🔴GEMPARKAN DUNIA !! Media ESPN NGOMONG GINI Usai Timnas U23 Hancurkan Selebrasi Sombong Thailand U23

[Tepuk tangan] Indonesia Indonesia ke final. Kita lihat pemirsa begini pernyataan media ESPN Sport yang mengaku terkejut usai timnas Indonesia U-23 berhasil kalahkan timnas Thailand U23 di babak semifinal Piala AFF U-23 tahun 2025. Bahkan yang membuat media ESPN terkejut saat timnas Indonesia U-23 bungkam selebrasi pemain Thailand U23 yaitu Yotsa Burava saat menciptakan gol ke gawang timnas Indonesia pada menit 60. Tak hanya itu, media ESPN sampai tak menyangka saat pemain timnas Indonesia U-23 bisa membalikan keadaan dan permalukan selebrasi pemain timnas Thailand tersebut. Begini komentar media ESPN Sport yang mengatakan jika Thailand terlalu sombong dan terlalu meremehkan timnas Indonesia. Begini penjelasan lengkapnya. as as a game of football with a better team. [Musik] Dunia sepak bola Asia Tenggara kembali diguncang oleh penampilan luar biasa timnas Indonesia U-23 dalam laga semifinal Piala AFF U-23 2025 yang berlangsung mendebarkan, Garuda Muda sukses mengalahkan Thailand U23 lewat drama adu penalti dengan skor akhir 8-7 setelah bermain imbang 1-1 di waktu normal. Namun yang menjadi perhatian tak hanya skor atau hasil pertandingan, melainkan bagaimana timnas Indonesia U-23 membungkam kesombongan Thailand dengan keberanian, semangat, dan mental baja. Media olahraga ternama dunia ESPN Sport langsung mengulas pertandingan ini dengan tajuk besar Indonesia U-23 bukan lagi underdog. Mereka kini jadi raja mental Asia Tenggara bahkan sampai menyebut timnas Indonesia raja baru Asia. ESPN Sport bahkan menyebut kemenangan ini sebagai sebuah babak baru dalam sejarah sepak bola Indonesia dan mengaku terkejut melihat bagaimana anak asuh Gerald Vanenburg membalikkan keadaan setelah diprovokasi secara terbuka oleh Thailand. Laga yang penuh tensi itu berubah panas saat Thailand mencetak gol lebih dulu di menit ke-60 lewat sepakan Yotsa Cororn Burava. Bukan hanya mencetak gol, sang striker pun melakukan selebrasi provokatif yang dikenal sebagai joget ular tepat di depan para pemain Indonesia. Gestur tersebut memantik api emosi. ESPN menyebut aksi Yotsa Burava sebagai bentuk kesombongan yang arogan dan meremehkan lawan. Namun yang terjadi sungguh mengejutkan. Alih-alih mental pemain Indonesia goyah, selebrasi itulah yang justru menjadi penyemangat. Timnas Indonesia U-23 langsung meningkatkan intensitas serangan, menggempur lini belakang Thailand dengan determinasi tinggi. Thailand membuat kesalahan besar. Mereka pikir mereka sudah menang. Tapi Indonesia membuktikan bahwa pertandingan belum usai sampai peluit akhir dibunyikan. Skor akhirnya kembali imbang di menit ke-80 adalah James Raven penyerang keturunan Indonesia Belanda yang mencatatkan namanya di papan skor dengan sundulan kerasnya. Media ESPN Sport menyebut gol ini sebagai pembalasan elegan atas provokasi lawan. Gol James Raven bukan hanya menyelamatkan Indonesia, tapi juga menghancurkan kepercayaan diri Thailand yang terlalu cepat menyombongkan diri. Suasana stadion pun pecah. Di bangku cadangan, pelatih Gerald Vanenberg berdiri dan mengepalkan tangan ke udara memberi semangat. Di tribun, pendukung Indonesia bersorak menyanyikan lagu kebangsaan. Sementara pemain Thailand mulai kehilangan arah dan ketenangan. Media ESPN Sport juga menarik benang merah dari peristiwa serupa yang terjadi 2 tahun sebelumnya. Saat CA Games 2023 di Kamboja, pemain Thailand juga melakukan selebrasi joget ular di hadapan para pemain Indonesia. Hasil akhirnya Indonesia menang 5-2 dan membawa pulang medali emas. Lucunya sejarah kembali terulang. Mereka melakukan selebrasi yang sama dan kembali kalah dengan nasib yang sama. Saat laga memasuki babak adu penalti, suasana menjadi tegang. Ipn menyoroti bagaimana para pemain Indonesia tetap tenang. Bahkan saat tekanan semakin besar, kiper Indonesia tampil gemilang. Sementara para algojo penalti Garuda Muda mengeksekusi dengan ketenangan luar biasa. Dalam drama adu penalti bukan sekadar teknik yang diuji, tapi mental. Dan malam itu mentalitas Indonesia jauh di atas Thailand, tulis ESPN dalam analisis pasca laga mereka. Skor akhir 8-7 untuk Indonesia membuat Thailand gagal lolos ke babak final