar. Asisten Han, besok kita akan mengadakan rapat dewan direksi. Aku mau membahas persiapan mendirikan departemen pengembangan dengan dewan direksi. Sudah malam ini jangan bekerja lagi ya. Mau makan tidak? Aku tidak mengerti mengapa kalian sangat menyukai makanan tidak bergizi. Jangan menilai orang dari penampilan. Tahu tidak? Makanan ini kelihatannya sangat enak saat dimakan. Hmm. Lebih enak. Terima kasih. Jauh lebih hangat. Mengapa kau membantuku? Hah? Aku hanya membantu. Mau ada alasan sebanyak itu. Harusnya karena kau menyukaiku kan? Boleh juga jika kau berpikir begitu, aku tidak masalah. Aku beritahu kau, perasaan suka harus dirasakan dua orang. Jika hanya dirasakan satu orang, maka tidak mungkin berhasil. Kalau begitu, kau berpikir terlalu banyak. Aku terhadap orang sepertimu. Tidak ada. Sebenarnya kau sedang bicara apa? Aku sedang bilang, aku sedang bilang aku tidak ada gunanya melepas kesedihan dengan minum bir. Aku sarankan lebih baik kau cepat menyerah. Carilah orang yang cocok denganmu agar kau lebih bahagia. Jangan. Aku tidak mau. Bisakah kau membiarkanku makan ayam goreng dengan tenang? Dari tadi kau ribut sekali. Sudah ku bilang aku tidak mau makan. Makanlah sesuai. Aku tidak mau. Makanlah satu. Aku makanlah. sudah tenang Air memang tidak sebagus es. Begitu lama suhunya baru turun. Jelas-jelas sistemku sudah diperbaiki. Kenapa suhunya masih tidak stabil? Hah? Tadi aku tidak enak badan, jadi aku pergi sampai nanti ya. Kakak C. Oh. Xochi terlalu banyak minum. Sebanyak apa dia minum bir sampai mabuk seperti ini? Tiga kaling bir. Oh, sini sini sini. Terima kasih sudah mengantar, sayang. Hah, gawat. Aku harusnya tadi berpura-pura tidak ada di rumah. Satu kesempatan bagus telah terbuang. Eh, sudahi e aku akan mengantarmu ke kamar. itu hanya kecelakaan. Tidak bisa menjelaskan apapun. Dia tidak mungkin sengaja, kan? Apa yang sedang aku pikirkan? Jangan menunda waktu tidurku karena hal ini. Bagaimana mungkin jiwaku lebih berarti dari tubuhku? Harusnya dia akan sangat semangat saat bangun besok. Shoi, kau mengumpulkan hormon dengan susah payah. Lalu kenapa sama sekali tidak bersemangat? Sebenarnya sedikit semangat, namun bagaimana aku mengumpulkan ini? Aku sungguh tidak mengingatnya. Tidak apa-apa. Intinya departemen pengembangan sudah pasti didirikan. Nanti saat menunggu mereka, kita bisa sambil meneliti dan mengumpulkan zat hormon. Dua hal dilakukan sekaligus kita bisa segera pulang. Sayang, sarapannya sudah siap. Kalian berdua sedang membicarakan apa? Bukan hal penting juga. Kami sedang membahas Fanglang sepertinya sedikit menyukaiku semalam. Apa? Cepat katakan padaku. Apakah ada rahasia yang terjadi di antara kalian berdua? Hah? Kakak Cay jangan tanyakan lagi karena Shochi sudah lupa semuanya. Saat Fangleng mengantarnya pulang dia mabuk sampai tidak sadar. Untungnya tidak apa-apa. Berpacaran seperti menunggu bus. Ketika kau menunggu bus, tidak ada satu pun yang datang. Tapi ketika kau tidak menunggu, pasti ada saja yang datang. Jadi, Xochi, kau harus memanfaatkan kesempatan. Bagaimana caranya? Cara tarik ulur, cara tarik ulur. Pagi Pres Dirfang. Pagi. Laporan yang kemarin aku minta mana? Aku belum memberaskan semuanya. Iya, taruh di mejaku. I bagian ini belum. Aku mau mengerjakannya hari ini. Ah, selamat pagi. Pagi. Presentasinya jam 11.00 jadi kan? I di apa? Kau masih butuh sesuatu yang ini? Halo. Oh, baiklah. Bisa ke ruanganku sebentar? Masuk. Silakan. Terima kasih. Si ini di perusahaan H K