dan harus memperebutkan juara 3 melawan timnas Filipina U-23. Para pemain Garuda Muda bersujud syukur, sementara pemain Thailand tampak kebingungan dan terpukul. Tak ada selebrasi ular kali ini, hanya keheningan di kubu lawan. Di balik pujian untuk Indonesia, Ipn juga melontarkan kritik tajam kepada Thailand. Mereka mempertanyakan keabsahan usia beberapa pemain Thailand yang diturunkan, terutama bek tengah Pichengot yang dinilai tidak tampak seperti pemain berusia di bawah 23 tahun. Melihat postur, kedewasaan bermain, dan agresivitasnya, sulit meyakini bahwa Pichhi Chai Sienghot masih di usia U23 U23. AFF harus menyelidiki lebih lanjut. ISPN mendesak agar federasi terkait mengusut dugaan manipulasi usia. Karena ini bukan pertama kalinya tim Thailand mendapat sorotan serupa di level kelompok umur. Di sisi lain, media ESPN juga memberikan pujian kepada pelatih timnas Indonesia U23 yaitu Gerald Vanenberg. Salah satu hal yang mendapat pujian tinggi dari ISPN adalah keberanian pelatih Gerald Vanenberg dalam melakukan rotasi pemain secara taktis. Dalam laga sepenting semifinal, ia tidak segan memainkan kombinasi starter dan pemain cadangan. Langkah Vanenburg menunjukkan bahwa Indonesia UU-23 punya kedalaman skuad. Mereka tidak hanya bermain dengan semangat, tapi juga dengan strategi. Ini cerminan tim yang telah berkembang dalam segala aspek, lanjut laporan itu. Kemenangan atas Thailand ini membawa timnas Indonesia U-23 ke final Piala AFF U-23 2025. Namun lebih dari itu, ISPN menegaskan bahwa ini adalah bukti bahwa Indonesia bukan lagi tim kecil atau hanya penggembira. Dulu mereka dianggap tim penuh semangat tapi kurang kualitas. Kini mereka tampil dengan semangat, kualitas, dan mentalitas juara. Thailand bukan hanya kalah secara skor, tapi juga kalah dalam harga diri. Pertandingan melawan Thailand bukan sekadar semifinal. Itu adalah panggung di mana Timnas Indonesia U-23 memperlihatkan karakter sejati mereka. Dalam satu malam penuh drama, mereka membuktikan bahwa mereka tidak akan pernah tunduk pada arogansi. Bahwa mereka siap menjadi penguasa baru sepak bola Asia Tenggara. Thailand mungkin bisa menjoget, tapi hanya Indonesia yang menari di akhir dan tarian mereka adalah tarian kemenangan. [Musik] Berita kedua begini pernyataan pemain andalan timnas Thailand atau bisa disebut sang Messi Thailand yaitu Chanatip Songkrasin yang mengaku terkejut mendengar kekalahan Thailand U23 dari timnas Indonesia U23 dalam semifinal Piala AFF U23 tahun 2025. Pemain berjuluk Messi, Thailand itu memberikan pernyataan yang sangat mengejutkan dan penuh emosi usai melihat langsung bagaimana tim muda negaranya disingkirkan oleh Generasi emas Indonesia melalui adu penalti dramatis dengan skor 87. Sebagai salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola Thailand, suara Chanip sangat diperhitungkan dan kali ini ia tidak menahan diri. Dengan nada penuh kekecewaan, ia membongkar habis perilaku dan performa Thailand U23 yang dinilainya jauh dari harapan. Namun menariknya di balik kekecewaan itu terselip pula rasa kagum yang mendalam terhadap permainan serta mental baja yang ditunjukkan oleh skuad muda Indonesia. Dalam wawancara dengan media lokal Thailand, Canaip secara terang-terangan menyatakan bahwa kekalahan ini merupakan pukulan telak bagi sepak bola Thailand. Bukan semata karena hasil di atas kertas, tapi karena cara para pemain Thailand U23 bersikap di lapangan. Saya tak menyangka tim kami akan jatuh serendah ini. Bukan hanya dari segi hasil, tapi dari sikap para pemain di lapangan. Ia menyoroti sejumlah perilaku negatif yang menurutnya sangat memalukan. Mulai dari permainan kasar, provokasi terhadap pemain lawan hingga selebrasi berlebihan setelah mencetak gol ke gawang Indonesia. Saya melihat beberapa pemain kita seperti sedang bermain untuk konten sosial media bukan untuk membela negara. Ada selebrasi yang terlalu sombong dan itu dilakukan ketika pertandingan masih panjang. Di mana rasa hormat kepada lawan, kata pemain yang pernah bermain di Liga Jepang bersama Kawasaki Frontale itu. Menurut Chap, kesalahan terbesar Thailand U-23 bukan terletak pada taktik, melainkan pada mentalitas. Ia merasa bahwa para pemain muda Thailand masuk ke pertandingan dengan menganggap enteng Indonesia yang terbukti justru tampil lebih lapar dan fokus. Ketika unggul 1-0 mereka menganggap pertandingan sudah selesai. Tapi justru setelah itu Indonesia bermain lebih agresif, lebih rapi, dan lebih dewasa. Kita dipermalukan bukan oleh keberuntungan, tapi oleh kedewasaan sepak bola. Ia bahkan menyebut bahwa Thailand U-23 terlihat gugup dan kehilangan arah setelah timnas Indonesia menyamakan kedudukan. Salah satu momen yang membuat Chanatip benar-benar kagum adalah keputusan tak terduga pelatih Timnas Indonesia U-3, Gerald Vanenburg yang menempatkan Muhammad Ferrari seorang bek tengah sebagai striker dadakan. Itu luar biasa. Taktik berani seperti itu hanya bisa dilakukan oleh pelatih yang benar-benar percaya pada instingnya. Dan ternyata berhasil pemain belakang jadi striker itu bukan hanya aneh, tapi jenius. Strategi tersebut bahkan diakui oleh asisten pelatih Indonesia Frank Van Kempen sebagai keputusan spontan akibat kondisi pertandingan. Namun keputusan taktis dadakan itu sukses menciptakan kepanikan di lini belakang Thailand yang sama sekali tak siap menghadapi perubahan formasi mendadak dari Indonesia. Tim kami benar-benar kebingungan. Tidak ada yang tahu bagaimana harus menjaga Ferrari. Itu bukti betapa fleksibelnya taktik Indonesia. Yang membuat Chaatip semakin kagum adalah reaksi para pemain Indonesia U-23 setelah kebobolan. Alih-alih runtuh secara mental, timnas Indonesia justru bangkit dan tampil lebih percaya diri. Biasanya tim muda akan goyah setelah tertinggal. Tapi ini berbeda. Indonesia malah menekan lebih keras, mengatur tempo, dan mendikte permainan. Mereka menunjukkan bahwa mereka bukan hanya bermain untuk lolos ke final, tapi juga untuk membuktikan bahwa mereka sudah berada di level berbeda. Di sisi lain, tak hanya Canatip Songkrasin yang kesal dengan selebrasi berlebihan pemain Thailand tersebut, tetapi media Thailand lainnya, Bolt memberikan kritikan terhadap permainan Yotsa Burava dan kawan-kawan. Mereka kesal karena permainan Thailand di Piala AFF U-23 2025 ini terlalu lambat, kurang ide dalam menyerang, serta kurang tajam dalam mencetak gol. Selain itu, Bolt juga mengkritik cara para pemain Thailand dalam melakukan umpan. Hal itu kata mereka sangat terlihat dalam dua laga awal Thailand di ajang tersebut. Kami menyaksikan permainan menyerang yang lamban dan kurang tajam dan kami tidak mampu mengoper bola dengan mulus seperti biasanya. Poin yang jelas terlihat dalam dua pertandingan pertama adalah bahwa permainan menyerang Thailand masih kurang ide untuk menyerang,” tambahnya. Dalam banyak momen mereka tampak bermain aman, tidak berani mengambil risiko melewati celah atau menggiring bola melewati pemain bertahan. Hal ini membuat mereka perlu sering memanfaatkan kemampuan individu pemain seperti Seksan Ratri, Yotsa Cororn Buvaha atau Pantit Prapan untuk memecahkan permainan. Jika sepak bola nasional hanya mengandalkan kemampuan individu, kemajuannya tidak akan terlalu pesat dan yang harus segera dibenahi tim Thailand adalah koordinasi dalam permainan menyerang, pemahaman taktik, dan sentuhan akhir yang harus lebih tajam lagi. Termasuk keberanian bermain, keberanian menggiring bola, keberanian mengumpan, dan keberanian membuka bola tanpa takut melakukan kesalahan. Karena sepak bola yang baik memerlukan permainan dengan keyakinan 100%, tutup media Thailand itu. [Musik] Yeah.

———————————————————————–
timnas indonesia, timnas indonesia news, berita timnas indonesia terbaru, berita timnas indonesia hari ini, berita timnas indonesia 2023, berita timnas indonesia terbaru hari ini, berita timnas indonesia terkini, berita timnas indonesia, berita bola terbaru hari ini, hasil timnas indonesia tadi malam, hasil bola tadi malam, timnas indonesia tadi malam, live timnas Indonesia hari ini, live timnas, timnas indonesia live streaming, kabar timnas Indonesia, info timnas Indonesia, timnas u23, timnas u20, timnas senior, piala asia, piala aff, live indosiar sekarang, indosiar live streaming, hasil timnas indonesia hari ini, piala aff 2023, hasil piala aff 2023, fifa matchday, piala aff, timnas u20, rcti live streaming, live rcti sekarang, hasil timnas indonesia, jadwal timnas indonesia, kualifikasi piala asia u20, piala asia u17, fifa matchday,